Data inflasi Inggris mendukung Poundsterling, dolar AS menguat sebelum pidato the Fed, 8 jam lalu, #Forex Fundamental   |   GBP/JPY menarik beberapa pembeli di atas level 192.00 setelah data IHK Inggris, 8 jam lalu, #Forex Teknikal   |   EUR/USD: Level rintangan utama terlihat di area 1.0600-1.0605, 11 jam lalu, #Forex Teknikal   |   Harga emas tetap menguat karena ketegangan Geopolitik masih berlanjut, 11 jam lalu, #Emas Fundamental   |   Dow Jones Industrial Average naik 0.17% menjadi 37,798, S&P 500 kehilangan 0.21% menjadi 5,051, dan Nasdaq Composite kehilangan 0.12% menjadi 15,86, 14 jam lalu, #Saham Indonesia   |   Menilik laporan keuangan tahun buku 2023, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) memperoleh pendapatan usaha sebesar Rp8.54 triliun, terkoreksi 15.70% secara tahunan dari Rp10.14 triliun. , 14 jam lalu, #Saham Indonesia   |   Saham-saham top gainers LQ45: PT Charoen Pokphand Tbk (CPIN) +3.48%, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) +2.41%, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) +2.34%, 14 jam lalu, #Saham Indonesia   |   IHSG rebound pada perdagangan Rabu (17/April), naik 0.82% ke level 7,223, 14 jam lalu, #Saham Indonesia

Panduan Time Frame untuk Pemula dari Finex

Kiki R 23 Mar 2023
Dibaca Normal 8 Menit
forex > broker > panduan >   #finex   #panduan   #time-frame
Pemilihan time frame akan mempengaruhi cara menganalisis pasar, serta menentukan strategi trading Anda. Pahami cara menentukannya di artikel ini.

Menentukan Time Frame ala Finex

Saat ini, trading forex merupakan salah satu pilihan yang populer untuk menghasilkan uang. Bagi sebagian orang, trading forex juga bisa menjadi salah satu sumber penghasilan yang menguntungkan jika dilakukan dengan benar. Namun, untuk bisa sukses dalam trading forex, Anda perlu memiliki pemahaman baik mengenai berbagai aspek trading, termasuk pemilihan time frame yang tepat.

Memilih time frame yang tepat adalah langkah penting dalam trading forex, karena pasti akan mempengaruhi cara menganalisis pasar, serta menentukan strategi trading Anda. Ada banyak pilihan time frame yang tersedia, mulai dari time frame 1 menit harian atau mingguan. Dan setiap time frame memiliki kelebihan maupun kekurangan yang perlu dipertimbangkan sebelum memilihnya.

Dalam artikel ini, penulis akan memberikan panduan time frame trading ala broker Finex untuk membantu pemula dalam memilih time frame yang cocok dengan gaya tradingnya. Dengan memahami berbagai time frame yang tersedia, Anda dapat memilih time frame yang cocok dengan strategi, maka peluang sukses trading juga akan meningkat.

Baca Juga: Apakah Finex Berjangka Cocok Untuk Pemula?

 

Apa Itu Time Frame?

Time frame dalam trading forex merujuk pada rentang waktu yang digunakan untuk analisis grafik harga dan penetapan keputusan trading. Pada platform trading forex MetaTrader 4 broker Finex, terdapat berbagai macam time frame yang dapat dipilih oleh trader. Secara umum, rentang waktu time frame di platform MetaTrader terdiri dari M1 (satu menit), M5 (lima menit), M15 (lima belas menit), M30 (tiga puluh menit), H1 (setiap jam), H4 (empat jam), D1 (harian), W1 (mingguan), dan MN (bulanan).

Penerapan berbagai time frame dalam trading forex dapat membantu Anda membaca pergerakan tren harga lebih terperinci. Dalam memilih time frame yang sesuai, Anda perlu mempertimbangkan jenis trading yang dijalankan, jangka waktu yang diinginkan, serta keinginan untuk melihat gambaran pergerakan harga secara lebih rinci atau global.

Time Frame ala Finex

Sebagai contoh, time frame jangka panjang cocok bagi trader yang menerapkan gaya position trading. Pada time frame ini, tren lebih menyoroti pada grafik mingguan dengan time frame entry di harian (D1). Sedangkan, time frame jangka menengah cocok untuk trader yang menerapkan gaya swing trading, dengan trigger periode empat jam (H4). Sementara, time frame jangka pendek cocok untuk day trader adalah empat jam (H4) dengan time frame entry 1 jam (H1).

Baca Juga:

Why You Need to Trade on a Daily Time Frame

 

Manakah Time Frame Terbaik Untuk Pemula?

Pertanyaan ini sebenarnya sulit dijawab secara pasti, karena semua tergantung pada pendekatan Anda sebagai trader. Setiap trader memiliki strategi dan gaya trading yang berbeda-beda, sehingga memilih time frame harus disesuaikan dengan gaya ataupun preferensi strategi trading Anda. Jadi, sebelum memilih time frame, sebaiknya Anda sudah menentukan diri sendiri sebagai jenis trader yang seperti apa.

Berdasarkan pengamatan Finex, para trader intraday kerap menggunakan time frame M30 atau periode di atasnya. Time frame ini dianggap lebih baik dibandingkan dengan time frame di bawah M30. Mengapa demikian? Alasannya terletak pada pengaruh signifikan dari apa yang disebut noise atau gangguan fluktuasi harga pada time frame yang lebih kecil. Noise terjadi akibat adanya sejumlah besar transaksi dengan volume rendah di pasar, yang secara acak mempengaruhi harga dalam jangka pendek.

Pada time frame M1, Anda akan melihat bagaimana pasar dipengaruhi oleh noise sepanjang waktu. Dalam kondisi seperti itu, harga di pasar cenderung terlihat bergerak kacau dan membingungkan. Oleh karena itu, time frame M30, H1, dan H4 sangat cocok bagi trader pemula yang ingin belajar trading. Analisis teknikal dan indikator yang digunakan pada periode waktu ini dianggap dapat memberikan informasi yang memadai. Namun, perlu diingat kembali bahwa pilihan time frame yang tepat dapat berbeda-beda untuk setiap individu, tergantung pada gaya trading dan strategi yang digunakan.

