Kisah Sukses Alexander Elder, Penulis Trading For a Living

Cahyaning 16 Oct 2021
Dibaca Normal 6 Menit
forex > tokoh >   #trader-sukses   #alexander-elder
Alexander Elder adalah sosok yang tak asing lagi di kalangan trader berkat bukunya Trading For A Living. Seperti apa sepak terjangnya hingga menjadi trader sukses?

Para penggemar buku trading tentu sudah tidak asing lagi dengan Trading For a Living. Buku best-seller ini bahkan dianggap sebagai salah satu karya klasik modern di kalangan para trader. Kesuksesan buku ini tak lain adalah berkat Alexander Elder. Ia merupakan seorang trader sukses meskipun tak memiliki latar belakang ekonomi. Lalu bagaimana kisah sukses Alexander Elder sampai menjadi trader yang berhasil menginspirasi banyak orang lewat buku tulisannya?

Alexander Elder

Alexander Elder lahir pada tahun 1950, tepatnya di Leningrad, Rusia. Saat remaja, Elder memutuskan untuk belajar ilmu kedokteran. Pada usia 16 tahun, Elder pun menuntut ilmu di Universitas Tartu. Setelah lulus, ia bekerja sebagai dokter kapal. Di usia 23 tahun, Elder meninggalkan tanah kelahirannya dan memperoleh suaka politik dari pemerintah Amerika Serikat. Sejak itu, Elder bekerja di New York sebagai seorang psikiater. Elder juga mengajar di Colombia University.

 

Jatuh Cinta Dengan Dunia Trading

Alexander Elder mulai menemukan kecintaannya dengan dunia trading ketika ia masih menjadi psikiater. Meskipun tak memiliki latar belakang apapun di bidang finansial, Alexander Elder tak gentar belajar mengenai seluk beluk trading. Sebaliknya, pengalamannya sebagai seorang psikiater membuatnya menemukan sudut pandang unik tentang psikologi trading. Banyak trader yang meremehkan psikologi trading, padahal faktor ini sebetulnya sangat penting dalam menentukan kesuksesan.

Baca juga: 15 Buku Psikologi Trading Terbaik Untuk Pemula

Elder memulai perjalanannya di pasar finansial dengan membeli saham. Ia pun membeli saham KinderCare sebagai aset pertama. Setelah itu, ia mulai rajin belajar untuk memperkaya pengalamannya. Bahkan, ia juga fokus belajar trading di pasar option; namun ini cukup jarang dia lakukan, paling sering hanya satu hingga dua kali dalam setahun. Saat trading, Elder mengandalkan analisis teknikal untuk membantunya dalam menentukan keputusan. Indikator yang paling sering ia gunakan adalah MACD Histogram untuk mencari divergence antara MACD dan harga.

Kecintaannya pada dunia trading membuat Elder ingin berbagi ilmu yang diperolehnya. Ia pun mempelopori sekolah khusus trader yang dinamakan "Traders' Camp" dan "Spike Group". Pencipta metode Triple Trading Screen ini memang sudah berkomitmen untuk membantu trader pemula agar bisa percaya diri saat trading. Elder juga sering berbicara di berbagai seminar, mengingat ide serta cara bicaranya yang unik membuat banyak orang terkesan.

Pada tahun 1988, Alexander Elder mendirikan Financial Trading Seminar untuk memberikan edukasi bagi orang-orang yang ingin berkarir sebagai trader. Di awal pendiriannya, Elder menggandeng John J. Murphy untuk menjadi berbicara di seminar pertamanya. Perusahaan ini memproduksi VHS sebagai salah satu media pendidikan. Lalu pada tahun 1994, Financial Trading Seminar berubah menjadi Elder.com dan aktif secara online.

 

Cara Trading Ala Alexander Elder

Saat trading, Alexander Elder menganalisa harga dengan minimal dua time frame. Contohnya, ia menggunakan time frame harian di satu layar, dan menggunakan time frame mingguan di layar lainnya. Untuk exit posisi, Elder menggunakan indikator Envelope dan menutupnya begitu harga mencapai band dari indikator Envelope tersebut. Cara ini digunakannya untuk Triple Screen Trading, salah satu metode yang kini populer di kalangan trader.

