Konfirmasi

Pastikan Konfirmasi CCI Sebelum Sell AUD/CHF
Jujun Kurniawan     8 Apr 2022
Pasangan AUD/CHF sempat bergerak bullish, namun kini Dolar Australia berpotensi terkoreksi menuju Support 1 dan sinyalkan Sell.
Bentuk Candlestick Konfirmasi yang Wajib Diketahui
Kiki R     5 Apr 2022
Strategi trading dengan memanfaatkan candlestick konfirmasi merupakan salah satu metode ampuh yang sering digunakan oleh trader price action. Simak cara menggunakannya pada artikel berikut ini.
EUR/JPY Berpotensi Bearish, Tunggu Konfirmasi Sell
Kazuki     18 Jan 2022
Pemulihan EUR/JPY harus terhalang garis resistance. Jika tekanan dari seller berlanjut, Euro terancam melanjutkan bias bearishnya ke area S1.
Forum

Kumpulan Forum @inbizia #konfirmasi

Ibnu M   11 Jan 2022

Jenis candlestick apa ya yang paling bagus untuk deteksi trend bullish atau bearish?

Erik T   12 Jan 2022

Untuk Ibnu M,

Ada beberapa pola candlestick yang digunakan sebagai konfirmator dari sebuah trend yang berlangsung (trend continuation). Namun yang paling sering muncul dan yang sering dijadikan acuan akan adanya trend continuation adalah pola bearish/bullish engulfing dan three white soldier (bullish) atau three black crows (bearish).

Reply >Lihat[1]
Elias mangading   18 Mar 2019

Salam kenal Bang Erik..

Sy elias, treder pemula

Sy setiap hari mengikuti analisa yg dibuat Bang Erik, namun kadang sy masih bingung tentang istilah breakout terkonfirmasi

Pertanyaan saya adalah bagaimana menentukan CANDLE BREAKOUT TERKONFIRMASI?

erik t   19 Mar 2019

Untuk Elias Mangading,

Ketika harga sedang berada di sekitar zona support atau resisten, maka kemungkinannya hanya ada dua. Yaitu apakah harga akan menembus level tersebut (breakout) atau justru harga akan mengalami rejection (bounce). Ketika harga sedang berada di sekitar level support atau resistance, maka yang perlu kita lakukan adalah menunggu apakah harga akan menembus (break) atau terpantul (bounce) dari level tersebut. Sembari menunggu, kita juga bisa amati perilaku pasar (price action) ketika harga sedang berada disekitar level penting seperti support atau resisten. Karena dengan mengamati price action, kita dapat mengambil kesimpulan apakah harga benar-benar menembus atau hanya sekedar re-test yang berujung pada rejection.

Jika memang benar harga telah menembus level support atau resisten (breakout), dan telah terkonfirmasi oleh setidaknya satu indikator teknikal, maka posisi trading dapat dibuka. Posisi buy dapat dibuka jika breakout level resisten telah terkonfirmasi. Dan sebaliknya, posisi sell dapat dibuka jika breakout level support dapat terkonfirmasi.

Lalu bagaimana caranya mengkonfirmasi breakout? Cara termudahnya adalah dengan menunggu. Tunggu hingga harga menembus level resisten/support dan membentuk candle initial break terlebih dahulu. Initial break adalah kondisi dimana candle harga berhasil ditutup dibawah level support atau ditutup diatas resisten.

Setelah itu, tunggu setidaknya satu candle lagi atau menunggu konfirmator candle terbentuk. Konfirmator candle yang valid adalah candle yang masih ditutup dibawah level support atau diatas level resisten setelah initial break candle terbentuk. Penerapan price action juga dapat mempengaruhi tingkat keakuratan candle konfirmator terhadap valid atau tidaknya suatu breakout. Selain itu, amati juga keselarasan dari indikator teknikal. Indikator teknikal harus bersentimen bearish disaat harga sedang berusaha mempenetrasi support, dan indikator teknikal harus bersentimen bullish saat harga mencoba menembus resisten.

