Paylater vs Kartu Kredit, Mana yang Lebih Baik?


Linlindua 29 Jun 2021 92Dibaca Normal 9 Menit

Meski sama-sama berprinsip "beli sekarang bayar nanti", nyatanya ada beberapa perbedaan antara PayLater dengan kartu kredit. Lantas bila disuruh memilih, mana yang lebih baik antara PayLater dengan kartu kredit?

PayLater maupun kartu kredit merupakan metode pembayaran dengan sistem cicilan. Meski hampir mirip, keduanya memiliki perbedaan. Alhasil, banyak orang yang bertanya-tanya; antara PayLater vs kartu kredit, manakah yang lebih menguntungkan?

Metode pembayaran kartu kredit sudah lama tersedia dan dikenal masyarakat sejak beberapa dekade silam. Seiring berkembangnya teknologi, kini telah tersedia pembayaran kredit terbaru yang lebih praktis yaitu PayLater. Mengapa dikatakan lebih praktis?

Hal ini karena PayLater tidak memerlukan kartu fisik untuk bertransaksi. Pengguna hanya perlu mengaktifkan fitur pembayaran PayLater yang tersedia di beberapa marketplace populer seperti Shopee, Tokopedia, hingga Gojek. Selanjutnya, pengguna tinggal menikmati fasilitas sekaligus membayar tagihan pada tanggal yang sudah ditentukan secara teratur.

Baca juga: Alasan Dompet Digital Tumbuh Pesat di Indonesia

Entah PayLater maupun kartu kredit, pelanggan tentu akan memprioritaskan metode pembayaran yang lebih menguntungkan, kecuali ada situasi dan kondisi tertentu. Nah, berikut penjelasan PayLater vs kartu kredit untuk Anda.

 

Perbedaan PayLater Dengan Kartu Kredit

1. Proses Aplikasi

Pertama, mari pertimbangkan dari segi proses aplikasi antara PayLater vs kartu kredit. Jika Anda perhatikan, pasti kedua metode tersebut memiliki proses aplikasi yang sangat berbeda.

Pada metode PayLater, pengajuannya jauh lebih cepat daripada kartu kredit karena semuanya berbasis online. Selain menghemat waktu, dokumen yang diperlukan pun hanya berbentuk softcopy sehingga lebih praktis. Secara umum, syarat pengajuan fitur PayLater adalah dokumen yang mudah dijumpai antara lain KTP, NPWP, KK, dan BPJS.

PayLater VS Kartu Kredit

Lain halnya dengan pengajuan kartu kredit yang memerlukan waktu lebih lama dari PayLater. Selain itu, Anda juga harus pergi ke kantor bank yang dipilih dan menunggu konfirmasi. Saat mengajukan proses ini, Anda harus menyiapkan dokumen penting seperti fotokopi KTP, NPWP, slip gaji, buku tabungan, dan SKP atau Surat Keterangan Perusahaan.



Belum cukup sampai di situ, proses aplikasi kartu kredit pada bank tertentu rupanya harus melalui tahap wawancara. Tujuannya tak lain adalah untuk menentukan apakah Anda memang layak memiliki kartu kredit atau tidak. Apabila pihak bank menilai Anda tidak mampu secara finansial, maka sudah pasti pengajuannya akan ditolak. Pada poin ini, sudah jelas jika proses aplikasi PayLater lebih mudah daripada pengajuan kartu kredit.

 

2. Jumlah Bunga

Bicara soal cicilan, tidak akan lengkap jika belum membahas bunganya. Ternyata, PayLater dan kartu kredit memiliki kisaran bunga yang berbeda.

Di Bank Indonesia, batas maksimum suku bunga kartu kredit turun dari 2.25% menjadi 2% sejak bulan Mei 2020 lalu akibat pandemi COVID-19. Peraturan bunga kartu kredit ini disamakan sesuai peraturan dari Bank Indonesia.

Sementara bunga PayLater cenderung berbeda-beda antar marketplace. Sebagai contoh, Traveloka PayLater memiliki bunga 2.14 – 4.78%, Ovo PayLater sebesar 2.9%, Shopee PayLater sebesar 2.95%, Kredivo sebesar 2.95%, dan Gojek PayLater sebesar Rp 7.500 - Rp49.000 per bulan tergantung limitnya.

