Mengenal Stablecoin dan Perannya di Pasar Kripto


Nandini 25 Jul 2021 39Dibaca Normal 11 Menit

Perkembangan teknologi kripto yang semakin pesat menghadirkan inovasi baru bertajuk Stablecoin. Apa beda Stablecoin dengan koin-koin lainnya? Simak penjelasannya di sini.



Mendengar kata kripto pastinya sudah tidak asing lagi di telinga. Siapa sih yang tidak tahu mata uang digital yang satu ini? Justru, malah banyak orang yang berlomba-lomba menambangnya karena nilainya yang tinggi. Seperti yang sudah kita ketahui, ada banyak jenis Cryptocurrency, antara lain: Bitcoin sebagai dewanya dan yang paling populer, Ethereum, Cardano, dan lain sebagainya.

Namun, tahukah Anda jika ada produk mata uang kripto yang disebut Stablecoin? Apa sih Stablecoin itu? Lalu apa perannya di pasar kripto? Nah, untuk mengenal Stablecoin lebih lengkap lagi, berikut kami sajikan informasinya.

 

Apa itu Stablecoin?

Secara harfiah, Stablecoin diartikan sebagai koin stabil. Apa maksudnya? Kita pastinya sudah paham betul bahwa mata uang kripto memiliki volatilitas yang cukup tinggi. Oleh karena itu, nilai mata uang ini dianggap tidak stabil. Nah, di sinilah peran dari Stablecoin.

Stablecoin sendiri merupakan kelas baru dari Cryptocurrency di mana harga yang ditawarkan cenderung stabil. Kenapa mata uang baru ini dianggap stabil? Itu karena Stablecoin dirancang untuk memiliki nilai yang sama dengan aset-aset tertentu (berpatok pada instrument konvensional), seperti mata uang Dolar AS dan komoditi emas, yang mana harganya cenderung stabil.

Setahun belakangan ini, mata uang Stablecoin semakin populer semenjak digadang-gadang sebagai mata uang kripto versi aman. Akan tetapi, belum banyak orang yang tahu mengenai mata uang ini. Bahkan, orang yang sudah biasa berkecimpung di dunia kripto pun belum tentu paham dengan keunggulan Stablecoin.

 

Jenis-Jenis Stablecoin Dan Contoh Koinnya

Saat ini, terdapat berbagai jenis Stablecoin yang beredar di pasar dan masing-masing memiliki karakteristiknya sendiri. Untuk lebih mudahnya, Stablecoin dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu:

  • Didukung oleh mata uang fiat
  • Didukung oleh aset digital,
  • Algoritma.

Untuk lebih jelasnya, berikut definisi yang akan kami sajikan untuk mengenal Stablecoin lebih dalam.

jenis stablecoins

 

Stablecoin Yang Didukung Mata Uang Fiat

Salah satu ciri khusus dari Stablecoin adalah mengadopsi mata uang fiat sebagai acuan nilainya. Mata uang fiat adalah alat pembayaran sah yang dikeluarkan oleh pemerintah dan bank sentral.



Salah satu mata uang yang paling stabil dan dijadikan jaminan untuk Stablecoin adalah Dolar AS. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan, Stablecoin juga bisa menggunakan mata uang fiat lainnya. Misalnya, sekarang ini sudah ada Stablecoin yang menggunakan mata uang Rupiah yakni RupiahToken. Contoh lin jenis Stablecoin yang didukung oleh fiat diantaranya:

 

Tether (USDT)

Stablecoin jenis ini diluncurkan pada tahun 2014 dan merupakan koin stabil yang paling popular hingga saat ini. Kenapa namanya Tether atau USDT? Nama ini ambil dari nama perusahaan dari Hong Kong, Tether Limited, sedangkan USDT sendiri singkatan dari United States Dollar Tether.

