MRG Mega Berjangka Lakukan Penyesuaian Jam Operasional

Melati 13 Apr 2021 149
Dibaca Normal 2 Menit

Meskipun pandemi Corona belum selesai, broker MRG Berjangka tetap berkomitmen untuk melayani klien mereka secara profesional dengan melakukan beberapa perubahan kegiatan operasional.



Guna menekan angka penyebaran virus serta menghindari aktivitas kontak fisik, broker MRG Mega Berjangka memutuskan untuk memperpanjang pemberlakuan Work From Home (WFH) pada beberapa pegawai mereka selama bulan April 2021.

berita mrg mega berjangka

 

MRG Mega Berjangka Pastikan Pelayanan Tetap Berjalan

Hampir semua sektor bisnis finansial turut terdampak pandemi Corona, sehingga memaksa para karyawan untuk bekerja dari rumah. Kendati begitu, wabah tersebut tidak menghentikan pelayanan broker dengan 3 tipe akun tersebut. Meskipun beberapa karyawan harus bekerja dari rumah, MRG Mega Berjangka tetap siap memenuhi kewajiban mereka.

Berikut beberapa perubahan yang ditetapkan broker selama satu bulan ke depan:

  1. Kegiatan jam kerja karyawan/karyawati dimulai pukul 08:00 WIB - 17:00 WIB.
  2. Proses pembukaan rekening klien dilakukan pada hari yang sama (T+0). Apabila diterima sebelum atau setelah pukul 17:00 WIB, maka proses pembukaan rekening dilakukan pada hari berikutnya (T+1).
  3. Wakil pialang melakukan konfirmasi kepada klien menggunakan nomor telepon: 0821-1951-2372.
  4. Proses top up dan withdrawal tetap berjalan seperti biasa.
  5. Klien hanya dapat menghubungi customer care melalui WhatsApp (only chat) di nomor 0882-9683-0140.

Menyangkut proses pengaduan, klien dapat menghubungi nomor telepon: 021-7278-1710 (hunting) atau mengirimkan e-mail ke customer care MRG Mega Berjangka. Klien juga bisa langsung mengadu ke website sistem pengaduan online BAPPEBTI.

Informasi di atas berlaku sebulan penuh mulai tanggal 1 April 2021 hingga 30 April 2021. Jika muncul perubahan mengenai perkembangan perihal pandemi COVID-19, MRG Berjangka akan menginformasikannya kembali.



Forum

Newbie (12 Jun 2012)

Salam master, bagaimana cara mengetahui pergerakan range harian pada pair yang di perdagangkan biar tau support, pivot dan resisten. Terima kasih

Selengkapnya...


Kirim Komentar/Reply Baru
Live Trading NFP Bareng Finex
Live Trading NFP Bareng Finex
Melati   4 May 2021   235  
Rekomendasi Setting Untuk Scalping XAUUSD

Mohon saran/rekomendasi setting MA atau indikator lain yang bisa sy gunakan untuk scalpingan XAUUSD dgn minimum profit 0.6 point, krna broker yg saya gunakan mengcharge comission sbsar 0.5 point. Dan di TF brapa aja yg bisa saya pakai buat TF eksekusi dan minim fakenya??

Trims master

Eko 28 Aug 2015

Reply:

M Singgih (31 Aug 2015 04:49)

@ Eko:
Wah, profitnya kok kecil, Anda bisa perbesar lagi, jangan terlalu khawatir… Umumnya pergerakan XAU/USD lebih agresif dari forex, jadi kalau posisi Anda benar profitnya (dalam pip) bisa lebih besar dari forex.
Untuk indikator yang digunakan:
1. exponential moving average (ema) 55 dan ema 21 : khusus untuk melihat arah trend pada time frame 1 jam (H1).
2. MACD dan OSMA : untuk time frame 15 menit (M15) dimana Anda akan entry dan exit.

                 



Cara trading:
a. Lihat pada tf H1: jika harga bergerak dibawah kurva ema-55 dan ema-21 maka sell, dan jika diatas ema-55 dan ema-21 maka buy. Pada chart H1 diatas (tgl 25 dan 26 Agustus 2015) harga bergerak dibawah ema-55 dan ema-21, maka Anda akan open sell. Untuk entry lihat pada time frame 15 menit (M15) dengan indikator MACD dan OSMA.
b. Entry sell jika kurva MACD memotong kurva sinyal (warna merah) dari arah atas, dan garis histogram OSMA bergerak dibawah level 0.00. Exit bisa ketika kurva MACD memotong kurva sinyal dari arah bawah, atau sesuai dengan risk/reward ratio yang telah Anda tentukan.
Untuk penjelasan lebih lanjut bisa baca: Scalping Dengan MA Dan MACD
Selamat mencoba, semoga sukses…


