Konfirmasi

Memahami Cara Konfirmasi Candlestick Dalam Strategi Price Action
Nandini     31 Oct 2020
Ada banyak cara yang bisa trader lakukan untuk mengkonfirmasi sinyal Price Action. Beberapa di antaranya ialah melalui level-level Support Reistance serta indikator Moving Average.
Market Pagi Ini: EUR/USD Butuh Konfirmasi Breakout, Emas Mencoba Bangkit
Inbizia     20 Dec 2022
Euro perlu naik di atas 1.07 untuk memastikan berlanjutnya trend bullish. Sementara itu, emas masih berusaha menutup pelemahan kemarin.
Powell Konfirmasi Perlambatan Rate Hike, Dolar AS Anjlok
Crypholic     1 Dec 2022
Powell mengatakan bahwa saat ini merupakan waktu yang tepat untuk mulai memperlambat kenaikan suku bunga. Dolar merosot tajam pasca pernyataan dovish tersebut.
Forum

Kumpulan Forum @inbizia #konfirmasi

oji   10 Jan 2018

Malem coach....mau nanya nih kalau misalnya ada pola candle three black crows/three white soldiers, untuk konfirmasi valid tidaknya pola tersebut apakah hanya dengan melihat closing 1 candle bar berikutnya? Apakah closing dibwh atau diatas  candle ke 3 dr pola tersebut? Mohon penjelasannya. Makasih

m singgih   12 Jan 2018

@ Oji:

- … untuk konfirmasi valid tdknya pola tersebut apakah hanya dgn melihat closing 1 candle bar berikutnya?

Jawaban:

Tidak, harus dikonfirmasi juga dengan minimal 2 indikator, bisa MACD dan RSI. Agak berbeda dengan pin bar yang hanya 1 candle, pola three white soldiers dan three black crows terdiri dari 3 candle yang mencerminkan arah trend, jadi harus dikonfirmasi dengan indikator trend seperti MACD. Candle setelahnya bisa dilihat setelah terkonfirmasi oleh indikator.
Berikut contoh pada EUR/USD H4:



Pada A terbentuk pola three white soldiers. Candle berikutnya terkonfirmasi oleh indikator MACD (kurva MACD bergerak diatas kurva sinyal dan OSMA diatas level 0.00) dan kurva indikator RSI diatas level 50.0, jadi masih bullish.

Pada B terbentuk pola three white soldiers. Candle berikutnya tidak terkonfirmasi oleh indikator MACD (kurva MACD gagal menembus kurva sinyal dan OSMA masih dibawah level 0.00), jadi bullish tidak berlanjut.

Pada C terbentuk pola three black crows. Candle berikutnya terkonfirmasi oleh indikator MACD (kurva MACD bergerak dibawah kurva sinyal dan OSMA dibawah level 0.00) dan kurva indikator RSI dibawah level 50.0, jadi masih bearish.

- … apakah closing dibwh atau diatas  candle ke 3 dr pola tersebut?

Jawaban:
Mengenai closing candle berikutnya tidak harus ditunggu karena akan terlambat entry. Yang perlu dilihat adalah tertembusnya level tertinggi dari candle terakhir untuk pola three white soldiers, atau tertembusnya level terendah dari candle terakhir untuk pola three black crows. Tetapi candle berikutnya tidak menjamin validitasnya jika tidak terkonfirmasi oleh indikator.

oji   12 Jan 2018
ok terimakasih atas penjelasannya coach....
Reply > Lihat[2]
Rinto   19 Jan 2021

Halo pak, apakah candle merah yang paling belakang (kanan), sudah bisa dibilang sebagai tanda reversal valid? Terima kasih

basir   11 Nov 2021

Stochastics menjadi indikator yang mencerminkan perubahan momentum atas maupun bawah. Indikator ini tidak menunjukkan harga tertentu tetapi hanya memberi petunjuk arah harga. Dengan demikian, indikator stochastics memiliki perhitungan yang lebih kompleks dan menjadi perangkat lunak analitis terbaik.

Thanks

M Singgih   19 Jan 2021

@ Rinto:

Dari bentukan price action, candle tersebut tidak menunjukkan sinyal pergerakan reversal. Untuk single candle, isyarat reversal untuk uptrend adalah pin bar, doji atau shooting star.

Mengenai validitasnya, harus dikonfirmasi dengan penunjukan indikator teknikal, terutama indikator trend (moving average, MACD, ADX, parabolic SAR, Bollinger Bands), atau penunjukan divergensi dari indikator oscillator (RSI atau stochastic).

