Panduan Menyusun Rencana Trading Forex

Wiji Purnama 22 Mar 2017 5724
Dibaca Normal 7 Menit

Apa itu rencana trading forex? Mengapa hal itu penting? Bagaimana pula cara tepat menyusun rencana trading forex? Dapatkan informasinya di sini.



Agar mendatangkan profit konsisten, trading forex harus dilakukan dengan penuh disiplin. Jika sudah menetapkan aturan entry dan exit, maka patuhilah kaidah-kaidahnya. Mengingkari satu saja pedoman dari aturan tersebut dapat berujung pada rusaknya konsistensi perolehan trading forex Anda. Lalu, bagaimana cara mudah mengatur semua setup trading dan memantau konsistensi penggunannya? Jawabannya mudah saja, yakni melalui rencana trading forex.

Apa Itu Rencana Trading Forex

 

Apa Itu Rencana Trading Forex?

Rencana trading forex adalah seperangkat aturan yang memuat semua aspek trading Anda. Mulai dari target, cara entry, hingga strategi exit, semuanya bisa dimasukkan dalam rencana trading forex. Setiap trader disarankan mempunyai rencana trading forex, kecuali mereka yang tidak serius trading karena hanya ingin coba-coba.

Secara keseluruhan, manfaat rencana trading forex adalah:

  • Menyediakan arahan terpadu untuk mengatur strategi sesuai tujuan dan kenyamanan masing-masing trader.
  • Mencegah trader untuk mengambil keputusan hanya berdasarkan feeling.
  • Memonitor progres trader, karena kaidah-kaidah dalam rencana trading bisa dijadikan patokan dalam evaluasi trading.
  • Meminimalisir efek negatif dari psikologi trading yang belum stabil.

 

Panduan Membuat Rencana Trading Forex

Rencana Trading Tahap I: Kenali Diri Anda

Kunci sukses trading forex terletak pada kemampuan Anda mengenali diri sendiri. Hal itu karena, ada banyak sekali metode trading yang bisa Anda pilih. Tak ada teknik paling baik yang bisa disepakati semua trader, karena inti dari metode terbaik adalah yang paling sesuai dengan kondisi masing-masing trader. Itulah mengapa, memahami diri sendiri adalah panduan pertama dalam menyusun rencana trading forex.

Anda bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut untuk mengidentifikasi kepribadian trading Anda. Jika masih bingung, silahkan menggunakan contoh jawaban di bawah ini sebagai panduan:

Mengapa saya ingin menjadi trader?



"Saya tertarik mendapatkan keuntungan dan menghadapi tantangan-tantangan trading. Di samping itu, saya ingin bisa bekerja di rumah dan meluangkan waktu untuk keluarga."

Trader seperti apakah saya?

"Saya adalah trader discretionary dan memiliki gaya trading yang aktif. Saya paham akan keterbatasan trader yang tidak mampu memprediksi masa depan, dan saya mengakui jika tak ada trader yang mampu mengontrol market. Namun demikian, saya akan belajar mengendalikan diri sendiri, dengan berusaha sebaik mungkin agar setiap trading saya selalu sesuai dengan rencana yang sudah diatur."

Apa kelebihan dan kekurangan saya sebagai trader?

"Kelebihan utama saya adalah tahu kapan harus membiarkan profit terus berjalan, dan kapan saatnya exit sesuai strategi. Namun, saya punya kelemahan dalam hal menghadapi loss. Tak jarang, saya ingin segera mengganti kerugian dengan terus-menerus membuka posisi, tanpa benar-benar memperhitungkan peluangnya secara rasional."

Bagaimana cara saya mempersiapkan kondisi mental?

"Agar terhindar dari sisi buruk emosi trading, saya hanya akan masuk pasar saat kondisi mental saya tenang dan fokus, tanpa ada gangguan dan beban dari permasalahan pribadi di luar trading."

