Kisah Penemu Indikator Stochastic, George Lane

Febrian Surya 24 Jul 2020 1590
Dibaca Normal 4 Menit

Sebagai pencipta indikator Stochastic yang sangat populer dan tak lekang oleh waktu, George Lane memiliki kisah inspiratif bagi para trader. Apa sajakah itu?



George Lane adalah pencipta dari Stochastic Oscillator, sebuah indikator momentum yang dapat menunjukkan pergerakan harga telah mencapai overbought atau oversold. Indikator pergerakan harga ini diciptakan dan dikembangkan oleh George Lane pada akhir 1950-an.

George Lane Pencipta Stochastic

Namun, penggunaan indikator Stochastic bukan hanya untuk menganalisa pergerakan harga saat kondisi overbought atau oversold saja. Para trader juga bisa mendapatkan konfirmasi trend untuk sinyal entry dan sebagai penanda divergence. Untuk mengetahui bagaimana cara menggunakan indikator Stochastic dengan lebih baik, kamu bisa membaca artikel Cara Membaca Indikator Stochastic Menurut 3 Macam Fungsinya.

 

Sepenggal Kisah Tentang Stochastic

Indikator Stochastic tidak diciptakan dalam satu malam saja. Kisahnya bermula saat George Lane kesulitan dalam membaca chart trading yang dianggapnya begitu kompleks. Setelah ia mengetahui mengapa dan bagaimana harga bergerak, George Lane mulai menciptakan indikator sederhananya sendiri untuk mengenali momentum pasar.

George Lane menghabiskan waktu hingga bertahun-tahun untuk mempelajari tren pasar secara konsisten. Ia ingin menciptakan metode atau analisa trading yang bisa mempermudah trader saat menentukan kapan harus masuk dan keluar pasar berdasarkan kondisi overbought dan oversold. Hasil pengamatan inilah yang kemudian ia rumuskan dan realisasikan menjadi indikator Stochastic.

Indikator Stochastic

Indikator Stochastic tidak mengikuti harga atau volume perdagangan, tetapi menunjukkan momentum perubahan harga pasar sebelum berubah arah. Metode ini telah menghasilkan profit secara konsisten dari aktivitas trading George Lane di berbagai jenis pasar.

Penemuan indikator Stochastic terbukti menjadi berkah yang tak diduga-duga. Tak hanya George Lane, indikator ini kemudian juga ramai digunakan oleh trader lain di berbagai pasar. Penggunaan Stochastic hingga saat ini telah bertahan selama lebih dari 50 tahun. George Lane pun dianugerahi penghargaan anumerta dari Market Technicians Association pada 2012.



 

Inspirasi George Lane Bagi Trader

Tak jauh berbeda dari Richard Dennis yang dikenal akan strategi Turtle Trading-nya, George Lane memiliki kisah perjalanan menuju kesuksesan yang menarik untuk diketahui oleh para trader. Sebelum menjadi trader, George Lane adalah seorang dokter yang praktek di klinik milik ayahnya di kawasan Industri Chicago.

Setelah ayahnya pensiun, George Lane memilih untuk menutup klinik tersebut dan mulai fokus pada trading komoditas. Pada tahun 1950, George Lane membeli keanggotaan Chicago Open Board of Trade (saat ini bernama MidAmerica Commodity Exchange).

Pada awal karirnya sebagai trader, ia sering mengalami kerugian. Namun, ada seorang pekerja di broker yang kemudian mengajarinya trading dengan metode Taylor (siklus pergerakan harga setiap 3 hari). Selain aktif sebagai trader, George Lance kala itu juga sempat bekerja di broker dan menjadi pengajar ilmu perdagangan komoditas di Investment Educators Inc, Watseka, Illinois.

Saat itu, sekolah khusus di mana tempat ia mengajar menjadi satu-satunya lembaga edukasi di Amerika Serikat yang mengajarkan ilmu investasi. Kemudian, ia mengambil alih sekolah tersebut setelah pemiliknya meninggal dunia. Lembaga edukasi miliknya memberikan konsultasi dan edukasi bagi investor serta profesional keuangan, juga mengajarkan metode analisa teknikal lanjutan. Ia menjabat sebagai Presiden di sekolah tersebut hingga ia tutup usia pada 7 Juli 2004.

