Kiat Sukses Day Trading Saham Untuk Pemula

Nandini 11 Dec 2020 710
Dibaca Normal 6 Menit

Strategi Day Trading rupanya tak hanya digunakan dalam trading forex. Dalam saham, Anda juga bisa menerapkan strategi ini untuk meraup keuntungan. Bagaimana caranya?



Bermain investasi itu ibarat bermain game. Goal akhir yang harus dicapai adalah kemenangan setelah melalui proses panjang mengalahkan berbagai rintangan. Begitu pula dalam investasi; ada berbagai challenge yang harus dilewati agar mendapatkan profit sebanyak-banyaknya.

Nah untuk mencapai suatu goal dalam investasi, ada berbagai aturan dasar yang harus diperhatikan, khususnya bagi para pemula yang baru berkecimpung di dalamnya. Aturan ini dapat Anda jadikan sebagai pedoman sebelum mengambil keputusan penting saat bertrading.

 

Sekilas Tentang Investasi Saham

Selain investasi emas, tak sedikit pula orang yang tertarik dengan investasi saham. Jenis investasi satu ini dinilai menguntungkan bagi Buyer maupun Seller. Adapun keuntungan investasi saham biasanya berupa pembagian dividen (keuntungan yang dihasilkan perusahaan) dan Capital Gain (selisih antara harga jual dan harga beli).

Pembagian Dividen Saham(Simak Juga: Jadwal Dividen Saham Indonesia)

Dalam investasi saham, terdapat istilah Day Trading atau Intraday. Secara harfiah, Day Trading diartikan sebagai trading harian.

Pengertian umum Day Trading adalah proses pembelian dan penjualan suatu sekuritas yang terjadi di pasar saham dalam periode waktu satu hari. Orang yang melakukan Day Trading disebut Day Trader.

Jika Anda melakukan Day Trading, itu berarti Anda akan membeli suatu saham atau sekuritas, kemudian Anda jual kembali dalam hitungan menit atau jam di hari yang sama.

Sebenarnya, Day Trading ini tidak disarankan untuk para investor saham, bahkan pemula. Hal ini karena Day Trading membutuhkan analisa mendalam dan stamina bagus untuk memantau grafik harga. Pun, teknik ini biasanya dilakukan oleh para investor yang tidak sabaran, sehingga cenderung tidak memperhatikan analisa teknikal dan fundamental perusahaan.

 

Aturan Sukses Day Trading

Jika Anda ingin melakukan Day Trading, ada beberapa aturan umum yang harus diperhatikan agar tak terperosok ke dalam jurang Loss. Adapun aturan-aturannya adalah sebagai berikut:



 

1. Miliki Kemampuan Dan Pengetahuan Mumpuni

Untuk pemula, Day Trading saham dianggap berisiko tinggi. Oleh karenanya, memiliki pengetahuan yang mumpuni tentang pasar saham akan menjadi kekuatan agar Anda bisa berhasil.

Pasar Saham dan Modal Dalam Islam(Baca Juga: Pasar Modal Dan Saham Menurut Islam)

Adapun yang dimaksud dengan pengetahuan di sini meliputi berbagai hal tentang prosedur dan tool trading secara mendasar, informasi saham yang Anda tradingkan (informasi keuangan, laporan, dan bagan perusahaan), informasi terbaru di pasar saham, hal-hal yang mempengaruhi saham, dan lain sebagainya.

 

2. Bersikaplah Realistis

Bersikap realistis mengenai keuntungan itu memang penting. Jangan sampai Anda terlalu bernafsu dan serakah untuk mendapatkan banyak keuntungan dalam Day Trading karena ini justru akan berisiko. Alih-alih ingin mendapat banyak keuntungan, yang ada malah kerugian.

Dalam Day Trading, Anda sebaiknya menetapkan keuntungan kecil saja agar tak berakhir dalam Loss yang besar. Dengan keuntungan minim, Anda bisa terus menerus membeli saham yang sama. Selain itu, ini akan meningkatkan kepercayaan diri Anda untuk mencoba strategi trading lainnya.

