Lima Strategi Mengatasi Ancaman Kredit Bermasalah

Anna 8 Oct 2014 Dibaca Normal 5 Menit
bisnis > kredit >   #kredit-bermasalah   #kredit
Salah satu cara agar riwayat kredit tetap baik adalah dengan melakukan pembayaran tepat waktu. Masalahnya, apa yang bisa dilakukan kalau kesulitan membayar cicilan kredit?

Di akhir artikel mengenai blacklist bank yang lalu kami telah menyampaikan bahwa cara untuk menjaga agar riwayat kredit kita tetap baik adalah dengan membayar cicilan kredit tepat waktu. Tetapi, bagaimana jika kita kesulitan menyelesaikan cicilan-cicilan kredit karena tagihan menumpuk? Atau mungkin Anda baru saja mengalami musibah yang mengakibatkan besar hutang Anda tiba-tiba membengkak?

Ketika pendapatan Anda hanya pas-pas-an dalam memenuhi kebutuhan + cicilan kredit, maka posisi keuangan Anda akan langsung kritis saat muncul masalah tak terduga. Akibatnya, Anda terancam oleh kredit bermasalah. Padahal saat krisis terjadi, Anda mungkin kebingungan mencari jalan keluar. Beberapa orang yang pernah mengalami hal ini, gagal mengatasi masalah dan malah terjerumus dalam siklus "Gali lubang, tutup lubang" atau malah mengalami gagal bayar dan agunan disita oleh bank.

Kredit Bermasalah - ilustrasi

Lalu, apa yang bisa dilakukan ketika kredit bermasalah mengancam? Jangan menunggu hingga gagal membayar cicilan. Beberapa orang menunda-nunda dengan harapan akan ada rejeki nomplok, hingga akhirnya gagal bayar beberapa bulan dan menjadi kredit bermasalah, baru bingung. Itu terlambat. Selayaknya, begitu Anda mengetahui bahwa kondisi keuangan Anda memburuk, segera lakukan kelima strategi ini:

 

1. Amankan Rumah Anda

Di saat kritis, sebisa mungkin mintalah penangguhan untuk pembayaran tagihan-tagihan berjumlah besar yang harus Anda penuhi dalam waktu dekat, khususnya bila itu berkaitan dengan tempat tinggal Anda. Ini penting karena yang nomor satu adalah mencegah agar jangan sampai ketika bangkrut lalu harus tinggal di jalanan bersama keluarga. Selain itu, selama Anda masih memiliki rumah tempat berlindung, maka Anda bisa memanfaatkannya sebagai lokasi untuk melakukan bisnis sampingan.

Tidak perlu malu melakukan negosiasi meminta perpanjangan waktu. Jika tagihan itu adalah tagihan sewa rumah, berbicaralah baik-baik dengan pemilik rumah. Demikian pula jika itu adalah tagihan cicilan kredit rumah, berbicaralah dengan account officer Anda. Untuk melakukan negosiasi penangguhan ini, ada baiknya Anda melakukannya sebelum hari H deadline pembayaran tagihan. Gunakan bahasa persuasif yang sopan. Tanpa mengemis belas kasihan, jelaskan kesulitan yang sedang Anda alami, dan tanyakan alternatif apa yang tersedia bagi Anda.

 

2. Susun Prioritas Pengeluaran

Catat semua tagihan yang harus Anda bayar, mulai dari tagihan listrik, biaya sekolah anak, sampai cicilan mobil atau rumah. Dari situ, pilah mana yang bisa dinegosiasi untuk ditangguhkan, dan mana yang tidak bisa ditunda sama sekali. Selesaikan setiap tagihan secara bertahap, dan jangan tergoda untuk berusaha membayar semuanya dengan satu kali gaji.

Umpama Anda bergaji 4 juta Rupiah sebulan, lalu total seluruh tagihan yang harus Anda bayar adalah 3,5 juta, jangan alokasikan seluruhnya untuk membayar tagihan begitu saja. Utang selesai memang menyenangkan, tetapi pikirkan juga pengeluaran harian Anda. Jangan sampai terjebak dalam praktek "gali lubang, tutup lubang". 