Simak Juga: 10 Jenis Mata Uang Kripto Paling Populer Selain Bitcoin

Tether sendiri sudah menggunakan teknologi blockchain yang mempermudah pengguna untuk transfer uang antarnegara. Perhitungannya berpatok pada rasio 1:1, yang artinya 1 Stablecoin bernilai 1 unit mata uang (misalnya 1 Dolar AS).

 

USD Coin (USDC)

USDC adalah jenis Stablecoin yang diluncurkan pada tahun 2018 di bawah kelola perusahaan kripto Circle dan Coinbase. Koin jenis ini merupakan Stablecoin terbesar kedua di kapitalisasi pasar.

Untuk perhitungannya rasionya, USDC juga berkiblat seperti USDT di mana rasionya adalah 1:1. Artinya, nilai dari USD Coin ini sama dengan 1 Dolar AS. Oleh karena itu, harganya akan cenderung stabil. Koin ini berjalan di blockchain Ethereum.

 

RupiahToken (IDRT)

Penggunaan Stablecoin yang makin marak di pasar kripto membuat PT Rupiah Token Indonesia melihatnya sebagai peluang yang epik. Mereka pun meluncurkan Rupiah Token (IDRT) di atas blockchain Ethereum.

Rasio yang dipatok juga sama dengan USDT dan USD Coin, yakni 1:1, di mana 1 Stablecoin akan bernilai 1 Rupiah baik di penjualan maupun pembelian. Dengan adanya IDRT ini, Anda bisa melakukan transaksi antarnegara dengan instan.

 

Stablecoin Didukung Oleh Aset Digital

Untuk Stablecoin yang didukung aset digital, konsepnya sama dengan Stablecoin yang didukung oleh fiat. Perbedaannya hanya terletak di aset yang mendasarinya.

Mata uang koin stabil ini dijamin oleh aset digital, dalam hal ini adalah mata uang kripto sendiri yang jenisnya banyak. Dikarenakan Cryptocurrency sendiri juga rentan terhadap volatilitas yang tidak bisa ditentukan, maka dibuatlah Stablecoin yang terjamin dengan berbagai protokol di blockchain agar nilainya tetap pada 1 dolar AS.

Bagaimanakah caranya?

Salah satu protokol agar nilai Stablecoin tetap stabil di tengah kripto yang memiliki volatilitas tinggi adalah dengan mempertahankan sejumlah besar token kripto sebagai cadangan untuk mengeluarkan Stablecoin yang lebih rendah, sehingga harga yang diterbitkan tetap pada USD1. Biasanya, mata uang kripto yang menjaminnya adalah ether (ETH).

Contohnya, kita menyetor sejumlah USD1000 ETH untuk mendapatkan USD500 Stablecoin sebagai imbalannya. Dalam skenario ini, Stablecoin sekarang dijamin 200%. Jadi, jika suatu saat harga Ether mengalami penurunan, katakanlah 25%, Anda masih bisa mempertahankan harga Stablecoin Anda. Di sini, Stablecoin Anda sebesar USD500 dijamin oleh ETH senilai USD750.

Simak Juga: 5 Cara Investasi Ethereum (ETH) Di Tahun 2021

Sementara itu, jika harga kripto yang mendasarinya turun cukup rendah, Stablecoin akan secara otomatis dilikuidasi. Jenis Stablecoin yang didukung oleh aset digital yang terkenal adalah DAI dan Havven.

 

DAI

Stablecoin jenis ini bertujuan untuk menjaga nilainya agar sedekat mungkin dengan satu dolar AS (USD) melalui sistem otomatis smart contract pada blockchain Ethereum. DAI ini dikelola dan diatur oleh MakerDAO, yakni sebuah organisasi otonom yang terdesentralisasi.

DAI secara resmi diluncurkan di tahun 2017 di jaringan utama Ethereum. Di tahun pertama peluncurannya, harga DAI berhasil dijaga mendekati satu Dolar AS.

Untuk memiliki koin ini, Anda bisa mendapatkannya melalui dua cara, yaitu: membelinya langsung di bursa atau membuka Maker Vault.