 

Tingkatan Trading Menurut Elder

Beberapa pelajaran trading yang ditekankan oleh Alexander Elder banyak berhubungan dengan psikologi trading. Ia memahami betul apa yang menjadi dasar alur transaksi trading, apa yang harus dipertimbangkan oleh trader sebelum memulai transaksi, saat menahan posisi, dan setelah menutup sebuah transaksi. Menurut Elder, ada tiga tingkatan yang perlu diperhatikan dalam proses.

  1. Tingkat Pertama: Trader yang mahir dalam penggunaan analisa teknikal, tapi belum memahami pentingnya psikologi trading. Padahal, psikologi trading adalah komponen utama yang menetukan cara berpikir dan mengendalikan emosi seorang trader. 
  2. Tingkat Kedua: Pada tingkat ini, seorang trader mulai menyadari bahwa mahir menggunakan analisa teknikal tak menjamin kesuksesan trading. Ia pun mulai mencari dan mencoba cara baru, serta menghindari cara lama yang telah gagal. Alexander Elder menyebut tingkatan ini sebagai kebangkitan pemahaman psikologi trading.
  3. Tingkat Ketiga: Di fase ini, trader paham bahwa untuk sukses dalam trading, diperlukan strategi money management yang disiplin serta pengendalian emosi yang benar. Tanpa money management, trader akan menggunakan emosinya untuk terus mencari keuntungan, akibatnya mereka justru menjemput kerugian. Hal ini juga harus disertai dengan pengendalian emosi dalam mengantisipasi pergerakan harga selanjutnya.

 

Trading For A Living Ala Elder

Salah satu karya Alexander Elder yang sering dijadikan acuan oleh trader lain adalah buku Trading for A Living: Psychology, Trading Tactics, Money Management yang diterbitkan pada tahun 1993. Dalam buku ini, Elder menegaskan bawa dibutuhkan pengetahuan yang dalam serta disiplin yang tinggi untuk trading. Menurutnya, hanya ada tiga rahasia trading: psikologi, analisa pasar, dan sistem trading serta money management. Ketiganya harus dilakukan secara disiplin jika ingin sukses.

Melalui buku ini, Alexander Elder membantu trader untuk mendisiplinkan pikiran. Ia juga menyertakan informasi tentang metode trading, dan mengajarkan bagaimana mengatur keuangan di akun trading sehingga trader tidak akan rugi banyak. Buku ini bukan hanya membimbing pembacanya agar tetap tenang saat trading, namun juga membantu mereka untuk bisa merancang sistem trading yang solid, serta memperoleh keuntungan dengan cara membaca perilaku pelaku pasar.

 

Metode Triple Screen Trading

Dalam buku Trading For A Living, Alexander Elder juga memperkenalkan metode Triple Screen Trading (trading dengan 3 layar sekaligus). Trader pada umumnya menggunakan 1 layar saja untuk memonitor beberapa indikator. Sebetulnya cara ini kurang efektif, terutama jika terjadi konflik antar indikator. Misalnya, mereka menggunakan indikator trend following dan oscillator. Indikator trend following mengisyaratkan sinyal buy, namun Oscillator menunjukkan isyarat sell. Hal ini bisa menimbulkan salah interpretasi dalam mengambil keputusan untuk membuka posisi.

Triple screen trading

Untuk mengatasi masalah tersebut, Alexander Elder menyarankan trader untuk menggunakan 3 layar saat trading. Dalam sistem ini, time frame menjadi kunci utama saat menganalisa pasar. Time frame utama disebut intermediate, sedangkan yang lebih tinggi disebut long-term, dan yang paling rendah adalah short-term. Ketiganya bisa dijadikan acuan untuk mencari posisi pada pasar.

Baca juga: Analisa Multi Time Frame: Cara Konfirmasi Indikator BBMA OA

 

Apa Yang Bisa Dipelajari Dari Alexander Elder?

Kisah sukses Alexander Elder adalah bukti bahwa siapapun bisa trading, meskipun mereka tak memiliki dasar pengetahuan tentang pasar finansial. Kuncinya adalah tekun belajar terlebih dahulu. Elder saja harus belajar cukup lama untuk bisa benar-benar memahami pergerakan pasar. Menurutnya, hal terpenting dalam trading bukan hanya tentang indikator teknikal saja, melainkan juga psikologi trading. Pengalamannya sebagai trader sukses sekaligus psikiater menjadikan Alexander Elder sebagai pakar psikologi trading yang mumpuni.

