Menyiapkan Dana Pendidikan, Sebaiknya Mulai Kapan?

Ryandy H 12 Nov 2019 1127

Biaya pendidikan selalu naik setiap tahun. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), kenaikan biaya pendidikan naik setidaknya 10 persen tiap tahun. Angka itu terhitung besar sebab tingkat inflasi Indonesia pada Januari-Agustus 2019 hanya sebesar 2,48 persen. Artinya naiknya biaya pendidikan lebih besar dibandingkan tingkat inflasi.

Tentu orang tua tidak mau mengkorbankan kualitas pendidikan anaknya karena mahalnya biaya sekolah. Salah satu solusi yang bisa Anda lakukan adalah dengan menyiapkan dana pendidikan.

Menyiapkan dana pendidikan

Dana pendidikan merupakan dana yang disiapkan untuk biaya pendidikan di masa mendatang. Sama halnya bila Anda ingin pensiun pada usia tertentu, Anda tentu harus menyiapkan dana pensiun agar tidak kelabakan saat tidak menerima pendapatan tetap. Begitu pula dengan dana pendidikan, perlu disiapkan agar orang tua tidak kelabakan saat anaknya masuk SD, SMP, SMA, atau pendidikan tinggi karena uang pangkal yang terlampau mahal.

 

Siapa Saja yang Perlu Menyiapkan Dana Pendidikan?

Pada dasarnya, semua orang yang memiliki anak atau berencana memiliki anak perlu menyiapkan dana pendidikan sedini mungkin. Sebab pendidikan adalah kunci masa depan buah hati Anda. Pendidikan juga merupakan investasi terbaik yang bisa Anda berikan kepada si kecil.

Biaya pendidikan juga naik setiap tahun karena demand yang tinggi. Bagaimana tidak? Pendidikan sudah menjadi kebutuhan primer yang tak tergantikan dan tidak bisa ditunda. Meski uang pangkal sekolah naik 10 persen misalnya, sebagian orang tua tetap mau membayarnya. Sebagian orang tua lainnya akhirnya memilih sekolah lain yang lebih murah.

Kenaikan biaya pendidikan

Menurut survei yang dilakukan Bank HSBC, banyak orang tua rela melakukan berbagai pengorbanan demi membiayai pendidikan tinggi anaknya. Sebanyak 69 persen rela mengurangi atau menghentikan kegiatan senang-senang dan sebanyak 54 persen rela bekerja lembur atau mengambil pekerjaan sampingan.

 

Investasi untuk Dana Pendidikan

Menabung saja tidak cukup untuk menyiapkan dana pendidikan. Sebab kemampuan menabung kita akan kalah cepat dengan kenaikan biaya pendidikan. Orang tua sebaiknya menyiapkan dana pendidikan lewat instrumen investasi yang menghasilkan return agresif.

Namun sebelum menyiapkan dana pendidikan, riset dulu biaya sekolah yang harus dibayarkan untuk setiap periode. Anda bisa membanding-bandingkan beberapa sekolah untuk mendapatkan perkiraan yang lebih akurat. Setelah itu, hitung totalnya dan tambahkan inflasi sekitar 10 persen per tahun. Besar kan jumlahnya?

Saat menghitung perkiraan biaya pendidikan, Anda tentu juga memperkirakan jangka waktu untuk mengumpulkan dana tersebut. Nah jangka waktu itu juga menentukan instrumen keuangan apa yang bisa Anda gunakan.

Untuk jangka pendek, yakni kurang dari 2 tahun, Anda bisa menggunakan instrumen tabungan. Misalnya dua tahun lagi anak Anda masuk sekolah dasar, siapkan saja uang pangkal, uang gedung, hingga uang seragam lewat tabungan.

Investasi untuk dana pendidikan

Namun bila jangka waktunya lebih panjang, misalnya di atas 5 tahun, cari instrumen dengan return lebih tinggi seperti obligasi, emas, atau reksa dana campuran. Untuk jangka waktu di atas 10 tahun, Anda bisa memilih instrumen investasi seperti saham atau reksa dana untuk menyiapkan dana pendidikan.

 

Lantas Mulai Kapan?

Dana pendidikan perlu disiapkan siapa pun yang berencana memiliki anak. Lebih awal maka lebih baik. Bila Anda sudah menikah, tak perlu menunggu anak Anda lahir baru menyiapkan dana pendidikan. Siapkan bahkan sebelum si kecil lahir agar pendidikannya terjamin sejak dini.

