Menilik Perbedaan Manajemen Risiko Investasi Syariah dan Non Syariah

Ryandy H 25 Nov 2019 1700
Dibaca Normal 3 Menit

Secara teori, risiko lembaga keuangan Islam lebih rendah dari pada yang dihadapi oleh lembaga keuangan konvensional. Mengapa begitu? Simak penjelasan berikut.



Menjalani hidup sesuai syariah islam bukan berarti Anda tak bisa investasi. Banyak instrumen investasi syariah yang bisa Anda gunakan. Mulai dari reksadana syariah, obligasi syariah, deposito syariah, hingga memilih saham yang sesuai dengan prinsip syariah. Jika Anda bisa investasi sejalan keyakinan agama, kenapa tidak?

Setidaknya secara teori, risiko lembaga keuangan Islam lebih rendah dari pada yang dihadapi oleh lembaga keuangan konvensional. Baik risiko maupun bagi hasil ditanggung oleh perusahaan penjamin dana dan penyedia dana.

manajemen risiko investasi syariah

Namun bukan berarti lembaga keuangan syariah tidak terbebas sepenuhnya dari risiko. Lembaga tersebut bahkan menanggung risiko tambahan yang dapat menyeimbangkan skala perhitungannya.
Lembaga keuangan konvensional memiliki lima jenis risiko, di antaranya adalah kredit, pasar, likuiditas, operasi, dan reputasi. Lembaga keuangan Islam juga menghadapi risiko tersebut, ditambah dengan kekhawatiran yang tidak dimilik kebanyakan perusahaan konvensional. Misalnya seperti risiko investasi ekuitas, risiko komersial yang dipindahkan, risiko tingkat pengembalian, dan risiko ketidakpatuhan syariah.

Berikut lebih lanjut mengenai perbedaan manajemen risiko antara investasi syariah dan non-syariah:

 

Berbagi Risiko dengan Pemegang saham

Pemegang saham di lembaga keuangan Islam umumnya lebih menyadari risiko daripada pemegang saham di perusahaan konvensional. Akibatnya, mereka lebih jeli dalam menuntut bank, perusahaan reksa dana, dan organisasi keuangan lainnya sangat berhati-hati demi mengurangi risiko rugi.

Kesadaran yang meningkat di antara pemegang saham di sektor keuangan Islam ini lebih disadari karena beberapa alasan berikut:

  • Pembagian untung dan rugi: produk perbankan syariah (seperti rekening tabungan) dan produk investasi didasarkan pada kontrak yang menyatakan pembagian laba dan rugi antara pelanggan dan lembaga. Ketika seorang pelanggan tahu sejak hari pertama bahwa dana pokoknya akan dikembalikan beserta bagi hasil investasinya hanya jika transakso dalam kontraknya profit, ia mengetahui uang yang diinvestasikan berdasarkan keputusannya membawa risiko. Ia mengharapkan mitra investasinya (lembaga keuangan dalam hal ini) untuk mengambil tindakan pencegahan tertentu dengan uangnya.
  • Kepatuhan Syariah: agar patuh pada syariah, transaksi keuangan Islam tidak dapat melibatkan perjudian, spekulasi, atau industri yang dilarang. Investor deposito sering mencari perusahaan keuangan Islam justru karena fakta ini. Tapi mereka juga menyadari bahwa mematuhi prinsip-prinsip syariah juga memabatasi perusahaan. Kepatuhan syariah memperkuat risiko keuangan tertentu.


Bersaing dengan Sistem Investasi Konvensional

Pada dasarnya sejarah industri keuangan Islam relatif masih muda. Terdapat batasan-batasan tertentu yang ditetapkan oleh hukum syariah, sehingga lembaga keuangan Islam tidak selalu bisa mengurangi risiko mereka sebagaimana yang dapat dilakukan oleh lembaga keuangan konvensional.

Ilustrasi saham syariah

Pasar modal syariah sama sekali kurang berkembang dibandingkan dengan mitra konvensionalnya. Tidak banyak pilihan solusi untuk membantu perusahaan-perusahaan Islam mengurangi risiko likuiditas.
Misalnya, pasar modal konvensional membantu perusahaan mengurangi risiko likuiditasnya dengan menawarkan instrumen utang tertentu. Tetapi instrumen ini umumnya dilarang untuk perusahaan Islam karena akan tidak sesuai dengan syariah.



Selain itu, perusahaan keuangan syariah tidak memiliki akses ke teknik hedging yang biasa digunakan perusahaan konvensional. Faktanya, beberapa teknik hedging tersedia untuk perusahaan-perusahaan Islam saat ini namun para peneliti di bidang keuangan syariah tidak setuju apakah hal tersebut sesuai dengan syariah.

