Korelasi Harga Bitcoin Dengan Emas Dan Saham

Cahyaning 12 Jul 2021
Dibaca Normal 9 Menit
kripto > belajar >   #harga-bitcoin   #harga-emas   #harga-saham
Apakah benar Bitcoin dan emas memiliki hubungan? Bagaimana pula keterkaitannya dengan saham? Yuk pelajari korelasi harga Bitcoin dengan aset lain di artikel ini.
DI

Bagi trader Bitcoin pemula, meningkatkan pengetahuan tentang Cryptocurrency adalah hal penting. Harga Bitcoin yang cenderung mudah berubah-ubah membuat banyak trader harus mempertimbangkan strategi trading sebaik mungkin agar bisa meminimalisir loss saat trading.

Selain mempelajari strategi trading, penting bagi trader pemula untuk mengetahui korelasi harga Bitcoin dengan aset lainnya.

Melalui pengetahuan ini, Anda tidak hanya bisa mendapatkan analisa harga Bitcoin yang lebih terukur, tetapi juga bisa membangun portofolio Cryptocurrency serta dapat mengelola risiko trading dengan baik.

 

Apa Pentingnya Belajar Korelasi Harga Bitcoin?

Tak ada ruginya mempelajari korelasi harga Bitcoin dengan aset lain. Perlu diingat bahwa Bitcoin dan Cryptocurrency lainnya merupakan aset baru dalam dunia trading. Ini berarti para investor belum memiliki catatan yang jelas terhadap kondisi pasar digital di masa lalu.

Apalagi jika mengingat kondisi Bitcoin yang mudah naik turun. Misalnya saja saat nilai Bitcoin mendadak naik tinggi di awal tahun 2021.

Karena kondisi ini, penting bagi trader Bitcoin pemula untuk 'menabung' aset lainnya. Sebab, hal ini bisa membantu Anda mengurangi risiko loss saat trading Bitcoin.

Menggabungkan aset-aset yang tepat bisa menambah risk adjusted returns Anda.

 

Apa Itu Korelasi Harga Bitcoin?

Secara singkat, korelasi harga Bitcoin adalah tentang bagaimana hubungan antara harga Bitcoin dengan pergerakan aset lainnya. Korelasi harga dikatakan posiif apabila Bitcoin dengan aset lain bergerak bersamaan. Namun, jika kedua aset bergerak berlawanan arah, maka korelasinya disebut negatif.

Penting bagi trader Bitcoin pemula untuk menggabungkan aset yang nilainya tidak memiliki korelasi positif. Maksudnya, jika salah satu aset nilainya jatuh, maka aset yang lain harganya harus cenderung naik.

Tujuannya adalah untuk mengurangi kemungkinan loss yang besar jika terjadi penurunan nilai aset.

korelasi harga bitcoin

Idealnya, seorang trader memiliki portofolio yang terdiri dari 5 aset berbeda. Masing-masing aset menempatii 20% dari keseluruhan portofolio.

Jika 10% dari aset tersebut nilainya anjlok, maka nilai aset yang lain seharusnya naik sehingga membuat keseluruhan nilai portofolio sama dengan nilai awal.

Baca juga: 5 Tips Diversifikasi Portofolio Investasi

Strategi seperti itu mungkin terdengar mudah, namun terkadang kenyataan tak seindah itu. Dalam beberapa situasi, kondisi aset bisa berubah drastis. Pada saat krisis finansial misalnya, banyak aset yang mendadak jatuh nilainya.

Kondisi seperti ini cenderung memicu banyak investor melakukan panic-selling. Sebaliknya, ketika harga saham naik, banyak orang yang ingin membeli.

Secara garis besar, ada dua aset yang disebut memiliki korelasi dengan Bitcoin. Apakah benar kedua aset ini bisa menjadi acuan untuk strategi trading Bitcoin? Atau itu hanya mitos belaka? Berikut ini ulasannya.

