Outlook Mingguan Emas: Bullish Menargetkan Resistance 4

Joe Poe 5 Nov 2018 387
Dibaca Normal 3 Menit

Melebarnya defisit perdagangan AS-China menandakan bahwa perang dagang tidak serta merta akan dimenangkan Donald Trump. Hal ini membawa peluang bullish bagi emas.



Latar Belakang Fundamental

Defisit perdagangan AS dengan China melebar selama 4 bulan berturut-turut, dan merupakan yang terbesar dalam satu dekade ini. Mayoritas defisit itu bersumber dari belanja peralatan teknologi, telekomunikasi, dan mesin pesawat terbang, ditunjang pula oleh pembelian barang-barang konsumsi buatan luar negeri termasuk ponsel, mainan, peralatan olahraga, dan pakaian.

Ekspor AS jauh menurun karena China dan negara-negara lain diam-diam melakukan pembalasan pajak impor atas produk-produk Amerika. Tingginya nilai USD juga membuat harga produk buatan AS semakin mahal di pasar internasional. Hal ini mmebuat barang-barang AS tidak kompetitif. Selain itu, ekonomi AS dibebani oleh memburuknya pasar ekuitas yang jatuh ke level terburuk sejak krisis ekonomi 2008 lalu.

Hal di atas merupakan bukti akan lemahnya ekonomi AS. Berangkat dari kenyataan itu, tampak Trump sudah nyaris kalah dan hampir menyerah kepada China. Betul sekali bahwa kebijakannya selama ini telah menimbulkan lebih banyak rasa sakit pada ekonomi AS, seperti apa yang telah saya perkirakan sebelumnya.

Untuk itu, serta-merta Trump mengatakan pada hari Jumat lalu bahwa ia, atas nama AS tentunya, harus membuat kesepakatan dengan China guna mengakhiri perang dagang. Ditambahkan pula bahwa ia akan makan malam dengan Presiden China Xi Jinping di KTT G20. Trump juga dikabarkan telah menyusun rencana perdamaian perdagangan dengan China, karena ia paham sekali bahwa defisit perdagangan dengan China akan terus membengkak jika tidak segera ditanggulangi.

 

Latar Belakang Teknikal

Minggu lalu, harga emas dibuka di harga 1,233. Sempat jatuh hingga nyaris ke titik 1,211, emas akhirnya kembali terbang secepat kilat hingga ke 1,237. Meski demikian, logam mulia mengakhiri pekan lalu dengan ditutup di harga 1,232, selisih 1 USD di bawah harga pembukaannya.

Pada Chart H1, She Channel menunjukkan tren Bullish yang terjal dengan 3 MA Bullish dan 3 MA Bearish. Posisi harga berada sedikit di bawah Daily Pivot, tetapi masih dibayangi oleh Level Resistance penting di 1,243.

Gold H1 - 5 November 2018

 

Sementara pada Chart D1, She Channel juga menunjukkan tren Bullish yang sama kuatnya dengan tren pada Chart H1, dengan 4 MA Bullish dan 2 MA Bearish jangka panjang. Rebound Curve yang masih pada tempatnya, belum menunjukkan tanda-tanda akan berhentinya napas Bullish emas.

Gold Daily - 5 November 2018

 

 

Perkiraan Trading Emas

Dari rangkaian latar belakang fundamental maupun teknikal di atas, saya masih yakin bahwa emas akan Bullish untuk minggu ini. Optimisme tersebut dapat mengarahkan emas untuk terus melanjutkan tujuannya ke R4 1,250, lalu ke tujuan berikutnya yaitu 1,260. Konrfirmasi bisa dilihat pada Resistance penting di 1,243 terlebih dahulu. Seperti biasanya, waspadai juga kibasan jalur Bearish S1 1,220 dan S3 1,210. Selain itu, bersabarlah menunggu lompatan berikutnya, serta jangan lupa memperhitungkan risiko seminimal mungkin dalam menjaga level free margin yang tersedia.



Jangan lupa juga mengobservasi korelasi gerakan harga emas dengan beberapa pasangan mata uang terkait, seperti misalnya EUR/USD, GBP/USD, dan USD/JPY. Boleh ditambahkan pula analisa pada pair GBP/JPY dan EUR/JPY, guna lebih meyakinkan dalam masuk pasar emas.

Selamat Sukses Selalu!

harga emas hari ini



Forum

Pawon (18 Nov 2020)

Min, mengapa kadang pair mata uang bisa mengalami lonjakan harga sangat besar. Seperti XAU/USD ini. Apakah pada saat itu harga pasar sedang dipermainkan oleh broker/pemain besar? Jujur, saya sering loss ketika trading di pair XAU/USD ini, apakah ada cara khusus untuk menganalisa pair ini? thanks

Selengkapnya...


