Kripto Berbasis DeFi, Tren Blockchain Baru Sarat Manfaat


Linlindua 21 Jul 2021 31Dibaca Normal 14 Menit

DeFi adalah sebuah terobosan yang mulai banyak dilirik masyarakat sejak tahun 2020. Sebenarnya, apa itu Defi dan bagaimana cara memanfaatkannya pada kehidupan sehari-hari?



Kripto berbasis DeFi menjadi fenomena yang tengah ramai diperbincangkan belakangan ini. Bahkan, orang-orang menggadang Decentralization Finance atau kerap disebut DeFi sebagai the next big thing yang akan menguasai industri keuangan dan dunia mata uang kripto berbasis Blockchain nantinya.

DeFi itu sendiri merupakan sistem keuangan terbuka dan transparan yang memberikan akses layanan keuangan ke masyarakat luas. Layanan ini memungkinkan masyarakat untuk terhubung dengan lembaga keuangan dan perbankan di seluruh dunia untuk mendapatkan layanannya. Sesuai prinsipnya, penggunaan DeFi mirip seperti ketika masyarakat mengakses layanan keuangan melalui lembaga keuangan maupun perbankan konvensional. Hanya saja, layanan tersebut ditingkatkan dengan dukungan Blockchain.

mengenal kripto defi

Berbagai layanan keuangan yang bisa masyarakat akses melalui DeFi antara lain, perdagangan, pinjaman, investasi, pembayaran, manajemen kekayaan, dan asuransi berbasis Blockchain. Bahkan, DeFi mampu menghubungkan masyarakat langsung dengan lembaga keuangan tanpa pihak ketiga maupun biaya tambahan.

Pemahaman lebih lanjut mengenai apa itu DeFi, cara kerja DeFi, lapisan utama DeFi, manfaat, tantangan, hingga prospek DeFi di masa depan akan kami bahas pada artikel ini. Simak baik-baik ya.

 

Apa itu DeFi? Bagaimana Cara Kerja DeFi?

Decentralized Finance (DeFi) merupakan bentuk aplikasi keuangan yang dibangun di atas jaringan Blockchain. Lebih spesifiknya lagi, DeFi berarti pergerakan untuk menciptakan layanan keuangan yang open source, tanpa memerlukan izin, transparan bagi setiap orang, dan beroperasi tanpa otorisasi terpusat. Setiap pengguna memegang kendali penuh atas aset yang mereka miliki dan berinteraksi dengan ekosistem melalui Decentralized Application (dApps) secara Peer to Peer (P2P).

Sebenarnya, produk DeFi sudah bermunculan cukup lama. Namun, keberadaannya baru menjadi sensasi dan buah bibir pada tahun 2020 lalu karena DeFi memadukan nilai-nilai utama Blockchain dan mengintegrasikannya ke dalam bisnis keuangan yang sudah ada.

Baca juga: Kripto Di 2020, Bagaimana Perkembangannya?

Cara kerja DeFi menggunakan smart contract di atas platform Ethereum (ETH). Smart contract itulah yang memungkinkan DeFi berjalan tanpa adanya middleman (pihak ketiga). Smart contract menjadi pembeda utama antara DeFi dengan institusi keuangan konvensional seperti perbankan karena berupa bahasa pemrograman.

Menurut Pandu Sastrowardoyo dari Blocksphere, pada dasarnya konsep DeFi mengusung sistem keuangan terbuka. Artinya, tidak ada kendali atau otoritas tinggi seperti yang biasa ada di bank dalam produk keuangan konvensional.

 

Produk Utama DeFi Adalah Lending

Produk DeFi saat ini rata-rata menyasar pada bisnis Lending (pinjaman). Beberapa contoh produk DeFi antara lain Compound, MakerDAO, dan Synthetic. Bahkan, DeFi berpotensi menyapu semua jenis bisnis di industri keuangan, seperti tabungan, pinjaman, trading di pasar finansial, hingga asuransi.