Nah, sekarang, bagaimana dengan cara kerja DAI? Pada prinsipnya, cara kerjanya mirip dengan pinjaman atau hipotek. Di sistem pinjaman tradisional, fasilitas kredit akan diberikan jika memenuhi beberapa persyaratan ketat seperti penyediaan agunan yang memadai, nilai kredit yang kuat dan kepatuhan terhadap KYC, serta pemeriksaan catatan kriminal. Namun, DAI hanya memerlukan jaminan dalam bentuk Cryptocurrency. Pinjaman DAI pun dikeluarkan secara terdesentralisasi melalui kontrak pintar.

 

Havven

Menurut situsnya, Havven merupakan jaringan pembayaran terdesentralisasi dengan sistem Stablecoin. Koin ini bekerja di jaringan Ethereum dan EOSIO yang mana metode revolusionernya menggunakan kontrak pintar untuk mengontrol keseimbangan platform dan biaya Stablecoin. Akibatnya, jika nilai sistem berubah, kontrak pintar menyesuaikan secara otomatis untuk mengontrol jumlah Stablecoin yang beredar.

Havven bekerja didasarkan pada penerimaan biaya transaksi dari pengguna jaringan. Lalu biaya tersebut dialokasikan ke pemegang token agunan. Di sinilah token mendapatkan nilainya.

Sistem Havven sendiri mencakup dua token, yakni: havvens, yang merupakan token jaminan, dan nomins, yang merupakan Stablecoin-nya. Token Havven memberikan dukungan untuk nomins, karena nomins hanya dikeluarkan ketika havven dikunci ke dalam kontrak pintar.

Agar jaringan tetap tahan akan guncangan harga, nilai awal jaringan ditetapkan melalui penjualan token. Hal ini dikarenakan jika transaksi tidak tersedia, merekalah yang berpartisipasi dalam penjualan token untuk memprediksi penilaian sistem Havven, dengan mempertimbangkan sejumlah risiko tertentu.

 

Stablecoin Algoritma

Stablecoin jenis ini merupakan koin jenis baru yang belum banyak digunakan orang. Berbeda dengan jenis lainnya, koin algoritmik tidak didukung oleh mata uang fiat maupun kripto.

Koin ini bekerja menggunakan algoritma yang berbasis blockchain untuk mempertahankan harga koin selalu seharga satu dolar AS. Lantas, bagaimana dengan sistem peredaran tokennya?

Jika harga mengalami penurunan di bawah mata uang yang diikutinya, token Stablecoin akan dikurangi pasokan atau peredarannya. Sebaliknya, jika harga melampaui mata uang fiat, token baru akan dimasukkan ke peredaran untuk mengurangi nilai Stablecoin.

Bisa dibilangm Stablecoin tipe ini merupakan yang paling rumit karena beredar kabar tidak ada aset yang menjaminnya atau mendukungnya. Secara teknis, kabar ini salah sebab token ini ada penjamin yang berbeda dengan jenis sebelumnya. Dalam peristiwa Black Swan, tipe algoritma ini memiliki sebuah pool untuk menampung jaminan agar pasar yang fluktuatif bisa terkendali.

Jenis Stablecoin algoritmik adalah CarbonUSD dan Basis. Namun, kedua jenis ini dikabarkan tidak begitu aktif lagi di pasar.

 

CarbonUSD

CarbonUSD (CUSD) adalah Stablecoin yang didukung fiat yang sesuai di mana pengguna dapat menyetor dan menarik USD nyata. Untuk mendapatkan token CUSD baru, pengguna dapat melakukan setoran fiat melalui ACH atau Wire Transfer dengan mitra perbankan yang melayaninya, misalnya Prime Trust yang berbasis di Nevada.

 

Basis

Basis atau bisa disebut juga dengan Basecoin merupakan Stablecoin yang diluncurkan pada tahun 2018. Protokolnya dirancang untuk menjaga harganya tetap stabil. Saat diluncurkan, nilai Basis dipatok ke dolar AS dan mendapatkan USD133 juta untuk pendanaan pembangunan Stablecoin algoritmik. Pendirinya adalah Nader Al-Naji.

