Mengenang Sejarah Rupiah di Indonesia


Anna 27 Aug 2014 68480Dibaca Normal 7 Menit

Mata uang Rupiah bukanlah satu-satunya mata uang yang pernah berlaku di Indonesia. Ada macam-macam lagi yang pernah dipakai sebelum masa kemerdekaan.

Uang NKRI dengan denominasi 100,000 Rupiah emisi tahun 2014 telah sukses diterbitkan pada 17 Agustus 2014 kemarin, menandai periode baru dalam sejarah mata uang Rupiah. Sesuai dengan amanah Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 Tentang Mata Uang, Rupiah kini dikelola bersama antara Bank Indonesia dengan Kementrian Keuangan sebagai representasi Pemerintah.

Dalam memperingati event bersejarah ini, kami ingin menengok kebelakang, mengenang kembali sejarah Rupiah sebagai mata uang yang resmi berlaku di Indonesia.

 

Sejarah Rupiah Sebelum Kemerdekaan RI

Mata uang Rupiah bukanlah satu-satunya mata uang yang pernah berlaku di Indonesia. Kerajaan-kerajaan Mataram Lama, Sriwijaya, dan Majapahit telah mengenal dan menggunakan berbagai tipe "uang" yang umumnya berupa logam. Setelah kedatangan penjajah di Indonesia pun, Indonesia telah mengenal berbagai macam mata uang, termasuk Sen dan Gulden yang diterbitkan oleh De Javasche Bank khusus untuk dipergunakan di Hindia Belanda (Indonesia saat itu).

Gulden Hindia Belanda
Uang 10 Gulden Hindia Belanda Yang Diterbitkan De Javasche Bank tahun 1938

Gambar dua lembar uang kertas diatas termasuk beberapa uang yang pernah beredar di Indonesia saat masa penjajahan Belanda yang pertama. Setelah tentara Jepang mengambil alih menduduki Indonesia tahun 1942, pemerintah Jepang di Indonesia berusaha menarik mata uang terbitan Belanda tersebut dari peredaran dan menyusun bank Nanpo Kaihatsu Ginko yang mencetak uang mereka sendiri, walaupun masih dalam bahasa Belanda, yang disebut "Gulden Hindia Belanda".

Gulden Hindia Belanda

Uang Satu Gulden Hindia Belanda Yang Diterbitkan De Javasche Bank

Menjelang akhir pendudukan Jepang, sebagai bagian dari upaya menarik hati masyarakat Indonesia, Jepang mencetak lagi uang baru berbahasa Indonesia yang dinamakan "Rupiah Hindia Belanda". Namun karena situasi ekonomi dan politik saat itu yang kacau, maka baik uang Gulden terbitan pemerintah Hindia Belanda, Gulden terbitan Jepang, maupun Rupiah Hindia Belanda, semuanya masih digunakan oleh masyarakat setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia.



Kondisi semakin parah setelah tentara Sekutu mendarat di Indonesia dan berusaha menduduki Indonesia kembali. Tentara Sekutu yang juga dikenal sebagai Netherlands Indies Civil Administration (NICA) menarik Gulden Hindia Belanda yang dicetak sebelum pendudukan Jepang dan mulai menerbitkan uangnya sendiri di Indonesia Timur yang banyak disebut sebagai "Gulden NICA" atau uang NICA.

Uang NICA

Uang NICA 5 Rupiah Terbitan Tahun 1943, Tampak Depan dan Belakang

Perhatikan bahwa Uang NICA terbitan tahun 1943 tersebut menampilkan gambar Ratu Wilhelmina, (Kepala Negara Belanda saat itu), lambang kerajaannya, serta dicetak dalam bahasa Belanda. Karena karakter uang yang demikian, maka para pejuang kemerdekaan menolak uang tersebut.

Ketika uang NICA itu mulai masuk ke wilayah pulau Jawa, Bung Karno segera mendeklarasikan bahwa uang NICA itu ilegal. Uang terbitan Jepang pun saat itu masih jadi pilihan alat pembayaran untuk digunakan di Jawa dan Sumatera.

