Data inflasi Inggris mendukung Poundsterling, dolar AS menguat sebelum pidato the Fed, 8 jam lalu, #Forex Fundamental   |   GBP/JPY menarik beberapa pembeli di atas level 192.00 setelah data IHK Inggris, 8 jam lalu, #Forex Teknikal   |   EUR/USD: Level rintangan utama terlihat di area 1.0600-1.0605, 10 jam lalu, #Forex Teknikal   |   Harga emas tetap menguat karena ketegangan Geopolitik masih berlanjut, 10 jam lalu, #Emas Fundamental   |   Dow Jones Industrial Average naik 0.17% menjadi 37,798, S&P 500 kehilangan 0.21% menjadi 5,051, dan Nasdaq Composite kehilangan 0.12% menjadi 15,86, 14 jam lalu, #Saham Indonesia   |   Menilik laporan keuangan tahun buku 2023, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) memperoleh pendapatan usaha sebesar Rp8.54 triliun, terkoreksi 15.70% secara tahunan dari Rp10.14 triliun. , 14 jam lalu, #Saham Indonesia   |   Saham-saham top gainers LQ45: PT Charoen Pokphand Tbk (CPIN) +3.48%, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) +2.41%, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) +2.34%, 14 jam lalu, #Saham Indonesia   |   IHSG rebound pada perdagangan Rabu (17/April), naik 0.82% ke level 7,223, 14 jam lalu, #Saham Indonesia

Menilik Perbedaan Manajemen Risiko Investasi Syariah dan Non Syariah

Ryandy H 25 Nov 2019
Dibaca Normal 3 Menit
bisnis > syariah >   #manajemen-risiko   #investasi-syariah
Secara teori, risiko lembaga keuangan Islam lebih rendah dari pada yang dihadapi oleh lembaga keuangan konvensional. Mengapa begitu? Simak penjelasan berikut.

Menjalani hidup sesuai syariah islam bukan berarti Anda tak bisa investasi. Banyak instrumen investasi syariah yang bisa Anda gunakan. Mulai dari reksadana syariah, obligasi syariah, deposito syariah, hingga memilih saham yang sesuai dengan prinsip syariah. Jika Anda bisa investasi sejalan keyakinan agama, kenapa tidak?

Setidaknya secara teori, risiko lembaga keuangan Islam lebih rendah dari pada yang dihadapi oleh lembaga keuangan konvensional. Baik risiko maupun bagi hasil ditanggung oleh perusahaan penjamin dana dan penyedia dana.

manajemen risiko investasi syariah

Namun bukan berarti lembaga keuangan syariah tidak terbebas sepenuhnya dari risiko. Lembaga tersebut bahkan menanggung risiko tambahan yang dapat menyeimbangkan skala perhitungannya.

Lembaga keuangan konvensional memiliki lima jenis risiko, di antaranya adalah kredit, pasar, likuiditas, operasi, dan reputasi. Lembaga keuangan Islam juga menghadapi risiko tersebut, ditambah dengan kekhawatiran yang tidak dimilik kebanyakan perusahaan konvensional. Misalnya seperti risiko investasi ekuitas, risiko komersial yang dipindahkan, risiko tingkat pengembalian, dan risiko ketidakpatuhan syariah.

Berikut lebih lanjut mengenai perbedaan manajemen risiko antara investasi syariah dan non-syariah:

 

Berbagi Risiko dengan Pemegang saham

Pemegang saham di lembaga keuangan Islam umumnya lebih menyadari risiko daripada pemegang saham di perusahaan konvensional. Akibatnya, mereka lebih jeli dalam menuntut bank, perusahaan reksa dana, dan organisasi keuangan lainnya sangat berhati-hati demi mengurangi risiko rugi.

