PT Astra International Tbk (ASII) mencatatkan penurunan penjualan mobil selama periode Januari–Maret 2024, 3 jam lalu, #Saham Indonesia   |   IHSG dibuka rebound pada perdagangan hari ini, naik 0.35% ke level 7,156, 3 jam lalu, #Saham Indonesia   |   Pada Rabu (17/April), BEI melakukan pengumuman Unusual Market Activity (UMA) terhadap saham PT Barito Renewables Tbk (BREN), 3 jam lalu, #Saham Indonesia   |   Kapitalisasi pasar alias market cap PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) makin menggembung, sudah menembus Rp1,063 triliun, 3 jam lalu, #Saham Indonesia

Korelasi Harga Bitcoin Dengan Emas Dan Saham

Cahyaning 12 Jul 2021
Dibaca Normal 9 Menit
kripto > belajar >   #harga-bitcoin   #harga-emas   #harga-saham
Apakah benar Bitcoin dan emas memiliki hubungan? Bagaimana pula keterkaitannya dengan saham? Yuk pelajari korelasi harga Bitcoin dengan aset lain di artikel ini.

DI

Bagi trader Bitcoin pemula, meningkatkan pengetahuan tentang Cryptocurrency adalah hal penting. Harga Bitcoin yang cenderung mudah berubah-ubah membuat banyak trader harus mempertimbangkan strategi trading sebaik mungkin agar bisa meminimalisir loss saat trading.

Selain mempelajari strategi trading, penting bagi trader pemula untuk mengetahui korelasi harga Bitcoin dengan aset lainnya.

Melalui pengetahuan ini, Anda tidak hanya bisa mendapatkan analisa harga Bitcoin yang lebih terukur, tetapi juga bisa membangun portofolio Cryptocurrency serta dapat mengelola risiko trading dengan baik.

 

Apa Pentingnya Belajar Korelasi Harga Bitcoin?

Tak ada ruginya mempelajari korelasi harga Bitcoin dengan aset lain. Perlu diingat bahwa Bitcoin dan Cryptocurrency lainnya merupakan aset baru dalam dunia trading. Ini berarti para investor belum memiliki catatan yang jelas terhadap kondisi pasar digital di masa lalu.

Apalagi jika mengingat kondisi Bitcoin yang mudah naik turun. Misalnya saja saat nilai Bitcoin mendadak naik tinggi di awal tahun 2021.

Karena kondisi ini, penting bagi trader Bitcoin pemula untuk 'menabung' aset lainnya. Sebab, hal ini bisa membantu Anda mengurangi risiko loss saat trading Bitcoin.

Menggabungkan aset-aset yang tepat bisa menambah risk adjusted returns Anda.

 

Apa Itu Korelasi Harga Bitcoin?

Secara singkat, korelasi harga Bitcoin adalah tentang bagaimana hubungan antara harga Bitcoin dengan pergerakan aset lainnya. Korelasi harga dikatakan posiif apabila Bitcoin dengan aset lain bergerak bersamaan. Namun, jika kedua aset bergerak berlawanan arah, maka korelasinya disebut negatif.

Penting bagi trader Bitcoin pemula untuk menggabungkan aset yang nilainya tidak memiliki korelasi positif. Maksudnya, jika salah satu aset nilainya jatuh, maka aset yang lain harganya harus cenderung naik.

Tujuannya adalah untuk mengurangi kemungkinan loss yang besar jika terjadi penurunan nilai aset.

korelasi harga bitcoin

Idealnya, seorang trader memiliki portofolio yang terdiri dari 5 aset berbeda. Masing-masing aset menempatii 20% dari keseluruhan portofolio.

Jika 10% dari aset tersebut nilainya anjlok, maka nilai aset yang lain seharusnya naik sehingga membuat keseluruhan nilai portofolio sama dengan nilai awal.