 

3. Alihkan Pengeluaran Tidak Penting

Dalam kondisi "kantong kering", satu hal yang perlu diingat adalah: jangan manja. Berhentilah membeli barang-barang konsumtif yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Jika perlu hiburan, maka carilah hiburan murah-meriah yang tidak membutuhkan biaya tinggi. Jika Anda biasanya makan di warung setiap hari, pagi, siang, malam, maka cobalah membeli bahan-bahan untuk sesekali memasak sendiri. Biaya makan dengan memasak sendiri bisa cuma seperempat dari makan diluar, dan ini bisa sangat mendukung kondisi keuangan Anda.

Upaya menyisihkan pengeluaran yang tidak penting juga bisa membantu Anda membiasakan hidup hemat, yang mana jika terus berlanjut maka bisa membuat Anda menggunakan uang lebih banyak bagi tabungan dan investasi daripada kesenangan konsumtif yang hanya sesaat.

 

4. Singkirkan Kartu Kredit Tak Berguna

Sebenarnya, apa sih gunanya memiliki setengah lusin Kartu Kredit? Memiliki satu atau dua Kartu Kredit masih bisa dipahami karena bisa jadi memang diperlukan untuk mengakomodasi kebutuhan pribadi dan bisnis, tetapi memiliki lebih dari tiga Kartu Kredit itu sudah berlebihan. Ketika memiliki terlalu banyak Kartu Kredit, maka selain Anda akan kesulitan dalam mengkalkulasikan pembayaran dan bunganya, total beban iuran tahunan juga menjadi tidak proporsional dengan kenyamanan yang ditawarkan Kartu Kredit.

Kredit Bermasalah - ilustrasi

5. Buat Anggaran dan Pembukuan

Salahsatu alasan kenapa pemasukan kita bisa habis dengan cepat, tidak bisa menabung, dan akhirnya malah berhutang kemana-mana adalah karena kita seringkali tidak memiliki prioritas pengeluaran, menuruti keinginan saja, dan tidak disiplin dalam menata keuangan sendiri. Oleh karena itu, penting untuk menyusun anggaran dan mencatat pengeluaran dengan baik. Menyusun anggaran dan pembukuan akan membantu Anda dalam menyelesaikan utang-utang saat ini, sekaligus menata keuangan Anda agar krisis serupa tidak terulang kembali di masa depan.

Penyusunan anggaran dan pembukuan seperti ini bisa dilakukan secara tradisional di buku biasa, tetapi sekarang sudah banyak aplikasi pencatat keuangan yang bisa diunduh secara gratis dan di-install di komputer, laptop, tablet, maupun Android.

Aplikasi-aplikasi tersebut tersedia beragam, mulai dari yang sederhana hanya mencatat pendapatan dan pengeluaran harian, hingga yang canggih dan bisa menyusun laporan keuangan di akhir periode. Tetapi yang terpenting adalah, aplikasi semacam ini bisa membantu Anda melacak penggunaan uang Anda dengan mudah dan cepat.

 

Tidak sulit dilakukan, bukan!? Jika besar tanggungan kredit yang mengancam Anda tidak terlalu besar, maka menjalankan kelima siasat itu dengan disiplin saja bisa mencegah kredit bermasalah.

Namun bila kelima-nya masih belum bisa menyelesaikan masalah dan krisis keuangan Anda terus berlarut-larut hingga mengalami kredit macet, maka bisa jadi itu saatnya untuk menjual aset berharga yang Anda miliki, mengambil pekerjaan kedua, dan menegosiasikan penjadwalan ulang pembayaran kredit Anda.

Penjadwalan ulang (rescheduling) merupakan langkah awal dalam penyelesaian kredit macet yang mencakup perubahan persyaratan-persyaratan kredit; bisa terkait dengan lama masa tenggang, jangka waktu kredit, atau besar cicilan kredit. 