 

3. Perhatikan Margin Trading

Margin Trading adalah metode perdagangan aset dengan menggunakan dana yang disediakan oleh pihak ketiga (perusahaan sekuritas). Margin Trading artinya Anda meminjam uang dari perusahaan, sehingga Anda harus siap dengan segala risikonya.

Cara Beli Saham(Baca Juga: Belajar Cara Beli Saham Dengan Margin)

Memang, trading dengan margin dapat membantu menguatkan hasil trading Anda jika digunakan dengan tepat. Namun untuk pemula, strategi ini kurang disarankan karena dapat memicu timbulnya kerugian yang lebih besar.



 

4. Rencanakan Kapan Harus Entry Dan Exit

Sebelum masuk pasar, rencanakan dengan baik kapan Anda harus entry dan exit pada level harga tertentu. Dengan demikian, Anda bisa mendapatkan keuntungan dan selamat dari cara trading yang salah. Jika pasar dirasa tidak menguntungkan, segera lakukan exit untuk memotong kerugian.

 

5. Batasi Jumlah Saham

Sebagai seorang pemula, Anda sangat disarankan untuk membatasi jumlah saham; maksimal satu atau dua saham dalam Day Trading. Dengan jumlah saham yang sedikit itu, Anda bisa melacak dan mencari peluang profit dengan mudah. Sebaliknya, trading dengan banyak saham akan memungkinkan Anda kehilangan peluang untuk exit di waktu yang tepat.


6. Hindari Jam Sibuk

Jam sibuk pasar saham biasanya terjadi saat pasar baru buka di pagi hari. Kondisi ini sangat berpengaruh terhadap volatilitas harga. Bagi trader berpengalaman, mereka pasti sudah mengenali pola ini dan dengan mudah mendapatkan keuntungan.

Namun untuk pemula, sebaiknya hindari trading di jam sibuk. Meskipun memberikan peluang, lebih baik Anda membaca pasar saja tanpa melakukan pergerakan apa pun selama 15-20 menit pertama.

Waktu Trading Saham

 

7. Atur Dana Yang Dimiliki

Seperti yang sudah dijelaskan, Day Trading itu berisiko tinggi bagi pemula. Untuk itu, sangat disarankan agar Anda dapat mengatur dana trading dengan baik. Jangan tradingkan seluruh dana Anda. Sebaliknya, sisihkan beberapa berjaga-jaga apabila terjadi kerugian.



 

8. Manfaatkan Waktu Dengan Baik

Waktu adalah peluang. Menjadi seorang Day Trader artinya Anda harus siap mengalokasikan waktu sebanyak mungkin. Jangan sekali-kali melakukan Day Trading jika Anda memiliki waktu terbatas, sebab peluang trading di pasar dapat muncul kapan saja selama jam trading.

 

9. Hindari Penny Stock

Penny Stock memang menggiurkan dari segi harganya yang tergolong amat murah. Bagi orang awam, saham-saham semacam ini pasti sangat menggiurkan. Namun di sisi lain, para pemula sebaiknya menghindari Penny Stock karena sangat tidak likuid dan peluang jackpot-nya sangat sulit.

 

10. Batasi Order

Membatasi order saham akan membantu Anda bertrading lebih presisi, karena Anda bisa menetapkan harga beli dan harga jual saham yang ditradingkan.

 

11. Jangan Mudah Percaya Berbagai Sumber

Sebagai pemula, jangan mudah terkecoh iming-iming yang dapat menjerumuskan Anda pada perdagangan yang merugikan. Selain itu, jangan mudah percaya pada SMS, iklan, surat dan lain sebagainya yang mengklaim keuntungan di atas normal.