Baca juga: 5 Tips Diversifikasi Portofolio Investasi

Strategi seperti itu mungkin terdengar mudah, namun terkadang kenyataan tak seindah itu. Dalam beberapa situasi, kondisi aset bisa berubah drastis. Pada saat krisis finansial misalnya, banyak aset yang mendadak jatuh nilainya.

Kondisi seperti ini cenderung memicu banyak investor melakukan panic-selling. Sebaliknya, ketika harga saham naik, banyak orang yang ingin membeli.

Secara garis besar, ada dua aset yang disebut memiliki korelasi dengan Bitcoin. Apakah benar kedua aset ini bisa menjadi acuan untuk strategi trading Bitcoin? Atau itu hanya mitos belaka? Berikut ini ulasannya.

 

Bitcoin vs Emas

Bitcoin dan emas merupakan dua aset yang kerap dibandingkan. Bahkan, Steve Wozniak dari Apple Inc menyebut Bitcoin sebagai emas digital.

Beberapa analis bahkan menyebut Bitcoin sebagai safe haven, istilah yang juga sering digunakan untuk emas. Namun apakah keduanya memang memiliki korelasi yang signifikan?

Banyak eksekutif keuangan percaya bahwa Bitcoin dan emas memiliki korelasi harga yang menarik. Misalnya saja pada tahun 2017 lalu, Bitcoin mengalami lonjakan harga yang sangat tinggi. Pada saat yang hampir bersamaan, nilai emas justru merosot tajam.

Kunjungi juga: Harga emas hari ini

Bitcoin dan emas kembali dihubungkan pada Januari 2017, ketika Bitcoin mengalami penurunan.

bitcoin vs emas

Menurut Daniel Marburger, Direktur Perusahaan Logam Mulia Coininvest, kantornya banyak mendapat permintaan pertukaran Bitcoin ke emas pada 2018.

Kondisi ini membuat banyak orang berpikir bahwa memang ada korelasi antara Bitcoin dan emas. Namun, hal itu belum tentu benar.

Beberapa analis gagal dalam memprediksi hubungan antara emas dan Bitcoin. Menurut Chris Louney seorang ahli strategi komoditas di RBC Capital Markets, cukup sulit untuk memastikan hubungan antara Bitcoin dengan emas. Menjelang akhir tahun 2016, ia justru menyebutkan bahwa hubungan Bitcoin dan emas menunjukan korelasi yang cenderung negatif.

Louney juga menambahkan bahwa ketika harga Bitcoin mencapai puncaknya, saat itulah ia melihat korelasi negatif terhadap emas.

Baca juga: Mengupas Korelasi Harga Emas Dan Dolar AS

Chris Burniske, seorang analis, juga gagal melihat korelasi signifikan antara Bitcoin dan emas.

Korelasi harga antar keduanya mencapai 0.14 pada akhir 2011 dan 10 Juni 2014. Namun pada 27 Juni dan 24 Juni 2016, korelasi keduanya menjadi negatif dengan rata-rata -0.20.

Idealnya, nilai korelasi positif adalah 1 dan nilai korelasi negatif adalah -1. Syarat ini tidak dipenuhi oleh hubungan antara Bitcoin dan emas.

Hal ini mungkin cukup membingungkan untuk trader Bitcoin pemula. Secara singkat, ini berarti korelasi harga Bitcoin dan emas kurang signifikan untuk dijadikan acuan.

 

Bitcoin vs Saham

Banyak yang mengira bahwa Bitcoin dan saham memiliki korelasi dan bisa dijadikan acuan dalam trading.

Pada kenyataannya, Bitcoin dan saham pernah memiliki korelasi harga yang positif. Contohnya tahun 2017 ketika keduanya naik bersamaan. Lalu pada awal tahun 2018, keduanya mengalami penurunan yang sama. Hal ini seolah mendukung korelasi dua aset ini.

bitcoin vs saham

Kendati Bitcoin dan saham terlihat berkorelasi, namun pergerakannya bisa dibilang cukup kecil menurut standard manajemen portofolio. Contohnya, pada tahun 2017, analis Nick Colas mengatakan bahwa korelasi harga Bitcoin dengan S&P 500 berkisar di atas 0.33 selama 90 hari. Ini adalah nilai tertinggi sejak ia mulai mengamati hubungan keduanya pada Januari 2016.

