Memilih Jenis Kredit Yang Sesuai Dengan Kebutuhan Anda

Anna 29 Jan 2014
Dibaca Normal 5 Menit
bisnis > kredit >   #kredit
Ada banyak hal yang mesti diperhatikan ketika memilih jenis kredit yang sesuai dengan kebutuhan. Mulai dari pendapatan hingga kebutuhan dan perkara jaminan.

Saat ini, Anda mungkin sedang berpikir untuk mengambil kredit dari bank, tapi masih ragu-ragu. Bank mana yang sebaiknya dipilih? Kredit juga bermacam-macam jenisnya, mana yang tepat? Bagaimana kalau nanti kesulitan bayar bunga kredit-nya? Dalam artikel ini, kami akan membahas beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan dalam memilih kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

memilih kredit sesuai kebutuhan(Baca juga: Syarat Kelayakan Untuk Mendapatkan Kredit Bank)

 

Seberapa Banyak Pendapatan dan Pengeluaran Rutin Anda?

Anda mungkin berpikir, "Lho, ngapain nanya-nanya itu segala? katanya mau ngomongin kredit?" Pendapatan dan pengeluaran rutin adalah dua hal yang harus Anda pertimbangkan sejak awal. Banyak bank mempersyaratkan calon penerima kredit harus memiliki minimum pendapatan tertentu. Bagi pihak bank, ini termasuk salah satu jaminan bahwa Anda nantinya tidak akan mengalami kesulitan untuk mengembalikan kredit tersebut. Bagi Anda sendiri, tentunya bukan suatu hal yang baik untuk meminjam lebih dari apa yang bisa Anda kembalikan.

Terkait dengan pengeluaran, jarang sekali (bahkan hampir tidak ada) bank yang menanyakan berapa pengeluaran rutin Anda saat Anda mengambil kredit. Tetapi, sebenarnya ini adalah satu faktor penting yang harus Anda pertimbangkan.

Kami mencoba melakukan simulasi penghitungan Kredit Tanpa Agunan (KTA) di salah satu bank nasional.

Dengan gaji bersih Rp 2.000.000 per bulan, kami dikatakan boleh meminjam dengan limit kredit Rp 8.206.212. Angsurannya adalah Rp 800.000 per bulan selama 12 bulan. Berarti, jika Anda memiliki gaji dua juta rupiah, Anda harus menyisihkan hampir setengahnya untuk angsuran kredit.

Bisakah Anda melakukannya? Pertimbangkan besaran pengeluaran-pengeluaran rutin Anda seperti biaya konsumsi, tempat tinggal, transportasi, dan lain sebagainya.

 

Pilih Kredit Berdasarkan Kebutuhan

Secara umum, dari segi peruntukannya, ada dua jenis kredit di bank, yaitu kredit konsumsi dan kredit usaha. Kredit konsumsi ditujukan untuk kebutuhan bersifat konsumtif, seperti membeli rumah, kendaraan bermotor, dan lain sebagainya. Sedangkan kredit usaha dimaksudkan untuk membantu mereka yang sedang berupaya merintis usaha dan mereka yang ingin mengembangkan usaha yang sudah dimiliki.

Berhati-hatilah untuk tidak menyalahgunakan dana yang diperoleh melalui kredit. Jika Anda meminjam uang tersebut dari bank untuk membeli mesin baru, maka jangan gunakan untuk keperluan selain itu, apalagi untuk kebutuhan konsumtif seperti membayar sekolah anak. Penyimpangan penggunaan kredit seperti itu nantinya akan membuat Anda repot sendiri.

Bagaimana bila kebutuhan Anda bersifat mendadak? Ada beberapa alternatif yang bisa Anda tempuh. Pertama-tama, pertimbangkan untuk menggadaikan barang berharga daripada meminjam uang dari bank. Ini, terutama jika Anda sebelumnya sudah meminjam uang dengan cara kredit. Meminjam terlalu banyak uang kepada Bank akan menimbulkan masalah di kemudian hari. Namun, jika Anda sungguh-sungguh terdesak, maka Anda bisa menengok Kredit Tanpa Agunan (KTA) sebagai alternatif.