Begini cara kerja DeFi dengan produk Lending:

Borrower (debitur) bisa memperoleh dana pinjaman dengan menjaminkan aset kripto yang ada. Bunga Lending juga bersifat dinamis sehingga harus diperhatikan. Adanya sistem DeFi memungkinkan debitur membayar lebih murah apabila permintaan yang ada lebih sedikit. Sebaliknya, jika permintaan sedang tinggi, maka lender atau investor akan memperoleh bunga yang lebih tinggi.

Semarak DeFi kian melejit berkat penerimaan dari SEC atau Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat yang menyetujui dana kelolaan berbasis Ethereum bulan Juli lalu. Tak heran, banyak pemain besar industri keuangan tertarik memakai Blockchain untuk diintegrasi ke dalam sistemnya.

Tidak hanya di luar negeri, Indonesia pun mulai ramai membahas produk DeFi meski jumlahnya masih bisa dihitung jari. Beberapa contohnya antara lain UNYdex, VynDAO, dan Tadpole Finance.

 

5 Lapisan Utama DeFi

Ada lima lapisan utama DeFi yang perlu Anda ketahui, antara lain:

 

The Settlement Layer

Lapisan pertama yaitu the settlement layer yang terdiri dari Blockchain dan protokol aslinya. Lapisan ini memungkinkan jaringan bisa menyimpan informasi kepemilikan dengan aman sekaligus memastikan setiap perusahaan mematuhi aturan yang ditetapkan jaringan.

The Asset Layer

Layer selanjutnya ini terdiri dari seluruh token yang dikeluarkan di atas settlement layer. Cakupan lapisan ini yaitu aset protokol asli dan token tambahan apapun berdasarkan standar token yang didukung Blockchain.

The Protocol Layer

The protocol layer bertugas memberikan standar khusus pada berbagai penggunaan, mulai dari desentralisasi, derivatif, pasar utang, hingga manajemen aset on-chain. Keseluruhan standar tersebut nantinya akan diimplementasikan sebagai smart contract dan bisa digunakan oleh setiap pengguna.

The Application Layer

Sesuai namanya, tujuan lapisan ini untuk membuat aplikasi user-oriented yang terhubung dengan protokol individu.

The Aggregation Layer

Lapisan ini berfungsi membuat platform khusus bagi pengguna yang terhubung ke beberapa aplikasi maupun protokol. Biasanya, tersedia alat untuk membandingkan dan menilai layanan, sehingga memungkinkan user supaya bisa terhubung ke beberapa protokol secara bersamaan sekaligus menggabungkan informasi relevan dengan mudah.

defi p2p lending

DeFi memanfaatkan seperangkat alat progresif guna memberikan kontrol pada user. Tren DeFi menawarkan fungsi ekstra seperti mengurangi risiko operasional dan menjadikannya sebagai pengganti sistem keuangan saat ini yang ideal.
Lalu, apakah perbedaan antara DeFi dengan keuangan konvensional?

 

DeFi VS Keuangan Konvensional Atau Perbankan

Bagi Anda yang masih asing dengan kripto berbasis DeFi, tentu ingin mengetahui lebih banyak perbedaan DeFi dan keuangan konvensional dari berbagai sektor. Kira-kira, manakah yang lebih menguntungkan dan sesuai dengan kebutuhan Anda?

 

Pemegang Kendali

Kripto berbasis DeFi memiliki perbedaan dari segi pemegang kendali dengan lembaga keuangan konvensional atau perbankan.

Di Decentralized Finance, pemegang kendalinya adalah Blockchain. Buku besar digital ini berperan mengatur segala pengerjaan di sektor keuangan. Berbeda dengan lembaga keuangan konvensional atau perbankan yang memerlukan hukum untuk meregulasi semua kegiatan dalam keuangan.

Apabila ada sesuatu yang tidak sesuai hukum, maka transaksi yang berlangsung tidak akan berhasil. Belum lagi proses pembuatan regulasi yang hanya melibatkan pihak-pihak tertentu.

Bagi Anda yang ingin memanfaatkan layanan DeFi maupun keuangan konvensional, pastikan untuk mempelajari prosedurnya masing-masing supaya tidak merasa dirugikan nantinya.

