Lakukan Inovasi Produk Unggulan, WSBP Berpeluang Rebound

Jujun Kurniawan 23 Oct 2019 256

Analisis Fundamental

Pada akhir tahun 2018, kontribusi proyek eksternal PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) mencapai 34 persen. Namun untuk akhir tahun 2019, WSBP menargetkan kontribusi proyek eksternal mencapai 50-60 persen. Dalam merealisasikan target tersebut, WSBP akan melakukan inovasi terhadap produk-produk unggulannya. WSBP berencana memasarkan produk unggulan baru seperti Spun Pile diameter 1,200 mm dengan panjang 50 meter yang baru saja diresmikan, Tiang Listrik Beton, RC Pipe diameter di atas 2 meter, Sistem Perkerasan Rigidpavement Waskita Precast atau biasa disebut SprigWP, serta Bantalan Jalan Rel Kereta tipe 1,067 dan 1,435.

Analisa Saham WSBP

Produk baru Spun Pile diameter 1,200 mm dan panjang 50 meter dapat mencakup pasar yang lebih luas baik, di dalam maupun di luar negeri. Selain itu, Spun Pile ini merupakan yang terpanjang dengan diameter terbesar di Asia Tenggara. Spun Pile yang diproduksi di Plant Bojonegoro tersebut akan disuplai untuk proyek-proyek kilang minyak lepas pantai dan pengaman pantai.

 

Analisis Teknikal

Pada grafik harga saham WSBP di bawah ini, harga terus bergerak melemah setelah sempat menyentuh level Resistance 2 di pertengahan tahun ini. Kemerosotan tersebut membawa harga turun hingga menyentuh level support terakhir (S2) di area 314. Apabila sinyal rebound yang saat ini mulai terlihat bisa berlanjut, maka harga saham WSBP berpeluang melanjutkan penguatan ke Support 1.

Action: Hold

WSBP

 

Selain analisis fundamental dan teknikal, ada lagi cara analisis saham yang penting diperhatikan. Apakah itu? Simak dalam ulasan 3 Cara Analisis Saham.

Kirim Komentar/Reply Baru
Apa penyebab kenaikan suku bunga?
1. Apakah faktor yang menyebabkan terjadinya kenaikan suku bunga? apakah karena mata uang tersebut membaik / karena mata uang tersebut memburuk ?
2. Apa yang terjadi terhadap USD sebelum dan sesudah kenaikan suku bunga?
thanks

Ricco 1 Jun 2017

Reply:

M Singgih (04 Jun 2017 18:29)

@ Ricco:

1. Faktor yang menyebabkan bank sentral menaikkan suku bunga adalah tingkat inflasi yang sudah melebihi target yang ditetapkan oleh bank sentral tersebut. Tidak ada hubungannya dengan penguatan atau pelemahan mata uang negara itu.

Tujuan bank sentral suatu negara mengatur suku bunga (menaikkan atau menurunkan) bukan untuk memperkuat atau memperlemah nilai tukar mata uangnya, tetapi untuk mengatur tingkat inflasi. Baca juga: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Suku Bunga Di AS.

2. Sebelum FOMC meeting (yang bisa menaikkan atau menurunkan suku bunga), maka pergerakan USD akan dipengaruhi oleh:
- Data fundamental ekonomi AS yang bisa menyebabkan kemungkinan suku bunga naik atau turun, yaitu data tenaga kerja, pengangguran dan inflasi.
- Pernyataan pejabat tinggi The Fed yang termasuk dalam anggota FOMC dimana ia mempunyai hak voting dalam menetapkan suku bunga.

Sesudah FOMC meeting, jika memang ada kenaikan suku bunga, maka kemungkinan USD bisa menguat, melemah atau tidak bereaksi:
- USD bisa menguat jika kenaikan suku bunga tidak diantisipasi sebelumnya, atau kemungkinannya dianggap kecil.
- USD tidak bereaksi jika kenaikan suku bunga tersebut sudah di-discount pasar (sudah diperkirakan sebelumnya).
- USD bisa melemah jika kenaikan suku bunga tersebut sudah di-discount pasar, dan statement FOMC dovish, atau ada isu lain yang menyebabkan ketidak-pastian seperti isu politik.

Ricco (06 Jun 2017 00:42)

melalui data perekonomian US bisa menentukan apakah terjadi kenaikan / penurunan suku bunga. Berarti jika data perekenomian US memburuk maka kemungkinan terjadi kenaikan suku bunga? thanks

M Singgih (07 Jun 2017 01:39)

@ Ricco:

- melalui data perekonomian US bisa menentukan apakah terjadi kenaikan / penurunan suku bunga…
Jawaban:
tidak semua data fundamental ekonomi. Yang paling diperhatikan The Fed adalah data tenaga kerja, inflasi dan pertumbuhan (GDP).

- Berarti jika data perekenomian US memburuk maka kemungkinan terjadi kenaikan suku bunga?
Jawaban:
kalau data fundamental ekonomi memburuk, misal pertumbuhan turun, tingkat pengangguran naik dan inflasi turun, maka bank sentral (dalam hal ini The Fed) akan mempertimbangkan untuk menurunkan suku bunga, untuk memacu investasi agar roda perekonomian bisa kembali berjalan.

Baca juga:
- Memahami Kebijakan Bank Sentral: Suku Bunga, Stimulus, Dan Intervensi
- Yang Menarik Dari Suku Bunga

Fauzi (26 Oct 2018 07:15)

Bagaimana dengan negara maju yang tingkat suku bunganya rendah?

Jujun Kurniawan 30
Sistem 81
Sistem 13
Rupiah  
Sistem 20
Emas  
Sistem 21
Rupiah  
Sistem 52
Tools  
Sistem 18
Data  
Sistem 14
Kredit