 

Punya Jaminan atau Tidak?

Penggolongan kredit yang kedua adalah kredit berdasarkan ada atau tidaknya jaminan. Kebanyakan kredit yang ditawarkan bank adalah kredit yang membutuhkan jaminan tertentu, baik berupa barang ataupun jaminan likuid. Jaminan berupa barang bisa berupa barang tidak bergerak (tanah, bangunan) maupun barang bergerak (mobil, mesin, dll). Jaminan berupa barang harus melalui penilaian terlebih dahulu (appraisal).

kredit dengan jaminan

Selain jaminan berupa barang, Anda juga bisa menggunakan aset likuid seperti emas atau deposito sebagai jaminan kredit. Selama aset tersebut menjadi barang jaminan, Anda tidak bisa menyentuh pokoknya, tetapi masih bisa mengambil keuntungan darinya dalam bentuk bunga atau sejenisnya. Namun, tidak semua bank menerima jaminan dalam bentuk ini, jadi sebaiknya Anda melakukan konfirmasi lebih dahulu dengan bank yang menjadi pilihan Anda.

Beberapa bank juga menyediakan kredit yang tidak membutuhkan jaminan, atau yang umum dikenal sebagai Kredit Tanpa Agunan (KTA). Beberapa bank yang menyediakan KTA antara lain Bank Mandiri, Bank Danamon, BII, BTN, CIMB Niaga, Bank Permata, HSBC Indonesia, dan lain sebagainya. KTA bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan, baik berkaitan dengan usaha maupun konsumsi, termasuk bila Anda membutuhkan talangan biaya rumah sakit. Namun, bunga kredit KTA cukup tinggi, sehingga Anda perlu memperhitungkan dengan sangat hati-hati.

 

Macam-Macam Bunga Kredit

Secara umum, bunga kredit ada dua, yaitu bunga mengambang (floating) dan bunga tetap (fixed). Bunga floating artinya suku bunga yang dikenakan pada pinjaman Anda akan naik-turun sesuai dengan pergerakan suku bunga di pasar. Bunga fixed, sebaliknya, bersifat tetap walau suku bunga di pasar akan naik ataupun turun. Mana yang lebih menguntungkan?

Ya, itu tergantung berapa persen yang ditawarkan. Bunga fixed bisa jadi lebih tinggi dari bunga floating yang ditawarkan disaat bersamaan, tetapi selalu ada kemungkinan beberapa bulan kemudian, bunga floating naik tinggi hingga diatas bunga fixed.

Berdasarkan metode pembayarannya, bunga kredit ada tiga tiga tipe. Ketiga tipe ini lebih umum dikenal di kredit perumahan, namun sebenarnya juga berlaku di jenis-jenis kredit lain. Ketiga metode tersebut adalah metode flat, metode efektif, dan metode anuitas.

Sebelum Anda mengajukan permohonan kredit, tanyakan dulu kepada pihak bank mengenai metode pembayaran yang mereka tawarkan. Metode pembayaran yang berbeda akan berdampak pada besaran angsuran dan bunga yang harus Anda bayarkan kepada Bank.

Perhatikan keempat faktor tersebut di atas saat Anda akan mengajukan permohonan kredit kepada bank. Meminjam uang di bank memang riskan, tetapi di masa seperti sekarang, kredit bisa menjadi solusi strategis yang tepat bagi berbagai kebutuhan. Asalkan Anda berhati-hati dalam mengatur keuangan Anda dan memilih kredit yang tepat, niscaya membayar bunga kredit pun tak terasa berat.