 

Keterbukaan

Selanjutnya, dari sisi keterbukaan. Sudah jelas bahwa DeFi lebih menarik perhatian sejumlah kalangan karena memiliki sistem yang lebih terbuka dan transparan. Berbanding terbalik dengan keuangan konvensional. Siapapun yang tergabung dengan DeFi, dapat mengambil bagian dalam membuat layanan dan alat finansial di atas teknologi buku besar digital (Blockchain).

Perbankan terbuka, seperti DeFi, memungkinkan pengelolaan semua instrumen keuangan dalam satu aplikasi dengan cara menarik data dari beberapa bank maupun institusi secara aman, sementara sistem perbankan konvensional menuntut lisensi dan otorisasi dari pihak yang berwenang terlebih dulu. 

 

Kemudahan Transaksi

Bagaimana kemudahan bertransaksi antara DeFi dengan lembaga keuangan konvensional? Di DeFi, user bisa melakukan transaksi tanpa perantara (pihak ketiga). Alhasil, prosesnya lebih cepat dan mudah. Selain itu, kemudahan transaksi DeFi menjadikan biaya layanan lebih rendah daripada biaya transaksi di lembaga keuangan konvensional.

Baca juga: 10 Bank Dengan Pinjaman KPR Terbaik

Setelah Anda memahami perbedaan-perbedaan di atas, dapat disimpulkan bahwa DeFi membuka peluang besar bagi user untuk mengakses beberapa instrumen finansial tanpa ada batasan umur, ras, agama, kewarganegaraan, dan masalah geografis.

 

Keuntungan Menggunakan DeFi

Sekarang, mari kita simak apa saja keuntungan yang akan user peroleh dari DeFi.

 

Kegunaan

Kegunaan pokok DeFi yaitu memberikan kemudahan pengguna untuk mengakses layanan keuangan, terutama bagi mereka yang terisolasi dari sistem keuangan saat ini. Manfaat lainnya berupa kerangka kerja modular yang dibangun di atas aplikasi DeFi interoperable pada Blockchain publik, sehingga berpotensi menciptakan produk, pasar, dan layanan keuangan yang benar-benar baru.

Berbeda dengan keuangan konvensional yang bersandar pada institusi seperti bank sebagai pihak perantara dan menghendaki adanya arbitrase, aplikasi DeFi tidak memerlukan pihak perantara maupun arbitrator. Untuk menentukan solusi dari sengketa yang mungkin terjadi, DeFi memiliki kode.

Disini, pengguna adalah pemegang kendali atas dana yang mereka miliki setiap saat. Tentu saja, ini mengurangi biaya yang berkaitan dengan penyediaan dan penggunaan produk, serta memungkinkan sistem keuangan yang lebih mandiri.

Setiap layanan keuangan terbaru DeFi terpasang di atas Blockchain, sehingga menghilangkan single points of failure. Selain itu, data direkam pada Blockchain dan tersebar ke ribuan nodes, sehingga penyensoran maupun potensi penutupan layanan tidak mungkin terjadi.

defi decentralization financce

Kegunaan kripto berbasis DeFi lainnya dari ekosistem terbuka yaitu kemudahan untuk mengakses layanan-layanan keuangan bagi orang yang tidak memiliki akses. Tentunya, hal tersebut tidak mungkin terjadi di sistem layanan keuangan konvensional yang selalu mengandalkan pihak perantara untuk mendapatkan laba.

Baca juga: 7 Tren Teknologi Musuh Perbankan

Bahkan, layanan mereka biasanya tidak tersedia di lokasi dengan masyarakat berpenghasilan rendah. Nah, dengan DeFi, memungkinkan memangkas biaya-biaya secara signifikan dan orang berpenghasilan rendah sekalipun bisa merasakan manfaat dari layanan keuangan yang lebih luas.

 

Meminjam & Meminjamkan

Protokol pemberian pinjaman terbuka merupakan bagian dari ekosistem DeFi. Peminjaman dan pemberian pinjaman yang terbuka serta terdesentralisasi lebih bermanfaat, daripada sistem kredit konvensional. Berbagai manfaatnya yaitu penyelesaian transaksi secara instan, kemampuan menjamin aset digital, tidak ada pemeriksaan kredit, hingga potensi standarisasi di masa depan.