Jika aturan-aturan tersebut terpenuhi, maka eksekusi pembukaan posisi dapat dilakukan setelah candle konfirmator yang valid terbentuk. Namun jika candle konfirmator belum mengkonfirmasi breakout (false breakout atau fakeout), maka tahapan selanjutnya adalah menunggu candle konfirmator selanjutnya atau bahkan tunggu hingga candle initial break yang baru kembali terbentuk.

Berikut contoh breakout yang gagal (fake out) dan breakout yang terkonfirmasi.

Break and Fakeout

Keterangan:

  1. Bar pada candlestick ini berpotensi untuk menjadi initial break karena telah melewati support line. Namun terdapat rejection yang kuat sehingga harga kembali terhempas ke atas support line dan ditutup diatasnya sehingga membentuk long-legged doji dan menggagalkan terbentuknya initial break candle.

  2. Karena harga gagal mempenetrasi support sehingga harga kembali keatas untuk menguji resisten level. Pada bar ini harga berhasil menembus resisten line dan berhasil ditutup diatasnya, sehingga initial break pada candlestick ini dinyatakan valid.

  3. Namun setelah initial break terbentuk, kekuatan seller kembali muncul untuk menekan harga pada candle konfirmator. Pada candle ini terlihat reversal yang kuat pada resisten line, sehingga harga terhempas kembali dibawah resisten line. Pada candle ini dinyatakan sebagai breakout yang gagal (fake out), karena buyer tidak dapat mempertahankan harga supaya tetap berada diatas resisten line sehingga candle konfirmator ini tidak valid. Dengan demikian, breakout dinyatakan gagal. Gagalnya breakout membuat harga selanjutnya bergerak melemah mendekati level support kembali.

  4. Pada percobaan berikutnya, terbentuk candle initial break yang baru. Candlestick berhasil ditutup diatas resisten line.

  5. Candle konfirmator ini dinyatakan valid. Karena pada candle ini buyer masih dapat mempertahankan agar harga tetap berada diatas resisten line dan berhasil ditutup diatasnya. Dari segi price action, tampak bahwa terdapat shadow (pinbar) yang panjang dibagian bawah candle yang menunjukkan bahwa kekuatan buyer masih kuat. Dengan demikian, breakout resisten dinyatakan valid.

  6. Anda dapat langsung membuka posisi buy pada pembukaan candle ini atau meletakkan pending order di puncak tertinggi candle sebelumnya (candle no 5) dengan Stop Loss pada swing low terdekat (atau low pada initial break candle) atau maximal pada support dibawahnya. Take Profit menyesuaikan dengan risk:reward yang direncanakan atau berada pada resisten selanjutnya.


Kurang lebih seperti itu cara mudah untuk mengetahui dan mengkonfirmasi breakout dan rejcection.

Semoga bisa membantu

Reply >Lihat[1]
Tjandra   5 Oct 2015
Pagi P.Martin

Bagaimana cara mengkonfirmasi bahwa hrga akan bounce atau break pd level2 support/resistant? Selain melihat candle pattern, apakah kita hrs mlihat indikator juga? Indikator apa yg bisa mengkonfirmasi keadaan bounce/break sekaligus sbg momentum entry posisi?

Thanks
m singgih   7 Oct 2015

@ Tjandra:
Ya, sebaiknya dikonfirmasikan dengan minimal 1 indikator karena ketika kita berurusan dengan kemungkinan-kemungkinan maka semakin banyak faktor pendukung akan semakin besar persentasi keberhasilannya. Jadi semakin banyak indikator yang mengkonfirmasi akan semakin valid sinyal yang diberikan oleh price action.
Indikator untuk konfirmator umumnya adalah moving averages, MACD dan indikator oscillator (RSI, stochastics, CCI). Dalam hal indikator oscillator ketika uptrend adalah untuk melihat adanya divergensi, misal uptrend dan break resistance, tetapi terjadi divergensi bearish pada indikator oscillator, maka sebaiknya tidak entry.
Berikut contoh GBP/USD daily uptrend, break resistance psikologis 1.5000, terbentuk rejection pin bar dan didukung oleh 6 indikator:

                      

