Mau Kredit Emas? Pahami Dulu Fakta Dan Risikonya

Febrian Surya 15 Apr 2020 785
Dibaca Normal 5 Menit

Sebelum benar-benar mengajukan cicilan emas di Pegadaian ataupun bank, ada baiknya kamu pahami terlebih dahulu fakta dan risiko kredit emas sebagai berikut.

Emas sejak dulu memang sudah dianggap oleh banyak orang sebagai salah satu jenis intrumen investasi paling aman. Namun, biaya awal investasi yang perlu kamu siapkan untuk berinvestasi emas tidaklah kecil. Setidaknya, kamu membutuhkan dana hingga Rp800,000-an untuk membeli satu gram emas Antam.

Salah satu cara berinvestasi emas walaupun belum memiliki cukup dana adalah melalui kredit emas. Saat ini, layanan kredit emas bisa dengan mudah kamu temui di Pegadaian atau bank-bank syariah. Di Pegadaian contohnya, kamu bisa mencicil emas batangan secara online untuk berbagai ukuran emas, mulai dari 5 gram hingga 1 kg dengan waktu cicilan minimal 3-36 bulan.

mau kredit emas pahami risiko dan karakteristiknya terlebih dahulu(Baca juga: 7 Cara Investasi Emas, Terbukti Aman Dan Menguntungkan)

 

Fakta Kredit Emas

Bagi kamu yang ingin mencicil emas, berikut karakteristik umum kredit emas yang perlu kamu ketahui:

  1. Hanya diperuntukkan bagi 4 jenis logam mulia yang diproduksi Antam, bukan untuk pembelian emas dalam bentuk perhiasaan.

  2. Emas fisik dan sertifikat akan diberikan setelah kamu melunasi cicilan emas. Layaknya membeli kendaraan bermotor secara kredit, kamu baru akan mendapatkan sertifikat kepemilikan setelah kamu sudah melunasi seluruh kewajiban kredit. Selama masa kredit emas, emas yang kamu cicil tersebut akan tersimpan aman di bank atau Pegadaian beserta sertifikatnya.

  3. Emas bisa dilelang jika kreditmu macet. Dalam mekanisme pembelian secara kredit, emas yang kamu cicil dijadikan sebagai jaminan. Oleh sebab itu, bila kamu menunggak dalam membayar angsuran hingga berbulan-bulan, emas milikmu bisa dilelang dan hasil lelang tersebut nantinya akan digunakan untuk membayar sisa utangmu ke pihak bank atau Pegadaian. Mekanisme kebijakan ini berbeda-beda di tiap lembaga keuangan, sehingga sebaiknya pelajari baik-baik syarat dan ketentuan angsuran kredit emas dari lembaga yang melayanimu.

  4. Siapkan uang muka. Besaran uang muka untuk tanda jadi pembelian emas secara kredit berkisar 20% - 25% dari harga logam mulia yang ingin kamu cicil. Uang muka ini digunakan oleh pihak bank untuk mengetahui tingkat keseriusan kamu saat ingin mengajukan cicilan emas, dan sebagai antisipasi kalau harga emas berada di bawah harga pembelian.

  5. Harga emas yang dibeli sudah dibebani bunga. Pembelian emas secara kredit yang kamu ajukan sebenarnya bukanlah dengan harga asli dari nilai emas tersebut, melainkan sudah mendapat tambahan bunga dari lembaga keuangan yang menjualnya. Sehingga, harga emas secara kredit akan menjadi lebih mahal dibanding jika kamu beli emas secara tunai di toko emas.

  6. Membutuhkan dokumen pendukung. Seperti halnya proses kredit di bank pada umumnya, kamu akan dimintai sejumlah dokumen pendukung untuk bisa menganalisa profilmu, apakah kamu layak untuk diberikan fasilitas cicilan emas atau tidak. Oleh karena itu, jangan lupa untuk menyiapkan dokumen-dokumen yang dibutuhkan sebelum mengambil kredit emas.

 

Risiko Kredit Emas

Jika kamu mengajukan kredit emas, berarti kamu memiliki kewajiban untuk melunasi angsuran setiap bulannya hingga waktu kredit yang telah disepakati. Oleh karenanya, apapun produk yang kamu beli secara kredit pasti akan memiliki risiko jangka panjang yang perlu kamu ketahui sebelumnya, tak terkecuali saat kamu ingin membeli emas secara kredit di bank ataupun Pegadaian. Apa sajakah itu?

