Mengenal Pola Candlestick Harami

SAM 1 Aug 2016 5425

Deteksi sinyal reversal dengan pola candlestick harami. Tingkatkan validitas dan akurasi sinyal pola harami dengan membaca tips dan triknya di artikel ini.

Beli murah, jual mahal, biar profitnya maksimal! Supaya kita bisa meraih keuntungan besar tersebut, kita harus tahu di mana "puncak" dan "lembah" dari pergerakan harga terkini pair-pair forex. Nah, mengenal pola candlestick Harami adalah salah satu metode terbaik untuk mengidentifikasi titik tertinggi dan terendah tadi.

mengenal pola candlestick harami

 

 


Pola candlestick Harami populer digunakan sebagai penanda momen reversal akan terjadi. Misalnya, jika kita sudah bisa mengidentifikasi di mana "lembah" harga saat ini, maka pola tersebut akan memprediksikan pembalikan haluan arah harga.

Jadi, profit raihan akan meroket bila kita membuka posisi buy di titik rendah tadi berdasarkan sinyal dari pola candlestick Harami. Begitu juga sebaliknya saat kita membuka posisi (sell) di puncak.


Pengertian Dan Dasar Pola Candlestick Harami

Harami adalah sepotong kata dalam bahasa Jepang yang bermakna "kehamilan". Kenapa bisa begitu? Karena pola candlestick Harami terbentuk dari dua bar (batang) candlestick di mana body (badan) bar kedua selalu berukuran lebih kecil dan berada di kandungan (dalam jangkauan) body bar pertama.


harami

 

Bar lebih kecil mengindikasikan pergerakan harga telah mencapai titik nadir dan kemungkinan besar sudah tidak mampu lagi meneruskan trend terkini. Semakin kecil bar kedua, maka semakin kuat pula prediksi reversal akan terjadi.

Satu hal lagi, pola candlestick Harami adalah turunan dari pola candlestick inside bar. Perbedaannya adalah posisi body dan lower shadow. Harami hanya memperhitungkan posisi body, sehingga posisi shadow bar berikutnya mungkin keluar dari jangkauan bar awal. lain halnya dengan inside bar di mana lower dan upper shadow bar kedua tidak boleh berada di luar jangkauan bar pertama.


Aplikasi Praktis Pola Candlestick Harami

Ini dia bagian paling greget, paham teorinya, langsung praktekkan. Sabar dulu, perhatikan beberapa faktor berikut supaya Anda tidak salah posisi.

Seperti biasa, selalu gunakan timeframe daily (D1) untuk memastikan bahwa sinyal dari si Harami ini legitimate alias valid. Gunakan paling tidak H4 setelah Anda terbiasa membaca pola candlestick. Di bawah timeframe tersebut tidak disarankan, karena pola terbentuk dalam frekuensi tinggi dan berpotensi menimbulkan fake signal.

Perhatikan pula di mana garis support dan resistance. Pola candlestick Bullish Harami akurasinya lebih tinggi apabila mendekati atau menyentuh garis support. Sebaliknya, Bearish Harami valid saat bersentuhan atau mendekati garis resistansi.

Jangan lupa untuk meletakkan Stop Loss beberapa pip di atas upper shadow candle pertama pada bearish Harami. Sedangkan pada bullish Harami Anda juga sebaiknya meletakkan SL beberapa pip di bawah lower shadow candle pertama.

Perhatikan pada gambar di bawah ini. Lingkaran biru no. 1 menunjukkan candle pertama telah menyentuh area Support, lalu candle kedua membentuk formasi Bullish Harami. Anda bisa menunggu konfirmasi dari bar ketiga untuk masuk pasar dengan instant order Buy atau menggunakan Pending Order beberapa pip di sekitar Upper shadow bar kedua Bullish Harami.

pola candlestick harami

Hanya saja, saat Anda menunggu bar ketiga kemungkinan pasar telah jenuh beli, terutama bila pada kondisi pasar sideways. Tentukan exit (TP) sesuai dengan manajemen resiko Anda atau tarik garis Resistance terdekat (menggunakan garis fibonacci atau manual).