Yang terpenting, layanan pemberian pinjaman juga terekam dalam Blockchain publik sehingga terpercaya dan memiliki penjaminan melalui verifikasi kriptografi. Selain itu, pasar pemberian pinjaman Blockchain mengurangi resiko yang muncul dari pihak lain, sehingga menjadikan peminjaman dan pemberian pinjaman lebih cepat, murah, dan tersedia bagi banyak orang.

 

Layanan Moneter Perbankan

Sesuai namanya, aplikasi DeFi ini berbasis layanan moneter perbankan yang mencakup penerbitan stable coins, hipotek, dan asuransi.

mata uang kripto dan defiSimak juga: 10 Jenis Mata Uang Kripto Paling Populer Selain Bitcoin

Saat industri Blockchain semakin dewasa, ada kencederungan penerbitan stablecoins yang semakin meningkat. Stablecoins merupakan jenis aset kripto yang biasa terikat ke aset dunia nyata, tapi bisa ditransfer secara digital dengan cara yang relatif lebih mudah. Akan tetapi, karena harga mata uang kripto selalu bergejolak dengan sangat cepat, maka stablecoins terdesentralisasi sebagai mata uang digital yang tidak diterbitkan maupun dimonitor oleh otoritas terpusat.

Adanya smart contracts juga menjadikan biaya pencatatan dan biaya hukum bisa dikurangi secara signifikan untuk mendapatkan hipotek. Sementara itu, asuransi pada Blockchain memungkinkan pembagian risiko diantara banyak partisipan, sehingga premi lebih rendah dengan kualitas sama.

 

Pasar yang Terdesentralisasi

Pada dasarnya, DeFi masih memerlukan inovasi sehingga dapat sangat menantang untuk diakses. Platform ini memungkinkan pengguna untuk memperdagangkan aset tanpa pihak perantara. Selain itu, perdagangan dibuat langsung antara dompet pengguna dengan bantuan smart contracts. Sedikitnya pekerjaan pemeliharaan inilah yang membuat biaya perdagangan lebih rendah daripada pertukaran terdesentralisasi.

Menariknya lagi, teknologi Blockchain dapat menerbitkan kepemilikan instrumen keuangan konvensional secara luas. Aplikasi ini, nantinya akan bekerja tanpa peran perwalian dan single points of failure.

Sebagai contoh, platform penerbit token sekuritas dapat memberikan alat dan sumber daya kepada penerbit untuk meluncurkan sekuritas yang ditokenkan pada Blockchain dengan parameter tertentu. Tak menutup kemungkinan pula, akan ada proyek lain yang dapat membuat derivatif, aset sintetik, pasar prediksi terdesentralisasi, dan sebagainya.

 

Apa Peranan Smart Contracts dalam DeFi?

Perlu Anda ketahui, kebanyakan aplikasi keuangan terdesentralisasi saat ini maupun yang akan ada, melibatkan smart contracts. Jika kontrak biasa memerlukan istilah hukum untuk menentukan hubungan antara pihak-pihak yang berkaitan, maka smart contract hanya memerlukan kode komputer.

Baca juga: 4 Koin Kripto Ini Bisa Ditambang Dengan Komputer Biasa

Kode-kode persetujuan tersebut akan diintegrasikan oleh smart contracts melalui kode komputer. Hal ini akan membuat eksekusi dan otomatisasi dapat diandalkan dalam proses bisnis berjumlah besar yang memang masih memerlukan pengawasan manual.

Di satu sisi, penggunaan smart contracts memberikan kemudahan dan keefektifan kerja, serta mengurangi resiko antara kedua belah pihak. Namun, di sisi lain, teknologi smart contract menimbulkan resiko baru karena kode komputer yang cenderung memiliki bugs dan kerentanan. Terlebih lagi, nilai kerahasian informasi yang terkunci dalam smart contracts juga beresiko.

 

Apa Saja Tantangan yang Dihadapi DeFi?

DeFi menghadapi banyak tantangan di tengah kehadirannya sebagai teknologi keuangan di atas jaringan Blockchain. Berikut ini tantangan DeFi pada berbagai sektor.

