Kerugian Hedging Dan Cara Mengatasinya

Linlindua 10 Feb 2021 432
Dibaca Normal 5 Menit

Strategi Hedging konon dipercaya dapat meminimalisir. Namun jika ditelaah lebih jauh, strategi ini justru menyimpan risiko lebih besar bila Anda tak pandai menggunakannya. Lantas, bagaimana cara mengatasinya?



Dalam trading, ada banyak jenis strategi yang bisa dimanfaatkan untuk meraup lebih banyak untung, salah satunya adalah strategi Hedging yang konon dipercaya sebagai "strategi pelindung risiko". Dengan demikian, tentu tak heran bila strategi satu ini sangat dielu-elukan oleh banyak trader.

Namun terlepas dari hal tersebut, ternyata strategi Hedging jauh lebih berisiko bila dibandingkan strategi trading lainnya. Alih-alih ingin memperbaiki situasi, Anda justru kian memperburuk keadaan jika tak pandai menerapkan Hedging dengan tepat. Benarkah demikian? Mari kita pelajari kerugian Hedging dan risikonya berikut ini.

 

Mengenal Jenis-jenis Hedging

Seperti yang kita tahu, ada dua jenis Hedging yaitu Hedging terencana dan Hedging tidak terencana. Sesuai namanya, Hedging terencana hanya bisa dilakukan oleh trader profesional yang sudah paham betul situasi dan kondisi pasar saat itu.

Mengenal Hedging

Sementara itu, Hedging tidak terencana justru banyak dilakukan oleh para pemula. Minimnya pengetahuan soal kondisi pasar, ditambah pemilihan strategi yang "belum" seharusnya, tentu tak heran jika Hedging tidak terencana justru menghasilkan risiko lebih besar.

Untuk itu, kita akan mengulas lebih detail mengenai risiko strategi Hedging tidak terencana, kesalahan yang kerap terjadi dalam melepas posisi Hedging, berikut cara mengatasinya.

 

Risiko Strategi Hedging Tidak Terencana

1. Spread Dobel, Komisi Berlipat, Stres Pun Menumpuk!

Ketika menerapkan strategi Hedging, maka seorang trader harus membuka posisi Buy dan Sell dalam waktu bersamaan atau relatif singkat. Mayoritas trader menganggap bahwa metode ini tidak akan menimbulkan kerugian; tergantung kapan waktu yang tepat untuk membuka posisi Hedging.



Namun di sisi lain, Anda juga harus tahu bahwa membuka posisi satu pair secara bersamaan adalah hal yang tidak mungkin. Dalam kondisi pasar tenang sekalipun, selisih bid dan ask bisa terpaut 1 hingga 10 poin. Bagaimana jika kondisi pasar sedang ramai? Belum lagi risiko penggunaan Pending Order atau robot trading (Expert Advisor / EA).

Hedging dalam Forex(Baca Juga: Kupas Tuntas Hedging Dalam Trading Forex)

Intinya, Anda sudah memutuskan rugi ketika menggunakan strategi Hedging. Pasalnya, posisi yang dibuka dan ditutup dalam waktu relatif singkat, sudah pasti tidak akan menghasilkan keuntungan. Mengapa? Jawabannya karena spread membuat order Anda tidak berada pada tempat yang sama. Tingginya biaya spread dan komisi adalah kerugian besar bagi trader. Rasa was-was, stress, dan takut akan posisi terkunci berhari-hari pun menghantui. Apalagi jika Anda tidak teliti memilih broker berdasarkan spread-nya.

Mulai trading

2. Hedging Tiada Akhir

Risiko Hedging juga bisa terjadi ketika Anda terjebak "Hedging yang telah di-Hedging dalam posisi Hedging". Kondisi seperti itu dikenal dengan istilah endless Hedging.

Seringkali, newbie mempelajari strategi Hedging dari oknum yang tidak bertanggung jawab. Itulah yang menyebabkan kerugian Hedging bagi newbie. Dengan iming-iming kerugian tidak akan bertambah, biasanya oknum akan meminta trader  untuk menambah posisi Hedging dan menambah transaksi dalam setiap Hedging. Alhasil, strategi trading pun berubah menjadi Martingale.

 

Salah Membuka Hedging

Terjebak dalam endless Hedging bukanlah risiko yang besar. Sebab, risiko terbesar adalah salah membuka Hedging. Dimana sajakah letak kesalahannya?



 

1. Salah Menentukan Timing

Saat melepas posisi Hedging, diperlukan timing yang tepat. Akan tetapi, timing juga menjadi kesalahan yang sering dilakukan oleh trader saat membuka Hedging. Biasanya, kondisi ini terjadi ketika trader panik menghadapi harga yang tiba-tiba melawan posisi. Kepanikan tersebut bisa berlanjut sampai posisi Hedging dilepas. Jika Hedging dilakukan pada timing yang pas, setidaknya keuntungan dan kerugian berakhir impas.

