USD/CHF beralih pulih menjelang ekspektasi survei ZEW Swiss, diperdagangkan di dekat level 0.8800, 40 menit lalu, #Forex Teknikal   |   USD/CAD naik dekati level tertinggi dua pekan, harga minyak bullish akan membatasi kenaikan menjelang data AS, 41 menit lalu, #Forex Teknikal   |   NZD/USD mencoba menguji level psikologis 0.6100 setelah level tertinggi Februari, 43 menit lalu, #Forex Teknikal   |   PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) menambah modal ke salah satu anak usahanya, PT AKR Sea Transport (AST) sejumlah Rp 200 miliar, 5 jam lalu, #Saham Indonesia   |   BEI menghentikan sementara (suspensi) perdagangan saham dan waran seri I PT Mitra Pedagang Indonesia Tbk (MPIX & MPIX-W) pada hari ini karena terjadi penurunan harga kumulatif yang signifikan, 5 jam lalu, #Saham Indonesia   |   Top gainers LQ45 pagi ini adalah: PT Astra International Tbk (ASII) +3.38%, PT United Tractors Tbk (UNTR) +1.26%, PT Harum Energy Tbk (HRUM) +1.25%, 5 jam lalu, #Saham Indonesia   |   Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat di awal perdagangan hari ini, naik 0.12% ke 7,294, 5 jam lalu, #Saham Indonesia
Selengkapnya

Menelisik Decentralized Exchange (DEX) dan Cara Kerjanya

Nandini 10 Nov 2021
Dibaca Normal 8 Menit
kripto > belajar >   #decentralized   #exchange
Perkembangan teknologi blockchain memunculkan beragam istilah baru. Sudahkah Anda tahu soal DEX? Apa yang membuat teknologi ini spesial dan layak dipelajari?

Kemunculan DEX atau Decentralized Exchange menjadi makin populer di kalangan trader semenjak adanya produk keuangan terdesentralisasi atau DeFi. Teknologi DEX semakin digemari karena penggunaannya dirasa lebih efisien dan cepat daripada CEX. Lantas, seperti apa sih DEX itu? Kita simak penjelasannya berikut ini.

apa itu DEX

 

Apa Itu Decentralized Exchange (DEX)?

Decentralized Exchanged atau singkatnya DEX adalah bursa P2P yang memfasilitasi trader untuk melakukan transaksi jual beli mata uang kripto secara desentralisasi. Ketika transaksi jual beli mata uang kripto biasanya dilakukan melalui bantuan pihak ketiga, dalam sistem desentralisasi ini, transaksi yang dilakukan antara penjual dan pembeli terjadi secara langsung tanpa adanya pihak ketiga. Dana yang diinvestasikan sepenuhnya berada dibawah kendali pihak-pihak yang bertransaksi.

Sistem DEX pada awalnya dibentuk untuk mengatasi masalah para trader yang tidak menginginkan keterlibatan pihak ketiga. Transaksi yang diawasi dan harus disetujui oleh pihak ketiga mengakibatkan prosesnya menjadi lambat.

DEX membentuk teknologi smart contract yang dapat mengoperasikan sendiri transaksi antar trader dalam kondisi yang ditentukan dan dicatat ke blockchain. Tingkat keamanan sistem ini lebih terjamin dan prosesnya pun lebih cepat.

DEX yang paling populer digunakan saat ini adalah Uniswap dan Sushiswap yang mana merupakan bagian dari sistem keuangan terdesentralisasi (DeFi). Fungsi DeFi adalah memungkinkan trader untuk melakukan penukaran token dengan aset lainnya tanpa perantara.

 

Perbedaan DEX dan CEX

Centralized Exchanged (CEX) merupakan sistem paling awal yang diketahui dan sering digunakan untuk melakukan transaksi mata uang kripto. Sebelum muncul DEX, sistem ini sangat diminati untuk melakukan transaksi jual beli di dunia cryptocurrency karena alur kerjanya yang efisien.

