Membongkar Kasus EDCCash, Penipuan Ponzi Berkedok Kripto


Cahyaning 24 Sep 2021 71Dibaca Normal 9 Menit

Kasus penipuan EDCCash sempat menghebohkan dunia kripto Indonesia. Tak tanggung-tanggung, kerugian yang ditimbulkan mencapai Rp285 miliar. Bagaimana kronologinya?



Keuntungan menggiurkan dari investasi kripto dapat menjadi pedang bermata dua. Tak sedikit orang yang tertipu investasi bodong aset digital. Karena kurangnya pengetahuan mengenai dunia kripto, tak sedikit yang menjadi korban skema Ponzi dengan embel-embel investasi kripto di Indonesia.

Salah satunya adalah kasus EDCCash yang sempat ramai beberapa waktu lalu. Tak tanggung-tanggung, kerugian yang ditimbulkan EDCCash mencapai Rp285 miliar. Bagaimana kisah lengkapnya dan pelajaran apa yang dapat dipetik?

 

Apa Itu EDCCash?

EDCCash atau E-dinar Coin Cash resmi diluncurkan pada tahun 2019 silam dan dikembangkan oleh PT. Cripto Prima Sejahtera. EDCCash sebetulnya sudah memiliki komunitas yang dibentuk pada tahun 2016. Bahkan kala itu, anggotanya mencapai 7,800 orang.

Awalnya, E-Dinar Coin Cash ini dipasarkan sebagai dompet digital cerdas yang mendukung kegiatan mining. Tak hanya itu, EDCCash juga menjadi 'koin digital' yang bisa diperjualbelikan.

Pihak perusahaan EDCCash akan meminjamkan deposit yang digunakan untuk menambang. Setelah itu, klien akan mendapatkan hasil penambangan otomatis per hari sejumlah 0.5% dari total saldo di dalam dompet digital. Harga beli koin EDCCash adalah Rp20,000 per koin, sedangkan harga jualnya mencapai Rp15,000 per koin. Meski terdengar menggiurkan, namun ada beberapa hal yang dirasa mencurigakan dari praktek EDCCash.

Kasus EDCCash

Salah satunya adalah sejumlah biaya yang dikenakan kepada anggota baru. Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Brigjen (Pol) Helmy Santika mengungkapkan bahwa setiap anggota baru dikenakan biaya sejumlah Rp5 juta sebagai modal investasi. Dari biaya tersebut, sebanyak Rp4 juta akan digunakan untuk membeli 200 koin EDCCash. Kemudian ada tambahan biaya lagi sebesar Rp300,000 untuk membayar biaya sewa cloud selama satu bulan, dan Rp 700,000 untuk membayar upline.

Selain itu, koin ini menawarkan penambangan digital dengan bunga tetap 15% per bulan. Anggota juga dipastikan mendapatkan rewards berupa koin jika aktif mencari downline. Mereka yang tahu benar risiko trading dan investasi pasti sudah mencium gelagat tak baik dari embel-embel "bunga tetap" dan istilah "downline". Sayangnya, tak semua investor anyaran di Indonesia memiliki kewaspadaan tersebut.



Kecurigaan para member semakin tajam ketika keuntungan sulit cair. Salah seorang member bernama Diana mengaku kesulitan untuk klaim keuntungannya. Namun, pihak EDCCash mengatakan bahwa kendala ini disebabkan oleh perbaikan sistem.

Diana mengaku kerepotan karena uang tersebut merupakan titipan beberapa downline-nya. Uang titipan member itu sudah ia belikan koin untuk dicairkan menjadi uang. Namun karena kendala tersebut, ia mengalami kerugian sebesar Rp5 miliar. Karena kasus ini, Diana dan sejumlah member lainnya pun melaporkan EDCCash kepada Polda Metro Jaya pada tanggal 5 April 2021.

