Mengenal FLPP, Program KPR Bersubsidi

Febrian Surya 23 Jul 2020 691
Dibaca Normal 4 Menit

Siapa bilang masyarakat berpenghasilan rendah tidak bisa memiliki hunian baru? Melalui KPR FLPP, kamu bisa mewujudkan mimpimu dengan program KPR bersubsidi.



Program KPR adalah salah satu solusi dari sulitnya kaum milenial untuk membeli sebuah rumah. Hal ini dikarenakan harga rumah yang terus mengalami kenaikan setiap tahunnya. Bukan hanya harga rumah saja yang bervariasi, melainkan program KPR yang ditawarkan oleh bank juga begitu beragam.

Seperti diketahui, sebagai persyaratan pengajuan KPR di bank, setiap calon nasabah harus memenuhi dokumen pendukung dan minimal penghasilan yang diperoleh setiap bulannya. Namun bagaimana dengan masyarakat yang berpenghasilan rendah? Apakah mereka tidak bisa mengakses pinjaman KPR di bank?

Mengenal FLPP, Program KPR Bersubsidi(Kunjungi Juga: Kalkulator KPR)

Khusus bagi masyarakat berpenghasilan rendah, mereka tetap bisa mengajukan KPR di bank lewat program rumah FLPP, SSB, dan SBUM. Semua program KPR tersebut adalah jenis KPR bersubsidi dari pemerintah agar masyarakat yang memiliki penghasilan rendah bisa mengajukan pinjaman KPR di bank.

Bagi kamu yang belum mengenal apa itu FLPP, kamu bisa mengenal lebih jauh tentang salah satu program KPR bersubsidi ini melalui artikel berikut:

 

Apa Itu KPR FLPP?

FLPP merupakan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan, sebuah program dukungan dari pemerintah dalam bentuk kemudahan akses keuangan lewat pembiayaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah, yang pengelolaannya dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Keunggulan program KPR FLPP di antaranya:

  1. Harga rumah terjangkau karena dibatasi oleh pemerintah.
  2. Tingkat suku bunga rendah; hanya 5% per tahun dan tetap sepanjang jangka waktu.
  3. Jangka waktu kredit yang fleksibel antara 10 hingga 15 tahun.

Ketika kamu masih dalam masa cicilan KPR bersubsidi, jumlah cicilan tidak akan terpengaruh oleh kenaikan maupun penurunan suku bunga acuan (BI rate). Kemudahan ini difasilitasi oleh sebuah fitur bernama fixed rate. Tentu saja, hal ini berbeda bila kamu mengajukan KPR non subsidi konvensional di bank. Umumnya, pihak bank akan membebankan floating rate yang sewaktu-waktu bisa membuat biaya cicilan KPR-mu membengkak jika terjadi kenaikan suku bunga acuan. Untuk lebih memahami sistem pemberian bunga KPR, sebaiknya pelajari dulu apa saja jenis-jenis bunga KPR.



 

Persyaratan KPR FLPP

Sama halnya dengan jenis KPR lainnya, setiap calon nasabah perlu mengikuti proses pengajuan KPR FLPP dengan memenuhi berbagai persyaratan dan dokumen pendukung yang dibutuhkan. Dalam proses pengajuan KPR bersubsidi, kamu perlu memenuhi beberapa persyaratan berikut ini:

  • WNI.
  • Berusia 21 tahun atau telah menikah.
  • Belum pernah memiliki rumah atas nama pemohon sebelumnya.
  • Belum pernah menerima subsidi pemerintah.
  • Calon pemohon merupakan masyarakat yang memiliki penghasilan rendah, yaitu maksimal Rp 4,000,000/bulan untuk KPR Sejahtera Tapak dan maksimal Rp 7,000,000/bulan untuk KPR Sejahtera Susun.
  • Wajib memiliki NPWP pribadi.
  • Memiliki masa kerja atau usaha setidaknya 1 tahun.

Persyaratan KPR subsidi

Rumah bersubsidi memang hanya diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Bila kamu kita termasuk ke dalam golongan tersebut, pengajuan KPR yang diajukan di bank akan secara otomatis ditolak. Persyaratan pengajuan KPR FLPP di atas sudah diatur dan memiliki kekuatan hukum yang sesuai dengan Peraturan Menteri PUPR No. 26/PRT/M/2016 tentang Perubahan Atas Menteri PUPR No. 21/PRT/M/2016 mengenai Kemudahan dan/atau Bantuan Perolehan Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah.

 

Spesifikasi Dan Harga Rumah Subsidi

Untuk spesifikasi rumah subsidi tentunya berbeda dengan rumah non subsidi. Salah satu perbedaan yang paling mencolok adalah kualitas kontruksi dan penggunaan material penunjang lainnya. Semua itu akan ditentukan sesuai dengan standar pemerintah yang mengikuti harga jual dari rumah tersebut. Spesifikasi rumah bersubsidi meliputi:

  • Tidak ada plafon.
  • Fondasi bangunan menggunakan batako.
  • Rangka atap kayu.
  • Lantai masih belum menggunakan ubin.
  • Kusen pintu dan jendela terbilang murah.
  • Pemberian cat hanya di bagian depan.
  • Kloset jongkok.