Tapi seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, nilai tersebut terlalu rendah untuk dianggap sebagai korelasi yang signifikan.

Selain itu, hubungan antara Bitcoin dan saham tak selalu sama.

Menurut Tom Lee, korelasi yang terjadi antara Bitcoin dan saham di awal 2018 bisa saja merupakan efek risk-off yang terjadi saat para investor khawatir dan mulai menjual aset.

Baca juga: Kisah 5 Investor Sukses Di Masa Krisis Finansial

Secara singkat, hubungan keduanya benar-benar sangat terbatas; menandakan bahwa hubungan antara Bitcoin dan saham kurang cocok dijadikan acuan untuk melihat korelasi harga. 

 

Bagaimana Dengan Altcoin?

Selain emas dan saham, banyak juga yang menerka-nerka korelasi harga Bitcoin dengan Altcoin. Secara singkat, Altcoin adalah kependekan dari Alternative Bitcoin, atau merupakan sebutan untuk jenis Cryptocurrency yang lainnya.

Lalu bagaimana korelasi harga Bitcoin dengan Altcoins?

Secara umum, pergerakan harga Bitcoin berpengaruh terhadap harga Altcoin. Bahkan tak jarang hubungan kedua Cryptocurrency ini dapat diprediksi.

Kunjungi juga: Koin Kripto Terbaik

Namun karena kondisi Bitcoin yang mudah berubah-ubah, perlu diingat bahwa hal ini belum tentu bisa dijadikan acuan tetap. Ada beberapa hal yang bisa terjadi akibat korelasi harga Bitcoin dengan Altcoin.

Misalnya, ketika harga Bitcoin naik dengan cepat, maka Altcoin bisa tertekan karena uang mengalir ke pasar Bitcoin atau nilainya justru ikut naik. Hal yang sama juga bisa terjadi saat nilai Bitcoin turun. Altcoin bisa mengalami boom atau kenaikan tajam, namun tak menutup kemungkinan bila nilai Altcoin akan tertekan.

Sedangkan jika harga Bitcoin stagnan, bisa saja nilai Altcoin ikut stagnan atau justru malah mengalami kenaikan besar karena orang mencari return melalui koin alternatif.

 

Hal Lain yang Mempengaruhi Bitcoin

Selain korelasi harga Bitcoin dengan aset lain, ada beberapa hal yang wajib diperhatikan trader sebagai acuan strategi. Yaitu, faktor-faktor lain yang mempengaruhi harga Bitcoin.

korelasi harga bitcoin dan altcoins

Secara singkat, ada tiga hal yang berpengaruh terhadap harga Bitcoin.

 

1. Supply and Demand

Penting bagi trader untuk mengetahui hukum penawaran dan permintaan. Bukan hanya Bitcoin, harga semua aset dapat ditentukan melalui prinsip Supply and Demand.

Trader harus peka terhadap kesadaran adopsi Bitcoin, minat pasar terhadap Cryptocurrency ini, dan masih banyak lagi. Faktor-faktor ini dapat mempengaruhi harga Bitcoin secara signifikan.

 

2. Hard Fork

Hard Fork adalah update sistem yang dapat menyebabkan perpecahan terhadap blockchain Bitcoin dan menyebabkan munculnya blok sistem baru atau Altcoin.

Hal ini pernah terjadi terhadap Bitcoin pada tanggal 1 Agustus 2017 lalu. Saat itu, kemunculan Bitcoin Cash atau BCH diprediksi dapat merusak harga Bitcoin. Prediksi ini terbukti salah, sebab harga Bitcoin justru tetap utuh.

