Lupakan Analisis Teknikal Dan Fundamental, Pemilik Uanglah Yang Menguasai Market

SAM 1 Aug 2011
Dibaca Normal 8 Menit
forex > strategi >   #analisa-teknikal   #analisa-fundamental
Jangan pernah berasumsi bahwa analisis yang Anda lakukan sudah sempurna, karena yang menguasai market bukan Anda, melainkan pemilik uang.

Analisa fundamental dan analisa teknikal merupakan instrumen penting yang digunakan oleh trader guna mengidentifikasi pergerakan harga. Pada akhirnya hasil dari analisa tersebut akan digunakan untuk menentukan titik entry yang tepat. Namun, seberapa kuat hasil analisa fundamental dan teknikal itu mengalahkan pemilik uang dalam forex?

Mari membahas secara garis besar terlebih dahulu. Para teknikalis umumnya menggunakan berbagai indikator, contohnya Moving Average untuk menentukan trend, Oscilator untuk mengidentifikasi overbought dan oversold, dan Bollinger Bands untuk menentukan Level Exit atau Profit Taking.  Sementara para Fundamentalis menggunakan data indikator ekonomi dan indeks survey yang dirilis di berbagai situs setiap minggunya. Beberapa data fundamental yang bisa menggerakkan harga di pasar forex yakni data tenaga kerja, inflasi, aktivitas konsumen dan aktivitas investor.

Pertanyaanya, apakah analisa yang Anda terapkan tersebut selalu akurat?

Bagi trader yang sudah mengenyam pahit manis dunia trading, tentu saja akan menjawab tidak. Yang namanya analisa tidak mungkin akurat 100 persen. Misalnya Anda menggunakan analisa teknikal. Harga sudah menunjukan overbought di indikator Oscilator. Anda kemudian memasang entry Sell dengan harapan harga akan terjun ke bawah. Sayangnya, prediksi tersebut meleset. Harga malah terus melanjutkan trend ke atas dan membuat Anda mengalami floating loss.

Bagaimana dengan pengguna analisa fundamental? Misalnya data Non-Farm Employment Change menunjukan lebih besar dari ekspektasi. Kemudian, Anda berasumsi bahwa data yang lebih besar dari ekspektasi mencerminkan USD akan naik. Anda lalu memasang entry Buy saat rilis berita. Tapi pada kenyataanya, USD malah anjlok dan Stop Loss Anda tersentuh. Setelah diteliti, ternyata ada faktor lain yang menyebabkan hal ini terjadi, yakni aksi Profit Taking.

Lupakan Analisis Teknikal Dan Fundamental, Pemilik Uanglah Yang Menguasai Market

Dari sini bisa dilihat apapun analisanya, semua itu tidak akan berdaya menghadapi kekuatan sebenarnya yang menggerakan market, yaitu pemilik uang dalam Forex! Secanggih apapun indikator teknikal yang digunakan, ataupun riset mendalam terhadap news, semua tidak akan berdaya menghadapi kekuatan nyata tersebut.

 

Bagaimana Pemilik Uang Menggerakan Market?

Menurut teori dasar ekonomi mikro, untuk menentukan harga sebuah produk di market, semua itu tergantung pada jenis marketnya. Apabila jenis marketnya adalah monopoli, maka harga akan ditetapkan oleh penjual. Apabila jenis marketnya adalah monopsoni, maka harga akan ditetapkan oleh pembeli. Sedangkan, jika marketnya adalah persaingan sempurna, maka harga akan ditetapkan melalui mekanisme pasar, yakni tarik menarik atau bargaining power antara penjual dan pembeli. Teori dasar inilah yang juga berlaku di pasar forex.

Dalam trading forex berlaku hukum kekuatan Buyer dan Seller. Apabila Buyer selaku pemilik uang dalam forex lebih kuat, maka harga akan bergerak naik. Sebaliknya, jika Seller sebagai pemilik uang dalam forex lebih kuat, maka harga akan bergerak turun. Ukuran kekuatan Buyer dan Seller tidak ditentukan melalui jumlah trader melakukan entry Buy atau Sell, melainkan dari jumlah modal atau uang yang ditransaksikan.

Contohnya, jika ada seribu trader membuka posisi Sell GBP/USD dengan transaksi sebesar masing-masing 1 lot, mereka tetap tidak akan bisa menurunkan harga di pair tersebut apabila di lain pihak terdapat 10 trader yang melakukan aksi Buy dengan kekuatan transaksi sebesar 1,000 lot. Perhitungannya adalah sebagai berikut:

1,000 trader x 1 Lot = 1,000 Lot

10 trader x 1,000 Lot = 10,000 Lot

Dari perhitungan di atas, jelas terlihat bahwa market akan lebih memilih bergerak di posisi 10 trader dengan total transaksi 10,000 Lot daripada 1,000 trader dengan total 1,000 Lot saja. Pemilik uang dalam forex yang lebih banyak akan diutamakan.

Bayangkan apabila Anda adalah seorang teknikalis yang bergantung pada hasil olahan data di masa lalu. Setelah melakukan riset dengan berbagai indikator dan tools, Anda memprediksi bahwa pair GBP/USD seharusnya turun. Tetapi, karena kekuatan buyer terlalu besar, sehebat apapun analisanya, harga tetap akan bergerak naik. Jadi semua kembali ke pola semula, yakni pemilik uang dalam forex yang menentukan arah market.

Hal serupa juga bisa terjadi pada seorang fundamentalis. Anda awalnya sudah susah payah melakukan riset terhadap berita, tapi pada akhirnya akan kalah juga dengan kekuatan pemilik uang yang masuk market pada saat itu. Meskipun menurut analisa, pair GBP/USD seharusnya akan turun karena dampak dari suatu news, harga tetap akan terdorong naik apabila ternyata lebih kuat pelaku Buy yang ada di pair tersebut.

 

Black Wednesday: Bukti Nyata Kekuatan Pelaku Pasar

Sejarah sendiri telah membuktikan bahwa kekuatan pemilik uang dalam forex bisa menggerakan market secara dratis. Pelakunya siapa lagi kalau bukan George Soros dan kawan-kawannya. Orang terkaya di dunia ini berhasil mengguncang perekonomian Inggris dengan melakukan aksi jual poundsterling besar-besaran pada bulan September 1992. 

Aksi ini sekaligus menjadi tragedi bagi Bank of England yang kemudian dikenal sebagai peristiwa Black Wednesday. Kala itu, Soros dan kawan-kawannya mengetahui bahwa Inggris sedang dilanda inflasi yang tinggi, serta sektor properti mengalami penurunan secara signifikan. Soros, Goldman Sachs dan kawan-kawannya kemudian melakukan aksi short atau menjual Pounds secara besar-besaran.

