Mengungkap Mitos Di Balik Rasio Profit Loss

Jujun Kurniawan 17 Oct 2019 920

Ketika trading di pasar forex dan pasar lainnya, kita sering diberi tahu tentang strategi Money Management. Dimana strategi tersebut menganjurkan rata-rata keuntungan (profit) harus lebih besar dibanding rata-rata kerugian (loss). Jika dilihat secara teori, memang hal tersebut sangatlah penting dan harus diterapkan dalam trading. Namun, jika di telaah lebih jauh, rasio Profit Loss ini harus disesuaikan dengan kondisi riil saat melakukan trading.

Ada banyak faktor yang menyebabkan Anda harus fleksibel dalam menentukan rasio Profit Loss. Artikel kali ini akan memberikan sebuah rahasia lain yang perlu diperhatikan agar tidak terpaku pada rasio Profit Loss saja. Pelajari faktor-faktor lain yang juga bisa menghapus mitos bahwa rasio Profit Loss adalah kunci utama dalam kesuksesan trading jangka panjang.

 

Apa Itu Rasio Profit Loss

Rasio Profit Loss mengacu pada ukuran rata-rata keuntungan dibandingkan dengan ukuran rata-rata kerugian per trading. Misalnya, jika peluang keuntungan yang diharapkan adalah 900 USD dan peluang kerugian yang dirisikokan adalah 300 USD untuk trading, maka rasio Profit Loss yang anda gunakan adalah 3:1, yaitu 900 USD dibagi dengan 300 USD. Banyak buku trading menganjurkan rasio Profit Loss minimal 2:1 atau 3:1, berarti setiap 200 USD atau 300 USD yang Anda hasilkan per trading, potensi kerugian harus dibatasi pada 100 USD.

Sekilas, kebanyakan orang akan setuju dengan rekomendasi ini. Lagi pula, bukankah potensi kerugian harus dijaga sekecil mungkin dan potensi untung diatur sebesar mungkin? Jawabannya, tidak selalu. Rekomendasi umum ini bisa menyesatkan dan malah menyebabkan kerugian pada akun trading Anda.

Saran utama untuk memiliki rasio Profit Loss minimal 2:1 atau 3:1 per trading adalah ide yang terlalu sederhana karena tidak memperhitungkan realita dari pasar forex. Ada faktor-faktor ekspektasi statistik yang mempengaruhi, antara lain:

rasio profit loss

(Baca Juga: Cara Trading Aman Dengan Leverage Yang Tinggi)

 

Pentingnya Rata-Rata Profitabilitas Per trading (APPT)

APPT pada dasarnya mengacu pada jumlah rata-rata yang Anda harapkan untuk menang atau kalah per trading. Kebanyakan orang sangat fokus pada menyeimbangkan rasio untung / rugi mereka atau pada keakuratan strategi trading mereka, sehingga mereka tidak menyadari bahwa ada gambaran yang lebih besar yaitu:

Kinerja trading Anda sangat tergantung pada APPT Anda.

Ini adalah rumus untuk profitabilitas rata-rata per trading:

APPT = (PW × AW) - (PL × AL)

PW = Probabilitas menang

AW = Rata-rata kemenangan

PL = Kemungkinan kehilangan

AL = Kerugian rata-rata

 

Mari kita menjelajahi APPT dari ilustrasi berikut:

Skenario A:

Katakanlah dari 10 trading yang Anda lakukan, Anda menang tiga kali dan Anda menyadari kerugian sebanyak tujuh kali. Probabilitas Anda untuk menang adalah 30%, atau 0.3, sedangkan probabilitas Anda untuk kerugian adalah 70%, atau 0.7. trading kemenangan rata-rata Anda menghasilkan $ 600 dan kerugian rata-rata Anda adalah $ 300 (2:1).

Dalam skenario ini, APPT :

(0.3 x 600 USD)–(0.7 x 300 USD)= -30 USD

Seperti yang Anda lihat, APPT berada pada hasil negatif, yang berarti bahwa untuk setiap trading yang Anda lakukan, Anda kemungkinan akan kehilangan 30 USD.

Meskipun rasio Profit Loss yang diaplikasikan adalah 2:1, strategi trading ini menghasilkan trading yang menang hanya 30% per trading, dan menghilangkan peluang kemenangan dari rasio laba/rugi 2: 1.

