Mengenal Smart Contract dan Manfaatnya

Cahyaning 22 Nov 2021
Dibaca Normal 8 Menit
kripto > belajar >   #smart-contract
Saat belajar kripto, Anda mungkin sering mendengar istilah Smart Contract. Apa sebenarnya Smart Contract itu? Apa saja manfaatnya di berbagai sektor?
DI

Jika Anda aktif di pasar kripto, tentu istilah Smart Contract sudah tak asing lagi di telinga. Manfaat Smart Contract atau kontrak pintar di dalam blockchain bermacam-macam mulai dari menjamin keamanan hingga kepercayaan para pengguna. Tapi, tak banyak pelaku pasar kripto (khususnya pendatang baru) yang betul-betul memahami fungsi Smart Contract secara menyeluruh. Untuk itu, artikel ini akan membahas seluk-beluk kontrak pintar, serta kegunaannya di dalam blockchain.

 

Apa Itu Smart Contract?

Smart Contract atau kontrak pintar pada dasarnya merupakan protokol komputer yang bertujuan untuk memfasilitasi atau menegakkan kinerja suatu kontrak secara digital. Keberadaan Smart Contract memungkinkan kinerja transaksi yang bisa dipercaya tanpa menggunakan pihak ketiga. Transaksi ini dapat dilacak, namun tidak dapat diubah. Ethereum merupakan cryptocurrency pertama yang menggunakan Smart Contract di dalam blockchainnya.

Penggunaan Smart Contract memungkinkan trader untuk melakukan pertukaran uang, properti, saham, ataupun instrumen lainnya dengan aman tanpa perantara. Kontrak pintar juga memberikan sistem keamanan yang lebih baik jika dibandingkan dengan hukum kontrak tradisional. Ditambah lagi, biaya transaksi yang terkait dengan kontrak akan jauh lebih murah dari pada cara biasa. Saat ini sudah ada banyak cryptocurrency selain Ethereum yang menerapkan kontrak pintar, contohnya Solana, Polkadot, Ergo, Algorand, Cardano, dan masih banyak lagi.

Baca juga: 10 Jenis Mata Uang Kripto Paling Populer Selain Bitcoin

Konsep ini awalnya dicetuskan oleh seorang ahli komputer, pakar kriptografi, sekaligus sarjana hukum asal Amerika Serikat bernama Nick Szabo. Di dalam jurnalnya, lulusan terbaik University of Washington ini membahas konsep dari kontrak pintar. Kala itu disebutkan bahwa konsep ini mengenai proses pengikatan kerjasama dalam perdagangan dan transaksi digital dengan orang lain secara transparan.

Manfaat Smart Contract

Biasanya, orang akan pergi menemui pengacara atau notaris untuk memfasilitasi pembuatan kontrak tradisional. Setelah itu mereka akan membayar dengan jumlah yang tidak kecil, dan harus menunggu untuk mendapat dokumen yang dibutuhkan. Dalam kasus ini, manfaat Smart Contract adalah untuk mempersingkat proses tersebut. Trader cukup memasukkan suatu perjanjian dan kontrak pintar akan mengeluarkan perjanjian agar kesepakatan itu tidak dilanggar.

 

Smart Contract vs Kontrak Biasa

Menurut Nick, sebetulnya konsep dan manfaat Smart Contract tidak jauh berbeda dengan kontrak biasa pada umumnya. Yang menjadi perbedaan mendasar adalah bentuknya, di mana kontrak pintar terdiri dari kode-kode yang tersimpan di dalam sistem blockchain dan hanya bisa diakses oleh orang yang berada di dalam jaringan tersebut. Sedangkan kontrak tradisional biasanya berbentuk hitam di atas putih. Nick berpendapat bahwa bentuk kontrak tradisional memungkinkan pihak-pihak tertentu untuk mencurangi perjanjian tersebut.

Selain itu, perjanjian dengan menggunakan kontrak tradisional hanya bisa diketahui oleh pihak-pihak yang terlibat saja dan rawan terjadi pelanggaran. Selain itu, tak menutup kemungkinan jika ada pihak nakal yang mengubah isi kontrak. Namun, sistem Smart Contract memiliki tingkat keamanan yang cukup tinggi; isi dari kontrak pintar tidak bisa diubah oleh siapapun karena disimpan sebagai catatan digital dengan keamanan yang tinggi.