Lupakan Analisis Teknikal Dan Fundamental, Pemilik Uanglah Yang Menguasai Market

Bank of England berupaya meredam serangan ini dengan berbagai cara, namun gagal. Akhirnya pounds bertekuk lutut dan jatuh hingga kisaran 2.20 DM. Peristiwa ini membuat Soros berhasil mengumpulkan keuntungan kurang lebih 1 Miliar Dolar. Sementara Pemerintah Inggris diberitakan mengalami kerugian hingga 3 Miliar Poundsterling. 

Dari kisah nyata tersebut, bisa disimpulkan bahwa hanya pemilik uang dalam forex yang bisa menggerakan pasar. Bukan analisa fundamental atau teknikal. Apakah peristiwa semacam Black Wednesday bisa terjadi lagi di masa mendatang? Bisa, tapi kemungkinan akan sulit melakukannya, karena di era modern ini pemilik uang dalam forex yang menjadi Big Boss tidak hanya dipegang oleh satu pihak saja.

 

Bagaimana Cara Mengantisipasi Hal Ini?

Setelah membaca penjelasan di atas, Anda bisa melihat bahwa pergerakan harga di pasar forex tak bisa diprediksi semudah itu. Bahkan meski sudah menggunakan alat teknikal dan fundamental yang canggih sekalipun, tetap tidak akan mempan menghadapi pemilik uang dalam forex dengan dana terbanyak. Lalu apa yang harus dilakukan trader dengan modal serendah puluhan Dollar hingga ratusan Dollar saja, dalam menyikapi hal ini? Berikut adalah langkah-langkahnya:

 

1. Trading Dengan Mengikuti Trend

Trader dengan modal pas-pasan tentu tidak akan mampu menggerakan market secara signifikan. Karena itu, mau tidak mau, Anda harus trading dengan mengikuti trend (trend following). Untuk mengetahui trend yang sedang berlangsung di pasar saat ini, silahkan menggambar trendline, maupun channel. Dari sini, Anda akan bisa menemukan apakah pasar sedang dalam kondisi uptrend, downtrend, atau sideways. Di bawah ini adalah contoh penggunaan trendline untuk pair EUR/USD pada Time Frame Daily:

trendline

 

2. Melihat Pola Candlestick

Cara lainnya adalah dengan melihat pola-pola pada candlestick. Jangan bosan menyimak bentuk-bentuk candlestick, karena candlestick merupakan cerminan kekuatan Buyer dan Seller yang menggerakkan market. Pola candlestick itu sendiri ada banyak, mulai dari pola satu batang, dua batang, tiga batang, dan seterusnya. Contoh pola candlestick yang populer antara lain Pin Bar, Inside Bar, Evening Star, Morning Star, dan lain sebagainya. 

Dalam penerapannya, misal Anda melihat ada candlestick yang membentuk pola Inside Bar. Pola ini muncul saat ada dua batang candlestick, yang mana salah satu batang berukuran lebih kecil dan berada di antara range batang induknya (Mother Bar). Bentuk pola Candlestick inside bar adalah sebagai berikut:

inside bar

Untuk melakukan Entry berdasarkan candlestick Inside Bar, beberapa persyaratan harus terpenuhi, salah satunya adalah pola Inside Bar ini biasanya sering ditemukan pada akhir sebuah tren. Kemudian, candlestick pertama sebaiknya terbentuk pada saat terjadi pergerakan harga kencang ke salah satu arah. Sedangkan candle kedua tercetak dengan pergerakan sebatas range High dan Low candle sebelumnya. Apabila pola ini terbentuk, maka kemungkinan ini bisa menjadi sinyal reversal atau pembalikan arah

 

3. Lakukan Cut Loss Dengan Bijak

Tidak ada satupun yang tahu apakah harga akan naik atau turun. Anda mungkin sudah mengantisipasinya dengan memakai sejumlah indikator, namun hasilnya tetap saja salah. Harga ternyata tetap bergerak melawan prediksi. Bahkan terlihat semakin jauh. Jika ini terjadi, maka berbesar hatilah untuk melakukan Cut Loss. Anggap saja uang yang hilang itu sebagai biaya operasional trading Anda. 

Tetapi, jangan pernah melakukan Cut Loss ketika panik. Kroscek lagi sinyal yang ditunjukan oleh pola candlestick maupun indikator. Dengan kata lain, lakukanlah Cut Loss dengan pertimbangan yang benar-benar matang. Jangan karena panik melihat floating minus yang terlampau besar, Anda melakukan exit secara membabi buta. Siapa tahu floating minus itu hanya terjadi sementara, sebelum pada akhirnya harga akan bergerak sesuai dengan prediksi.

 

Penutup

Dari sini, dapat dipahami bahwa analisa yang selama ini Anda tekuni sebenarnya hanya berdasarkan pada data masa lalu. Saat memakainya untuk mengidentifikasi harga di masa mendatang, belum tentu hasilnya bisa sama persis. Bahkan bisa jauh di luar perkiraan ketika para pemilik uang ternyata banyak yang membuka posisi berlawanan dengan arah Anda. Sebagus apapun analisanya, para pemilik uang dalam forex terbesar itulah yang akan berkuasa. Jadi, jangan terlalu bergantung 100% pada hasil yang ditunjukan oleh indikator teknikal maupun fundamental. Gunakan indikator sebagai sarana identifikasi semata. Sisanya, ikutilah trend dan baca pergerakan harga melalui pola candlestick. Serta, jangan lupa melakukan Cut Loss secara bijaksana.

Terkait Lainnya
 

Forum Terkait

 Okky |  10 Apr 2012

malam master .. saya ingin menanyakan tentang analisa tehnikal by barchart ...apakah yang dimaksudkan short mid long average terimakasih

Lihat Reply [7]

hal itu adalah sentimen / teknikal  atau survei yang dilakukan oleh barchart

short  artinya jangka pendek kurang lebih-2 hari perdagangan
midel  jangka menengah kurang lebih selama sepekan
long  adalah jangka panjang, kurang lebih selama satu bulan
average artinya rata rata.

thanks

Basir   10 Apr 2012

Untuk Okky,

Short, Mid, Long tersebut merepresentasikan sentimen dalam jangka waktu tertentu. Short adalah sentimen untuk jangka waktu yang pendek (biasanya berlaku untuk timeframe H4 kebawah). Mid adalah sentimen dalam jangka waktu menengah (berlaku untuk timeframe H4 hingga Weekly) dan Long adalah sentimen untuk jangka panjang (timeframe Weekly hingga Monthly).

Semoga bisa membantu.

Argo Gold Spotter   11 Jul 2019

walau tidak 100% anda bisa melihat hasil dari persentase analisa tersebut. dan tetap gunakan analisa anda juga.

Thanks

Basir   9 May 2012

Untuk Adi Ms,

Keakuratan analisa dimana saja tentu sangat relatif. Dalam hal ini, Anda wajib menyelaraskannya dengan strategi trading Anda sendiri. Gunakanlah analisa dan rekomendasi yang tersaji sebagai bahan acuan dan bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan trading.

Semoga bisa membantu.