Kirim Komentar/Reply Baru


Indikator CCI Dukung Gold Sinyalkan Sell
Indikator CCI Dukung Gold Sinyalkan Sell
Jujun Kurniawan   23 Feb 2021   223  
Kena MC karena hedging dan floating spread
Pak mau tanya saya buka posisi hedging tanpa SL dan TP pas ada news kok bisa kena MC? Baik posisi Buy maupun Sell closed semua. Saat saya tanya ke CSnya karena floating pread. Bisa disimullasikan floating spread memakan posisi hedging?

Haryo, FBS 9 Mar 2018

Reply:

M Singgih (12 Mar 2018 01:36)

@ Haryo, FBS:

Itu berarti Anda kena stop out Pak,  bukan Margin Call. Katakan broker Anda menerapkan aturan stop out level 30%, artinya ketika margin level Anda sudah mencapai 30%, maka semua posisi yang masih open secara otomatis akan di-closed oleh software. Kalau Margin Call mengacu pada margin level, dan posisi belum ter-closed hingga mencapai level stop out-nya. 

Margin Level = (Equity / Margin total) x 100%
Jadi jika stop out level = 30%, maka ketika equity = 30% dari margin total, semua posisi yang masih open akan di-closed.

Dalam hal ini kemungkinan besar level buy stop / limit dan level sell stop / limit yang Anda pasang kena semua (Atau jika Anda tidak menggunakan pending order, level buy dan sell Anda kena semua). Dengan demikian equity Anda akan berkurang sebesar jarak hedging tersebut (jarak antara buy dan sell).
Equity Anda ketika itu telah mencapai persentase batas stop out yang ditetapkan sehingga kedua posisi tersebut secara otomatis di-closed.

Sebagai ilustrasi, misalnya Anda trading EUR/USD menjelang ECB meeting dan konperensi pers Mario Draghi 8 Maret lalu. Anda pasang buy stop dan sell stop seperti pada chart EUR/USD H1 berikut ini:



 



Saat konperensi pers Draghi, level buy (stop) dan sell (stop) yang Anda order kena semua, dan Anda loss sebesar jarak buy - sell. Jika equity Anda ketika itu telah mencapai persentase batas stop out yang ditetapkan, maka kedua posisi tersebut secara otomatis akan di-closed.

Mengenai spread, kalau Anda trading di broker yang floating spread (bukan fixed spread), memang pada saat rilis news berdampak tinggi spread akan melebar, dan bisa mempercepat Anda terkena stop out. Tetapi pelebaran spread akibat rilis news berdampak tinggi itu normal, dan terjadi hampir pada semua broker.

Haryo (12 Mar 2018 17:28)

Posisi saya memang bukan pending order, tapi posisi sell dan buy tanpa SL dan TP dengan jumlah lot yang sama. Margin level saat itu memang rendah sekali, tinggal 105% . Saya pikir kemanapun arah chart karena sudah saya lock dengan posisi hedging maka Margin levelnya tetap kisaran 105%. Jadi masih bisa saya selamatkan dengan deposit lagi dan tutup salah satu posisi. Broker tsb MCnya adalah 50% Stop Outnya 20%.  Dibroker lain kalau sudah dikunci biasanya tetap aman lolos dari stop out, karena margin levelnya ya tetap kisaran pas saya lock.

M Singgih (14 Mar 2018 04:28)

@ Haryo:

Benar Pak. Kalau Margin Call (MC) level 50% dan saat itu margin level masih 105%, masih jauh dari stop out. Bahkan MC pun belum. Dengan melakukan hedging maka floating loss Anda akan terkunci, sehingga margin level akan tetap 105% kemanapun harga bergerak. Juga equity akan tetap selama Anda tidak membuka posisi lagi dan tidak ada posisi lain yang terbuka.

Dalam hal ini seharusnya posisi Anda aman Pak. Tidak kena stop out. Spread tidak mempengaruhi besarnya foating loss, kecuali pelebaran spread-nya sangat besar sekali yang mana akan mempengaruhi perhitungan floating loss untuk posisi buy (yang closed-nya pada harga bid) dan posisi sell (closed pada harga ask).  Kalau perbedaan harga bid dan ask sangat besar maka perhitungan floating loss-nya juga akan tambah besar. Tetapi kemungkinan tsb di pasar riil sangat kecil.