Baca Juga: Cara Mudah Belajar Trading di Broker Finex

 

Apa Itu Multiple Time Frame?

Menurut broker Finex, Multiple Time Frame (MTF) adalah salah satu pendekatan dalam trading forex yang memanfaatkan lebih dari satu time frame untuk mengambil keputusan trading. Pendekatan ini memungkinkan Anda untuk memperoleh informasi yang lebih lengkap tentang pergerakan harga dan kondisi pasar dari berbagai perspektif, sehingga dapat mengambil keputusan yang lebih tepat dan akurat.

Dalam pendekatan Multiple Time Frame, Anda dapat menggunakan tiga time frame sekaligus. Time frame pertama, yaitu time frame yang digunakan sebagai penentu tren dan sinyal, biasanya menggunakan time frame 4 jam (H4) atau time frame harian (Daily). Time frame ini memberikan gambaran tentang arah trend jangka panjang, sehingga trader dapat mengambil keputusan untuk melakukan buy atau sell.

Kemudian, time frame kedua digunakan sebagai konfirmasi sinyal. Time frame ini menggunakan time frame 1 jam (H1) sebagai pemberi informasi mengenai arah tren jangka menengah, serta membantu Anda mengidentifikasi apakah tren yang terlihat pada time frame pertama akan berlanjut atau tidak.

Terakhir, time frame ketiga digunakan sebagai sinyal untuk melakukan entry. Time frame ini biasanya menggunakan time frame pendek seperti time frame 5 menit (M5) atau time frame 15 menit (M15). Time frame ini memberikan informasi tentang pergerakan harga jangka pendek dan membantu Anda untuk menentukan titik entry dan exit yang tepat.

Multiple Time Frame Finex

Namun, penggunaan Multiple Time Frame tidak boleh hanya fokus pada memilih time frame saja. Anda harus memperhatikan kondisi pasar dan situasi yang sedang terjadi, serta menerapkan analisis teknikal maupun fundamental untuk mengambil keputusan trading secara tepat. Selain itu, latihan secara berkala dan pengalaman trading juga dapat membantu Anda untuk mengetahui periode waktu yang cocok digunakan dalam MTF.

Dalam kondisi pasar yang volatil atau ketika terdapat peristiwa penting seperti rilis data ekonomi, Anda dapat menyesuaikan time frame yang digunakan untuk memperoleh transaksi yang lebih presisi. Sementara pada kondisi pasar yang cenderung flat atau stabil, Anda dapat meningkatkan time frame yang digunakan untuk memperoleh informasi kondisi pasar lebih lengkap.

Baca Juga:

Guide to Trade in Sideways Markets

 

Hal yang Perlu Diperhatikan Dalam Multiple Time Frame

Trading menggunakan Multiple Time Frame memang dapat memberikan keuntungan jika dilakukan dengan benar. Berikut adalah beberapa hal penting yang perlu Anda perhatikan saat trading menggunakan teknik ini:

  1. Pilih time frame yang sesuai. Pilihlah time frame yang sesuai dengan strategi trading Anda dan yang cocok dengan gaya trading Anda. Jangan terlalu fokus pada time frame tertentu dan jangan menggunakan terlalu banyak time frame sekaligus.
  2. Gunakan time frame yang berbeda. Jangan gunakan time frame yang terlalu dekat, seperti M1 dan M5, karena hal ini dapat menyebabkan terlalu banyak sinyal palsu dan kebingungan dalam mengambil keputusan. Sebaiknya gunakan time frame yang memiliki perbedaan signifikan, seperti M15 dan H1, atau H1 dan H4.
  3. Gunakan time frame yang berbeda untuk konfirmasi. Gunakan time frame yang berbeda untuk mengkonfirmasi sinyal dari time frame yang lebih besar. Misalnya, jika Anda menggunakan H1 sebagai time frame yang lebih besar, maka gunakan M15 untuk mengkonfirmasi sinyal.
  4. Perhatikan risiko dan reward. Perhatikan risiko dan reward dari setiap trade dan pastikan rasio risiko dan reward Anda setidaknya 1:2. Dengan begitu, Anda dapat mengambil keuntungan dari pergerakan pasar tanpa terlalu banyak mengorbankan modal.
  5. Perhatikan fundamental dan news. Perhatikan faktor fundamental dan news yang dapat mempengaruhi pasar. Jika ada rilis berita penting, maka gunakan time frame yang lebih pendek untuk mendapatkan sinyal yang lebih presisi.
  6. Gunakan stop loss dan take profit. Gunakan stop loss dan take profit untuk meminimalkan risiko dan mengambil keuntungan. Pastikan Anda menyesuaikan level stop loss dan take profit Anda dengan time frame yang Anda gunakan.
  7. Berlatihlah secara teratur. Teruslah berlatih dan melakukan uji coba pada time frame yang berbeda untuk menemukan apa yang cocok dengan strategi trading Anda. Jangan lupa untuk selalu memperhatikan hasil trading dan mengevaluasi kinerja Anda secara teratur.

Dengan memperhatikan hal-hal tersebut, Anda dapat meningkatkan kesuksesan trading Anda dengan teknik multi time frame. Namun, pastikan juga untuk selalu mengikuti prinsip-prinsip dasar trading yang baik, seperti mengelola risiko dengan baik dan menjaga emosi agar tidak terpengaruh oleh pergerakan pasar yang tidak stabil.

Baca Juga:

Managing Risks in Forex Trading

 

Akhir Kata

Dalam trading, penggunaan time frame yang tepat sangat penting untuk membantu Anda mengambil keputusan yang tepat saat melakukan analisis pasar. Setiap trader memiliki preferensi masing-masing dalam memilih time frame yang sesuai dengan gaya trading dan kebutuhan mereka. Namun, sebagai pemula, Anda disarankan untuk memulai dengan time frame yang lebih panjang untuk menghindari noise dan memperoleh gambaran jelas tentang tren pasar yang sedang terjadi.