Pada A: terbentuk rejection pin bar oleh resistance 1.5000 dan kurva sma 50.
Indikator Parabolic SAR dibawah harga, harga bergerak pada upper band indikator Bollinger Bands, kurva MACD berada diatas kurva sinyal (warna merah) dengan sudut yang melebar dan OSMA diatas level 0.00, RSI berada diatas level 50 dan tidak menunjukkan divergensi bearish, serta ADX yang berwarna hijau menunjukkan dominan bullish. Jadi semua syarat-syarat untuk break (entry buy) sudah terkonfirmasi.
Kalau lebih dari 80% indikator tidak mengkonfirmasi maka tidak perlu entry, tunggu sampai ada sinyal lagi baik untuk kemungkinan break atau bouncing (sell).
Untuk menentukan momentum entry yang lebih detail Anda bisa melihat pada time frame yang lebih rendah. Keterangannya bisa dibaca di: Sistem Trading Triple Screen

ahmad   12 Dec 2017

malam coach SF.....
bagaimana breakout yang dikatakan valid, misalnya dg menggunakan pivot point dan candle sdh closed diatas R/dibwh S, apakah harus menunggu candle berikutnya yg closing diatas R/dbwh S lagi? terkadang sdh closed diatas R /bwh S tapi candle berikutnya closing dibwh R/diatas S lagi.mohon penjelasannya coach.mks

m singgih   15 Dec 2017

@ Ahmad:

Ya, harus menunggu candle berikutnya. Dalam trading, istilah valid bukan berarti benar 100% atau pasti, tetapi yang kemungkinan benarnya paling besar. Untuk memastikan validitasnya Anda harus mengkonfirmasikan dengan price action yang terbentuk pada bar berikutnya, dan juga dikonfirmasi oleh minimal 2 indikator teknikal.

Berikut contohnya pada USD/JPY daily:



Pada A:
Candle sebelumnya telah break resistance kuat 110.66. Candle di A sempat menembus 110.66 dan bergerak diatas kurva middle band indikator Bollinger Bands, tetapi tidak didukung oleh indikator MACD dan ADX, dan akhirnya ditutup dibawah middle band dan juga dibawah resistance 110.66, berupa bearish bar. Candle tsb adalah fakey bar (sinyal break yang palsu).

Pada B:
Candle sebelumnya telah break resistance kuat 110.66. Candle di B menembus 110.66 dan bergerak pada kurva upper band indikator Bollinger Bands, dan juga didukung oleh indikator MACD dan ADX, dan akhirnya ditutup diatas resistance 110.66, dan membentuk bullish engulfing bar. Candle di B tsb adalah sinyal breakout yang valid.

Jadi konfirmasi price action dan indikator teknikal dalam hal ini sangat penting.

- … terkadang sdh closed diatas R /bwh S tapi candle berikutnya closing dibwh R/diatas S lagi…

Komentar:

Candle yang berikutnya itu disebut dengan fakey bar atau sinyal palsu yang menyebabkan false break.

Untuk lebih jelasnya silakan baca:
Strategi Trading Ketika Terjadi False Break
Trading Dengan False Breakout

Mas Sinar   1 May 2018

Selamat sore SF, saya baru belajar tentang trading pada daerah ranging dan breakout. Dan saya menemukan indikator bollinger bands dan donchian channel. masing-masing punya parameter sendiri. Saya ingin bertanya, mana yang lebih baik ya? menggunakan level high/low seperti donchian atau standar deviasi seperti bb? thx

m singgih   3 May 2018

@ Mas Sinar:

Untuk breakout berdasarkan daily range, Donchian channel lebih akurat. Richard Donchian merancang indikator ini berdasarkan level high / low periode 20 hari, jadi akurasinya akan lebih baik kalau digunakan pada time frame daily.