 

Selain metode Trading Triple Screen, ada strategi lain yang juga mengandalkan tiga time frame untuk mencari posisi. Strategi ini adalah trend riding yang digunakan oleh trader sukses Grace Ceng. Info lengkapnya bisa ditemukan dalam  7 Strategi Trading Forex Terbaik Menurut Grace Cheng.

Terkait Lainnya
 

Komentar @inbizia

Yang namanya Holy Grail dalam trading itu tidak ada, apalagi sistem yang akurat sampai 100%. Harusnya saat mengamati performa trader lain yang mengaku sukses, Anda juga memperhatikan Track Record-nya, sebesar apa Win Rate-nya, Maximum Drawdown, dan lain sebagainya.
Track Record itu juga sebaiknya ditampilkan di platform portofolio yang sudah terkenal dan kredibel, seperti Myfxbook atau Forex Factory, dan bisa diakses semua orang. Jadi, mempercayai performa trader sukses itu tidak bisa asal hanya dengan melihat apa yang dia tampilkan di Youtube.

Lagipula, ada 2 hal yang perlu Anda pahami di sini. Pertama, sangat mustahil untuk membangun strategi trading dari hanya satu jenis analisa (seperti analisa Candle), tanpa menggunakan metode analisa yang lain sebagai konfirmator. Apabila trading tsb. tidak dilengkapi manajemen risiko, maka justru lebih berbahaya lagi.

Kedua, trading Binary Options itu tidak sama dengan Forex. Jika yang Anda perhatikan itu bisa diterapkan di Binary, maka belum tentu itu juga bisa diterapkan di Forex. Dalam trading Forex, trading 1 menit itu dianggap sangat berbahaya dan hanya berspekulasi.

Jadi sepertinya, channel Youtube itu kurang bisa diandalkan sebagai patokan. Kemungkinan dia hanya trader yang ingin mempromosikan platform Olymp Trade. Hati-hati dengan trader semacam ini.
 Hari Santoso |  13 Dec 2018
Halaman: Tips Membaca Candlestick Simpel Dan Akurat Tak Perlu Hafalan
maaf tapi yg anda katakan itu semua TAEK, kenapa?, karena mereka bukan hasil murni dari trading contoh like warrent buffet memang murni , kalau kaya elen may desmond wira dll mereka semua selain trading juga jualan seminar buku broker dll, dimana penghasilanna juga besar,   kesimpulannya trader sukses semua silent trader, gda yg pamer kaya nama2 yg sudah anda sebutkan. 
 Rona |  22 Mar 2019
Halaman: Siapa Saja Trader Terkaya Di Dunia
Note from a friend 1. 2004 hary suwanda, abraham lembang, peter sufandri ikut seminar options oleh Kishore (Singapore), abis itu jualan seminar juga. dr 2004 smp 2019 skr dmn ya Prestasinya? Udh 18 tahun lho! ngapain aja? Kok bisa2nya klaim trader sukses ? 2. dia klaim udh $1 million dollar , kok sekarang kena kasus pennipuan investasi bodong Rp 1,3 Milyar sejak tahun 2011, calon klien dia mungkin pikir dia trader sukses jadinya percaya. lucu ya , udh terbitin buku, jual seminar. Ga ada Integritas. Uang haram, ga berkah utk menhidupi keluargamu. bagi peserta seminar hary suwanda, Abraham lembang, peter sufandri, dll sejak 2004, brp dr kalian yg skr sukses? TUNJUKAN !! I DARE U! Show me your MONEY, ASSETS, Real track record 3. if it were so easy to trade , everybody would be doing it right ? how come there are so many poor people ? because its damn harder than you guys thought ! this is tough business, the market is heartless, merciless. i guess its only for the brave !! banyak kasus bunuh diri kok 4. The blind leading the blind banyak seminar yg memberikan testimoni palsu, karangan / abal2. Kata Om Bob Sadino (almarhum) mereka hanya dari kuadran TAU bukan dari kuadran BISA!! dibutuhkan pengorbanan dan perjuangan utk sukses di bidang apapun ! Msh mau ikut seminar mahal yg useless ? do they care about your life ? they only care about taking your hard-earned money!! 5. Give back