 

Rencana Trading Tahap II: Tentukan Tujuan Trading

Bagian recana trading, ini berperan untuk memberi detail terhadap perkembangan perkembangan Anda. Agar lebih mudah dalam mencatat dan mengenali progres yang telah dibuat, sebaiknya tentukan tujuan trading dan klasifikan berdasarkan periode waktu tertentu. Selain itu, pastikan bahwa tujuan trading tetap bersifat realistis dan sesuai dengan kemampuan Anda.

Menyusun Tujuan Trading Forex
Berikut ini contoh pertanyaan untuk memandu Anda menyusun rencana trading forex di tahap kedua:

Apa resolusi tahunan saya?

"Target tahunan dalam rencana trading saya adalah menguasai skill yang diperlukan untuk mendapatkan tingkat keuntungan yang positif. Untuk mencapainya, saya akan melakukan 3 upaya yaitu belajar langsung dari mentor profesional, bertindak sesuai rencana trading forex, dan menggunakan strategi-strategi yang sudah teruji."

Apa resolusi bulanan saya?

"Secara bulanan, saya ingin mendapatkan perolehan konsisten, dengan rasio profit-loss 2:1."

Apa resolusi mingguan saya?

"Secara mingguan, rencana trading forex saya tidak muluk-muluk, hanya menargetkan untuk selalu trading mengikuti rencana yang sudah dibuat."

Apa resolusi harian saya?

"Tujuan trading harian saya adalah untuk mencari peluang dengan setup-setup yang saya rencanakan, dan hanya mengeksekusi sinyal yang telah terkonfirmasi."

 

Rencana Trading Tahap III: Seleksi Broker

Trading forex retail mustahil dilakukan tanpa perantara seperti broker, yang tidak hanya menghubungkan Anda ke pasar, tapi juga menyediakan berbagai perangkat penting seperti halnya platform trading.



Pertanyaan paling tepat untuk menuntun Anda pada pembuatan rencana trading di tahap ini adalah:

Broker mana yang paling ideal bagi saya?

"Karena saya tipe trader aktif, maka saya bisa beradaptasi dengan keadaan trading yang berfrekuensi tinggi. Membuka beberapa posisi dalam sehari adalah kegiatan rutin yang saya lakukan untuk mengumpulkan profit harian. Karena itu, broker forex terbaik untuk scalping dapat memenuhi kriteria broker ideal untuk memenuhi tujuan trading saya."

 

Rencana Trading Tahap IV: Atur Open Posisi

Persiapan sebelum trading bisa menjadi penentu keberhasilan, karena di saat inilah Anda menganalisa peluang harga dan menentukan titik entry paling ideal. Dalam hal ini, berikut contoh pengaturan rencana trading forex pra-open posisi:

Strategi apa yang akan saya gunakan?

"Dari semua metodologi trading yang ada, teknik forex scalping adalah strategi paling cocok untuk trader aktif seperti saya."

Pair mana yang akan saya pilih?

"Pair dengan likuiditas tinggi menjadi pilihan ideal dalam rencana trading saya. Untuk itu, saya akan mencari peluang di pair-pair mayor. Selain memiliki spread relatif rendah, pair forex mayor juga disoroti oleh sebagian besar pelaku pasar, sehingga akan sangat mudah untuk menemukan update berita yang terkait dengan pergerakan harganya."

Bagaimana setup trading saya?

"Saya akan mencari peluang di pasar non-trending. Ketika harga menyentuh resistance dan terdapat price action bearish reversal, saya akan membuka open sell. Sebaliknya, apabila harga berbalik dari support dan membentuk pola candle bullish reversal, saya akan entry buy. Sebagai konfirmasi, saya akan menunggu hingga candle reversal tertutup."