 

Bagaimana Cara Kerjanya?

Kontrak pintar dibuat menggunakan persyaratan terkomputersiasi dalam bentuk kode yang didistribusikan secara merata ke dalam jaringan atau blockchain. Asalkan seluruh syarat yang dibuat atau kode bisa terpenuhi, maka kontrak akan dieksekusi. Pada umumnya, kode ini tidak bisa dihancurkan kecuali jika si pembuat menyisipkan kode self destruction pada salah satu fungsi. Kode tersebut juga mencatat segala perubahan yang terjadi, dan dapat diakses oleh publik.

Manfaat Smart Contract

Sebagai contoh, anggaplah ada dua orang yang ingin melakukan transaksi jual beli kendaraan (mobil). Keduanya lalu memutuskan untuk membuat perjanjian di blockchain Ethereum dan memanfaatkan fitur Smart Contract. Dalam kasus ini, kontrak pintar itu berisi perjanjian dan persyaratan yang dibuat oleh kedua pihak. Anggaplah perjanjian tersebut berbunyi 'jika pihak pembeli telah membayar sebesar 400 Ether kepada penjual, maka ia akan menerima hak kepemilikan mobil A'.

Baca juga: 5 Cara Investasi Ethereum (ETH) Di Tahun 2021

Dengan demikian, jika pembeli telah mengirim 400 Ether kepada pihak penjual, maka kontrak akan tereksekusi. Tidak perlu ada pihak ketiga seperti bank atau pemerintah dalam perjanjian ini, yang berarti baik pembeli maupun penjual tak perlu mengeluarkan biaya ekstra untuk membayar pihak ketiga. Isi kontrak pun akan lebih aman karena tidak ada yang bisa mengubah perjanjian tersebut.

 

Manfaat Smart Contract

Lalu apa sajakah kegunaan Smart Contract? Mengapa kontrak pintar ini menjadi pilihan banyak industri untuk menjamim keamanan dan mengurangi biaya?

 

1. Menghilangkan Pihak Ketiga

Manfaat smart contract yang utama adalah membebaskan pembeli dan penjual dari pihak ketiga dan badan hukum di dalam sebuah perjanjian. Semua kontrak ditulis di dalam jaringan blockchain, di mana pengguna memiliki kesepakatan bersama dalam kontrak mereka yang tidak boleh dilanggar. Jika persyaratan dilanggar oleh salah satu pihak, maka perjanjian tidak akan bisa terlaksana karena tidak ada bukti transaksi.

Baca juga: Transaksi Uang Tunai Atau Dompet Digital, Mana Yang Lebih Baik?

 

2. Meningkatkan Kepercayaan

Seringkali, seorang pembeli merasa tidak yakin terhadap reputasi penjual. Hal ini menjadi salah satu alasan utama gagalnya kegiatan jual beli. Faktanya, ada banyak risiko yang dihadapi oleh pembeli dan penjual dari transaksi tradisional. Contohnya, pembeli bisa saja sudah membayar barang yang diinginkan, namun penjual ternyata tidak mengirimkannya. Dengan adanya Smart Contract, risiko tersebut bisa diminimalisir karena teknologi yang menjamin terlaksananya perjanjian antara pihak-pihak yang terlibat.

 

3. Backup

Manfaat Smart Contract yang tak kalah penting adalah menyimpan data transaksi di dalam jaringan blockchain. Dengan demikian, semua pengguna yang ada di layanan tersebut dapat melihat semua transaksi yang dilakukan oleh pengguna. Tidak ada yang bisa merusak ataupun mengganti isi dari perjanjian itu.

 

4. Penyimpanan

Smart Contract juga bisa berfungsi sebagai lokasi penyimpanan yang relatif aman karena blockchain cocok digunakan menjadi database virtual. Salah satu contoh penggunaannya adalah penyimpanan data kesehatan pasien di industri kesehatan. Setiap data pasien akan tercatat dengan baik dan disimpan di dalam blok dengan aman.

 

Siapa yang Memakai Smart Contract?