 

Bitcoin vs Emas

Bitcoin dan emas merupakan dua aset yang kerap dibandingkan. Bahkan, Steve Wozniak dari Apple Inc menyebut Bitcoin sebagai emas digital.

Beberapa analis bahkan menyebut Bitcoin sebagai safe haven, istilah yang juga sering digunakan untuk emas. Namun apakah keduanya memang memiliki korelasi yang signifikan?

Banyak eksekutif keuangan percaya bahwa Bitcoin dan emas memiliki korelasi harga yang menarik. Misalnya saja pada tahun 2017 lalu, Bitcoin mengalami lonjakan harga yang sangat tinggi. Pada saat yang hampir bersamaan, nilai emas justru merosot tajam.

Kunjungi juga: Harga emas hari ini

Bitcoin dan emas kembali dihubungkan pada Januari 2017, ketika Bitcoin mengalami penurunan.

bitcoin vs emas

Menurut Daniel Marburger, Direktur Perusahaan Logam Mulia Coininvest, kantornya banyak mendapat permintaan pertukaran Bitcoin ke emas pada 2018.

Kondisi ini membuat banyak orang berpikir bahwa memang ada korelasi antara Bitcoin dan emas. Namun, hal itu belum tentu benar.

Beberapa analis gagal dalam memprediksi hubungan antara emas dan Bitcoin. Menurut Chris Louney seorang ahli strategi komoditas di RBC Capital Markets, cukup sulit untuk memastikan hubungan antara Bitcoin dengan emas. Menjelang akhir tahun 2016, ia justru menyebutkan bahwa hubungan Bitcoin dan emas menunjukan korelasi yang cenderung negatif.

Louney juga menambahkan bahwa ketika harga Bitcoin mencapai puncaknya, saat itulah ia melihat korelasi negatif terhadap emas.

Baca juga: Mengupas Korelasi Harga Emas Dan Dolar AS

Chris Burniske, seorang analis, juga gagal melihat korelasi signifikan antara Bitcoin dan emas.

Korelasi harga antar keduanya mencapai 0.14 pada akhir 2011 dan 10 Juni 2014. Namun pada 27 Juni dan 24 Juni 2016, korelasi keduanya menjadi negatif dengan rata-rata -0.20.

Idealnya, nilai korelasi positif adalah 1 dan nilai korelasi negatif adalah -1. Syarat ini tidak dipenuhi oleh hubungan antara Bitcoin dan emas.

Hal ini mungkin cukup membingungkan untuk trader Bitcoin pemula. Secara singkat, ini berarti korelasi harga Bitcoin dan emas kurang signifikan untuk dijadikan acuan.

 

Bitcoin vs Saham

Banyak yang mengira bahwa Bitcoin dan saham memiliki korelasi dan bisa dijadikan acuan dalam trading.

Pada kenyataannya, Bitcoin dan saham pernah memiliki korelasi harga yang positif. Contohnya tahun 2017 ketika keduanya naik bersamaan. Lalu pada awal tahun 2018, keduanya mengalami penurunan yang sama. Hal ini seolah mendukung korelasi dua aset ini.

bitcoin vs saham

Kendati Bitcoin dan saham terlihat berkorelasi, namun pergerakannya bisa dibilang cukup kecil menurut standard manajemen portofolio. Contohnya, pada tahun 2017, analis Nick Colas mengatakan bahwa korelasi harga Bitcoin dengan S&P 500 berkisar di atas 0.33 selama 90 hari. Ini adalah nilai tertinggi sejak ia mulai mengamati hubungan keduanya pada Januari 2016.

Tapi seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, nilai tersebut terlalu rendah untuk dianggap sebagai korelasi yang signifikan.

Selain itu, hubungan antara Bitcoin dan saham tak selalu sama.

Menurut Tom Lee, korelasi yang terjadi antara Bitcoin dan saham di awal 2018 bisa saja merupakan efek risk-off yang terjadi saat para investor khawatir dan mulai menjual aset.