Solusinya:
Periksa regulasi broker Anda. Jika broker Anda teregulasi oleh badan regulator yang kredibel secara internasional, yaitu: CFTC, NFA, FCA, FSA, FINMA, MiFID, ASIC dan FMA, Anda bisa complain ke badan regulator dengan bukti-bukti yang valid.
Badan regulator yang kredibel adalah yang telah teruji dan diakui dunia, dan memberikan sanksi dengan tegas kepada broker jika ternyata melanggar ketentuan yang telah disepakati. Badan regulator tersebut juga bertanggung jawab terhadap keamanan dana klien.

Tetapi jika regulatornya tidak atau kurang kredible, menurut kami lebih baik pindah broker saja. Pilih broker yang teregulasi oleh regulator yang kredibel demi keamanan trading dan dana Anda. Tidak sedikit trader yang frustasi lantaran berurusan dengan broker bandar. Banyak yang mensinyalir mereka menggunakan software tertentu untuk hunting stop loss dan tindakan curang lainnya seperti yang Anda alami.
Kalau Anda ngotot adu argumentasi dengan broker bandar percuma Pak, wasting time. Relakan saja dan pindah broker. Masih banyak broker yang benar.

Haryo FBS (14 Mar 2018 07:51)

Benar pak, sy tanyakan simulasinya bagaimana floating spread memakan posisi terkunci, CS menjawab silahkan kirim komplain ke support kami. kami juga baru mengalami kejadian ini. Ketika saya tanya maksudnya apa baru mengalami kejadian spt ini lama tdk dijawab terus saya tutup chat. Untuk laporan ke regulatornya, bukti saya apa ya pak, hanya ada history account. Posisi margin level yang masih 105% tdk saya capture saat itu karena saya kira aman saja.

M Singgih (15 Mar 2018 06:23)

@ Haryo:

- Itu jawaban standard dari CS broker.
- Kalau regulatornya memang kredibel, complain pasti akan ditanggapi dan ditindak-lanjuti. Tetapi kalau kurang kredibel ya agak susah.
- Untuk complainnya bisa dengan journal dan account history. Yang penting journal, karena disitu tercantum waktu dan harga open serta harga yang di-closed oleh broker.
Journal ada 2, yaitu Journal Client yang ada di platform MT4 Anda, dan Journal Server yang hanya bisa diakses oleh broker. Baik Journal Client maupun Journal Server tidak bisa dimanipulasi oleh siapapun. Bedanya di Journal Server ada kolom IP dari computer Anda. Jadi IP computer Anda ketika melakukan transaksi tercatat di Journal Server, tetapi tidak di Journal Client.

Kalau complain Anda memang ditanggapi, regulator akan minta Journal Server dari broker untuk account Anda, dan kalau ada manipulasi eksekusi harga tentu akan ketahuan.

Haryo FBS (15 Mar 2018 22:23)

Sebenarnya mau saya upload posisi hedging saya, tapi krn ukuran max 30kb, jadi tidak bisa. Pas saya aktifkan kolom comment ada tulisan so itu pasti stop out. tapi angka2 berikutnya tidak paham. hanya ini yang bisa saya upload ukuran filenya kecil. Pair EJ yang saya pilih walaupun floating spreadnya  paling rendah di broker tsb hanya kisaran 1.2 lebih rendah dari floating spreadnya EU yang kisaran 1.5. Apakah dicomment itu ada terlihat pembesaran floating spreadnya ?

M Singgih (19 Mar 2018 04:54)

@ Haryo FBS:

- SO memang singkatan dari Stop Out, tetapi angka-angka yang tercantum saya juga tidak tahu menyatakan apa. Kalau margin level tidak bisa negatif.
- Setahu saya pelebaran spread tidak di-record.

Lonjakan Harga Emas Capai Kisaran 1900
Lonjakan Harga Emas Capai Kisaran 1900
Kazuki   6 Jan 2021   193  
Emas Masih Berkubang Di Bawah 1900
Emas Masih Berkubang Di Bawah 1900
Kazuki   15 Oct 2020   311  
Harga Emas Berpeluang Terkoreksi Lagi
Harga Emas Berpeluang Terkoreksi Lagi
Kazuki   19 Aug 2020   412  
Emas Berpotensi Koreksi Menuju Resisten 1
Emas Berpotensi Koreksi Menuju Resisten 1
Jujun Kurniawan   10 Aug 2020   401  
Harga Komoditas Dunia
Harga Komoditas Dunia
Sistem   5 Aug 2020   2763  
Outlook Mingguan Emas: Bullish Menuju Level 1248
Outlook Mingguan Emas: Bullish Menuju Level 1248
Joe Poe   17 Dec 2018   503  
Outlook Mingguan Emas: Lanjut Bullish Menargetkan R7