Tips Entry Akurat(Baca Juga: 4 Tip Untuk Entry Yang Akurat)

 

2. Salah Membuka Posisi

Kesalahan yang sering dilakukan oleh trader newbie saat Hedging adalah tidak mengetahui dengan baik cara melepas Hedging. Padahal, posisi dan timing adalah dua hal yang sangat penting. Sekalipun posisi yang dilepas benar arahnya, tetapi timing yang dipilih tidak tepat, maka akan menimbulkan kerugian yang besar. Parahnya lagi, kesalahan tersebut bisa menyebabkan Margin Call atau Stop Out.

 

Cara Mengatasi Risiko Strategi Hedging

Mengingat kerugian Hedging bisa sangat besar, maka sebisa mungkin Anda harus berusaha mengatasinya dengan baik. Bagaimana caranya?

 

1. Jangan Lakukan Hedging

Jika Anda masih ragu untuk menggunakan strategi Hedging, sebaiknya jangan praktekkan sama sekali. Masih banyak jutawan sukses yang trading hanya mengandalkan Moving Average. Maksimalkan indikator lain yang membantu selama trading, tanpa perlu memusingkan strategi Hedging.

Indikator Teknikal(Baca Juga: Indikator Yang Sering Digunakan Trader)

 

2. Bidik Keuntungan Saat Membuka Hedging

Jika Anda tetap ngebet menerapkan strategi ini, sebaiknya harus berakhir dengan keuntungan. Perlakukan strategi ini seperti halnya strategi trading normal lain, terutama mengenai level-level Stop Loss dan Take Profit-nya. Jika strategi yang digunakan tidak menghasilkan keuntungan, maka percuma dilanjutkan bukan?



 

3. Jangan Lelah Belajar

Terakhir, jangan lelah belajar tentang strategi Hedging. Mulai dari cara mendapatkan keuntungan hingga solusi untuk mengatasi kerugian Hedging. Jika Anda enggan untuk belajar, sudah pasti akan tertinggal oleh yang lain.

Sekali lagi, strategi Hedging adalah strategi dengan tingkat kesulitan dan risiko tinggi. Oleh karena itu, strategi ini banyak dikuasai oleh trader profesional. Bagi Anda yang ingin mencobanya, hati-hatilah dalam melakukan Hedging ataupun locking. Jika perlu, sewa seorang mentor yang terpercaya untuk mengajari Anda.



Forum

Abdi (22 Aug 2013)

dalam tehnikal analisis dasar perhitungan forex kita hanya mengtahui uptreand atau downtrendnya sebuah mata uang ditambah support dan resistennya,.., jika kita melihat candlestick bagaimana menentukan timing marketnya,..,

Selengkapnya...


Kirim Komentar/Reply Baru
Berbias Bearish, GBP/USD Tunggu Aksi Di R1
Berbias Bearish, GBP/USD Tunggu Aksi Di R1
Kazuki   6 May 2021   91  
Jarak entry poin dengan support resistance
Apabila entry poin, sebaiknya di letakkan pada jarak berapa pip dengan support saat open buy limit.
Dan di letakkan pada resistance dengan jarak berapa pip apabila open sell limit.

Hasim Harianto 18 Dec 2017

Reply:

M Singgih (20 Dec 2017 01:18)

@ Hasim Harianto:

Sebenarnya resistance dan support berupa area, tetapi dalam analisa sering ditampilkan sebagai sebuah level tertentu untuk menyederhanakan agar tidak tampak ribet.
Contohnya pada XAU/USD H1 berikut ini:



Cara menentukan area tersebut adalah berdasarkan 2 level resistance atau support yang dominan. Nah, semakin rendah time frame, jumlah pip pada area tersebut akan semakin sedikit, atau areanya semakin sempit.

Untuk pending order buy limit tentukan pada level terendah dalam area support, dan untuk sell limit tentukan ordernya pada level tertinggi dalam area resistance.

Harga Emas Masih Berisiko Melemah Hingga S2
Harga Emas Masih Berisiko Melemah Hingga S2
Kazuki   28 Apr 2021   110  
USD/JPY Belum Keluar Dari Pusaran Bearish
USD/JPY Belum Keluar Dari Pusaran Bearish
Kazuki   26 Apr 2021   94  
CAD/JPY Bangkit Setelah Konfirmasi Rebound
CAD/JPY Bangkit Setelah Konfirmasi Rebound
Jujun Kurniawan   23 Apr 2021   59  
USD/CAD Bearish Di Area S1, Inikah Saatnya Sell?
USD/CAD Bearish Di Area S1, Inikah Saatnya Sell?
Kazuki   19 Apr 2021   117  
Dolar NZ Mulai Bangkit Targetkan R1
Dolar NZ Mulai Bangkit Targetkan R1
Kazuki   16 Apr 2021   104  
Pound Tergelincir, S1 Jadi Batas Penentu
Pound Tergelincir, S1 Jadi Batas Penentu
Kazuki   8 Apr 2021   162