Kalau Bollinger Bands lebih ke volatilitas untuk melihat kekuatan trend. Standard deviasi perhitungannya tetap, tidak berdasarkan level high / low pada periode tertentu. Kalau harga melewati batas atas (upper band) atau batas bawah (lower band) maka harga sedang bergerak uptrend atau downtrend dengan kuat.
Entrynya dilihat dari breakout pada middle band, tetapi untuk kondisi sideways kurang akurat. Ketika harga break diatas middle band diasumsikan sedang bergerak uptrend dan sebaliknya. Jadi untuk deteksi arah trend. Pada kondisi sideways bisa untuk deteksi overbought dan oversold. Baca juga: Menggunakan Indikator Bollinger Bands

Kalau Anda ingin trading dengan cara breakout berdasarkan daily range, bisa dibantu juga dengan indikator ADR (Average Daily Range). Cara kerja dan indikatornya untuk MT4 bisa diunduh disini.

Erwin Tembesi   23 Jun 2018

Kalau untuk strategi breakout support dan resistance trendline bagaimana pak?

m zainul   26 Jun 2018

bounce dan breakout itu kadang terjadi secara bergantian dalam satu waktu. mana yang lebih baik ditunggu pak?

m singgih   26 Jun 2018

@ erwin tembesi:

Breakout garis trend (trendline) maupun breakout garis horisontal support dan resistance, harus dikonfirmasi oleh price action dan indikator teknikal, baik indikator trend (MACD, parabolic SAR, ADX, Bollinger Bands) maupun indikator momentum (RSI, stochastic, CCI). Minimal ada 2 indikator yang conform.

Kenapa indikator trend, karena kita membicarakan arah trend, apa lagi jika arah trend tampak jelas dari garis trend yang telah di-plot. Konfirmasi indikator momentum juga diperlukan karena kita ingin entry pada saat (momen) yang tepat.

Contoh:



Pada garis trend 1:
Price action: terjadi bullish engulfing candle yang menembus garis trend, berarti kemungkinan akan bullish.
Dalam hal ini kita harus menunggu sampai engulfing candle selesai terbentuk, dan kita lihat candle berikutnya (candle A).. Jika dikonfirmasi oleh indikator, maka kita bisa entry buy. Tampak dari indikator MACD, parabolic SAR dan RSI telah conform (RSI di atas level 50), jadi kita bisa entry buy.

Pada garis trend 2, meskipun telah menembus garis trend (candle B), tetapi dari price action tidak jelas, dan ke 3 indikator tidak conform, jadi kita seharusnya tidak entry sell pada candle B.

m singgih   27 Jun 2018

@m zainul:

Mungkin maksudnya sebuah candle bergantian break dan bounce level tertentu. Kalau memang demikian Anda harus menunggu sampai candle tersebut selesai dibentuk, dan lihat harga penutupan (closing price)-nya.

Untuk kondisi uptrend: kalau harga penutupannya (closing price) di atas level yang dimaksud berarti terjadi breakout, dan kalau closing price di bawah level yang dimaksud berarti terjadirejection(yang berarti bouncing).
Sebaliknya untuk kondisi downtrend.

Gio   6 Jul 2018

kalau dari sisi price action sendiri apakah ada pola candlestick trtentu yg menunjukkan harga akan breakout support/resistance??

m singgih   7 Jul 2018

@ Gio:
Harga akan breakout jika formasi candlestick yang Anda maksudkan terjadi di dekat level support atau resistance.
Akan breakout level support jika formasi candlestick yang terjadi menunjukkan kemungkinan pergerakan bearish, yang sering terjadi adalah: 
- Bentuk pin bar yang terjadi pada kondisi uptrend termasuk doji atau gravestone doji dan shooting star (1 candle)
- Formasi bearish engulfing (2 candle)
- Formasi dark cloud cover (2 candle)
- Formasi atau pola evening star (3 candle)
- Formasi atau pola three black crows (3 down bar yang berurutan)

Akan breakout level resistance jika formasi candlestick yang terjadi menunjukkan kemungkinan pergerakan bullish, yang sering terjadi adalah: 
- Bentuk pin bar yang terjadi pada kondisi downtrend termasuk doji atau dragonfly doji dan hammer (1 candle)
- Formasi bullish engulfing (2 candle)
- Formasi piercing line (2 candle)
- Formasi atau pola morning star (3 candle)
- Formasi atau pola three white soldiers (3 up bar yang berurutan)

edi ismanto   3 Aug 2018

kalau Time Frame dgn hasil yang terbaik untuk memprediksi terjadinya BreakOut dengan mencari Convergen dan ievergen pada chart candle dan RSI gimana pak?