Selain itu, penggunaan multiple time frame dapat membantu meningkatkan keakuratan sinyal dan mengurangi risiko kesalahan analisis. Namun, perlu diingat bahwa trading multi time frame memerlukan pemahaman yang lebih mendalam tentang pasar dan teknik analisis yang digunakan.

 

Apapun time frame apa yang Anda gunakan, pastikan untuk selalu menggunakan manajemen risiko yang tepat dan disiplin. Pelajari hal tersebut secara lengkap di artikel berjudul, "5 Teknik Mengatur Risiko Trading Ala Broker Finex."

Terkait Lainnya
 
Data inflasi Inggris mendukung Poundsterling, dolar AS menguat sebelum pidato the Fed, 8 jam lalu, #Forex Fundamental

GBP/JPY menarik beberapa pembeli di atas level 192.00 setelah data IHK Inggris, 8 jam lalu, #Forex Teknikal

EUR/USD: Level rintangan utama terlihat di area 1.0600-1.0605, 11 jam lalu, #Forex Teknikal

Harga emas tetap menguat karena ketegangan Geopolitik masih berlanjut, 11 jam lalu, #Emas Fundamental

Dow Jones Industrial Average naik 0.17% menjadi 37,798, S&P 500 kehilangan 0.21% menjadi 5,051, dan Nasdaq Composite kehilangan 0.12% menjadi 15,86, 14 jam lalu, #Saham Indonesia

Menilik laporan keuangan tahun buku 2023, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) memperoleh pendapatan usaha sebesar Rp8.54 triliun, terkoreksi 15.70% secara tahunan dari Rp10.14 triliun. , 14 jam lalu, #Saham Indonesia

Saham-saham top gainers LQ45: PT Charoen Pokphand Tbk (CPIN) +3.48%, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) +2.41%, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) +2.34%, 14 jam lalu, #Saham Indonesia

IHSG rebound pada perdagangan Rabu (17/April), naik 0.82% ke level 7,223, 14 jam lalu, #Saham Indonesia