Perhatikan, harga kembali menguji batas Support pada lingkaran nomor 2. Candle kedua pada lingkaran tersebut ternyata hanya mampu ditutup jauh lebih rendah daripada pembukaan candle pertama. Artinya, formasi candlestick Bullish Harami kembali terbentuk. Setelah formasinya komplit, harga kembali menyembul ke atas meninggalkan area Support.

Sebagai tes uji pemahaman. Coba jelaskan apa yang harus Anda lakukan apabila sinyal Bullish Harami muncul! Selamat ber-trading!

Kirim Komentar/Reply Baru

Reply Pembaca : 7

Ernesto 17 JUN 2013
Masi bingung, gambarnya kurang besar....
reply
Sf 12 NOV 2014
Artikel ini sudah diperbaiki, dan gambar keterangan juga telah diperbesar. Jika masih kurang jelas, Anda bisa klik kanan pada gambar lalu pilih "View Image". Semoga membantu
M. Pranata Kusuma 11 OCT 2013
Pas ada doji lbh baik jgn buru2 op dulu, dsn kliatan bgt nunjukin psr yg lg g trending jd msh krg profitable dbndng analisa pake pola hammer atau hanging man...
reply
Francis Kurniawan 22 APR 2015
klo harami temasuk sinyal pembalikan mustinya ini terbentuk di akir tren juga, sama kaya hammer ato hanging man. ane jg masih belum tau sih mana yg lebih meyakinkan antara pola 1 candle sm 2 atau 3 candle. tapi klo diliat dari teorinya yg 3 candle sprti lebih oke karna lebih terkonfirmasi dr candle2 sesudahnya.

tapi kekuranganya perlu wktu lama utk entry. beda dgn pola 1 candle sprt hammer atau hanging man yg cukup tunggu 1 candle itu selesai terbentuk.
Arif 26 APR 2015
Trus pola candle mana nih gan yang paling bagus? Yng lebih cepet ato yang lebih lama terbentuk tapi lebih ada konfirmasinya?
Tq
Francis Kurniawan 27 APR 2015
klo menurut gw sama2. baik hammer atau hanging man atau harami sama2 bisa akurat bisa juga ngasih false signal. cuma dgn banyak2 latian dn praktek kita bisa tau mana yg lebih bisa kita kenali n gunakan. Yg jelas adanya pola2 itu bisa jadi warning utk kita siap2 open order sesuai sinyal reversal. biar lebih yakin lgi bisa jg kita nggak cuma mengandalkan pola candlestick, tapi juga bantuan indikator oscillator. bagaimanapun caranya yg penting kita tdk lupa manajemen resiko, tetapkan stop loss sesuai batas rugi yg mampu ditanggung itu penting
Bambang Priyono 15 OCT 2013
Justru disinilah kesempatan trader untuk bisa open posisi di saat kondisi pasar sedang tidak menentu. Pada intinya, semua pola candlestick memang harus mengamati bentuk candlestick sesudah pola itu sendiri. Hanya saja, untuk harami ini memang perlu melihat pola candlestick yang sebelumnya. Meskipun pola hammer atau hanging man lebih meyakinkan karena menandakan reversal, tapi trader tetap disarankan untuk melihat pembentukan beberapa candlestick setelahnya atau menggabungkannya dengan indikator lain agar sinyal trading lebih terkonfirmasi. Mungkin yang kurang disini adalah kelanjutan tentang batas dan titik resiko yang bisa dianalisa dari pola harami. Karena sudah disbutkan di awal, tapi tidak ada kelanjutannya.
reply
Urami 20 FEB 2019

Saya sudah kapok trading pake pola candlestick, meleset terus hasilnya.