 

Rinto   20 Jan 2021

Untuk candle pin bar, doji atau shooting starnya itu berapa biji pak? Baru bisa ddiartikan sebagai tanda reversal?

Iya pak, saya menggunakan indikator MACD.

M Singgih   21 Jan 2021

@ Rinto:

Seperti disebutkan di atas, pin bar, doji atau shooting star adalah single candle. Single candle artinya banyaknya candle hanya satu.

Untuk keterangan silahkan baca:
Kupas Tuntas Strategi Trading Reversal Dengan Pin Bar
Formasi Doji Candlestick: Pengertian Dan Cara Menggunakan Dalam Trading
Pola Candlestick Shooting Star, Cara Ampuh Penanda Reversal

Agar valid, price action tsb (pin bar, doji atau shooting star) harus dikonfirmasi dengan indikator teknikal. Indikator MACD adalah salah satunya untuk konfirmasi.

 

Mulyono   2 Feb 2021

Halo pak Singgih, 

Kalau seperti ini, apa bisa dibilang sudah reversal kah pak?

M Singgih   3 Feb 2021

@ Mulyono:

Belum reversal. Trend pergerakan harga diasumsikan akan terjadi reversal jika menembus level 50% Fibonacci retracement. Saat ini masih di sekitar level 23.6% Fibo retracement, belum menembus level 50%, jadi masih koreksi (retrace).

 

Haikal Alwi   11 Feb 2021

Halo pak, tanda candle doji atau pin bar, kapan biasanya akan muncul pada trend apa? Bagaimana tandanya candle tersebut akan muncul? Makasih

M Singgih   15 Feb 2021

@ Haikal Alwi:

Doji dan pin bar bisa terjadi pada pergerakan harga yang sedang uptrend maupun yang sedang downtrend. Kedua formasi candle tsb mengisyaratkan pergerakan reversal.

- Bagaimana tandanya candle tersebut akan muncul?

Tidak ada tandanya. Justru doji dan pin bar itu merupakan tanda akan terjadinya pergerakan reversal. Setelah muncul candlenya baru tahu apakah itu doji atau pin bar.

 

M Singgih   9 Jul 2021

@ Zidane:

Dilihat dari apakah harga telah menembus kurva middle band. Meski demikian, untuk menentukan apakah trend telah benar-benar berbalik arah (trend reversal), harus dilihat dari apakah harga telah menembus level 50% Fibonacci retracement. Selain itu, validitasnya harus dikonfirmasi dengan indikator trend yang lain seperti parabolic SAR, moving average, ADX dan juga MACD.

Berikut contoh trend reversal dari bullish ke bearish, yang telah dikonfirmasi oleh indikator trend dan indikator momentum yaitu RSI:

Bollinger Band Untuk Mendeteksi Reversal

Zidane   12 Jul 2021

Ini bapak main di time frame berapa ya pak?

M Singgih   13 Jul 2021

@ Zidane:

Dari gambar di atas kan ada keterangannya: EUR/USD H4.
H4 artinya adalah time frame 4 jam.

 

M Singgih   30 Sep 2021

@ Ongky Putra:

Untuk mengetahui validitasnya sesuai dengan sentimen pasar pada saat itu, sebaiknya dikonfirmasi dengan indikator teknikal, terutama indikator trend seperti moving average, ADX, parabolic SAR dan juga MACD.

 

Ongky Putra   1 Oct 2021

Dari indikator yang disebutkan, apakah cukup pilih salah satu saja apa gimana?

lalu time framenya settingannya berapa pak?

Matur Suwun

M Singgih   2 Oct 2021

@ Ongky Putra:

Biasanya trader menggunakan beberapa indikator trend. Untuk konfirmasi, minimal harus ada 2 indikator trend yang mengkonfirmasi dengan benar.
Mengenai time frame, bisa diterapkan pada semua time frame. Hanya saja semakin tinggi time frame hasilnya akan semakin akurat.

 

Ongky Putra   30 Sep 2021

Untuk mengetahui akan terjadinya reversal, apakah analisa candlestick saja sudah cukup?

Zidane   8 Jul 2021

Bagaimana menggunakan indikator Bollinger Band untuk mendeteksi reversal?

Nur Cahyo   11 Nov 2021

Kenapa saat melihat sinyal trading dari pola candlestick, oscillator lebih sering diajukan sebagai indikator yg dapat mengkonfirmasi sinyal tsb?

