Mengenal Apa Itu Indeks Saham Dan Beragam Manfaatnya

Tomy Zulfikar 25 Feb 2019 3220
Dibaca Normal 4 Menit

Dalam pasar keuangan, terdapat istilah indeks saham yang wajib diketahui para pelaku pasar untuk mengukur perubahan harga saham dengan lebih mudah. Apa saja manfaat lengkapnya



Pada umumnya, indeks merupakan sebuah indikator atau alat ukur untuk mengukur perubahan pada objek tertentu di setiap periode tertentu. Di dalam dunia keuangan, indeks secara khusus mengacu pada sebuah pengukuran statistik untuk mengukur perubahan dari pasar keuangan, misalkan seperti nilai tukar mata uang, saham, dan obligasi. Hal tersebut mengindikasikan bahwa indeks terdiri dari berbagai macam efek di dalam sebuah portofolio untuk merefleksikan kondisi market tertentu.

Di Indonesia, indeks pasar saham yang paling dikenal ialah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), dan dikelola oleh operator bursa yaitu PT Bursa Efek Indonesia (BEI). IHSG merupakan sebuah indikator pergerakan harga seluruh saham biasa dan saham preferen yang tercatat di BEI. BEI sendiri bertugas mencatat setiap transaksi yang terjadi di bursa. Data transaksi tersebut mencakup frekuensi, volume, dan perubahan harga yang ditampilkan dalam sebuah grafik untuk menunjukkan angka dan perubahan indeks. Perubahan indeks tersebut bertujuan dapat memberikan jawaban bagi pelaku pasar yang ingin mengetahui perkembangan situasi dan kondisi di pasar saham.

Apa itu indeks saham

 

Fungsi Lain Instrumen Indeks

Selain sebagai indikator perubahan harga saham, indeks harga saham mempunyai beberapa manfaat lain, seperti:

  1. Sebagai tolok ukur (benchmark) kinerja investasi. Para pengelola reksa dana menggunakan indeks sebagai pembanding untuk kinerja portofolio yang dikelola. Mereka pada umumnya berusaha untuk memperoleh hasil investasi yang lebih baik dibandingkan dengan indeks pasar saham.
  2. Sebagai fasilitas pembentukan portofolio pasif. Para pengelola reksadana menggunakan indeks pasar saham sebagai model poertofolio mereka. Model portofolio yang mengikuti indeks pasar saham lebih dikenal sebagai reksadana indeks.
  3. Menghitung risiko sistematik. Para analis saham dan pengelola reksadana yang menggunakan model penetapan harga aktiva modal (Capital Adequacy Pricing Model/CAPM), menggunakan indeks untuk melihat risiko suatu efek yang tidak dihilangkan dengan diversifikasi.
  4. Untuk kepentingan analisa teknikal. Dengan menggunakan histori perubahan indeks di masa lalu, para analis saham dapat memprediksi pergerakan harga di masa depan.
  5. Untuk melihat perkembangan ekonomi. Di pasar modal yang sudah maju dan efisien seperti di Amerika Serikat, perubahan indeks pasar saham menjadi salah satu unsur yang digunakan sebagai leading indicator untuk mencerminkan kegiatan perekonomian secara menyeluruh.
  6. Memfasilitasi berkembangnya produk instrumen investasi derivatif. Misalnya saja, berdasarkan indeks LQ45, pelaku pasar menciptakan instrumen investasi derivatif seperti kontrak indeks berjangka (Future Index) LQ45.
  7. Sebagai indikator keuntungan. Keuntungan hanya bisa diperoleh dari perubahan harga riil. Adapun perubahan harga yang tidak riil seperti penyesuaian harga akibat rights issue atau saham bonus, maka nilai dasar dalam perhitungan indeks harus disesuaikan. Apabila tidak disesuaikan, maka indeks akan memberikan informasi yang menyesatkan dan akan ada kekeliruan persepsi bagi pasar investor.

 

Indeks Saham Di Indonesia

Saat ini, BEI memiliki 22 jenis indeks saham, sebagian dibentuk sendiri dan sebagiannya bekerja sama dengan lembaga lain. Untuk menjamin kewajaran pemilihan saham, BEI memiliki komisi penasihat yang terdiri dari pejabat Bapepam-LK, universitas, dan para professional di bidang pasar modal yang independen.