Analisa Teknikal(Baca juga: 8 Mitos Analisa Teknikal Yang Terpatahkan)

Sepanjang karirnya sebagai trader, George Lane hanya menggunakan 3 alat teknikal yakni Indikator Stochastic, garis trend, dan level Fibbonaci Retracement. Wejangan dan kiat trading darinya antara lain:

  • Trader pemula harus bisa memahami chart, dan tidak begitu saja percaya pada rekomendasi dari broker, serta banyak belajar dari para trader profesional yang lebih berpengalaman.
  • Menetapkan Stop Loss sangat diperlukan khususnya bagi trader yang melakukan transaksi di pasar volatile sebagai pengaman, khususnya bila terjadi pergerakan harga yang tidak sejalan dengan prediksi.

 



Selain George Lane, tokoh trader lain yang tak kalah sukses dan bisa menjadi panutan trader adalah Paul Tudor Jones. Figur ini diakui berkat kepiawaiannya meraup profit besar ketika investor lain tengah merugi di tengah krisis. Simak pelajaran dari kisahnya di Belajar Dari 5 Prinsip Trading Paul Tudor Jones.



Forum

Budi Aswoko (13 Jun 2012)

kalo sy lihat di analisa teknikal Selasa tgl 12 JUni 2012 di web ini signal itu SELL tapi knpa kok satu hari itu justru trendnya BUY,..mgkin sy gak tau cara membaca analisa itu ataou salah membacanya...mohon pencerahannya....

Selengkapnya...


Kirim Komentar/Reply Baru
Pola Candlestick Real-time
Pola Candlestick Real-time
Sistem   7 May 2021   147  
Lebih Baik Geser SL Atau Tutup Posisi?
Mohon tanya sbb : trailing stop jauh lebih mudah daripada memakai rasio 1:2., mana lebih baik menggeser SL atau tutup posisi pada saat sudah mencapai profit tertentu ? trm kasih.

Musliaty Mahmud 24 Oct 2015

Reply:

M Singgih (27 Oct 2015 00:30)

@ Musliaty Mahmud:
Tergantung dari kondisi pasar, jika pasar sedang trending dengan kuat maka trailing stop jauh lebih menguntungkan dimana level stop loss Anda akan selalu bergeser mendekati harga pasar, dan jika pergerakan trend tetap kuat maka tidak ada yang membatasi profit Anda, atau profit Anda terus bergerak sesuai dengan arah trend. Tujuan teknik trailing stop memang untuk memaksimalkan profit.

Sebaliknya jika trend sedang tidak begitu kuat, atau ada kemungkinan akan bergerak sideways, maka lebih menguntungkan jika kita menentukan target profit pada level tertentu (biasanya level support atau resistance), karena kemungkinan terjadinya pergerakan reversal cukup besar. Menentukan target profit memang disarankan dengan risk/reward ratio yang lebih besar dari 1:1. tetapi tidak harus 1:2, jadi bisa 1:1.2 atau 1:1.5 dsb.
Jika pada awalnya Anda menggunakan stop loss dan target tetapi ditengah jalan trend pasar bergerak dengan kuat maka Anda bisa menggeser stop loss Anda (atau menggunakan trailing stop) dan mendisable target profit.

Sempat Terkoreksi, EUR/GBP Kini Berpeluang Menguat
Sempat Terkoreksi, EUR/GBP Kini Berpeluang Menguat
Jujun Kurniawan   6 May 2021   95  
Berbias Bearish, GBP/USD Tunggu Aksi Di R1
Berbias Bearish, GBP/USD Tunggu Aksi Di R1
Kazuki   6 May 2021   103  
Pulih Menuju R1, Pound Sinyalkan Buy
Pulih Menuju R1, Pound Sinyalkan Buy
Jujun Kurniawan   4 May 2021   105  
Live Trading NFP Bareng Finex
Live Trading NFP Bareng Finex
Melati   4 May 2021   235  
Berpotensi Rebound, GBP/CHF Sinyalkan Buy
Berpotensi Rebound, GBP/CHF Sinyalkan Buy
Jujun Kurniawan   3 May 2021   105  
Dolar Australia Sinyalkan Sell Setelah Tertahan Di R2
Dolar Australia Sinyalkan Sell Setelah Tertahan Di R2
Jujun Kurniawan   28 Apr 2021   147  
Harga Emas Masih Berisiko Melemah Hingga S2
Harga Emas Masih Berisiko Melemah Hingga S2
Kazuki   28 Apr 2021   118  
Terjun Dari S2, Dolar AS Kini Berpeluang Pulih
Terjun Dari S2, Dolar AS Kini Berpeluang Pulih
Jujun Kurniawan   27 Apr 2021   118  
GBP/JPY Berpotensi Menuju S2 Dan Sinyalkan Buy
GBP/JPY Berpotensi Menuju S2 Dan Sinyalkan Buy
Jujun Kurniawan   26 Apr 2021   103