"Koin yang (seharusnya cair) sekian ratus juta, harusnya dari uang segitu, sekarang (cairnya) jadi beberapa receh. Kayak koin saya misalkan dari satu akun itu Rp800 juta yang harus dijual atau yang saya dapatkan, kok sekarang cuma (cair) Rp11 juta," ujar Diana dilansir dari detik.com.

 

Masuk Dalam Aset Ilegal

Kasus EDCCash turut mengundang komentar dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Menurut Ketua Satgas Waspada Investasi (SWI) OJK, Tongam L. Tobing, EDCCash sebetulnya sudah masuk dalam daftar investasi ilegal sejak bulan Oktober 2020 karena melakukan kegiatan jual beli uang kripto tanpa izin. Berdasarkan pola perekrutan member tersebut, Satgas menduga bahwa koin ini menggunakan skema Ponzi untuk menarik minat para member.

"Kami sudah minta blokir situs dan aplikasi melalui Kemenkominfo dan menyampaikan laporan informasi ke Kepolisian. Apabila diduga ada tindak pidana agar dilakukan proses penegakan hukum," jelas Tongam dikutip dari CNN.

Selain tak memiliki izin kegiatan usaha aset kripto, EDCCash juga diblokir karena skema investasi yang diterapkan tak sesuai dengan aset kripto pada umumnya; tak ada koin yang bisa menjanjikan keuntungan tetap setiap bulannya. Dua situs resmi EDCCash yang telah diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika yaitu edccash.com dan edccash.weebly.com.

 

Penyelesaian Kasus EDCCash

Berdasarkan laporan para korban, akhirnya kasus EDCCash berakhir dengan penangkapan 6 tersangka yang terlibat dalam skema ini. Salah satunya adalah CEO EDCCash, Abdulrahman Yusuf. Mereka dijerat atas tindak pidana penipuan, penggelapan, dan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Sejak penangkapan tersebut, para korban terus berdatangan untuk melaporkan kerugian mereka.

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri, Kombes Ahmad Ramadhan, menyatakan jika pihak penyidik telah melakukan serangkaian penggeledahan dan penyitaan aset-aset milik para tersangka. Dari penggeledahan tersebut, Polisi menyita 14 kendaraan roda empat dan uang tunai berupa rupiah serta mata uang asing sebagai barang bukti.

 

Bagaimana Cara Menghindari Aksi Penipuan Kripto di Indonesia?

Kasus EDCCash adalah bukti kurangnya pemahaman masyarakat tentang seluk beluk mata uang digital. Jika dilihat sepintas, dunia kripto memang terkesan rumit dan membingungkan. Akan tetapi minat masyarakat yang tinggi terhadap aset kripto dapat menjadi celah yang bisa dimanfaatkan oknum-oknum tak bertanggungjawab untuk mengeruk profit. Lalu, bagaimana cara melindungi diri dari jebakan penipu yang mengatasnamakan investasi kripto?

 

1. Pastikan Aset Kripto Diakui Bappebti

Agar tak terjebak skema Ponzi seperti kasus EDCCash, pastikan aset kripto yang dipilih untuk investasi telah diakui oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Bappebti mengatur segala hal yang berkaitan dengan perdagangan, investasi, dan penggunaan aset kripto di Indoensia.

Baca juga: 5 Exchange Kripto Termurah yang Diregulasi Bappebti

Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan No. 99 Tahun 2018 tentang Kebijakan Umum Penyelenggaraan Perdagangan Berjangka Aset Kripto, dan Peraturan Bappebti (Perba) Nomor 5 Tahun 2019 tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisik Aset Kripto di Bursa Berjangka, yang telah diubah dengan Perba Nomor 9 Tahun 2019, kemudian Perubahan Kedua dengan Perba Nomor 2 Tahun 2020 dan Perubahan Ketiga dengan Perba Nomor 3 Tahun 2020.