 

12. Kendalikan Emosi

Lagi-lagi dalam bertrading Anda harus memperhatikan emosi. Sebagai pemula, mengendalikan emosi memang sulit, apalagi dalam Day Trading. Untuk itu, belajarllah untuk me-manage kepercayaan diri, keserakahan, harapan dan ketakutan. Kunci sukses bertrading itu pengendalian emosi yang baik.

Belajar Mengendalikan Emosi

 

Kesimpulan

Dari informasi di atas, dapat disimpulkan bahwa Day Trading memang sulit untuk dilakukan oleh pemula. Oleh karena itu, dibutuhkan waktu, keterampilan, dan kedisiplinan yang akan tumbuh seiring dengan jam terbang Anda. Pengalaman ini pulalah yang nantinya akan menjadi pelajaran dalam proses belajar Anda.

"Pengalaman mengajarkanku bahwa tidak ada seorang pun yang memberikanku tips untuk menghasilkan lebih banyak uang, selain penilaian pribadiku."

- Jesse Livermore.

Forum

Hizkia (05 Sep 2019)

1. Saya mau nanya bagaimana caranya atau analisa yang digunakan dalam menentukan posisi supply and demand pada saat trading? 2. Apakah posisi supply and demand akan terus sama dari waktu ke waktu atau ada kemungkinan posisi tersebut berubah-ubah?

Selengkapnya...

Kode Saham Last Change(%)  
VRNA 166 34.96%
ALDO 710 13.6
BBSI 2,730 24.66%
CENT 334 15.97%
DAYA 278 13.01%
ESTA 115 11.65%
AYLS 90 34.33%
PANI 137 28.04%
MTWI 191 30.82%
BIMA 71 33.96%

Kirim Komentar/Reply Baru


Cara Membaca Stochastic Saham Untuk Pemula
Cara Membaca Stochastic Saham Untuk Pemula
Linlindua   30 Mar 2021   214  
Cara Konfirmasi Bounce & Break Harga
Pagi P.Martin

Bagaimana cara mengkonfirmasi bahwa hrga akan bounce atau break pd level2 support/resistant? Selain melihat candle pattern, apakah kita hrs mlihat indikator juga? Indikator apa yg bisa mengkonfirmasi keadaan bounce/break sekaligus sbg momentum entry posisi?

Thanks

Tjandra 5 Oct 2015

Reply:

M Singgih (07 Oct 2015 03:00)

@ Tjandra:
Ya, sebaiknya dikonfirmasikan dengan minimal 1 indikator karena ketika kita berurusan dengan kemungkinan-kemungkinan maka semakin banyak faktor pendukung akan semakin besar persentasi keberhasilannya. Jadi semakin banyak indikator yang mengkonfirmasi akan semakin valid sinyal yang diberikan oleh price action.
Indikator untuk konfirmator umumnya adalah moving averages, MACD dan indikator oscillator (RSI, stochastics, CCI). Dalam hal indikator oscillator ketika uptrend adalah untuk melihat adanya divergensi, misal uptrend dan break resistance, tetapi terjadi divergensi bearish pada indikator oscillator, maka sebaiknya tidak entry.
Berikut contoh GBP/USD daily uptrend, break resistance psikologis 1.5000, terbentuk rejection pin bar dan didukung oleh 6 indikator:

                      

Pada A: terbentuk rejection pin bar oleh resistance 1.5000 dan kurva sma 50.
Indikator Parabolic SAR dibawah harga, harga bergerak pada upper band indikator Bollinger Bands, kurva MACD berada diatas kurva sinyal (warna merah) dengan sudut yang melebar dan OSMA diatas level 0.00, RSI berada diatas level 50 dan tidak menunjukkan divergensi bearish, serta ADX yang berwarna hijau menunjukkan dominan bullish. Jadi semua syarat-syarat untuk break (entry buy) sudah terkonfirmasi.
Kalau lebih dari 80% indikator tidak mengkonfirmasi maka tidak perlu entry, tunggu sampai ada sinyal lagi baik untuk kemungkinan break atau bouncing (sell).
Untuk menentukan momentum entry yang lebih detail Anda bisa melihat pada time frame yang lebih rendah. Keterangannya bisa dibaca di: Sistem Trading Triple Screen