Argo Gold Spotter   27 Aug 2019

Klo blh tau master, analisa teknikal yg di terbitkan barchart.com tiap harinya, tingkat akurasinya berapa persen ya? trims

Adi Ms   9 May 2012

Ada 3 jenis chart forex yang dikenali, namun yang sering digunakan yaitu jenis candlestick dan line chart. Kenpa bar chart jarang dipakai oleh trader, padahal daripada line chart, bar chart memuat lebih banyak informasi?

Karen   15 Jul 2022

@Karen: Kenpa bar chart jarang dipakai oleh trader, padahal daripada line chart, bar chart memuat lebih banyak informasi?

Ada 2 alasan, pertama adalah kenyamanan dan kebiasaan.

Secara tampilan, grafik candlestick lebih jelas dengan visualiasi bearish (merah) dan bullish (hijau). Selain itu, jenis grafik candlestick menjadi jenis grafik default di banyak platform charting dan trading seperti metatrader dan tradingview.

Bar chart adalah grafik paling populer di Amerika Serikat (AS) namun tidak populer di Eropa dan Asia. Bar chart lebih unggul dari segi informasi dibandingkan line chart yang hanya memuat harga penutupan atau harga pembukaan.

Adapun line chart tidak populer digunakan pada grafik harga melainkan pada data ekonomi seperti data inflasi, NFP, GDP, suku bunga, dst.

Kiki R   16 Jul 2022
 Budi Aswoko |  13 Jun 2012

kalo sy lihat di analisa teknikal Selasa tgl 12 JUni 2012 di web ini signal itu SELL tapi knpa kok satu hari itu justru trendnya BUY,..mgkin sy gak tau cara membaca analisa itu ataou salah membacanya...mohon pencerahannya....

Lihat Reply [14]

Analisa tersebut menggunakan D1 dan perlu diwaspadai bahwa posisi candle masih menunjukan  Bearish. Candle D1 digunakan untuk long term.

Thanks

Basir   13 Jun 2012

@Budi Aswoko: Trend naik/buy artinya kecenderungan harga sedang naik dan posisi ideal adalah buy. Namun harga yang naik bukanlah linier, melainkan membentuk gelombang sehingga terdapat impulse (pergerakan harga yang searah trend) dan koreksi (pergerakan harga yang berlawanan trend). Inilai alasan kenapa dalam trend buy tapi bisa memberikan signal sell. Hal ini berarti harga sedang koreksi sehingga bisa dilakukan sell terlebih dahulu sebelum nanti di-buy.

Terima Kasih.

Kiki R   26 Sep 2019

Hal yang perlu diperhatikan :
1. Adakah berita Yang akan dirilis ?
2. Dipasar Eropa, Mata uang bergerak Ekstrim. Dan dipasar Amerika, biasanya akan terus berlanjut. Misal EUR/USD di pasar Eropa Turun 50-60 Pips, dan biasanya di pasar amerika akan terus berlanjut. Sekalipun tidak selalu, maka perhatikan data EUR di sesi Eropa dan dan USD di Amerika.
3. Pergantian dari pasar Asia ke Eropa, Eropa ke Amerika sering terjadi pergerakan mata uang antara 20 - 30 pips.

Thanks

Basir   20 Aug 2013

@badai: Analisa teknikal yang digunakan mengikuti aturan TLS (trend, level, signal):

1. Membaca trend. Perhatikan trend yang sedang terjadi apakah sedang trend turun, trend naik atau sedang sideways.

2. Level (Zona support dan resisten atau zona supply and demand). Perhatikan area SnR dan SnD yang sedang diuji. Pengambilan entry dilakukan di dalam area ini menunggu signal valid.

3. Signal entry. Gunakan candlestick sebagai sinyal yang valid, khususnya candlestick H4.

Terima Kasih

Kiki R   7 Nov 2019

Dalam hal ini, ada baiknya memahami karakter, kelebihan dan kekurangan diri.

Dari gambaran ini anda bisa mengukur dimana posisi anda.

Jika posisi anda ada di Day trader, maka anda perlu memahami cara trading sistem/ analisa Day trader.

Contohnya: Day Trader.

Jadi langkah pertama anda menentukan tipe atau karakter anda.

Thanks.

Basir   15 May 2015

@Amidah:

Analisa teknikal bisa dilakukan dengan 2 cara, yaitu:
1. Dengan membuat acuan-acuan yang bersifat leading seperti menarik garis support dan resistance atau menentukannya dari level pivot, menarik level Fibonacci (retracement atau expansion), menarik garis trend dan channel, melihat pola-pola chart, dsb.
2. Dengan menerapkan indikator teknikal, yang banyak memberikan acuan tetapi bersifat lagging (cenderung terlambat direspons pasar). Jenis indikator sendiri terdiri dari 2 macam yaitu yang digunakan untuk identifikasi trend (moving averages atau MA, ADX dsb) dan untuk menentukan momentum  yaitu indikator oscillator (RSI, stochastics, dsb).

M Singgih   16 May 2015

@ RenStev:

- 1. Kalian pakai indikator apa saja dlm analisa

Untuk analisa teknikal, indikator yang digunakan ada 3 jenis. Sesuai dengan prioritasnya, urutannya adalah sbb:

1. Indikator yang menunjukkan arah trend. Yang sering digunakan adalah moving average, MACD, ADX, parabolic SAR.
2. Indikator yang menunjukkan momentum, yaitu RSI, stochastic, CCI.
3.Indikator yang menunjukkan volatilitas (sekaligus range), yaitu Bollinger Bands, ATR (Average True Range).

Perlu diketahui bahwa garis support dan resistance (termasuk trend line), dan juga Fibonacci serta pivot point bukan indikator, melainkan alat bantu (tools) dalam menentukan support dan resistance.

- 2. Metode analisa teknikal sprt apa yg kalian

Dalam analisa pergerakan harga, pertama kali harus mengetahui kondisi arah pergerakan, apakah trending atau sideways. Oleh karena itu prioritas pertama adalah mengetahui arah trend dengan mengamati indikator trend.

Setelah tahu arah trend, untuk entry tunggu saat atau momentum yang tepat, dengan mengamati indikator momentum.
Setelah tahu level entry yang tepat, Stop Loss (SL) dan Target Profit (TP) ditentukan berdasarkan volatilitas pergerakan harga saat itu, yang mengacu pada level-level support dan resistance. Jika volatilitas sedang tinggi, SL dan TP tentu akan lebih besar ketika volatilitas rendah.

- 3. Dalam membuat keputusan sblm place order Buy/Sell, urutan indikator apa saja yg kalian pakai utk ambil keputusan?

Urutan berdasarkan pengamatan trend, kemudian momentum, seperti pada jawaban point 1 dan 2.
Misal saat ini disimpulkan sedang uptrend, keputusan tentunya entry buy. Tetapi kapan entrynya, tunggu momentum yang tepat seperti yang ditunjukkan oleh indikator momentum.

- 4. Adakah bacaan/sumber yg bisa saya baca yg menjelaskan langkah/urutan indikator yg dipakai dlm Analisa Teknikal?

