Mitos Dan Fakta Strategi Hedging

Nandini 12 Nov 2020 110

Ada banyak sekali mitos dan fakta mengenai penggunaan strategi Hedging dalam trading. Lantas, bagaimana kondisi sebenarnya? Simak ulasan berikut ini.

Pernahkah Anda trading dengan strategi Hedging? Istilah ini tentunya sudah tidak asing lagi di telinga trader. Nah, sebenarnya apa itu Hedging?

Hedging adalah sebuah strategi membatasi atau melindungi dana dari fluktuasi nilai tukar mata uang yang merugikan. Dengan kata lain, Hedging bertujuan untuk meminimalisir risiko loss. Melalui strategi ini, trader dapat melindungi dana atau modal mereka dari kerugian meskipun sedang melakukan transaksi.

Strategi Hedging

Nah agar tujuan trading dapat tercapai, ada beberapa faktor penunjang yang perlu diperhatikan, antara lain:

 

1. Situasi Pemicu Hedging

Situasi ini dibedakan menjadi dua, yaitu penggunaan Hedging oleh trader pemula dan trader yang sudah profesional. Banyak yang mengira bahwa teknik Hedging biasa digunakan untuk level lanjutan. Namun pada kenyataannya, trader pemula pun turut mencoba.

Bagi mereka, strategi Hedging kerap dilakukan secara implusif karena penasaran kenapa order tak kunjung menghasilkan profit, sehingga mereka akan membuka posisi baru yang berlawanan dengan order pertama. Seringnya, mereka bertindak gegabah dan emosi tanpa melakukan analisa volatilitas harga terlebih dahulu. Alhasil, tak sedikit pula yang terjebak dalam posisi Hedging yang sudah terkunci. Kalau sudah begini, mereka akan bingung memutuskan posisi trading dan seringkali close posisi tanpa dasar yang logis.

Volatilitas Pasar(Baca Juga: Kiat Sukses Trading Dengan Volatilitas)

Sebaliknya bagi para trader profesional, mereka biasa mengimplementasikan teknik Hedging dalam Trading Plan. Mereka sudah mengantisipasi dan mempertimbangkan akan melakukan Hedging di berapa pair, langsung mengaplikasikan atau tidak, serta berapa perhitungan lot, Stop Loss, atau Take Profitnya untuk masing-masing order.

Untuk lebih jelasnya, berikut perbedaan implentasi strategi Hedging terencana dan tidak terencana.

 

Strategi Hedging Terencana

Saat ini Anda melakukan open sell dan buy dengan lot yang sama untuk trading pair EUR/USD pada level 1.20000. Esoknya, ternyata harga turun menjadi 1.19500. Pada indikator Oscillator pun, harga sudah berada di level Oversold dan ada beberapa tanda bullish reversal dari pembacaan Price Action.

Strategi Price Action(Baca Juga: 4 Trik Trading Dengan Price Action Paling Ampuh)

Nah, untuk mengamankan posisi sell, Anda bisa menutupnya dan membiarkan posisi buy saat ada peluang kenaikan dari bullish reversal. Saat harga sudah naik ke level 1.19530, Anda sudah mendapatkan profit. Memang di posisi buy Anda rugi 70 points atau 7 pips, tetapi order sell Anda sudah profit 500 points atau 50 pips.

Dalam keadaan seperti di atas, ada tiga kemungkinan skenario Hedging yang bisa dilakukan:

 

Strategi Hedging Tidak Terencana

Saat mengalami posisi seperti kasus di atas, ketika harga turun, trader merasa bingung dan panik karena tidak melihat analisa Price Action-nya. Kemudian, harga pun naik ke level 1.19530. Karena tidak ada rencana dan analisa yang baik, maka Anda pun mengalami Loss.

Skenarionya seperti ini:

Spread Trading(Baca Juga: Mengenal Spread Dalam Trading Forex)

 

2. Pemahaman Strategi Hedging

Selain memiliki perencanaan Hedging, Anda juga perlu pemahaman mendalam mengenai strategi Hedging agar tidak meleset dan rugi dua kali. Aturan strategi Hedging memang tidak semudah dan sederhana yang dibayangkan karena harus ada perhitungan entry, lot, Stop Loss, dan Take Profit-nya. Sederhananya, skema Hedging seperti gambar di bawah ini:

Skema Hedging

 

3. Pengetahuan Risiko Hedging

Sebelum Anda mengupayakan profit lebih dari strategi Hedging, Anda perlu memahami dulu risiko-risikonya. Kenapa begitu? Hedging itu membuka 2 posisi yang berlawanan di satu waktu agar berakhir impas, kecuali jika Anda menggunakan lot yang berbeda. Sebenarnya, banyak pihak trader yang menganggap strategi ini lebih berisiko karena Anda kena spread 2 kali.

 

4. Jenis Strategi Hedging

Selain mengetahui seluk-beluk dan risiko Hedging, Anda juga perlu tahu jenis-jenis Hedging yang bisa digunakan, seperti Hedging satu pair serta memahami korelasi pair. Pemilihan jenis Hedging ini sangat penting dan perlu disesuaikan dengan kemampuan Anda agar mendapatkan profit maksimal.

Cara Memilih Pair

 

5. Dukungan Broker

Untuk mendapatkan profit lebih, trader juga memerlukan dukungan dari broker. Percuma saja Anda mengaplikasikan strategi Hedging yang mumpuni, tetapi broker Anda melarangnya. Oleh karena itu, sebelum bertrading, pahami dahulu beberapa hal berikut ini dari broker Anda:

Broker Forex Eksekusi Cepat(Baca Juga: Cara Mengenali Top Broker Forex Menurut Eksekusi Order)

 

Mitos Dan Fakta Strategi Hedging

Dari ulasan di atas, bisa disimpulkan bahwa kesuksesan Hedging bisa dianggap sebagai mitos dan fakta. Hedging bisa menjadi mitos apabila:

Sedangkan kesuksesan Hedging bisa menjadi kenyataan alias fakta apabila:

Kirim Komentar/Reply Baru
Apakah Formasi Candlestick Bisa Diaplikasikan Di Semua Timeframe?

Apa semua jenis-jenis formasi candlestick dan hubungannya dengan pergerakan harga dapat diaplikasikan pada semua time frame?

Monika 7 Nov 2014

Reply:

Basir (07 Nov 2014 13:32)

Bisa, hanya saja tingkat keakuratannya bisa berbeda beda. pada Umumnya sebagain besar trader menggunakan di H1-D1.

Namun demikian yang perlu di perhatikan time server dari tiap broker bisa berbeda. Hal ini bisa disebut wajar, karena pembukaan dan penutupan tiap broker berbeda. Seperti halnya perbedaan waktu Indonesia dengan negara tetangga.

Anda bisa melakukan pengamatan dengan beberapa broker, dengan TF yang sama namun dengan time server yang berbeda.

Thanks.

Mengupas Korelasi Harga Emas Dan Dolar AS
Nandini 124
Emas  
Cara Trading Dengan Hedging 100 Persen
Nandini 145
Artikel