Terkait Lainnya
Kategori Terkait
 

Komentar @inbizia

Tugas utama Bank Sentral adalah untuk menjaga stabilitas mata uang, menyelenggarakan peredaran uang, memajukan sistem perbankan, serta mengawasi kegiatan perbankan dan perkreditan.
 Yogi |  24 Jun 2021
Halaman: Pengaruh Suku Bunga Terhadap Perekonomian Suatu Negara
Besaran biaya tahunan pada kartu kredit berbeda untuk setiap jenis kartu, seperti classic, gold, platinum, dan seterusnya Semuanya tergantung pada bank penerbit kartu, umumnya semakin lengkap fitur kartu kredit dan semakin premium jenis kartu maka biaya tahunan akan semakin tinggi
 Lala Mc |  18 Oct 2021
Halaman: Kelebihan Dan Kekurangan Kartu Kredit
Pada kondisi tertentu, apabila tidak menyelesaikan utang yang ada, maka blacklist BI akan terhapus secara otomatis.
Hal ini merupakan bagian dari pembersihan sistem pada BI soal reputasi kredit. Hanya saja, waktu yang dibutuhkan untuk penghapusan secara otomatis tergolong lama.
 Wira Sudibyo |  19 Jan 2022
Halaman: Menggunakan Deposito Sebagai Jaminan Kredit Bank
umumnya untuk transaksi paypal dengan kartu kredit, namun saat ini sudah bisa transaksi paypal dengan kartu debit, namun hanya kartu debit berlogo MasterCard, VISA, dan American Express saja yang bisa digunakan untuk transaksi di PayPal
 Atta Liem |  25 Feb 2022
Halaman: Bagaimana Cara Menyimpan Bitcoin Di Paypal
buat yang gajinya masih mepet, jangan sembarangan deh sama kartu kredit. apalagi skrg banyak yg promo gratis biaya 1 taun pertama. inget uy, taun-taun selanjutnya ada biaya tahunannya. mending nabung aja dulu deh, tahan keinginan daripada dikejar debt kolektor. hidup gak tenang buozzz
 Kang Komen |  7 Apr 2022
Halaman: Bolehkah Punya Kartu Kredit Lebih Dari Satu
1. BI Checking itu sekarang sudah tidak ada. Pengawasan kredit perbankan sudah jadi wewenang OJK, sehingga namanya diubah menjadi Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK. 2. Cara pencatatan itu bukan cuma "si fulan menunggak utang" atau "si fulan tidak menunggak utang". SLIK punya sistem skor yang terdiri atas: Skor 1: Kredit Lancar, artinya kamu selalu memenuhi kewajiban untuk membayar cicilan tiap bulan beserta bunganya hingga lunas tanpa pernah menunggak.
Skor 2: Kredit dalam Perhatian Khusus (DPK), artinya kamu tercatat menunggak cicilan kredit 1-90 hari
Skor 3: Kredit Tidak Lancar, artinya kamu tercatat menunggak cicilan kredit 91-120 hari
Skor 4: Kredit Diragukan, artinya kamu tercatat menunggak cicilan kredit 121-180 hari
Skor 5: Kredit Macet, artinya kamu tercatat menunggak cicilan kredit lebih 180 hari.
 Aisha |  15 Jun 2022
Halaman: Kupas Tuntas Blacklist Bank Di Indonesia
Suku Bunga Kredit
BANK Korporasi Ritel KPR
BRI 8.00% 8.25% 7.25%
BNI 8.00% 8.25% 7.25%
BCA 7.95% 8.20% 7.20%
Mandiri 8.00% 8.25% 7.25%
BTN 8.00% 8.25% 7.25%
OCBC NISP 8.25% 8.50% 8.00%
BTPN 6.17% 9.57% -
Danamon 8.25% 9.00% 8.00%
CIMB Niaga 8.00% 8.75% 7.25%
HSBC Indonesia 6.25% 8.75% 8.00%
Lihat Bank Lain