Penerapan kontrak pintar yang cukup fleksibel membuat banyak industri mulai melirik penggunaan kontrak digital ini. Selain aman, kontrak pintar juga praktis dan cukup terjangkau. Saat ini sudah ada beberapa industri yang bisa mendapatkan manfaat dari Smart Contract. Industri apa saja yang dimaksud?

 

1. Pemerintahan

Smart Contract dapat digunakan untuk membuat sistem pemungutan suara menjadi lebih adil dan aman. Aplikasi seperti FollowMyVote memanfaatkan kontrak pintar untuk melindungi suara dari penipuan. Dalam hal ini, seluruh pemungutan suara yang sudah ditulis ke blockchain tidak akan dapat diubah. Setelah pemungutan suara usai, kontrak pintar akan mengirimkan token ke alamat pemenang pemungutan suara.

Baca juga: 5 Negara Penambang Kripto Terbesar di Dunia

 

2. Industri Kesehatan

Saat ini banyak pelaku industri kesehatan yang menggunakan kontrak pintar untuk mencatat data kesehatan serta catatan medis dengan aman. Salah satu contoh manfaat smart contract dalam industri kesehatan adalah EncrypGen, yang memungkinkan pasien untuk mengendalikan data mereka sendiri. Jadi, ketika ada peneliti atau badan yang ingin memanfaatkan data tersebut untuk penelitian, mereka harus mentransfer sejumlah uang kepada pasien tersebut. Pasien dapat memutuskan untuk menerima atau menolak menjual data medis mereka.

 

3. ICO

ICO atau Initial Coin Offering adalah sistem crowdfunding yang bisa membantu pendanaan aplikasi baru berbasis teknologi blockchain. Tak jarang sistem ini digunakan untuk mendanai peluncuran cryptocurrency baru. ICO umumnya menawarkan sejumlah koin gratis untuk investor-investor yang tertarik membiayai sebuah proyek mata uang kripto baru. Akan tetapi, ICO rawan dimanfaatkan untuk penipuan, sehingga calon investor perlu sangat berhati-hati jika ingin berpartisipasi dalam proyek ini.

Baca juga: Mengapa Sebagian Besar ICO Gagal?

 

4. Bisnis

Penggunaan kontrak pintar yang paling umum adalah pada sektor bisnis. Manfaat Smart Contract dalam kasus ini berkaitan dengan pengurangan biaya untuk pihak ketiga. Banyak kegiatan jual beli yang membutuhkan penggunaan kontrak, namun hal ini membutuhkan pihak ketiga. Akibatnya, pihak vedor sering kali harus membayar ekstra. Tapi dengan menggunakan kontrak digital, baik penjual maupun pembeli tak perlu mengeluarkan biaya tersebut.

Manfaat Smart Contract

 

Akhir Kata

Sebagai sebuah kontrak, Smart Contract menawarkan transparansi serta keamanan yang tidak dimiliki oleh kontrak tradisional. Ada begitu banyak manfaat Smart Contract yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, sehingga tak heran jika penggunaan kontrak pintar ini sudah merambah berbagai macam sektor seperti kesehatan, bisnis, hingga pemerintahan. Tapi perlu diperhatikan bahwa Smart Contract belum memiliki regulasi hukum yang jelas. Selain itu, kontrak pintar ini juga membutuhkan programmer ahli untuk bisa menjalankannya. Ini mungkin bukanlah sumber daya yang bisa digunakan oleh sembarang orang.

 

Teknologi Smart Contract tidak hanya memudahkan transaksi di berbagai sektor yang sudah ada, tetapi juga berkontribusi secara langsung pada transaksi mata uang kripto melalui DEX. Apa beda DEX dengan bursa kripto biasa? Pelajari di "Menelisik Decentralized Exchange (DEX) dan Cara Kerjanya".