Dalam hal ini, munculnya Hard Fork justru memberi pengaruh yang positif terhadap Bitcoin.

 

Tips Lain Untuk Trader Bitcoin Pemula

Menurut Petar Zivkovski, COO Whaleclub, analisa teknikal bisa efektif sebab ada banyak trader yang menggunakan cara ini.

Bagi trader Bitcoin pemula, analisa ini mungkin sedikit rumit. Namun secara garis besar, Anda bisa memperhatikan indikator yang disarankan oleh para tokoh kripto.

Beberapa indikator yang bisa Anda pelajari adalah Simple Moving Average (SMA), Moving Average Convergence Divergence (MACD), Relative Strength Index (RSI), dan Awan Ichimoku.

Baca juga:  Indikator Trading Bitcoin Yang Direkomendasikan Tokoh Kripto

Namun perlu diingat bahwa beberapa indikator seperti MACD dan RSI adalah indikator lagging. Artinya, sinyal indikator hanya merespon harga yang sudah terbentuk.

Banyak yang berpendapat bahwa indikator terbaik adalah Price Action. Petar Zivkovski bahkan mengatakan bahwa indikator yang paling baik adalah harga itu sendiri.

trading bitcoin dengan analisa teknikal

Selain mempelajari indikator, mengetahui sentimen pasar juga sangat penting. Ini karena pasar Bitcoin sendiri mudah dikendalikan oleh berbagai macam isu. Analisis teknikal saja kurang efektif dalam pasar cyrptocurrency. Anda juga wajib mengetahui perkembangan berita terkait Cryptocurrency dan tokoh-tokohnya.

Hal itu agar Anda bisa mengantisipasi gejolak yang dapat mengendalikan sentimen pasar secara tiba-tiba.

 

Kesimpulan

Mempelajari korelasi harga antar aset adalah hal yang penting untuk trader Bitcoin pemula. Selain untuk menambah pengetahuan, Anda juga bisa menggunakan ilmu ini untuk memperkaya portofolio Anda.

Secara garis besar, tujuan mempelajari hal ini adalah agar trader Bitcoin pemula bisa mengumpulkan aset yang tidak memiliki korelasi positif dalam portofolio mereka.

Hal ini untuk mengurangi risiko loss yang besar saat trading Bitcoin maupun aset Cryptocurrency lainnya.

Namun melakukan hal ini tidak semudah teori. Karena akan ada saat-saat di mana banyak investor menjual aset-aset mereka dan merusak tatanan korelasi harga yang sudah terbaca.

Banyak analis pasar yang membandingkan Bitcoin dengan aset lain seperti emas maupun saham. Namun pada kenyataannya, korelasi antar aset-aset tersebut sering kali tak sejalan dengan harapan.

 

Dalam menjalankan analisa teknikal, peran chart sangat penting bagi seorang trader. Untuk mendapatkan fasilitas analisa teknikal yang menarik dan secara cuma-cuma, Anda bisa bertolak ke artikel 10 Chart Gratis Terbaik Untuk Analisa Kripto.

Terkait Lainnya
 
PT Astra International Tbk (ASII) mencatatkan penurunan penjualan mobil selama periode Januari–Maret 2024, 3 jam lalu, #Saham Indonesia

IHSG dibuka rebound pada perdagangan hari ini, naik 0.35% ke level 7,156, 3 jam lalu, #Saham Indonesia

Pada Rabu (17/April), BEI melakukan pengumuman Unusual Market Activity (UMA) terhadap saham PT Barito Renewables Tbk (BREN), 3 jam lalu, #Saham Indonesia

Kapitalisasi pasar alias market cap PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) makin menggembung, sudah menembus Rp1,063 triliun, 3 jam lalu, #Saham Indonesia

Data inflasi Inggris mendukung Poundsterling, dolar AS menguat sebelum pidato the Fed, 21 jam lalu, #Forex Fundamental

GBP/JPY menarik beberapa pembeli di atas level 192.00 setelah data IHK Inggris, 21 jam lalu, #Forex Teknikal