Kiki R   17 Dec 2022

@Nur Cahyo: Hal ini karena stochastic lebih sensitif terhadap perubahan harga sehingga sinyal konfirmasi sering terjadi.

Selain itu, dibandingkan dengan indikator lainnya, stochastic lebih enak secara tampilan.

Pertama, ada angka 80 dan 20 sebagai area overbought dan oversold. Kedua, ada persilangan di area tersebut.

Kiki R   22 Dec 2022

@Haikal Alwi: Pola candlestick doji atau pin bar bisa muncul pada tren naik dan tren turun. 

Tidak ada tanda candle ini akan muncul, kita tidak bisa meramal bentuk candle.

Yang perlu kita lakukan sebagai trader adalah menunggu sampai candle tutup dan terlihat bentuk candlestick seperti apa.

Nur Salim   6 Jan 2023

@Zidane:

Tanda yang paling baik adalah dengan mengamati perilaku harga di sekitaran level Top  dan Low BB-nya. Jika pasca momentum harga berhasil kembali masuk ke dalam BB, ataupun terjadi Rejection di sana (membentuk Engulfing, Pin Bar, dan pola candle reversal lainnya), besar kemungkinan harga akan kembali masuk setidaknya hingga ke Mid BB.

bb

Reply > Lihat[20]
Tjandra   5 Oct 2015

Pagi Pak,

bagaimana cara mengkonfirmasi bahwa hrga akan bounce atau break pd level2 support/resistant? Selain melihat candle pattern, apakah kita hrs mlihat indikator juga? Indikator apa yg bisa mengkonfirmasi keadaan bounce/break sekaligus sbg momentum entry posisi?

Thanks

basir   25 Sep 2014

Dalam hal ini, yang mesti dilakukan terlebih dahulu adalah memahami kinerja dari indikator yang digunakan. Anda akan mampu membuat entry dan exit market saat anda memahami indikator yang anda gunakan.

Thanks.

m singgih   12 Feb 2018

@ eddy spade:
Tergantung dari indikatornya Pak. Biasanya cara seperti itu sering digunakan pada indikator oscillator (terutama RSI) dan indikator trend (moving average). Untuk indikator RSI bisa ditarik garis trend sesuai dengan arah pergerakan harga dan arah indikator itu sendiri (pada saat tidak terjadi divergensi). Entry atau exit bisa pada saat ada RSI break garis trend tersebut. 
Untuk moving average lebih sederhana, dengan hanya mengamati apakah harga break atau memotong kurva indikator tsb.

Argo Gold Spotter   14 Jul 2019

Untuk Eddy Spade,

Hal ini tergantung dari indikator yang Anda gunakan. Misalnya Anda menggunakan indikator Moving Average (MA), maka Anda bisa memberlakukan kurva MA tersebut sebagai support dan resisten dinamis. Maka, ketika terjadi breakout, Anda dapat membuka posisi sesuai dengan arah breakout tersebut.

Jika harga sedang berada diatas kurva MA, maka Anda dapat membuka posisi Sell ketika harga bergerak menembus MA kearah bawah. Sebaliknya, jika harga bergerak dibawah MA, maka Anda dapat membuka posisi Buy ketika harga bergerak menembus MA kearah atas. Tentu hal ini harus dikonfirmasi oleh indikator lain ataupun price ation untuk menghasilkan akurasi yang tinggi.

Semoga bisa membantu.

m singgih   7 Oct 2015

@ Tjandra:
Ya, sebaiknya dikonfirmasikan dengan minimal 1 indikator karena ketika kita berurusan dengan kemungkinan-kemungkinan maka semakin banyak faktor pendukung akan semakin besar persentasi keberhasilannya. Jadi semakin banyak indikator yang mengkonfirmasi akan semakin valid sinyal yang diberikan oleh price action.

Indikator untuk konfirmator umumnya adalah moving averages, MACD dan indikator oscillator (RSI, stochastics, CCI). Dalam hal indikator oscillator ketika uptrend adalah untuk melihat adanya divergensi, misal uptrend dan break resistance, tetapi terjadi divergensi bearish pada indikator oscillator, maka sebaiknya tidak entry. Berikut contoh GBP/USD daily uptrend, break resistance psikologis 1.5000, terbentuk rejection pin bar dan didukung oleh 6 indikator:



Pada A: terbentuk rejection pin bar oleh resistance 1.5000 dan kurva sma 50.

