Metode Trading Dengan EMA 9 Dan EMA 18


SAM 23 Dec 2014 5786Dibaca Normal 3 Menit

Metode ini disebut 'floor trader's method' dan sering digunakan dalam trading harian dengan time frame 1 jam (1-hour) atau 4 jam (4-hour). Pada dasarnya metode ini mengikuti arah trend (trend following).



Metode ini disebut "floor trader's method"dan sering digunakan dalam trading harian dengan time frame 1 jam (1-hour) atau 4 jam (4-hour). Pada dasarnya metode ini mengikuti arah trend (trend following) dengan konsep :

  1. Pada keadaan trending, koreksi atau retracement akan selalu berulang.
  2. Menggunakan indikator exponential moving average (ema) untuk identifikasi arah trend, dan entry berdasarkan arah trend. Periode indikator ema yang digunakan adalah 9 dan 18.
  3. Menggunakan pengamatan formasi candlestick reversal sebagai sinyal untuk entry setelah terjadinya retracement atau koreksi. Formasi candle reversal semisal bullish atau bearish engulfing, atau doji.

Contoh setup untuk keadaan downtrend (sell setup) :

Metode Trading Dengan EMA 9 Dan EMA

Menentukan level entry sell:

  1. Tunggu hingga kurva indikator ema 9 memotong ema 18 dari atas ke bawah, yang adalah sinyal untuk keadaan downtrend.
  2. Tunggu hingga terjadi retracement atau koreksi, yaitu ketika harga bergerak naik dan menyentuh kurva indikator ema 9 atau kurva indikator keduanya.
  3. Amati formasi candle reversal, dan entry sell ketika harga berbalik arah (pull back) dan menembus level terendah bar sebelumnya.
  4. Level stop (stop loss) ditentukan antara 1 hingga 5 pip diatas level tertinggi bar saat retracement.

Contoh setup untuk keadaan uptrend (buy setup) :

Metode Trading Dengan EMA 9 Dan EMA
Menentukan level entry buy:

  1. Tunggu hingga kurva indikator ema 9 memotong ema 18 dari bawah keatas, yang adalah sinyal untuk keadaan uptrend.
  2. Tunggu hingga terjadi retracement atau koreksi, yaitu ketika harga bergerak turun dan menyentuh kurva indikator ema 9 atau kurva indikator keduanya.
  3. Amati formasi candle reversal, dan entry buy ketika harga berbalik arah (pull back) dan menembus level tertinggi bar sebelumnya.
  4. Level stop (stop loss) ditentukan antara 1 hingga 5 pip dibawah level terendah bar saat retracement.

Menentukan level exit:

  1. Dalam metode ini exit bisa ditentukan dengan berbagai cara, antara lain dengan memindahkan level stop ke level break even (level impas), menggunakan trailing stop, mengatur risk/reward ratio sebesar 1:2 atau 1:3, dengan menggunakan level Fibonacci retracement atau expansion, atau ditentukan pada level support atau resistance penting yang terdekat.

 

Kelebihan Dan Kekurangan

Kelebihan metode ini adalah mudah diterapkan, dan kemungkinan untuk berhasil cukup tinggi jika entry pada saat yang tepat, yaitu pada kesempatan pertama setelah cross kedua kurva ema. Selain itu semakin tinggi time frame trading akan semakin akurat.

Kekurangan

  1. Jika ternyata trend lemah maka pergerakan harga akan cenderung sideways (ranging) dan akan menimbulkan banyak kesalahan sinyal (false signals)
  2. Jika trend terlalu kuat kadang retracement tidak pernah menyentuh kurva indikator ema, dan kita akan kehilangan momentum entry meski harga telah bergerak sesuai dengan arah trend.
  3. Semakin jauh retracement dari titik cross kedua kurva ema, semakin tidak akurat sinyal trading yang dihasilkan. Pada contoh diatas, A lebih akurat dibandingkan B, dan B lebih akurat dibandingkan C.

Meski demikian, "floor trader's method" ini masih sering digunakan baik untuk trading jangka pendek maupun jangka menengah. Sedangkan apabila Anda ingin mencoba menggunakan ema untuk trading jangka pendek, strategi EMA 20 di time frame 15 menit bisa menjadi solusi.