Jefri   3 Aug 2018

Halo pak, saya masih pemula jdi saya tidak ngerti apa breakout itu pak. Mohon info nya pak

Jenal   3 Aug 2018

Bagaimana mengetahui kalau suatu harga akan breakout ke atas atau ke bawah?

basir   4 Aug 2018

Untuk Jefri,

Break artinya diam/istirahat, Out artinya keluar. Dalam istilah trading, Break Out diartikan penembusan pada suatu level harga, setelah bergerak diam, istirahat atau sideways pada area yang sempit.

 

Anda bisa memilih Mata uang apa saja, dengan menetukan Time Frame terlebih dahulu. Cari level – level sempit dimana harga bergerak. Sebagai contoh pada GBP/USD, di TF 30. 

Cara diatas adalah order pending, pada GBP/USD. Dengan Buy Stop di 1.40867 dan Sell Stop 1.40485. Dengan harapan harga bisa menembus salah satunya.

Ada banyak cara untuk trading Break Out ini. Anda bisa membaca ulasan lainnya 
di :

Strategi masuk pasar berdasarkan breakout
Strategi forex yang simple
Trading Breakout
Penjelasan tentang strategi breakout
3 syarat untuk konfirmasi breakout

Setelah anda memahaminya, anda bisa memilih salah satu cara yang menurut anda simple dan mudah di mengerti.

Terima kasih.

m singgih   6 Aug 2018

@ Jenal:

Kalau pergerakan harga sedang uptrend tentunya akan break keatas (menembus resistance), dan kalau sedang downtrend akan break ke bawah (menembus support). Untuk mengetahui sedang uptrend atau downtrend bisa dengan indikator moving average, MACD, ADX dan atau parabolic SAR.

Tetapi untuk entry sebaiknya dikonfirmasi juga dengan price action dan indikator teknikal untuk menghindari terjadinya false break (gagal break ke atas / ke bawah), seperti pada contoh di atas.

m singgih   6 Aug 2018

@ edi ismanto:

Sebelumnya perlu diketahui bahwa istilah konvergensi pada indikator RSI sebenarnya sama dengan divergensi bullish indikator RSI, sedangkan divergensi pada indikator RSI sama dengan divergensi bearish indikator RSI.
Untuk keterangan bisa baca: Trading Dengan Divergensi Dan Konvergensi Indikator RSI
Istilah konvergensi dan divergensi mengacu pada arah trend pergerakan harga dan kurva RSI.

Divergensi sebenarnya valid pada semua time frame, artinya pada time frame berapapun kemungkinan keberhasilannya besar. Tetapi semakin tinggi time frame akan semakin tinggi juga validitasnya, karena pada time frame yang rendah (terutama di bawah H1) akan ada noise. Semakin rendah time frame akan semakin banyak noise yang menyebabkan kesalahan sinyal

