Melunasi Utang Di Bank Lebih Cepat, Apakah Bijak?

Wahyudi 9 Jan 2020 236

Di era digital seperti saat ini, makin banyak dan mudah orang untuk akses mendapatkan utang. Dulu kita cuma kenal kartu kredit, kemudian berkembang ke kredit tanpa agunan. Selanjutnya, makin menjamur tawaran kredit pinjaman online dengan banyaknya Financial Technology (Fintech) hadir di tanah air.

Masyarakat memang diuntungkan dengan banyak pilihan. Namun, di sisi lain juga, banyak jebakan untuk hidup konsumtif dengan berbagai tawaran menggiurkan dalam mengambil produk pinjaman tersebut.

Bagi yang belum punya utang, sebaiknya bertahan saja. Jangan utang, kecuali saat darurat. Bagi yang sudah terlanjur punya utang, ada baiknya memahami plus minus melunasi utang di bank lebih awal berikut ini.

 

Apa Saja Keuntungannya?

Melunasi utang lebih awal secara umum merugikan bagi bank. Tapi sebaliknya, hal ini tentu menguntungkan bagi pemilik utang. Mengapa demikian?

  1. Lebih Awal Lunas, Lebih Kecil Biaya Bunga

Bank biasanya menerapkan jenis bunga flat atau efektif. Dalam prakteknya, angsuran menggunakan sistem anuitas. Pada sistem ini, bunga di awal angsuran lebih besar. Dengan demikian, jika Anda melunasi angsuran di awal, maka Anda banyak diuntungkan karena membayar bunga lebih kecil.

Sebaliknya bank relatif rugi karena hilang potensi pendapatan bunga tersebut. Oleh karena itu, nasabah seringkali mendapatkan penalti saat melunasi utang lebih awal. Tidak masalah bagi nasabah, yang penting lunas di awal. 

  1. Lunas Utang, Dana Dapat Dialokasikan Ke Lainnya

Tagihan utang di bank tentunya mengganggu rencana keuangan dalam rumah tangga. Tidak hanya dialami oleh satu keluarga saja, namun sudah banyak keluarga yang mengalami demikian. Jika Anda tidak ingin mengalami kondisi tersebut, sebaiknya Anda melakukan pelunasan utang sekarang juga. Saat utang lunas, Anda dapat memperbaiki rencana keuangan keluarga. Dana dapat diatur menjadi lebih baik dan dialokasikan ke kebutuhan yang lebih penting.

pelunasan utang lebih awal

  1. Hidup Tidak Dikejar Utang, Pikiran Jadi Tenang

Sudah menjadi rahasia umum bahwa utang banyak terjadi akibat gaya hidup. Konsekuensinya jika punya utang, Anda akan terbebani pikiran. Hidup jadi tidak nyaman karena ada semacam perasaan ditagih-tagih utang. Jadi, lunasi utang Anda secepatnya. 

 

Apa Saja Kerugiannya?

Sebenarnya tidak banyak atau bahkan tidak ada ruginya melunasi utang lebih awal. Hanya saja ada beberapa persepsi umum yang menganggap bahwa lunas di awal berarti butuh dana besar untuk melunasinya. Padahal, dana itu bisa dimanfaatkan untuk lainnya. Beberapa persepsi “rugi” tersebut di antaranya adalah sebagai berikut.

  1. Beban Pokok Masih Tinggi

Angsuran utang terdiri dari pokok dan bunga. Beban pokok yang Anda bayarkan tetap tinggi jika lebih awal melunasi utang di bank. Pengertian ini biasanya dijelaskan ketika perjanjian di awal saat berutang, bersamaan dengan penjelasan bunga dan perjanjian jangka waktu pelunasan. Tapi sebenarnya persepsi ini kurang tepat juga.

Dalam hal ini, beban pokok yang harus dibayarkan masih relatif tinggi, meski Anda membayar utang secara cepat maupun lambat. Meski begitu, tidak ada salahnya untuk melunasi utang di bank lebih awal. 

  1. Sumber Dana Terkuras Habis

Melunasi utang butuh duit banyak. Hal ini yang sering membuat orang berpikir ulang tentang lebih efektif lunas sekarang atau tetap mengangsur. Melunasi utang lebih awal juga butuh komitmen. Jadi jika masih ragu-ragu, biasanya orang akan memilih untuk tetap mengangsur pembayaran utang supaya dana tidak terkuras habis.

 

Keputusan untuk melunasi utang atau melanjutkan utang bahkan menambah utang adalah keputusan keuangan yang krusial. Perlu dibicarakan serius dengan anggota keluarga yang lain. Karena, berapapun jumlah utangnya, Anda harus membayar sampai lunas. Artinya ini akan mempengaruhi rencana keuangan Anda bahkan hingga jangka panjang. Jadi, apapun keputusan yang Anda pilih terkait pelunasan utang, pastikan semuanya sudah dipertimbangkan dengan baik. 

Kirim Komentar/Reply Baru
Jujun Kurniawan 49
Floating Loss Martiangle

Saya mengalami floating loss yang saat ini memakan dana saya hingga 50%. apa yang harus saya lakukan? apakah melakukan martriangle atau hedging? ada saran?

Daniel 13 Mar 2019

Reply:

Erik T (13 Mar 2019 21:36)

Untuk Daniel,

Jika posisi Anda saat ini belum dipasang Stop Loss (SL), maka sebaiknya Anda segera memasangkan SL pada posisi yang Anda miliki. Menahan floating hingga mencapai minus 50% dari modal itu bukanlah hal yang bijak dalam bertrading. Maka pertanyaan saya untuk Anda, apakah Anda sudah menerapkan sistem trading dan prinsip money management yang benar?

Jika belum, maka sebaiknya Anda kembali memperbaiki sistem trading dan money management-nya. Karena, banyak trader yang berpendapat bahwa kunci utama kesuksesan dalam bertrading terletak pada penerapan money management, bukan pada seberapa besar akurasi dari sebuah analisa teknikal. Oleh karena itu, sebelum Anda kembali bertrading di akun real Anda, sebaiknya Anda berlatih terlebih dahulu tentang penerapan money management.

Lalu bagaimana dengan posisi trading Anda saat ini? Jika Anda masih ragu dan sayang untuk melakukan cut-loss, maka Anda dapat melakukan heding. Dengan begitu ekuitas Anda akan terjaga dan tidak terpengaruh dengan pergerakan market (selama broker yang Anda gunakan tidak membebankan komisi dan biaya inap). Dengan demikian, Anda dapat berlatih bertrading di akun demo dengan menerapkan sistem trading dan money management yang benar tanpa khawatir akan floating yang semakin membesar pada akun real yang Anda miliki.

Semoga bisa membantu.

Jujun Kurniawan 168
Kredit  
Wahyudi 409
Fintech  
Febrian Surya 269
Kredit  
Wahyudi 264
Kredit  
Jujun Kurniawan 267
Fintech