Bagaimana bila anak sudah duduk di bangku SD tapi belum punya dana pendidikan? Tenang, Anda bisa mulai saat ini juga. Masih banyak jenjang sekolah yang harus ia lewati. Semakin tinggi jenjangnya, semakin besar biaya yang harus disiapkan.

Anda bisa menyiapkan dana pendidikan untuk pendidikan SMP, SMA, dan universitasnya. Tentukan instrumen investasi sesuai jangka waktunya. Anda juga bisa menceritakan rencana persiapan dana pendidikan kepada si kecil agar ia mengerti pentingnya perencanaan finansial.

Kirim Komentar/Reply Baru
Modal 100 USD Buka Akun Apa

1.broker mana yang aman terpercaya dan mudah dalam penarikan profit jika saya memiliki modal $100, dan account apa yang cocok, standar atau micro
2. bagaimana cara menentukan trend
3. bagaiman cara mengatur dan membaca indicator MA yaitu cara menentukan periode, level, dan visualisasinya, thanks

Syarif Batawi 9 Sep 2012

Reply:

Basir (09 Sep 2012 10:02)

Banyaknya broker atau Perusahaan pialang merupakan sebuah pilihan. Memilih broker adalah hak pedagang. Hal yang utama dalam memilih Broker adalah sesuaikanlah dengan kondisi keuangan yang dimiliki. Adanya  broker yang membatasi sistem trading, batasan minimal deposit, cara deposit dan penarikan dana serta kecepatan dan lamanya melakukan deposit dan  penarikan dana. Kecil atau besarnya spread harga yang ditawarkan. Regulated atau Unregulated, Sering terjadi Request saat Runing bergerak cepat. Adanya Swap atau Free Swap,  Ini semua  adalah bukti bahwa Tiap broker mempunyai kelebihan dan kekurangan masing masing.

Saran: Pilihlah broker yang mendekati dengan apa yang anda harapkan, Sesuaikan dengan Kondisi keuangan anda. Pilihlah broker yang Menawarkan free swap jika anda seorang muslim

  • Untuk broker yang cepat penarikannya anda bisa menggunakan exness.
  • Info broker lainnya silahkan anda kunjungi di halaman ini.
  • Untuk menentukan trend silahkan anda pelajari di sini
  • Untuk mempelajari MA silahkan  anda pelajari pada bagian ini

Thanks

M Singgih (04 May 2017 03:58)

@ Syarif Batawi:

1. Kalau dana sebesar USD 100 semua broker masih aman, tetapi kalau sudah diatas USD 5000 kami sarankan di broker yang sudah teregulasi oleh badan regulator yang kredibel agar dana Anda aman, yaitu yang teregulasi oleh CFTC, NFA, FCA, FSA, FINMA, MiFID, ASIC dan FMA.
Bisa masuk di account micro agar ketahanannya cukup besar.

2. Cara menentukan trend bisa dilakukan dengan menarik garis trend. Kalau garis trend membentuk sudut positif berarti menunjukkan pergerakan harga yang uptrend (bullish) dan jika membentuk sudut negatif berarti menunjukkan pergerakan harga yang downtrend (bearish).

Untuk uptrend hubungkan minimal 2 higher low (yang membentuk level low lebih tinggi dari low sebelumnya), dan untuk downtrend hubungkan minimal 2 lower high (yang membentuk level high lebih rendah dari high sebelumnya).



3. MA adalah rata-rata harga pada periode waktu tertentu. Kalau saat ini harga berada diatas MA maka trend akan cenderung bullish, dan sebaliknya jika harga berada dibawah MA maka trend akan cenderung bearish. Kalau harga berada pada sekitar nilai MA maka akan bergerak sideways (ranging).

Tidak ada aturan periode yang baku. Untuk time frame trading yang semakin tinggi biasanya digunakan periode yang semakin besar. Pada time frame daily biasanya digunakan sma periode 200 hingga 50, untuk time frame H1 biasanya periode 55 hingga 21.

Parameter level jarang digunakan, dan visualisasi maksudnya MA yang Anda setting mau ditampilkan pada time frame berapa, atau pada semua time frame, disitu ada pilihannya.

Febrian Surya 76
Jujun Kurniawan 168
Kredit  
Jujun Kurniawan 335