Komentar @inbizia

Setuju dengan jawaban agan! Bahwa, dalam analisis trading secara manual, metode multiple time frame sering digunakan oleh trader. Mereka biasanya melihat tren secara keseluruhan di time frame yang lebih tinggi, seperti Daily (D1) atau 4-hours (H4), kemudian beralih ke time frame yang lebih rendah untuk mencari titik entry yang lebih spesifik dan akurat. Untuk day trader, menggunakan time frame 15 menit sebagai salah satu pilihan time frame adalah hal yang umum. Time frame yang lebih rendah seperti TF15 memberikan pergerakan harga yang lebih sensitif dan memungkinkan trader untuk melihat pergerakan harga secara lebih terperinci dalam skala kecil. Ini membantu dalam mencari titik masuk (entry point) dan peluang trading yang lebih cepat dalam jangka waktu harian. Mengenai multiple time frame bisa baca di artikel ini: Panduan Time Frame untuk Pemula dari Finex
 Hans |  29 Jul 2023
Halaman: Cara Tingkatkan Analisa Dengan Trading Tools Mifx
sada Maaf kak, ini gue krang ngerti maksud dari pertanyaan kakak. Apa mngkn yg dimaksud dngn pertanyaan kakak adalah : "Bagaimana cara memperhatikan pola chart di timeframe untuk pemula day trader ya? Apakah per menit atau per jam?" Nah, kalau emang yg dimaksud kakak adalah itu, akan gue bantu jelaskan ya: Pada umumnya day trader itu mengambil TF H4 atau lbbh besar sebagai patokan utk menentukan trend utama, dan di TF15 M misalnya mereka baru mengidentifikasi pola2 utk melakukan entry. Hal ini mengapa begitu, krna emang mereka biasanya ingin melihat konfirmasi2 yg terjadi, dan di Timeframe yg rendah emang lebih bisa kita perhatikan arah pergerakan pasar secara detil. Utk lebih jelasnya tentang penggunaan pola chart secara real time via time frame bsa baca di artikel berikut ya kak : Panduan Time Frame untuk Pemula
 Heru |  29 Jul 2023
Halaman: Cara Memanfaatkan Autochartist Broker Monex
Junaedi: Halo kak, saya akan mencoba menjelaskan bagaimana cara membandingkan biaya antara spread dan komisi dalam trading forex dnng perhitungan yaa! Pertama, mari kita hitung biaya total untuk setiap akun dengan menggunakan contoh trading GBP/USD dengan asumsi spread tetap dan komisi tetap. Akun Ultra Low: Spread: 0.9 pips
Komisi: $10
Total biaya = Spread + Komisi = 0.9 pips + $10 = (dalam pip) 0.9 + 10/10 = 1.9 pips Akun Standard dan Akun Pro: Spread: 2.4 pips
Komisi: $1
Total biaya = Spread + Komisi = 2.4 pips + $1 = (dalam pip) 2.4 + 1/10 = 2.5 pips Berdasarkan perhitungan ini, pada contoh ini, biaya total untuk trading GBP/USD lebih tinggi pada akun Standard dan Pro (2.5 pips) daripada pada akun Ultra Low (1.9 pips), karena meskipun spread pada akun Ultra Low lebih rendah, komisinya lebih tinggi. Tapi balik lagi ya, ini berdasarkan biaya trading karena masih ada faktor2 lain yang mngkn bsa berpengaruh dlm keputusan memilih broker yang mana. Baca Juga: Panduan Memilih Broker Ideal Menurut Kondisi Trading
 Galuh |  26 Aug 2023
Halaman: Perbandingan Trading Gbpusd Di Akun Mifx
Ariyanto: Bantu perjelas aja nih. Mengapa Trading apapun itu klu udah ada Amerika Serikat itu pasti istimewa. Dan apa keistimewaam saham AS. Perlu diketahui bahwa Amerika Serikat memiliki ekonomi terbesar di dunia dengan banyak industri dan sektor yang beragam. Indeks saham AS seperti S&P 500 mencakup berbagai perusahaan dari berbagai sektor, sehingga memberikan gambaran luas tentang kesehatan ekonomi AS. Dikarenakan Kondisi ekonomi dan politik AS memiliki dampak global yang besar. Karena itu, banyak investor dan trader di seluruh dunia tertarik untuk mengikuti pergerakan indeks saham AS untuk mendapatkan wawasan tentang tren pasar global. Hal itulah yang menyebabkan Indeks saham AS diperdagangkan dalam volume besar, sehingga memiliki likuiditas yang tinggi. Ini berarti Anda dapat masuk dan keluar dari perdagangan dengan mudah tanpa menunggu terlalu lama. Baca Juga: Panduan Indeks Saham S&P 500 untuk Pemula
 Alex |  28 Aug 2023
Halaman: Trading Indeks Saham As Di Broker Finex
Wilson: Menurut saya, pemikiran semacam ketika kita merasa nyaman dan sukses dengan trading 1 pasangan mata uang, kita bisa memikirkan untuk trading dengan 2 pasangan itu udah benar kok. Ibarat kita udah menguasai satu hal dan belajar hal lain sehingga kita itu step by step dan alur trading kita bisa lebih terstruktur banget. Tapi sebelum jumping ke 2 pasangan mata uang yg berbeda. Kita perlu mengerti cara mengendalikan risiko dan bagaimana pasangan mata uang saling berpengaruh. Dan menurut saya. Ketika kita trading dengan 2 pasangan mata uang yang berbeda, kita harus pastikan punya cukup waktu dan pengalaman sebelum melibatkan diri dengan 2 pasangan mata uang. Jadi, jika kita sudah merasa terbiasa dengan 1 pasangan dan bisa menghasilkan keuntungan, maka kita mungkin siap untuk mencoba dengan 2 pasangan. Baca Juga: Panduan Memilih Pair Trading untuk Pemula
 Benny |  28 Aug 2023
Halaman: Tips Broker Mifx Trading Satu Pair Atau Banyak Pair
Bagi saya, sebagai trader pemula dan sebagian besar pelatih saya juga mengatakan, tidak ada satu pasangan mata uang yang "terbaik" untuk diperdagangkan di forex, karena pilihan pasangan mata uang yang optimal sangat bergantung pada gaya trading individual Anda, toleransi risiko, dan preferensi pribadi. Beberapa pasangan mata uang yang sangat ramah untuk diperdagangkan: EUR/USD (Euro/Dolar AS)
USD/JPY (Dolar AS/Yen Jepang)
GBP/USD (Pound Inggris/Dolar AS)
USD/CHF (Dolar AS/Franc Swiss)
AUD/USD (Dolar Australia/Dolar AS)
USD/CAD (Dolar AS/Dolar Kanada)
NZD/USD (Dolar Selandia Baru/Dolar AS) Pasangan mata uang ini dikenal sebagai “pasangan utama”, karena mewakili mata uang yang paling banyak diperdagangkan di dunia. Namun, ada juga “pasangan kecil” dan “pasangan eksotik” yang dapat diperdagangkan di forex, dan ini mungkin menawarkan peluang unik tergantung pada kondisi pasar dan strategi perdagangan Anda. Namun pair ini tidak banyak diperdagangkan. Jadi, yang terbaik adalah memiliki Pasangan Utama. Baca Juga: Panduan Memilih Pair Trading untuk Pemula 3 Tips Sukses Trading Dengan Pair Cross Tips Broker MIFX: Trading Satu Pair atau Banyak Pair?
 Alexander |  22 Aug 2023
Halaman: Tips Mifx Cara Memanfaatkan Tipe Order Sesuai Strategi

Komentar[27]    
  Richard   |   26 Mar 2023

Mau nnya nih min, jadi ane kan sering ngeliat tutorial trading gt di beberapa rubik dan video. Nah sering tuh dianjurin buat baca timeframe itu harus multiple timeframe biar lbh jelas trennya sdng apa dan buat konfirmasi entrynya dan exitnya dimana. Jadi panduan step yg ane liat dengan yg disarankan oleh artkel itu sama. Nah, cuman jujur ga terlalu dijelaskan disini bahwa klu gaya trading ini sbaiknya pke time frame apa aja. Dan ane jga sering ngeliat tutrotial lain dan cara liat multiple timeframe nya jga berbeda2.

Jadi ane mau nnya. Rencana ane mau pake gaya day trading, multiple timeframe yg cocok buat ane di timeframe apa jaa ya? Makasih

  Michael   |   26 Mar 2023

Gw sih setuju ama artikel bahwa klu elo gaya trading day trading biasa pake menit 30 kebawah. Untuk penggabungannya gw biasanya pake beberapa time frame yang lebih rendah seperti 5 menit, 15 menit, dan 30 menit untuk analisis teknikal dan konfirmasi entry atau exit. Timeframe agak tinggi misalkan H1 itu cma negliat Support and Resistance secara luas aja.

ini prefernsi gw ya jadi bisa aja beda ama yg lain, gw melihat chart di time frame 5 menit dan menemukan tren naik, kmudian gw biasanya memeriksa chart di time frame 15 menit dan 30 menit untuk mengkonfirmasi bahwa tren tersebut juga terlihat pada time frame yang lebih tinggi ato dengan kata lain kita jga follow the tren. Dengan demikian, gw paling ga dapat meminimalisir kesalahan entry atau exit yang salah.