Menurut Kepala Bappebti Sidharta Utama, saat ini ada 229 jenis aset kripto yang diakui di Indonesia, dan EDCCash tidak termasuk di dalamnya. 'Uang kripto' ini tak memenuhi syarat aset kripto, yaitu harus berbasis distributed ledger technology, dan memiliki fungsi yang jelas; apakah sebagai utility crypto atau crypto-backed asset. Uang kripto yang diizinkan juga harus masuk dalam daftar 500 besar kapitalisasi pasar dan masuk dalam bursa aset kripto terbesar di dunia.

Kunjungi juga: 10 Kripto dengan Kapitalisasi Pasar Terbesar Hari Ini

Sementara itu, perusahaan kripto harus memiliki modal minum sebesar Rp100 miliar untuk berdagang, dan Rp1 triliun untuk berizin. Alasannya adalah karena banyaknya kasus peretasan kripto yang bisa mengakibatkan kerugian besar untuk trader. Di luar negeri, aset kripto dilindungi oleh asuransi, namun di Indonesia belum ada asuransi yang bisa melindungi uang digital. Jadi, perusahaanlah yang harus melindungi dana klien jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Bahaya penipuan kripto(Baca juga: Awas, Ini 5 Cara Hacker Mencuri Uang Kripto)

 

2. Kenali Ciri-Ciri Skema Ponzi

Investor wajib curiga jika ada investasi kripto yang mengharuskan klien untuk mencari anggota baru. Sebab, modus paling umum dari penipuan kripto adalah menggunakan skema Ponzi. Biasanya para oknum menggunakan bahasa-bahasa kripto yang berat untuk membujuk orang agar tertarik berinvestasi pada 'koin' mereka. Padahal nantinya para korban akan diminta untuk mencari anggota lain agar bisa mendapatkan keuntungan dari investasi mereka. Modus inilah yang digunakan dalam kasus EDCCash.

 

3. Pelajari Teknologi Di Balik Uang Kripto

Selain faktor keanggotaan, Blockchain juga bisa menjadi parameter untuk memastikan apakah koin tersebut aman. Uang kripto berjalan pada jaringan blockchain, sehingga tanpa adanya jaringan ini tak mungkin aset kripto dapat bekerja. Blockchain berfungsi sebagai buku besar dalam perdagangan dan investasi kripto, dimana semua aktivitas dicatat. Beberapa koin kripto memiliki jaringan blockchain sendiri, seperti Bitcoin dan Etherum. Umumnya, para oknum penipuan kripto akan mengatakan bahwa jaringan mereka sedang dikembangkan atau akan dirilis.

 

4. Jangan Mudah Tergiur Keuntungan

Banyak korban kasus EDCCash yang bergabung karena tergiur dengan keuntungan yang dijanjikannya. Pasalnya, anggota disebut akan mendapat keuntungan tetap setiap bulan. Jika dipikir-pikir, hal ini tentu tak masuk akal karena kondisi pasar kripto sangat fluktuatif. Tingginya volatilitas menyebabkan harga koin tak bisa diperkirakan. Mana mungkin ada aset kripto yang harganya tetap atau bahkan naik terus menerus?

Mendapatkan keuntungan di pasar kripto memang bukan hal yang mustahil. Tapi sama halnya dengan aset lain, trader dan investor tak lepas dari risiko loss selama memasuki pasar. Jika ada investasi kripto yang menjanjikan keuntungan tetap atau bahkan meningkat setiap bulannya, maka hal tersebut patut dicurigai. Jangan terburu-buru tergiur saat ada teman dan kenalan yang mendapatkan keuntungan besar dari investasi mencurigakan.

Baca juga: 7 Tips Ampuh Hindari FOMO untuk Trader Kripto

 

Akhir Kata

Keuntungan menarik yang ditawarkan oleh investasi kripto membuat banyak orang tertarik untuk ikut-ikutan terjun di dalamnya. Akan tetapi, karena kurangnya pengetahuan, mereka justru dimanfaatkan oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab. Salah satunya seperti kasus EDCCash yang terjadi belum lama ini. Meski mengaku memiliki koin kripto, namun investasi ini justru menggunakan skema Ponzi di mana member disarankan untuk mencari anggota baru guna mendapatkan keuntungan lebih banyak.

