Mengenal Strategi Investasi Defensif

Tomy Zulfikar 13 Mar 2019 2689
Dibaca Normal 4 Menit

Berinvestasi bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan gaya defensif yang lebih memprioritaskan pengamanan risiko dan keuntungan jangka panjang.



Strategi investasi defensif merupakan metode konservatif dari alokasi dan manajemen portofolio yang bertujuan meminimalkan risiko. Strategi investasi defensif memerlukan penyeimbangan portofolio reguler untuk mempertahankan alokasi aset yang diinginkan. Metode ini berbeda dari strategi investasi agresif yang berusaha mengambil keuntungan dari pasar dalam jangka pendek dengan membeli sekuritas berisiko dan bervolatilitas relatif tinggi. Strategi investasi agresif pada umumnya juga menggunakan perdagangan option dan perdagangan margin.

Strategi Investasi Defensif

Daripada mengandalkan keuntungan jangka pendek, strategi defensif lebih memprioritaskan ketahanan dalam jangka panjang. Tekniknya bisa dengan memperhitungkan tujuan dan memilih alokasi aset yang tepat, serta menyeimbangkan antara risiko dan potensi imbalannya. Dalam prakteknya, investor dapat menggunakan metode investasi dari strategi investasi defensif yang berupa margin of safety dan teori diversifikasi.

 

Margin of Safety

Margin of safety merupakan sebuah prinsip investasi dimana investor hanya membeli sekuritas ketika harga pasar secara signifikan berada di bawah nilai intrinsiknya. Investor dapat menetapkan margin pengaman sesuai dengan preferensi risiko mereka sendiri. Dengan kata lain, investasi dilakukan ketika sekuritas memiliki risiko mengalami penurunan relatif rendah. Investor berpengalaman tahu bahwa konsep margin of safety sangat penting dalam memilih obligasi atau saham yang bagus.

Sebagai contoh, sebuah perusahaan kereta api harus mempunyai pendapatan lebih dari lima kali lipat biaya totalnya (sebelum pajak penghasilan), yang berlangsung selama beberapa tahun, agar obligasinya bisa digolongkan sebagai investasi yang layak (investment-grade). Kemampuan masa lalu untuk memperoleh pendapatan lebih tinggi dari biaya bunga ini merupakan margin of safety yang dipercaya bisa melindungi investor dari kerugian atau kegelisahan dalam situasi kemerosotan laba bersih di masa depan.

Obligasi

(Baca juga: Apa Itu Obligasi?)

Margin of safety untuk obligasi bisa dihitung dengan membandingkan total nilai perusahaan dengan jumlah utang. Kalkulasi yang sama bisa dilakukan juga untuk saham. Jika perusahaan berutang $10 juta sementara total nilai perusahaan $30 juta, maka ada ruang untuk penurunan nilai sebesar dua pertiga -setidaknya secara teoritis- sebelum pemegang saham menderita kerugian. Kesimpulannya, margin of safety bisa dikatakan sebagai nilai ekstra atau "bantalan".



 

Teori Diversifikasi

Diversifikasi merupakan sebuah prinsip investasi konservatif yang meyakini bahwa memiliki banyak sekuritas bisa memberikan hasil yang menguntungkan. Dasar cara berpikirnya ialah sekuritas yang banyak dapat menghasilkan agregat keuntungan lebih besar daripada rerata kerugian.

Dengan melakukan cara diversifikasi, risiko yang tidak sistematis dalam suatu portofolio dapat diredam oleh kinerja positif dari sebagian besar sekuritas. Dengan kata lain, kinerja positif dari sebagian besar sekuritas dapat menetralkan kinerja negatif yang lain. Oleh karena itu, manfaat diversifikasi hanya berlaku jika sekuritas dalam portofolio tidak berkorelasi sempurna.

Sebuah studi menunjukkan bahwa mempertahankan portofolio 25 hingga 30 saham yang terdiversifikasi dengan baik, dapat menghasilkan tingkat pengurangan risiko dengan biaya yang relatif rendah. Berinvestasi dalam sekuritas lebih banyak menghasilkan manfaat diversifikasi, meskipun tingkat imbal hasilnya relatif rendah.

Manfaat diversifikasi lebih lanjut dapat diperoleh dengan berinvestasi pada sekuritas asing, karena mereka cenderung kurang berkorelasi erat dengan investasi domestik. Misalnya, penurunan ekonomi di Indonesia mungkin tidak memengaruhi ekonomi Jepang dengan cara yang sama. Oleh karena itu, memiliki investasi di Jepang dapat memberikan investor perlindungan kecil terhadap kerugian akibat penurunan ekonomi di Indonesia.

Manajer investasi dan investor sering melakukan diversifikasi investasi di seluruh kelas aset, dan menentukan masing-masing persentase portofolio yang akan dialokasikan. Ini dapat mencakup saham, obligasi, real estate, Exchange-Traded Fund (ETF), komoditas, investasi jangka pendek, dan kelas aset lainnya. Mereka kemudian akan melakukan diversifikasi di antara investasi dalam kelas aset, seperti dengan memilih saham dari berbagai sektor yang cenderung memiliki korelasi pengembalian rendah, atau dengan memilih saham dengan kapitalisasi pasar yang berbeda. Dalam kasus obligasi, investor memilih dari obligasi korporasi, Surat Utang Negara (SUN), obligasi dengan imbal hasil tinggi, dan lainnya.