Akibat Uang NICA tersebut, pemerintah Indonesia yang baru lahir berkat proklamasi tanggal 17 Agustus 1945 mulai mengambil langkah-langkah untuk menerbitkan uang sendiri. Masalahnya, sumber daya yang dibutuhkan untuk mencetak uang tidaklah kecil. Selain itu, tentara Sekutu berusaha menyerang pabrik percetakannya guna mencegah penerbitan uang tersebut.

Oeang Republik Indonesia

Setelah melampaui perjuangan berat, pemerintah Indonesia akhirnya berhasil merilis uang pertamanya pada 3 Oktober 1946, dikenal juga sebagai "Oeang Republik Indonesia", atau ORI. Saat itu dideklarasikan bahwa semua uang terbitan Jepang harus ditukar dengan ORI hingga tanggal 30 Oktober di tahun yang sama.

Standar nilai tukarnya ditetapkan dengan patokan 50 Rupiah Hindia Belanda = 1 ORI. Pemerintah juga menyatakan bahwa satu ORI memiliki nilai setara dengan 0.5 gram Emas. Rupiah Hindia Belanda yang masih beredar setelah bulan Oktober dinyatakan tidak berlaku lagi.

ORI

Satu Rupiah ORI Bergambar Bung Karno dan Gunung Meletus, Tampak Depan dan Belakang



Setelah penerbitan ORI, maka mata uang yang resmi menjadi alat pembayaran di Nusantara ada dua, yaitu uang NICA dan uang ORI. Namun demikian, di lokasi-lokasi tertentu yang relatif sulit dijangkau, uang Jepang masih cukup banyak digunakan.

Oleh karena jangkauan pemerintah yang baru juga terbatas, maka pemerintah Indonesia mengijinkan daerah-daerah tertentu untuk menerbitkan uangnya sendiri. Uang-uang tersebut nantinya dapat ditukarkan dengan uang ORI setelah situasi dan kondisi memungkinkan.

Namun ORI saat itu sudah mulai bermasalah karena finansial yang buruk membuat pemerintah Indonesia yang baru mencetak semakin banyak uang guna menambah isi kas negara. Suplai uang yang terlalu banyak berakibat pada inflasi yang merajalela dan merosotnya nilai tukar ORI dari 5 Gulden NICA pada awal penerbitannya ke 0.3 Gulden NICA pada bulan Maret 1947. 

Pada bulan November 1949, Konferensi Meja Bundar mengakui kemerdekaan Indonesia dalam kerangka Republik Indonesia Serikat (RIS) yang terdiri atas Indonesia yang meliputi Jawa dan Sumatera, beserta 15 negara kecil lainnya di Nusantara.

Pada periode ini, RIS menyadari bahwa berbagai macam mata uang yang beredar di masyarakat mengacaukan perekonomian. Betapa tidak, saat itu ada ORI, uang NICA, uang Jepang, uang Belanda sebelum pendudukan Jepang, juga uang yang diterbitkan oleh daerah-daerah tertentu secara terpisah.

RIS berusaha mengontrol kondisi ini dengan mengumumkan pelaksanaan Gunting Syafruddin pada 19 Maret 1950. Selain itu, RIS juga sempat mencetak uang sendiri, tetapi pendeklarasian formal kemerdekaan Indonesia sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1950 membuat uang RIS jadi berumur pendek.

Uang RIS

Uang Lima Rupiah Yang Diterbitkan Oleh Republik Indonesia Serikat


Sejarah Rupiah Setelah Kelahiran Bank Indonesia

Setelah kelahiran NKRI, Pemerintah berupaya untuk menghapuskan pengaruh Belanda dalam sistem keuangan Indonesia. Upaya pertama yang dilakukan adalah dengan menggantikan mata uang terbitan Belanda berdenominasi rendah dengan koin Rupiah pecahan 1, 5, 10, 25, dan 50 sen, serta penerbitan uang kertas 1 dan 2 1/2 Rupiah.

25 Sen

Koin 25 Sen Emisi Tahun 1952, Tampak Depan Dan Belakang

Selanjutnya, Pemerintah menasionalisasi De Javasche Bank yang merupakan bank sentral RIS menjadi Bank Indonesia. Di tahun 1952-1953, Bank Indonesia mulai merilis uang kertas baru, mulai dari 1 Rupiah hingga 100 Rupiah. Ini menandai periode baru dalam sejarah Rupiah, dimana penerbitan dan peredaran uang kertas Rupiah kini menjadi tugas Bank Indonesia, sedangkan uang koin masih ditangani oleh Pemerintah secara terpisah.