Ketika lembaga-lembaga Islam terus mengembangkan lini produk inovatif untuk bersaing lebih baik di pasar keuangan global, manajemen risiko menjadi hal yang penting untuk dipikirkan sebagai dasar pemilihan investasi pada manajemen syariah atau non syariah.

Forum

Reski (28 May 2019)

Saya mau nanya seandainya kita sudah menentukan suport dan resisten nya terus harga tiba-tiba balik arah setelah kta pasang open posisi. Apa yg harus kita perbuat.....?

Selengkapnya...

BANK 1 Bulan
BNI 46 2.85
BANK MAYORA 5.00
STANDARD CHARTERED BANK 4.25
BANK KB BUKOPIN 4.75
BANK CIMB NIAGA 3.25
BANK ICBC INDONESIA 4.00
BANK COMMONWEALTH 4.50
KESELURUHAN 8.75
BANK PERMATA 4.00
BANK OCBC NISP 3.50

Kirim Komentar/Reply Baru


Kalkulator P2P Lending
Kalkulator P2P Lending
Sistem   9 Apr 2021   49  
Time Frame saat trading dengan indikator ichimoku

pagi master... saya ingin menanyakan tentang indikator ichimoku, time frame berapakah yang paling pas/cocok bila kita memakai indikator ichimoku...terima kasih

Zulvan 16 May 2012

Reply:

Basir (16 May 2012 06:49)

yang paling utama anda mengerti dan paham penggunakan indikator tersebut. TF yang digunakan terkait dengan perubahan candle, jadi coba anda pelajari pola candle

Belajar Grafik Candlestick
Memahami pola grafik candlestick

Thanks

Ardian Syah (20 Oct 2016 14:28)

Min bisa di jelaskan nggak awan ichimoku kan terbentuk lbh dulu, nah bagaimana mmbaca arah harga kdepan dari indikator ichimoku yg sudah terbentuk lebih dulu dari harga terakhir.

M Singgih (24 Oct 2016 01:42)

@ Ardian syah:

Awan (senkou span) terbentuk lebih dahulu karena perhitungannya diajukan 26 periode kedepan. Awan adalah komponen terpenting indikator ini. Cara membaca arah harga dari harga terakhir adalah seperti pada contoh AUD/USD H4 berikut ini:



- Pergerakan harga akan cenderung bullish jika harga telah menembus awan dari arah bawah dan harga terakhir ditutup diatas awan (closing price diatas awan) yaitu pada candle A. Anda bisa entry buy pada candle berikutnya setelah candle A.
Chinkou span (kurva warna hijau) sebagai resistance dan Tekan sen (kurva warna merah) sebagai support.

- Pergerakan harga akan cenderung bearish jika harga telah menembus awan dari arah atas dan harga terakhir ditutup dibawah awan (closing price dibawah awan) yaitu pada candle B. Anda bisa entry sell pada candle berikutnya setelah candle B.
Tekan sen (kurva warna merah) sebagai resistance dan Chinkou span (kurva warna hijau) sebagai support.

Baca juga:
Mengenal Indikator Ichimoku Kinko Hyo
Menggunakan Indikator Ichimoku

Best (03 Oct 2018 09:37)

Bagaimana mengaplikasikan indicator kijun sen H1, H4 Dan kijun sen Daily dalam 1 layar..

M Singgih (05 Oct 2018 09:46)

@ Best:

Mungkin maksud Anda bisa dilihat dalam 1 layar.
Kalau itu yang dimaksud, di Metatrader 4 bisa dengan fasilitas Tile Windows.
Caranya buka untuk H1, H4 dan Daily, kemudian masuk ke Windows - Tile Horizontally atau Tile Vertically.

Berikut contoh GBP/USD H1, H4 dan Daily dengan indikator Ichimoku yang tampil dalam 1 layar dengan Tile Verically:

Perbandingan Bunga P2P Lending
Perbandingan Bunga P2P Lending
Sistem   9 Apr 2021   107  
Daftar P2P Syariah Terbaik Dan Terdaftar Di OJK
Daftar P2P Syariah Terbaik Dan Terdaftar Di OJK
Febrian Surya   18 Jun 2020   2016  
Kenali 3 Risiko Investasi Di Sukuk Ritel SR012
Kenali 3 Risiko Investasi Di Sukuk Ritel SR012
Wahyudi   16 Jun 2020   545  
Panduan Reksadana Syariah, Investasi Online Mulai 100 Ribu
Panduan Reksadana Syariah, Investasi Online Mulai 100 Ribu
Febrian Surya   29 Apr 2020   603  
Deposito Syariah: Seperti Apa Praktik Dan Ketentuannya?
Deposito Syariah: Seperti Apa Praktik Dan Ketentuannya?
Febrian Surya   28 Apr 2020   709  
Cara Menghindari Penipuan Developer Berkedok Syariah
Cara Menghindari Penipuan Developer Berkedok Syariah
Febrian Surya   24 Apr 2020   581