Panduan Reksadana Syariah, Investasi Online Mulai 100 Ribu

Febrian Surya 29 Apr 2020 603
Dibaca Normal 4 Menit

Masih bingung bagaimana cara memulai investasi online hanya dengan modal 100 ribu? Reksadana syariah bisa menjadi pilihan tepat, dan inilah panduannya.



Beberapa tahun terakhir, reksadana syariah semakin diminati oleh para investor pemula, termasuk generasi milenial. Instrumen investasi seperti reksadana syariah umumnya memang memiliki keunggulan dari minimal biaya investasi dan relatif aman untuk diinvestasikan bagi pemula.

Selain itu, reksadana syariah merupakan produk investasi halal. Sebab, dana yang kamu setorkan melalui pembelian produk reksa ana syariah akan dikelola oleh manajer investasi syariah,  kemudian akan diinvestasikan kembali ke intrumen investasi berdasarkan prinsip syariah seperti saham syariah, sukuk, dan obligasi.

reksadana syariah: panduan investasi mulai 100 ribu dan online

Produk yang diracik oleh manajer investasi syariah sudah dijamin kesyariahannya oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS). Pedoman pelaksanaan investasi reksadana syariah juga sudah diatur oleh MUI dengan mengeluarkan fatwa NO. 20/DSN/-MUI/IV/2001. Sehingga, sebagai investor kamu tidak perlu takut bahwa produk yang kamu pilih tidak sesuai dengan prinsip syariah dalam praktiknya. Untuk lebih memastikan, kamu juga bisa melihat Daftar Efek Syariah (DES) yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). DES sendiri adalah kumpulan efek yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah dan selalu diperbaruhi secara berkala. Hal ini bisa dijadikan sebagai panduan bagi investor yang ingin berinvestasi di produk syariah.

Nah, bagi kamu yang ingin berinvestasi reksadana syariah. Berikut panduan selengkapnya:

 

1. Memilih Reksadana Syariah

Pembelian reksadana syariah saat ini bisa kamu lakukan secara online atau offline. Secara spesifik, investasi reksadana online saat ini tengah menjamur karena kemampuannya menawarkan kemudahan dan keringanan yang menjangkau investor ritel secara lebih luas. Beberapa contohnya adalah Bareksa, Ajaib, Bibit, Tanamduit, dlsbg. Bagi kamu yang tidak punya banyak waktu memilih reksadana syariah, kamu bisa memilih Bibit dan Ajaib yang secara khusus dapat merekomendasikan instrumen ideal sesuai profil risikomu dan kriteria lainnya.

memilh reksadana(Baca juga: Ciri-Ciri Dan Cara Investasi Reksadana Syariah)

Kamu bisa berinvestasi di produk reksadana syariah dengan memilih manajer investasi syariah dengan sepak terjang yang jelas dalam mengelola dana investor. Beberapa contohnya seperti TRIM Syariah Berimbang, Bahana Mes Syariah Fund, dll. Untuk memastikannya, kamu bisa mengecek manajer investasi di situs OJK. Hal ini penting agar nantinya kamu tidak terjebak investasi bodong.



 

2. Siapkan Uangnya

Bila kamu sudah melihat portofolio investasi dari produk reksadana syariah yang kamu pilih, kamu bisa membelinya dengan menyiapkan uang sebesar Rp100 ribu. Biasanya, platform investasi online mewajibkan kamu untuk mengunduh aplikasi mereka dan dihubungkan dengan nomor rekening bank milikmu. Hal itu tak lain untuk mempermudah transfer dana dan pencairan hasil investasi reksadanamu.

 

3. Pantau Reksadana Syariah Yang Kamu Beli

Setelah pembelian reksadana syariah yang kamu beli berhasil, kamu bisa langsung mengeceknya dan memantaunya di dashboard aplikasi. Kamu bisa berinvestasi secara berkala ataupun tidak, tergantung dari kemampuan finansialmu dalam mengalokasikan penghasilan bulanan untuk berinvestasi reksadana. Misalnya saja, bagi reksadana syariah yang memiliki performa menjanjikan secara konsisten, kamu bisa menambahkan jumlah investasimu secara berkala. Namun, pastikan jumlah tersebut sesuai dengan prinsip 50-30-20 agar tak mengganggu kebutuhan pokokmu.

 

4. Hasil Investasi Reksadana Syariah Pasti Halal

Dalam platform investasi online,  kamu bisa saja sewaktu-waktu mencairkan reksadana syariah yang dimiliki. Namun untuk reksadana syariah, kamu akan dikenakan zakat reksadana dan cleansing. Proses cleansing dilakukan untuk membersihkan pendapatan reksadana yang dimiliki dari pendapatan yang tidak sesuai dengan prinsip syariah. Selain itu, bila kamu mencairkan reksadana syariah selama 1 tahun yang mencapai Rp52,870,000 atau setara 85 gram emas misalnya, maka kamu mesti membayarkan zakat reksadana sebesar 2.5% dari hasil investasi yang diperoleh. Jenis zakat ini juga berlaku ketika kamu berinvestasi saham, emas, dan logam perak.

