Mengenal Fan Token dan Cara Kerjanya

Damar Putra 27 Jul 2022
Dibaca Normal 7 Menit
kripto > koin >   #token
Dunia kripro semakin berkembang dan memunculkan ragam inovasi menarik, salah satunya adalah hadirnya Fan token. Apa itu?

Salah satu tren di dunia kripto yang sedang ramai diperbincangkan belakangan ini adalah munculnya Fan Token. Bagaimana tidak, salah satu bintang pesepakbola terbaik sepanjang masa, Lionel Messi, ikut serta memeriahkan tren ini sebagai brand ambassador Fan Token klub bola Paris St Germain (PSG). Tidak hanya PSG, sebagian besar klub besar di Eropa saat ini juga sudah memiliki Fan Token masing-masing

Awalnya, Fan Token muncul di bidang olahraga untuk mempermudah interaksi para penggemar dengan tim favorit. Namun, seiring berjalannya waktu, Fan Token juga mulai diadopsi di bidang-bidang lainnya.

Nah pada kesempatan kali ini, penulis akan mencoba mengulas seluk-beluk Fan Token beserta cara kerja dan pengaplikasiannya.

Fan Token

 

Apa Itu Fan Token?

Mudahnya, Fan Token adalah salah satu jenis aset cryptocurrency yang menjadi penghubung antara penggemar dan klub sebagai penyedia token. Dengan HODL atau memegang token dari klub terkait, penggemar dapat memiliki hak voting dalam pengambilan keputusan klub seperti: hadiah, desain merchandise klub, dan lain-lain sebagainya.

Baca Juga: Cara Tepat HODL Kripto Yang Perlu Kamu Tahu

Fan Token menciptakan cara baru untuk penggemar agar dapat mengambil bagian dalam sistem pemungutan suara. Semakin banyak jumlah aset yang dimiliki, tentu semakin besar pengaruh voting pada organisasi atau klub yang diikuti. Dengan kata lain, salah satu alasan sebuah tim meluncurkan Fan Token adalah membuat penggemar merasa lebih terlibat dalam klub terkait.

Karena sifatnya sebagai aset cryptocurrency, maka dalam perkembangannya, penggemar dapat membeli Fan Token dan memperdagangkannya seperti mata uang kripto lain. Harga Fan token umumnya ditentukan oleh penjual (pembuat token). Harga token juga dapat berubah-ubah sesuai dengan pergerakan pasar dan seberapa populer token tersebut.

Sepintas, cara kerja Fan Token memang mirip dengan aset Non-Fungiable Token (NFT). Namun, sebenarnya ada dua perbedaan mendasar di antara keduanya. Pada aset NFT, nilainya tidak dapat ditukar dengan barang fisik. Sedangkan pada Fan Token, nilainya bisa langsung ditukar dengan barang seperti merchandise dari klub yang merilisnya.

 

Bagaimana Cara Kerja Fan Token?

Salah satu platform untuk jual beli Fan Token adalah Socios.com. Untuk bisa membeli Fan Token di platform ini, pengguna perlu memiliki token kripto Chiliz (CHZ) yang nantinya digunakan sebagai mata uang transaksi. Di platform Socios, pengguna juga bisa membeli token Chiliz dengan USDT dan Bitcoin atau menggunakan kartu debit atau kredit.

Socios Fan Token

Setelah memiliki cukup token CHZ, penggemar kemudian bisa menukarkannya dengan Fan Token dari sebuah klub yang diinginkan. Dalam mekanisme yang ditawarkan oleh platform Socios, setiap penggemar pemegang Fan Token akan mendapat satu suara.

Namun, bobot atau kualitas suara dihitung berdasar jumlah kepemilikan Fan Token. Misalnya, penggemar dengan 50 token akan memiliki suara 50 kali lebih kuat dibanding mereka yang hanya memiliki satu token. Penggemar bisa memberikan voting suara melalui aplikasi Socios yang dapat diunduh di Play Store ataupun App Store.

Baca Juga: 4 Aplikasi Crypto Terbaik untuk Trader Indonesia

 

Apakah Fan Token Aman?

Salah satu keunggulan teknologi blockchain adalah tingkat keamanannya yang terdesentral. Hal ini memungkinkan setiap orang berbagi data berharga dengan cara yang aman dan tidak mudah rusak. Pada dasarnya, teknologi ini menyimpan data menggunakan algoritma matematika canggih dengan aturan perangkat lunak inovatif sehingga sangat sulit dimanipulasi oleh peretas.

Kabar baiknya, Fan Token juga salah satu produk yang dibangun dan dikembangan di atas jaringan blockchain. Sehingga, Fan token disimpan secara aman dan tidak bisa dimanipulasi dengan mudah. Kedati demikian, Anda tetap wajib menjaga kerahasian akun dari siapapun guna meminimalisir celah bagi para hacker.

 

Bisakah Memiliki Lebih dari Satu Fan Token?