Spesifikasi Rumah Bersubsidi(Baca juga: Cara Developer Menentukan Harga Jual Rumah)

Spesifikasi rumah bersubsidi di atas sebanding dengan biaya atau harga beli rumah bersubsidi yang umumnya memang jauh lebih murah daripada harga rumah non subsidi. Selain itu, lokasi di mana rumah tersebut dibangun juga menjadi faktor yang mempengaruhi harga rumah bersubsidi. Dalam hal ini, bangunan rumah yang termasuk dalam program KPR FLPP cenderung lebih murah lantaran tidak berada di lokasi yang strategis.



 

Sekalipun kamu mengambil pinjaman KPR bersubsidi yang lebih ringan, tanggungan kredit tetap menjadi beban tersendiri yang sebaiknya cepat diselesaikan. Untuk itu, ada baiknya kamu menyimak 3 Strategi Jitu Agar Angsuran KPR Cepat Lunas.

Forum

Izt_0307 (01 Mar 2012)

mas,saya slalu mengikuti analisa harian maupun mingguan dari seputar forex ini. mohon ilmunya bagaimana menentukan garis-garis kuning,lalu support resistense dan formula dari indikator yang digunakan??? terima kasih banyak.

Selengkapnya...

BANKKPRRitel
Bank Amar Indonesia 13.00% 11.00%
Bank Artha Graha Internasional 10.90% 10.40%
Bank Artos Indonesia 30.23% 30.23%
Bank Bisnis Internasional 8.78% 12.35%
Bank Bukopin 9.31% 9.20%
Bank Bumi Arta 9.98% 10.55%
Bank Capital Indonesia 13.30% 13.30%
Bank China Construction Bank Indonesia 9.89% 9.89%
Bank Cimb Niaga 9.55% 10.10%
Bank Commonwealth 10.75% 10.75%

Kirim Komentar/Reply Baru


Kalkulator P2P Lending
Kalkulator P2P Lending
Sistem   9 Apr 2021   171  
lama tren dalam pasar berlangsung
berapa lama biasanya suatu tren dalam pasar berlangsung?

Renata 25 Jul 2018

Reply:

M Singgih (26 Jul 2018 14:02)

@ Renata:

Awal dan akhir suatu trend tidak bisa dipastikan, tetapi bisa diperkirakan. Perkiraan ini bisa dikonfirmasikan dengan price action dan indikator teknikal.
Trend tidak terus-menerus naik atau terus menerus turun, tetapi ada koreksi (retracement), yaitu akan terjadi penurunan pada periode kenaikan, dan terjadi kenaikan pada periode penurunan.





Sampai sejauh mana batas kenaikan atau penurunan trend bisa diperkirakan dengan Fibonacci ekspansion, dan sampai seberapa dalam batas koreksinya bisa diperkirakan dengan Fibonacci retracement.

Periode kenaikan dan penurunan bisa diperkirakan dengan mengamati gelombang Elliot (Elliot wave) dari pergerakan trend yang sedang terjadi.
Baca: Mengenal Teori Gelombang Elliot

Perbandingan Bunga P2P Lending
Perbandingan Bunga P2P Lending
Sistem   9 Apr 2021   292  
10 Bank Dengan Pinjaman KPR Terbaik
10 Bank Dengan Pinjaman KPR Terbaik
Nandini   27 Dec 2020   373  
Ingin Dapat Pinjaman Tanpa Takut Riba? Ini Caranya
Ingin Dapat Pinjaman Tanpa Takut Riba? Ini Caranya
Jujun Kurniawan   15 Sep 2020   686  
Ingin Pakai Kartu Kredit Untuk Bisnis? Perhatikan Ini
Ingin Pakai Kartu Kredit Untuk Bisnis? Perhatikan Ini
Jujun Kurniawan   23 Aug 2020   855  
Suku Bunga Kredit Dan Pinjaman
Suku Bunga Kredit Dan Pinjaman
Sistem   5 Aug 2020   1542  
Kalkulator KPR
Kalkulator KPR
Sistem   5 Aug 2020   849  
5 Ciri Fintech Bodong Menurut OJK
5 Ciri Fintech Bodong Menurut OJK
Febrian Surya   13 Jul 2020   434  
3 Strategi Jitu Agar Angsuran KPR Cepat Lunas
3 Strategi Jitu Agar Angsuran KPR Cepat Lunas
Jujun Kurniawan   6 Jul 2020   505  
Sebelum Ambil Kredit, Pahami Penyebab Naik Turun Bunga KPR
Sebelum Ambil Kredit, Pahami Penyebab Naik Turun Bunga KPR
Febrian Surya   26 May 2020   728