Terkait Lainnya
 

Komentar @inbizia

Wah luar biasa banget teknologi dari Ethereum, bukan hanya sekedar membangun blockchain saja tapi banyaj sekali fitur-fitur didalam yang mendukung ekosistem dari ETH. Kurasa kedapan pun ETH akan terus bertahan dan aku berharap nilai ETH bisa stabil meski ga semahal bitcoin. Setelah smart contract dan marketplace NFT nya ETH, sekarang juga meluncurkan EtherScan yang sangat berguna banget sebagai alat analisa transaksi yang telah ada. Dengan banyaknya fitur yang ada tidak bakalan tifak mungkin ETH bakal kuasain crypto dengan pengguna yang bakalan meledak.
 Josh W |  21 Nov 2022
Halaman: Cara Menggunakan Etherscan Untuk Menganalisa Kripto
Seperti yang artikel tulis bahwa Shiba Inu (SHIB) ini beroperasi di jaringan Ethereum dan dapat dikaitkan dengan smart contract untuk menciptakan produk-produk DeFi (Decentralized Finance). Dalam arti kata SHIB terikat dengan Ethereum. Sedangkan doge coin dibangun diatas jaringan blockchain tersendiri yaitu Blockchain Dogecoin yang pada awalnya dibuat hanya untuk mengolok-ngolok orang yang bersedia menukarkan uang dengan kripto. Shiba Inu memiliki proyek awal yang lebih jelas dimana proyek tersebut adalah pengujian daya tahan Shiba Inu apakah bertahan tanpa tim pusat (desentralisasi), tanpa adanya pendanaan dan tanpa kepemimpinan langung. Dari sini juga sudah jelas untuk saya proyek Shiba sudah terarah yaitu menuju token yang terdesetralisasi yang berkembang menjadi satu ekosistem yang dinamis. Proyek selanjutnya akan mengembangkan game yang tentunya menggunakan SHIB sebagai pembayaran. Bagi sya proyek ini bertujuan untuk menambah kegunaan SHIB selain untuk alat pembayaran dan alat investasi, dapat digunakan juga dalam game yang mereka luncurkan dan apabila berhasil saya rasa SHIB akan merambah ke game lainnya. Seperti yang diketahui coin meme ini baik Shiba maupun Doge nilainya sangat berpengaruh pada popularitas mereka. Dalam hal ini Doge dipopulerkan oleh Elon Musk. Yang menjadi pertanyaan, apabila Elon Musk meninggalkan Doge Coin, bisakah Doge Coin tetap berjaya? Untuk Nilai Shiba Inu, terbukti hanya dalam 2 tahun sejak diluncurkan SHIB cukup berhasil dan bertahan serta harganya meningkat. Dan diprediksi akan naik terus. Disisi lain, pemegang doge coin, Elon Musk juga udah mengakui bahwa harga doge coin sudah hampir mencapai puncak tertinggi (bisa di cek ditwitternya). Jadi proyek Shiba Inu saat ini bukan hanya sebagai alat pembayaran uang digital seperti kripto pada umumnya dan juga sebagai instrumen aset investasi tetapi juga sebagai alat penukaran dalam game. Tapi sekali lagi ya ini pandangan saya terhadap suatu investasi, bisa aja anda berbeda pandangan dan sah-sah saja berbeda. Karena baik doge coin dan SHIB juga memiliki nilai untuk bisa taking profit tapi untuk saya, saya lebih memilih SHIB dan menurut saya proyek yang dijalankan memiliki prospek yang bagus dan tentu akan saya pantau terus.
 Yanto |  21 Nov 2022
Halaman: Trading Meme Coin Pilih Shiba Inu Atau Dogecoin
Saya juga cukup yakin kalau DAO ini aman dan benar-benar transparan, dalam arti kata adanya smart contract nih yang bikin segala keputusannya berdasarkan kontrak yang disetujui jadi bila kondisi dari smart contract ini dapat terpenuhi maka program yang diajukan atau pertimbangan maupun apapun itu bisa di realisasikan. Tapi kalau untuk perbedaan pendapat emang ga bisa dihindarin soalnya namanya juga manusia, memiliki pandangan perbedaan. Tapi inti dari DAO sendiri kayak yang ditulis sama penulis adalah perusahaan bisa adil dan transparan sejalan dengan rencana proyek awal yang dicanangkan. Jadi kalau aku bilang agar perusahaan bisa fokus dan berkembang sesuai dengan awal tujuannya tanpa intervensi dari pemimpin perusahaan. Kalau yang agan bilang tentang bangkrutnya Barcelona itu karena kesalahaan dari pemimpin waktu itu. Sejatinya klub jarang sekali jor-joran pembelian pemain, tapi ditangan Bartomeu jadi sering keluarin uang bahkan untuk pribadinya sendiri dan antek-anteknya. Sedangkan para pemegang saham lainnya ga bisa berbuat apa-apa lagi. Tapi beda lagi ya kalau pake DAO dan diterapkan diperusahaan tradisional mungkin bisa dijadikan inspirasi mengingat DAO ini punya prinsip ga ada struktur hirarki.