Perlu diketahui, keuntungan dari investasi reksadana syariah menggunakan sistem bagi hasil atau nisbah, ijarah (sewa-menyewa), dan musyarokah (bakal kerja sama) sesuai dengan perjanjian di awal antara investor dan manajer investasi. Berbeda halnya dengan reksadana konvensional, pihak investor memperoleh keuntungan dari naiknya persentase nilai investasimu.

hasil investasi reksadana syariah yang diperoleh pasti halal(Baca juga: 6 Akad Yang Perlu Diketahui Saat Investasi Syariah)

Kamu juga perlu tahu bahwa ada biaya-biaya yang biasanya dikenakan kepada investor, yaitu biaya transaksi jual-beli dan biaya pengalihan investasi. Namun, hal ini tergantung dari masing-masing platform reksadana online yang menjadi tempatmu berinvestasi. Tak jarang, kamu bisa menemukan platform investasi online yang membebaskan biaya-biaya transaksi reksadana syariah.



 

Selain yang menyediakan investasi reksadana syariah, platform online yang tak kalah menarik untuk ditelaah adalah P2P lending. Di sini, kamu bisa bertindak sebagai peminjam atau pemberi pinjaman dengan bunga tertentu. Bagi yang berbasis syariah, pelajari akad-akadnya di artikel "Jenis Akad Dalam P2P Lending".

Forum

Budi (14 Jul 2018)

gimana ya gan, kalau trend kuat melebihi 5 candle beri contohnya dong...kalau di tarik dari swing low tf D1 5 candle lebih, lalu di ubah ke tf h1 apa gk kepanjangan ya

Selengkapnya...

BANK 1 Bulan
BNI 46 2.85
BANK MAYORA 5.00
STANDARD CHARTERED BANK 4.25
BANK KB BUKOPIN 4.75
BANK CIMB NIAGA 3.25
BANK ICBC INDONESIA 4.00
BANK COMMONWEALTH 4.50
KESELURUHAN 8.75
BANK PERMATA 4.00
BANK OCBC NISP 3.50

Kirim Komentar/Reply Baru


Sistem Trading Melawan Trend
Saya punya gaya trading sendiri ketika buka posisi berlawanan dengan tren. di garis resisten dan support mendalam, dengan tp beberapa point. Bisa dibilang melawan trend.
Alhasil profit lumayan juga. Setahu anda trading seperti ini mengarah sistem trading apa ia.... Scalperkah atau yang lain atau adakah sistem robot yang seperti ini.....?

Arta 22 Jul 2016

Reply:

M Singgih (26 Jul 2016 01:10)

@ Arta:
Mungkin yang Anda maksud adalah sell di area resistance pada kondisi uptrend, dan buy di area support pada kondisi downtrend, seperti contoh berikut ini:



Kalau memang demikian maka cara trading Anda adalah ‘buy the dip, sell the rally’. Dalam hal ini Anda mengambil keuntungan pada saat koreksi atau retracement. Baca juga: Buy The Dip Dan Sell The Rally
Robot atau EA (Expert Advisor) untuk sistem trading tersebut bisa dibuat asal Anda tentukan kriteria level resistance dan support-nya dengan jelas.

Jenis-Jenis Reksadana Berdasarkan Tingkat Risikonya
Jenis-Jenis Reksadana Berdasarkan Tingkat Risikonya
Nandini   22 Jan 2021   260  
5 Tips Diversifikasi Portofolio Investasi
5 Tips Diversifikasi Portofolio Investasi
Febrian Surya   29 Sep 2020   1088  
Investasi ETF Vs Reksadana, Mana Yang Terbaik?
Investasi ETF Vs Reksadana, Mana Yang Terbaik?
Febrian Surya   22 Sep 2020   814  
Pilihan Investasi Menguntungkan Saat New Normal
Pilihan Investasi Menguntungkan Saat New Normal
Febrian Surya   25 Aug 2020   1092  
Kapan Waktu Terbaik Investasi Reksadana?
Kapan Waktu Terbaik Investasi Reksadana?
Jujun Kurniawan   20 Jul 2020   552  
Cara Mudah Menghitung Return Reksadana
Cara Mudah Menghitung Return Reksadana
Febrian Surya   24 May 2020   1975  
Reksadana Turun? Ini Yang Wajib Dilakukan Investor
Reksadana Turun? Ini Yang Wajib Dilakukan Investor
Febrian Surya   20 May 2020   843  
Cara Menghitung NAB Reksadana
Cara Menghitung NAB Reksadana
Wahyudi   12 May 2020   2256  
Seperti Apa Profil Risiko Investasi Saya?
Seperti Apa Profil Risiko Investasi Saya?
Wahyudi   27 Mar 2020   1876