 

Tampilan yang Kurang Menarik

Hadir dalam bentuk aplikasi, tentunya performa sangat penting untuk bisa diakses pada semua perangkat. Apalagi untuk kepentingan finance, jangan sampai menggunakan aplikasi yang lemot.

Baca juga: 7 Aplikasi Bitcoin Terbaik Di Android

Nah, salah satu tantangan DeFi yaitu pada sektor penampilannya yang buruk. Secara bawaan, Blockchain bekerja lebih lambat daripada aplikasi sejenis lainnya dengan sistem tersentralisasi. Untuk itu, developer aplikasi DeFi masih perlu memperhitungkan keterbatasan ini guna pengoptimalan produk mereka biar lebih baik.

aplikasi defi

 

Resiko Tinggi Terhadap Kesalahan Pengguna

Tantangan DeFi berikutnya yaitu resiko tinggi terhadap kesalahan pengguna. Seperti yang Anda ketahui, aplikasi-aplikasi DeFi mengalihkan tanggung jawab dari pihak perantara ke pengguna. Meski jauh lebih efisien, kenyataannya ini dapat menjadi aspek negatif bagi banyak orang.

Pasalnya, merancang produk yang meminimalisasi resiko kesalahan pengguna bukanlah hal yang mudah. Apalagi, produk yang telah terpasang di atas Blockchain tidak bisa diubah.

 

Pengalaman Buruk Pengguna

Selanjutnya, DeFi masih memberikan pengalaman buruk bagi pengguna. Untuk itu, aplikasi DeFi masih memerlukan usaha keras supaya menjadi elemen utama dalam sistem keuangan global. Nah, untuk mewujudkannya, pengguna harus memberikan manfaat yang nyata, supaya terdorong untuk beralih dari sistem konvensional ke sistem DeFi.

 

Ekosistem Yang Berantakan

Terakhir, tantangan DeFi adalah ekosistem yang berantakan. Tugas ini sangat menakutkan karena menemukan aplikasi yang paling cocok untuk penggunaannya sangat sulit. Pengguna pun harus memiliki kemampuan untuk menemukan pilihan terbaik. Tidak hanya sekedar membangun aplikasi, tapi juga memikirkan bagaimana cara aplikasi ini dikenal lebih luas di ekosistem DeFi.

 

Prospek DeFi Untuk Masa Depan

Prospek ke depan, bukan hal mustahil apabila seluruh aktivitas dan kepemilikan aset dapat dilakukan melalui protokol DeFi. Entah suatu terobosan yang baik atau justru semakin rapuh, dunia keuangan sudah secara nyata melangkah ke arah digital dengan otorisasi terdesentralisasi.

Apalagi pandemi COVID-19 seperti saat ini, mengubah banyak hal berupa pola hidup dan kebiasaan manusia. Pembatasan sosial di seluruh dunia, membuat manusia lebih banyak beraktivitas di dalam ranah dan menggunakan platform digital.

Kondisi ini sedikit membawa angin segar bagi komunitas DeFi, tidak hanya bagi aktivitas individu, melainkan perusahaan yang berupaya bertahan di tengah situasi pandemi.

Tidak menutup kemungkinan pula, DeFi dimasa depan akan terus berinovasi. Apalagi adanya layer-layer DeFi berperan penting untuk menopang sistem yang telah ada dan memberikan ruangan inovasi.

Meski demikian, prospek DeFi juga memiliki kelemahan karena koin-koin DeFi cukup bergantung pada suntikan likuiditas baru. Apabila kondisi pasar sedang mengalami tren bearish, maka DeFi dan seluruh ekosistem kripto akan terdesak, termasuk Bitcoin. Memang, ada investor yang akan menggunakan kesempatan ini untuk aksi beli, namun transaksi oleh spekulator yang minim tidak akan membantu banyak untuk menaikkan lagi harga koin DeFi.

Baca juga: Apakah Mining Bitcoin Masih Menguntungkan Di 2021?

Hanya saja, untuk sektor jangka panjang, banyak orang optimis koin-koin DeFi masih akan memiliki prospek yang menarik. Uniswap dan 1inch adalah contoh aset DeFi yang memiliki prospek menarik. Tingginya permintaan kedua koin tersebut, pengguna bisa mendapatkan bunga di DeFi yang tinggi.

