Macam - Macam Kurs Rupiah Yang Perlu Anda Ketahui

SAM 9 Jun 2017 10464

Mungkin Anda berpikir jika jenis kurs Rupiah hanya ada satu, misalnya 1 USD adalah senilai dengan Rp 13,300. Padahal, jenis kurs Rupiah tidak hanya itu saja.

Kurs atau Exchange Rate adalah sebuah istilah yang penting dalam dunia finansial. Kurs dapat diartikan sebagai nilai tukar mata uang suatu negara terhadap uang negara lain. Sederhananya, kurs menunjukkan perbandingan nilai antara dua mata uang yang berbeda. Maksudnya adalah nilai suatu mata uang ditentukan oleh nilai tukar uang itu terhadap uang lainnya.

Apabila Anda pernah menukarkan Rupiah dengan uang asing atau sebaliknya di bank maka pasti pernah mendengar beberapa istilah terkait dengan kurs Rupiah. Mungkin Anda berpikir jika jenis kurs Rupiah hanya ada satu, misalnya 1 USD adalah senilai dengan Rp 13,300. Padahal, jenis kurs Rupiah tidak hanya itu saja. Apa sajakah macam-macam kurs Rupiah itu? Simak uraian lengkap tentang kurs Rupiah berikut ini.

Macam- Macam Istilah Kurs Rupiah Yang Perlu Anda Ketahui

 

1. Kurs Beli

Istilah pertama dalam kurs Rupiah adalah kurs beli. Kurs beli adalah kurs yang digunakan ketika pihak bank membeli uang asing dari kita. Ketika Anda ingin menukarkan uang asing dengan Rupiah, maka yang diberlakukan adalah kurs beli. Sebagai contoh, ada wisatawan Indonesia yang baru kembali dari AS. Ia masih memiliki uang senilai 100 Dolar yang belum digunakan. Oleh karena itu, uang Dolar tersebut akan ditukarkan dengan Rupiah di bank.

Dalam kasus ini, si wisatawan adalah pihak yang menukarkan uang asing, sedangkan bank merupakan pihak pembeli. Mengingat yang ditukarkan orang ini adalah Dolar ke Rupiah maka kurs beli dijadikan acuan. Maka pada saat penukaran, misalnya kurs beli Dolar adalah Rp 13,396, jumlah uang Rupiah yang didapat wisatawan tersebut adalah Rp 1,339,600 (USD100 x Rp 13,396).

 

2. Kurs Jual

Istilah kurs Rupiah kedua adalah kurs jual. Kurs jual adalah kurs yang digunakan pada saat pihak bank menjual uang asing (valuta asing/ valas) kepada Anda, jadi kurs jual dapat didefinisikan sebagai harga jual uang asing/ valas oleh bank. Dengan kata lain, apabila ingin menukarkan uang Rupiah dengan uang asing lain, kurs jual menjadi acuannya. Misalnya, jika harga kurs jual 1 USD adalah Rp 13,500, maka ketika menukarkan uang Rupiah senilai Rp 3,000,000, jumlah Dolar AS yang diperoleh adalah USD222 (Rp 3,000,000: Rp 13,500).

Pada umumnya, kurs jual adalah lebih tinggi atau lebih mahal daripada kurs beli. Dari selisih kedua kurs tersebut, penyedia jasa penukaran uang seperti bank bisa mendapatkan keuntungan. Oleh karena itu, tiap bank menetapkan spread sendiri-sendiri sehingga kurs jual dan kurs beli pada masing-masing bank adalah berbeda.

Dengan begitu, Anda dapat mempertimbangkan dan memilih bank mana yang menyediakan kurs jual atau kurs beli yang membawa keuntungan bagi Anda. Sedangkan untuk mempermudah dalam memahami kapan harus menggunakan kurs jual atau kurs beli, kedua kurs ini diartikan lewat sudut pandang pihak bank, bukan dari orang yang menukarkan.
 Macam- Macam Istilah Kurs Rupiah Yang Perlu Anda Ketahui


3. Kurs Tengah

Selain kurs beli dan kurs jual, dalam istilah kurs Rupiah, juga terdapat kurs tengah. Apa itu kurs tengah? Kurs tengah adalah kurs yang berada diantara kurs jual dan kurs beli. Cara menghitung kurs tengah yaitu dengan menambahkan kurs jual dan kurs beli lalu dibagi dua.

Kurs tengah biasanya digunakan perusahaan dalam mencatatkan nilai tukar uang asing dalam laporan keuangannya. Jadi, kurs tengah Bank Indonesia (BI) ini dimanfaatkan ketika suatu perusahaan membukukan transaksi yang menggunakan uang asing.