Komentar[12]    
  Doddy Rahmat   |   10 Jun 2014
tolong info bunga pinjaman kredit motor,bank mana yang mempunyai suku bunga terkecil ya bri,mandiri,atau riau kepri?untuk perorangan. tolong infonya,,kalau di riau kepri saya dapat info 1,5%,tlng bntuanya...!!!
  Anna   |   10 Jun 2014
@Doddy: Bunga kredit konsumsi Bank Mandiri dan BRI biasanya di kisaran yang sama, dan cenderung lebih rendah dibanding bank daerah seperti Riau Kepri. Tetapi untuk pastinya, sebaiknya Bapak hubungi CS bank-bank tersebut saja :) Khusus untuk kredit motor, umumnya tergantung pada tenor (berapa lama cicilan motor yang diinginkan). Semakin lama tenornya, semakin tinggi bunganya. Tenor dua tahun atau tiga tahun, pasti akan lebih mahal daripada tenor 1 tahun.
  Pohan   |   19 Jun 2014
Apa bedanya kredit konsumsi kpr dan non kpr?Kredit apa saja yg ada di dlm nya?Utk bunga floating kpr setelah masa fixed selesai kena yg kpr atau non kpr?Soal nya kpr saya kena floating yg non kpr...
  Anna   |   10 Jul 2014
@Pohan: Kredit konsumsi non-KPR untuk selain kredit KPR, jadi seharusnya berbeda, kecuali kalau kebetulan di suatu bank persentasenya sama. Setelah masa fixed selesai, seharusnya ya tetap kena floating bunga KPR, bukan non-KPR. Coba Bapak minta penjelasan lebih lanjut dari Bank Bapak :)
  Pohan   |   10 Jul 2014
Saya di bank bni...di web nya tertulis utk kpr 11,10% sedangkan non kpr 13,25%...nah saya kena yg non kpr. Knp bgtu ya? Jika saya tanyakan dan ajukan complain apakah akan di kroscek dan ditinjau kembali sehingga kembali ke floating yg kpr?
  Pohan   |   10 Jul 2014
Saya kpr di bank bni sebelumnya bunga fixed 9% selama 1 thn...di web nya tertulis utk kpr 11,10% sedangkan non kpr 13,25%...nah saya kena yg non kpr. Knp bgtu ya? Jika saya tanyakan dan ajukan complain apakah akan di kroscek dan ditinjau kembali sehingga kembali ke floating yg kpr?
  Anna   |   11 Jul 2014
@Pohan: Ada dua kemungkinan, Pak. Bisa jadi data di website tidak update, atau bisa jadi juga ada kekeliruan di pihak bank mengenakan bunga yang salah. Oleh karena itu, ada baiknya Bapak menanyakan ke pihak Bank dulu, kenapa kok Bapak kena floating non-KPR padahal kredit Bapak adalah kredit KPR. Mengenai apakah itu akan ditinjau kembali atau bagaimana, itu nanti tergantung penjelasan Bank kepada Bapak :)
  Agus Budi   |   6 Jan 2016
makasih atas informasinya, sangat bermanfaat bagi saya yg masih awam tentang ekonomi
  Sunaryo   |   30 Aug 2017
Saya mau tanya, saya punya sertipikat tanah di daerah jawa tengah, tapi saya mau mengajukan pinjamannya di jakarta, apakah bisa sertipikat itu buat jaminan? Terimakasih atas jawabannya.
  Anna   |   31 Aug 2017
Kebijakan untuk menerima jaminan tanah yang berlokasi di luar daerah itu bisa berbeda-beda di setiap bank. Ada yang mau menerimanya, ada yang tidak. Untuk itu, ada baiknya anda langsung saja berkonsultasi dengan bank dimana Anda ingin mengajukan pinjaman tersebut.
  Nelson   |   24 Nov 2021

untuk sertifikat yang bisa buat ngajuin kprdi bank itu apa saja ya, apakah ajb bisa?

  Fahmi   |   24 Nov 2021

Untuk proses pengajuan KPR, bank umumnya hanya bisa menyetujui apabila legalitas sudah berupa SHM.
Agar proses KPR lebih lancar, sebaiknya mengurus peningkatan dari AJB ke SHM terlebih dahulu.
Untuk pengajuan ke bank minimal shgb.
Detailnya bisa ditanyakan langsung ke bank yang bersangkutan