Om.rahmad 17 OCT 2013
setau ane harami ini malah buat nunjukin reversal cuz ada bullish harami & bearish harami. tapi kayaknya pembahasanx beda cuz biasax gag ad sangkut pautx sama doji
reply
Mr Sukardi 11 JUN 2015
bisa berkaitan selama doji yang terbentuk di pola kedua tetap berada dalam range pola pertama. dan lagi, bukankah akan lebih bagus kalau pola kedua berbentuk doji? karena seperti yang dijelaskan, doji sendiri sudah menunjukkan sinyal pembalikan, kalau candle sebelumnya ternyata berfungsi sebagai mother bar, ini bisa menjadi indikator yang lebih bagus untuk menjadi sinyal pembalikan harga
Bambang Priyono 22 OCT 2013
Harami yang digunakan untuk mengenali reversal, seperti bearish harami misalnya, menganalisa pemebntukan 3 candlestick yang bisa diidentifikasikan dengan inside bar. Jadi ketika candlestick kedua yang besarnya tidak lebih dari candlestick pertama, dan lalu kemudian dikonfirmasi dengan candlestick ketiga.
reply
Abdul Hamid 5 MAY 2016
oh harami ini polanya mirip2 sama inside bar yah? Jadi kalau bar kedua lebih besar dari bar pertama biasanya harga akan mengalami reversal, begitu yg saya tahu. Sama juga seperti pola2 engulfing.
reply
Agus Bastian 3 JUN 2016
ya emang mirip2 sama sih, kan harami sama engulfing emang turunan dari inside bar. Bedanya paling di karakteristik detail posisi shadow2nya aja. Basicnya sih sama, bar kedua menunjukkan pola harga sudah mulai berkonsolidasi dari trend yg sudah berjalan, jadi kalau mendekati batas-batas support atau resistance biasanya bisa jadi pertanda reversal tuh inside bar.
Kristiawan 7 NOV 2019
nunggu candle konfirmasi (candle ke 3) atau pending order di deket area bawah (contoh kasus bullis harami).
reply
Kirim Komentar/Reply Baru
Jujun Kurniawan 34
Forex  
Bagaimana Memilih Leverage Sesuai Jumlah Modal?
Assalamualaikum,
mau nanya, saya pemula, terus waktu buat akun pertama kali, ada kolom leverage
yang mau saya tanya, bgaimana cara memilih skala leverage yang di sesuaikan dengan jumlah modal, semisal ; untuk modal kecil (1jtan) dengan kualitas trader adalah newbie, kira skala berap yang bagus di gunakan?
Trimakasih sebelumnya

Madao 19 Sep 2016

Reply:

Basir (20 Sep 2016 09:33)

Wa alaikum salam...
Untuk Madao..

Trading forex adalah trading margin (jaminan). Dimana seorang trader memberikan jaminan  sekian persen dari balance/modal atas transaksi BUY/SELL yang dilakukannya. Dan saat seorang trade melakukan BUY/SELL, maka sebenaranya ia menggunakan uang pinjaman dari broker. Sementara margin/jaminan akan diminta/dikunci oleh broker tergantung leverage
(daya ungkit)  yang dipilih saat pembukaan akun.

Leverage adalah daya ungkit, sebuah fasilitas yang dibroker terhadap para nasabahnya. Biasanya leverage yang ditawarkan oleh broker adalah :
1 : 1
1 : 100
1 : 200
Dan seterusnya. Semakin besar leverage yang digunakan (di checklist) saat pembukaan account, semakin kecil jaminan yang di minta/dikunci oleh broker. 

Jika anda menyimpan dana sebesar $100 (asumsikan 1 juta Rupiah = $100), dan memilih leverage dengan nilai 1 : 500, maka dana anda secara virtual adalah sebesar 500x lipat dari balance/simpanan  ( 100 x 500 = $ 50.000). Jika anda trade dengan  menggunakan account standar dengan nilai 1 lot = 100.000, maka saat anda trade dengan 1 lot tersebut maka perhitungan marginnya adalah :