Advertisement


Forum

Jacob (28 Jan 2016)

Mohon bantuannya,bagaimana supaya po buy stop dan sell limit bisa tereksekusi secara bersamaan,misalnya di titik 1.09050, sudah saya coba menambah dan mengurangi spread tetap saja tidak berhasil. Saya pakai broker fbs dengan fix spread EURUSD 30 pips.

Selengkapnya...

Advertisement

Kirim Komentar/Reply Baru

Reply Pembaca : 8    

Jeni
11 JUN 2015
Bang kalo yang kelemahan nomer 2 bisakah diambil open setelah satu candle H4 selesai terbentuk? Atau misal kita open dengan memecah periode H4 jadi H1, jadi kita bisa open di saat close H1? Walau memang ada kemungkinan close H1 tersebut dibawah broken high? Untuk kekurangan ke 3 apakah bisa kita tambahin strategi switching sebagai antisipasi ketidakakuratan sinyal?
M Singgih
1 JUL 2015
@Jeni:
- Diambil open setelah satu candle H4 selesai terbentuk: bisa saja asal sesuai dengan ketentuannya, yaitu candle harus menyentuh kurva moving average untuk mengambil momentum penerusan trend.

- Open dengan memecah periode H4 jadi H1 : bisa saja asal kondisi pasarnya sama-sama trending.
Sebaiknya dalam hal ini Anda konsisten pada time frame, sebab kondisi pasar di H4 belum tentu sama dengan yang di H1.

- Bagaimana strategi switching yang Anda maksud? karena dalam hal ini kita hanya akan buy jika uptrend dan sell jika downtrend.
Gian Sanusi
13 SEP 2015
kenapa metode trading harian ini disebut floor trader method?
M Singgih
17 MAR 2016
@Gian Sanusi:
Karena dulunya metode ini sering digunakan oleh floor trader forex, yaitu ketika masih belum ada trading online, dan untuk order buy atau sell harus telepon ke dealing desk.
Rudi Sdw
13 NOV 2015
Maaf klo boleh tau berapa tepat nya tf yg direkomendasikan ntuk metode trading ni? Memang semakin tinggi tf semakin baik. Tp seberapa tinggi tf itu? h4, d1, atau sampai w1? trims.
M Singgih
17 MAR 2016
@Rudi Sdw
Direkomendasikan pada time frame daily, H4 (4 jam) dan H1 (1 jam).
Priyadi
20 NOV 2015
bagaimana cara mengetahui trend akan kuat atau tidak? karena katanya kalau trend lemah maka harga akan sideways dan banyak salah sinyal. apa dengan melihat trend di chart saja sudah cukup? atau kita harus menggabungkan dengan analisa fundamental
M Singgih
17 MAR 2016
@Priyadi: Kekuatan trend bisa dilihat dari indikator MACD dan ADX. Trend akan melemah jika kurva indikator MACD dan kurva sinyal mulai berimpit, dan garis histogram indikator ADX berada dibawah level 25.

Sebaliknya trend akan kuat jika jarak antara kurva MACD dan sinyal makin lebar, dan garis histogram indikator ADX berada diatas level 25. Berikut contoh pada EUR/USD daily:


Mengenai faktor fundamental, jika Anda trading pada time frame H1 (1 jam) atau H4 (4 jam) cukup hindari saat-saat rilis data berdampak tinggi atau peristiwa berdampak tinggi. Namun jika trading pada time frame daily analisa fundamental jangka panjang perlu dipertimbangkan.
Kirim Komentar/Reply Baru
5 Cara Trading Bitcoin Dengan MACD
5 Cara Trading Bitcoin Dengan MACD
Cahyaning   30 Jul 2021   9  
Tips Pintar Menggunakan Indikator Momentum
Tips Pintar Menggunakan Indikator Momentum
Nandini   30 Jun 2021   104  
3 Tips Trading Dengan Indikator RSI
3 Tips Trading Dengan Indikator RSI
SAM   3 Jun 2020   20948  
Indikator Yang Sering Digunakan Trader
Indikator Yang Sering Digunakan Trader
SAM   3 Jun 2020   15066  
Cara Membaca Indikator Stochastic Menurut 3 Macam Fungsinya
Cara Membaca Indikator Stochastic Menurut 3 Macam Fungsinya
Wiji Purnama   24 Aug 2017   65064  
Cara Membaca Indikator MACD Berdasarkan 4 Macam Fungsinya
Cara Membaca Indikator MACD Berdasarkan 4 Macam Fungsinya
Wiji Purnama   19 May 2017   38614