Michael Steinhardt: Trader Sukses Yang Berhenti Di Puncak Kesuksesan

Febrian Surya 15 Jun 2020 531

Sebagai trader sukses yang pernah meraih hasil fantastis dalam investasinya, Michael Steinhardt tak dibutakan oleh keberhasilannya. Ia masih menjadi figur sukses meski pamornya tak se-fenomenal George Soros dkk.

Michael Steinhardt adalah salah seorang investor dan trader sukses asal Amerika Serikat, yang memiliki total kekayaan bersih mencapai $1.1 miliar pada 2018. Sejak sekitar 30 tahun yang lalu, Michael Steinhardt mencuat sebagai salah satu trader terhebat di dunia berkat kesuksesannya menorehkan rata-rata return sebesar 24.5% per tahun dari 1967 hingga 1995. Jumlah itu bahkan dihitung setelah Michael Steinhardt mengambil keuntungan sebesar 20%.

Kisah sukses Michael Steinhardt

Dengan kata lain, investasi sebesar $10,000 yang dikelola oleh perusahaan hedge fund Stenhardt pada tahun 1967 akan bernilai $4.8 juta ketika perusahaan tersebut ditutup pada 1995. Hal ini tentu saja merupakan sebuah kinerja yang luar biasa, sehingga tak heran jika namanya masuk ke dalam daftar The Forbes 400 pada 1993. Total kekayaan bersihnya kala itu mencapai lebih dari $300 juta.

 

Pernah Diduga Melakukan Manipulasi

Meski bergelimang kesuksesan, Steinhardt nyatanya pernah memiliki catatan hitam di sepanjang karir tradingnya. Ia pernah dicurigai mencoba melakukan manipulasi pasar obligasi jangka pendek pada tahun 1990-an bersama Soros, Robertson, dan Bruce Kovner.

Hal ini membuat Michael Steinhardt secara pribadi harus membayar sebesar 75% dari total denda $70 juta. Langkah ini diambil sebagai penyelesaian atas investigasi yang dilakukan oleh Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC). Kala itu, perusahaan hedge fund Michael Steinhardt, Steinhardt Partners, menghasilkan keuntungan $600 juta dari transaksi obligasi yang diperkarakan.

 

Memutuskan Pensiun Di Saat Yang Tidak Tepat

Pada 1994, ia kehilangan 1/3 dari nilai dana yang dikelolanya akibat krisis pasar obligasi. Setahun kemudian, ia mulai memikirkan sebuah pekerjaan yang bisa memberikan dampak kepada orang lain, bukan hanya membuat orang kaya menjadi lebih kaya.

"Saya pikir pasti ada sesuatu yang lebih berbudi luhur, lebih menarik untuk dilakukan dalam kehidupan seseorang daripada membuat orang kaya lebih kaya... Tidak ada dosa membuat orang kaya lebih kaya, tapi itu bukan hal yang membuatmu langsung naik ke surga," ungkap Michael Steinhardt.

Keputusannya itu cukup disayangkan, mengingat industri hedge fund yang ia bantu kembangkan justru mulai menjadi "mesin pencetak uang terbesar" ketika ia menutup Steinhardt Partners. Andaikan ia tidak mengambil langkah tersebut, Michael Steinhardt kemungkinan bisa disejajarkan dengan sosok George Soros dan Steve Cohen yang saat ini masing-masing memiliki nilai kekayaan sebesar $20 miliar dan $9.4 miliar.

 

Kembali Berkiprah Sebagai Trader

Michael Steinhardt pada akhirnya belum bisa meninggalkan manisnya kesuksesan saat masih mengelola dana investasi lewat Steinhardt Partners. Ia memilih kembali bekerja di WisdomTree Investment sebagai Chairman pada 2004. Perusahaan tersebut berfokus pada investasi di aset-aset ETF.

Tiga tahun berselang, terjadi krisis finansial 2007-2008 yang membuat pertumbuhan WisdomTree mengalami stagnasi karena pasar saham terpuruk. Salah satu korban dari keganasan krisis finansial 2007-2008 adalah bangkrutnya bank investasi terbesar keempat di Amerika Serikat, Lehman Brothers.

Untungnya, Steinhardt dan perusahaan hedge fund-nya berhasil melalui masa sulit krisis finansial. Pada 2018, dana yang dikelola oleh WisdomTree Investment mencapai $42.2 miliar. Setelah menjabat selama 15 tahun sebagai chairman, Michael Steinhardt memilih untuk mengundurkan diri dan fokus di proyek amal yang dikembangkan melalui Steinhardt School of Culture, Jewish Philantrophy, Education and Human Development di New York University, dll.

Pelajaran Dari Kisah Michael Steinhardt

Berikut adalah beberapa wejangan dari Michael Stainhardt yang bisa kamu jadikan sebagai inspirasi:

 

Selain pelajaran berharga dari tokoh mancanegara seperti Michael Steinhardt, inspirasi menjadi trader dan investor sukses juga bisa datang dari figur lokal, lho! Siapakah ia? Temukan jawabannya di Profil Trader Sukses Indonesia: Desmon Wira.

Kirim Komentar/Reply Baru

Reply Pembaca : 1    

Amberlyn 16 JUN 2020

Di tahun 2008, ia dilantik menjadi Hall of Fame Manajer Investasi Hedge Fund Institusional bersama orang2 sukses lainnya seperti Alfred Jones, Bruce Kovner, David Swensen, George Soros, Jack Nash, James Simons, Julian Roberston, Kenneth Griffin, Leon Levy, Louis Bacon, Paul Tudor Jones, Seth Klarman dan Steven A. Cohen

reply
Jarak entry poin dengan support resistance
Apabila entry poin, sebaiknya di letakkan pada jarak berapa pip dengan support saat open buy limit.
Dan di letakkan pada resistance dengan jarak berapa pip apabila open sell limit.

Hasim Harianto 18 Dec 2017

Reply:

M Singgih (20 Dec 2017 01:18)

@ Hasim Harianto:

Sebenarnya resistance dan support berupa area, tetapi dalam analisa sering ditampilkan sebagai sebuah level tertentu untuk menyederhanakan agar tidak tampak ribet.
Contohnya pada XAU/USD H1 berikut ini:



Cara menentukan area tersebut adalah berdasarkan 2 level resistance atau support yang dominan. Nah, semakin rendah time frame, jumlah pip pada area tersebut akan semakin sedikit, atau areanya semakin sempit.

Untuk pending order buy limit tentukan pada level terendah dalam area support, dan untuk sell limit tentukan ordernya pada level tertinggi dalam area resistance.

Kiat Bisnis Online Saat New Normal
Wahyudi 63
Fintech