Kontak Size * Leverage* Jumlah lot*Harga Beli/Jual kurs mata uang

Contoh Harga EUR/USD  = 1.4000

Maka jika trade dengan :
1 lot, marginnya kurang lebih sebesar  (100.000*1:500*1*1.4000)= $ 280
0.10 lot, marginnya kurang lebih  (100.000*1:500*0.10*1.4000) = $ 28
0.01 lot, marginnya kurang lebih (100.000*1:500*0.01*1.4000) = $ 2.8

Satuan lot sebesar  100.000, adalah ketentuan broker. Ada juga satuan lotnya 10.000, 1.000 Bahkan ada  broker yang menentukan satu lot sebesar 1.000.000

Maka jika demikian  :

1 lot = 1.000,000
0.1 lot = 100.000
0.01 lot =10.0000

Ada istilah akun cent, akun mini, akun micro, akun standar tergantung satuan lotnya. Ini hanya jenis layanan dari broker saja.

Yang mana dengan jaminan kecil, seorang trader bisa open BUY/SELL senilai  100, 1.000, 10.000, dan seterusnya. Jika trading denga lot 0,02, 0.03 tinggal dikalikan saja.

Uraian diatas adalah jaminan berdasarkan perhitungan harga yang dibeli atau dijual. Ad apula jaminan yang sudah ditentukan oleh broker. Misal :

1 lot GBP/USD  Margin sebesar $ 50 dan yang lainnya.
Dalam hal ini hati-hati dengan penggunaan leverage yang sangat besar, karena hal ini bisa membahayakan account.

Sementara perhitungan Margin Call / stop out tiap broker berbeda-beda. Ada yang 100 % total balance setelah dikali leverage, ada yang 50% ada yang 70% dan seterusnya.

Ada pula margin call dihitung berdasarkan margin. Jika margin trading sebesar $ 5, dan order terjadi minus sebesar $-5, maka akan ditutup paksa oleh sistem broker dan balance anda berkurang.

Besarnya margin pun bisa dijadikan ukuran untuk menentukan stop loss, jika margin $5 trade dengan lot 0.01 (1.000) maka minimal stop loss adalah kurang lebih 50 pips.

Saat anda BUY GBP/USD ini bisa diartikan, anda BUY GBP dan SELL EUR
Saat anda SELL EUR/USD ini bisa diartikan, anda SELL EUR dan BUY USD

Thanks

Muhammad Yusuf (11 Mar 2018 09:08)

Izin bertanya coach seputarforex yang saya hormati, saya terlalu sibuk mempelajari metode trading sampai lupa konsep dasarnya.

Yg dimaksud dengan margin call itu jika ekuitas sama dengan margin bukan? lalu berapa persen margin level seseorang dalam posisi floating yang dpt menyebabkan margin call tersebut? jika ketentuan kontrak broker saya 1 lot= 100.000$ maka jika leveragenya 1:1000, saya hanya harus membayarkan 100$ untuk transaksi senilai 100.000$?

apakah setiap mata uang nilai perpips nya sama? yaitu perkalian dari jumlah lot dengan selisih dari titik entry? bagaimana dengan emas dan perak? apakah berbeda? terimakasih sebelumnya coach?

M Singgih (13 Mar 2018 09:09)

@ Muhammad Yusuf:

- Kalau margin level = 100%, ketika equity = margin total, maka Anda akan terkena margin call. Kalau margin level = 50%, ketika equity = 50% dari margin total, maka Anda akan terkena margin call.
- Leverage 1:1000 artinya 0.1% dari nilai kontrak. Jadi jika Anda memilih leverage 1:1000 maka margin = USD 100,000 x 0.1% = USD 100.

- Nilai per pip tergantung dari ukuran lot (volume), dan untuk setiap kelompok pasangan mata uang berbeda.
Untuk kelompok XXX/USD (EUR/USD, GBP/USD, AUD/USD dan NZD/USD), dengan ukuran lot yang sama, nilai per pip-nya berbeda dengan kelompok USD/XXX (USD/JPY, USD/CAD dan USD/CHF).