Perbedaan mendasar dari kedua sistem ini adalah pada cara pendekatannya. Pada Centralized Exchanged (CEX), segala bentuk transaksi mata uang kripto yang dilakukan oleh para trader dilakukan melalui exchange sebagai perantara.

Sedangkan Decentralized Exchanged (DEX) sudah tidak lagi menggunakan exchange sebagai pihak ketiga. DEX menggunakan smart contract yang bisa dijalankan sendiri proses transaksinya secara langsung dan otomatis. Dengan begitu, trader bisa mempertahankan kepemilikan investasi kripto yang dimiliki secara mandiri.

Saat ini, CEX lebih banyak diminati karena sistemnya yang masih bersifat tradisional, terutama untuk para pemula karena struktur terpusatnya yang menjadikan transaksi atau pengelolaan mata uang kripto menjadi lebih mudah. Desain yang dimiliki pun lebih nyaman digunakan. Selain itu, volume pesanan dan transaksi jauh lebih tinggi daripada menggunakan DEX.

Decentralized vs Centralized Exchange

Di sisi lain, trader pengguna CEX harus mengekspos data-data pribadi mereka yang bisa saja disalahgunakan oleh pihak exchange. Selain itu, perusahaan exchange biasanya mudah mengalami kebocoran data. Maka dari itu, akan lebih aman apabila trader hanya menggunakan exchange yang memiliki reputasi baik dan rekam jejak kuat untuk menghindari pelanggaran penggunaan data. Contoh CEX terpercaya di Indonesia adalah Indodax, Tokocrypto, dsb.

Tidak seperti CEX, sistem DEX tidak terpusat. Transaksi yang dilakukan tidak bergantung pada pihak ketiga untuk mengontrol investasi mata uang kripto para trader. DEX dibentuk untuk memastikan keamanan proses transaksi jual beli mata uang kripto tanpa bantuan pihak lain.

Sistem ini bertindak untuk menghubungkan trader yang ingin melakukan transaksi atau pertukaran token. Prosesnya didasari pada protokol pertukaran terdesentralisasi di atas Ethereum.

Kerangka kerja yang digunakan adalah kerangka kerja non-custodial, dimana para trader memiliki kendali penuh dan bertanggung jawab secara mandiri untuk mengelola aset kripto yang dimiliki. Contoh dari DEX antara lain Poloni Dex (TRON), Newdex (EOS dan TRON), Switcheo Network (Ethereum, NEO, dan EOS), Pancake Swap, serta UniSwap.

 

Bagaimana Cara Kerja DEX?

DEX menawarkan beragam bentuk implementasi yang sering digunakan dalam transaksi mata uang kripto. Berikut masing-masing penjelasannya:

 

1. Order Book

DEX pertama kali beroperasi menggunakan order book. Semua pesanan transaksi jual beli mata uang kripto dicatat secara terbuka. Ada dua jenis DEX berdasarkan order book, yakni on chain dan off chain.

DEX berbasis order book yang menggunakan sistem on chain menjalankan node jaringan untuk merekam semua pesanan; hal ini membutuhkan miner guna memverifikasi setiap transaksi. Sementara itu, order book off chain menyimpan data transaksi di pihak ketiga, dan biasanya membutuhkan dana deposit dalam alamat smart contract yang digunakan untuk memastikan kelancaran transaksi. Jenis off chain pada praktiknya banyak dikritik karena mengurangi ciri DEX sebagai exchange yang seharusnya tidak menggunakan pihak ketiga.

Secara umum, DEX order book dikenal memiliki proses yang lebih lambat, bermasalah dalam hal likuiditas, dan relatif mahal. Inilah mengapa banyak trader lebih memilih trading di CEX ketika jenis DEX masih terbatas pada order book.