Ternyata, kemudahan yang Anda peroleh dari proses aplikasi PayLater harus Anda bayar dengan jumlah bunga yang tergolong tinggi. Dalam hal ini, jumlah bunga PayLater lebih tinggi daripada bunga kartu kredit.

Kunjungi juga: Daftar Suku Bunga Kredit dan Pinjaman

 

3. Tenor Cicilan yang Disediakan

Setiap layanan kredit, pasti menawarkan tenor atau batas waktu cicilan bagi pengguna untuk melunasinya. Begitu pula dengan kartu kredit maupun PayLater; keduanya memiliki tenor cicilan guna meringankan pengguna saat membayar tagihan.



Sebenarnya, setiap marketplace dengan fitur PayLater memiliki tenor yang cukup beragam sesuai kebijakan masing-masing. Namun secara umum, tenor cicilan yang mereka tawarkan lebih pendek daripada kartu kredit yaitu maksimal hanya 12 bulan saja. Ada juga marketplace yang memiliki tenor di akhir bulan seperti Gojek PayLater, atau Shopee PayLater maksimal 3 bulan.

Sementara itu, tenor cicilan kartu kredit jauh lebih panjang, yaitu sampai 24 bulan atau 2 tahun. Oleh karena itu, pengguna kartu kredit memiliki waktu yang cukup lama untuk membayar tagihannya.

Cara Pintar Memanfaatkan Kartu Kredit(Baca Juga: Cara Pintar Manfaatkan Kartu Kredit)

 

4. Biaya yang Harus Dibayarkan

Selanjutnya, mari perhatikan perbandingan PayLater vs kartu kredit dari sisi biaya yang harus pengguna bayarkan.

Salah satu keunggulan PayLater yaitu tidak memiliki biaya tahunan. Meski demikian, fitur PayLater mewajibkan setiap pelanggan untuk membayar denda apabila terlambat membayar cicilan. Beberapa marketplace bahkan memiliki biaya layanan lain yang harus pengguna bayar pada setiap transaksi.

Besaran biaya denda PayLater berbeda-beda tergantung kebijakan penyedia layanannya. Misalnya, denda Traveloka yaitu 5% dari sisa utang, OVO PayLater 0.1% per hari, GoPay PayLater yaitu Rp2,000 per hari, Shopee PayLater 0.1% per hari, dan Kredivo sebesar 3% dari total tagihan.

Sementara itu, biaya tahunan kartu kredit bagi penggunanya tidaklah sedikit. Secara umum, biaya tahunan kartu kredit mulai dari ratusan ribu sampai jutaan rupiah tergantung jenis kartu kredit yang dipakai sekaligus kebijakan dari bank penyedia layanan. Belum lagi biaya keterlambatan atau denda yang harus pelanggan kartu kredit tanggung apabila tidak tepat waktu membayar. Biaya-biaya lain yang biasa ditanggung oleh pemilik kartu kredit antara lain biaya tarik tunai, konversi mata uang, overlimit, pembatalan cicilan, pengembalian cek/giro, serta salinan tagihan.

Baik PayLater vs kartu kredit sebenarnya sama-sama memberikan keuntungan bagi penggunanya. Hanya saja, jangan lupa selalu bijak dalam menggunakan layanan tersebut. Pasalnya, kemudahan saat berbelanja, membuat sebagian orang menjadi lebih konsumtif dan tidak mampu mengontrol diri. Pada akhirnya, perilaku tersebut akan membuat seseorang menjadi hidup boros.

Tips Mencegah Belanja Impulsif(Baca Juga: Jangan Boros! Ini Cara Menahan Belanja Impulsif)

 

Cara Kerja PayLater

Belakangan ini, metode PayLater memang lagi naik daun. Opsi pembayaran ini dipandang menjadi solusi bagi pengguna yang memerlukan dana talangan cepat tanpa prosedur yang rumit. Namun, ada beberapa hal yang sebenarnya harus Anda waspadai sebelum menggunakan metode "beli sekarang, bayar nanti" ini. Sebab, resikonya ternyata tidak lebih ringan daripada metode kartu kredit. Salah satunya, dilihat dari bunga PayLater yang tidak lebih rendah daripada bunga kartu kredit.

Baca Juga: Tips Bijak Gunakan PayLater pada Dompet Digital

Sederhananya, berikut ini cara kerja PayLater yang harus Anda pahami.