Untuk kelompok mata uang cross:
Kelompok XXX/JPY (EUR/JPY, GBP/JPY, AUD/JPY, NZD/JPY, CHF/JPY dan CAD/JPY) berbeda dengan kelompok XXX/CHF (EUR/CHF, GBP/CHF, AUD/CHF, NZD/CHF dan CAD/CHF), juga berbeda dengan kelompok XXX/CAD (EUR/CAD, GBP/CAD, AUD/CAD dan NZD/CAD), dan berbeda juga dengan EUR/GBP, EUR/AUD, EUR/NZD, GBP/AUD, GBP/NZD dan AUD/NZD.


- Nilai per pip untuk XAU/USD dan XAG/USD berbeda dengan pasangan mata uang (forex). Nilai kontraknya berbeda., untuk XAU/USD dalam troy ounce.
- Nilai per pip untuk WTI/USD (US Oil) berbeda dengan XAU/USD, XAG/USD dan juga forex. Nilai kontrak WTI dalam barrel.
- Nilai per pip untuk indeks saham (Dow 30, NQ100, HK33, Nikkei225 dan Kospi) berbeda dengan forex, XAU/USD dan XAG/USD, dan juga WTI/USD. Nilai kontraknya tergantung ketentuan broker.

Tanpa mengetahui nilai per pip dan margin Anda tidak bisa menentukan ketahanan modal ketika trading.

Terima kasih

Roni (04 Aug 2018 09:10)

Yang dimaksud jenis akun Standar, Mini dan Micro itu apa? terus adakah pengaruh terhadap poin yang kita hasilkan pada setiap trading?

Contohnya kita trading di akun Standar dengan lot 0,01 itu berapa $ hasil per pipsnya? begitupun di akun Mini dan Micro? Sama saya baca-baca di atas juga kayaknya ada hubungannya sama leverage. Mohon pencerahan

M Singgih (07 Aug 2018 06:11)

@ Roni:

Akun standard, mini atau micro dibedakan oleh ukuran kontrak (contract size).
Dalam akun standard, ukuran kontrak 1 lot adalah 100,000 unit,
akun mini ukuran kontrak adalah 10,000 unit, sehingga Anda trading dengan 0.1 lot,
akun micro ukuran kontrak adalah 1,000 unit, sehingga Anda trading dengan 0.01 lot.

- …terus adakah pengaruh terhadap poin yang kita hasilkan pada setiap trading?

Ya, ada, Semakin tinggi nilai kontrak maka semakin besar juga nilai per pip-nya, atau pip value-nya. Sehingga jika Anda profit dengan besarnya pip yang sama pada akun standard dan akun micro, jelas profit di akun standard lebih besar (100 kalinya).
Dalam akun standard 1 lot, untuk pair XXX/USD (EUR/USD. GBP/USD, AUD/USD dan NZD/USD) 1 pip nilainya = USD 10,-. Untuk akun mini 0.1 lot, nilai 1 pip = USD 1,-, sementara untuk akun micro 0.01 lot nilai 1 pip = USD 0.1.

- …Contohnya kita trading di akun Standar dengan lot 0,01 itu berapa $ hasil per pipsnya? begitupun di akun Mini dan Micro?
0.01 lot adalah akun micro, bukan akun standard.

- …. Sama saya baca-baca di atas juga kayaknya ada hubungannya sama leverage

Leverage menentukan besarnya margin atau jaminan untuk posisi yang Anda buka. Leverage tidak mempengaruhi nilai per pip.
Untuk pair XXX/USD, perhitungan margin:
Margin = (USD 100,000)  x (jumlah lot atau volume) x (persentase margin) x harga pasar saat itu

Misal: Anda trading di akun standard dengan leverage 1:200, Anda buy 2 lot EUR/USD pada harga 1.1600, maka margin =  (USD 100.000)  x 2 x 0.5% x 1.1600 = USD 1,160.

Untuk mengetahui apa itu leverage dan margin, silahkan baca ini.

Jujun Kurniawan 72
Jujun Kurniawan 77
Forex