EUR/USD: Level rintangan utama terlihat di area 1.0600-1.0605, 1 hari, #Forex Teknikal

Harga emas tetap menguat karena ketegangan Geopolitik masih berlanjut, 1 hari, #Emas Fundamental

Dow Jones Industrial Average naik 0.17% menjadi 37,798, S&P 500 kehilangan 0.21% menjadi 5,051, dan Nasdaq Composite kehilangan 0.12% menjadi 15,86, 1 hari, #Saham Indonesia

Menilik laporan keuangan tahun buku 2023, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) memperoleh pendapatan usaha sebesar Rp8.54 triliun, terkoreksi 15.70% secara tahunan dari Rp10.14 triliun. , 1 hari, #Saham Indonesia

Saham-saham top gainers LQ45: PT Charoen Pokphand Tbk (CPIN) +3.48%, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) +2.41%, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) +2.34%, 1 hari, #Saham Indonesia

IHSG rebound pada perdagangan Rabu (17/April), naik 0.82% ke level 7,223, 1 hari, #Saham Indonesia


Komentar @inbizia

Ada kabar baik nih buat para pemasok bitcoin. Ada terdeteksi penguatan bitcoin dan ETH setelah berbulan-bulan sebelumnya itu kan terjadi gonjang-ganjing di dunia kripto. Kenaikan ini dipicu dari turunnya nilai mata uang dollar Amerika Serikat. Jadinya ada dampak baik dan mengakibatkan ada kenaikan harga Bitcoin.
 Prita |  18 Jan 2023
Halaman: Berapa Investasi Minimal Untuk Trading Bitcoin
Ane tambahin yee : berikut cth fluktuasi dan contoh volatilitas tinggi: Contoh Fluktuasi:
Misalkan harga saham perusahaan ABC dalam beberapa hari berikut ini: Hari ke-1: Harga saham ABC adalah $50. Hari ke-2: Harga saham ABC turun menjadi $48. Hari ke-3: Harga saham ABC naik menjadi $52. Dalam cth ini, kita melihat fluktuasi harga saham ABC yg terjadi dari hari ke hari. Harga berubah-ubah sesuai dengan permintaan dan penawaran pasar serta faktor-faktor lainnya. Contoh Volatilitas Tinggi:
Misalkan kita melihat pasangan mata uang GBP/JPY dalam satu hari: Pukul 09:00: Harga GBP/JPY adalah 150.00. Pukul 09:15: Harga naik menjadi 152.50. Pukul 09:30: Harga turun tajam menjadi 147.80. Dalam cthini, kita dapat melihat pergerakan harga GBP/JPY yg sangat signifikan dalam waktu singkat. Harga berubah dengan cepat dan volatilitasnya tinggi. Hal ini dpt memberikan peluang trading yang besar, tetapi juga meningkatkan risiko. Jadi, fluktuasi mencerminkan perubahan harga yang terjadi dari waktu ke waktu, sedangkan volatilitas lebih berfokus pada intensitas dan besarnya perubahan harga. Volatilitas tinggi menunjukkan pergerakan harga yang lebih besar dan cepat, yang dapat menjadi peluang atau risiko tergantung pada bagaimana trader memanfaatkannya.
 Nadeo |  17 Jul 2023
Halaman: Panduan Trading Dengan Daily Top Mover Di Mifx
Halo saya ingin memberikan penjelasan simple aja yaa! Dollar Cost Averaging (DCA) adalah strategi investasi yang memungkinkan investor dengan modal kecil untuk berinvestasi secara teratur dalam aset tertentu. Dengan DCA, investor membeli aset dengan jumlah tetap pada interval waktu tertentu, tanpa memperhatikan fluktuasi harga pasar. Contohnya, seorang investor berinvestasi $100 setiap bulan dalam saham ABC, tanpa memperdulikan apakah harga saham naik atau turun. Dengan DCA, investor dapat membeli lebih banyak aset saat harga rendah dan lebih sedikit saat harga tinggi. Seiring waktu, DCA dapat memberikan harga rata-rata yang lebih baik dan mengurangi risiko pembelian di puncak pasar. Ini membuat DCA menjadi strategi investasi yang menarik untuk mencapai tujuan keuangan jangka panjang dengan risiko yang lebih terkelola. Contohnya bsa diliat di komentar seblumnya ya!