Baca juga: 5 Exchange Kripto Termurah yang Diregulasi Bappebti

 

2. Automated Market Makers (AMM)

Implementasi dari sistem ini yaitu merangkai banyak smart contract dan memberikan intensif bagi pengguna yang berpartisipasi untuk menggunakannya. Kumpulan smart contracts tersebut akan otomatis membentuk kumpulan likuiditas yang nantinya akan mengeksekusi perdagangan berdasarkan ukuran tertentu. DEX yang menggunakan sistem ini lebih ramah pengguna dan terintegrasi dengan aplikasi dompet digital seperti MetaMask dan Trust Wallet.

wallet kripto dan dexSimak Juga: Cara Memilih Bitcoin Wallet Yang Aman Dan Terpercaya

 

3. Decentralized Exchange Aggregator

Sistem yang digunakan oleh decentralized exchanged aggregator adalah dengan menggunakan beberapa protokol dan cara kerja yang berbeda. Cara ini menghasilkan keamanan yang terjamin dan otonomi yang lebih besar kepada trader.

 

Kelebihan Decentralized Exchange

  • Tingkat Keamanan Aset
    Keuntungan yang didapat dari penggunaan DEX adalah keamanan aset kriptonya yang lebih terjamin. Trader tidak perlu repot-repot memberikan Private Key mereka kepada pihak lain ketika melakukan transaksi. Smart contract yang dimiliki DEX akan beroperasi secara otomatis dalam melakukan trading.

  • Biaya Lebih Rendah
    Dengan adanya smart contract, trader tidak perlu lagi mengeluarkan banyak biaya untuk membayar pihak ketiga dalam melakukan transaksi. Biaya yang dikenakan DEX untuk setiap transaksi hanya sebesar 0.3 persen. Walaupun biaya ini bisa naik turun tergantung kondisi dari jaringan yang digunakan, jumlahnya relatif lebih rendah daripada biaya yang dikenakan CEX.

  • Privasi
    Trader yang menggunakan DEX tidak tidak harus menjalankan prosedur KYC dan AML, sehingga mereka tidak perlu lagi memberikan data-data pribadi mereka kepada pihak lain. KYC atau Know Your Customer adalah prosedur mengisi identitas pribadi sebagai bukti dokumentasi yang sah dan terpercaya. Banyak trader yang keberatan dengan adanya KYC karena takut apabila data privasi mereka bocor atau tersebar ke orang lain. Dana investasi tiap trader merupakan tanggung jawab penuh mereka sendiri, bukan tanggung jawab DEX.

  • Terbuka Untuk Perdagangan Token yang Belum Terdaftar
    Jika di CEX hanya ada beberapa mata uang kripto tertentu yang terdaftar di sana, di DEX hampir semua mata uang kripto terdaftar dan masih bisa diperdagangkan secara bebas tergantung dari ketersediaan dan permintaan dari para pengguna.

 

Kekurangan Decentralized Exchange

  • Tingkat Likuiditas
    DEX masih terbilang baru dalam pengoperasiannya, sehingga hal ini berdampak negatif pada likuiditas pasar. Volume tradingnya pun tidak sebesar di bursa CEX. Akan tetapi, likuiditas DEX terus meningkat seiring dengan pertumbuhan DeFi.

  • On dan Off Ramps
    Saat ini, DEX belum bisa memfasilitasi pembelian aset kripto dengan mata uang fiat. Trader juga tidak bisa melakukan penarikan maupun penjualan mata uang fiat secara langsung. Sebagai gantinya, Stablecoin digunakan sebagai pengganti mata uang fiat dalam ekosistem DeFi.

  • Penggunaan
    DEX sebagai pembaruan dari CEX tentunya masih dalam tahap perkembangan untuk bisa mengatasi segala masalah yang dialami oleh trader selama penggunaan CEX. Jadi, tak heran jika para pengguna pemula yang belum terbiasa akan cukup kesulitan menggunakan DEX. Karena sistemnya menggunakan smart contract dan sangat bergantung pada blockchain, maka DEX cenderung lebih rumit daripada CEX. Ketika trader kehilangan seed phrase di DEX, maka dana trader tersebut akan hilang dan tidak dapat ditarik kembali. Jika tidak terbiasa dengan user interface-nya, pemula berisiko mengalami kehilangan dan kerugian dana.