Indikator Parabolic SAR dibawah harga, harga bergerak pada upper band indikator Bollinger Bands, kurva MACD berada diatas kurva sinyal (warna merah) dengan sudut yang melebar dan OSMA diatas level 0.00, RSI berada diatas level 50 dan tidak menunjukkan divergensi bearish, serta ADX yang berwarna hijau menunjukkan dominan bullish. Jadi semua syarat-syarat untuk break (entry buy) sudah terkonfirmasi.

Kalau lebih dari 80% indikator tidak mengkonfirmasi maka tidak perlu entry, tunggu sampai ada sinyal lagi baik untuk kemungkinan break atau bouncing (sell). Untuk menentukan momentum entry yang lebih detail Anda bisa melihat pada time frame yang lebih rendah. 

ahmad   12 Dec 2017

malam coach SF.....
bagaimana breakout yang dikatakan valid, misalnya dg menggunakan pivot point dan candle sdh closed diatas R/dibwh S, apakah harus menunggu candle berikutnya yg closing diatas R/dbwh S lagi? terkadang sdh closed diatas R /bwh S tapi candle berikutnya closing dibwh R/diatas S lagi.mohon penjelasannya coach.mks

m singgih   15 Dec 2017

@ Ahmad:

Ya, harus menunggu candle berikutnya. Dalam trading, istilah valid bukan berarti benar 100% atau pasti, tetapi yang kemungkinan benarnya paling besar. Untuk memastikan validitasnya Anda harus mengkonfirmasikan dengan price action yang terbentuk pada bar berikutnya, dan juga dikonfirmasi oleh minimal 2 indikator teknikal.

Berikut contohnya pada USD/JPY daily:

price action

Pada A:
Candle sebelumnya telah break resistance kuat 110.66. Candle di A sempat menembus 110.66 dan bergerak diatas kurva middle band indikator Bollinger Bands, tetapi tidak didukung oleh indikator MACD dan ADX, dan akhirnya ditutup dibawah middle band dan juga dibawah resistance 110.66, berupa bearish bar. Candle tsb adalah fakey bar (sinyal break yang palsu).

Pada B:
Candle sebelumnya telah break resistance kuat 110.66. Candle di B menembus 110.66 dan bergerak pada kurva upper band indikator Bollinger Bands, dan juga didukung oleh indikator MACD dan ADX, dan akhirnya ditutup diatas resistance 110.66, dan membentuk bullish engulfing bar. Candle di B tsb adalah sinyal breakout yang valid.

Jadi konfirmasi price action dan indikator teknikal dalam hal ini sangat penting.

- … terkadang sdh closed diatas R /bwh S tapi candle berikutnya closing dibwh R/diatas S lagi…

Komentar:
Candle yang berikutnya itu disebut dengan fakey bar atau sinyal palsu yang menyebabkan false break.

Mas Sinar   1 May 2018

Selamat sore, saya baru belajar tentang trading pada daerah ranging dan breakout. Dan saya menemukan indikator bollinger bands dan donchian channel. masing-masing punya parameter sendiri. Saya ingin bertanya, mana yang lebih baik ya? menggunakan level high/low seperti donchian atau standar deviasi seperti bb? thx

m singgih   3 May 2018

@ Mas Sinar:

Untuk breakout berdasarkan daily range, Donchian channel lebih akurat. Richard Donchian merancang indikator ini berdasarkan level high / low periode 20 hari, jadi akurasinya akan lebih baik kalau digunakan pada time frame daily.

Kalau Bollinger Bands lebih ke volatilitas untuk melihat kekuatan trend. Standard deviasi perhitungannya tetap, tidak berdasarkan level high / low pada periode tertentu. Kalau harga melewati batas atas (upper band) atau batas bawah (lower band) maka harga sedang bergerak uptrend atau downtrend dengan kuat.

Entrynya dilihat dari breakout pada middle band, tetapi untuk kondisi sideways kurang akurat. Ketika harga break diatas middle band diasumsikan sedang bergerak uptrend dan sebaliknya. Jadi untuk deteksi arah trend. Pada kondisi sideways bisa untuk deteksi overbought dan oversold. Baca juga: Menggunakan Indikator Bollinger Bands

Kalau Anda ingin trading dengan cara breakout berdasarkan daily range, bisa dibantu juga dengan indikator ADR (Average Daily Range). 