Jika anda udah sukses trading , jgn lupa utk berbagi kpd sesamamu yg membutuhkan. Memberi tanda bersyukur lho !!
 John |  16 Jun 2019
Halaman: Trader Sukses Indonesia Hary Suwanda Forex Bukan Untuk Pemula
Terbongkar Kelicikan Hary Suwanda kalian bisa google : Hary suwanda, baru2 ini dia terjerat kasus Penipuan/penggelapan investasi. korbannya 2 orang. Sri ditipu senilai 1.3 Milyar, invest sejak 2011 smp skr ga balikin, yg terbaru Sendy Perico (pengusaha) rugi senilai 11 Milyar !! Sekarang kasusnya di pengadilan jakarta barat, Namun sayangnya tuntutannya cuma 2 tahun ? pantas aja dia msh bs tertawa tawa, betapa ringannya hukuman di indonesia Pelajaran berharga bagi Masyarakat 1. dont judge a book by its cover ! dia itu tampangnya orang alim kok, perbuatannya , kalian nilai sendiri ya 2. banyak orang yang bingung menilai seseorang, dia emang banyak TAU soal trading , tapi apakah dia BISA ? dia sering mengklaim dirinya trader sukses di medsos, klaim mampu menhasilkan Us$1 million , faktanya skr menipu. 3. Kalau dia atau orang lain yg sering koar2 di media klaim udah sukses, tolong buktikan aja isi dapurmu ! atau jadi fund manager di reksadana, lets see how good you are ! liatlah skr, artinya dia tidak mampu cari uang dari trading 4. sepak terjang hary suwanda 2004 ikut seminar option oleh kishore (singapore) kemudia dia, abraham lembang, peter sufandri juga jual seminar smp 2011. 2011, 2014 kasus penipuan. 2019 sidang di pengadilan jakarta barat Analisa : 2004 - 2011 = 7 tahun bisnisnya jualan seminar 2011 menipu Sri 1.3 Milyar , 2014 bawa kabur 11 Milyar uang pengusaha sendy periko kesimpulan : kalo dia jago trading , kenapa mesti menipu orang lain ? knp jual seminar ? artiya dia masih belum punya kemampuan trading, namun masyarakat banyak yg terkecoh oleh penampilannya, knowledge nya. mrk tidak bisa menilai KEMAMPUANNYA !! serta INTEGRITAS nya.
 John Doe |  9 Aug 2019
Halaman: Trader Sukses Indonesia Hary Suwanda Forex Bukan Untuk Pemula
Trader sukses juga pernah loss, tidak sekali trading langsung profit jutaan. Intinya sebelum trading harus sudah punya senjata dan pengetahuan. Seandainya tetap rugi, jangan putus asa dan belajar dari kekalahan sebelumnya.
 Suzy |  19 Jan 2021
Halaman: Belajar Dari Pengalaman Loss Trader Sukses
Dengan begitu banyaknya metode, pelatihan, serta informasi yang begitu mudah didapatkan di zaman serba modern ini, seharusnya menjadikan trading Forex maupun pasar berjangka lainnya lebih mudah dilakukan oleh kebanyakan orang. Alexander Elder dan orang-orang pada zamannya trading tidak semudah sekarang yang tinggal klik tombol open posisi. Makanya saya terkadang takjub dengan orang pada zaman dulu, trading masih pakai cara "tradisional" dan hanya bisa diakses oleh orang yang memiliki capital/modal yang lumayan besar. Jadi, kita sebagai generasi Internet yang begitu dimudahkan seharusnya bisa lebih baik dan lebih bisa mempelajari Forex dan menciptakan kemandirian finansial.
 Suryanto |  5 Nov 2022
Halaman: Kisah Sukses Alexander Elder Penulis Trading For A Living

Komentar[1]    
  Suryanto   |   5 Nov 2022

Dengan begitu banyaknya metode, pelatihan, serta informasi yang begitu mudah didapatkan di zaman serba modern ini, seharusnya menjadikan trading Forex maupun pasar berjangka lainnya lebih mudah dilakukan oleh kebanyakan orang. Alexander Elder dan orang-orang pada zamannya trading tidak semudah sekarang yang tinggal klik tombol open posisi.

Makanya saya terkadang takjub dengan orang pada zaman dulu, trading masih pakai cara "tradisional" dan hanya bisa diakses oleh orang yang memiliki capital/modal yang lumayan besar. Jadi, kita sebagai generasi Internet yang begitu dimudahkan seharusnya bisa lebih baik dan lebih bisa mempelajari Forex dan menciptakan kemandirian finansial.