  • Koin Rentan Penipuan
    Mata uang kripto apapun terdaftar di DEX secara bebas, tetapi kebanyakan belum diperiksa kelayakannya. Ketika suatu token sedang naik daun dan banyak trader yang menukarkannya secara mendadak, akan terjadi kumpulan likuiditas yang menyebabkan turunnya nilai koin tersebut. Untuk itu, pelajari dulu koin-koin baru yang tersedia di platform DEX agar tak terjebak berinvestasi di koin bodong.

Kerugian Decentralized Exchange

Bisa dikatakan, DEX merupakan inovasi baru sebagai bentuk pembaruan dari pendahulunya yaitu CEX. Sistem DEX dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan para trader agar bisa melakukan trading mata uang kripto dengan mudah dan lancar. Dalam tahap perkembangannya, DEX bisa memberikan keamanan, kenyamanan, serta privasi yang terjamin bagi penggunanya. Akan tetapi, tentu masih ada banyak kekurangan yang dimiliki DEX sehingga trader perlu berhati-hati memilih koin yang ditransaksikan.

Terkait Lainnya
 
USD/CHF beralih pulih menjelang ekspektasi survei ZEW Swiss, diperdagangkan di dekat level 0.8800, 40 menit lalu, #Forex Teknikal

USD/CAD naik dekati level tertinggi dua pekan, harga minyak bullish akan membatasi kenaikan menjelang data AS, 41 menit lalu, #Forex Teknikal

NZD/USD mencoba menguji level psikologis 0.6100 setelah level tertinggi Februari, 43 menit lalu, #Forex Teknikal

PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) menambah modal ke salah satu anak usahanya, PT AKR Sea Transport (AST) sejumlah Rp 200 miliar, 5 jam lalu, #Saham Indonesia

BEI menghentikan sementara (suspensi) perdagangan saham dan waran seri I PT Mitra Pedagang Indonesia Tbk (MPIX & MPIX-W) pada hari ini karena terjadi penurunan harga kumulatif yang signifikan, 5 jam lalu, #Saham Indonesia

Top gainers LQ45 pagi ini adalah: PT Astra International Tbk (ASII) +3.38%, PT United Tractors Tbk (UNTR) +1.26%, PT Harum Energy Tbk (HRUM) +1.25%, 5 jam lalu, #Saham Indonesia

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat di awal perdagangan hari ini, naik 0.12% ke 7,294, 5 jam lalu, #Saham Indonesia

Penjualan Alat Berat Komatsu PT United Tractors Tbk (UNTR) mengalami penurunan 8.4% secara year-on-year (yoy). , 1 hari, #Saham Indonesia

IHSG turun di awal perdagangan hari ini sebesar 0.24% ke 7,263, 1 hari, #Saham Indonesia

PT Carsurin Tbk. (CRSN) dan National Battery Research Institute (NBRI) mengumumkan penandatanganan Strategic Alliance Agreement (SAA) untuk pendirian dan operasional fasilitas pengujian baterai kendaraan listrik (EV) di Indonesia, 1 hari, #Saham Indonesia

Bursa Efek Indonesia (BEI) menyetop perdagangan emiten kelapa sawit PT Pulau Subur Tbk. (PTSP) pada perdagangan hari ini, usai harga sahamnya melonjak hingga ratusan persen, 1 hari, #Saham Indonesia