Erwin Tembesi   23 Jun 2018

Kalau untuk strategi breakout support dan resistance trendline bagaimana pak?

m zainul   26 Jun 2018

bounce dan breakout itu kadang terjadi secara bergantian dalam satu waktu. mana yang lebih baik ditunggu pak?

m singgih   26 Jun 2018

@ erwin tembesi:

Breakout garis trend (trendline) maupun breakout garis horisontal support dan resistance, harus dikonfirmasi oleh price action dan indikator teknikal, baik indikator trend (MACD, parabolic SAR, ADX, Bollinger Bands) maupun indikator momentum (RSI, stochastic, CCI). Minimal ada 2 indikator yang conform.

Kenapa indikator trend, karena kita membicarakan arah trend, apa lagi jika arah trend tampak jelas dari garis trend yang telah di-plot. Konfirmasi indikator momentum juga diperlukan karena kita ingin entry pada saat (momen) yang tepat.

Contoh:



Pada garis trend 1:
Price action: terjadi bullish engulfing candle yang menembus garis trend, berarti kemungkinan akan bullish. Dalam hal ini kita harus menunggu sampai engulfing candle selesai terbentuk, dan kita lihat candle berikutnya (candle A).. Jika dikonfirmasi oleh indikator, maka kita bisa entry buy. Tampak dari indikator MACD, parabolic SAR dan RSI telah conform (RSI di atas level 50), jadi kita bisa entry buy.

Pada garis trend 2, meskipun telah menembus garis trend (candle B), tetapi dari price action tidak jelas, dan ke 3 indikator tidak conform, jadi kita seharusnya tidak entry sell pada candle B.

m singgih   27 Jun 2018

@m zainul:

Mungkin maksudnya sebuah candle bergantian break dan bounce level tertentu. Kalau memang demikian Anda harus menunggu sampai candle tersebut selesai dibentuk, dan lihat harga penutupan (closing price)-nya.

Untuk kondisi uptrend: kalau harga penutupannya (closing price) di atas level yang dimaksud berarti terjadi breakout, dan kalau closing price di bawah level yang dimaksud berarti terjadi�rejection�(yang berarti bouncing).
Sebaliknya untuk kondisi downtrend.

Gio   6 Jul 2018

kalau dari sisi price action sendiri apakah ada pola candlestick trtentu yg menunjukkan harga akan breakout support/resistance??

m singgih   7 Jul 2018

@ Gio:
Harga akan breakout jika formasi candlestick yang Anda maksudkan terjadi di dekat level support atau resistance.
Akan breakout level support jika formasi candlestick yang terjadi menunjukkan kemungkinan pergerakan bearish, yang sering terjadi adalah: 
- Bentuk pin bar yang terjadi pada kondisi uptrend termasuk doji atau gravestone doji dan shooting star (1 candle)
- Formasi bearish engulfing (2 candle)
- Formasi dark cloud cover (2 candle)
- Formasi atau pola evening star (3 candle)
- Formasi atau pola three black crows (3 down bar yang berurutan)

Akan breakout level resistance jika formasi candlestick yang terjadi menunjukkan kemungkinan pergerakan bullish, yang sering terjadi adalah: 
- Bentuk pin bar yang terjadi pada kondisi downtrend termasuk doji atau dragonfly doji dan hammer (1 candle)
- Formasi bullish engulfing (2 candle)
- Formasi piercing line (2 candle)
- Formasi atau pola morning star (3 candle)
- Formasi atau pola three white soldiers (3 up bar yang berurutan)

edi ismanto   3 Aug 2018

kalau Time Frame dgn hasil yang terbaik untuk memprediksi terjadinya BreakOut dengan mencari Convergen dan ievergen pada chart candle dan RSI gimana pak?

Jefri   3 Aug 2018

Halo pak, saya masih pemula jdi saya tidak ngerti apa breakout itu pak. Mohon info nya pak

Jenal   3 Aug 2018

Bagaimana mengetahui kalau suatu harga akan breakout ke atas atau ke bawah?

basir   4 Aug 2018

Untuk Jefri,

Break artinya diam/istirahat, Out artinya keluar. Dalam istilah trading, Break Out diartikan penembusan pada suatu level harga, setelah bergerak diam, istirahat atau sideways pada area yang sempit.

Anda bisa memilih Mata uang apa saja, dengan menetukan Time Frame terlebih dahulu. Cari level – level sempit dimana harga bergerak. Sebagai contoh pada GBP/USD, di TF 30. 