 

Penutup

Keuangan terdesentralisasi berfokus pada pembangunan layanan keuangan yang terpisah dari sistem dan politik konvensional. Hal ini juga memungkinkan munculnya lebih banyak sistem keuangan dan diskriminasi di seluruh dunia. Walaupun idenya cukup bagus, tidak semua orang cocok dengan karakteristik Blockchain. Sangat penting menentukan penggunaan yang tepat, sehingga dapat tercipta pembangunan produk keuangan terbuka yang bermanfaat.

 

Jika progress ini berhasil, DeFi akan mampu mengambil alih kekuasaan dari organisasi-organisasi besar tersentralisasi dan menaruhnya di tangan orang-orang maupun komunitas open source. Jika demikian, apakah hal ini akan menciptakan sistem keuangan yang lebih efisien? Jawabannya akan ditentukan saat DeFi sudah siap untuk diadopsi masyarakat luas. 

BANKKPRRitel
Bank Amar Indonesia 13.00% 11.00%
Bank Artha Graha Internasional 10.90% 10.40%
Bank Artos Indonesia 30.23% 30.23%
Bank Bisnis Internasional 8.78% 12.35%
Bank Bukopin 9.31% 9.20%
Bank Bumi Arta 9.98% 10.55%
Bank Capital Indonesia 13.30% 13.30%
Bank China Construction Bank Indonesia 9.89% 9.89%
Bank Cimb Niaga 9.55% 10.10%
Bank Commonwealth 10.75% 10.75%

Ketika mendapat profit, kita jadi lebih berhati-hati. Sedangkan ketika mengalami kerugian, kita justru mulai mengambil risiko lebih banyak dan rugi lebih banyak lagi.... Jadi, trader perlu memutuskan apakah mereka bisa menanggung risiko dan apakah mereka bisa mengambil keputusan dengan cepat sebelum trading.

Paul Rotter

Tak ada satupun aturan trading yang bisa 100% profit sepanjang waktu.

Jesse Livermore

Memilih time frame rendah untuk kemudian mengolah cara trading jangka pendek bukanlah tindakan memalukan apalagi sebuah dosa.

Barbara Rockefeller

Yang penting bukan masalah benar atau salah, tapi seberapa besar profit Anda ketika benar, dan seberapa banyak loss Anda ketika salah.

George Soros

Saya akan selalu mengurangi posisi ketika loss. Dengan begitu, saya hanya akan memiliki posisi kecil saat trading berakhir buruk.

Paul Tudor Jones

Saat Anda mengalami kerugian beruntun, segala keraguan dan ketidakpastian akan menyeruak dan membuat Anda sangat ragu untuk menarik pelatuk (entry). Rasanya tak ada satupun yang berjalan dengan benar. Itu adalah sesuatu yang harus Anda kontrol.

Bill Lipschutz

Saya tak banyak melihat korelasi antara trading yang bagus dan kecerdasan. Beberapa trader terkemuka cukup cerdas, tetapi beberapa diantaranya tidak.

William Eckhardt

Untuk pemula disarankan lebih baik trading saham dahulu, kalau sudah profit konsisten baru mencoba forex, emas, atau lainnya. Kalau dari awal sudah nekat trading forex, emas, apalagi indeks tanpa bekal ilmu yang cukup, boleh jadi sebentar saja uangnya langsung amblas,

Desmond Wira

Masuklah pasar hanya saat pasar trending; jika bullish Anda harus buy, jika bearish masuk posisi sell. Cuma cara itu yang bisa menghasilkan keuntungan sebenarnya.

Jesse Livermore

Saya hanya kaya karena saya tahu kapan saya salah. Pada dasarnya saya bisa bertahan dengan mengakui kesalahan-kesalahan saya.

George Soros

Cara membangun return jangka panjang adalah dengan melindungi modal dan memaksimalkan profit.

Stanley Druckenmiller

Trading bukanlah hanya soal melindungi modal dari kerugian, melainkan juga melindungi diri dari diri sendiri.