Komentar @inbizia

Yang aku pikirkan sih metode Decentralized ini kayaknya rawan banget terjadi pencucian uang ga sih soalnya kan cuma antara pengirim dan penerima yang tau transaksi yang terjadi sedangkan kalau yang centralized kan masih ada campur tangan pihak ketiga gitu jadi bisa dilacak siapa yang lakuin pencucian uang. Apalagi adanya aplikasinya lebih gampang lagi lakuin hal kayak gitu, tapi memang sih dari segi privasi pastinya lebih unggul yang decentralized karena kayak yang dijelaskan sih hanya pengirim dan penerima yang tau transaksi ini.
 Bobby |  1 Nov 2022
Halaman: Mengenal Decentralized Application Dapp Dalam Dunia Kripto
Seperti yang artikel tulis bahwa Shiba Inu (SHIB) ini beroperasi di jaringan Ethereum dan dapat dikaitkan dengan smart contract untuk menciptakan produk-produk DeFi (Decentralized Finance). Dalam arti kata SHIB terikat dengan Ethereum. Sedangkan doge coin dibangun diatas jaringan blockchain tersendiri yaitu Blockchain Dogecoin yang pada awalnya dibuat hanya untuk mengolok-ngolok orang yang bersedia menukarkan uang dengan kripto. Shiba Inu memiliki proyek awal yang lebih jelas dimana proyek tersebut adalah pengujian daya tahan Shiba Inu apakah bertahan tanpa tim pusat (desentralisasi), tanpa adanya pendanaan dan tanpa kepemimpinan langung. Dari sini juga sudah jelas untuk saya proyek Shiba sudah terarah yaitu menuju token yang terdesetralisasi yang berkembang menjadi satu ekosistem yang dinamis. Proyek selanjutnya akan mengembangkan game yang tentunya menggunakan SHIB sebagai pembayaran. Bagi sya proyek ini bertujuan untuk menambah kegunaan SHIB selain untuk alat pembayaran dan alat investasi, dapat digunakan juga dalam game yang mereka luncurkan dan apabila berhasil saya rasa SHIB akan merambah ke game lainnya. Seperti yang diketahui coin meme ini baik Shiba maupun Doge nilainya sangat berpengaruh pada popularitas mereka. Dalam hal ini Doge dipopulerkan oleh Elon Musk. Yang menjadi pertanyaan, apabila Elon Musk meninggalkan Doge Coin, bisakah Doge Coin tetap berjaya? Untuk Nilai Shiba Inu, terbukti hanya dalam 2 tahun sejak diluncurkan SHIB cukup berhasil dan bertahan serta harganya meningkat. Dan diprediksi akan naik terus. Disisi lain, pemegang doge coin, Elon Musk juga udah mengakui bahwa harga doge coin sudah hampir mencapai puncak tertinggi (bisa di cek ditwitternya). Jadi proyek Shiba Inu saat ini bukan hanya sebagai alat pembayaran uang digital seperti kripto pada umumnya dan juga sebagai instrumen aset investasi tetapi juga sebagai alat penukaran dalam game. Tapi sekali lagi ya ini pandangan saya terhadap suatu investasi, bisa aja anda berbeda pandangan dan sah-sah saja berbeda. Karena baik doge coin dan SHIB juga memiliki nilai untuk bisa taking profit tapi untuk saya, saya lebih memilih SHIB dan menurut saya proyek yang dijalankan memiliki prospek yang bagus dan tentu akan saya pantau terus.
 Yanto |  21 Nov 2022
Halaman: Trading Meme Coin Pilih Shiba Inu Atau Dogecoin
Halo kak Tono, Kemungkinan itu transaksi yang memang tidak di-privat atau bisa jadi transaksi tersebut berasal dari CEX (Centralized Exchange) seperti Tokecrypto, Indodax, Triv, dan lain-lain, bukan DEX (Decentralized Exchange) atau antar wallet. Baca Juga: Ini Dia Exchange Kripto Terdaftar Bappebti yang Terpercaya
 Inbizia Support |  15 Dec 2022
Halaman: Mengenal Monero Koin Kripto Untuk Pecinta Privasi
