Melunasi Utang Di Bank Lebih Cepat, Apakah Bijak?

Wahyudi 9 Jan 2020 746
Dibaca Normal 4 Menit

Perkembangan teknologi saat ini membuat peluang masyarakat berutang pada bank lebih besar. Melunasi utang lebih cepat, pasti lebih baik. Apa betul demikian?



Di era digital seperti saat ini, makin banyak dan mudah orang untuk akses mendapatkan utang. Dulu kita cuma kenal kartu kredit, kemudian berkembang ke kredit tanpa agunan. Selanjutnya, makin menjamur tawaran kredit pinjaman online dengan banyaknya Financial Technology (Fintech) hadir di tanah air.

Melunasi Utang Di Bank

Masyarakat memang diuntungkan dengan banyak pilihan. Namun, di sisi lain juga, banyak jebakan untuk hidup konsumtif dengan berbagai tawaran menggiurkan dalam mengambil produk pinjaman tersebut.

Bagi yang belum punya utang, sebaiknya bertahan saja. Jangan utang, kecuali saat darurat. Bagi yang sudah terlanjur punya utang, ada baiknya memahami plus minus melunasi utang di bank lebih awal berikut ini.

 

Apa Saja Keuntungannya?

Melunasi utang lebih awal secara umum merugikan bagi bank. Tapi sebaliknya, hal ini tentu menguntungkan bagi pemilik utang. Mengapa demikian?

  1. Lebih Awal Lunas, Lebih Kecil Biaya Bunga

Bank biasanya menerapkan jenis bunga flat atau efektif. Dalam prakteknya, angsuran menggunakan sistem anuitas. Pada sistem ini, bunga di awal angsuran lebih besar. Dengan demikian, jika Anda melunasi angsuran di awal, maka Anda banyak diuntungkan karena membayar bunga lebih kecil.

Sebaliknya bank relatif rugi karena hilang potensi pendapatan bunga tersebut. Oleh karena itu, nasabah seringkali mendapatkan penalti saat melunasi utang lebih awal. Tidak masalah bagi nasabah, yang penting lunas di awal. 

  1. Lunas Utang, Dana Dapat Dialokasikan Ke Lainnya

Tagihan utang di bank tentunya mengganggu rencana keuangan dalam rumah tangga. Tidak hanya dialami oleh satu keluarga saja, namun sudah banyak keluarga yang mengalami demikian. Jika Anda tidak ingin mengalami kondisi tersebut, sebaiknya Anda melakukan pelunasan utang sekarang juga. Saat utang lunas, Anda dapat memperbaiki rencana keuangan keluarga. Dana dapat diatur menjadi lebih baik dan dialokasikan ke kebutuhan yang lebih penting.

pelunasan utang lebih awal

  1. Hidup Tidak Dikejar Utang, Pikiran Jadi Tenang

Sudah menjadi rahasia umum bahwa utang banyak terjadi akibat gaya hidup. Konsekuensinya jika punya utang, Anda akan terbebani pikiran. Hidup jadi tidak nyaman karena ada semacam perasaan ditagih-tagih utang. Jadi, lunasi utang Anda secepatnya. 



 

Apa Saja Kerugiannya?

Sebenarnya tidak banyak atau bahkan tidak ada ruginya melunasi utang lebih awal. Hanya saja ada beberapa persepsi umum yang menganggap bahwa lunas di awal berarti butuh dana besar untuk melunasinya. Padahal, dana itu bisa dimanfaatkan untuk lainnya. Beberapa persepsi “rugi” tersebut di antaranya adalah sebagai berikut.

  1. Beban Pokok Masih Tinggi

Angsuran utang terdiri dari pokok dan bunga. Beban pokok yang Anda bayarkan tetap tinggi jika lebih awal melunasi utang di bank. Pengertian ini biasanya dijelaskan ketika perjanjian di awal saat berutang, bersamaan dengan penjelasan suku bunga pinjaman dan perjanjian jangka waktu pelunasan. Tapi sebenarnya persepsi ini kurang tepat juga.

Dalam hal ini, beban pokok yang harus dibayarkan masih relatif tinggi, meski Anda membayar utang secara cepat maupun lambat. Meski begitu, tidak ada salahnya untuk melunasi utang di bank lebih awal. 

  1. Sumber Dana Terkuras Habis

Melunasi utang butuh duit banyak. Hal ini yang sering membuat orang berpikir ulang tentang lebih efektif lunas sekarang atau tetap mengangsur. Melunasi utang lebih awal juga butuh komitmen. Jadi jika masih ragu-ragu, biasanya orang akan memilih untuk tetap mengangsur pembayaran utang supaya dana tidak terkuras habis.