Sebenarnya urutan seperti yang Anda maksud bisa disimpulkan sendiri. Untuk entry Anda tentunya harus tahu arah trend dulu, baru cari momentum yang tepat. Kalau ingin yang spesifik, sebelum melihat arah trend, tentukan dulu level-level support dan resistance, bisa dengan garis horisontal atau garis trend, atau Fibonacci retracement. Dengan mengetahui support dan resistance, Anda akan mudah menentukan SL dan TP pada saat entry.

M Singgih   28 Nov 2018

@ Yudi:

1. Pin bar bisa dilihat (diamati) pada semua time frame dan sering kali valid jika terkonfirmasi oleh indikator teknikal. Pin bar adalah formasi candle yang terbentuk akibat dari pergerakan harga, jadi tidak dipengaruhi oleh indikator apapun. Justru penunjukkan indikatornya yang akan dipengaruhi oleh formasi candle tersebut. Pin bar adalah obyek yang diukur sedangkan indikator adalah alat pengukurnya.

2. Scalper biasanya trading di time frame M30 (30 menit), M15 atau M5:

  • Amati price action yang terbentuk, dan untuk konfirmasi:
  • Gunakan indikator trend MACD dengan setting default.
  • Indikator oscillator RSI atau stochastic: untuk RSI periode 9, untuk stochastic periode 5,3,3.
  • ema 8 dan ema 21 sebagai resistance dan support dinamis.
  • Optional: bisa juga ditambah indikator parabolic SAR.
  • Untuk menentukan level resistance dan supporrt, jika kesulitan karena tidak tampak jelas bisa menggunakan bantuan Fibonacci retracement atau expansion.
M Singgih   20 Dec 2017

malam master, analisa teknikal website ini memang lumayn akurat, tapi yang saya pengin tahu, bagaiman cara menganalisanya, bukan hasil dari anlisa, maaf sebelumnya master, saya masih haus ilmu,

Badai   20 Aug 2013

Selamat pagi pak.saya mau tanya.cara analisa teknikal bagaimana caranya ya. tolong beri tahu cara hitungnya dan grafikny yang di pakai apa saja.MA atau yang lain.makasih

Amidah   9 May 2015

Sore Admin dan Member yg lain. Ijinkan Newbie mengais info dmari. Saya mau tanya,  karena ada puluhan-ratusan indikator dalam analisa teknikal. 

1. Kalian pakai indikator apa saja dlm analisa 

2. Metode analisa teknikal sprt apa yg kalian 

3. Dalam membuat keputusan sblm place order Buy/Sell, urutan indikator apa saja yg kalian pakai utk ambil keputusan? Misal, cek MA dlu, lalu cek RSI, 

4. Adakah bacaan/sumber yg bisa saya baca yg menjelaskan langkah/urutan indikator yg dipakai dlm Analisa Teknikal? 

Dlm menjawab pertanyaan datas, kesampingkan dlu Analisa Fundamental (News).

Terimakasih sebelumnya. 

RenStev   23 Nov 2018

Master sya kan suka belajar trader scalper ..

1. Gimna caranya untuk melihat TF pada pergerakan pin bar dan kalau TF 10 menit di pasang indikator SMA period 20 + bollinger bands period 14 mempengaruhi ga ke pin bar ..
 
2 . Solusi untuk trader scalper dengan menggunkan anaisa teknikal dan apa aja untuk di pelajari ?.
 
Trimakasih 
Yudi   18 Dec 2017

Apakah ada buku trading yang membahas belajar analisa teknikal ntuk pemula master? Minta rekomendasinya...

Kelvino   8 Aug 2022

@Kelvino: Ada, saya menyarankan membaca buku Technical Analysis for Dummies dan Getting Started by Barbara Rockefeller in Technical Analysis by Jack Schwager.

Buku ini cukup bagus karena membahas hal-hal yang mendasar dalam trading.

Selain dua buku di atas, ada 3 buku textbook analisa teknikal yang bisa Anda baca.

  • "Technical Analysis of the Financial Markets" by John J. Murphy
  • "Technical Analysis Explained" by Martin Pring
  • Technical Analysis of Stock Trends by Robert D. Edwards, John Magee

Ketiga buku ini digunakan sebagai buku rujukan pada organisasi teknikal yang populer yaitu International Federation of Technical Analysis (IFTA).

Kiki R   10 Aug 2022
 Kamal Fm |  29 Feb 2016

Apakah hasil analisa teknikal bisa mengalahkan hasil analisa fundamental ?
Terkadang saat tren turun, namun pada saat itu juga ada berita fundamental positif, harusnya mata uang tsb menguat, Tapi tetap hasilnya turun/negatif.

Lihat Reply [6]

Untuk Kamal FM...

Pada dasarnya kedua teknik analisis ini hanya berbeda pada objek yang dianalisis. Analisis teknikal mengacu kepada analisis grafik yang dapat dilakukan melalui corat-coret chart, melihat signal indikator, atau memanfaatkan price action. Sedangkan analisis fundamental mengacu pada data-data perekonomian suatu negara. 
Thanks.

Basir   1 Mar 2016

@ Kamal FM:
Untuk data fundamental yang berdampak tinggi analisa teknikal tidak bisa mengalahkan dampak tersebut.
Misal saat pengumuman suku bunga RBNZ tanggal 10 Maret 2016 lalu, NZD/USD melemah hampir 180 pip meski sebelumnya cenderung bergerak bullish. Juga pada hari yang sama saat konperensi pers ECB, EUR/USD yang cenderung bearish mendadak melambung lebih dari 300 pip ketika Mario Draghi menyatakan tidak akan memotong suku bunga lagi.
Untuk data fundamental yang kurang berdampak atau yang biasanya tidak berdampak maka pergerakan pasar cenderung mengikuti analisa teknikal.

M Singgih   17 Mar 2016

@ Meri:

Secara teknikal, saya pribadi menggunakan analisa trend dan momentum. Kalau sedang uptrend, antisipasinya buy, kalau sedang downtrend sell. Kapan saat untuk entry (buy atau sell) disesuaikan dengan momentum yang tepat.

Analisa trend menggunakan indikator trend, seperti moving average, MACD, ADX, Bollinger Bands, parabolic SAR. Analisa momentum menggunakan indikator oscillator seperti RSI atau stochastic.
Momentum entry bisa salah kalau misalnya saat harga bergerak uptrend, tetapi indikator oscillator menunjukkan divergensi bearish. Yang seperti ini harus dihindari.

Meski demikian, analisa teknikal hanya sebagai konfirmator dari kondisi pasar yang sedang terjadi, karena hampir semua indikator teknikal bersifat lagging atau terlambat dalam merespon pergerakan harga. Yang bersifat leading atau mendahului pergerakan harga adalah analisa sentimen pasar berdasarkan price action.