Uang BI 1953

Uang Satu Rupiah Emisi Tahun 1953, Salah Satu Pecahan Yang Diterbitkan Setelah Nasionalisasi De Javasche Bank

Sayangnya, perilisan uang baru Bank Indonesia tidak mampu menyelesaikan keruwetan perekonomian Indonesia. Inflasi terus membubung tinggi dan nilai tukar Rupiah pun merosot dengan cepat. Pada Maret 1950, nilai tukar Rupiah adalah 1.60 per Dolar AS, namun dalam waktu kurang dari sepuluh tahun sudah naik ribuan persen menjadi 90 per Dolar AS pada Desember 1958.

Kondisi ekonomi tersebut mendorong Pemerintah Indonesia untuk mendevaluasi Rupiah pada tahun 1959. Upaya tersebut lagi-lagi gagal, dan Rupiah kembali di-devaluasi beberapa tahun kemudian. Namun Rupiah masih tak terkendali, hingga pemerintahan Orde Baru dibawah presiden Suharto berhasil menstabilkan nilainya.

Uang BI 1975

Uang 10000 Rupiah, Salah Satu Pecahan yang Diterbitkan Bank Indonesia Pada Masa Orde Baru

Mulai masa Orde Baru, Bank Indonesia diberi kewenangan untuk mencetak dan menerbitkan uang, baik dalam bentuk koin maupun uang kertas, serta mengatur peredarannya di Indonesia. Hal ini terus berlanjut hingga pemberlakuan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 Tentang Mata Uang yang mendorong penerbitan uang NKRI pada tanggal 17 Agustus lalu.

Sementara itu, uang-uang lama yang pernah beredar lainnya saat ini umumnya diperjualbelikan secara eksklusif diantara kolektor uang lama. Lembaran uang 10000 Rupiah bergambar relief Candi Borobudur diatas, misalnya, bisa diperdagangkan dengan harga sangat mahal di tangan kolektor karena nilai sejarahnya serta keunikan gambarnya.

Mandra (20 Apr 2021)

Apakah trading USDT dan USD itu menggunakan teknik yang sama? Soalnya yang USDT itu kayak kripto yang memiliki nilai 1 USDT = 1 USD. Dan apakah cara analisa fundamental USDT juga mengikuti USD?

Selengkapnya...


Saya tahu kemana saya akan keluar bahkan sebelum saya masuk (pasar).

Bruce Kovner

Cara membangun return jangka panjang adalah dengan melindungi modal dan memaksimalkan profit.

Stanley Druckenmiller

Ketika Anda benar-benar percaya bahwa trading hanyalah sebuah permainan probabilitas yang sederhana, konsep seperti benar dan salah atau menang dan kalah tidak lagi memiliki makna yang sama.

Michael Covel

Trading bukanlah hanya soal melindungi modal dari kerugian, melainkan juga melindungi diri dari diri sendiri.

Kim Krompass

Kehancuran emosional hampir sama buruknya dengan kehancuran finansial.

Kim Krompass

Anda bisa memperkirakan apa yang terjadi. Tapi bila Anda tidak punya parameter trading, maka sebaiknya jangan masuk hanya karena peluangnya terlihat oke, atau karena seseorang mengatakannya.

Carolyn Boroden

Saya tak banyak melihat korelasi antara trading yang bagus dan kecerdasan. Beberapa trader terkemuka cukup cerdas, tetapi beberapa diantaranya tidak.

William Eckhardt

Saya selalu percaya bahwa passion yang diikuti kerja keras dan doa akan membuahkan hasil yang baik di segala bidang, termasuk forex.

Buge Satrio

Ketika mendapat profit, kita jadi lebih berhati-hati. Sedangkan ketika mengalami kerugian, kita justru mulai mengambil risiko lebih banyak dan rugi lebih banyak lagi.... Jadi, trader perlu memutuskan apakah mereka bisa menanggung risiko dan apakah mereka bisa mengambil keputusan dengan cepat sebelum trading.