Baca juga: Kisah 5 Investor Sukses Di Masa Krisis Finansial

Secara singkat, hubungan keduanya benar-benar sangat terbatas; menandakan bahwa hubungan antara Bitcoin dan saham kurang cocok dijadikan acuan untuk melihat korelasi harga. 

 

Bagaimana Dengan Altcoin?

Selain emas dan saham, banyak juga yang menerka-nerka korelasi harga Bitcoin dengan Altcoin. Secara singkat, Altcoin adalah kependekan dari Alternative Bitcoin, atau merupakan sebutan untuk jenis Cryptocurrency yang lainnya.

Lalu bagaimana korelasi harga Bitcoin dengan Altcoins?

Secara umum, pergerakan harga Bitcoin berpengaruh terhadap harga Altcoin. Bahkan tak jarang hubungan kedua Cryptocurrency ini dapat diprediksi.

Kunjungi juga: Koin Kripto Terbaik

Namun karena kondisi Bitcoin yang mudah berubah-ubah, perlu diingat bahwa hal ini belum tentu bisa dijadikan acuan tetap. Ada beberapa hal yang bisa terjadi akibat korelasi harga Bitcoin dengan Altcoin.

Misalnya, ketika harga Bitcoin naik dengan cepat, maka Altcoin bisa tertekan karena uang mengalir ke pasar Bitcoin atau nilainya justru ikut naik. Hal yang sama juga bisa terjadi saat nilai Bitcoin turun. Altcoin bisa mengalami boom atau kenaikan tajam, namun tak menutup kemungkinan bila nilai Altcoin akan tertekan.

Sedangkan jika harga Bitcoin stagnan, bisa saja nilai Altcoin ikut stagnan atau justru malah mengalami kenaikan besar karena orang mencari return melalui koin alternatif.

 

Hal Lain yang Mempengaruhi Bitcoin

Selain korelasi harga Bitcoin dengan aset lain, ada beberapa hal yang wajib diperhatikan trader sebagai acuan strategi. Yaitu, faktor-faktor lain yang mempengaruhi harga Bitcoin.

korelasi harga bitcoin dan altcoins

Secara singkat, ada tiga hal yang berpengaruh terhadap harga Bitcoin.

 

1. Supply and Demand

Penting bagi trader untuk mengetahui hukum penawaran dan permintaan. Bukan hanya Bitcoin, harga semua aset dapat ditentukan melalui prinsip Supply and Demand.

Trader harus peka terhadap kesadaran adopsi Bitcoin, minat pasar terhadap Cryptocurrency ini, dan masih banyak lagi. Faktor-faktor ini dapat mempengaruhi harga Bitcoin secara signifikan.

 

2. Hard Fork

Hard Fork adalah update sistem yang dapat menyebabkan perpecahan terhadap blockchain Bitcoin dan menyebabkan munculnya blok sistem baru atau Altcoin.

Hal ini pernah terjadi terhadap Bitcoin pada tanggal 1 Agustus 2017 lalu. Saat itu, kemunculan Bitcoin Cash atau BCH diprediksi dapat merusak harga Bitcoin. Prediksi ini terbukti salah, sebab harga Bitcoin justru tetap utuh.

Dalam hal ini, munculnya Hard Fork justru memberi pengaruh yang positif terhadap Bitcoin.

 

Tips Lain Untuk Trader Bitcoin Pemula

Menurut Petar Zivkovski, COO Whaleclub, analisa teknikal bisa efektif sebab ada banyak trader yang menggunakan cara ini.

Bagi trader Bitcoin pemula, analisa ini mungkin sedikit rumit. Namun secara garis besar, Anda bisa memperhatikan indikator yang disarankan oleh para tokoh kripto.