Cara diatas adalah order pending, pada GBP/USD. Dengan Buy Stop di 1.40867 dan Sell Stop 1.40485. Dengan harapan harga bisa menembus salah satunya.

Terima kasih.

m singgih   6 Aug 2018

@ Jenal:

Kalau pergerakan harga sedang uptrend tentunya akan break keatas (menembus resistance), dan kalau sedang downtrend akan break ke bawah (menembus support). Untuk mengetahui sedang uptrend atau downtrend bisa dengan indikator moving average, MACD, ADX dan atau parabolic SAR.

Tetapi untuk entry sebaiknya dikonfirmasi juga dengan price action dan indikator teknikal untuk menghindari terjadinya false break (gagal break ke atas / ke bawah), seperti pada contoh di atas.

m singgih   6 Aug 2018

@ edi ismanto:

Sebelumnya perlu diketahui bahwa istilah konvergensi pada indikator RSI sebenarnya sama dengan divergensi bullish indikator RSI, sedangkan divergensi pada indikator RSI sama dengan divergensi bearish indikator RSI. Istilah konvergensi dan divergensi mengacu pada arah trend pergerakan harga dan kurva RSI.

Divergensi sebenarnya valid pada semua time frame, artinya pada time frame berapapun kemungkinan keberhasilannya besar. Tetapi semakin tinggi time frame akan semakin tinggi juga validitasnya, karena pada time frame yang rendah (terutama di bawah H1) akan ada noise. Semakin rendah time frame akan semakin banyak noise yang menyebabkan kesalahan sinyal

m singgih   11 Nov 2015

@ Jacob:
Sebagai contoh seperti yang terjadi pada chart EUR/USD daily, pada tanggal 24 Agustus 2015:



Setelah harga menembus R1 dan R2, terbentuk pin bar A yang merupakan isyarat untuk pergerakan reversal, tetapi pin bar tersebut perlu dikonfirmasi validitasnya, jadi jangan entry dulu. Pada bar berikutnya terbentuk inside bar (B) yang menunjukkan keadaan konsolidasi, dengan mother bar adalah pin bar A.

Kita baru bisa entry jika arah pasar sudah jelas, yaitu apakah mother bar A ditembus keatas (level tertingginya ditembus), atau ditembus kebawah (level terendahnya yang ditembus). Jika level tertingginya ditembus maka entry buy, dan jika level terendahnya yang ditembus maka entry sell. Dalam hal ini ternyata bar berikutnya (C) menembus level terendah mother bar, maka Anda bisa entry sell (pada bar C tersebut).

Jadi dalam hal ini Anda harus menunggu konfirmasi dari bar berikutnya sebelum entry. Konfirmasi juga bisa dari indikator teknikal.

Jacob   7 Nov 2015

Saya menggunakan price action di TF D1,Setelah breakout di S/R, bagaimana cara mengetahui kalau harga akan retest dulu di S/R atau akan terjadi penerusan tanpa retest?

eddy spade   25 Sep 2018

Bgmn cr memanfaatkan break pd sinyal indikator sbg entry & exit poin?

Syakur   12 Sep 2022

Bagaimana cara mengetahui perbedaan harga sedang mengalami bounce atau pullback?

Kiki R   14 Sep 2022

Tidak ada yang bisa mengetahui secara PASTI harga berbalik adalah pullback atau reversal (bounce).

Yang bisa Anda lakukan adalah melihat ciri-ciri harga yang terjadi saat ini dan dari ciri-ciri tersebut Anda nilai peluang terjadinya pullback atau malah bounce.

Salah satu ciri yang spesifik terjadinya bounce adalah pergerakan harga yang cepat melawan arah tren. Ini artinya terdapat seller/buyer yang agresif dan bisa mengubah arah tren.

Namun apakah pasti berbalik? Tidak.

Dalam trading, selalu gunakan hukum probabilitas (peluang).