 

1. Pendaftaran PayLater

Setiap marketplace memiliki kebijakan berbeda untuk hal ini. Di Traveloka, pengguna atau pemilik akun harus mengajukan permohonan aktivasi terlebih dulu dengan melengkapi formulir untuk mendaftar PayLater. Sementara di Shopee dan Gojek, pengguna berhak menikmati fitur ini pada akunnya tanpa melalui proses pendaftaran. Berbeda lagi dengan OVO yang menyediakan fitur PayLater bagi pemilik akun OVO Premier.

 

2. Penggunaan PayLater

Setelah permohonan aktivasi PayLater disetujui, Anda bisa menggunakan opsi pembayaran ini. Setiap persetujuan aktivasi PayLater, selalu menyertakan keterangan plafon pinjaman, detail cicilan, dan sebagainya. Penggunaan metode ini dibatasi oleh aturan tersebut. Jadi, perhatikan terlebih dulu rinciannya dan sesuaikan dengan kesanggupan pembayaran di hari nanti.

Penggunaan PayLater

 

3. Pembayaran dan Bunga PayLater

Lagi-lagi, setiap aplikasi memiliki aturan berbeda terkait bunga PayLater. Persamaannya adalah tagihan selalu dikirim setiap bulan sekaligus dengan bunganya.

 

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Tentang PayLater

Pada kondisi tertentu, memang metode PayLater sangat membantu. Namun, apabila tidak hati-hati, justru menimbulkan masalah baru seperti awal lingkaran setan. Apalagi dengan suku bunga yang tidak lebih rendah dari bunga kartu kredit Mandiri, BCA, maupun BNI.

Nah, agar tidak salah langkah, berikut ini beberapa hal penting yang harus Anda perhatikan terkait PayLater.

 

1. Jika Sudah Punya Kartu Kredit, Hindari PayLater

Sesuai namanya yaitu kredit, maka kapan pun dan dimana pun Anda mengaji, ukan kredit, berarti Anda berjanji untuk membayarnya di kemudian hari. Oleh karena itu, sebelum mendaftar fitur PayLater, langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah bertanya pada diri sendiri, apakah pendapatan Anda cukup untuk mengembalikan tagihan beserta bunganya nanti?

Baca Juga: Bolehkah Punya Kartu Kredit Lebih dari Satu?

Lain halnya bagi Anda yang sudah memiliki kartu kredit, sebaiknya jangan menggunakan layanan PayLater. Sebab, tagihan dari PayLater sekaligus kartu kredit bisa menumpuk beban hutang di kemudian hari. Ingat, kondisi dompet kosong sebelum gajian bukan menjadi penanda untuk menggunakan layanan PayLater, tetapi sinyal untuk diet keuangan.

Sama halnya bagi Anda yang sudah terdaftar sebagai pengguna PayLater di salah satu aplikasi, sebaiknya jangan mendaftarkan diri lagi di fitur PayLater aplikasi lain. Sebab tanpa pembukuan real time, Anda bisa kehilangan jejak pengeluaran bulanan dan terkaget-kaget ketika menerima tagihan di akhir/awal bulan yang membengkak.

 

2. Perhatikan Aturan Aplikasi Sebelum Pakai PayLater

Selain bunga, ternyata layanan PayLater juga memiliki biaya lain-lain yang harus Anda perhatikan, seperti biaya administrasi dan denda keterlambatan pembayaran. Untuk itu, pastikan untuk membaca terms and condition dari pengelola aplikasi dengan teliti, sebelum mulai menggunakannya.

Cermati pula bagaimana jika Anda batal untuk membeli produk terkait; apakah pembelian bisa dibatalkan atau tetap dikenai full charge sekaligus bunga PayLater, ataukah pembelian dan charge bisa batal sepenuhnya. Tentu saja, setiap penyedia PayLater memiliki prosedur khusus untuk product return. Maka, jangan ragu untuk bertanya pada Customer Service jika menemui terms and conditions yang tidak jelas.

 

3. Waspada Peretasan

Apapun yang berkaitan dengan produk digital, pasti rentan oleh peretasan, termasuk PayLater. Apabila Anda gagal mengamankan password dan username atau justru kehilangan gadget, maka resiko PayLater diretas akan lebih besar.