Beberapa indikator yang bisa Anda pelajari adalah Simple Moving Average (SMA), Moving Average Convergence Divergence (MACD), Relative Strength Index (RSI), dan Awan Ichimoku.

Baca juga:  Indikator Trading Bitcoin Yang Direkomendasikan Tokoh Kripto

Namun perlu diingat bahwa beberapa indikator seperti MACD dan RSI adalah indikator lagging. Artinya, sinyal indikator hanya merespon harga yang sudah terbentuk.

Banyak yang berpendapat bahwa indikator terbaik adalah Price Action. Petar Zivkovski bahkan mengatakan bahwa indikator yang paling baik adalah harga itu sendiri.

trading bitcoin dengan analisa teknikal

Selain mempelajari indikator, mengetahui sentimen pasar juga sangat penting. Ini karena pasar Bitcoin sendiri mudah dikendalikan oleh berbagai macam isu. Analisis teknikal saja kurang efektif dalam pasar cyrptocurrency. Anda juga wajib mengetahui perkembangan berita terkait Cryptocurrency dan tokoh-tokohnya.

Hal itu agar Anda bisa mengantisipasi gejolak yang dapat mengendalikan sentimen pasar secara tiba-tiba.

 

Kesimpulan

Mempelajari korelasi harga antar aset adalah hal yang penting untuk trader Bitcoin pemula. Selain untuk menambah pengetahuan, Anda juga bisa menggunakan ilmu ini untuk memperkaya portofolio Anda.

Secara garis besar, tujuan mempelajari hal ini adalah agar trader Bitcoin pemula bisa mengumpulkan aset yang tidak memiliki korelasi positif dalam portofolio mereka.

Hal ini untuk mengurangi risiko loss yang besar saat trading Bitcoin maupun aset Cryptocurrency lainnya.

Namun melakukan hal ini tidak semudah teori. Karena akan ada saat-saat di mana banyak investor menjual aset-aset mereka dan merusak tatanan korelasi harga yang sudah terbaca.

Banyak analis pasar yang membandingkan Bitcoin dengan aset lain seperti emas maupun saham. Namun pada kenyataannya, korelasi antar aset-aset tersebut sering kali tak sejalan dengan harapan.

 

Dalam menjalankan analisa teknikal, peran chart sangat penting bagi seorang trader. Untuk mendapatkan fasilitas analisa teknikal yang menarik dan secara cuma-cuma, Anda bisa bertolak ke artikel 10 Chart Gratis Terbaik Untuk Analisa Kripto.