  Hardyanto   |   26 Mar 2023

Klu saya justru berbeda. Saya menggunakan multiple time frame dengan patokan H4 sebagai gambaran dari tren secara jangka panjang dan nentuin support and resistance yang penting. Setelah mengetahui tren jangka panjang, saya menggunakan time frame M30 untuk melihat gambaran tren jangka menengah untuk mengetahui apakah tren bakal berlanjut ga atao tidak. Dan terkahir saya menganalisa timeframe M15 untuk mencari peluang trading dan menentukan level entry dan exit yang tepat. Dan bila dirasa kurang cukup sinyal biasa saya mencari di timeframe M10 bahkan M5.

Secara overal sih saya sama dengan langkah yang dipandu oleh Finex. Dan saya setuju kalau ini preferensi masing2. Cuman klu belum berpengalaman sebaiknya ya ikutin panduan dari Finex karena dengan timeframe rendah biasanya banyak noise dan sinyal palsu sehingga resiko juga tinggi.

  Rieto   |   26 Mar 2023

halo, saya sebagai pemula ngerasa kebantu banget krna bsa tau cara makai timeframe yg bnr. And saya baru sadar jga ternyata Timeframe ga blh dipakai berdekatan. Ya ternyata saya aja yg salah make TimeFrame selama ini, jadi dngn adanya artikel ini saya bsa berlatih lebih lagi.

Kmudian saya agak sedikit kesulitan klu mengenai faktor fundamental krna kan dasarnya itu didapat dari berita. Sdngkn berita ekonomi apalagi yg luar negeri agak susah diakses dan klu pake internet browsing gt terkadang beritanya ngawur, jadi dari Finex sendiri ada solusinya ga buat cari berita krna kan dikatakan berhubungan dngn timeframe jga.

  Surya   |   26 Mar 2023

Kalo berita sih sbenarnya di Finex juga udah sediaiin. Tinggal download Finex App nya terus bsa ngakes beritanya dimana aja n kapan aja. Ato tinggal ke halaman mereka trus klik menu berita. Ntar bakalan muncul berita Forex ter up to date tiap hari.

Cuman biasanya nihh untuk mengetahui rilisan berita yg cukup penting diperlukan kalender ekonomi. Dan kalender ekonomi bisa elo dapatkan dngn gampang dngn cara googling aja. Utk broker Finex sndiri sayangnya lom ada kalender ekonomi jdi utk ngaksesnya perlu pihak ke tiga. Tpi btw utk berita forexnya cukup lengkap n sumbernya jga terpercaya

  Wilson   |   2 Apr 2023

Btw aku ada pertanyaan mengenai penggunaan MTF. Misalkan nih, gw seorang day trader, bila ikut petunjuk dari artikel kan brrti aku liatnya di H4 utk ato daily utk liat trendnya, kemudian dilanjutkan ke H1 utk ngeliat apakah bnr trendnya benaraan msh sama terus ke timeframe 15 menit dan ngeliat utk tentuin titik entry dan exit yg tepat.

Yg aku bingungkan adalah di Tf 15 menit, maksudnya ada ga cara utk tentuin titik entri dan exit yg tepat dan bagaimana bila trend di 15 menit trnyata ga sama dgn trend yg terjadi di H4 dan H1? Mohon penjelasannya.

  Yanto   |   2 Apr 2023

Ini berdasarkan pengalaman ane ya, sbagai day tradeer. Jadi apa yg dtuliskan oleh artikel udah oke, jelas, dan jga bsa bngt ikut stepnya.

So, kita pertama2 ngeliat time frame yang lebih tinggi, seperti daily atau H4, untuk mengidentifikasi arah tren pasar. Misalkan nih kbtulan trend yg terjadi itu naik. Kmudian like step yg udah dijelasin kita ke H1 dan ngeliat trend mash sama. Kmudian kita ngeliat lagi di 15 mnt utk nyari titik masuk yang tepat. Dan trnyata ktika diliat, lagi bearish. Kmudian krna ga yakin, kita cba lagi ngeliat di timeframe rendah msalnya M5 dan trnyata trend disitu naik turun alias sideway dan ga menunjukkan sinyal yg jelas (price action). Dngn bgitu, kita bisa tau klu kedepannya mngkn akan sideway shngga kita kluar dari trading terlebih dahulu.

Beda kasus bila time pada time frame M15, kita ada ngeliat potensi reversal misalkan muncul candlestick bearish engulfing dbarengi dngn nembusnya level resistance. maka kita bisa entry sell.

  Wilson   |   2 Apr 2023

Oh, berarti bsa dikatakn klu misalnya pake MTF ini, bisa jadi patokan utk identifikasi tren dngn ngeliat berkali2 ya di timeframe yg berbeda. Terus kita jga kyknya bsa ngehindari sinyal palsu bila cma ngeliat di 1 time frame aja. Dngn cara ya ngeliat timeframe lbh kecil utk ngeliat dalam pergerakan rentan waktu yg agak pendek, arah harga bakal kemana.

kyknya aku mesti latian di akun demo terlebih dahulu deh biar bsa mahir menggunakan teknik ini dngn baik dan aku rasa dengan pemahaman singkat dan sederhana gt bsa jadi awl yg baik utk trading. Makasih ya gan atas penjelasannya

  Enzo   |   2 Apr 2023

mohon maaf, kbtulan saya ini mau mnjadi seorang scalper dan kehilangan arah ktika mau trading scalping krna ssering menggunakan time frrame yg berbeda krna terkadang di timeframe ini sering loss tetapi di timeframe lain gak bgitu jga sebaliknya.

Jadi saya mau tanya utk penggunaan Multi Time Frame ini, apakah seorang scalper perlu menggunakannya jga ato lebih baik fokus di satu time frame saja?

Dan utk seorang scalper, maksimal scalpingan itu di time frame mana ya? Dan dari sekian time frame yg digunakan utk scalping, utk pemula sebaiknya scalping di time frame yg mana? Terima kasih!

  Reza   |   2 Apr 2023

Bantu jawab ya kak. Sebagai seorang scalper, mnrut aku, kakak mendingan fokus aja di satu time frame biar lebih mudah dipahami pergerakan harga. Toh scalper jga kan entry closing jga cepat.

