Kredit Pendidikan Dengan Bunga Dan Tanpa Bunga

Anna 24 Jun 2014
Dibaca Normal 6 Menit
bisnis > kredit >   #kredit   #suku-bunga
Jenis kredit sangat beragam mulai kredit usaha, kredit kendaraan bermotor dan kini banyak bank yang juga menawarkan kredit pendidikan. Tetapi sebaiknya tidak sembarangan mengambil kredit ini.

Ketika seseorang meminjam dana dari bank ataupun institusi lainnya, yang umum di Indonesia adalah dalam bentuk KPR, kredit kerja, kredit kendaraan bermotor, atau kartu kredit. Tetapi sebenarnya, kita juga bisa meminjam dana untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Pinjaman semacam ini di luar negeri dikenal sebagai 'student loan', sedangkan di Indonesia dikenal dengan berbagai nama, seperti Kredit Bebas Agunan untuk Biaya Pendidikan (KBA Pendidikan) Bank Mandiri, BNI Cerdas dari Bank BNI, serta sejumlah istilah senada lain tergantung pada lembaga pemberi kredit.

Kredit Pendidikan

Kredit Pendidikan Di Luar Negeri

Di luar negeri, seperti Korea, Amerika Serikat, dan Inggris, Kredit Pendidikan sudah umum di masyarakat. Calon mahasiswa program Bachelor (S1) maupun pascasarjana yang kekurangan dana tetapi tidak mendapatkan beasiswa bisa mengajukan aplikasi Kredit Pendidikan. Apabila aplikasinya disetujui, maka Ia bisa mendapatkan pinjaman dana yang akan mencakup biaya perkuliahan, buku, dan bahkan bisa juga hingga biaya hidup selama kuliah. Lalu bagaimana kita membayar kredit semacam itu?

Setiap negara memiliki peraturan berbeda mengenai kredit pendidikan. Ada yang menentukan bahwa pembayaran kembali kredit tersebut beserta bunganya harus dimulai sang peminjam segera setelah wisuda, tak peduli ia sudah mendapat pekerjaan atau belum. Ada juga yang menentukan pembayaran kembali bisa dicicil setelah peminjam bisa mendapatkan pendapatan sendiri, tak peduli ia mendapatkan pekerjaan segera setelah lulus atau lama setelahnya. 

Seberapa besar bunga kredit pendidikan? Ada negara yang menyediakan kredit pendidikan tanpa bunga dan berbunga bagi segmen masyarakat berbeda, ada yang hanya menyediakan kredit berbunga saja, dan ada juga yang menyediakan subsidi berkategori tertentu. Dalam hal kredit pendidikan berbunga, maka bunganya bisa cukup tinggi, karena kredit pendidikan umumnya termasuk jenis kredit tanpa agunan. Oleh karena itu, besaran bunga sangat tergantung pada aturan pemerintahnya.

Di Amerika Serikat, bunga kredit pendidikan baru-baru ini menjadi perkara besar karena tingginya biaya pendidikan ditambah bunga dan besarnya cicilan sudah sangat besar dan tidak lagi proporsional dengan pendapatan potensial setelah lulus. Dalam kasus semacam ini, solusinya pemerintah bisa menetapkan batas bunga maksimum, batas cicilan kredit maksimum, ataupun peraturan lain.

Satu hal yang perlu digarisbawahi adalah, dalam skema pinjaman kredit pendidikan semacam ini, peminjam adalah sang mahasiswa/calon mahasiswa itu sendiri, bukan orang tuanya. Orang tua bisa berperan sebagai penjamin atau membantu pembayaran cicilan di kemudian hari, tetapi yang tercatat sebagai peminjam adalah orang yang menjalani pendidikan tinggi. Dengan demikian, mahasiswa mempunyai motivasi studi dan dituntut untuk memiliki tanggung jawab tinggi.