 

4. Kurs Referensi Bank Indonesia (BI)

Mulai tahun 2013 lalu, Bank Indonesia (BI) secara resmi telah mengeluarkan kurs referensi atau Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JIISDOR). Kurs referensi BI ada untuk menyediakan dan memberikan referensi harga spot nilai tukar uang yang kredibel. Kurs referensi tersebut adalah nilai tukar Rupiah terhadap USD yang berlaku secara rata-rata di pasar valuta asing.

Menurut Difi Ahmad Johansyah, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, sederhananya kurs referensi BI adalah cerminan kurs Rupiah terhadap Dolar yang ada di pasar forex setiap hari. Oleh karena itu, kurs referensi ini berasal dari rata-rata tertimbang antara uang Rupiah dan Dolar yang benar-benar ditransaksikan oleh semua bank.

 

Sedangkan transaksi Dolar antar bank yang bisa menjadi kurs JISDOR adalah transaksi diantara jam 08.00 hingga 09.45 (WIB). Selanjutnya, data kurs ini dipublikasikan jam 10.00 (WIB) di website BI. Akan tetapi, jika diantara jam 08.00 sampai dengan jam 09.45 WIB tidak ada transaksi, maka kurs referensi didasarkan pada transaksi valas di hari sebelumnya yakni pada jam 10.00 hingga 16.00 WIB. Hal tersebut dilakukan agar kurs referensi BI masih menunjukkan keadaan riil yang benar-benar terjadi di pasar.

Kurs referensi atau Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) sangat berguna dalam menghitung kurs transaksi dan kurs tengah BI. Adanya kurs referensi juga memberikan keuntungan signifikan bagi pelaku pasar atau bank yang akan melakukan kontrak dan ingin memiliki acuan kurs.

Sebelum ada kurs JISDOR, kurs transaksi BI adalah berdasarkan pada kurs yang berasal dari kuotasi penawaran dari bank yang diambil dari Pasar Uang Antar Bank. Kurs tersebut dinilai BI belum mencerminkan realisasi. Oleh karena itu, kurs referensi dibuat untuk mengatasi persoalan tersebut. Terkait dengan ketersedian kurs referensi, kurs ini ada untuk setiap hari kerja, tidak termasuk Sabtu, Minggu, hari libur nasional atau hari lain yang ditetapkan sebagai hari libur sehingga bank tidak beoperasi.

 

Bagi Anda yang sering melakukan perjalanan luar negeri atau bertransaksi dengan uang asing, harus benar-benar mengerti dan memahami istilah-istilah yang berkaitan dengan kurs Rupiah. Kurangnya pengetahuan tentang perbedaan istilah dalam kurs Rupiah dapat menyebabkan kekeliruan dalam memahami istilah tersebut.

Oleh karena itu, dengan benar-benar mengerti macam-macam istilah pada kurs Rupiah dan dampaknya, maka Anda bisa menghindari kesalahan serta kekeliruan saat transaksi menggunakan istilah kurs Rupiah itu.  

Kirim Komentar/Reply Baru
Cara Efektif Mengetahui Tren Akan Berlanjut Atau Berakhir

Ane mau tanya soal cara efektif buat ngenali kemungkinan tren yang akan berlanjut atau berakhir seperti apa?

Anon 18 Sep 2014

Reply:

Basir (18 Sep 2014 14:10)

Trend berlanjut bisa di pantau dengan TF yang di gunakan. Jika anda tipe daily, anda mengunakan TF d1. Kemudian anda bisa pantau di weekly kemana perkiraan arah harga dan pola candle menuju. Tentunya dalam hal ini anda perlu memiliki sistem yang menjadi pegangan.

Dan Anda bisa membaca artikel yang kami posting di sini: Mengukur Kekuatan Trend Dengan Indikator ADX

Thanks.

M Singgih (20 Jun 2019 00:46)

@ Anon:

Diamati dari price action, yang dikonfirmasi oleh indikator teknikal. Price action bisa berupa single candle seperti pin bar, atau beberapa candle yang membentuk pola tertentu.

Meski demikian, sinyal dari price action yang terkonfirmasi hanya menunjukkan kemungkinan pergerakan reversal. Pergerakan reversal itu bisa koreksi atau pembalikan arah trend.

Untuk itu Anda harus memperhatikan pergerakan harga terhadap level Fibonacci retracement. Jika retracement telah melampaui level 50% hingga 61.8% Fibo rtracement (untuk uptrend), atau level 50% hingga 38.2% Fibo rtracement (untuk downtrend), maka kemungkinan akan terjadi pembalikan arah trend (trend reversal).

Sebagai contoh pada XAU/USD berikut ini:




Cara Trading Dengan Hedging 100 Persen
Nandini 139
Artikel  
Mitos Dan Fakta Strategi Hedging
Nandini 103
Artikel