Ahmad (12 Dec 2017 22:57)

malam coach SF.....
bagaimana breakout yang dikatakan valid, misalnya dg menggunakan pivot point dan candle sdh closed diatas R/dibwh S, apakah harus menunggu candle berikutnya yg closing diatas R/dbwh S lagi? terkadang sdh closed diatas R /bwh S tapi candle berikutnya closing dibwh R/diatas S lagi.mohon penjelasannya coach.mks

M Singgih (15 Dec 2017 01:52)

@ Ahmad:

Ya, harus menunggu candle berikutnya. Dalam trading, istilah valid bukan berarti benar 100% atau pasti, tetapi yang kemungkinan benarnya paling besar. Untuk memastikan validitasnya Anda harus mengkonfirmasikan dengan price action yang terbentuk pada bar berikutnya, dan juga dikonfirmasi oleh minimal 2 indikator teknikal.

Berikut contohnya pada USD/JPY daily:



Pada A:
Candle sebelumnya telah break resistance kuat 110.66. Candle di A sempat menembus 110.66 dan bergerak diatas kurva middle band indikator Bollinger Bands, tetapi tidak didukung oleh indikator MACD dan ADX, dan akhirnya ditutup dibawah middle band dan juga dibawah resistance 110.66, berupa bearish bar. Candle tsb adalah fakey bar (sinyal break yang palsu).

Pada B:
Candle sebelumnya telah break resistance kuat 110.66. Candle di B menembus 110.66 dan bergerak pada kurva upper band indikator Bollinger Bands, dan juga didukung oleh indikator MACD dan ADX, dan akhirnya ditutup diatas resistance 110.66, dan membentuk bullish engulfing bar. Candle di B tsb adalah sinyal breakout yang valid.

Jadi konfirmasi price action dan indikator teknikal dalam hal ini sangat penting.

- … terkadang sdh closed diatas R /bwh S tapi candle berikutnya closing dibwh R/diatas S lagi…

Komentar:

Candle yang berikutnya itu disebut dengan fakey bar atau sinyal palsu yang menyebabkan false break.

Untuk lebih jelasnya silakan baca:
Strategi Trading Ketika Terjadi False Break
Trading Dengan False Breakout

Mas Sinar (01 May 2018 14:24)

Selamat sore SF, saya baru belajar tentang trading pada daerah ranging dan breakout. Dan saya menemukan indikator bollinger bands dan donchian channel. masing-masing punya parameter sendiri. Saya ingin bertanya, mana yang lebih baik ya? menggunakan level high/low seperti donchian atau standar deviasi seperti bb? thx

M Singgih (03 May 2018 04:43)

@ Mas Sinar:

Untuk breakout berdasarkan daily range, Donchian channel lebih akurat. Richard Donchian merancang indikator ini berdasarkan level high / low periode 20 hari, jadi akurasinya akan lebih baik kalau digunakan pada time frame daily.

Kalau Bollinger Bands lebih ke volatilitas untuk melihat kekuatan trend. Standard deviasi perhitungannya tetap, tidak berdasarkan level high / low pada periode tertentu. Kalau harga melewati batas atas (upper band) atau batas bawah (lower band) maka harga sedang bergerak uptrend atau downtrend dengan kuat.
Entrynya dilihat dari breakout pada middle band, tetapi untuk kondisi sideways kurang akurat. Ketika harga break diatas middle band diasumsikan sedang bergerak uptrend dan sebaliknya. Jadi untuk deteksi arah trend. Pada kondisi sideways bisa untuk deteksi overbought dan oversold. Baca juga: Menggunakan Indikator Bollinger Bands

Kalau Anda ingin trading dengan cara breakout berdasarkan daily range, bisa dibantu juga dengan indikator ADR (Average Daily Range). Cara kerja dan indikatornya untuk MT4 bisa diunduh disini.