Basecoin dirancang untuk membantu investor memiliki penyimpan nilai yang tidak terganggu oleh fluktuasi harga. Sayangnya, pada Desember 2018, pendiri Basis mengumumkan akan menutup dan mengembalikan dananya kepada para investor. Perusahaan menyadari bahwa lanskap peraturan terlalu tidak menguntungkan untuk meluncurkan proyek ini.

 

Pro Kontra Stablecoin

Setiap produk aset baru yang diluncurkan pastinya akan menimbulkan pro dan kontra tersendiri, begitu pun juga dengan adanya Stablecoin.

pro kontra stablecoins

Bagi mereka yang pro dengan Bitcoin, pastinya sudah mengetahui berbagai keuntungan yang akan didapat. Beberapa keuntungannya antara lain:

  • Sebagai alternatif atau pemecah masalah mata uang kripto yang volatilitasnya tinggi sehingga bisa digunakan dalam kegiatan sehari-hari, seperti pembayaran di toko-toko;
  • Sebagai pelindung terhadap volatilitas yang mana Stablecoin juga memainkan peran untuk menyatukan mata uang kripto dengan keuangan tradisional. Sederhananya, pasar keuangan tradisional (pasar hutang dan kredit) cakupannya akan lebih luas lagi karena adanya Stablecoin yang nilainya cenderung stabil;
  • Sebagai sarana untuk melindungi nilai portofolio. Para investor bisa mengalokasikan portofolio mereka ke Stablecoin untuk mengurangi risiko atau mempertahankan nilainya, terutama jika harga kripto yang lain sedang jatuh.

Meskipun kelebihan yang dimiliki Stablecoin lumayan menggiurkan, koin ini tetaplah memiliki kelemahan. Salah satu kelemahannya adalah jenis koin yang dijamin mata uang fiat kurang terdesentralisasi jika dibandingkan dengan Cryptocurrency lain, karena entitas pusat masih diperlukan untuk menyimpan aset pendukung. Namun begitu, Stablecoin masih termasuk dalam teknologi baru dan perlu waktu untuk berkembang, sehingga wajar jika masih memiliki kelemahan.

 

Amankah Investasi atau Trading Stablecoin?

Setelah mengenal Stablecoin di penjelasan di atas, apakah Anda tertarik untuk investasi atau trading Stablecoin? Bagaimana sih trading Stablecoin itu?

Pada dasarnya, cara kerja investasi atau trading Stablecoin itu sama dengan aset lain yang sudah ada. Jadi, dia akan bergerak mengikuti underlying asset atau aset yang mendasari pergerakan nilainya. Anda tidak perlu khawatir lagi sebab seluruh transaksi akan tercatat dalam blockchain.

Selain itu, trading Stablecoin dikenal sebagai salah satu cara berisiko terendah untuk menghasilkan uang dalam Cryptocurrency. Selama volatilitas tinggi, Anda dapat memperoleh hingga 30% persentase bunganya (APR). Dengan Stablecoin, risiko penurunan Anda jauh lebih rendah sehingga rasio risiko/reward lumayan menggiurkan.

Cara kerja trading Stablecoin pun juga sederhana: kita bisa ibaratkan dengan menjual USD1 untuk lebih dari USD1 dan membeli USD1 untuk kurang dari USD1. Artinya, kita bisa membeli USD1 Stablecoin seharga USD0.95 dan menjualnya seharga USD1.05 karena premi dan diskon di dunia Cryptocurrency itu ada.

Namun demikian, Anda juga perlu memperhatikan faktor risiko yang ditimbulkannya. Beberapa kelemahan trading dan investasi Stablecoin ada di smart contract hingga di pihak ketiga. Maka dari itu, berhati-hatilah dan perhatikan risiko peraturan, kontrak, kustodian, dan potensi penurunan Stablecoin Anda.