 

Kredit Pendidikan Di Indonesia

Kredit Pendidikan seperti itu masih jarang dikenal di Indonesia. Pada tahun 1980an kabarnya program sejenis pernah diadakan oleh Pemerintah. Namun program Kredit Mahasiwa Indonesia (KMI) tersebut dihentikan beberapa tahun kemudian lantaran banyak dana yang tidak kembali.

Dalam dua tahun terakhir, isu kredit pendidikan kembali mencuat, tetapi belum ada kepastian dari Pemerintah mengenai apakah akan ada program nasional lagi untuk kredit pendidikan. Sementara itu, sejumlah bank nasional dan swasta, serta institusi pemerhati pendidikan, telah menyelenggarakan kredit pendidikan bagi mereka yang membutuhkan.

Bisnis.com pernah meliput tiga institusi pemerhati pendidikan yang memberikan kredit pendidikan tanpa bunga, yakni yayasan Putra Sampoerna Foundation (PSF), Yayasan Sosial Bina Sejahtera (YSBS) Cilacap, dan Surya University Tangerang.

Ketiga institusi tersebut menyambut mulai dari pelajar hingga mahasiswa tingkat S1 sebagai kandidat penerima kredit pendidikan. Penerima kredit dapat menjalankan studi tanpa merisaukan biaya, dan baru mulai mencicil pengembalian setelah mulai bekerja. Dari pengembalian tersebut kemudian digulirkan kembali ke pelajar/mahasiswa lain yang membutuhkan. Namun, masing-masing lembaga hanya memfasilitasi pelajar dan mahasiswa yang memenuhi syarat tertentu, dan hanya mereka yang memenuhi bisa mengajukan aplikasi kredit pendidikan disana.

Sejumlah Bank juga sudah mulai menyediakan kredit pendidikan berbunga. Diantara yang paling terkemuka adalah KBA Pendidikan Bank Mandiri dan BNI Cerdas. Kedua kredit pendidikan ini sepertinya paling cocok bagi mereka yang telah berpenghasilan dan ingin melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.

Keduanya menetapkan persyaratan berpenghasilan tetap dengan gaji minimal tertentu. Namun perlu dicatat bahwa bunga untuk kredit pendidikan terhitung tinggi. KBA Pendidikan Bank Mandiri, misalnya, disebutkan di website-nya berbunga minimal sekitar 1,31% flat per-bulan, atau 28% pertahun efektif floating.

 

Pertimbangan Untuk Mengambil Kredit Pendidikan

Mungkin Anda adalah seseorang yang ingin kuliah lagi, tetapi tidak mempunyai simpanan dana cukup besar dan berkali-kali gagal meraih beasiswa. Dalam kondisi tersebut, Anda bisa mempertimbangkan untuk mengambil kredit pendidikan sebagai alternatif. Namun dengan tingginya bunga, ada sejumlah poin yang perlu dipikirkan sebelum memutuskan untuk mengambil kredit tersebut.

 

1. Apakah pendidikan yang lebih tinggi merupakan satu-satunya syarat pengembangan karir Anda?

Ada bermacam cara untuk mengembangkan karir. Mulai dari mengikuti program pascasarjana, training, kursus, networking (mengembangkan jaringan), dan lain sebagainya. Apabila profesi yang Anda pilih tidak mensyaratkan gelar pendidikan tinggi, maka sebenarnya tidak ada perlunya mengejar S1, S2 atau S3. Pertimbangan ini bisa Anda abaikan jika motivasi Anda bukan semata pengembangan karir, melainkan aspirasi untuk belajar sebanyak-banyaknya, ingin berganti pekerjaan, dan lain sebagainya.

 

2. Apakah penghasilan potensial Anda sebanding dengan beban kredit yang kelak harus Anda bayar?

Yang dimaksud dengan penghasilan potensial adalah seberapa besar penghasilan yang mungkin Anda dapatkan setelah Anda menyelesaikan pendidikan. Sudah jelas bahwa tidak semua pekerjaan akan memberikan imbal balik tinggi. Apabila setelah memiliki lebih banyak gelar pun gaji Anda hanya 'begitu-begitu' saja, maka ada baiknya Anda berpikir dua kali untuk mengajukan kredit pendidikan. Pertimbangkan kemampuan Anda untuk mencicil pengembalian kredit tersebut kelak.