Intinya sbb:

1. Tentukan terlebih dahulu level-level resistance dan support. Kalau tidak jelas gunakan Fibonacci, baik retracement atau expansion.
2. Amati price action yang terbentuk, baik single candle maupun beberapa candle (chart pattern).
3. Amati indikator trend, apakah mengkonfirmasi price action yang terjadi.
4. Amati indikator oscillator, terjadi divergensi atat tidak. Kalau tidak, tentukan momentum entry yang tepat.
5. Kalau indikator trend tidak menunjukkan sedang trending, berarti harga sedang bergerak sideways. Ketika sideways, amati area overbought / oversold indikator oscillator, kalau overbought maka sell, dan kalau oversold buy.

M Singgih   14 Feb 2019

@Octa Widodo: Sama saja.

Trading hanya menggunakan fundamental tidak menjamin hasilnya bisa diandalkan.

Trading menggunakan fundamental + teknikal juga tidak menjamin hasilnya bisa diandalkan.

Kenapa? Karena mengukur performa harus berdasarkan statistik, bukan kira-kira atau karena pakai metode apa.

Kalau secara statistik analisa teknikal tersebut mempunyai nilai ekspektasi profit, maka jawabannya profitable.

Kalau nilai ekspektasinya 0 apalagi minus, artinya metode tersebut tidak profitable. Baik itu fundamental ataupun menggabungkan keduanya.

Bagaimana mengukur nilai ekspektasi?

Nilai ekspektasi = (winrate x average profit) - (lossrate x average loss)

Untuk mengetahui winrate, lossrate, average profit dan average loss maka Anda harus menguji metode tersebut dengan sampel yang cukup.

Baru bisa kita simpulkan metode yang kita gunakan bisa profitable di market atau tidak. Semuanya berdasarkan data.

Kiki R   15 Mar 2022

Siang pak, sy newbie di forex gold, mau nanya pak analisa teknikal apa ya yg bapak pakai untuk menganalisa gerakan gold ini? mohon share yaa pak,, thankyou pak 

Meri   12 Feb 2019

bilamana trading hanya menggunakan analisa teknikal saja tanpa menggunakan analisa fundamental, apakah hasilnya bisa diandalkan?

Octa Widodo   14 Mar 2022
 Andhy Kusyanto |  23 Apr 2016

Sensei, pertanyaan saya
1. berdampak apa stochastic dan rsi terhadap harga?
2. Terkadang kenapa RSI atau stochastic posisi oversold tapi harga belum mampu naik dan harga menunjukkan tren menurun terus?
Itu yang ingin saya ingin mengerti.
Mohon bantuannnya...

Lihat Reply [13]

@ andhy kusyanto:

1. Stochastics dan RSI adalah indikator oscillator yang mengukur pergerakan harga, jadi tidak mempengaruhi atau berdampak pada pergerakan harga. Yang mempengaruhi pergerakan harga terutama adalah sentimen para pelaku pasar.
2. Itu karena pergerakan harga sedang trending, dan kondisi ekstrem (overbought atau oversold) indikator oscillator seperti RSI dan stochastics memang tidak bisa diterapkan pada pasar yang trending. Pada keadaan pasar yang trending kita hanya bisa melihat adanya kemungkinan divergensi antara indikator oscillator dan pergerakan harga, sedang kondisi overbought dan oversold akan valid untuk kondisi pasar yang sideways (ranging).

Agar tidak terjebak Anda bisa menggunakan indikator kekuatan trend disamping indikator oscillator, biasanya moving averages atau ADX. Jika trend sedang kuat, abaikan overbought atau oversold dan amati kemungkinan divergensi.

Untuk keterangan lebih lanjut bisa baca:

M Singgih   25 Apr 2016

Untuk Michael,

Yang di sebut Short Term ada trading jangka pendek, dalam satu hari perdagangan. Artinya tidak melebihi satu hari. Jika 3 – 5 hari sudah masuk katagori Long Term.

Demikin pun saat pengambilan data / analisa , time frame yang digunakan adalah berbeda. Untuk Short term biasanya menggunakan M5 – H1, sementara untuk Long Term menggunakan H4 keatas.

Untuk indicator Stoch dan RSI bisa di gunakan baik di Short atau Long Term.

Terima Kasih.

Basir   20 Apr 2018

@ Anggoro:

Indikator RSI termasuk oscillator yang bisa mengamati keadaan overbought dan oversold saat pasar dalam keadaan sideways, dan mengamati keadaan terjadinya divergensi saat pasar dalam keadaan trending. Saat pasar trending maka overbought dan oversold tidak berlaku. Selan divergensi, amati juga posisi kurva pada level 50 (center line).

Untuk mengetahui cara trading dengan indikator RSI, silahkan baca: 3 Tips Trading Dengan Indikator RSI

M Singgih   3 Apr 2022

@ Narin Adiyaman:

Indikator stochastic termasuk oscillator, sehingga efektif digunakan ketika pergerakan harga sideways. Ketika pergerakan harga sedang sideways, amati area overbought dan oversold. Sell ketika harga berada di area overbought, dan buy ketika harga berada di area oversold. Konfirmasi saat buy atau sell diamati dari perpotongan kurva %K dan %D.

Ketika pergerakan harga sedang trending (uptrend maupun downtrend) maka keadaan overbought dan oversold tidak berlaku dan bisa diabaikan. Ketika sedang trending, yang penting diperhatikan adalah apakah terjadi keadaan divergensi atau tidak.

Untuk penjelasan yang lebih lengkap mengenai penggunaan indikator stochastic, silahkan baca: Cara Membaca Indikator Stochastic Menurut 3 Macam Fungsinya

M Singgih   24 Apr 2022

@ Ardhy Wiraatmaja:

Indikator stochastic termasuk oscillator, sehingga efektif digunakan ketika pergerakan harga sideways. Ketika pergerakan harga sedang sideways, amati area overbought dan oversold. Sell ketika harga berada di area overbought, dan buy ketika harga berada di area oversold. Konfirmasi saat buy atau sell diamati dari perpotongan kurva %K dan %D.

Ketika pergerakan harga sedang trending (uptrend maupun downtrend) maka keadaan overbought dan oversold tidak berlaku dan bisa diabaikan. Ketika sedang trending, yang penting diperhatikan adalah apakah terjadi keadaan divergensi atau tidak.

Untuk penjelasan yang lebih lengkap mengenai penggunaan indikator stochastic, silahkan baca: Cara Membaca Indikator Stochastic Menurut 3 Macam Fungsinya

M Singgih   25 Apr 2022

saya mau tanya untuk strategi trading yang short term sekitar 3-5 hari open order itu pake stochastic atau rsi yang lebih baik dan periodenya berapa ya?

Michael   18 Apr 2018

Bagaimana cara membaca dang menggunakan indikator RSI yang benar?

Anggoro   31 Mar 2022

bagaimana cara mudah menggunakan indikator stochastic oscillator?

Narin Adiyaman   21 Apr 2022

bagaimana cara membaca indikator stochastic untuk menemukan signal entry?