 Justin |  25 Jul 2023
Halaman: Langkah Aman Trading Modal Kecil Ala Broker Hsb
Bantu jawab ya! Simple aja sihh, utk pergerakan harga saham sbnrnya dipengaruhi banyak faktor. Pertama, kinerja perusahaan. Kalo perusahaan makin maju, harga sahamnya cenderung naik. Kedua, berita dan kejadian, bro! Berita bagus bisa naikin saham, tapi yang buruk bisa ngebikin turun. Ketiga, sentimen pasar juga penting, kalo pasar lagi on fire, saham ikutan naik. Coba liat juga kondisi ekonomi dan industri. Semua bisa mempengaruhi, bro! Kalo mau pilih saham di DCFX, cari berita dan info terkini tentang perusahaannya. Baca laporan keuangan dan pantengin pengumuman resmi dari perusahaan tsb jga salah satu dari sumber analisis fundamental. Kmudian kita juga bsa mencari berita terkait sektor industri saham tersebut. Misalkan saham yg kita masuki itu adalah saham ritel, maka berita tentang ritel mngkn akan berguna utk analisis serta bsa jadi sentimen penggerak harga jga.
 Andy |  25 Jul 2023
Halaman: Perbandingan Trading Saham Finex Vs Dcfx
Secara umum emang perlu modal agak besar di trading saham. Ini krna trading dngna saham CFD itu memiliki mekanisme berbeda dngn Forex dan trading komoditas ato yg berkaitan ama mata uang. Yg pertama adalah harga saham itu sndiri, kita bsa contohkan bgini, dalam trading saham itu biasa memiliki nilai per lembar saham berapa. Nah, di broker sndiri memiliki ketentuannya sndiri. Misalkan di Finex, itu klu ditelusuri, contohnya saham Nike, itu memiliki minimal trading sebesar 0.1 lot dengan margin 100%. Artinya kita perlu menyediakan jaminan margin hingga 100% utk membuka 0.1 lot di saham Nike. Resiko lebih gede, modal yg diperlukan jga gede. Menilik dari situ, wjar aja broker biasa menawarkan trading saham CFD utk akun yg memiliki minimal deposit yg lumyan tinggi.
 Edianto |  31 Jul 2023
Halaman: Panduan Trading Cfd Pemula Di Finex Berjangka
Ane contohin yaa gan biar lebih simple dan lebih dimengenrti : Asumsikan elo memiliki akun trading Gold MRG dan pengen membeli 1 lot saham ABC. Margin per lot untuk akun Gold MRG adalah $200. Jika harga saham ABC per lot adalah $1,000, maka elo perlu menyetor margin sebesar $200 (5% dari $1,000) ke akun elo untuk membuka posisi ini. Sisa dana di akun elo tetap tersedia untuk membuka posisi lain atau sebagai jaminan untuk posisi trading lainnya. Lain hal bila elo memutuskan untuk membuka posisi jual saham XYZ di akun Platinum MRG. Margin per lot untuk akun Platinum MRG adalah $2,000. Jika harga saham XYZ per lot adalah $5,000, maka elo perlu menyetor margin sebesar $2,000 (40% dari $5,000) ke akun elo untuk membuka posisi ini. Sisa dana di akun elo masih dapat digunakan untuk membuka posisi trading lain atau sebagai jaminan untuk posisi lainnya. Untuk lebih lengkap baca : Leverage Dan Margin Dalam Trading Forex
 Hakim |  3 Aug 2023
Halaman: Perbandingan Akun Mrg Untuk Trading Saham
Saham Untung
Kode Saham Last Change  
PMMP 294 4.26%
UANG 645 4.03%
ARTO 2,200 3.77%
WGSH 58 3.57%
DMMX 96 3.23%
EXCL 2,180 2.83%
SULI 112 2.75%
LPPS 59 9.26%
CMRY 4,980 4.62%
Harga Emas Dunia
Hari Ini 2395.40
Kemarin 2388.40
Minggu Lalu 2372.70
1 Bulan Lalu 2195.00
2 Bulan Lalu 2027.50
3 Bulan Lalu 2038.50
6 Bulan Lalu 1982.70
Setahun Lalu 1981.30
Harga Emas Lokal
Hari Ini 1.230.000
Kemarin 1.230.000
1 Bulan Lalu 1.120.000
2 Bulan Lalu 1.043.000
3 Bulan Lalu 1.043.000
6 Bulan Lalu 990.000