Baca Juga: Siapkan 5 hal Ini Sebelum Investasi Kripto

Jika disimpulkan, Stablecoin merupakan koin mata uang kripto yang layak untuk ditradingkan. Nilainya yang cenderung stabil akan membuat kita bisa mengaplikasikan strategi trading dengan tepat. Selain itu, jika Anda ingin bermain dengan aset kripto, Stablecoin ini cocok untuk Anda miliki karena harganya yang lumayan terjangkau dibandingkan mata uang kripto lain.

 

Nah, setelah Anda mengenal Stablecoin dari informasi di atas, tertarikkah untuk memasukannya ke dalam portofolio Anda? Agar tak salah pilih, simak dulu broker penyedia kripto yang sudah tersedia di Indonesia. 

BANKKPRRitel
Bank Amar Indonesia 13.00% 11.00%
Bank Artha Graha Internasional 10.90% 10.40%
Bank Artos Indonesia 30.23% 30.23%
Bank Bisnis Internasional 8.78% 12.35%
Bank Bukopin 9.31% 9.20%
Bank Bumi Arta 9.98% 10.55%
Bank Capital Indonesia 13.30% 13.30%
Bank China Construction Bank Indonesia 9.89% 9.89%
Bank Cimb Niaga 9.55% 10.10%
Bank Commonwealth 10.75% 10.75%

Saya tahu kemana saya akan keluar bahkan sebelum saya masuk (pasar).

Bruce Kovner

Charting itu agak mirip dengan berselancar. Anda tak perlu banyak tahu tentang fisik gelombang untuk menangkap sebuah ombak yang bagus. Anda hanya perlu mampu merasakannya ketika (ombak) itu terjadi dan memiliki keberanian untuk beraksi di saat yang tepat.

Ed Seykota

Saat Anda mengalami kerugian beruntun, segala keraguan dan ketidakpastian akan menyeruak dan membuat Anda sangat ragu untuk menarik pelatuk (entry). Rasanya tak ada satupun yang berjalan dengan benar. Itu adalah sesuatu yang harus Anda kontrol.

Bill Lipschutz

Pada dasarnya, forex dan saham tidak jauh berbeda. Yang membedakan adalah risikonya.

Ellen May

Tak ada satupun aturan trading yang bisa 100% profit sepanjang waktu.

Jesse Livermore

Tekunilah proses dari setiap proses, kerjakan, rencanakan, investasikan waktu Anda dengan bijak, jadilah produktif, dan jangan buang-buang waktu.

Chris Lori

Ketika mendapat profit, kita jadi lebih berhati-hati. Sedangkan ketika mengalami kerugian, kita justru mulai mengambil risiko lebih banyak dan rugi lebih banyak lagi.... Jadi, trader perlu memutuskan apakah mereka bisa menanggung risiko dan apakah mereka bisa mengambil keputusan dengan cepat sebelum trading.

Paul Rotter

Saya hanya kaya karena saya tahu kapan saya salah. Pada dasarnya saya bisa bertahan dengan mengakui kesalahan-kesalahan saya.

George Soros

Untuk menjadi sukses, trading-lah seperti Anda memulai usaha, jangan perlakukan trading sebagai hobi atau pekerjaan rutin. Kalau cuma hobi, tak ada komitmen belajar, dan akhirnya Anda cuma buang-buang uang. Sedangkan kalau diperlakukan sebagai pekerjaan, trading bisa membuat Anda frustasi karena di sini tidak ada gaji bulanan.

Jean Folger

Ketika Anda benar-benar percaya bahwa trading hanyalah sebuah permainan probabilitas yang sederhana, konsep seperti benar dan salah atau menang dan kalah tidak lagi memiliki makna yang sama.

Michael Covel

Trader cerdas akan selalu paham dan mengikuti latar fundamental dari instrumen tradingnya, namun untuk mengenali level entry dan exit, ia akan menggunakan analisa teknikal

Kathy Lien

Anda bisa memperkirakan apa yang terjadi. Tapi bila Anda tidak punya parameter trading, maka sebaiknya jangan masuk hanya karena peluangnya terlihat oke, atau karena seseorang mengatakannya.