Besarnya kerugian dari korban EDCCash menjadi pelajaran untuk semua pelaku pasar, baik yang sudah ahli maupun investor pemula. Misalnya, pastikan untuk berinvestasi di aset kripto yang aman dan sudah diakui oleh Bappebti, kenali ciri-ciri skema Ponzi dan teknologi kripto, serta jangan mudah terpancing oleh iming-iming keuntungan tetap.

 

Tidak hanya di Indonesia, kasus penipuan kripto juga marak terjadi di negara lain. Bahkan, ada insiden yang melibatkan salah satu exchange terbesar pada masanya. Bagaimana lika-liku kisahnya? Silahkan ikuti di 5 Kasus Penipuan Kripto Terbesar.

BANKKPRRitel
Bank Amar Indonesia 13.00% 11.00%
Bank Artha Graha Internasional 10.90% 10.40%
Bank Artos Indonesia 30.23% 30.23%
Bank Bisnis Internasional 8.78% 12.35%
Bank Bukopin 9.31% 9.20%
Bank Bumi Arta 9.98% 10.55%
Bank Capital Indonesia 13.30% 13.30%
Bank China Construction Bank Indonesia 9.89% 9.89%
Bank Cimb Niaga 9.55% 10.10%
Bank Commonwealth 10.75% 10.75%

Ketika Anda benar-benar percaya bahwa trading hanyalah sebuah permainan probabilitas yang sederhana, konsep seperti benar dan salah atau menang dan kalah tidak lagi memiliki makna yang sama.

Michael Covel

Anda bisa memperkirakan apa yang terjadi. Tapi bila Anda tidak punya parameter trading, maka sebaiknya jangan masuk hanya karena peluangnya terlihat oke, atau karena seseorang mengatakannya.

Carolyn Boroden

Pada dasarnya, forex dan saham tidak jauh berbeda. Yang membedakan adalah risikonya.

Ellen May

Saya tak banyak melihat korelasi antara trading yang bagus dan kecerdasan. Beberapa trader terkemuka cukup cerdas, tetapi beberapa diantaranya tidak.

William Eckhardt

Dalam berinvestasi Anda harus tahu betul apa-apa yang tidak Anda ketahui, dan berpeganglah hanya pada apa yang Anda ketahui.

Warren Buffett

Tak ada satupun aturan trading yang bisa 100% profit sepanjang waktu.

Jesse Livermore

Saya akan selalu mengurangi posisi ketika loss. Dengan begitu, saya hanya akan memiliki posisi kecil saat trading berakhir buruk.

Paul Tudor Jones

Tekunilah proses dari setiap proses, kerjakan, rencanakan, investasikan waktu Anda dengan bijak, jadilah produktif, dan jangan buang-buang waktu.

Chris Lori

Charting itu agak mirip dengan berselancar. Anda tak perlu banyak tahu tentang fisik gelombang untuk menangkap sebuah ombak yang bagus. Anda hanya perlu mampu merasakannya ketika (ombak) itu terjadi dan memiliki keberanian untuk beraksi di saat yang tepat.

Ed Seykota

Cara membangun return jangka panjang adalah dengan melindungi modal dan memaksimalkan profit.

Stanley Druckenmiller

Saya hanya kaya karena saya tahu kapan saya salah. Pada dasarnya saya bisa bertahan dengan mengakui kesalahan-kesalahan saya.

George Soros

Orang yang tradingnya maksa seringkali berujung pada kegagalan. Disyukuri saja profit yang sudah didapat hari itu. Jangan kemaruk.

Desmond Wira

Saat Anda mengalami kerugian beruntun, segala keraguan dan ketidakpastian akan menyeruak dan membuat Anda sangat ragu untuk menarik pelatuk (entry). Rasanya tak ada satupun yang berjalan dengan benar. Itu adalah sesuatu yang harus Anda kontrol.

