Memilih Investasi Yang Tepat Berdasarkan Umur

Wahyudi 13 Feb 2020 1380
Dibaca Normal 4 Menit

Bicara investasi itu ada dua hal yang pasti dipertimbangkan yaitu imbal balik (return) dan risk atau resiko. Makin tinggi resiko, makin tinggi hasilnya. Kondisi ini mengharuskan kita untuk menyesuaikan profil resiko kita dengan jenis investasi yang akan dimasuki.



Bicara investasi itu ada dua hal yang pasti dipertimbangkan yaitu imbal balik (return) dan risk atau resiko. Sampe-sampe ada prinsip high risk, high return. Makin tinggi resiko, makin tinggi hasilnya. Kondisi ini mengharuskan kita untuk menyesuaikan profil resiko kita dengan jenis investasi yang akan dimasuki. Normalnya, makin tambah usia, resiko yang diambil makin rendah alias makin moderat. Jangan kebalik, atau jangan juga tergoda dengan penawaran produk investasi tanpa mempertimbangkan profil resiko.

Pernah dengar pensiunan yang habis duitnya gara-gara tergoda masuk investasi yang beresiko tinggi dan gagal? Akhirnya dia harus hidup merana di masa tuanya. Memang pensiunan adalah market paling empuk untuk menawarkan produk investasi.

Waspadai hal itu dan pertimbangkan dengan baik jenis investasi yang sesuai umur. Agar Anda tak salah pilih jenis investasi, cek panduannya pada ulasan berikut. 

investasi di usia muda

 

Memilih Investasi Di Usia 20 Tahun, High Risk Masih OK Lah!

Usia 20 tahun biasanya masih belum bekerja. Kalaupun nabung atau investasi lebih mungkin dari hasil menyisihkan uang kuliah dari orang tua. Namun tak jarang juga ada usaha sampingan di era digital seperti saat ini. Usia seperti ini kebanyakan masih mencari jati diri, suka jalan-jalan, kongkow kongkow, belanja dan kulineran.

Sebagai media belajar, ada baiknya usia 20 tahun ambil produk investasi yang bisa dijadikan sampingan juga, artinya tidak menyita waktu untuk mempelajari produk maupun menjalankannya. Reksadana bisa jadi pilihan menarik. Cukup dengan modal Rp 100 ribu yang penting rutin. Ambil jenis reksadana saham karena usia masih muda biar dalam jangka panjang hasilnya kelihatan.

Kalau tertarik mengejar profit yang lebih tinggi dan siap mengelola risiko, tak ada salahnya juga menjadi trader forex. Ini terutama cocok buat kawula muda karena tak membutuhkan modal besar dan bisa menyediakan keuntungan jangka pendek yang bisa segera direalisasikan. Potensi lebih lengkap tentang pasar forex dan apa saja yang membuatnya istimewa bisa dilihat langsung di Panduan Trading Forex Untuk Pemula.

 

Usia 30 Tahun, Mulai Mikir Produk Investasi Jangka Menengah-Panjang

Saat usia mulai matang, rentang 30-40 tahun, maka Anda harus mulai berfikir produk investasi yang tepat untuk "time horizon" 20-30 tahun kedepan. Usia 30 tahun adalah puncak produktivitas kita. Jadi harus gas pol, kalo perlu masukkan semua ke instrument investasi biar di tahapan waktu berikutnya (usia 40 tahun ke atas) Anda lebih santai berinvestasi.