Kesadaran yang meningkat di antara pemegang saham di sektor keuangan Islam ini lebih disadari karena beberapa alasan berikut:

  • Pembagian untung dan rugi: produk perbankan syariah (seperti rekening tabungan) dan produk investasi didasarkan pada kontrak yang menyatakan pembagian laba dan rugi antara pelanggan dan lembaga. Ketika seorang pelanggan tahu sejak hari pertama bahwa dana pokoknya akan dikembalikan beserta bagi hasil investasinya hanya jika transakso dalam kontraknya profit, ia mengetahui uang yang diinvestasikan berdasarkan keputusannya membawa risiko. Ia mengharapkan mitra investasinya (lembaga keuangan dalam hal ini) untuk mengambil tindakan pencegahan tertentu dengan uangnya.
  • Kepatuhan Syariah: agar patuh pada syariah, transaksi keuangan Islam tidak dapat melibatkan perjudian, spekulasi, atau industri yang dilarang. Investor deposito sering mencari perusahaan keuangan Islam justru karena fakta ini. Tapi mereka juga menyadari bahwa mematuhi prinsip-prinsip syariah juga memabatasi perusahaan. Kepatuhan syariah memperkuat risiko keuangan tertentu.

 

Bersaing dengan Sistem Investasi Konvensional

Pada dasarnya sejarah industri keuangan Islam relatif masih muda. Terdapat batasan-batasan tertentu yang ditetapkan oleh hukum syariah, sehingga lembaga keuangan Islam tidak selalu bisa mengurangi risiko mereka sebagaimana yang dapat dilakukan oleh lembaga keuangan konvensional.

Ilustrasi saham syariah

Pasar modal syariah sama sekali kurang berkembang dibandingkan dengan mitra konvensionalnya. Tidak banyak pilihan solusi untuk membantu perusahaan-perusahaan Islam mengurangi risiko likuiditas.
Misalnya, pasar modal konvensional membantu perusahaan mengurangi risiko likuiditasnya dengan menawarkan instrumen utang tertentu. Tetapi instrumen ini umumnya dilarang untuk perusahaan Islam karena akan tidak sesuai dengan syariah.

Selain itu, perusahaan keuangan syariah tidak memiliki akses ke teknik hedging yang biasa digunakan perusahaan konvensional. Faktanya, beberapa teknik hedging tersedia untuk perusahaan-perusahaan Islam saat ini namun para peneliti di bidang keuangan syariah tidak setuju apakah hal tersebut sesuai dengan syariah.

Ketika lembaga-lembaga Islam terus mengembangkan lini produk inovatif untuk bersaing lebih baik di pasar keuangan global, manajemen risiko menjadi hal yang penting untuk dipikirkan sebagai dasar pemilihan investasi pada manajemen syariah atau non syariah.

Terkait Lainnya
 
Data inflasi Inggris mendukung Poundsterling, dolar AS menguat sebelum pidato the Fed, 8 jam lalu, #Forex Fundamental

GBP/JPY menarik beberapa pembeli di atas level 192.00 setelah data IHK Inggris, 8 jam lalu, #Forex Teknikal

EUR/USD: Level rintangan utama terlihat di area 1.0600-1.0605, 10 jam lalu, #Forex Teknikal

Harga emas tetap menguat karena ketegangan Geopolitik masih berlanjut, 10 jam lalu, #Emas Fundamental

Dow Jones Industrial Average naik 0.17% menjadi 37,798, S&P 500 kehilangan 0.21% menjadi 5,051, dan Nasdaq Composite kehilangan 0.12% menjadi 15,86, 14 jam lalu, #Saham Indonesia

Menilik laporan keuangan tahun buku 2023, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) memperoleh pendapatan usaha sebesar Rp8.54 triliun, terkoreksi 15.70% secara tahunan dari Rp10.14 triliun. , 14 jam lalu, #Saham Indonesia

Saham-saham top gainers LQ45: PT Charoen Pokphand Tbk (CPIN) +3.48%, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) +2.41%, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) +2.34%, 14 jam lalu, #Saham Indonesia

IHSG rebound pada perdagangan Rabu (17/April), naik 0.82% ke level 7,223, 14 jam lalu, #Saham Indonesia