Ardhy Wiraatmaja   22 Apr 2022

Ciri chart akan terjadi uptrend gimana pak tandanya? Makasih

Eko Adi   8 Jun 2022

@ Eko Adi:

Tidak ada isyarat yang pasti akan terjadinya uptrend ataupun downtrend.
Pergerakan reversal uptrend atau downtrend akan terjadi jika harga telah menembus level 50% Fibonacci retracement. Pengamatan juga dikombinasikan dengan pola chart tertentu yang mengisyaratkan pembalikan arah trend dan dikonfirmasikan dengan indikator teknikal serta level 50% Fibonacci retracement.

Misal pola head and shoulders yang telah terkonfirmasi mengisyaratkan pembalikan arah dari uptrend menjadi downtrend, dan pola inverse head and shoulders yang telah terkonfirmasi mengisyaratkan pembalikan arah dari downtrend menjadi uptrend.

 

M Singgih   10 Jun 2022

selamat pagi pak, ini caranya menjadikan rsi dan stoch jadi satu jendela indikator bagaimana ya pak? saya pernah liat di youtube, tp tidak dijelaskan caranya. 

Usman Farid   10 Aug 2022

@Usman Farid: Indikator yang Anda maksud mungkin adalah Stoch-RSI (stochastic RSI).

Kalau menggunakan platform tradingview, Anda bisa langsung masukkan indikator Stoch-RSI.

Sedangkan di platform MT4, indikator stoch-RSI bukanlah indikator bawaan sehingga Anda perlu import terlebih dahulu file indikatornya.

Kiki R   10 Aug 2022
 Fran |  16 Oct 2016
apakah yg dimaksud dengan analisa teknikal day trade limit? Atau day limit? Terima kasih

Lihat Reply [1]

Untuk Fran

Day Trade Limit adalah teknik analisa dengan menggunakan acuan trend candle sebelumnya (bearish/bullish) dan menggunakan momen open posisi pada saat terjadi koreksi. Contohnya :

Intinya anda membuar order pending SELL LIMIT untuk trend turun. Sementara anda membuat order BUY LIMIT untuk trend naik.

Thanks.

Basir   18 Oct 2016
 

Komentar @inbizia

Dari segi teknik memang analisa fundamental lebih rumit dan memakan waktu yang lebih lama dari pada analisa teknikal, apalagi dalam analisa saham, namun jika pilihannya tepat juga akan sangat berdampak pada kondisi portofolio seorang investor
 Analisa Saham |  18 Dec 2014
Halaman: Pengertian Analisa Fundamental
@ sherly:
Kalau dari topik ini memang full teknikal karena penulisnya (Nial Fuller) memang seorang technicalist (chartist) yang biasa trading dengan analisa price action.

Dalam tulisan-tulisannya dia selalu menganjurkan agar tidak entry atau membuka posisi pas ada rilis data fundamental, jadi bener-bener dia menghindari analisa fundamental.

Untuk menjelaskan pengaruh fundamentalnya dari artikel tersebut agak susah, karena topiknya memang sepenuhnya analisa teknikal yaitu sinyal break palsu atau false break, jadi tidak ada hubungannya dengan suku bunga atau tingkat pengangguran.
 M Singgih |  12 Feb 2015
Halaman: Strategi Trading Ketika Terjadi False Break
bagaimana cara mengetahui trend akan kuat atau tidak? karena katanya kalau trend lemah maka harga akan sideways dan banyak salah sinyal. apa dengan melihat trend di chart saja sudah cukup? atau kita harus menggabungkan dengan analisa fundamental
 Priyadi |  20 Nov 2015
Halaman: Metode Trading Dengan Ema Dan Ema
@Priyadi: Kekuatan trend bisa dilihat dari indikator MACD dan ADX. Trend akan melemah jika kurva indikator MACD dan kurva sinyal mulai berimpit, dan garis histogram indikator ADX berada dibawah level 25.

Sebaliknya trend akan kuat jika jarak antara kurva MACD dan sinyal makin lebar, dan garis histogram indikator ADX berada diatas level 25. Berikut contoh pada EUR/USD daily:


Mengenai faktor fundamental, jika Anda trading pada time frame H1 (1 jam) atau H4 (4 jam) cukup hindari saat-saat rilis data berdampak tinggi atau peristiwa berdampak tinggi. Namun jika trading pada time frame daily analisa fundamental jangka panjang perlu dipertimbangkan.
 M Singgih |  17 Mar 2016
Halaman: Metode Trading Dengan Ema Dan Ema
Silahkan. Pada dasarnya selain menggunakan analisa teknikal, kita juga bisa menggunakan analisa fundamental untuk mengamati pergerakan pasar. Sebagaimana diketahui bahwa analisa fundamental merupakan analisis pergerakan mata uang yang didasarkan dari data-data ekonomi dan kondisi politik suatu negara. Ketika ada rilis sebuah berita forex, maka harga akan cenderung fluktuatif.
 Admin |  31 Jan 2019
Halaman: Cara Menggunakan Indikator Bollinger Bands
@Budi:

Secara teknikal, saya pribadi menggunakan analisa trend dan momentum, biasanya antara tf H1, H4 dan daily. Tf yang lebih rendah untuk cari momentum entry.
Kalau di tf tinggi sedang uptrend, antisipasinya buy, kalau sedang downtrend sell. Kapan saat untuk entry (buy atau sell) disesuaikan dengan momentum yang tepat.

Analisa trend menggunakan indikator trend, seperti moving average (sma, ema), MACD, ADX, Bollinger Bands, parabolic SAR. Analisa momentum menggunakan indikator oscillator seperti RSI atau stochastic.
Momentum entry bisa salah kalau misalnya saat harga bergerak uptrend, tetapi indikator oscillator menunjukkan divergensi bearish. Yang seperti ini harus dihindari.

Meski demikian, analisa teknikal hanya sebagai konfirmator dari kondisi pasar yang sedang terjadi, karena hampir semua indikator teknikal bersifat lagging atau terlambat dalam merespon pergerakan harga. Yang bersifat leading atau mendahului pergerakan harga adalah analisa sentimen pasar berdasarkan price action.

Intinya sbb:
1. Tentukan terlebih dahulu level-level resistance dan support. Kalau tidak jelas gunakan Fibonacci, baik retracement atau expansion.
2. Amati price action yang terbentuk, baik single candle maupun beberapa candle (chart pattern).
3. Amati indikator trend, apakah mengkonfirmasi price action yang terjadi.
4. Amati indikator oscillator, terjadi divergensi atat tidak. Kalau tidak, tentukan momentum entry yang tepat.
5. Kalau indikator trend tidak menunjukkan sedang trending, berarti harga sedang bergerak sideways. Ketika sideways, amati area overbought / oversold indikator oscillator, kalau overbought maka sell, dan kalau oversold buy.

 M Singgih |  14 Feb 2019
Halaman: Strategi Trading Dengan Indikator Ema Untuk Trader Harian

Kamus Forex

Analisa Teknikal, Analisis Teknikal

Cara menganalisa pergerakan harga suatu aset di pasar finansial menggunakan perangkat statistik, seperti grafik (bar, line, atau candlestick) dan rumus matematis.