Pada usia ini tak ada salahnya Anda melanjutkan investasi reksadana yang sebelumnya diambil dengan kombinasi membeli saham langsung, baik untuk long term maupun trading saham (short term). Masih banyak waktu untuk belajar di rentang usia ini.

investasi sesuai umur

(Baca Juga: 4 Tips Investasi Saham Anti Gagal Untuk Pemula)

 

Usia 40 Tahun, Cari Yang Aman Tapi Masih Menjanjikan Hasil Lumayan

Usia 40 tahun boleh dibilang usia matang dan berimbang. Artinya pemasukan dan pengeluaran bisa dibilang sama-sama besar. Karir biasanya sudah masuk jabatan manajerial namun biaya hidup keluarga juga masuk ke fase puncak misalnya saja sekolah anak, cicilan rumah atau kendaraan dan lainnya. Belum lagi memikirkan dana pensiun yang seharusnya sudah dipersiapkan sejak muda.

Pada kelompok usia ini, Anda jangan banyak bereksperimen dalam melakukan investasi. Ambil produk yang pasti-pasti sajalah. Kalopun ambil saham, ambil yang blue chips biar tidak beresiko. Kalo reksadana, ambil yang jenis pasar uang atau reksadana campuran. Saat ini ada alternative lain dari fintech yang bisa dicoba. Ada banyak pilihan. Anda sesuaikan dengan profil resiko yang menengah dan rendah untuk kelompok usia ini.

 

Usia di Atas 50 Tahun-Nikmati Hidup, Lakukan Investasi Seperlunya Untuk Menunjang Masa Tua

Masuk usia 50 tahun ke atas, investasi tetap diperlukan. Hanya saja lebih kearah investasi sambil menikmati hidup. Tidak perlu "ngoyo” apalagi beresiko. Ingat, usia produktif ada batasnya. Anda tetap harus aktif sampai usia senja sekalipun, termasuk dalam hal bekerja maupun berinvestasi.



Produk investasi seperti reksadana maupun deposito bisa menjadi pilihan yang tepat untuk kelompok usia ini. Jika reksadana ambil yang jenis pasar uang atau pendapatan tetap. Yang penting uang simpanan Anda dalam bentuk investasi tersebut mudah untuk dicairkan. Satu hal penting lainnya di kelompok usia ini adalah investasi di bidang kesehatan. Jalani gaya hidup sehat dan siapkan asuransi untuk proteksi kesehatan Anda, mengingat mulai usia Anda, aktivitas Anda bisa jadi akan banyak terkait dengan kesehatan dan perawtaan tubuh.

Melakukan investasi adalah bagian penting dalam perencanaan keuangan jangka panjang. Harus dilakukan mulai sekarang berapapun usia Anda, dan akan tetap berlanjut juga sampai usia berapapun agar gaya hidup Anda tetap terjaga. Dengan manajemen keuangan dan investasi yang pas, pensiun muda bukan lagi hanya impian

Forum

Endy Susiyanto (04 Jun 2018)

Posisi account saya buy 1333.10 2 lot, 1329.20 1lo,t sel masing-masing 1lot  di 1288.90, 1289.10, dan 1290.40. Mohon solusinyaa

Selengkapnya...

Kalkulator KPR

Kirim Komentar/Reply Baru


Cara Membaca Stochastic Saham Untuk Pemula
Cara Membaca Stochastic Saham Untuk Pemula
Linlindua   30 Mar 2021   175  
Menentukan SL DAN TP Sesuai Target
cara menentukan stop loss yang tepat dan sesuai dengan target kita 

Feri 13 Dec 2017

Reply:

Basir (13 Dec 2017 14:37)

Untuk Feri,

Anda bisa menentukan stop loss sesuai dengan resiko yang siap Anda terima. Jika dana anda $1000, Resiko yang anda siap tanggung per posisi adalah 2%, maka Anda siap loss sebesar $20.

Jika Anda membuka posisi dengan lot 0.01 dengan nilai kontrak sizenya 1000 (per pips = $0.10), maka Anda bisa pasang stop loss sebanyak 200 pips.

200 pips x $0.10 (1000) = $20.

Untuk Take Profit saran saya sesuaikan dengan Risk/Reward Ratio. Usahakan supaya Take Profit lebih besar dari Stop Loss-nya, dengan perbandingan misalkan 1:1.2, 1:1.5, 1:2, 1:3, dst.