Nah, untuk time frame yang cocok buat scalping, biasanya sih digunakan time frame yang lebih rendah seperti 1, 5, atau 15 menit. Dan mnrut aku untk pemula, sebaiknya mulai dengan time frame yang umum aja dulu, kayak 5 atau 15 menit, semakin lama maka smakin baik. So, 15 menit it is okay krna lbh santai dbnding 5 menit.

Tapi, jangan lupa ya, scalping itu butuh disiplin yang tinggi dan pengalaman yang cukup buat bisa ambil keputusan trading yang tepat dalam waktu yang singkat. Jadi, pastikan kamu udah punya dasar-dasar trading yang kuat dan sistem trading yang udah teruji dan terbukti berhasil sebelum mulai scalping ya! Utk referensi aja bisa baca strategi scalping 15 menit dengan stochastic.

  Jourge   |   7 Apr 2023

Sbagai pemula, jujur artikel ini lumayan mmbntu saya dlm mengetahui kegunaan dan pentingnya time frame. Cuma, saya benaran masih kurang paham terhadap beberapa hal yg udah dibahas di artikel ini. Diantaranya seperti mlsh time frame.

Dari sekian time frame yg tersedia di platform MetaTrader, kira2 yang bisa menunjukkan harga secara akurat serta paling bisa nunjukin trend scara benar itu di Time Frame berapa? Aku jga agak bingung mengapa kita disaarnkan utk tidak menggunakan Multiple time frame di waktu yg berdekatan misalnya H1 dan M30 dikatakan di artikel bahwa tidak akurat. Mengapa demikian ya?

  Hino   |   2 Jun 2023

Jourge:Nah, tentang multiple time frame di waktu yang dkt2, ada beberapa alasan kenapa di artikel bilang enggak akurat. Pertama, mnrut gue ya! kalo kita gabungin time frame yang terlalu deket, bisa bikin bingung dan sinyalnya jadi bertentangan. Misalnya, H1 (1 jam) dan M30 (30 menit) nunjukin sinyal yang beda2, jadinya susah buat ambil keputusan yang jelas.

Kedua, kalo kita analisisin multiple time frame yang deket2, bisa aja kita dapetin sinyal palsu atau "noise" yang enggak penting. Setiap time frame punya fluktuasi harga dan pola gerakan yang beda. Kalo kita analisis beberapa time frame yang deketan, bisa aja kita liat sinyal yang bertentangan atau enggak konsisten, jadi bikin keputusan jadi susah.

Pokoknya, klu mau pake time frame dalam trading itu adlh tentang nyari keseimbangan antara kecepatan gerakan harga dan informasi yang kita dapetin. Setiap trader punya preferensi dan strategi yang beda, jadi kita perlu eksperimen dan cari time frame mana yang paling cocok buat gaya trading dan tujuan kita.

  Hendra   |   19 May 2023

Dari sekian pilihan time frame serta pemaparan menggunakan multiple time frame gt di trading, sbnrnya ada aturan baku mngenai pnggunaan time frame ga sih. Jd mksd gue gini, misalakn gue scalping giu, maka ada aturan ga klu scalping harus mggunakan time frame sekian dan sekian. Terus day trading harus make time frame ini itu, nah ada aturannya ga sih?

Kmudian apakah ada pengaruh misalkan gue pake analisa tools ini, maka akan berpengaruh ke penggunaan time frame? misalkan aku mau make MA terus, aku make di time frame berapa gitu , apakah ada pengaruhnya tar ke hasil analisa?

Mohon maaf klu agak belat belit, kurang ngerti tntng time frame soalnya.. hehehee

  Bobby   |   29 May 2023

Hendra: Gan, sebenernya ga ada aturan baku yang mengatur penggunaan time frame karena itu lebih tergantung pada gaya trading dan preferensi masing2 trader.

Tapi, umumnya ada beberapa pedoman yang bisa dipertimbangkan. Misalnya, untuk scalping dmana cenderung mencari keuntungan kecil dalam waktu singkat, trader biasanya menggunakan time frame yg lebih rendah seperti M1 (1 menit), M5 (5 menit), atau M15 (15 menit).

Untuk day trading yang berfokus pada posisi yg dibuka dan ditutup dalam satu hari, trader sering menggunakan time frame seperti H1 (1 jam), H4 (4 jam), atau D1 (1 hari). Time frame ini memberikan gambaran yang lebih luas tentang tren dan pola pergerakan harga dalam satu hari.

Namun skli lgi, penting juga diingat bahwa penggunaan time frame tidak mutlak. Banyak trader ygf menggunakan multiple time frame utk mendapatkan perspektif yg lebih lengkap. Misalnya, mereka bs melihat tren jangka panjang di time frame harian (D1) dan mencari peluang entry di time frame lbh pendek seperti H1 atau H4.

  Joey   |   2 Jul 2023

Dalam asas penggunaan multiple time frame, berarti utk timeframe yg agak panjang itu sbagai penentu dari suatu trend ya? Dan sedangkan utk timeframe yg agak pendek itu digunakan sbagai signal ya?

Nah, klu penggunaan kyk gitu, tentu dong kita harus mengenali timeframe yg agak panjang itu timeframe apa aja? Apakah timeframenya dimulai dari H1 ampe MN ato jsutru dimulai dari hari hingga bulanan? Bgitu jga sebaliknya, bila timeframe kita agak pendek itu timeframe apa aja yg termasuk kategori timeframe pendek? Soalnya klu kita ga mengetaui mana yg pendek dan panjang, mngkn bakalan susah utk menerapkan multiple time frame. Semoga ada penjelasannya, saya ucpakna terima kasih sblmnya

  Setiawan   |   5 Jul 2023

Joey: Bener banget, bro! Prinsip penggunaan multiple time frame (MTF) itu memang kayak gitu. Timeframe yang agak panjang digunakan buat nentuin tren secara keseluruhan, sementara timeframe yang agak pendek digunakan buat nyari sinyal-sinyal entry atau sinyal trading.