Skenario B:

Sekarang mari kita cermati APPT dari strategi trading yang memiliki rasio Profit Loss 1:3, tetapi memiliki lebih banyak trading yang menang daripada yang kalah. Katakanlah dari 10 trading yang Anda lakukan, Anda menghasilkan keuntungan trading sebanyak delapan kali dan rugi sebanyak dua kali.

Dalam skenario ini, APPT:

(0.8 x 100 USD)–(0.2 x 300 USD)= 20 USD

Dalam hal ini, meskipun strategi trading ini memiliki rasio Profit Loss 1:3. Tetapi, menghasilkan APPT yang positif, yang berarti Anda bisa mendapatkan keuntungan dari waktu ke waktu. Sangat penting untuk memahami bahwa nilai keuntungan dalam nominal jauh lebih berpengaruh pada hasil trading secara keseluruhan dibandingkan sekadar rasionya. Anda juga harus terus mengasah kemampuan agar peka pada pasar dan tahu angka profit yang ideal.

exit trading dan rasio profit loss

(Baca Juga: Teknik Forex Untuk Menentukan Exit Trade Ideal

 

Banyak Cara Untuk Meraih Profit

Setelah membaca ulasan di atas, kini Anda paham bahwa banyak faktor yang menentukan kesuksesan trading, bukan hanya mengacu pada rasio Profit Loss. Saat trading forex, tidak ada satu acuan Money Manajemen atau strategi trading tertentu untuk semua transaksi. Nasihat konvensional seperti memastikan rasio keuntungan Anda wajib lebih besar dari kerugian Anda per trading, tidak begitu berpengaruh di akun riil jika tidak diimbangi dengan rata-rata keuntungan atau APPT yang positif.

 

Di samping itu, penting untuk mengenali gaya trading pribadi agar tidak mudah terpengaruh dan mengubah Trading Plan di tengah jalan. Nah, selain terlalu percaya mitos rasio Loss Profit, pelajari juga kesalahan-kesalahan trader pemula paling fatal lainnya ya! 

Kirim Komentar/Reply Baru
Advertisement


Trading trend dengan price action daily

Master, Untuk Trading dengan price action, Jika di TF Daily sedang sideways dan di H4 sedang trend naik seperti EU saat ini, bagaimana cara kita trade with the trend apakah suport resistance di daily chart menjadi trendnya?

dari pengamatan saya, di H4 juga sudah terjadi inside bar terhadap level suport jangka pendeknya walaupun trendnya naik, jika saya entry sell di mother bar tsb apakah saya melawan trend? lalu moving average berapa yang bisa digunakan di TF H4? mengingat di TF daily Ema 8&21 lalu di TF H4nya brapa?

Muhammad Yusuf 4 Dec 2017

Reply:

M Singgih (10 Dec 2017 23:26)

@ Muhammad Yusuf:

Di tanggal pertanyaan Anda (4 Desember 2017), EUR/USD Daily sedang uptrend dengan koreksi (korektif bullish), bukan sideways:

                   

Garis histogram ADX berwarna hijau dan berada diatas level 25, menunjukkan sentimen bullish yang masih kuat, dan kurva indikator sma 100 juga membentuk sudut positif (bukan datar).

Sedang di time frame H4 sedang downtrend:

                             

Inside bar, mother bar dan level support berapa yang Anda maksudkan?

Kalau Anda mengikuti cara trading Nial Fuller dengan menggunakan ema 8 & ema 21 di time frame daily, di time frame H4 juga bisa menggunakan ema 8 dan ema 21. Kedua ema tsb dimaksudkan sebagai resistance dan support dinamis.

Edwin Widianto (16 Jun 2019 04:09)

permisi pak. mau tanya sedikit. indikator moving average periode berapa ya pak untuk mengetahui akan terjadi reversal yang cukup akurat untuk time frame 1 hari..? 

M Singgih (18 Jun 2019 02:52)

@ edwin widianto:

Pergerakan reversal biasanya diamati dari bentukan price action yang dikonfirmasi dengan indikator trend. Indikator Moving Average (MA) memang bisa digunakan sebagai konfirmator, biasanya dengan 2 MA yang mana kurvanya saling berpototongan (crossing).

Untuk time frame daily biasanya digunakan kombinasi antara SMA 200 dengan SMA 100 atau EMA 100, SMA 89 atau EMA 89, SMA 55 atau EMA 55, SMA 50 atau EMA 50.
SMA 200 daily lazim digunakan trader sebagai acuan arah trend. Baca juga: Trading Dengan 200 Day Moving Average