Jadi apabila Anda pasang Stop Loss 200 pips, dengan Risk/Reward Ratio 1:2 Anda bisa mengukur jarak Take Profit 400 pips.

Thanks.

Harry (19 Dec 2017 06:48)

Bagaimana caranya pakai stop loss dan take profit?

Basir (19 Dec 2017 21:33)

Untuk Harry,

Anda bisa menentukan berapa Take Profit (batas untung) dan Stop Loss (batas rugi) terlebih dahulu, dengan ketentuan :

  • Jika anda Sell, take profit dibawah harag Sell, stop loss diatas harga Sell.
  • Jika anda Buy, take profit diatas harga Buy, stop loss dibawah Buy.

Jika order anda sudah masuk pasar, arahkan mouse ke open posisi tersebut. Kemudia klik kanan, Pilih Modif or Delete Order.



Isi take profit dan stop lossnya, sesuai dengan ketentuan diatas.

Jika anda melakukan order Pending / Order pesanan, klik New Order. Pilih Type Order Pending. Silahkan Pilih Buy Limit, Sell limit, Buy Stop atau Sell Stop. Isikan harga yang anda inginkan. Dan isi stop loss dan take profitnya.

Penjelasannya :

  1. Kolom type untuk pending order: Yaitu jenis pending order apa yang anda inginkan
  2. Buy Limit: Yaitu memasang order Buy dengan harga dibawah harga running sekarang, dengan harapan jika harga yang sedang turun dapat bergerak naik lagi dari titik dimana posisi harga Pending Buy Limit tersebut.
  3. Sell Limit: Yaitu memasang order Sell dengan harga diatas harga running sekarang, dengan harapan jika harga yang sedang naik dapat bergerak turun lagi dari titik posisi harga Pending Sell Limit tersebut.
  4. Buy Stop: Yaitu memasang order Buy dengan harga diatas harga running sekarang, dengan harapan jika harga bergerak naik lagi dari titik posisi harga pending Buy Stop tersebut maka anda akan mendapatkan profit.
  5. Sell Stop: Yaitu memasang order Sell dengan harga dibawah harga running sekarang, dengan harapan jika harga bergerak turun lagi dari titik posisi harga pending Sell Stop tersebut maka anda akan mendapatkan profit.
  6. Kolom At Price: Yaitu harga pending order anda, yang dimana order akan terlaksana jika menyentuh atau melewati titik harga tersebut sesuai dengan jenis Type pending order.
  7. Kolom Expiry: Yaitu bila order pending anda tidak terlaksana hingga waktu tertentu, maka pending order anda akan otomatis dibatalkan oleh system (jam di kolom ini mengikuti jam server dari layar Market Watch).


Thanks.

Apa itu ARA Hunter?
Apa itu ARA Hunter?
Linlindua   28 Feb 2021   319  
3 Saham Asing Terbaik Untuk Swing Trading
3 Saham Asing Terbaik Untuk Swing Trading
Tomy Zulfikar   16 Feb 2021   264  
Kiat Sukses Day Trading Saham Untuk Pemula
Kiat Sukses Day Trading Saham Untuk Pemula
Nandini   11 Dec 2020   691  
Daftar 10 Broker Saham Terbaik Untuk Pemula
Daftar 10 Broker Saham Terbaik Untuk Pemula
Yulinda   30 Sep 2020   3406  
5 Tips Diversifikasi Portofolio Investasi
5 Tips Diversifikasi Portofolio Investasi
Febrian Surya   29 Sep 2020   1070  
Investasi ETF Vs Reksadana, Mana Yang Terbaik?
Investasi ETF Vs Reksadana, Mana Yang Terbaik?
Febrian Surya   22 Sep 2020   794  
Panduan Memilih Sekuritas Untuk Pemula
Panduan Memilih Sekuritas Untuk Pemula
Jujun Kurniawan   14 Aug 2020   801