Erwin Tembesi (23 Jun 2018 08:25)

Kalau untuk strategi breakout support dan resistance trendline bagaimana pak?

M Zainul (26 Jun 2018 08:19)

bounce dan breakout itu kadang terjadi secara bergantian dalam satu waktu. mana yang lebih baik ditunggu pak?

M Singgih (26 Jun 2018 08:37)

@ erwin tembesi:

Breakout garis trend (trendline) maupun breakout garis horisontal support dan resistance, harus dikonfirmasi oleh price action dan indikator teknikal, baik indikator trend (MACD, parabolic SAR, ADX, Bollinger Bands) maupun indikator momentum (RSI, stochastic, CCI). Minimal ada 2 indikator yang conform.

Kenapa indikator trend, karena kita membicarakan arah trend, apa lagi jika arah trend tampak jelas dari garis trend yang telah di-plot. Konfirmasi indikator momentum juga diperlukan karena kita ingin entry pada saat (momen) yang tepat.

Contoh:



Pada garis trend 1:
Price action: terjadi bullish engulfing candle yang menembus garis trend, berarti kemungkinan akan bullish.
Dalam hal ini kita harus menunggu sampai engulfing candle selesai terbentuk, dan kita lihat candle berikutnya (candle A).. Jika dikonfirmasi oleh indikator, maka kita bisa entry buy. Tampak dari indikator MACD, parabolic SAR dan RSI telah conform (RSI di atas level 50), jadi kita bisa entry buy.

Pada garis trend 2, meskipun telah menembus garis trend (candle B), tetapi dari price action tidak jelas, dan ke 3 indikator tidak conform, jadi kita seharusnya tidak entry sell pada candle B.

M Singgih (27 Jun 2018 08:21)

@m zainul:

Mungkin maksudnya sebuah candle bergantian break dan bounce level tertentu. Kalau memang demikian Anda harus menunggu sampai candle tersebut selesai dibentuk, dan lihat harga penutupan (closing price)-nya.

Untuk kondisi uptrend: kalau harga penutupannya (closing price) di atas level yang dimaksud berarti terjadi breakout, dan kalau closing price di bawah level yang dimaksud berarti terjadirejection(yang berarti bouncing).
Sebaliknya untuk kondisi downtrend.

Gio (06 Jul 2018 08:38)

kalau dari sisi price action sendiri apakah ada pola candlestick trtentu yg menunjukkan harga akan breakout support/resistance??

M Singgih (07 Jul 2018 08:40)

@ Gio:
Harga akan breakout jika formasi candlestick yang Anda maksudkan terjadi di dekat level support atau resistance.
Akan breakout level support jika formasi candlestick yang terjadi menunjukkan kemungkinan pergerakan bearish, yang sering terjadi adalah: 
- Bentuk pin bar yang terjadi pada kondisi uptrend termasuk doji atau gravestone doji dan shooting star (1 candle)
- Formasi bearish engulfing (2 candle)
- Formasi dark cloud cover (2 candle)
- Formasi atau pola evening star (3 candle)
- Formasi atau pola three black crows (3 down bar yang berurutan)

Akan breakout level resistance jika formasi candlestick yang terjadi menunjukkan kemungkinan pergerakan bullish, yang sering terjadi adalah: 
- Bentuk pin bar yang terjadi pada kondisi downtrend termasuk doji atau dragonfly doji dan hammer (1 candle)
- Formasi bullish engulfing (2 candle)
- Formasi piercing line (2 candle)
- Formasi atau pola morning star (3 candle)
- Formasi atau pola three white soldiers (3 up bar yang berurutan)

Edi Ismanto (03 Aug 2018 08:15)

kalau Time Frame dgn hasil yang terbaik untuk memprediksi terjadinya BreakOut dengan mencari Convergen dan ievergen pada chart candle dan RSI gimana pak?