Reply > Lihat[25]
Komentar

Kumpulan Komentar @inbizia #konfirmasi

  Charlie   |   7 Jun 2013   |   Artikel
apakah kita bisa jual saham semudah sell di forex? dari ulasan ini kok sepertinya mudah ya untuk jual saham yang lagi turun. ... "selalu menunggu konfirmasi baik dari segi teknikal maupun fundamental sebelum benar-benar melakukan order buy atau sell" ... bisa jadi beban untuk sell di stock lebih besar daripada di forex, karena dgn sell kita merugi, tapi di forex kita masih bisa daept keuntungan...
  M Singgih   |   21 Jan 2016
@Charlie:
Dalam hal ini sy kira Livermore tentu punya saham yang akan dijual, karena harga terus turun (bearish) maka ia jual saham tersebut untuk dibeli lagi pada harga yang menurut analisanya sudah sangat rendah (oversold).
  Juniartha   |   10 May 2016   |   Artikel
Slmt pagi pak...sy mengajukan kredit di bri tp ditolak karena katanya sy ada tunggakan di danamon..saya kaget karena masuk ke bank danamon aja belum pernah apalagi mengjukan kredit. Ketika saya konfirmasi ke danamon katanya saya ada tunggakan di adira finance (danamon dan adira satu grup) lebih kaget lagi saya karena seumur hidup saya belum pernah sebelumnya mengajukan kredit baik itu di bank, leasing maupun di finance.. sy datangi adira utk klarifikasi dan akhirnya mereka bilang akan mengeluarkan surat keterangan bahwa yg tertera di IDI history BI itu bukan saya....tapi sampai hari ini sudah hmpir 2 bulan tdk ada info dari adira... Sy sengaja tdk menghubungi mereka lagi karena sy ingin melihat idtikad baik mereka dlm menyelesaikan masalah yg mereka buat sendiri..Saya merasa dipermainkan dan geram sekali. Saya ingin mengajukan TUNTUTAN HUKUM trhdp danamon dan adira. Apkah sy bisa melakukan tuntutan hukum trhadp adira dan danamon? Terimakasih
  Anna   |   10 May 2016
Mohon maaf, kami kurang memahami perkara tuntutan hukum terkait masalah semacam ini. Namun, ada baiknya sebelum melangkah ke jalur hukum sendiri, Anda coba kejar Adira sekali lagi, dan bila mereka masih belum memberikan respon memuaskan, maka adukan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui salah satu kontak di halaman berikut ini.
  Enias   |   28 Sep 2017   |   Artikel
mohon pendapat masta.. semua indi yang dijabarkan diatas sy gabung dengan indi ema 9, sma 21, dan ema 55 dengan trading di tf 5 menit. dengan sl 150 point dan tp 150 point. broker 5 digit, pada mayor pair (risk dan reward ratio 1:1). moment entry dengan semua konfirmasi yang disarankan diatas dan saat ema 9 motong sma 21 yang biasanya terus tembus motong ema 55 di tf 5 tsb.. bagaimana menurut masta?
  M Singgih   |   29 Sep 2017
@ Enias:
Supaya lebih jelas, di broker 5 digit 150 point itu berarti 15.0 point atau 15 point (pip). Mengenai kombinasi moving averages yang Anda maksud, di tf 5 menit menurut saya lebih akurat menggunakan ema, bukan sma, karena respons ema lebih cepat (lebih sensitif terhadap perubahan harga). Anda trading di tf rendah (5 menit) tentunya ingin respon yang cepat.
Jadi menurut saya gunakan ema 21, bukan sma 21.

Kalau ingin lebih yakin, bisa di-backtest dan atau di-forward test dulu untuk mengetahui persentase profitnya pada pair yang Anda tradingkan. Jika hasil test menunjukkan persentase profit diatas 50% (setelah sekian kali trade), maka kemungkinan untuk bisa profitable cukup besar.
  Kristiawan   |   7 Nov 2019   |   Artikel
nunggu candle konfirmasi (candle ke 3) atau pending order di deket area bawah (contoh kasus bullis harami).
  Kurniawan   |   9 May 2020   |   Artikel
Hai admin, saya adalah newbie yang masih belajar teori dasar forex dan ada yang ingin saya tanyakan dibagian pelajaran tentang MACD ini;
  • Nilai default parameter MACD yakni slow EMA=26, fast EMA=12 dan SMA=9, apakah setingan nilai parameter tersebut bisa digunakan di semua timeframe ketika trading ?
  • Ataukah jika memakai timeframe tertentu maka ada nilai parameter tertentu pula agar indikatornya lebih akurat?
  • Dikatakan indikator ini bisa digunakan untuk melihat kapan sinyal untuk buy-sell lewat adanya momentum oversold & overbought. Lalu apakah sinyal dari indikator MACD sudah cukup untuk bisa digunakan ataukah ada indikator lain yang juga bisa digunakan untuk memperkuat konfirmasi sinyal buy-sell tersebut ? jika ada, lalu indkator apakah yang bisa digunakan untuk memperkuat sinyal konfirmasi dari MACD?
  • Saya sudah instal aplikasi MetaTrader 4 dari broker dan baru melihat apa aja yang ada di dalam aplikasi tersebut karena saya juga belum mengerti caranya untuk trading. Namun ketika mencoba memunculkan indikator MACD, koq tidak nampak indikator MACD + OSMA seperti di atas ya? Bagaimana cara memunculkannya? Karena yang ada hanya indikator MACD berupa garis signal + histogram MACD
  Fahmi   |   5 Aug 2022   |   Artikel