Halo selamat malam guys, pertanyaan lo sama kayak pertanyaan gw dulu waktu pertama kali mengenal dunia trading. pertanya yang sederhana, namun cukup masuk akal untuk ditanyakan, bener nggk sih? Ya sebegai seorang trader, menghinadari broker yang menawarkan layanan trading penipuan itu WAJIB. Namun mancari broker yang menawarkan platform dan layanan yang bagus, serata biaya yang murah itu PERLU untuk meminimalisir biaya dan memperlancar proses trading menjadi sebuah keuntungan. Okey gw akan bantu menjelaskan. Broker yang bagus itu mungkin saja mempunyai izin dari Belize, BVI (The British Virgin Islands), Cayman Island, Seychelles, Rusia, Vanuatu atau negara lainnya. Namun, Jika terjadi masalah dalam transaksi yang tidak menguntungkan untuk lo, misalnya dana tidak masuk ke rekening bank, maka akan sangat sulit untuk mengurus administrasi dan memperoleh perlindungan hukum.
Apalagi jika ternyata Broker tersebut misalnya pailit atau ditutup karena melanggar aturan-aturan yang berlaku di negara asalnya, maka hukum yang berlaku di negara tersebut tidak bisa melindungi nasabah asal Indonesia. Broker resmi memiliki izin dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) sebagai regulator dan pengawas di bawah Kementerian Perdagangan Indonesia. Biasanya juga menjadi anggota dari salah satu bursa berjangka yang ada di Indonesia, seperti Jakarta Future Exchange (JFX) dan Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX). Selain itu, Broker resmi juga terdaftar sebagai anggota dari Lembaga kliring berjangka di Indonesia seperti Kliring Berjangka Indonesia (KBI), dan Indonesia Clearing House (ICH). Lembaga kliring berjangka tersebut akan menjamin transaksi anda terlaksana. Hal ini dikarenakan mereka tidak memenuhi standarisasi yg diatur dalam peraturan perundang-undangan industri berjangka di Indonesia, yang sebenarnya mengatur banyak hal terkait Industri ini. Mulai dari permodalan, pemasaran, penjualan, perpajakan, risk management hingga perlindungan terhadap perusahaan dan nasabah.
Okey pertanyaan apakah Broker yang lo sukai itu sudah legal di Indonesia? INGAT LO harus jeli dalam memilih Broker demi keamanan transaksi, dana yang ditempatkan, dan mendapatkan perlindungan hukum. GW punya saya lo harus baca 4 Jenis Broker Forex Yang Perlu Diwaspadai itung itung sebegai bekal lo milih mana yang broker yang baik dan aman VS broker yang hanya pencitraan publik doang.
 Capoor |  20 Sep 2023
Halaman: Cara Mudah Memilih Akun Foreximf Terbaik
Halo selamat sore guys, pertanyaan lo sama kayak pertanyaan gw dulu waktu pertama kali mengenal dunia trading. pertanya yang sederhana, namun cukup masuk akal untuk ditanyakan, bener nggk sih? Ya sebegai seorang trader, menghinadari broker yang menawarkan layanan trading penipuan itu WAJIB. Namun mancari broker yang menawarkan platform dan layanan yang bagus, serata biaya yang murah itu PERLU untuk meminimalisir biaya dan memperlancar proses trading menjadi sebuah keuntungan. Okey gw akan bantu menjelaskan. Broker yang bagus itu mungkin saja mempunyai izin dari Belize, BVI (The British Virgin Islands), Cayman Island, Seychelles, Rusia, Vanuatu atau negara lainnya. Namun, Jika terjadi masalah dalam transaksi yang tidak menguntungkan untuk lo, misalnya dana tidak masuk ke rekening bank, maka akan sangat sulit untuk mengurus administrasi dan memperoleh perlindungan hukum.