Tapi, biar bisa menerapin MTF dengan baik, kita harus tau dulu timeframe mana aja yang termasuk panjang dan pendek, betul banget! Jadi, timeframenya bisa bervariasi tergantung dari preferensi masing-masing trader. Tapi umumnya, time frame yang lebih panjang biasanya dimulai dari Daily (Harian) sampe Monthly (Bulanan). Ini time frame yang bisa nunjukin gambaran tren dalam jangka waktu yang lebih lama.

Sedangkan time frame yang lebih pendek bisa mulai dari H1 (1 jam), H4 (4 jam), atau M15 (15 menit), bahkan sampe yang paling pendek kayak M1 (1 menit). Time frame yang pendek ini lebih fokus ke pergerakan harga yang lebih cepat dan bisa nunjukin sinyal-sinyal entry yang lebih detail.

semoga membantu ya!

  Sebastian   |   10 Jul 2023

Utk timeframe di Metatrader itu sebnrnya dari rentang berapa ke berapa ya? Dan misalkan kita ini positioning trading gitu, jarang banget buka chart Forex gitu, apakah dngn memperhatikan 1 time frame aja bisa ga ya? Kmudian, apakah kita bisa mengatur timeframe yg kita pake ga? Misalkan gue ga mau make TF 15 menit tetapi maunya TF 17 menit krna dirasa lebih enak dan lbh konvenien aja itu bsa ga di Finex? Kmudian apakah platform trading yg lain itu juga menggunakan timeframe default seperti yg dijelaskan di artikel ini ga? JAdi tetap di TF 1 menit hingga 1 MN gitu? MOhon penejalsannyaa!

  Andrew   |   11 Jul 2023

Timeframe di Metatrader sebenarnya bisa beragam, mulai dari yang paling kecil seperti 1 menit hingga yang terbesar seperti 1 bulan atau lebih. Tapi bergantung pada platform dan instrumen yang digunakan, jadi nggak selalu sama di semua trading platform.

Kalau kamu lebih suka melakukan positioning trading dan jarang melihat chart Forex, kamu bisa fokus pada satu time frame aja yang sesuai dengan strategimu. Misalnya, kamu bisa pakai time frame harian atau mingguan buat analisis dan pengambilan keputusan trading. Dan menurut ku tetap harus memakai multiple time frame yang dijelaskan di artikel ini

Di Metatrader, kamu bisa mengatur time frame yang mau kamu pake. Di Metatrader 4, tinggal klik ikon time frame yang ada di atas platform. Kalau pakai Metatrader 5, kamu bisa gunakan menu dropdown "Periodicity" buat pilih time frame yang kamu mau.

  Hanif   |   12 Jul 2023

KLo mau yg variasi timeframe nya banyak, ya enakan si make Metatrader 5 aja sih krna dia bsa setting bnyk kali pilihan timeframe dibandingkan dngn metatrader 4. Tpi permasalahan yg mngkn dihadapi dngn pengguna time frame yg bervarian itu adalah di broker. Broker dngn metatrader 5 di Indonesia *teregulasi ama BAPPEBTI itu emang super duper langka. Sedangkan broker dnegan Metatrader 4 cukup berjamuran. Hal ini karna metatrader 4 memiliki user yg banyak shngga broekr cndurung tawarin metatrader 4 dibandingakn dngn metatrader 5.

Saran aja, pakailahh TF yg default aja sih krna umumnya dan trader pro juga memakai TF dari sononya kyk TF1 hingga 1 MN yg udah disetting default di Metatrader 4

  Logan   |   10 Jul 2023

Halo, ini saya msih pemula jadi jujur aja, kurang tau dahh timeframe kyk gmana yg mngkn cocok buat saya. Dan rencana sihh ingin trading akun demo di broker. Kbtulan aja di artikel in idisediakan ama si Finex. Mau tanya aja, utk multiple Time Frame di Finex itu bsa diterapkan tidak? Kmudian TimeFrame yg disedaiakan ama Finex itu ada berapa macam ya?

Dan satu hal lagi, apakah yg mngkn disediakan ama Finex perihal mendukung trader yg make strategi multiple time frame ini?? Kmudian apakah TimeFrame yg paling cocok utk pmemula yaaa? Makasih bnyk!

  Chandra   |   12 Jul 2023

Halo! Tidak masalah jika Anda masih pemula, saya akan mencoba menjelaskan secara lebih sederhana untuk Anda.

Dalam trading, time frame (kerangka waktu) adalah interval waktu yang digunakan untuk menganalisis pergerakan harga pada chart. Time frame yang digunakan dapat bervariasi tergantung pada preferensi pribadi, gaya trading, dan strategi yang digunakan.

Untuk menjawab pertanyaan Anda, perihal multiple time frame dan dukungan dari broker seperti Finex, dapat bergantung pada fitur yang mereka tawarkan. Untuk di Finex, Trading Platform yang ditawarkan adalah Metatrader 4, sehingga timeframe yang ada itu bervariasi antara TF1, TF5, TF15, TF30, TF1H, TF4H, TFD1, TFW1, dan MN. Dengan Metatrader 4 sebagai trading platform, Finex otomatis udah menjadi broker yang cukup mendukung multiple timeframe

  Herry   |   22 Jul 2023

Gue cukup nangkap sihh apa yg disampaikan di artikel. Klo kita make timeframe lebih rendah, itu biasa emang tingkat akurat harga nya itu sangat tinggi. Jdi kita klo mau entry bsa pake timeframe lebh rendah agar bsa maksimal saat profit. Tetapi, pada timeframe lebih rendah, noise itu lbh sering terjadi shngga harga terkadang naik turun terus ga jelas di satu tempat. Jadi utk analisa trend ini agak susah make timeframe lebih kecil. Sedangkan di timeframe yg lbh tinggi, noise itu ga sering terjadi shngga kita bsa nganalisa dngn baik dan cocok utk pemula juga.