 

Salah satu kelas aset yang mudah dijangkau untuk diversifikasi adalah forex. Di pasar ini, investor akan terlibat dengan perdagangan mata uang asing (valas) yang memiliki volume terbesar di dunia dan selalu aktif 24 jam selama hari kerja. Bagi Anda yang tertarik menelusuri peluang di pasar forex, silahkan berkunjung ke Panduan Trading Forex Untuk Pemula.



Forum

Ari Latukau (17 Mar 2020)

Volume trading itu sama dengan besaran lot ?Harga entry itu, harga yang sedang di candle saat pasar itu dibuka ?Mohon bantuannya.Terimakasih

Selengkapnya...

BANK 1 Bulan
BANK MEGA 2.50
BANK MAYBANK INDONESIA 4.25
BANK MAYORA 5.00
BANK ANZ INDONESIA 3.00
DEUTSCHE BANK AG 2.72
BANK DANAMON INDONESIA 3.65
BANK HSBC INDONESIA 4.25
STANDARD CHARTERED BANK 3.25
BANK KB BUKOPIN 4.75
BANK PANIN INDONESIA 3.60

Kirim Komentar/Reply Baru


Cara Membaca Stochastic Saham Untuk Pemula
Cara Membaca Stochastic Saham Untuk Pemula
Linlindua   30 Mar 2021   175  
Bagaimana Menggunakan Teknik Support Resisten?
pak sya mau tanya lagi ini?semoga master tidak bosan menjwab pertanyaan saya,hehehehhe,pak gimana sebenarny mengunakan teknik suport dan resisten?ko para master banyak yg berhasil pake teknik itu?sekali lg trimaksih pak

Giwan 9 Jun 2016

Reply:

Basir (13 Jun 2016 09:56)

Untuk Giwan...

Dalam dunia trading istilah Support dan resistance merupakan level-level kritis yang digunakan oleh para pelaku pasar dalam mengambil keputusan. Level-level ini digunakan untuk menentukan apakah harga akan terus berlanjut atau berbalik arah. Ada beberapa indicator yang  bisa memunculkan support dan resitance. Diantaranya : Fibonacci , Pivot Point, Woodie dan Camarilla pivot. Fibo dan Pivot point cukup dikenal, Sementara Woodie dan Camarilla pivot adalah pengembangan dari pivot point konvensional atau pivot standard.

Secara pribadi saya sering menggunakan Pivot Point, karena cukup sederhana dan mudah dipahami. Dipagi hari setelah penutupan pasar amerika dan masuk pasar asia, perhitungan pivot dimulai. Tools dan indikatornya bisa di pasang di MT4, jadi level kritis tersebut bisa muncul di chart MT4 tanpa perlu menghitung terlebih dahulu.

Rumusan nya adalah :

  1. Jika harga ada di PP, perhatikan kemungkinan gerakan menuju R1 atau S1.Jika harga ada di R1, perhatikan kemungkinan harga berbalik arah ke PP atau gerakan berlanjut ke R2.
  2. Jika harga ada di S1, perhatikan kemungkinan harga berbalik arah ke PP atau gerakan harga berlanjut ke S2.
  3. Jika harga ada di R2, perhatikan kemungkinan harga bergerak kembali ke R1 atau berlanjut ke R3.
  4. Jika harga ada di S2, perhatikan kemungkinan harga bergerak kembali ke S1 atau berlanjut ke S3.
  5. Jika tidak ada berita atau faktor fundamental yang signifikan, harga biasanya bergerak dari PP ke S1 atau R2 dan berbalik lagi.
  6. Jika ada berita atau faktor fundamental yang signifikan, harga biasanya cenderung menembus R1 menuju R2, atau bahkan R3 jika trend naik.
  7. Dalam kondisi normal S3 dan R3 merupakan batas maksimum pergerakan harga yang mungkin pada satu sesi trading. Level ini hanya tertembus jika terjadi kondisi ekstrem di pasar mata uang.

Anda bisa menyimak ulsannya di Trading With Pivot Point.

Thanks

Apa itu ARA Hunter?
Apa itu ARA Hunter?
Linlindua   28 Feb 2021   319  
3 Saham Asing Terbaik Untuk Swing Trading
3 Saham Asing Terbaik Untuk Swing Trading
Tomy Zulfikar   16 Feb 2021   264  
Kiat Sukses Day Trading Saham Untuk Pemula
Kiat Sukses Day Trading Saham Untuk Pemula
Nandini   11 Dec 2020   691  
Daftar 10 Broker Saham Terbaik Untuk Pemula
Daftar 10 Broker Saham Terbaik Untuk Pemula
Yulinda   30 Sep 2020   3406  
5 Tips Diversifikasi Portofolio Investasi
5 Tips Diversifikasi Portofolio Investasi
Febrian Surya   29 Sep 2020   1070  
Investasi ETF Vs Reksadana, Mana Yang Terbaik?
Investasi ETF Vs Reksadana, Mana Yang Terbaik?
Febrian Surya   22 Sep 2020   794  
Panduan Memilih Sekuritas Untuk Pemula
Panduan Memilih Sekuritas Untuk Pemula
Jujun Kurniawan   14 Aug 2020   801