Apalagi jika ternyata Broker tersebut misalnya pailit atau ditutup karena melanggar aturan-aturan yang berlaku di negara asalnya, maka hukum yang berlaku di negara tersebut tidak bisa melindungi nasabah asal Indonesia. Broker resmi memiliki izin dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) sebagai regulator dan pengawas di bawah Kementerian Perdagangan Indonesia. Biasanya juga menjadi anggota dari salah satu bursa berjangka yang ada di Indonesia, seperti Jakarta Future Exchange (JFX) dan Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX). Selain itu, Broker resmi juga terdaftar sebagai anggota dari Lembaga kliring berjangka di Indonesia seperti Kliring Berjangka Indonesia (KBI), dan Indonesia Clearing House (ICH). Lembaga kliring berjangka tersebut akan menjamin transaksi anda terlaksana. Hal ini dikarenakan mereka tidak memenuhi standarisasi yg diatur dalam peraturan perundang-undangan industri berjangka di Indonesia, yang sebenarnya mengatur banyak hal terkait Industri ini. Mulai dari permodalan, pemasaran, penjualan, perpajakan, risk management hingga perlindungan terhadap perusahaan dan nasabah.
Okey pertanyaan apakah Broker yang lo sukai itu sudah legal di Indonesia? INGAT LO harus jeli dalam memilih Broker demi keamanan transaksi, dana yang ditempatkan, dan mendapatkan perlindungan hukum. GW punya saya lo harus baca 4 Jenis Broker Forex Yang Perlu Diwaspadai itung itung sebegai bekal lo milih mana yang broker yang baik dan aman VS broker yang hanya pencitraan publik doang.
 Bernard |  26 Sep 2023
Halaman: Monex Vs Didimax Mana Yang Terbaik Untuk Scalping
Halo selamat pagi guys, pertanyaan lo sama kayak pertanyaan gw dulu waktu pertama kali mengenal dunia trading. pertanya yang sederhana, namun cukup masuk akal untuk ditanyakan, bener nggk sih? Ya sebegai seorang trader, menghinadari broker yang menawarkan layanan trading penipuan itu WAJIB. Namun mancari broker yang menawarkan platform dan layanan yang bagus, serata biaya yang murah itu PERLU untuk meminimalisir biaya dan memperlancar proses trading menjadi sebuah keuntungan. Okey gw akan bantu menjelaskan. Broker yang bagus itu mungkin saja mempunyai izin dari Belize, BVI (The British Virgin Islands), Cayman Island, Seychelles, Rusia, Vanuatu atau negara lainnya. Namun, Jika terjadi masalah dalam transaksi yang tidak menguntungkan untuk lo, misalnya dana tidak masuk ke rekening bank, maka akan sangat sulit untuk mengurus administrasi dan memperoleh perlindungan hukum.
Apalagi jika ternyata Broker tersebut misalnya pailit atau ditutup karena melanggar aturan-aturan yang berlaku di negara asalnya, maka hukum yang berlaku di negara tersebut tidak bisa melindungi nasabah asal Indonesia. Broker resmi memiliki izin dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) sebagai regulator dan pengawas di bawah Kementerian Perdagangan Indonesia. Biasanya juga menjadi anggota dari salah satu bursa berjangka yang ada di Indonesia, seperti Jakarta Future Exchange (JFX) dan Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX). Selain itu, Broker resmi juga terdaftar sebagai anggota dari Lembaga kliring berjangka di Indonesia seperti Kliring Berjangka Indonesia (KBI), dan Indonesia Clearing House (ICH). Lembaga kliring berjangka tersebut akan menjamin transaksi anda terlaksana. Hal ini dikarenakan mereka tidak memenuhi standarisasi yg diatur dalam peraturan perundang-undangan industri berjangka di Indonesia, yang sebenarnya mengatur banyak hal terkait Industri ini. Mulai dari permodalan, pemasaran, penjualan, perpajakan, risk management hingga perlindungan terhadap perusahaan dan nasabah.
Okey pertanyaan apakah Broker yang lo sukai itu sudah legal di Indonesia? INGAT LO harus jeli dalam memilih Broker demi keamanan transaksi, dana yang ditempatkan, dan mendapatkan perlindungan hukum. GW punya saya lo harus baca 4 Jenis Broker Forex Yang Perlu Diwaspadai itung itung sebegai bekal lo milih mana yang broker yang baik dan aman VS broker yang hanya pencitraan publik doang.
 Ekhwan |  29 Sep 2023
Halaman: Apa Saja Kelebihan Dan Kekurangan Broker Didimax

Broker Forex


Kirim Komentar Baru