Peretasan PayLater

Memang, dunia perbankan juga bisa diretas atau phising. Namun, kemudahan akses PayLater bisa menjadi bumerang yang rentan disalahgunakan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab; berbeda dengan kredit bank yang memiliki prosedur lebih ruwet.

Untuk mengurangi resiko peretasan tersebut, gunakan PayLater pada satu gadget dan buat password seunik mungkin (bukan tanggal lahir maupun nama Anda). Selain itu, jangan pernah login menggunakan gadget milik orang lain. Jangan pula memberitahukan password dan kode apapun itu kepada orang lain yang mengatasnamakan penyedia PayLater. Motif ini sering dipakai orang tidak bertanggung jawab untuk membobol akun aplikasi Anda.

Akhir kata, pilihan antara PayLater vs kartu kredit harus disesuaikan dengan kebutuhan. Pertimbangkan pula beberapa hal yang sudah tertera di atas. Pada akhirnya, apa yang Anda peroleh dengan berbelanja kredit saat ini, tetap harus Anda bayar nantinya. Jadi, pergunakan dengan bijak kemudahan PayLater maupun kartu kredit untuk hal-hal yang penting dan menguntungkan saja ya!

BANKKPRRitel
Bank Amar Indonesia 13.00% 11.00%
Bank Artha Graha Internasional 10.90% 10.40%
Bank Artos Indonesia 30.23% 30.23%
Bank Bisnis Internasional 8.78% 12.35%
Bank Bukopin 9.31% 9.20%
Bank Bumi Arta 9.98% 10.55%
Bank Capital Indonesia 13.30% 13.30%
Bank China Construction Bank Indonesia 9.89% 9.89%
Bank Cimb Niaga 9.55% 10.10%
Bank Commonwealth 10.75% 10.75%

Ketika Anda benar-benar percaya bahwa trading hanyalah sebuah permainan probabilitas yang sederhana, konsep seperti benar dan salah atau menang dan kalah tidak lagi memiliki makna yang sama.

Michael Covel

Anda bisa memperkirakan apa yang terjadi. Tapi bila Anda tidak punya parameter trading, maka sebaiknya jangan masuk hanya karena peluangnya terlihat oke, atau karena seseorang mengatakannya.

Carolyn Boroden

Charting itu agak mirip dengan berselancar. Anda tak perlu banyak tahu tentang fisik gelombang untuk menangkap sebuah ombak yang bagus. Anda hanya perlu mampu merasakannya ketika (ombak) itu terjadi dan memiliki keberanian untuk beraksi di saat yang tepat.

Ed Seykota

Saat Anda mengalami kerugian beruntun, segala keraguan dan ketidakpastian akan menyeruak dan membuat Anda sangat ragu untuk menarik pelatuk (entry). Rasanya tak ada satupun yang berjalan dengan benar. Itu adalah sesuatu yang harus Anda kontrol.

Bill Lipschutz

Trader yang benar-benar (ingin) sukses haruslah berkomitmen untuk mendalami dunia trading, dan menganggap uang sebagai bonus sampingan.

Bill Lipschutz

Saya akan selalu mengurangi posisi ketika loss. Dengan begitu, saya hanya akan memiliki posisi kecil saat trading berakhir buruk.

Paul Tudor Jones

Trader cerdas akan selalu paham dan mengikuti latar fundamental dari instrumen tradingnya, namun untuk mengenali level entry dan exit, ia akan menggunakan analisa teknikal

Kathy Lien

Trading bukanlah hanya soal melindungi modal dari kerugian, melainkan juga melindungi diri dari diri sendiri.

Kim Krompass

Tekunilah proses dari setiap proses, kerjakan, rencanakan, investasikan waktu Anda dengan bijak, jadilah produktif, dan jangan buang-buang waktu.

Chris Lori

Yang penting bukan masalah benar atau salah, tapi seberapa besar profit Anda ketika benar, dan seberapa banyak loss Anda ketika salah.

George Soros

Dalam berinvestasi Anda harus tahu betul apa-apa yang tidak Anda ketahui, dan berpeganglah hanya pada apa yang Anda ketahui.

Warren Buffett

Cara membangun return jangka panjang adalah dengan melindungi modal dan memaksimalkan profit.

Stanley Druckenmiller

Kehancuran emosional hampir sama buruknya dengan kehancuran finansial.