Komentar @inbizia

Halo gue coba berikan tanggapan yaa! Buat minimal 75 pips sehari tuh gak gampang, tapi bisa dicoba day trading atau scalping. Cari momen-momen bagus buat entry dan exit, pakai Price Action, support dan resistance, serta pola candlestick. Jangan terlalu fokus sama target harian, tapi lebih pentingnya, kuasai analisis teknikal dan manajemen risiko dengan baik. Sbnrnyua EUR/USD tuh pasangan yang oke, lumayan stabil dan bisa diprediksi shgga cocok banget utk trader pemula. Jadi, coba pakai metode itu buat analisis. Sebelum main pakai uang sungguhan, pastiin loh udah paham betul tentang trading dan latih skill di akun demo dulu. Pilih broker yang tepercaya dan cocok buat modal kamu, kayak MIFX, bisa jadi pilihan terbaik. Ingat, trading ada risikonya, jadi main dengan bijaksana dan gak ambil resiko yang gak bisa ditanggung ya! Semangat dan good luck, bro!
 Andi |  3 Aug 2023
Halaman: Karakteristik Eurusd Menurut Mifx
Vino: Pengertian agan sdh benar! Spread adlh perbedaan antara harga jual (bid) dan harga beli (ask) pada saat tertentu. Itu adalah biaya utama yg trader hadapi saat membuka posisi, terutama bagi trader jangka pendek seperti scalper dan day trader. Mengutip apa yg agan katakan, memang penting untuk memastikan bahwa potensi keuntungan yg kita peroleh melebihi biaya spread agar tetap menguntungkan. Cuma, yang ane ga setuju itu adalah kita ngesampingkan perhitungan pips. Sbnrnya pnting bngt utk memahami spread dan menghitung pips untuk mengatasi biaya. dan ini adlaah prinsip yg baik dalam trading. Tapi ya jangan lupa jg untuk memahami risiko yg terkait dengan trading, terutama jika agan adalah scalper atau day trader. Karena trading dalam jangka waktu singkat bisa lebih stres dan memerlukan analisis cepat, penting untuk memiliki rencana manajemen risiko yang baik. Agan bisa coba pake alat bantu yang ada di sini: Kalkulator Money Management
 Nicholas |  26 Aug 2023
Halaman: Tips Mudah Menghitung Nilai Pip Dari Broker Finex
Jadi, sebagai trader, pastiin banget deh kita nggak kejebak sama broker yang mencurigakan. Nyari broker yang ngasih platform bagus, layanan oke, dan biayanya terjangkau itu penting banget buat ngurangin beban dan lancarin proses trading biar bisa dapet profit. Nih, gue kasih penjelasan lebih santai. Jadi, broker yang bagus mungkin punya izin dari Belize, BVI (British Virgin Islands), Cayman Island, Seychelles, Rusia, Vanuatu, atau negara lainnya. Tapi ya, inget lo, kalo misalnya ada masalah kayak dana nggak masuk rekening, urusannya bakal ribet banget, dan hukum dari negara itu nggak bisa bantu lo. Apalagi kalo broker itu tiba-tiba bangkrut atau ditutup karena melanggar aturan di negara asalnya, hukum sana nggak bisa nolongin nasabah dari Indonesia. Broker resmi biasanya punya izin dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI), regulator yang ada di bawah Kementerian Perdagangan Indonesia. Terus, mereka juga jadi anggota di salah satu bursa berjangka di Indonesia, kayak Jakarta Future Exchange (JFX) dan Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX). Selain itu, broker resmi juga daftar sebagai anggota di Lembaga kliring berjangka di Indonesia, kayak Kliring Berjangka Indonesia (KBI) dan Indonesia Clearing House (ICH). Jadi, lembaga kliring itu bakal jamin kalo transaksi lo berjalan dengan baik. Jelasnya, broker-broker yang nggak resmi itu biasanya nggak sesuai sama standar yang diatur dalam peraturan-perundang-undangan industri berjangka di Indonesia. Mereka nggak ikut peraturan yang mengatur banyak hal penting dalam industri ini, kayak permodalan, pemasaran, penjualan, perpajakan, manajemen risiko, sampe perlindungan buat perusahaan dan nasabah. Jadi, pertanyaannya sekarang, broker yang lo suka itu udah legal di Indonesia belum? Ingat, lo harus cermat dalam pilih broker buat jaga keamanan transaksi, dana yang lo invest, dan buat punya perlindungan hukum. Kalo lo mau tau lebih lanjut, gue saranin baca artikel "4 Jenis Broker Forex Yang Perlu Diwaspadai" biar lo punya panduan buat pilih broker yang beneran bagus dan aman, bukan yang cuma buat tampang doang.