Bill Lipschutz

Yang penting bukan masalah benar atau salah, tapi seberapa besar profit Anda ketika benar, dan seberapa banyak loss Anda ketika salah.

George Soros

Saya tahu kemana saya akan keluar bahkan sebelum saya masuk (pasar).

Bruce Kovner

Untuk pemula disarankan lebih baik trading saham dahulu, kalau sudah profit konsisten baru mencoba forex, emas, atau lainnya. Kalau dari awal sudah nekat trading forex, emas, apalagi indeks tanpa bekal ilmu yang cukup, boleh jadi sebentar saja uangnya langsung amblas,

Desmond Wira

Trading bukanlah hanya soal melindungi modal dari kerugian, melainkan juga melindungi diri dari diri sendiri.

Kim Krompass

Masuklah pasar hanya saat pasar trending; jika bullish Anda harus buy, jika bearish masuk posisi sell. Cuma cara itu yang bisa menghasilkan keuntungan sebenarnya.

Jesse Livermore

Kehancuran emosional hampir sama buruknya dengan kehancuran finansial.

Kim Krompass

Trader yang benar-benar (ingin) sukses haruslah berkomitmen untuk mendalami dunia trading, dan menganggap uang sebagai bonus sampingan.

Bill Lipschutz

Trader cerdas akan selalu paham dan mengikuti latar fundamental dari instrumen tradingnya, namun untuk mengenali level entry dan exit, ia akan menggunakan analisa teknikal

Kathy Lien

Ketika mendapat profit, kita jadi lebih berhati-hati. Sedangkan ketika mengalami kerugian, kita justru mulai mengambil risiko lebih banyak dan rugi lebih banyak lagi.... Jadi, trader perlu memutuskan apakah mereka bisa menanggung risiko dan apakah mereka bisa mengambil keputusan dengan cepat sebelum trading.

Paul Rotter

Untuk menjadi sukses, trading-lah seperti Anda memulai usaha, jangan perlakukan trading sebagai hobi atau pekerjaan rutin. Kalau cuma hobi, tak ada komitmen belajar, dan akhirnya Anda cuma buang-buang uang. Sedangkan kalau diperlakukan sebagai pekerjaan, trading bisa membuat Anda frustasi karena di sini tidak ada gaji bulanan.

Jean Folger

Saya selalu percaya bahwa passion yang diikuti kerja keras dan doa akan membuahkan hasil yang baik di segala bidang, termasuk forex.

Buge Satrio

Memilih time frame rendah untuk kemudian mengolah cara trading jangka pendek bukanlah tindakan memalukan apalagi sebuah dosa.

Barbara Rockefeller
Kirim Komentar/Reply Baru
ETH vs ETC, Mana Yang Lebih Baik?
ETH vs ETC, Mana Yang Lebih Baik?
Nandini   28 Nov 2021   7  
4 Cara Trading Tim Draper untuk Pemula
4 Cara Trading Tim Draper untuk Pemula
Cahyaning   24 Nov 2021   14  
Apa Itu Ethereum Killer?
Apa Itu Ethereum Killer?
Yuvita   22 Nov 2021   17  
Mengenal Smart Contract dan Manfaatnya
Mengenal Smart Contract dan Manfaatnya
Cahyaning   22 Nov 2021   16  
4 Siklus Pasar Kripto Yang Perlu Anda Tahu
4 Siklus Pasar Kripto Yang Perlu Anda Tahu
Yuvita   19 Nov 2021   33  
Mengenal Bahaya Cryptojacking dan Cara Mencegahnya
Mengenal Bahaya Cryptojacking dan Cara Mencegahnya
Cahyaning   17 Nov 2021   21  
Strategi Trading Kripto dengan Marubozu Candlestick
Strategi Trading Kripto dengan Marubozu Candlestick
Jujun Kurniawan   28 Oct 2021   63