Reply >Lihat[17]
Komentar

Kumpulan Komentar @inbizia #konfirmasi

  Andra Sang Petualang   |   24 Oct 2014   |   Reply   |   Artikel
bagaimana mw mengonfirmasi breakout ditimeframe lebih tinggi? konfirmasix butuh waktu lama ndak? ini kira2 cocok ndak buat scalping? Tk
  M Singgih   |   16 Aug 2015
@Andra Sang Petualang:
Yang dikonfirmasi adalah level-level harga pada area A (area keseimbangan), apakah level-level tersebut pada time frame yang lebih tinggi juga merupakan level support, jika ya berarti area support A cukup kuat. Untuk scalping: kalau menurut saya kurang cocok. Untuk scalping lebih cocok menggunakan analisa formasi candle stick, price action dengan kombinasi indikator moving average dan oscillator (RSI, stochastic).
  Rahmaeni Syarif   |   2 Mar 2015   |   Reply   |   Artikel
Malam mba, saya mau nanya nih. Saya punya uang dinar iraq sejumlah 100.000. Klu ditukar ke rupiah nominalx brapa yah n dimana tempat tukar dinar iraq?. Makasih. Mhon konfirmasinya
  Juniartha   |   10 May 2016   |   Reply   |   Artikel
Slmt pagi pak...sy mengajukan kredit di bri tp ditolak karena katanya sy ada tunggakan di danamon..saya kaget karena masuk ke bank danamon aja belum pernah apalagi mengjukan kredit. Ketika saya konfirmasi ke danamon katanya saya ada tunggakan di adira finance (danamon dan adira satu grup) lebih kaget lagi saya karena seumur hidup saya belum pernah sebelumnya mengajukan kredit baik itu di bank, leasing maupun di finance.. sy datangi adira utk klarifikasi dan akhirnya mereka bilang akan mengeluarkan surat keterangan bahwa yg tertera di IDI history BI itu bukan saya....tapi sampai hari ini sudah hmpir 2 bulan tdk ada info dari adira... Sy sengaja tdk menghubungi mereka lagi karena sy ingin melihat idtikad baik mereka dlm menyelesaikan masalah yg mereka buat sendiri..Saya merasa dipermainkan dan geram sekali. Saya ingin mengajukan TUNTUTAN HUKUM trhdp danamon dan adira. Apkah sy bisa melakukan tuntutan hukum trhadp adira dan danamon? Terimakasih
  Anna   |   10 May 2016
Mohon maaf, kami kurang memahami perkara tuntutan hukum terkait masalah semacam ini. Namun, ada baiknya sebelum melangkah ke jalur hukum sendiri, Anda coba kejar Adira sekali lagi, dan bila mereka masih belum memberikan respon memuaskan, maka adukan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui salah satu kontak di halaman berikut ini.
  Enias   |   28 Sep 2017   |   Reply   |   Artikel
mohon pendapat masta.. semua indi yang dijabarkan diatas sy gabung dengan indi ema 9, sma 21, dan ema 55 dengan trading di tf 5 menit. dengan sl 150 point dan tp 150 point. broker 5 digit, pada mayor pair (risk dan reward ratio 1:1). moment entry dengan semua konfirmasi yang disarankan diatas dan saat ema 9 motong sma 21 yang biasanya terus tembus motong ema 55 di tf 5 tsb.. bagaimana menurut masta?
  M Singgih   |   29 Sep 2017
@ Enias:
Supaya lebih jelas, di broker 5 digit 150 point itu berarti 15.0 point atau 15 point (pip). Mengenai kombinasi moving averages yang Anda maksud, di tf 5 menit menurut saya lebih akurat menggunakan ema, bukan sma, karena respons ema lebih cepat (lebih sensitif terhadap perubahan harga). Anda trading di tf rendah (5 menit) tentunya ingin respon yang cepat.
Jadi menurut saya gunakan ema 21, bukan sma 21.

Kalau ingin lebih yakin, bisa di-backtest dan atau di-forward test dulu untuk mengetahui persentase profitnya pada pair yang Anda tradingkan. Jika hasil test menunjukkan persentase profit diatas 50% (setelah sekian kali trade), maka kemungkinan untuk bisa profitable cukup besar.
  Tamim   |   15 Jan 2020   |   Reply   |   Artikel
Saya masih kesulitan untuk konfirmasi reentry. Sreringkali saya cari konfirmasi di tf lebih kecil, tapi tenyata tdk ada extrem tapi harga langsung turun. Ada tidak cara yang mudah membedakan reentry itu valid atau tidak?
  M Zainul   |   16 Jan 2020
@Tamim:Untuk masalah di tf kecil tidak terbentuk Extrem atau berbagai jenis konfirmasi lainnya, memang seperti itulah Market pak. Tidak selamanya akan terbentuk seperti penjelasan, dan market tidak punya alasan untuk mengikuti pergerakan sesuai BBMA. Namun, saat market sudah bergerak dan memberikan petunjuk sesuai asas-asas BBMA, di sanalah baru bisa dipastikan kondisi pergerakannya.
Mengenai saran untuk cara membedakan Reentry itu valid atau tidaknya, saran saya hanya coba kembali lagi memperdalam Basicnya. Terima kasih
  Kurniawan   |   9 May 2020   |   Reply   |   Artikel
Hai admin, saya adalah newbie yang sedang belajar dasar dan teori forex, dan untuk pelajaran tentang indikator Bollinger Bands yang Anda tulis di atas, ada pertanyaan yang terlintas di pikiran saya;