 Yoga |  26 Nov 2022
Halaman: Mengenal Dao Dalam Dunia Kripto
Saya sebagai gamer di beberapa game ternama yang ada di steam mendukung sekali adanya mata uang sendiri di game dan bisa mendukung menghasilkan profit dari sana. Sebenarnya penjualan avatar dan sebagainya itu udah ada dari dulu tetapi yang jadi permasalahannya adalah bagaimana cara menjualnya. Karena kalau berkaitan dengan cara menjual biasanya harus jual akun dan itu rentan penipuan. Kemudian untuk mengatasi hal itu dibuatlah marketplace oleh developernya tetapi masalah lain muncul yaitu produk yang kebanyakan sama. Jadi harga hancur-hancuran dan yang bisa jual mahal adalah pemain yang benar-benar pro dimana terkadang 1 avatar memuat statistik permainan. Saya rasa konsep NFT dan DeFi ini bisa diterapkan di game yang terkenal jadi developer GameFi menggandeng game ternama. Sehingga gamer bisa cuan juga, kalau NFT juga ga ada yang bisa copy dan tempat jualnya bisa langsung akun dengan akun tanpa marketplace dan mengandalkan smart contract. Rasa-rasanya benaran kalau kayak gitu akan jadi hal yang menarik lho.
 Osmane |  4 Dec 2022
Halaman: Mengenal Gamefi Dalam Dunia Kripto
Staking kelihatannya lebih mirip dengan deposito di bank ya? Jadi kalau deposito di bank juga perlu minimal berapa duit dan entar bunga akan ditambahkan tiap bulan ke akun bank. Sedangkan kalau pinjaman kripto Ethereum itu lebih kayak saya yang punya kripto pinjamin ke peminjam dan si penerima pinjaman menjaminkan NFT atau jaminan aset lain yang berkaitan dengan kripto ya? Jadi ibarat kalau gagal bayar, smart contract diaktifkan langsung aset tersebut jadi punya saya begitu? Dan seperti pinjaman pada umumnya, tiap waktu tertentu harus disetor ke saya dengan berupa ETH yang udah ditambahkan bunga kedalamnya? Wah kalau seperti itu, aman banget buat pinjamin ETH ke orang lain asal ada jaminan yang menurut kedua belah pihak worth it, kalau gagal bayar bisa ada smart contract yang bekerja. Benaran aman banget ya!
 Lioyanto |  8 Dec 2022
Halaman: Cara Mendapatkan Passive Income Eth Termudah
Saya masih kurang mengerti tentang DAO ini secara detail. Tetapi secara garis besar sebenarnya DAO itu organisasi yang dibangun diatas blockchain Ethereum dengan tanpa ada pemimpin organisasi dan dijuga ada smart contract didalamnya. Menurut saya DAO ini kalau saya ga salah pengertian akan sangat berguna bagi organisasi kemanusiaan. Jadi mereka bisa menggalang dana dan agar bisa disalurkan juga ada voting gitu. Ini benaran bisa menghindari terjadinya korupsi maupun pencucian uang dan juga adanya smart contract yang bisa diaktifkan hanya jika syarat terpenuhi. Kalau ada hal tersebut sih, kripto benaran jadi masa depan keuangan yang transparan!
 Kevin |  9 Dec 2022
Halaman: Cara Membuat Dao Untuk Proyek Kripto

Komentar[1]    
  Richard   |   17 Nov 2022

Meski ga butuh pihak ketiga, saya rasa perlu ahli komputer untuk membuat smart contract seperti yang anda katakan. Berharap kedepannya smart contract dapat lebih mudah digunakan sehingga membantu penjual dan pembeli bisa saling percaya dan uang/barang dapat dikirim bila syarat terpenuhi itu menurut saya sangat meningkatkan kepercayaan sih.