 

3. Seberapa mantapkah Anda dalam menjalani studi?

Akan sayang sekali apabila Anda terlanjur mengambil kredit, tetapi gagal menyelesaikan studi atau malah drop out di tengah jalan. Berbagai masalah bisa saja muncul, seperti hilang minat, kelahiran anak, mutasi kerja, dan lain-lain. Oleh karena itu, pastikan dulu bahwa Anda bisa berkomitmen untuk menjalani studi hingga selesai.

Demikianlah uraian kami mengenai kredit pendidikan kali ini. Adakah hal lain terkait kredit dan bunga kredit yang ingin Anda ketahui?

Terkait Lainnya
 

Komentar @inbizia

Halo, Kak, aku Lina, umurku 25 tahun. Aku mau bertanya boleh nggak Kak? Jadi, aku sama sekali nggak memiliki data kredit, karena aku nggak pernah punya kartu kredit dan nggak pernah melakukan pinjaman ke lembaga manapun. Lalu, baru-baru ini aku sedang lihat-lihat pameran properti, berupa apartemen. Nah, aku tertarik dengan salah satu unit. Namun, waktu bertanya sama petugasnya, katanya aku bukan kandidat yang bakal disetujui jika mau mengajukan KPA. Katanya justru karena aku nggak punya sejarah memiliki kartu kredit atau pembayaran kredit. Jadi, kalau aku punya utang dan aku bisa membayarnya per bulan tanpa denda atau bisa melunasi minimal pembayaran, itu artinya aku bagus dalam melakukan pembayaran utang. Namun justru karena aku nggak punya sejarah kredit atau apapun, jadi malah aku nggak termasuk yang bisa dipercaya, ini sama nggak sih artinya dengan aku di-black list? Makasih banyak
 Lina |  16 Jan 2023
Halaman: Kupas Tuntas Blacklist Bank Di Indonesia
Ini mah survei halu aja dari para pelaku pasar kripto. Kalau untuk pasar Indonesia, belum adalah keinginan banyak orang untuk membeli rumah dengan kripto. Bukan apa-apa, tren pelaku kredit bangsa Indonesia itu masih terbatas. Mereka menganggap kredit itu seharusnya simpel, kayak KPR lewat bank. Lah ini, lewat kripto, yang jenis uangnya aja setengah goib menurut anggapan masyarakat Indonesia. Gimana mungkin 17 persen dari 200 juta konsumen ingin beli rumah secara kripto? Tujuh belas persen dari 200 juta itu kira-kira 34 juta penduduk. Konyolnya, pengguna kripto di Indonesia saja cuma 16,27 juta penduduk berdasarkan survei dataindonesia. Jadi, setengah penduduk lagi yang katanya mau bayar pake kripto itu makhluk goib kali ya. Mending kalau mau bikin survei itu yang beneran aja atau mau markup agak masuk akallah dikit.
 Izudin |  17 Jan 2023
Halaman: Persen Konsumen Indonesia Tertarik Beli Rumah Pakai Kripto
Halo kak Geralt, Untuk bisa tahu perubahan suku bunga AS, kak Geralt bisa cek di kalender atau update berita yang disediakan oleh broker Finex yang ada di laman website resminya, ya kak. Semoga membantu.
 Inbizia Support |  23 Jan 2023
Halaman: Keuntungan Trading Emas Di Broker Finex