Jawaban singkatnya adalah bisa. Dalam hal ini, Anda dapat memiliki sebanyak apapun Fan Token yang diinginkan, tidak ada batasan. Dengan semakin banyak Fan Token yang dimiliki, Anda akan memiliki pengaruh yang besar karena setiap Fan Token mewakali satu suara. Contohnya sebagai berikut:

Jika Anda memiliki sepuluh Fan Token, suara Anda akan dihitung sepuluh kali di setiap jajak pendapat. Namun, setiap klub akan memberlakukan batas atas jumlah maksimal Fan Token yang dapat digunakan oleh pendukung individu agar tidak ada penggemar yang dapat mengontrol pengambilan keputusan.

Yang perlu diperhatikan di sini adalah toleransi risiko yang dimiliki oleh setiap investor. Mengingat investasi di dunia kripto terbilang sangat riskan karena peregerakan harga yang ekstrem dan memungkinkan investor kehilangan dalam waktu singkat, maka sangat disarankan agar tidak all-in investasi di Fan Token. Investor dianjurkan melakukan diversifikasi aset kripto lain yang memiliki fundamental bagus, seperi halnya Bitcoin dan Ethereum.

Baca Juga: Bitcoin Vs Ethereum, Mana Yang Lebih Menguntungkan?

 

Daftar Fan Token Terpopuler Saat Ini

Meski pada awal peluncurannya Fan Token hanya diperuntukan untuk penggemar olahraga sepak bola, namun seiring berjalannya waktu, banyak bidang-bidang lain yang juga memanfaatkan teknologi Fan Token. Berikut adalah beberapa Fan Token terpopuler berdasarkan kapitalisasi pasar yang dirangkum oleh CoinMarketCap per Juli 2022:

  1. Alpine F1 Team Fan Token (ALPINE): Merupakan token dari tim balap Fromula One yang dibangun di atas jaringan BNB dan diluncurkan pada bulan Februari 2022. Token ini memiliki market cap sebesar 25 juta dolar dengan maksimum supply 40 juta token. 
  2. Paris Saint-Germain Fan Token (PSG): Fan Token ini dikeluarkan oleh tim sepak bola ternama dari Prancis yaitu Paris St Germain dengan total supply keseluruhan 30 juta. Token ini menduduki peringkat ke-2 dengan market cap 21 juta dolar.
  3. S.S. Lazio Fan Token (LAZIO): Sesuai namanya, token ini juga dikeluarkan oleh tim sepak bola dari Italia yaitu S.S. Lazio dengan jumlah total 40 juta token. Market cap token ini mencapai 18 juta dolar untuk saat ini.
  4. Santos FC Fan Token (SANTOS): Santos adalah tim sepak bola dari Brazil yang juga meluncurkan Fan Token untuk para penggemarnya. Jumlah token yang dibuat adalah 30 juta token dan saat ini sudah memiliki market cap sebesar 17 juta dolar. 
  5. FC Barcelona Fan Token (BAR): Tim sepakbola raksasa asal Spanyol, Barcelona, juga tak ingin ketinggalan dengan meluncurkan Fan token sebanyak 40 juta token. BAR kini memiliki market cap sebesar 16 juta dolar. 

Selain yang disebutkan di atas, tentu masih ada banyak lagi Fan Token yang beredar dari berbagai cabang olahraga lainnya seperti Basket, Professional Fighters League (PFL), Tinju, Baseball, WWE, dll. Tidak menutup kemungkinan, adopsi Fan Token akan terus berkembang ke depannya.

Baca Juga: 7 Token Web3 Terbaik untuk Investasi

 

Haruskah Berinvestasi di Fan Token?

Pilihan untuk berinvestasi pada Fan Token tentu tergantung pada minat dan toleransi risiko masing-masing. Sama halnya dengan Non-Fungible Token (NFT), Fan Token juga merupakan salah satu produk industri kripto yang didalamnya masih didominasi oleh sentimen para pelakunya. Sehingga, jika Fan Token dijadikan intrumen investasi tentu Anda perlu tahu bagaimana cara menganalisa serta membaca potensi jangka panjangnya. Hal itu tak lain untuk mendapatkan profit maksimal di kemudian hari.

Sebaliknya, jika Fan Token dijadikan sebagai koleksi dan sarana mendukukung tim favorit, tentu Anda juga perlu mengetahui bahwa ada kemungkinan Fan Token tersebut akan kehilangan nilai di kemudian hari. Jadi sangat disarankan agar tidak melakukan pembelian dalam jumlah besar jika tidak siap menanggung risiko tinggi di kemudian hari.

