Momentum

Tips Pintar Menggunakan Indikator Momentum
Nandini     30 Jun 2021
Bagi kebanyakan trader, penggunaan indikator teknikal dipercaya mampu meningkatkan akurasi sinyal trading. Salah satu indikator yang bisa ditambahkan adalah indikator momentum. Bagaimana cara aplikasinya?
Analisa US OIL (WTI): Peluang Dalam Indikasi Hilangnya Momentum Beli
Ardi99     5 Dec 2017
Pergerakan naik harga US OIL semakin kehilangan momentumnya, dengan terbentuknya Divergence pada volume.
Memanfaatkan Momentum Retracement Pada GBP/USD
Dwi Winarno     19 Aug 2016
Pergerakan GBP/USD pada minggu ini didukung beberapa rilis data fundamental, pair ini telah mencapai level retracement nya. Lalu apakah membuka posisi long pada pair ini sudah terlambat?
Forum

Kumpulan Forum @inbizia #momentum

Cah Meller   18 Oct 2012

master,apa yg dimaksud pair bullish dgn momentem bearish

basir   18 Oct 2012

Kalau melihat arti dari Momentum sendiri adalam Kesempatan/ saat yang tepat. bagi trade Fundamental maka moment yang tepat bagi dia adalah saat ada berita berita yang dirilis.

kalau kita melihat MT4, maka disana kita akan menemukan indikator Indeks percepatan perubahan harga (Momentum)

Indeks percepatan perubahan harga (Momentum) adalah indikator analisis teknis yang mencerminkan tren dan memperkirakan tingkat perubahan harga berdasarkan pada perbandingan antara nilai sekarang dan masa lalu.

Indikator mewakili garis berosilasi sekitar 100, masing-masing nilai baru ditentukan berdasarkan pada nilai-nilai harga saat ini dan nilai-nilai beberapa periode lalu (biasanya lag dari 10-14 periode). Sebagai osilator, tingkat indeks perubahan harga harus digunakan dalam hubungannya dengan analisis umum tren saat ini.

Perilaku indikator mencerminkan kepentingan pada kasus berikut:

  • Persimpangan dengan sumbu x (100). Secara umum, jika indikator naik di atas 100 dalam tren yang meningkat dianggap sinyal bullish. Jika indikator turun di bawah 100, sinyal dianggap bearish.
  • Jalan keluar dari berlakunya rentang ayun. Kasus pencapaian indikator nilai sangat tinggi atau sangat rendah mengkonfirmasi kekuatan dari tren. Namun, mereka mungkin juga tanda-tanda aset overbought atau oversold.
  • Perbedaan indikator dan dinamika harga. Jika harga mencapai tinggi baru, namun indikator cenderung turun, itu bisa berarti melemahnya tren. Di sisi lain, penurunan harga untuk minimal lain, tidak dikonfirmasi oleh dinamika indikator mungkin merupakan tanda perubahan akan segera terjadi dalam tren menurun.

 
width=573  


Рenghitungan

Indeks percepatan perubahan harga = (Harga penutupan terkini / Penutupan beberapa periode sebelumnya) x 100

silahkan di set indikator ini pada MT4 anda. untuk mengetahui moment  moment tersebut



Thanks

kiki r   18 Oct 2019

@Cah Meller: Yang dimaksud kalimat di atas lebih tepat diartikan sebagai pergerakan uptrend yang sedang koreksi. Dalam gelombang naik, impulse adalah pergerakan harga yang bergerak naik sedangkan koreksi adalah pergerakan turunnya (berlawanan trend). Dengan demikian, momentum turun hendaknya dipahami sebagai turun terbatas (retrace) bukan sebagai pembalikan trend (reversal trend).

Terima Kasih

Reply > Lihat[2]
Komentar

Kumpulan Komentar @inbizia #momentum

  Zul Prawoto   |   16 Oct 2013   |   Artikel
MACD memang sebenarnya hanya merupakan selisih dari ema 12 dan ema 26 yang area dan garis sinyalnya juga bisa dipakai untuk menandakan tren dan juga level kondisi overbought maupun oversold. Tapi dengan adanya OSMA sebagai oscillatornya MACD hasil yang diperoleh memang menitikberatkan pada momentum tren itu sendiri, sehingga jika mengukur kekuatan tren memang akan leih membantu jika yang digunakan adalah histogram.
  Om Suryo   |   17 Oct 2013   |   Artikel
Zul. Tp bukanx di macd sndr sdh bs diukur momentumx? kn sdh jls keliatan klo yg dtandai sbg no.1 bs diartikan jg sbg overbought, sdngkn yg no.2 bs dijadiin sbg oversold jg. Emng osma lbh nmpak bs ngikutin prgrkn hrg drpd macd sndr, trus klo bnr2 bs dgabungin kyk yg diliatin dicnth gmbr plng bwh apa brarti osma ttp yg paling dpetimbangin mskipun ada prbdaan sm macdx?
  Narendra P.   |   17 Feb 2014   |   Artikel
To Erico: Kalau fungsi utama oscillator bukan untuk mengamati konvergen dan divergen, tapi untuk mengenali momentum, lalu seperti apa cara pengaplikasian dan pengamatannya? terus konvergen dan divergen ini bisa diterapkan untuk apa kalau momentum sudah dapat dilihat dari fungsi utama indikator oscillator?
  Jessy   |   22 Jan 2015   |   Artikel
kog aneh yaa..menurut aku sih..pengertian konvergen gak begitu deh..konvergen itu bisa diartikan ngumpul..so..artinya antara indikator dengan harga bergerak ke arah yang sama.. nah gtu..sedang divergen dah persis kayak yang dijelasin ama master yang nulis artikel.. Manfaatnya biasanya sih kalo divergen untuk tentuin momentum emang bener..nah kalo konvergen cenderung untuk moment nunggu... ato kalo berani spekulasi dapat dipakai untuk open juga..selanjutnya silakan cocokkan dengan pengalaman pribadi masing masing yaa..makcihhh
  Agen_forex   |   16 Jun 2017   |   Artikel
Pivot SnR merupakan cara "instan" sebagai RnR kita. Tips nya sederhana menurut saya memperkirakan RnR dengan bantuan Pivot tuk kondisi market "normal" :