Carolyn Boroden

Cara membangun return jangka panjang adalah dengan melindungi modal dan memaksimalkan profit.

Stanley Druckenmiller

Trader yang benar-benar (ingin) sukses haruslah berkomitmen untuk mendalami dunia trading, dan menganggap uang sebagai bonus sampingan.

Bill Lipschutz

Saya akan selalu mengurangi posisi ketika loss. Dengan begitu, saya hanya akan memiliki posisi kecil saat trading berakhir buruk.

Paul Tudor Jones

Trading bukanlah hanya soal melindungi modal dari kerugian, melainkan juga melindungi diri dari diri sendiri.

Kim Krompass

Masuklah pasar hanya saat pasar trending; jika bullish Anda harus buy, jika bearish masuk posisi sell. Cuma cara itu yang bisa menghasilkan keuntungan sebenarnya.

Jesse Livermore

Orang yang tradingnya maksa seringkali berujung pada kegagalan. Disyukuri saja profit yang sudah didapat hari itu. Jangan kemaruk.

Desmond Wira

Kehancuran emosional hampir sama buruknya dengan kehancuran finansial.

Kim Krompass

Saya tak banyak melihat korelasi antara trading yang bagus dan kecerdasan. Beberapa trader terkemuka cukup cerdas, tetapi beberapa diantaranya tidak.

William Eckhardt

Yang penting bukan masalah benar atau salah, tapi seberapa besar profit Anda ketika benar, dan seberapa banyak loss Anda ketika salah.

George Soros

Saya selalu percaya bahwa passion yang diikuti kerja keras dan doa akan membuahkan hasil yang baik di segala bidang, termasuk forex.

Buge Satrio

Dalam berinvestasi Anda harus tahu betul apa-apa yang tidak Anda ketahui, dan berpeganglah hanya pada apa yang Anda ketahui.

Warren Buffett

Memilih time frame rendah untuk kemudian mengolah cara trading jangka pendek bukanlah tindakan memalukan apalagi sebuah dosa.

Barbara Rockefeller

Untuk pemula disarankan lebih baik trading saham dahulu, kalau sudah profit konsisten baru mencoba forex, emas, atau lainnya. Kalau dari awal sudah nekat trading forex, emas, apalagi indeks tanpa bekal ilmu yang cukup, boleh jadi sebentar saja uangnya langsung amblas,

Desmond Wira
Kirim Komentar/Reply Baru
Bagaimana Cara Mengatasi Risiko Trading Kripto?
Bagaimana Cara Mengatasi Risiko Trading Kripto?
Linlindua   15 Sep 2021   6  
5 Negara Penambang Kripto Terbesar di Dunia
5 Negara Penambang Kripto Terbesar di Dunia
Cahyaning   14 Sep 2021   7  
Apa Itu Double Spending dalam Transaksi Kripto?
Apa Itu Double Spending dalam Transaksi Kripto?
Nandini   9 Sep 2021   13  
Awas, Ini 5 Cara Hacker Mencuri Uang Kripto
Awas, Ini 5 Cara Hacker Mencuri Uang Kripto
Linlindua   8 Sep 2021   22  
Trading Bitcoin Dengan EMA dalam 3 Langkah Singkat
Trading Bitcoin Dengan EMA dalam 3 Langkah Singkat
Cahyaning   5 Sep 2021   29  
5 Cara Mencegah Modus Pencurian Bitcoin
5 Cara Mencegah Modus Pencurian Bitcoin
Cahyaning   31 Aug 2021   12  
Panduan Airdrop Kripto Untuk Pemula
Panduan Airdrop Kripto Untuk Pemula
Nandini   29 Aug 2021   21  
Rahasia Trading Bitcoin dengan Pin Bar
Rahasia Trading Bitcoin dengan Pin Bar
Cahyaning   27 Aug 2021   50