 

1. Terjadi Penurunan Nilai Emas Di Pasaran

Secara umum, emas dikenal sebagai produk investasi yang sangat mudah untuk dijual kembali dan cenderung stabil, serta mengalami kenaikan setiap tahunnya. Sehingga kamu masih tetap memiliki kemungkinan yang besar untuk tetap memperoleh keuntungan dari selisih harga beli dan harga jual emas. Selain itu, emas juga tahan akan inflasi yang terjadi setiap tahunnya.

risiko kredit emas(Baca juga: 5 Aplikasi Online Untuk Update Harga Emas)

Namun, hal yang perlu kamu perhatikan adalah emas merupakan investasi jangka panjang, minimal 3 tahun atau lebih dari 5 tahun. Sebelum periode itu, kamu rentan menjual emas pada harga yang lebih rendah daripada nilai belinya. Apalagi, harga beli emas secara kredit lebih tinggi karena bunga, sehingga kamu perlu benar-benar bersabar menunggu momen paling tepat untuk menjual emas agar mendapatkan margin keuntungan yang menjanjikan.

 

2. Tertipu Layanan Kredit Emas Ilegal

Untuk menghindari risiko dari adanya layanan kredit emas bodong saat ini, kamu bisa mengecek profil perusahaan penjual emas melalui laman resmi OJK dan Bappebti. Karena investasi emas merupakan komoditas, seluruh layanan kredit emas yang beroperasi di Indonesia harus memiliki izin dari Bappebti selaku regulator untuk perdagangan berjangka komoditi di Indonesia. Sehingga apabila pihak penyedia kredit emas tidak terdaftar di Bappebti ataupun OJK, maka lembaga tersebut bisa jadi abal-abal alias bodong.

 

3. Biaya Ekstra

Jika emas yang kamu cicil telah lunas dan kamu memiliki sertifikatnya, maka kamu perlu mempertimbangkan biaya-biaya ekstra terkait emas seperti biaya penyimpan di safe deposit bank, atau membeli sendiri brankas kecil untuk menyimpan emas fisik agar tidak rusak dan mengalami penurunan harga. Selain itu, jika kamu beragama Islan dan ukuran emasmu mencapai syarat yang ditentukan dalam aturan zakat, maka ada biaya zakat juga yang perlu kamu sisihkan.

 

Buat kamu yang tertarik melebarkan sayap sebagai investor, tak ada salahnya untuk mencoba aset selain emas agar portofolio investasimu lebih terjaga. Teorinya bisa kamu pelajari di artikel "Mengenal Strategi Investasi Defensif".

Kirim Komentar/Reply Baru

Forum

Herry Suyatno (29 Nov 2018)

Saya sudah coba pakai aplikasi Meta Trader4 di Android. Modal saya 5 juta. Kemudian saya open posisi di pair EURUSD, lalu saya biarkan posisinya terbuka sampai 1 minggu. Setelah 1 minggu, saya buka lagi aplikasi MT4, hasilnya ternyata saya loss. Modal saya dari Rp 5.000.000, menjadi 4.890.100 Apakah itu...

Selengkapnya

BANK KPR Ritel
Bank Amar Indonesia 13.00% 11.00%
Bank Artha Graha Internasional 10.90% 10.40%
Bank Artos Indonesia 30.23% 30.23%
Bank Bisnis Internasional 8.78% 12.35%
Bank Bukopin 9.31% 9.20%
Bank Bumi Arta 9.98% 10.55%
Bank Capital Indonesia 13.30% 13.30%
Bank China Construction Bank Indonesia 9.89% 9.89%
Bank Cimb Niaga 9.55% 10.10%
Bank Commonwealth 10.75% 10.75%
Cara Menentukan harga tertinggi dan terendah
Pak bagaimana kita bisa menentukan harga tertinggi dan terendah pada harian yg akan berlangsung

Ekarachmat 13 May 2018

Reply:

Basir (16 May 2018 06:20)

Untuk Eka basir,

Untuk harga tertinggi dan terendah bisa anda lihat market watch.

Sementara untuk menganalisa harga tertinggi dan terendah, bisa melihat harga tertinggi dan terendah yang telah/pernah terjadi.

Untuk yang harian bisa menggunakan TF D1.

Terima kasih.

Linlindua 98
Jujun Kurniawan 112
Forex