 

Rencana Trading Tahap V: Perhitungkan Risiko

Tahap rencana trading ini berfungsi mengukur risiko ideal Anda, sekaligus merencanakan strategi exit dari perhitungan tersebut. Untuk memperoleh pengukuran tersebut, silahkan jawab pertanyaan-pertanyaan berikut sesuai pertimbangan Anda:

Menghitung Risiko Dalam Rencana Trading
Berapa besar jumlah uang yang rela saya 'korbankan' di setiap trading?

"Saya membuka akun dengan modal $1,000. Untuk setiap posisi, saya mampu mentolerir kerugian maksimal 2% dari keseluruhan modal, yakni sebesar $20. Saya memilih lot mini (0.1) karena ukuran trading tersebut dapat memberikan ruang gerak ideal bagi posisi saya."

Dimana saya akan menempatkan stop loss?

"Sesuai perhitungan sebelumnya, maka stop loss maksimal dalam rencana trading saya adalah 20 pip dari level entry (nilai lot 0.1 adalah $1 per pip)."

Berapa rasio risk/reward saya?

"Saya menentukan rasio 1:2, jadi apabila stop loss ditentukan 20 pip dari level entry, maka take profit saya tempatkan dengan jarak 40 pip."

 

Rencana Trading Tahap VII: Lakukan Evaluasi Trading

Di fase inilah Anda bisa mengukur performa trading. Apakah Anda sudah bertindak sesuai rencana, berhasil mencapai tujuan trading, atau justru masih sering terpengaruh emosi, bisa diketahui dari tahap rencana trading ini. Ada 3 langkah penting saat Anda melakukan evaluasi rencana trading forex, di antaranya adalah:



  • Mencatat performa trading harian.
  • Menyesuaikan apakah aktivitas yang dilakukan sudah sesuai dengan rencana trading. Jika belum sesuai, tulis faktor apa saja yang membuat Anda keluar jalur.
  • Menerapkan tindakan lanjutan. Jika hasil evaluasi Anda positif, maka ada beberapa hal yang perlu diterapkan sebagai tindak lanjut, seperti mewaspadai bahaya overtrading dan menjaga performa. Namun apabila hasilnya negatif, maka Anda perlu menemukan biang kesalahan dan memperbaikinya agar tidak kembali menjadi penyebab kegagalan trading.

Tahukah Anda? Trading forex yang direncanakan dapat membantu Anda memonitor kesuksesan bahkan dengan profit kecil sekalipun. Ikuti kisahnya di Trading Journal: A Story of Making Profit with Small Capital.



Forum

Ahmad Fauzi (10 Apr 2013)

tanya pak, yang di maksud dalam kamus pola candlestick itu pada TF berapa ya?sebab setiap ganti TF selalu barubah bentuk.trims

Selengkapnya...


Kirim Komentar/Reply Baru

Reply Pembaca : 5    

Riky
2 FEB 2021

Yang penting sebelum mulai trading adalah tahu strategi apa yang perlu kamu pakai. Bisa dibaca di sini 

Nadia
2 FEB 2021

Apa kalau pakai trading plan ini bisa terhindar dari loss? Dapat profit?

Chandra
2 FEB 2021

Yang pasti bisa meminimalisir loss. Kalau profit sih, tergantung ya. Asalkan jangan berharap langsung profit jutaan karena dalam trading itu yang penting hasil konsisten.

Eggy
2 FEB 2021

Trading plan dibuat sebelum atau sesudah research pasar?

Yuwono
2 FEB 2021

Sebelum ya. Jadi perkiraannya masih kasar banget. Kapan entry, kapan exit, manajemen risiko, dll semuanya ada di trading plan. Baru setelah kamu coba-coba di akun demo, dan merasa trading plan-mu kok ga cocok ya? Baru bisa diperbaiki.