Terkait Lainnya
 

Komentar @inbizia

@nanda:
Keterlambatan yang hanya sekali itu bisa jadi tercatat, tetapi penilaian buruk biasanya disebabkan karena keterlambatan yang terus menerus hingga terjadi kredit bermasalah atau malah kredit macet. Selama kredit Anda masih dikategorikan lancar, atau sekedar hanya dalam perhatian khusus, maka menurut kami Anda tidak perlu khawatir, apalagi Anda sudah berkomunikasi dengan pihak bank :)
 Anna |  4 Mar 2015
Halaman: Kupas Tuntas Blacklist Bank Di Indonesia
@m.yasik bambang:
Bapak, blacklist BI itu hanya untuk individual yang melanggar peraturan dengan terlibat kasus seperti cek kosong. Kalau kaitannya dengan pinjaman, namanya BUKAN blacklist BI.

Penjelasan yang benar begini:
Dalam kaitannya dengan pinjaman/kredit, bank melaporkan semua kredit/pinjaman yang disalurkannya ke Sistem Informasi Debitur (SID) Bank Indonesia. Data ini meliputi nama dan identitas nasabah. Dengan demikian, SID menyimpan data riwayat kredit individual hampir semua orang di Indonesia yang pernah menerima kredit/pinjaman

 Ketika nasabah mengalami kredit bermasalah atau macet, maka riwayat kreditnya di SID akan buruk. Sebelum memberikan pinjaman, bank selalu melakukan BI checking terlebih dahulu untuk mengetahui riwayat kredit nasabah, dan jika riwayat kreditnya buruk maka kemungkinannya akan ditolak.

Apalagi jika seorang nasabah masih memiliki tanggungan kredit bermasalah yang belum diselesaikan di tempat lain, maka tentu saja bank akan enggan memberikan pinjaman, meskipun yang meminta itu adalah seorang PNS.

Saran kami:
1. Periksa riwayat kredit Anda di BI. Caranya bisa dengan datang ke kantor BI terdekat untuk meminta IDI historis Anda, atau dengan mengisi formulir yang ada di situs BI dan mengikuti prosedur yang diminta.

2. Jika di IDI Historis Anda ada catatan tunggakan pinjaman yang belum selesai, hubungi bank terkait untuk menyelesaikan. 3. Jika Anda tidak memiliki kemampuan untuk menyelesaikan beban tunggakan lama itu, maka IDI Historis Anda akan selamanya buruk dan Anda akan kesulitan mendapatkan pinjaman dari bank manapun. Saran kami, sebaiknya Anda jangan meminta pinjaman bank jika Anda tidak tahu akan bisa mengembalikan atau tidak. Setiap pinjaman adalah kewajiban, yang bila tidak dipenuhi maka cepat atau lambat akan ada konsekuensinya kelak.
 Anna |  13 Mar 2015
Halaman: Kupas Tuntas Blacklist Bank Di Indonesia
@Adhi Purnomo:
Apa yang Agan maksud dengan DHI? Apakah Daftar Hitam? Sebagaimana telah berulangkali kami tegaskan disini: seseorang tidak akan masuk Daftar Hitam hanya karena kredit bermasalah. Yang masuk daftar hitam adalah mereka yang melakukan tindak melanggar hukum terkait perbankan seperti terlibat kasus cek kosong. Apabila Anda tidak pernah terlibat kasus semacam itu, maka jelas Anda tidak masuk daftar hitam.

Penjelasan yang benar begini:
Dalam kaitannya dengan pinjaman/kredit, bank/lembaga keuangan melaporkan semua kredit/pinjaman yang disalurkannya ke Sistem Informasi Debitur (SID) Bank Indonesia. Data ini meliputi nama dan identitas nasabah. Dengan demikian, SID menyimpan data riwayat kredit individual hampir semua orang di Indonesia yang pernah menerima kredit/pinjaman.

Ketika nasabah mengalami kredit bermasalah atau macet, maka riwayat kreditnya di SID akan buruk. Sebelum memberikan pinjaman, bank selalu melakukan BI checking terlebih dahulu untuk mengetahui riwayat kredit nasabah, dan jika riwayat kreditnya buruk maka kemungkinan akan kesulitan mendapatkan pinjaman. Riwayat kredit individual ini disebut juga IDI Historis, dan ini tidak pernah dihapus.