Giovanni: Mengapa Fitur Berita sering disediain oleh broker? Hal itu dikarenakan berita merupakan salah satu penggerak pasar Forex. Jangan salah, banyak sekali berita berita fundamental yang pada akhirnya menggoyang pasar Forex. Makanya ketika ada satu dua berita yang rilis saja bisa berpengaruh dengan mata uang terkait. contoh berita yang bisa berpengaruh ada berita fundamental seperti : Kenaikan suku bunga Jumlah tenaga kerja Amerika Serikat (NFP) CPI / Indeks Harga Konsumen (Inflasi) PPI/ Indeks Harga Produsen (Inflasi Produksi) Tingkat Pengangguran (Unemployment Rate) GDP US Retail Sale Dan pengumuman berita ini biasanya ada jadwalnya juga dan bisa dilihat di kalender ekonomi dan biasanya broker ada menyediakan itu juga. Selain itu berita juga sangat penting untuk trader dengan strategi news trading. Bisa dibaca disini untuk detailnya : Memahami Strategi News Trading
 Kaleb |  28 Jan 2023
Halaman: Perbandingan Broker Maxco Vs Royalfx Mana Lebih Unggul
Lenny: Sebenarnya broker memiliki tugas apa? Broker itu simplenya adalah penghubung antara Trader dengan Penyedia Likuiditas yang terhubung dengan Pasar Forex. Jadi tanpa broker, trader seperti kita tidak akan pernah bisa terhubung ke pasar Forex secara langsung maupun ke penyedia likuiditas. Nah, dengan adanya broker, kita tinggal membuat orderan, dan broker yang akan meneruskan orderan kita ke penyedia likuiditas serta mencari deal terbaik untuk harga currency pairs. Dalam proses timbal baliknya, broker mengambil keuntungan berupa spread dan komisi. Serta untuk biaya swap, itu terjadi karena memang ada selisih suku bunga antara hari ini dengan besok baik itu selisih negative maupun positif. Dan broker pasti ngambil keuntungan dari sana. Jadi perlu diingat broker ga trading tetapi menyediakan fasilitas penghubung. Jadi jangan heran ya kalau broker ngambil keuntungan karena mereka juga perlu biaya untuk menjalankan bisnis mereka.
 Kristina |  29 Jan 2023
Halaman: Finex Vs Dcfx Manakah Broker Dengan Biaya Trading Termurah
Saya seorang karyawan swasta dan masih berstatus karyawan kontrak. Saya pernah mengajukan pinjaman pada pihak bank yang bekerja sama dengan perusahaan tempat saya bekerja dalam hal pembayaran gaji. Tapi permohonan pinjaman saya mendapat penolakan dari pihak bank. Lain halnya dengan teman saya dari perusahaan yang berbeda. Dia lebih mudah mendapatkan pinjaman dari bank, bahkan mendapatkan kartu kredit dari beberapa bank. Yang ingin saya tanyakan, kenapa teman saya lebih mudah mendapatkan pinjaman dari bank? Padahal kami masih dalam status karyawan kontrak walaupun berbeda perusahaan. Mungkin ada yang bisa memberikan penjelasan kepada saya. Terima kasih sebelumnya.
 Bintang |  30 Jan 2023
Halaman: Syarat Kelayakan Untuk Mendapatkan Kredit Bank
Suku Bunga Kredit
BANK Korporasi Ritel KPR
BRI 8.00% 8.25% 7.25%
BNI 8.00% 8.25% 7.25%
BCA 7.95% 8.20% 7.20%
Mandiri 8.00% 8.25% 7.25%
BTN 8.00% 8.25% 7.25%
OCBC NISP 8.25% 8.50% 8.00%
BTPN 6.17% 9.57% -
Danamon 8.25% 9.00% 8.00%
CIMB Niaga 8.00% 8.75% 7.25%
HSBC Indonesia 6.25% 8.75% 8.00%
Lihat Bank Lain

Komentar[2]    
  Trisna Wjya   |   25 Jan 2022

hal yang paling penting untuk dipkirkan sebelum mengambil kredit pendidikan?

  Diah Utami   |   25 Jan 2022

menurut saya yang terpenting itu adalah minat anak itu sendiri, namun aspek2 lain mungkin juga perlu dipkirkan lagi