Kim Krompass

Tekunilah proses dari setiap proses, kerjakan, rencanakan, investasikan waktu Anda dengan bijak, jadilah produktif, dan jangan buang-buang waktu.

Chris Lori

Trader cerdas akan selalu paham dan mengikuti latar fundamental dari instrumen tradingnya, namun untuk mengenali level entry dan exit, ia akan menggunakan analisa teknikal

Kathy Lien

Dalam berinvestasi Anda harus tahu betul apa-apa yang tidak Anda ketahui, dan berpeganglah hanya pada apa yang Anda ketahui.

Warren Buffett

Untuk menjadi sukses, trading-lah seperti Anda memulai usaha, jangan perlakukan trading sebagai hobi atau pekerjaan rutin. Kalau cuma hobi, tak ada komitmen belajar, dan akhirnya Anda cuma buang-buang uang. Sedangkan kalau diperlakukan sebagai pekerjaan, trading bisa membuat Anda frustasi karena di sini tidak ada gaji bulanan.

Jean Folger

Pada dasarnya, forex dan saham tidak jauh berbeda. Yang membedakan adalah risikonya.

Ellen May

Anda bisa memperkirakan apa yang terjadi. Tapi bila Anda tidak punya parameter trading, maka sebaiknya jangan masuk hanya karena peluangnya terlihat oke, atau karena seseorang mengatakannya.

Carolyn Boroden

Saya selalu percaya bahwa passion yang diikuti kerja keras dan doa akan membuahkan hasil yang baik di segala bidang, termasuk forex.

Buge Satrio

Ketika Anda benar-benar percaya bahwa trading hanyalah sebuah permainan probabilitas yang sederhana, konsep seperti benar dan salah atau menang dan kalah tidak lagi memiliki makna yang sama.

Michael Covel

Trader yang benar-benar (ingin) sukses haruslah berkomitmen untuk mendalami dunia trading, dan menganggap uang sebagai bonus sampingan.

Bill Lipschutz

Saya tahu kemana saya akan keluar bahkan sebelum saya masuk (pasar).

Bruce Kovner

Kehancuran emosional hampir sama buruknya dengan kehancuran finansial.

Kim Krompass

Orang yang tradingnya maksa seringkali berujung pada kegagalan. Disyukuri saja profit yang sudah didapat hari itu. Jangan kemaruk.

Desmond Wira

Charting itu agak mirip dengan berselancar. Anda tak perlu banyak tahu tentang fisik gelombang untuk menangkap sebuah ombak yang bagus. Anda hanya perlu mampu merasakannya ketika (ombak) itu terjadi dan memiliki keberanian untuk beraksi di saat yang tepat.

Ed Seykota
Kirim Komentar/Reply Baru
Bagaimana Cara Mengatasi Risiko Trading Kripto?
Bagaimana Cara Mengatasi Risiko Trading Kripto?
Linlindua   15 Sep 2021   6  
5 Negara Penambang Kripto Terbesar di Dunia
5 Negara Penambang Kripto Terbesar di Dunia
Cahyaning   14 Sep 2021   7  
Apa Itu Double Spending dalam Transaksi Kripto?
Apa Itu Double Spending dalam Transaksi Kripto?
Nandini   9 Sep 2021   13  
Awas, Ini 5 Cara Hacker Mencuri Uang Kripto
Awas, Ini 5 Cara Hacker Mencuri Uang Kripto
Linlindua   8 Sep 2021   22  
Trading Bitcoin Dengan EMA dalam 3 Langkah Singkat
Trading Bitcoin Dengan EMA dalam 3 Langkah Singkat
Cahyaning   5 Sep 2021   28  
5 Cara Mencegah Modus Pencurian Bitcoin
5 Cara Mencegah Modus Pencurian Bitcoin
Cahyaning   31 Aug 2021   12  
Panduan Airdrop Kripto Untuk Pemula
Panduan Airdrop Kripto Untuk Pemula
Nandini   29 Aug 2021   21  
Rahasia Trading Bitcoin dengan Pin Bar
Rahasia Trading Bitcoin dengan Pin Bar
Cahyaning   27 Aug 2021   50