Jefri (03 Aug 2018 08:23)

Halo pak, saya masih pemula jdi saya tidak ngerti apa breakout itu pak. Mohon info nya pak

Jenal (03 Aug 2018 13:20)

Bagaimana mengetahui kalau suatu harga akan breakout ke atas atau ke bawah?

Basir (04 Aug 2018 08:25)

Untuk Jefri,

Break artinya diam/istirahat, Out artinya keluar. Dalam istilah trading, Break Out diartikan penembusan pada suatu level harga, setelah bergerak diam, istirahat atau sideways pada area yang sempit.

 

Anda bisa memilih Mata uang apa saja, dengan menetukan Time Frame terlebih dahulu. Cari level – level sempit dimana harga bergerak. Sebagai contoh pada GBP/USD, di TF 30. 

Cara diatas adalah order pending, pada GBP/USD. Dengan Buy Stop di 1.40867 dan Sell Stop 1.40485. Dengan harapan harga bisa menembus salah satunya.

Ada banyak cara untuk trading Break Out ini. Anda bisa membaca ulasan lainnya 
di :

Strategi masuk pasar berdasarkan breakout
Strategi forex yang simple
Trading Breakout
Penjelasan tentang strategi breakout
3 syarat untuk konfirmasi breakout

Setelah anda memahaminya, anda bisa memilih salah satu cara yang menurut anda simple dan mudah di mengerti.

Terima kasih.

M Singgih (06 Aug 2018 01:16)

@ Jenal:

Kalau pergerakan harga sedang uptrend tentunya akan break keatas (menembus resistance), dan kalau sedang downtrend akan break ke bawah (menembus support). Untuk mengetahui sedang uptrend atau downtrend bisa dengan indikator moving average, MACD, ADX dan atau parabolic SAR.

Tetapi untuk entry sebaiknya dikonfirmasi juga dengan price action dan indikator teknikal untuk menghindari terjadinya false break (gagal break ke atas / ke bawah), seperti pada contoh di atas.

M Singgih (06 Aug 2018 08:18)

@ edi ismanto:

Sebelumnya perlu diketahui bahwa istilah konvergensi pada indikator RSI sebenarnya sama dengan divergensi bullish indikator RSI, sedangkan divergensi pada indikator RSI sama dengan divergensi bearish indikator RSI.
Untuk keterangan bisa baca: Trading Dengan Divergensi Dan Konvergensi Indikator RSI
Istilah konvergensi dan divergensi mengacu pada arah trend pergerakan harga dan kurva RSI.

Divergensi sebenarnya valid pada semua time frame, artinya pada time frame berapapun kemungkinan keberhasilannya besar. Tetapi semakin tinggi time frame akan semakin tinggi juga validitasnya, karena pada time frame yang rendah (terutama di bawah H1) akan ada noise. Semakin rendah time frame akan semakin banyak noise yang menyebabkan kesalahan sinyal

Apa Yang Terjadi Jika Saham ARA?
Apa Yang Terjadi Jika Saham ARA?
Anna   30 Mar 2021   128  
Apa itu ARA Hunter?
Apa itu ARA Hunter?
Linlindua   28 Feb 2021   349  
3 Saham Asing Terbaik Untuk Swing Trading
3 Saham Asing Terbaik Untuk Swing Trading
Tomy Zulfikar   16 Feb 2021   277  
Daftar 10 Broker Saham Terbaik Untuk Pemula
Daftar 10 Broker Saham Terbaik Untuk Pemula
Yulinda   30 Sep 2020   3447  
5 Tips Diversifikasi Portofolio Investasi
5 Tips Diversifikasi Portofolio Investasi
Febrian Surya   29 Sep 2020   1088  
Investasi ETF Vs Reksadana, Mana Yang Terbaik?
Investasi ETF Vs Reksadana, Mana Yang Terbaik?
Febrian Surya   22 Sep 2020   814