Terkait Lainnya
 

Komentar @inbizia

@Wulandari: Banyak negara memberlakukan pajak kripto dengan beragam variasi kebijakannya di samping ada juga yang 100% membebaskannya. Ini beberapa di antaranya, sejauh yang saya temukan referensinya: - Jepang: Pajak kripto di sini tergolong sebagai pajak penghasilan dengan kategori pendapatan lain-lain dan jumlahnya relatif cukup besar, hingga 55%. Pajak kripto juga diberlakukan bagi wajib pajak luar negeri yang mempunyai aset ini dengan tarif final sebesar 20% dan dibayarkan saat yang bersangkutan meninggalkan Jepang. - Hong Kong: Di sini mata uang kripto yang digunakan untuk transaksi bisnis dikenakan pajak keuntungan. Tapi, kripto milik individu dan dipakai sebagai investasi jangka panjang tidak dikenakan pajak. - China: Kripto tidak diakui sebagai alat bayar yang sah di sini, sama seperti di Indonesia. Negeri Panda ini kabarnya mengenakan Pajak Penghasilan atau PPh atas keuntungan yang diperoleh dari penjualan kripto. - India: Belum ada ketentuan khusus terkait pajak kripto di sini. Namun, sejumlah media lokal menyebut pemerintah mempertimbangkan untuk mengenakan pajak atas semua aset dijital sebesar 30%. - Kazakhstan: Di sini pajak kripto justru dikenakan untuk kalangan penambang aset ini. Pemerintah menganggap penambangan kripto membuka banyak lapangan kerja plus mendorong konsumsi listrik. Tapi, infrastruktur untuk penambangan kripto bebas pajak. - Rusia: Ada wacana pengenaan pajak kripto di Negeri Beruang Merah ini namun masih pending, belum ada kejelasan. - Amerika Serikat: di Negeri Paman Sam, kripto diperlakukan sama seperti investasi saham, obligasi, dan properti. Apa yang berlaku di aset-aset tersebut, berlaku juga di kripto, termasuk dalam urusan pajak, dalam hal ini adalah pajak atas capital gain. Wajib pajak harus melaporkan transaksi kripto yang dilakukannya, tak peduli apakah statusnya untung atau rugi. Semua laporan harus masuk ke otoritas pajak, IRS (Internal Revenue Service). - Inggris: di sini kripto dianggap sebagai token dan transaksinya dianggap sebagai kegiatan investasi serta dikenakan pajak. - Portugal: di sini kripto dianggap sebagai alat pembayaran yang sah dan bukan tergolong sebagai aset. Dengan demikian, tidak ada pajak kripto di negeri ini alias 0%. Demikian semoga membantu.
 Rida |  19 May 2022
Halaman: Bagaimana Cara Menghitung Pajak Kripto Di Indonesia
iya nih, bener juga ya bro. harga awalnya ajah 30ribuan, sekarang tinggal 3ribuan. tinggal tunggu waterfall lagi tuh kayak luna. tapi nih, juga anehnya kan katanya tokocrypto ini didukung binance, tapi tokennya kok sebagus bnb ya? apa yang salah?hmm...
 Anonim |  3 Jun 2022
Halaman: Injak Usia Tahun Koin Tokocrypto Makin Prospektif
Selama sebuah perusahaan memiliki aset NFT yang terdaftar di exchanger, maka saham NFT nya bisa diperjual belikan. Di Indonesia, ada Tokocrypto yang menyediakan platform jual belinya sendiri (TokoMall). Kalau yang internasional, bisa ke OpenSea, Nifty Gateway, atau Rarible. Perusahaan seperti Axie juga menjual token NFTnya di platform Axie Marketplace. Untuk referensi, bisa cek pada artikel berikut: Ulasan Tokocrypto, Exchange Lokal Dengan Fitur Marketplace NFT Panduan Platform Jual Beli NFT dan Plus Minusnya
 Ananta |  7 Jun 2022
Halaman: Tren Investasi Baru Di Saham Nft Apa Itu
Harga tanah metaverse itu kayaknya mirip-mirip saham gorengan. nggak ada prospeknya, tapi dipom-pom terus hehe... dibilang bisa buat main game dan pasang iklan pun yaaa belum jelas masa depannya, soalnya kita nggak tahu berapa banyak player dan berapa banyak yang mau pasang iklan... fungsi beli tanah metaverse itu paling-paling flexing, buat mereka yang mau pamer status jutawan token...
 Alia |  9 Jun 2022
Halaman: Apakah Investasi Tanah Metaverse Layak Dicoba
Seharusnya begitu, karena untuk bisa masuk ke CEX, koin-koin tersebut harus melalui berbagai persyaratan. Berbeda dengan DEX, pembuatan token apapun dapat memasukkan token buatannya ke DEX tanpa ada seleksi.
 Pongky |  13 Jun 2022
Halaman: Waspadai Bahaya Token Honeypot Saat Investasi Kripto
"Nantinya, para investor akan mendapatkan koin kripto atau token digital sebagai ganti dari 'modal' yang diberikan mereka. Token yang didapat berisi informasi kepemilikan atas investasi aset di dunia nyata yang direkam dalam blockchain." Ini maksudnya gimana? Yang saya tangkap kok kayak STO ini jualan informasi ya, atau bagaimana?
 Yuniar A |  14 Jun 2022
Halaman: Apakah Investasi Sto Crypto Menguntungkan

Kirim Komentar Baru