Paul Rotter

Saat Anda mengalami kerugian beruntun, segala keraguan dan ketidakpastian akan menyeruak dan membuat Anda sangat ragu untuk menarik pelatuk (entry). Rasanya tak ada satupun yang berjalan dengan benar. Itu adalah sesuatu yang harus Anda kontrol.

Bill Lipschutz

Trader cerdas akan selalu paham dan mengikuti latar fundamental dari instrumen tradingnya, namun untuk mengenali level entry dan exit, ia akan menggunakan analisa teknikal

Kathy Lien

Yang penting bukan masalah benar atau salah, tapi seberapa besar profit Anda ketika benar, dan seberapa banyak loss Anda ketika salah.

George Soros

Charting itu agak mirip dengan berselancar. Anda tak perlu banyak tahu tentang fisik gelombang untuk menangkap sebuah ombak yang bagus. Anda hanya perlu mampu merasakannya ketika (ombak) itu terjadi dan memiliki keberanian untuk beraksi di saat yang tepat.

Ed Seykota

Untuk menjadi sukses, trading-lah seperti Anda memulai usaha, jangan perlakukan trading sebagai hobi atau pekerjaan rutin. Kalau cuma hobi, tak ada komitmen belajar, dan akhirnya Anda cuma buang-buang uang. Sedangkan kalau diperlakukan sebagai pekerjaan, trading bisa membuat Anda frustasi karena di sini tidak ada gaji bulanan.

Jean Folger

Tak ada satupun aturan trading yang bisa 100% profit sepanjang waktu.

Jesse Livermore

Saya hanya kaya karena saya tahu kapan saya salah. Pada dasarnya saya bisa bertahan dengan mengakui kesalahan-kesalahan saya.

George Soros

Masuklah pasar hanya saat pasar trending; jika bullish Anda harus buy, jika bearish masuk posisi sell. Cuma cara itu yang bisa menghasilkan keuntungan sebenarnya.

Jesse Livermore

Trader yang benar-benar (ingin) sukses haruslah berkomitmen untuk mendalami dunia trading, dan menganggap uang sebagai bonus sampingan.

Bill Lipschutz

Saya akan selalu mengurangi posisi ketika loss. Dengan begitu, saya hanya akan memiliki posisi kecil saat trading berakhir buruk.

Paul Tudor Jones

Pada dasarnya, forex dan saham tidak jauh berbeda. Yang membedakan adalah risikonya.

Ellen May

Orang yang tradingnya maksa seringkali berujung pada kegagalan. Disyukuri saja profit yang sudah didapat hari itu. Jangan kemaruk.

Desmond Wira

Memilih time frame rendah untuk kemudian mengolah cara trading jangka pendek bukanlah tindakan memalukan apalagi sebuah dosa.

Barbara Rockefeller

Tekunilah proses dari setiap proses, kerjakan, rencanakan, investasikan waktu Anda dengan bijak, jadilah produktif, dan jangan buang-buang waktu.

Chris Lori

Dalam berinvestasi Anda harus tahu betul apa-apa yang tidak Anda ketahui, dan berpeganglah hanya pada apa yang Anda ketahui.

Warren Buffett

Untuk pemula disarankan lebih baik trading saham dahulu, kalau sudah profit konsisten baru mencoba forex, emas, atau lainnya. Kalau dari awal sudah nekat trading forex, emas, apalagi indeks tanpa bekal ilmu yang cukup, boleh jadi sebentar saja uangnya langsung amblas,

Desmond Wira
Kirim Komentar/Reply Baru

Reply Pembaca : 17    

Ephiee
27 AUG 2014
Waah.. kereen yg gambar wayang.. sukak dech :D
Cathy
28 AUG 2014
Iya, cakep ya :D Yang 10000 rupiah terakhir itu juga lucuuu
Andi Suwandi
21 OCT 2014
aku pgn pya uang bersejarah itu
Fitriyono
9 DEC 2014
untuk uang NICA saya punya 1 lbr pecahan 50 1lbr pecahan 10 dan 1 lbr pecahan 5 tapi cm yg sebelah kanan kena potong Gunting Syafruddin..
Dimas
5 FEB 2015
aku mau tanya tindakan pemerintah yang sangat tegas dalam rangka menghadapi inflasi ....???