Terkait Lainnya
 

Komentar @inbizia

Pelaku pasar yang optimis dan eforia biasanya akan mendorong kenaikan harga saham
Sebaliknya pelaku pasar yang panik akan mendorong harga saham menurun
 Shalu Sharma |  19 Apr 2022
Halaman: Cara Membaca Candlestick Saham Secara Tepat Dan Sederhana
Kalau dibandingkan dengan tahun lalu, harga bitcoin tahun ini memang lebih rendah. Tapi kalau dibandingkan dengan tahun 2020, harga bitcoin tahun ini lebih tinggi. Bahkan kalau kita bandingkan pada tingkat bulanan, harga bitcoin bulan Agustus 2022 (sekitar 25 ribu) itu sudah lebih tinggi daripada harga bitcoin bulan Juni (sekitar 18 ribu). Coba lihat grafik ini: Oleh karena itu, kita nggak bisa mengatakan "harga bitcoin kok turun mulu ya", karena situasinya sangat relatif tergantung waktu. Ketika kamu sedang mengeluh harga bitcoin turun, faktanya justru harga bitcoin sudah naik selama hampir dua bulan. Harga bitcoin sejak awal kemunculannya memang sangat fluktuatif. Mudah naik pesat, tapi juga mudah jatuh drastis. Jadi, naik-turun ini wajar saja. Ingat, bitcoin merupakan inovasi baru yang belum mapan, masih memiliki banyak masalah, dan belum diterima secara sah dalam perdagangan internasional. Faktor yang mengakibatkan kenaikan/penurunan harga bitcoin dari waktu ke waktu juga berbeda-beda. Dan faktor-faktor itu sangat impermanen (mudah berubah-ubah). Contohnya: Harga Bitcoin jatuh pada Juni 2022 karena aksi jual dari para investor yang khawatir terhadap risiko resesi global dan kenaikan suku bunga The Fed. Tapi, kekhawatiran itu mulai mereda pada bulan berikutnya dan harga bitcoin kembali merangkak naik lagi.
 Anna |  14 Aug 2022
Halaman: Jenis Mata Uang Kripto Paling Populer Selain Bitcoin
Betul ada jumlah limit yang ditambang. Nah saat pengenalan bitcoin, sang pencipta, Satoshi Nakamoto, menetapkan jumlah Bitcoin yang bisa ditambang adalah sebesar 21 juta unit. Saat ini sudah tertambang 19 juta unit dimana tersisa 2 juta unit lagi. Karena itu secara langsung kalau saya bilang ya, akan mempengaruhi kenaikan harga bitcoin. Hal ini karena semakin sulit untuk ditambang karena udah sedikit yang tersedia dan memang sudah diprogram oleh kreatornya. Pada tahun 2009 sendiri saat menambang, reward yang didapat saat berhasil menambang 1 blok adalah 50 Btc dan berkurang jadi 25 btc pada tahun 2012 dimana disebut halving pertama. Halving kedua terjadi di tahun 2016 menjadi 12.5 btc, dan tahun 2022 cuma hanya 6.25 btc dan perkiraan 2024 jadi 3.125 btc dan seterusnya. Bitcoin diperkirakan sekitar 100 tahun lagi bakal habis. Ya bisa dikatakan akan semakin langka, apalagi kalau permintaan naik maka harga pasti semakin tinggi. Dari faktor supply bitcoin yang terbatas ini yang membuat investor tertarik dan tentunya harga bitcoin akan naik seiiring peminat juga semakin ramai..
 Juan |  1 Nov 2022
Halaman: Bitcoin Naik Atau Turun Ketahui Faktor Pendorong Harganya
Dalam ulasan tersebut "sentimen negatif dari salah satu perusahaan mining raksasa" itu merujuk pada perusahaan yang bernama Argo Blockchain yang dilaporkan akan menutup operasinya dan tentu hal tersebut menjadi kabar buruk dan berpotensi mempengaruhi harga Bitcoin.
 Damar Putra |  3 Nov 2022
Halaman: Market Pagi Ini Emas Naik Terbatas Di Tengah Sentimen Positif Dolar
Dengar-dengar stok bitcoin udah sisa 19 juta unit. Kelihatannya bakal lebih sulit lagi untuk ditambang kedepannya meski harga bitcoin bakal naik dan buat dia tuh jadi kayak emasnya dunia virtual. Menurut gw kalau untuk mining memang lebih baik mining pool sih meski ya pasti ada biaya yang dikeluarin dan dapatnya juga ga 100% milik kita aja, pastinya dibagi kayak saham lah dibagi dividen dengan bentuk bitcoin tapi opsi ini memang terbaik jadi ga usah buang buang sumber daya seperti listrik dan alat mining.
 Frankie |  6 Nov 2022
Halaman: Apakah Mining Bitcoin Masih Menguntungkan Di
Ada kabar baik nih buat para pemasok bitcoin. Ada terdeteksi penguatan bitcoin dan ETH setelah berbulan-bulan sebelumnya itu kan terjadi gonjang-ganjing di dunia kripto. Kenaikan ini dipicu dari turunnya nilai mata uang dollar Amerika Serikat. Jadinya ada dampak baik dan mengakibatkan ada kenaikan harga Bitcoin.
 Prita |  18 Jan 2023
Halaman: Berapa Investasi Minimal Untuk Trading Bitcoin
Saham Untung
Kode Saham Last Change  
GGRM 22,275 11.10%
MIDI 3,280 9.33%
WSKT 344 9.55%
SMDR 2,400 10.60%
LUCK 119 10.19%
SSIA 434 4.33%
SSTM 775 6.16%
UANG 910 5.81%
TOBA 605 6.14%
ACES 516 5.97%
Harga Emas Dunia
Kemarin 1926.90
Minggu Lalu 1928.55
1 Bulan Lalu 1826.20
2 Bulan Lalu 1815.20
3 Bulan Lalu 1649.70
6 Bulan Lalu 1776.40
Setahun Lalu 1801.50
Harga Emas Lokal
Kemarin 938.000
Minggu Lalu 947.000
1 Bulan Lalu 922.000
2 Bulan Lalu 900.000
3 Bulan Lalu 822.000
6 Bulan Lalu 843.000