 

Keputusan untuk melunasi utang atau melanjutkan utang bahkan menambah utang adalah keputusan keuangan yang krusial. Perlu dibicarakan serius dengan anggota keluarga yang lain. Karena, berapapun jumlah utangnya, Anda harus membayar sampai lunas. Artinya ini akan mempengaruhi rencana keuangan Anda bahkan hingga jangka panjang. Jadi, apapun keputusan yang Anda pilih terkait pelunasan utang, pastikan semuanya sudah dipertimbangkan dengan baik. 



Forum

Dewan (17 Jul 2013)

Apa insideday candlestick bentuk candlenya harus besar dan apa bisa untuk time frame H4 dan H1?

Selengkapnya...

BANK KPR Ritel
Bank Amar Indonesia 13.00% 11.00%
Bank Artha Graha Internasional 10.90% 10.40%
Bank Artos Indonesia 30.23% 30.23%
Bank Bisnis Internasional 8.78% 12.35%
Bank Bukopin 9.31% 9.20%
Bank Bumi Arta 9.98% 10.55%
Bank Capital Indonesia 13.30% 13.30%
Bank China Construction Bank Indonesia 9.89% 9.89%
Bank Cimb Niaga 9.55% 10.10%
Bank Commonwealth 10.75% 10.75%

Kirim Komentar/Reply Baru


Perbandingan Bunga P2P Lending
Perbandingan Bunga P2P Lending
Sistem   9 Apr 2021   90  
hedging dengan jumlah lot yg sama pada posisi buy dan sell

Salam, Mas. Tolong nasehati saya. Trading sy bermasalah sejak pergerakan turun. Sampai sekarang terpaksa saya hedging dengan jumlah lot yg sama pada posisi buy dan sell. Sedih rasanya, Mas. Sampai sekarang saya kesulitan keuangan. Dan sampai kapan pergerakan turun ini terus? Moga nasehat Mas berguna bagi saya. Matur Nuwun.

Akzam 4 Jun 2012

Reply:

Basir (04 Jun 2012 15:17)

Bagi mereka penganut hedging / swing Trading hedging mungkin tak masalah karena mereka bisa mengunci dan bisa  kembali membuka kuncinya saat yang tepat.  kalau saja Jaraknya masih dekat mungkin salah satunya bisa dikorbankan. Kalau jaraknya sangat jauh anda bisa injek dana atau anda masuk dengan lot  lot kecil untuk  TP dan menyelamatkan akun anda minimal sampai BEP.

Thanks

Kiki R (22 Sep 2019 16:30)

@akzam: Dalam keadaan akun yang ter-hedging karena posisi yang salah arah hingga floating loss banyak maka perlu hati-hati dalam membuka hedging. Tidak ada yang benar-benar tahu dengan pasti seberapa jauh suatu harga akan naik begitupula dengan turun. Untuk kasus sekarang, cara terbaik adalah menunggu momentum untuk membuka posisi sell/buy dengan melihat trend di time frame besar seperti Monthly dan Weekly. Pembukaan hedging perlu diperhatikan ketahanan dana sehingga akun tidak margin call (MC). Salah satu alternatif lain juga adalah deposit dana secukupnya untuk menahan floating agar akun tidak MC.

Sebagai contoh, apabila pergerakan trend di Monthly dan Weekly adalah trend turun, maka kita perlu menunggu koreksi naik untuk membuka posisi buy yang floating loss dari atas. Tentu dalam membuka posisi loss buy harus diperhitungkan jumlah lot yang pas.

Kondisi ini bisa dicegah dari awal apabila kita menggunakan stop loss, sehingga ketika arah posisi kita salah maka kerugian segera dibatasi. 

Ngabuburit Bersama Finex Lewat Live Webinar
Ngabuburit Bersama Finex Lewat Live Webinar
Melati   9 Apr 2021   54  
Strategi Scalping Dengan Candlestick 1 Menit
Strategi Scalping Dengan Candlestick 1 Menit
Linlindua   31 Mar 2021   382  
Peluang Bisnis Untuk Gamer Yang Terbukti Cuan
Peluang Bisnis Untuk Gamer Yang Terbukti Cuan
Wahyudi   31 Mar 2021   125  
Panduan Lengkap Cara Membaca Candlestick Cryptocurrency
Cara Membaca Stochastic Saham Untuk Pemula
Cara Membaca Stochastic Saham Untuk Pemula
Linlindua   30 Mar 2021   175  
10 Tips Sukses Menjadi Pengusaha Muda
10 Tips Sukses Menjadi Pengusaha Muda
Nandini   30 Mar 2021   108  
Apa Yang Terjadi Jika Saham ARA?
Apa Yang Terjadi Jika Saham ARA?
Anna   30 Mar 2021   100  
Cara Trading Tanpa Indikator Untuk Profit Maksimal
Cara Trading Tanpa Indikator Untuk Profit Maksimal
Linlindua   29 Mar 2021   339