Anna
6 FEB 2015
@Andi Suwandi:
bisa dicari di kolektor uang lama, Gan. Di tempat-tempat wisata semacam kota lama atau gedung-gedung kuno juga sering ada yang menjajakan tiruan uang lama :)

@fitriyono:
wah, ada nilai sejarah luar biasa itu Gan, bisa jadi bahan cerita untuk anak-cucu :)

@dimas:
inflasi itu bukan kanker yang perlu disingkirkan. Inflasi artinya kenaikan harga-harga secara terus menerus dalam satu periode. Ini adalah bagian dari dinamika ekonomi, disebabkan oleh perkembangan ekonomi Indonesia juga. Inflasi dalam porsi terukur juga malah bagus untuk pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, yang dilakukan oleh pemerintah bersama Bank Indonesia adalah menetapkan target inflasi tahunan, dan berusaha agar target itu tercapai. Adanya target inflasi ini memastikan ekonomi tetap tumbuh, tetapi kenaikan harga-harga tetap terkendali.
Nama Anda
23 APR 2015
Wah... gambar gambar uang bagus banget !! Tentang sejarah lagi
Salsabila Humairo Azzahro
4 MAY 2015
keren banget uangnya coba masih ada uang kayak gitu lagi pasti bisa dijadiin nilai bersejarah bagi kita ya!!!
Aan Suwaji
3 JUL 2015
Wahh good..ilike money Indonesia every beautiful
Henky Yellow46
16 SEP 2015
Beautiful money.. 

M4ikel
10 NOV 2015
ternyata dari dulu rupiah selalu cenderung melemah terhadap US Dolar...dan ini terus berlanjut hingga sekarang...dan masa yang akan datang
Nama Anda
24 JAN 2016
aku juga punya uang kayak gitu...
Karoline
15 JUL 2016
Pak...boleh dikasih review or paparan untuk orang-orang yg mengaku diamanahi uang rupiah or asing yg diamanahi ke sebagian orang tua dibeberapa gudang. Pada prakteknya minta dp  untuk mengeluarkan uang tersebut. Apakah benar uang tsb ada? Dg background uang tsb diamanahi untuk kepentingan umat yg membutuhkan?
Anna
18 JUL 2016
Penuturan ibu itu mirip sekali dengan skema penipuan yang banyak beredar. Suatu pihak mengaku-aku memiliki akses ke sejumlah besar dana mangkrak, entah itu alasannya harta Sukarno lah, atau warisan apa lah, lalu minta bantuan dana untuk mencairkan dengan janji akan memberi imbalan di kemudian hari. Hal seperti itu jelas penipuan.  Sebagai perbandingan, jika menyimpan dana di lembaga bonafid, seperti misalnya di bank, maka sekalipun saat mencairkan karena suatu alasan terkena denda, maka biaya pencairan bisa dipotong dari dana pokok yang telah disimpan dan tidak perlu dana luar semacam sogokan untuk mencairkannya.
Bintoro
16 MAY 2017
Bolehkah saya memiliki uang pecahan 10000 kertas gambar relief. its a beautiful picture, i hope i have that. terima kasih.
Andreas
29 JUL 2021

Di mana tempat carinya?

Isnaini
29 JUL 2021

Bisa dicari di kolektor uang lama
Di tempat-tempat wisata semacam kota lama atau gedung-gedung kuno juga sering ada yang menjajakan tiruan uang lama

Kirim Komentar/Reply Baru
3 Cara Menghitung Dolar ke Rupiah
3 Cara Menghitung Dolar ke Rupiah
Linlindua   31 May 2021   167  
Fakta Dinar Si Mata Uang Terkuat Di Dunia
Fakta Dinar Si Mata Uang Terkuat Di Dunia
Yulinda   9 Oct 2020   1437  
Sosok Pahlawan Indonesia Di Mata Uang Rupiah
Sosok Pahlawan Indonesia Di Mata Uang Rupiah
SAM   19 Sep 2016   23856  
Beragam Dampak Kurs Rupiah Melemah
Beragam Dampak Kurs Rupiah Melemah
Anna   17 Dec 2014   60081  
Ini Cara Tukar Uang Yang Sudah Tidak Berlaku
Ini Cara Tukar Uang Yang Sudah Tidak Berlaku
Anna   5 Nov 2014   354101