Cara Membaca Indikator Stochastic Menurut 3 MacamKok konfirmasinya di situ? Eman-eman udah terlalu banyak pips yang terlewatkan.

  Nur Salim   |   15 Aug 2022

@Fahmi:

Betul pak kalau bapak bilang eman-eman karena cukup banyak Pips yang hilang. Tapi inilah memang kenyataan dan risiko trading. Menggunakan konfirmasi di sini berarti mencoba meningkatkan Win Rate yang dihasilkan sinyal dengan mengorbankan jumlah perolehan Pips serta jarak SL yang besar. Keputusan ini biasanya diambil karena hasil yang didapatkan menggunakan konfirmasi memiliki tingkat Expectancy yang lebih tinggi.

Selain konfirmasi tersebut, bapak juga bisa saja langsung membuka posisi Sell saat Higher High resmi terbentuk. Hanya saja Win Rate yang dihasilkan pun tentu saja akan berkurang lebih jauh dengan kelebihan jumlah Pips yang didapatkan saat sukses lebih besar. Selain itu bapak juga bisa menggunakan konfirmasi lain yang lebih dini seperti terbentuknya pola Candlestick Bearish Engulfing di atas. Hal tersebut sebenarnya sudah cukup sebagai konfirmasi yang valid. Kelemahannya sendiri, tentu saja sinyal yang dihasilkan sangat sedikit mengingat harga tidak akan selalu membentuk pola candlestick di sana.

pola-candle-konfirmasi

Market Pagi Ini: EUR/USD Mantapkan Pemulihan, Emas Tunggu Konfirmasi
Inbizia     26 Oct 2022
Pelemahan Dolar AS menjadi momentum sejumlah aset untuk menata pemulihan. Rebound EUR/USD terlihat meyakinkan, tetapi emas masih menunggu konfirmasi.
Market Pagi Ini: Pasar Masih Dibayangi Rate Hike, Emas Cari Konfirmasi
Inbizia     3 Oct 2022
RBA akan menjadi bank sentral selanjutnya yang diprediksi kuat mengumumkan kenaikan suku bunga. Rebound AUD/USD diyakini tak bertahan, sementara emas masih dilingkupi ketidakpastian.
Market Pagi Ini: EUR/USD Kembali Turun, Bitcoin Butuh Konfirmasi
Inbizia     15 Sep 2022
Euro ditekan oleh perkara keterbatasan energi, sementara Bitcoin kembali terancam turun di bawah $20,000 apabila gagal mengkonfirmasi breakout di atas $21,000.
Market Pagi Ini: Bullish Euro Terancam, Bitcoin Perlu Konfirmasi di 22,000
Inbizia     12 Sep 2022
Penguatan tajam EUR/USD akhir pekan lalu berisiko berbalik karena sejumlah faktor teknikal. Sementara itu, Bitcoin masih waspada meski sudah menembus 20,000.
Market Pagi Ini: EUR/USD Ragu-Ragu, Bullish Bitcoin Butuh Konfirmasi
Inbizia     26 Aug 2022
Sikap wait and see pasar masih berlanjut hingga hari ini. Akibatnya, pergerakan Euro dan Bitcoin terhadap Dolar AS tak terlihat menjanjikan.
Pastikan Konfirmasi CCI Sebelum Sell AUD/CHF
Jujun Kurniawan     8 Apr 2022
Pasangan AUD/CHF sempat bergerak bullish, namun kini Dolar Australia berpotensi terkoreksi menuju Support 1 dan sinyalkan Sell.
#aud  #sell  
Bentuk Candlestick Konfirmasi yang Wajib Diketahui
Kiki R     5 Apr 2022
Strategi trading dengan memanfaatkan candlestick konfirmasi merupakan salah satu metode ampuh yang sering digunakan oleh trader price action. Simak cara menggunakannya pada artikel berikut ini.
Kirim Komentar Baru