Kim Krompass

Untuk menjadi sukses, trading-lah seperti Anda memulai usaha, jangan perlakukan trading sebagai hobi atau pekerjaan rutin. Kalau cuma hobi, tak ada komitmen belajar, dan akhirnya Anda cuma buang-buang uang. Sedangkan kalau diperlakukan sebagai pekerjaan, trading bisa membuat Anda frustasi karena di sini tidak ada gaji bulanan.

Jean Folger

Saya tak banyak melihat korelasi antara trading yang bagus dan kecerdasan. Beberapa trader terkemuka cukup cerdas, tetapi beberapa diantaranya tidak.

William Eckhardt

Untuk pemula disarankan lebih baik trading saham dahulu, kalau sudah profit konsisten baru mencoba forex, emas, atau lainnya. Kalau dari awal sudah nekat trading forex, emas, apalagi indeks tanpa bekal ilmu yang cukup, boleh jadi sebentar saja uangnya langsung amblas,

Desmond Wira

Orang yang tradingnya maksa seringkali berujung pada kegagalan. Disyukuri saja profit yang sudah didapat hari itu. Jangan kemaruk.

Desmond Wira

Pada dasarnya, forex dan saham tidak jauh berbeda. Yang membedakan adalah risikonya.

Ellen May

Tak ada satupun aturan trading yang bisa 100% profit sepanjang waktu.

Jesse Livermore

Saya tahu kemana saya akan keluar bahkan sebelum saya masuk (pasar).

Bruce Kovner

Memilih time frame rendah untuk kemudian mengolah cara trading jangka pendek bukanlah tindakan memalukan apalagi sebuah dosa.

Barbara Rockefeller

Saya selalu percaya bahwa passion yang diikuti kerja keras dan doa akan membuahkan hasil yang baik di segala bidang, termasuk forex.

Buge Satrio

Ketika mendapat profit, kita jadi lebih berhati-hati. Sedangkan ketika mengalami kerugian, kita justru mulai mengambil risiko lebih banyak dan rugi lebih banyak lagi.... Jadi, trader perlu memutuskan apakah mereka bisa menanggung risiko dan apakah mereka bisa mengambil keputusan dengan cepat sebelum trading.

Paul Rotter

Masuklah pasar hanya saat pasar trending; jika bullish Anda harus buy, jika bearish masuk posisi sell. Cuma cara itu yang bisa menghasilkan keuntungan sebenarnya.

Jesse Livermore

Saya hanya kaya karena saya tahu kapan saya salah. Pada dasarnya saya bisa bertahan dengan mengakui kesalahan-kesalahan saya.

George Soros
Kirim Komentar/Reply Baru
11 Cicilan Tanpa Kartu Kredit Yang Terdaftar OJK
11 Cicilan Tanpa Kartu Kredit Yang Terdaftar OJK
Yuvita   17 Dec 2021   30  
10 Bank Dengan Pinjaman KPR Terbaik
10 Bank Dengan Pinjaman KPR Terbaik
Nandini   27 Dec 2020   447  
Ingin Dapat Pinjaman Tanpa Takut Riba? Ini Caranya
Ingin Dapat Pinjaman Tanpa Takut Riba? Ini Caranya
Jujun Kurniawan   15 Sep 2020   806  
Ingin Pakai Kartu Kredit Untuk Bisnis? Perhatikan Ini
Ingin Pakai Kartu Kredit Untuk Bisnis? Perhatikan Ini
Jujun Kurniawan   23 Aug 2020   1013  
Mengenal FLPP, Program KPR Bersubsidi
Mengenal FLPP, Program KPR Bersubsidi
Febrian Surya   23 Jul 2020   924  
Sebelum Ambil Kredit, Pahami Penyebab Naik Turun Bunga KPR
Sebelum Ambil Kredit, Pahami Penyebab Naik Turun Bunga KPR
Febrian Surya   26 May 2020   853  
Tips Mudah Kredit Motor Untuk Fresh Graduate
Tips Mudah Kredit Motor Untuk Fresh Graduate
Febrian Surya   21 Apr 2020   569  
Tips Kredit Multiguna Agar Tepat Guna
Tips Kredit Multiguna Agar Tepat Guna
Wahyudi   16 Apr 2020   507  
Pinjam Dana Dari Koperasi? Simak Dulu Tipsnya
Pinjam Dana Dari Koperasi? Simak Dulu Tipsnya
Wahyudi   13 Apr 2020   554