Analisa Fundamental, Analisis Fundamental

Cara menganalisa pergerakan harga aset di pasar finansial berdasarkan data dan berita ekonomi tertentu. Dalam forex, analisa fundamental berkaitan dengan berita yang mempengaruhi nilai tukar mata uang.


Komentar[24]    
  Taufik   |   7 May 2013
ujung-ujungnya ya balik ke teknikal lagi..
  Anggi.wahyudi   |   15 Jun 2013
Kalau lihat penjelasan di atas seakan2 teknikalis tuh terpaku sama hasil masa lampau sedangkan fundamentalis lbh condong ke masa depan. padahal kan analisa teknikal juga dipakai untuk melihat situasi saat ini. Disini bagian terakirnya aja juga nyaranin pake indikator teknis, yang tujuannya untuk lihat tren pasar yang lagi berlangsung
  Kurniawan Yudha   |   12 Aug 2013
Jadi di sini siapa nih pemilik uangnya?
  Jodi_wibawa   |   11 Sep 2013
@kurniawan_pemilik uang bsa dikatakan adlh pedagang2 yg trading dgn modal yg sngat besar. salah satunya y mungkin soros itu, krn dia kn udh sukses dan tradingnya pake kapital yg bsr. trus bank2 multinasional ato lembaga keuangan kan jg punya porsi trading yg jauh lbh bsr dibanding trader retail kyk kita2 ini.

kalo pedagang bsar kyk mrk mau melawan arah tren sih bisa2 aja, krn disini yg diperhatiin mang jumlah uangnya. itulah knp nilai pair di forex dikendalikan sm pemain2 besar, mskipun forex pasar persaingan smpurna tp peran mrk dsni kan juga bs sbg buyer dan jg seller, jd asal modal yg dipake bs lebih ya bs dibilang sbg salah satu pemilik uang di forex..
  Kurniawan Yudha   |   22 Sep 2013
Oh jadi pemilik uang di sini itu ya trader2 kelas itu ya, ya nggak heran sih mereka jadi pemilik uang disini, kalau kekuatan tradingnya bisa pengaruh ke tren pasar
  Syaiful Abouw   |   16 Jan 2015
Setuju memang Modal besarlah yang mengerakan Harga, di Bisnis apapun seperti itu tetapi dalam Dunia trading Uang bukanlah segalanya Pengalaman dan Mental trading tetap berperan penting dalam kita melakukan transaksi di market semakin kita pengalaman semakin bisa kita melihat tanda tanda atau signal pergerakan Harga kapan kiya saatnya Buy tau Sell.
  Joy   |   17 Jan 2015
@taufik betul si greenpips nih..ngomongnya gmn sih? katanya di awal gak ngaruh sih pake teknikal karena yg dipikirin cuma masa lalu..trus ama si fundamentalis bilang..ngapain ngarep yg belum terjadi. trus endingny dia sendiri.. ngomong pake ilmu titen. gue nanya kawn yg orang jawa.. itu artinya memutuskan sesuatu berdasar pengalaman masa lalu untuk dijadikan pedoman masa mendatang. nah itu apa gak ilmu seorang teknikalis? kirain mo ngasih pencerahan apa gtu. eh buntutnya balik ke masa lalu..
  Fikri   |   1 Mar 2016
Trading forex itu adalah aktivitas pedagang besar mengambil profit, trader yang lain hanya pelengkap penderita, tidak ada kesempatan untuk menang konsisten, justru pada akhirnya akan habis modal para trader kecil, dimakan oleh para giant trader.

untuk para trader, jangan terlena oleh para broker, oleh iklan para broker seolah forex trading itu mudah dan menguntungkan, itu cuma pembujukan para trader untuk bertrading terus agar menyumbangkan uang nya lewat trading yang hasilnya pasti menguntungkan mereka para big trader.

biar jumlahnya kecil untuk tiap trader tapi kalo diakumulasi  dari seluruh trader akan menjadi jumlah raksasa dan itu sangat menguntungkan para broker dan big trader. Para pemain besar itu (bisa saja mereka termasuk broker membuat kartel utk oligopoli) membuat skenario sedemikian rupa.

dengan mengamati pasar kemudian melakukan sesuatu aksi jual/beli yang bisa berdampak menguntungkan mereka dan sebaliknya pasti mengambil modal para trader kecil, habislah duit kita para trader kecil oleh aksi mereka, mereka tersenyum berpesta tertawa diatas penderitaan para trader kecil yang kehilangan mimpi mereka.

jadi... kalo percaya saya, tinggalkan segera dunia forex sebelum duit anda habis lebih besar. jangan terus menyumbang untuk para pemain besar dan para broker. mereka menggunakan system dan metoda forex trading secara online hanya untuk membodohi dan merampok uang kita. percaya saya....
  Rangga   |   3 Mar 2016
Masak sih segitunya..gan? Kog teman ane yang ngakunya trader teri dah puluhan tahun bisa hidup dari mengais serpihan di kelas teri ini. Kayaknya juga terlalu berlebihan deh kalo ngatain market forex oligopoli trus kita gak mungkin bisa untung konsisten di dunia forex.
  Sgr000000   |   15 Oct 2020

BETUL...!!!!! SAYA sdh merasakan manis pahitnya trading forex. hanya 1% trader ritel yg sukses / menang. 99% kalah dan bangkrut bahkan terkuras habis duit mereka.

apapun analisanya, tetap saja trader ritel loss dan lose bahkan selalu MC.

99% control ada di big Banks sebagai Liquidity Provider. 1% adalah retail Trader.

Bank centar, city Bank, world bank, HSBC, JP morgan, Barkley adalah pemegang kendali pasar. kita tidak main main dengan mereka. Mereka mereka ini lah setiap saat bisa sell bay dan berlawanan dengan retail trader atau perusahaan lain.

  Kacung   |   22 Jul 2022

Lo aja yang tol*l makanya ikut tren kita trader kecil bonceng big player jangan lawan mereka apalagi kalo sampe MC membuktikan elo b*go..ambil untung dikit dikit dengan ikut tren, tren bergerak karna big player..dan jangan rakus !!!! gw jamin meski pengangguran pun lo bakal bisa penuhi kebutuhan hidup keluarga lo.

  Adri Surya   |   10 Aug 2018

buah yang pahit kulitnya bukan berarti tidak enak/beracun isinya,bisa jadi ini jebakan buah, supaya nanti dimakan hanya oleh penikmat buah itu sendiri.artinya jangan pesimis dengan judul yang membuat malas baca,tapi setelah dibaca isinya hakekatnya ilmu trading forex itu sendiri.terimakasih penulis semoga sehat selalu sehat.

  Admin   |   4 Mar 2019

Terima kasih mas Adri

  Timbul Oloipa   |   23 Oct 2018

Penjelasan yg paling akurat dalam aktivitas forex. Ini adalah motivasi untuk menjadi penggerak pasar. Thanks greenpips...