Komentar[4]    
  Angga   |   29 Nov 2022

Akan ga jadi masuk akal ga sih kalau bitcoin dengan aset nyata lainya. Saya termasuk orang yang agak skeptis dengan kripto.

Dari sejarah saja kripto dibuat dengan program komputer. Dan bisa bisa ada nilai tanpa ada background yang seperti emas. Selain itu juga tipe nya ini ga ada campur tangan pihak 3, jadi transaksi lebih privasi. Ga tau lah sebenarnya apa dasar nilai dari kripto bisa sebesar itu.

  Ciro   |   29 Nov 2022

Kalo menurut gw ya, semuanya bisa masuk akal, asal ada kesepakatan antara penjual dan pembeli. Emas bisa punya harga segitu juga sebenarnya karena ada kesepakatan aja. Begitupun saham. Jadi, mau lu jual aset apa aja dengan pasang harga semurah atau semahal apapun selama tidak disepakati oleh pihak pembeli, ya bakalan percuma.

  Vegeta   |   14 Dec 2022

Maaf kalau nyanggah. Saya rasa kesepakatan yang dimaksud mungkin kesepakatan individu antara penjual dan pembeli. Kalau pasar sendiri harga udah digerakkan oleh berbagai macam faktor seperti. Nah kalau di kripto setauh saya iini digerakkan oleh :

  • permintaan dan penawaran
  • infrastruktur kripto
  • regulasi kripto

Jadi ga hanya kesepakatan harga aja, memang mungkin pada awalnya harga terjadi karena kesepakatan, tetapi untuk selanjutnya digerrakan oleh hukum pasar. Makin banyak permintaan, maka harga penawaran akan naik begitu juga sebaliknya akan turun bila permintaan sedikit.

Infrastruktur kripto sendiri berarti ya teknologi yang disediakan di kripto, wong emang karena teknologi ecek-ecek ya investor juga ga bakalan mau karena mungkin aja rentan terkena serangan hacker. Selain itu regulasi kripto juga pengaruh, peraturan yang seperti apa, apakah memberatkan investor atau tidak serta regulasi negara seperti apa, apakah dilarang atau diizinkan.

  Ciro   |   14 Dec 2022

Kalo gw sih ya, kenapa gw bilang kesepakatan, karena penggerak harga yang asli itu ya seperti itu, murni kesepakatan. Hukum supply and demand tuh buat gw omong kosong. Kenapa? Karena kedua hukum itu bisa dimanipulasi, dan itu artinya harga bisa dinaik turunkan sesuka hati oleh pasar besar, kemudian ikan-ikan kecil kek kita gitu sukanya FOMO, jadinya ikut-ikutan. Pas ikut-ikutan, eh arah harga berbalik, akhirnya rugi, bangkrut. Omong kosong, akal-akalan para ekonom penyembah The Fed. Ya, tapi terserah sih kalo situ punya pendapat yg beda sm gw, ini komen terakhir gw buat topik kek gini. Ciao!