Komentar[4]    
  Angga   |   29 Nov 2022

Akan ga jadi masuk akal ga sih kalau bitcoin dengan aset nyata lainya. Saya termasuk orang yang agak skeptis dengan kripto.

Dari sejarah saja kripto dibuat dengan program komputer. Dan bisa bisa ada nilai tanpa ada background yang seperti emas. Selain itu juga tipe nya ini ga ada campur tangan pihak 3, jadi transaksi lebih privasi. Ga tau lah sebenarnya apa dasar nilai dari kripto bisa sebesar itu.

  Ciro   |   29 Nov 2022

Kalo menurut gw ya, semuanya bisa masuk akal, asal ada kesepakatan antara penjual dan pembeli. Emas bisa punya harga segitu juga sebenarnya karena ada kesepakatan aja. Begitupun saham. Jadi, mau lu jual aset apa aja dengan pasang harga semurah atau semahal apapun selama tidak disepakati oleh pihak pembeli, ya bakalan percuma.

  Vegeta   |   14 Dec 2022

Maaf kalau nyanggah. Saya rasa kesepakatan yang dimaksud mungkin kesepakatan individu antara penjual dan pembeli. Kalau pasar sendiri harga udah digerakkan oleh berbagai macam faktor seperti. Nah kalau di kripto setauh saya iini digerakkan oleh :

  • permintaan dan penawaran
  • infrastruktur kripto
  • regulasi kripto

Jadi ga hanya kesepakatan harga aja, memang mungkin pada awalnya harga terjadi karena kesepakatan, tetapi untuk selanjutnya digerrakan oleh hukum pasar. Makin banyak permintaan, maka harga penawaran akan naik begitu juga sebaliknya akan turun bila permintaan sedikit.

Infrastruktur kripto sendiri berarti ya teknologi yang disediakan di kripto, wong emang karena teknologi ecek-ecek ya investor juga ga bakalan mau karena mungkin aja rentan terkena serangan hacker. Selain itu regulasi kripto juga pengaruh, peraturan yang seperti apa, apakah memberatkan investor atau tidak serta regulasi negara seperti apa, apakah dilarang atau diizinkan.

  Ciro   |   14 Dec 2022

Kalo gw sih ya, kenapa gw bilang kesepakatan, karena penggerak harga yang asli itu ya seperti itu, murni kesepakatan. Hukum supply and demand tuh buat gw omong kosong. Kenapa? Karena kedua hukum itu bisa dimanipulasi, dan itu artinya harga bisa dinaik turunkan sesuka hati oleh pasar besar, kemudian ikan-ikan kecil kek kita gitu sukanya FOMO, jadinya ikut-ikutan. Pas ikut-ikutan, eh arah harga berbalik, akhirnya rugi, bangkrut. Omong kosong, akal-akalan para ekonom penyembah The Fed. Ya, tapi terserah sih kalo situ punya pendapat yg beda sm gw, ini komen terakhir gw buat topik kek gini. Ciao!