Adapun jenis-jenis indeks yang eksis saat ini seperti: indeks harga saham gabungan (IHSG), indeks LG45. Indeks IDX30, indeks LQ80, indeks KOMPAS100, indeks IDX SMC Composite, indeks IDX SMC Composite, indeks IDX SMC Liquid, indeks IDX High Dividend 20, indeks IDX BUMN20, indeks saham syariah Indonesia (ISSI), Jakarta Islamic index (JII), JII70, indeks sektoral, indeks papan pencatatan, indeks BISNIS-27, indeks PEFINDO25, indeks SRI-KEHATI, indeks infobank15, indeks SEMinfra18, indeks MNC36, indeks Investor33, dan indeks PEFINDO i-Grade.

 

Bagi Anda yang baru bergabung di dunia investasi saham, pilihan investasi di berbagai emiten seringkali menjadi hal yang membingungkan, mengingat ada begitu banyak opsi saham yang bisa dipilih. Dalam hal ini, Anda bisa mengenali ciri-ciri saham yang menguntungkan dalam jangka panjang agar bisa memilih emiten paling prospektif untuk portofolio Anda.



Forum

Husain (30 Apr 2012)

Salam Master, apa yg di maksud dgn pola divergence? dan kapan pola tsb terjadinya dan karena apa? Terima Kasih ats jwbannya Master!!!

Selengkapnya...

Kode SahamLastChange(%) 
SAMF1,33024.88%
VRNA1817.74%
CANI1857.56%
JSKY13810.4
MYTX1199.17%
KBLV4307.5
MPPA9258.19%
LUCK28619.17%
MLPL28224.78%
OMRE1,08524.71%

Kirim Komentar/Reply Baru


Cara Membaca Stochastic Saham Untuk Pemula
Cara Membaca Stochastic Saham Untuk Pemula
Linlindua   30 Mar 2021   395  
Setel Moving Average

Berapa ukuran setelan periode MA yang paling akurat untuk trending di time frame 30m?

David Susanto 25 Feb 2020

Reply:

Kiki R (26 Feb 2020 19:48)

@David susanto: Pertanyaan ini hampir mirip dengan pertanyaan sebelumnya tenrang ukuran periode MA yang akurat di time frame 30 menit.

Pada dasarnya indikator moving average (MA) adalah indikator tipe trending sehingga indikator ini lebih bagus digunakan saat harga dalam keadaan trending. Time frame M30 termasuk time frame rendah dan trading di time frame rendah membutuhkan respon yang cepat dari indikator MA.

MA yang memberikan respon cepat adalah yang periode waktunya pendek (kecil), karena menampilkan nilai rata-rata dari periode waktu yang pendek. Semakin pendek periode waktu yang dihitung maka akan menghasilkan perhitungan yang aktual. Kalau Anda menggunakan time frame 30 menit (M30), tentu tidak harus menghitung nilai rata-rata untuk sebulan sebelumnya, melainkan cukup beberapa jam sebelumnya.

Untuk time frame rendah (H1, M30, M15) disarankan menggunakan EMA (Exponential Moving Average), karena EMA responnya lebih cepat dari SMA (Simple Moving Average). Periode yang digunakan biasanya EMA 8, EMA 21, EMA 34 dan EMA 50 atau 55.

Apa itu ARA Hunter?
Apa itu ARA Hunter?
Linlindua   28 Feb 2021   534  
3 Saham Asing Terbaik Untuk Swing Trading
3 Saham Asing Terbaik Untuk Swing Trading
Tomy Zulfikar   16 Feb 2021   371  
Kiat Sukses Day Trading Saham Untuk Pemula
Kiat Sukses Day Trading Saham Untuk Pemula
Nandini   11 Dec 2020   825  
Daftar 10 Broker Saham Terbaik Untuk Pemula
Daftar 10 Broker Saham Terbaik Untuk Pemula
Yulinda   30 Sep 2020   3648  
5 Tips Diversifikasi Portofolio Investasi
5 Tips Diversifikasi Portofolio Investasi
Febrian Surya   29 Sep 2020   1226  
Investasi ETF Vs Reksadana, Mana Yang Terbaik?
Investasi ETF Vs Reksadana, Mana Yang Terbaik?
Febrian Surya   22 Sep 2020   935  
Panduan Memilih Sekuritas Untuk Pemula
Panduan Memilih Sekuritas Untuk Pemula
Jujun Kurniawan   14 Aug 2020   848