Istilah sandwich generation kerap muncul akhir-akhir ini di media sosial. Seringnya, istilah ini dilontarkan oleh akun finansial advisor seperti Jouska atau ZAPFinance. Namun apa sebenarnya sandwich generation itu?

Generasi sandwich didefinisikan sebagai orang dewasa yang sudah memiliki tanggung jawab untuk mengurus anak sekaligus menanggung hidup orang tua mereka. Disebut sandwich, karena generasi ini dihimpit dari atas maupun bawah seperti roti sandwich. Beban finansial dari atas berasal dari orang tua atau mertua, sedangkan beban dari bawah berasal dari anak. Istilah ini pertama kali dikenalkan Dorothy A. Miller, seorang profesor dari Universitas Kentucky, AS, dalam jurnal pekerja sosial.

Kondisi ini banyak dialami tenaga kerja usia awal 20-an hingga 40-an. Generasi sandwich dianggap susah membeli rumah, susah menyisihkan uang untuk investasi, karena memiliki banyak tanggungan finansial.

Mengenal sandwich generation

Beban finansial dari atas, yakni dari orang tua atau mertua, merupakan akibat dari buruknya manajemen keuangan generasi sebelumnya. Orang tua generasi sandwich tidak menyiapkan dana pensiun dengan matang sehingga menjadi beban finansial anaknya di kemudian hari. Generasi sandwich akhirnya harus menanggung biaya hidup sehari-hari, biaya perawatan medis, dan lain-lain.

Sementara pada waktu yang sama, mereka juga memiliki anak-anak dan pasangan untuk biayai. Mulai dari biaya operasional, biaya pendidikan, biaya hiburan, dan banyak biaya lainnya.

Menjalani hidup sebagai generasi sandwich tentu tak mudah. Anda mungkin merasa tertekan saat harus mengurus banyak orang dalam hidup Anda. Di satu sisi Anda punya rencana finansial, ingin investasi untuk dana pendidikan atau dana pensiun, namun gaji Anda habis untuk biaya operasional. Oleh karena itu, generasi sandwich kerap kali menjadi lingkaran setan. Anda menjadi beban bagi anak Anda di kemudian hari karena tak bisa investasi untuk dana pensiun.

Mau tak mau, kondisi finansial ini memang harus Anda jalani. Berikut yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi beban Anda sebagai generasi sandiwich:

Berbagi Peran dengan Saudara

Bila Anda memiliki saudara, berarti Anda masih punya peluang untuk mengurangi beban sandwich generation. Terutama bila saudara Anda sudah berpenghasilan. Namun bila saudara Anda masih sekolah dan Anda biayai, mintalah komitmennya untuk membantu biaya hidup orang tua saat sudah berpenghasilan nanti.

Generasi sandwich

Semua anak harus merasa perlu memikul semua tanggung jawab dalam merawat orang tua lanjut usia. Tidak harus anak tertua atau paling bungsu, jika ada saudara kandung yang mungkin dapat membantu lebih banyak, saatnya untuk meminta bantuan mereka.

 

Alokasikan Anggaran untuk Investasi Sebisa Mungkin

Hal ini mungkin tak mudah bagi sebagian sandwich generation. Terutama bagi mereka yang penghasilannya hanya “lewat saja” untuk biaya hidup. Tapi bagaimana pun Anda harus menyisihkan sejumlah dana untuk investasi demi melepaskan diri dari jebakan generasi sandwich dan mencapai kebebasan finansial.

Beri pengertian kepada orang tua dan anak Anda untuk menurunkan gaya hidup. Jelaskan kenapa kalian perlu melakukan penghematan. Dengan begitu Anda bisa menyisihkan sejumlah dana, meski Cuma 10 persen dari gaji untuk mencapai tujuan finansial Anda.

Tujuan finansial itu bisa berupa membeli rumah, membeli mobil untuk keluarga, menyiapkan dana pendidikan, dana darurat, dan lain-lain. Di tengah himpitan beban finansial, generasi sandwich tetap harus punya tujuan finansial.

 

Buka Peluang Agar Mandiri

Orang tua atau mertua mungkin juga tak nyaman harus bergantung secara finansial kepada Anda. Sebenarnya Anda bisa memberi pilihan lain selain memberi sebagian gaji Anda kepada mereka. Caranya adalah dengan membukakan peluang bagi mereka agar bisa mempunyai penghasilan lagi dan mandiri.

generasi sandwich

Misalnya dengan membuka toko di rumah orang tua Anda, mengajari mereka menjual produk lewat online shop, dan lain-lain. Cari peluang income yang mudah namun cukup untuk biaya hidup sehari-hari. Tak mudah memang pada awalnya, namun hal ini patut dicoba.

 

Siapkan Dana Pensiun dengan Matang

Anda tentu tidak ingin anak Anda menanggung beban seperti Anda sekarang. Oleh karena itu jangan biarkan rantai generasi sandwich ini menurun pada si kecil. Caranya dengan menyiapkan dana pensiun secara matang dan detail.

Perhitungkan jumlah dana pensiun yang kira-kira Anda butuhkan. Anda harus merencanakan umur berapa akan pensiun dan kira-kira berapa lama masa pensiun nanti. Jangan lupa perhitungkan tingkat inflasi.