a. Jika market Low Liquidity maka target TP kita lebih rasional pada Pivot Point. Tanda Low Liquidity banyak terbentuk candle kecil-kecil (10-20 pips di H4 pada USDJPY), harga seperti sideway. Market jenis ini biasanya karena hari libur atau tidak ada berita fundamental berdampak tinggi. Biasanya harga bergerak kurang dari 50 pips.

b. Jika market Medium Liquidity maka target TP kita lebih rasional pada SnR 1. Tanda Medium Liquidity banya terbentuk candle medium (20-30 pips di H4 pada USDJPY), harga melaju konstan. Market jenis ini biasanya karena adanya rumor-rumor tertentu atau persiapan menyambut Berita High Impact 1-2 hari sebelumnya. Biasanya harga bergerak 75-100 pips.

c. Jika market High Liquidity maka target TP kita lebih rasional pada SnR 1-2. Tanda High Liquidity terbentuk beberapa candle medium (30-40 pips) lalu disertai 1 candle long (40-50 pips di H4 pada USDJPY), harga melaju cepat tapi biasanya koreksinya konstan. Market jenis ini biasanya karena berita fundamental berdampak tinggi release misal PMI, Unemployment Claim. Biasanya harga bergerak 150-200 pips.

d. Jika market High Momentum Liquidity maka target TP kita lebih rasional pada SnR 2-3. Tanda High Momentum Liquidity tiba-tiba terbentuk candle 1 long (>75 pips di H4 pada USDJPY), harga melaju sangat cepat. Waspadai reversal tiba2 !!! Market jenis ini biasanya karena berita berdampak tinggi tertentu direlease seperti NFP dan TFR. Bisa juga karena beberapa isu krusial tak terduga. Bahkan bisa jadi harga bergerak sangat panjang misal 300-400 pips.
  Kurniawan   |   9 May 2020   |   Artikel
Hai admin, saya adalah newbie yang masih belajar teori dasar forex dan ada yang ingin saya tanyakan dibagian pelajaran tentang MACD ini;
  • Nilai default parameter MACD yakni slow EMA=26, fast EMA=12 dan SMA=9, apakah setingan nilai parameter tersebut bisa digunakan di semua timeframe ketika trading ?

  • Ataukah jika memakai timeframe tertentu maka ada nilai parameter tertentu pula agar indikatornya lebih akurat?

  • Dikatakan indikator ini bisa digunakan untuk melihat kapan sinyal untuk buy-sell lewat adanya momentum oversold & overbought. Lalu apakah sinyal dari indikator MACD sudah cukup untuk bisa digunakan ataukah ada indikator lain yang juga bisa digunakan untuk memperkuat konfirmasi sinyal buy-sell tersebut ? jika ada, lalu indkator apakah yang bisa digunakan untuk memperkuat sinyal konfirmasi dari MACD?

  • Saya sudah instal aplikasi MetaTrader 4 dari broker FBS dan baru melihat apa aja yang ada di dalam aplikasi tersebut karena saya juga belum mengerti caranya untuk trading. Namun ketika mencoba memunculkan indikator MACD, koq tidak nampak indikator MACD + OSMA seperti di atas ya? Bagaimana cara memunculkannya? Karena yang ada hanya indikator MACD berupa garis signal + histogram MACD
Memanfaatkan Momentum Pergerakan Besar EURO Bulan Agustus Dan September
Dwi Winarno     11 Aug 2016
Apakah trend bullish masih berlangsung untuk major? Trend bullish masih sangat mungkin terjadi untuk major, namun momentum terbesar dapat terlihat pada pair EUR/USD.
#euro  
Divergence Trading: Lebih Akurat Kenali Momentum
SAM     2 Aug 2011
Pada dasarnya, divergence trading adalah trading menggunakan patokan perbedaan antara pergerakan harga dengan pergerakan indikator oscillator.
Apa Itu Trading Dengan Momentum?
Linlindua     27 Oct 2020
Menguasai cara trading dengan trend tak akan ada gunanya jika Anda tak paham momentum. Apa itu momentum dan bagaimana cara membacanya?
Kirim Komentar Baru
Info Karir
Kontak Kami
Tentang Kami
Peraturan
Terms Of Use
Privacy Policy
Arsip