Anda bisa mengecek sendiri IDI Historis Anda di BI. Caranya bisa dengan datang ke kantor BI terdekat untuk meminta IDI historis Anda, atau dengan mengisi formulir yang ada di situs BI dan mengikuti prosedur yang diminta.
 Anna |  17 Mar 2015
Halaman: Kupas Tuntas Blacklist Bank Di Indonesia
@ariz: Sebagaimana telah kami paparkan di dalam artikel, blacklist BI itu hanya untuk mereka yang pernah melakukan pelanggaran serius seperti cek kosong, bukan untuk mereka yang mengalami kredit bermasalah. Perlu Anda ketahui disini, kriteria kelayakan yang diterapkan oleh bank saat mengevaluasi aplikasi kredit itu ada lima: Character (Karakter calon nasabah), Capacity (Kemampuan calon nasabah untuk mengembalikan), Capital (Kondisi finansial calon nasabah), Condition (Kondisi ekonomi), dan Collateral (jaminan). Jika setelah di-survei ternyata Anda tidak memenuhi kelima syarat tersebut, maka kemungkinan memang Anda akan gagal mendapatkan kredit yang diinginkan. Agar aplikasi kredit Anda diterima, maka sebaiknya Anda upayakan untuk memenuhi kelima syarat tersebut sebaik-baiknya. Alternatifnya, coba ajukan aplikasi ke bank atau leasing lain, karena meski Anda tetap harus memenuhi kelima syarat tadi, tetapi setiap bank/leasing bisa punya kebijakan berbeda tentang pelaksanaannya.
 Anna |  21 Apr 2015
Halaman: Kupas Tuntas Blacklist Bank Di Indonesia
Jika Anda telah menyimak artikel ini baik-baik, maka Anda akan mendapati bahwa  BLACKLIST TERKAIT KREDIT ITU TIDAK ADA. Blacklist yang sesungguhnya terjadi karena tindak kriminal semacam cek kosong, bukan karena kredit bermasalah. Nah, apakah Anda pernah melakukan tindak kriminal seperti itu? kalau tidak, berarti Anda tidak masuk blacklist apapun. Mengenai kredit, yang ada hanyalah: BI menghimpun catatan pengambil kredit se-Indonesia dalam sistem SID, sehingga bank/lembaga keuangan yang ada dalam SID itu bisa melakukan checking akan kelancaran kredit individual tertentu meskipun mereka punya kredit di bank berbeda. Silahkan Anda simak kembali artikel diatas untuk mengetahui lebih jelas.
 Anna |  12 Nov 2015
Halaman: Kupas Tuntas Blacklist Bank Di Indonesia
Belum banyak sih, tapi denger denger udah ada broker yang melayani deposit kripto. Sekarang ini setahuku selain kartu kredit, debit, transfer bank, e-wallet, paysafecard, check, pake bitcoin juga bisa.
 Aldhee |  17 Feb 2021
Halaman: Memilih Broker Forex Terbaik Dari Kemudahan Cara Deposit
Suku Bunga Kredit
BANK Korporasi Ritel KPR
BRI 9.95% 9.90% 9.90%
BNI 9.95% 9.95% -
BCA 9.75% 9.90% -
Mandiri 9.95% 9.90% 10.20%
BTN 11.00% 11.25% 10.75%
OCBC NISP 10.50% 11.50% 10.20%
BTPN 7.31% 10.56% -
Danamon 10.00% 10.50% 17.00%
CIMB Niaga 9.40% 10.10% 9.55%
HSBC Indonesia 9.50% 10.25% 10.75%
Lihat Bank Lain
Komentar[3]    
  Wanti   |   4 Jan 2022

ketika pengeluaran lebih besar dari pemasukan???

  Indah   |   4 Jan 2022

bisa berhemat dari segi makan, misalnya dengan memasak sendiri.
mengurangi pembelian konsumtif yang berlebihan, beli seperlunya, tidak perlu gengsi.

  Abdul   |   2 Jun 2022

Alhamdullilah, semoga artikel ini amanah

Info Karir
Kontak Kami
Tentang Kami
Peraturan
Terms Of Use
Privacy Policy
Arsip