Pertnyaan gue, utk timeframe yg biasa di analiskan yakni H1, H4 hingga D1 itu kira2 cocok trading dngn gaya apa ya?

  Sammy   |   23 Jul 2023

Bantu jawab yee, kalo lu pake timeframe yang lebih rendah (misalnya H1 atau H4), biasanya emang lebih akurat buat nyari momen entry. Tapi, satu catetan nih, di timeframe rendah juga sering ada noise atau fluktuasi harga yang bikin bingung. Jadi, kalo lu nggak sabaran dan suka bingung, mungkin nggak terlalu cocok.

Nah, kalo lu cenderung santai dan lebih suka liat gambaran jangka menengah atau panjang, makanya D1 itu cocok banget. Di timeframe D1, lu bisa liat tren dengan lebih jelas tanpa digangguin sama fluktuasi harian yang bikin galau.

Kalo lu tipe yang suka main cepet, day trading bisa jadi pilihan di H1. Kalo suka main agak lama tapi gak terlalu panjang, swing trading di H4 bisa coba-coba. Tapi kalo lu suka santai-santai, dan nggak pengen sering-sering open posisi, ya D1 itu pilihan yang tepat.

Tapi inget, ini cuma saran aja. Gak ada patokan baku tentang pilihan timeframe. Setiap trader punya preferensinya sendiri. Jadi, cobain aja dan lihat apa yang paling cocok buat lu. Tetap belajar dan latihan terus, ya! Semoga sukses dan profit terus dalam trading, bro! Good luck! :)

  Roger   |   24 Jul 2023

Mnrtku swing trading cocok deh, mengapa? dalam swing trading, itu kita menggunakan W1 utk nganalisa trend, kmudian dilanjutkan dngn H4 utk entry.

Berdasarkan pemaparan artikel ini, dan bla kita ngurutkan tips2nyaa, dengan menggunakan timeframe W1 (1 minggu) untuk mengidentifikasi tren, lu bisa lihat gambaran besar pergerakan harga dalam jangka menengah. Ini akan bantu lu cari tahu arah tren secara keseluruhan, apakah sedang naik, turun, atau mendatar.

Terus, untuk entry dan exit posisi, lu bisa pakai timeframe H4 (4 jam). H4 lebih detail daripada W1, jadi lu bisa lihat pola-pola kecil dan momen-momen yang bagus buat masuk atau keluar dari posisi.

Jadi, misalnya di W1 lu lihat ada tren naik, nah di H4 lu bisa lihat pola koreksi atau pembalikan yang bisa jadi kesempatan bagus buat entry posisi buy.

Swing trading tuh pas banget buat yang suka "set and forget", artinya nggak harus terlalu sering pantau pasar. Lu bisa tentuin level-level support dan resistance di W1, terus pasang order pending di H4 sesuai dengan rencana trading lu. Selain itu, kita bisa menghindari timeframe yg lebih kecil sehingga menghindari noise juga! (baca juga : Swing Trading, Strategi Forex Ideal Untuk Profit Maksimal)

  Galtier   |   24 Jul 2023

Sedikit bingung dngn pernyataan ini di artikel yg ngebahas tentang multiple time frame:

Dituliskan disana bahwa : "Gunakan time frame yang berbeda untuk konfirmasi. Gunakan time frame yang berbeda untuk mengkonfirmasi sinyal dari time frame yang lebih besar. Misalnya, jika Anda menggunakan H1 sebagai time frame yang lebih besar, maka gunakan M15 untuk mengkonfirmasi sinyal"

Kira2 gaya trading mcm apa yg menggunakan h1 sbagai time frame yg lebih besar? apakah H1 itu bsa mengidentifikasi trend yg sedang terjadi? Klo d1 itukan utk indetifkasi trend itu lbh pasti lahh cma klo H1 gue kurang yakin aja. Mohon sarannya dong! Makasih!

  Kamun   |   24 Jul 2023

Mnrut gue, itu adalah ciri2 dari day trading dmana gaya trading dengan H1 sebagai time frame yg lebih besar. dlm day trading, H1 bisa dianggap sebagai time frame yg lebih besar dibandingkan dengan time frame yg lebih rendah, spt M1 (1 menit) atau M5 (5 menit).

Memang benar, H1 tidak sebesar D1 (1 hari) dlm mengidentifikasi trend, tapi tetap bisa memberikan gambaran tentang pergerakan harga dlm jangka menengah. Di H1, trader bisa melihat pola2 pergerakan harga yg lebih jelas dibanding time frame yg lebih rendah, dan itu bisa membantu trader dlm menentukan arah tren.

Dengan menggunakan M15 (15 menit) sebagai konfirmasi untuk sinyal yg muncul di H1, trader mencari sinyal yg sejalan dengan tren yg lebih besar (H1) pada time frame yg lebih kecil (M15). Misalnya, jika ada sinyal buy di H1, trader mencari momen2 yg cocok untuk entry buy di M15.

  Saiful   |   17 Oct 2023

Ini bukannya ingin berkomentar ato ngedskredit broker Finex yaa sblmnya. Artikel ini kan jelas ngenyatain bahwa kita itu klo trading pasti perhatiin grafik yg ada dan grafik2 tsb itu selalu disertasikan dngn time frame. Jd dngn bgitu kita bsa tau bahwa kita perhatiin grafik harga di time frame berapa.

Nah, kan ga setiap trader itu selalu menggunakan step2 yg ada di artikel dimana memperhatikan time frame berapa trus konfirmasi di time frame berapa gitu. Setau gue sndiri klo trader yg scalper gitu memperhatikan time frame agak kecil, jadi seprtinya ga sesuai dngn arahan step yg dijelaskan oleh Finex.

Dan dlm hal time frame tentunya kita harus ngeperhatiin bahwa kecepatan ekskusi trading itu sangat penting krna itu bakal ngepangaruhi jalannya trading dan juga jlnyya grafik harga di timeframe2 yg ada di Finex. Apakah Finex sndiri menjamin keepatan ekskusi mereka? Terima kasih