 Clarissa |  23 Aug 2023
Halaman: Perbandingan Aplikasi Trading Maxco Vs Dcfx
Pagi mimin, artikelnya cukup menarik dan nambah2 informasi terkait investasi syariah yg emang gw sndiri blm tau banyak. gw emang agak tertrik sih dg investasi sukuk ritel negara atau surat utang negara. Nah yg gw mau tanyakan gmna caranya klo gw mo investasi sukuk ritel? apakah bs langsung dtg ke bank syariah atau gimna? trus gw jg pengen tau nih cara penghitungan keuntungan klo gw mo investasi sukuk ritel dg dana investasi sbesar 10 juta, dan berapa lama jangka waktunya klo gw investasi ke sukuk ritel ini? soalnya gw sndiri blm tau bnyk nih ttg pnghitungan investasi sukuk ritel. Mksh bnyk sblnya.
 Syifa |  5 Sep 2023
Halaman: Investasi Syariah Dengan Budget Murah Apa Sajakah
Jessy:Hai kak gw jg msh baru nih di dunia investasi, tp gw cb bntuin jwb ya.. Sbnrnya gampang aja kok kak klo mau mulai invest di reksadana pasar uang syariah, skrg tuh udah bnyak aplikasi2 online utk berbagai investasi, jd utk langkh pertama kk hrs tetntuin nih aplikasi mana yg mau dipake. tp kk jg hrs ingat, pilih agen penjualan efek reksadana (APERD) yg udah terdaftar dan pnya izin OJK ya. Kmdian kk hrs daftr dl sbg investor dg mengisi formulir online dan mengikuti langkah2 yg udah ditentukan, biasanya nih kk hrs siapin juga e-KTP ama NPWP soalnya ada langkah pendaftaran wajib foto dg memengang e-KTP. sdgkn utk NPWP biasanya gak wajib juga sih. trus stlh selesai mendaftar sbg investor, kk jg perlu mengaktifkan pilihan investasi syariah, biasanya ada tuh di aplikasi "preferensi syariah" atau klo gak ada kk bs langsung pilih produk reksadana pasar uang syariah. stlh itu kk jg hrs memilih manager investasi yg benar2 kompeten, dg cara cek izin usaha, trek record, dan kinerjanya (semua ada ketika memilih manager investasi). Trus klo smuanya dah oke, tinggal pilih aja tuh reksadana pasar uang syariah yg mana yg dikehendaki, dan stlh memilih dan menentukan angka investasi, tinggal transfer aja uangnya bisa melalui rekening bank, atau pake dompet digital jg bs. gampang kan. Slmat mncoba.
 Kinar |  17 Oct 2023
Halaman: Manfaat Menyiapkan Dana Darurat Di Reksadana Pasar Uang Syariah
Zorro: Simplenya gini gan, gue bantu jawab ya! Yg pertama, trading dengan target harga: Ini cocok untuk trader yg ingin memiliki rencana yang lebih pasti dan mengukur potensi keuntungan dan risiko secara lebih konservatif. Target harga digunakan untuk ngambil keputusan trading dan manajemen risiko. Trading tanpa Target Harga (Open-ended): Beberapa trader lebih suka tidak memiliki target harga yg pasti dan mungkin memilih utk membiarkan posisi terbuka dngnn harapan bahwa harga akan trus bergerak sesuai tren. Ini mungkin lebih sesuai utk trader jangka panjang atau swing trading. So, kseimpulannya, scalper umumnya memiliki target harga yg sangat singkat dan sangat spesifik. Mereka sering menetapkan target keuntungan kecil dan keluar dari posisi mereka begitu target tercapai. Jadi, target harga dapat sangat penting dalam trading scalping. But ini back to trader masing2 ya, apakah ingin trading dngn target harga or not, ini up to trader serta trading plan yg udah direncakana masing2
 Foden |  17 Oct 2023
Halaman: Kupas Tuntas Pola Quasimodo Bersama Broker Hsb

Kirim Komentar Baru