Kirim Komentar/Reply Baru
strategi mother candle / inside bar
permisi master saya mau tanya apakah jika kita menggunakan strategi Price actions mother candle / inside bar dengan mengikuti trend apakah harus menunggu breakout mother candle atau cukup terbreak saja ? dan bagusnya untuk target TP menggunakan Suport resisten terdekat atau perbandingan risk : reward misalkan 1 : 2 dan seterusnya ? terimakasih sebelumnya

Aji 14 Nov 2017

Reply:

M Singgih (17 Nov 2017 00:50)

@ Aji:

- … apakah jika kita menggunakan strategi Price actions mother candle / inside bar dengan mengikuti trend apakah harus menunggu breakout mother candle atau cukup terbreak saja ?

Jawaban:

Istilah terbreak dan breakout sama saja, artinya menembus level tertinggi atau terendah dari mother bar (bar sebelum inside bar).
Dalam hal ini Anda harus menunggu inside bar-nya selesai terbentuk. Setelah tampak jelas mother bar dan inside bar, kemudian Anda tunggu bar setelah inside bar, bar tersebut menembus level tertinggi atau terendah dari mother bar. Kalau break level tertinggi maka bisa open buy dan sebaliknya kalau break level terendah bisa open sell.
Berikut contoh untuk yang break level tertinggi mother bar:



Tetapi sebaiknya dikonfirmasi juga dengan level-level resistance / support, dan juga indikator seperti moving avererage, RSI, parabolic SAR, MACD atau Bollinger Bands untuk memastikan validitas sinyalnya. Ini penting karena bisa terjadi sinyal palsu (fakey) setelah inside bar, yaitu seolah-olah break tetapi balik lagi.
Baca: Trading Dengan Sinyal Palsu Setelah Inside Bar

-… bagusnya untuk target TP menggunakan Suport resisten terdekat atau perbandingan risk : reward misalkan 1 : 2 dan seterusnya ?

Jawaban:

Ada beberapa cara untuk menentukan TP, selain level resistance / support juga bisa dengan indikator misalnya moving average (sebagai resistance / support dinamis), parabolic SAR dan juga Bollinger Bands. Mana yang lebih logis dan obyektif. Maksudnya kalau resistance / support dianggap kurang valid karena mungkin hanya resistance / support minor maka bisa menggunakan patokan indikator.
Baca juga:
Cara Menentukan Take Profit
Indikator Parabolic SAR Sebagai Exit Point
Menggunakan Indikator Bollinger Bands

Mengenai risk/reward ratio, agar dalam jangka panjang bisa profit konsisten usahakan minimal risk/reward ratio-nya: 1:1. Kalau dari analisa kurang dari 1:1, kebanyakan trader yang mengutamakan money management memilih untuk tidak entry.

Pound Tergelincir, S1 Jadi Batas Penentu
Pound Tergelincir, S1 Jadi Batas Penentu
Kazuki   8 Apr 2021   76  
Sterling Melaju Naik, Akankah R1 Terpenetrasi?
Sterling Melaju Naik, Akankah R1 Terpenetrasi?
Kazuki   5 Apr 2021   61  
Strategi Scalping Dengan Candlestick 1 Menit
Strategi Scalping Dengan Candlestick 1 Menit
Linlindua   31 Mar 2021   383  
Cara Trading Tanpa Indikator Untuk Profit Maksimal
Cara Trading Tanpa Indikator Untuk Profit Maksimal
Linlindua   29 Mar 2021   339  
EUR/USD Berjuang Pulih, S1 Jadi Area Pengujian
EUR/USD Berjuang Pulih, S1 Jadi Area Pengujian
Kazuki   29 Mar 2021   85  
Jenis - Jenis Hedging Yang Wajib Anda Ketahui
Jenis - Jenis Hedging Yang Wajib Anda Ketahui
Linlindua   26 Mar 2021   174  
Pasca Meroket, EUR/NZD Uji Ketangguhan R1
Pasca Meroket, EUR/NZD Uji Ketangguhan R1
Kazuki   24 Mar 2021   100  
EUR/JPY Konsolidasi, Tunggu Aksi Harga Di R1
EUR/JPY Konsolidasi, Tunggu Aksi Harga Di R1
Kazuki   23 Mar 2021   97