Pada tulisan di atas disebutkan untuk nilai default parameter indikator Bollinger Bands adalah Periodnya 20 dan standar deviasinya adalah 2. Lalu apakah nilai default tersebut berlaku untuk semua timeframe (M1, M5, M15, H1, H4, dst) yang digunakan untuk trading ataukah ada suatu kaidah jika timeframe tertentu maka setingan nilai parameter Bollinger Bands nya yang optimal adalah sekian?

untuk nilai Shift-nya berapakah yang harus di isi, begitu juga dengan Apply to-nya mana yang harus dipilih, bila melihat di aplikasi MetaTrader?

Di atas dikatakan bahwa indikator Bollinger Bands lazimnya cocok digunakan saat pasar sedang sideways, karena upper dan lower band-nya bisa berfungsi sebagai support & resistance sehingga bisa terlihat ada peluang buy-sell jika candlesticknya menyentuh masing-masing band-tersebut, cmiiw.

Yang ingin saya tanyakan adalah jika terjadi perubahan trend menjadi uptrend atau downtrend, lalu apakah Bollinger Bands masih bisa di andalkan untuk melihat adanya sinyal peluang untuk buy-sell lewat terjadinya retracement harga (cmiiw)? Ataukah sebaiknya menggunakan indikator lain untuk mengkonfirmasi adanya sinyal peluang buy-sell jika terjadi perubahan menjadi trending? jika ya - maka indikator apa sebaiknya yang bisa dipakai ?
Euro Bergerak Naik, Tunggu Konfirmasi di S1
Kazuki     22 Oct 2021
Kendati sempat terkoreksi, EUR/USD menunjukkan pergerakan menjanjikan hari ini. Saat ini Euro tengah berjuang menuju area R1.
#euro  
Rebound GBP/USD Tunggu Konfirmasi Breakout
Kazuki     26 Aug 2021
Pergerakan Pound terhadap Dolar AS masih dalam perjalanan naik setelah tertekan ke area S2. Bagaimana pergerakan harga selanjutnya?
GBP Tunggu Breakout R1 Untuk Konfirmasi Rebound
Kazuki     31 May 2021
Pergerakan Pound Inggris terhadap Dolar Kanada telah menunjukkan tanda pemulihan di area R1 dan S1. Meskipun begitu, rebound masih perlu dikonfirmasi oleh breakout R1.
CAD/JPY Bangkit Setelah Konfirmasi Rebound
Jujun Kurniawan     23 Apr 2021
Dolar Kanada berbalik menguat setelah gagal menguji S2. Kini, area S1 menjadi patokan sebelum entry buy. Simak uraian analisa CAD/JPY selengkapnya di sini.
#cad  
Indikator CCI Konfirmasi EUR/CAD Sinyalkan Buy
Jujun Kurniawan     1 Apr 2021
Selama beberapa pekan terakhir pasangan EUR/CAD terjun dari Resisten 2 menuju Support 2. Euro kini berpotensi rebound dan sinyalkan buy menuju level Resisten 1.
EUR/USD Diambang Breakout, Tunggu Konfirmasi R1
Kazuki     23 Nov 2020
Pergerakan Euro terhadap Dolar AS secara garis besar masih mempertahankan outlook bullish di area 1.18. Bagaimana peluang tradingnya?
Memahami Cara Konfirmasi Candlestick Dalam Strategi Price Action
Nandini     31 Oct 2020
Ada banyak cara yang bisa trader lakukan untuk mengkonfirmasi sinyal Price Action. Beberapa di antaranya ialah melalui level-level Support Reistance serta indikator Moving Average.
Kirim Komentar Baru
Info Karir
Kontak Kami
Tentang Kami
Peraturan
Terms Of Use
Privacy Policy
Arsip