  Admin   |   25 Jan 2019

Sama-sama mas Timbul, salam sukses ya mas.

  Shanti Putri   |   1 Mar 2019

Market makers ya tujuannya memang makin money, tujuannya ada dua: Mau mempermainkan harga atau memang mau akmulasi besar-besaran untuk tujuan menguasai bisnis tersebut.

  Heru   |   1 Mar 2019

Pertanyaanya, siapakah market markers yang anda maksudkan?

  Krosack   |   1 Mar 2019

Ya trading ya jangan pake uang gede...kalo kita ikut tren aja....nebenglah bahasanya!Uang kita ga da artinya kalo masih di bwah 100rb$ aja

  Haris   |   4 Mar 2019

Pertanyaanya, gmn cara ngikutin trend tsb. Biasanya kalau trading with trend pake indikator apa bang?

  Satrio Agung   |   13 Aug 2021

Sebaiknya kalau bisa sih bikin indikator sendiri. Agak ribet memang tapi jauh lebih meyakinkan dibanding indikator-indikator yang tinggal pakai. Saya pun bikin sendiri. 2 tahun baru ketemu. Lumayan lah, setidaknya bisa baca trend 2 arah. Salam

  Michael Jordan   |   5 Oct 2019
@Adit R memang benar pemilik uang yg kuasai market, tapi kita sebagai trader juga apa salahnya menganalisa dengan teknikal dan fundamental. Contohnya dokter ketika bertemu orang sakit, dokter ini pasti akan berusaha menganalisa penyakit pasiennya dengan segala cara, tapi Tuhan yg punya kuasa kehidupan dan kematian, jika Tuhan bilang pasien ini harus mati apakah dokter ini bisa melawan?

Selagi kita masih hidup kita harus berusaha, berjuang buat hidup dan keluarga, buat teman-teman tetap semangat belajarnya, trading forex bisa diperkiraan buy dan sellnya dengan teknikal dan fundamental, sampai hari ini saya winrate 100% pokoknya belajar terus pasti teman-teman mampu profit, tentang prediksi berdasarkan masa lalu, ini menurut pendapat saya, kalau pendapat teman-teman mungkin berbeda. Saya percaya trend beberapa hari yg lalu mempengaruhi trend sekarang, kalau trend bulan lalu saya gak percaya. karena saya percaya kekuatan trend hanya hitungan harian dan jam jaman, tapi kalau kekuatan trend bulanan atau tahunan saya gak percaya. Tetap semangat. Salam profit
  Rozi   |   7 Oct 2019
Setuju mas jordan... yg pnting usaha x aja dulu, urusn nnti brhasil kagak x, pokokx kita udh brusaha yg trbaik. kalo diumpamakan kyk dokter pasien sm tuhan, kita nih dokterx, spekulan itu tuhanx, pasar yg jd pasien. Analisa aja dlu, kasih obat, ksih tindakan, hasilnya ya sedapetnya aja dah kalo dbandingin sm trader2 kawakan yg brduit he he he .....
  Sudarmin   |   12 Feb 2021

Bagaimana caranya melihat data data yang melakukan transaksi terbanyak supaya kita bisa mengikuti nya tanpa memakai analisis tehnikal dan fundamental?

Jelas ketika kita tau pilih modal sedang transaksi apakah dia menjual dan membeli kita mengikuti nya sy fikir akan lebih akurat ketika kita bisa melihat data transaksi pemilik modal secara real time. 

  Sariadi   |   17 Dec 2021

Urun rembuk...... barangkali ada guna/manfaatnya.

Saya tertarik setelah baca pendapat/komentar mas-mas/bpk diatas yang macam2, yakni ada yg setuju juga ada yg berpersepsi negatif terhadap trading forex.

Kalau menurut saya gampang atau mudah saja..... jangan pusing.. jangan diperdebatkan dg berbagai alasan, "gitu aja kok repot...." maaf ngutip pendpt mendiang presiden Gus Dur. Dalam menyikapi trading forex dan sejenisnya ... Sebaiknya Kita harus berfikir secara  global/universal/konprehensif... bahwa semua/ segala sesuatu yang diciptakan didunia ini (ciptaan Tuhan maupun Manusia) adalah BAIK atau POSITIP, karena semua ciptaan itu ada ILMUnya.(Kalau tdk pakai ilmu maka produk tsb tdk akan jadi spt yg diharapkan/ dimaksud oleh penciptanya) Produk/Ciptaan itu akan menjadi manfaat dan berguna / ada kebaikan bagi kita/manusia bila diterapkan dg benar dan dg tujuan utk kebaikan, Demikian pula akan menjadikan tdk manfaat / jelek bila ..... dst.. (teruskan sendiri yaa,,,,,). Demikian juga Ilmu ada yg sangat sederhana, sederhana, ada yg canggih, super canggih, bahkan Maha Canggih. Selain itu kita jangan lupa bahwa setiap produk/ ciptaan akan berlaku HUKUM ALAM yatiu ada masa berlaku dan ada siklus atau ada peroidenya. (kita tdk boleh menentangnya, mengabaikan, dll... karena ini adalah kehendak Tuhan Maha Mencipta. yaa...kita harus mengikutinya.

Kesimpulan : Setiap produk itu baik dan ada ilmunya, serta berlaku hukum alam. Lebih lanjut produk tsb menjadi baik atau tdk baik tergantung penerapan/aplikasinya. 

Contoh Ciptaan Tuhan : Manusia spt kita ini...,.. contoh ekstrim adalah Tuhan menciptakan IBLIS beserta keturunannya... menurut saya pribadi adalah BAIK, Contoh produksi buatan manusia yang sehari2 kita gunakan : pisau/ clurit, motor/mobil, rumah dll. Tapi perlu diingat bahwa setiap penciptaan produk sdh dilengkapi dengan tata aturan penerapannya, carakerja, indikasi, masa berlakunya dll. Untuk aplikasinya bagaimana ... ?  jawabnya terserah mas-mas/ bapak-bapak.   

  Lalu bagaimana tentang aplikasi Forex ? apakah baik, jawab saya BAIK (menciptakan aplikasi ini menggunakan ilmu canggih dan sulit/tdk bisa bagi orang awam termasuk saya), dan akan bermanfaat menjadikan penghasilan/profit yang menjanjikan jika tahu ilmunya titik. (maaf saya tidak menyinggu tentang dogma/agama karena berkaitan dg keyakinan). Tetapi sebaliknya jangan sekali-kali ikut trading Forex/saham/sekuritas lainnya, jika tidak punya ilmunya, pasti akan habis modal/ bangkrut/ miskin dll. Tentunya hal ini sudah ada ketentuan bahwa Setiap Broker sdh memberi rambu2/ peringatan bahwa trading forex dan sejenisnya mempunyai probabilitas yg sangat tinggi. 

Sekarang terserah mas-mas/ bapak2 menyikapinya.... , silahkan .. trm ksh.