Bima Sakti (16 Sep 2019 11:11)

Master @m singgih ketika trading pakai teknik scalping berapa indikator yg idealnya kita tampilkan untuk memperkirakan buy atau sell? Saya udah pakai 5 indikator tapi kadang loss juga kalau analisa fundamentalnya lemah/tidak ada berita XAU/USD yg mempengaruhi trend. Tapi kalau ada berita fundamental yg kuat maka dengan beberapa indikator itu bisa profit, masalahnya metode scalping itu untuk harian, sedangkan berita fundamental yg kuat itu gak setiap hari ada. Masalah kedua master, lot yg besar sangat diperlukan untuk teknik scalping ini, tapi satu sisi lagi resiko loss kalau menggunakan lot yg besar juga sangat besar, apakah lebih baik bermain aman saja dengan lot yg kecil? Terima kasih jawabannya master

M Singgih (17 Sep 2019 03:26)

@ Bima Sakti:

- ketika trading pakai teknik scalping berapa indikator yg idealnya kita tampilkan untuk memperkirakan buy atau sell?

Tidak ada patokan yang baku. Minimal 2 indikator, yaitu indikator trend dan indikator momentum. Indikator trend untuk mengetahui arah pergerakan harga, sementara indikator momentum digunakan untuk mencari saat yang tepat untuk entry.
Indikator trend bisa moving average, parabolic SAR, ADX, MACD, dan Bollinger Bands. Indikator momentum bisa dengan indikator oscillator, biasanya RSI, stochastic atau CCI.

Dari pengalaman para trader, indikator trend bisa berupa kombinasi dari 2 atau lebih indikator, misalnya moving average, parabolic SAR dan Bollinger Bands, atau moving average, Bollinger Bands, dan ADX, dsb. Tetapi untuk indikator oscillator sebaiknya satu saja, misalnya RSI atau stochastic.

Mengenai berita fundamental yang Anda maksudkan yaitu rilis data fundamental berdampak tinggi, sebaiknya Anda menghindari entry menjelang atau pada saat rilis data, karena arah pergerakan harga akan sangat ditentukan oleh hasil rilis data, yang bisa saja tidak sesuai dengan penunjukan indikator teknikal. Entry setelah arah pergerakan harga jelas, atau volatilitas pasar kembali normal.

Untuk scalping memang tidak mengandalkan data fundamental. Biasanya scalper hanya mengacu pada analisa sentimen dan teknikal, yaitu price action dan penunjukan indikator teknikal. Hal ini karena scalping adalah hit and run dalam waktu singkat, bukan seperti trading jangka menengah panjang yang perlu mengetahui faktor fundamental.

Dalam scalping, yang biasa dilakukan trader adalah begitu profit langsung keluar, terus masuk lagi. Demikian juga begitu loss, langsung cut loss, terus masuk lagi. Tetapi ada juga scalping yang pakai stop loss (SL) dan target profit (TP), jadi menunggu sampai SL atau TP-nya kena.


- … lot yg besar sangat diperlukan untuk teknik scalping ini,

Dalam hal ini tergantung dari modal, semakin besar modal tentunya bisa trading dengan ukuran lot yang semakin besar. Tetapi kalau Anda scalping dengan menggunakan stop loss (SL) dan target profit (TP), sebaiknya atur risiko dan risk/reward ratio dengan menerapkan money management.
Baca juga: Belajar Memahami Money Management

Trading tanpa SL berarti tidak membatasi risiko, atau Anda mempertaruhkan semua modal Anda pada posisi trading yang Anda buka.

Memang ada scalper berpengalaman yang selalu tidak menggunakan SL, tetapi begitu loss langsung cut loss dan masuk lagi, tidak membiarkan loss semakin besar. Dalam hal ini memang perlu latihan dan pengalaman. Kalau belum pengalaman, saran kami lebih aman menggunakan SL.

Kurniawan (19 Sep 2019 13:09)

@m singgih informasi yg sangat berharga. Terima kasih banyak

Putra (15 Dec 2020 12:34)

Pak, setting-an untuk macd dan osma nya itu seperti apa?

 

Ngabuburit Bersama Finex Lewat Live Webinar
Ngabuburit Bersama Finex Lewat Live Webinar
Melati   9 Apr 2021   168  
HFX Adakan Webinar Angkat Topik Price Pattern
HFX Adakan Webinar Angkat Topik Price Pattern
Melati   2 Mar 2021   247  
Sederet Pencapaian Finex Di Tahun 2020
Sederet Pencapaian Finex Di Tahun 2020
Melati   14 Jan 2021   341