Peluang Cuan, Begini Cara Investasi Obligasi Khusus Pemula

Wahyudi 30 Sep 2020 1176
Dibaca Normal 14 Menit

Obligasi jadi alternatif investasi yang menarik di kondisi saat ini. Agar cuan, Anda perlu tahu sederet informasi berikut sebelum membeli obligasi.

Obligasi Retail Indonesia (ORI) merupakan salah satu produk investasi yang akan dibahas nanti pada pembahasan kali ini. Seiring dengan meningkatnya literasi keuangan oleh pemerintah dan otoritas membuat masyarakat kian gemar membeli produk investasi tersebut.

ORI dirilis pertama kali pada 2006, dan jumlah investor yang awalnya membeli ORI hanya 16,561. Kemudian jumlahnya bertambah dari tahun ke tahun.

Peluang Cuan, Begini Cara Investasi Obligasi Khusus Pemula

 

Baru-baru ini, ORI-017 mencapai rekor tertinggi penerbitan sekuritas negara ritel (SBN) pada tahun 2020 sejak penjualan online pada tahun 2018, mencapai Rp18,33 triliun. Pendapatan penjualan berasal dari 42.733 investor, dan beberapa investor baru mencapai 23.949 orang, yaitu 56% dari seluruh investor. Meningkatnya jumlah investor menunjukkan minat masyarakat untuk berinvestasi di obligasi semakin meningkat setiap tahunnya.

 

 

Apa Itu Obligasi?

Obligasi merupakan jenis investasi di pasar modal. Obligasi layaknya sebuah surat hutang dari penerbit obligasi kepada investor. Atau lebih mudahnya pembeli obligasi punya hak tagih kepada penerbit obligasi atas surat hutang yang mereka terbitkan. 

Tanggal jatuh tempo hutang dan bunga (kupon) yang merupakan kewajiban penerbit obligasi terhadap pemegang obligasi, harus dicatat dalam obligasi. Jangka waktu obligasi di Indonesia biasanya 1 sampai 10 tahun.

Pengetahuan dasar pasar modal

(Baca Juga: Pengetahuan Dasar Pasar Modal Yang Harus Anda Ketahui)

 

Mengapa pemerintah mengeluarkan atau menerbitkan obligasi? Hal ini merupakan bagian dari strategi untuk mendapatkan dana segar dari masyarakat. Dana segar ini akan digunakan untuk pembangunan. Dari sudut pandang seorang pengusaha, obligasi bisa digunakan untuk mengumpulkan dana baru untuk menjalankan bisnis.

Pada sisi lain, negara memandang obligasi sebagai sumber pembiayaan sebagian pembiayaan defisit anggaran dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

Layaknya instrumen investasi di pasar modal lainnya, obligasi sangat menarik unuk diperjualbelikan. Jika ingin membeli saham hanya perlu mencari tahu di Bursa Efek Indonesia (BEI), hal ini berbeda dengan obligasi dimana jual beli tidak dilakukan di BEI. Artinya obligasi diperoleh dari emiten yang setuju jual beli dengan pembeli.

Pantas saja obligasi kurang terkenal dibandingkan saham. Ambil contoh, pemerintah sebagai salah satu penerbit obligasi. Jika pemerintah menerbitkan obligasi, investor yang berminat membelinya dapat memperolehnya dari agen yang terlibat dalam penjualan tersebut.

Pembelian melalui agen penjualan merupakan mekanisme pembelian yang ditetapkan oleh pemerintah. Secara sistemaits pemerintah menunjuk bank, lembaga sekuritas, dan platform investasi tertentu sebagai agen untuk penjualan obligasi.

 

Obligasi, Jenis Investasi Modal Kecil yang Patut Dicoba

Bagi Anda yang punya profil resiko moderat, membeli obligasi bisa dicoba karena investasi jenis ini kini berinvestasi semakin mudah dan murah. Beberpa produk investasi obligasi kini menawarkan modal kecil mulai dari Rp1 juta, seperti sukuk tabungan, ORI, sukuk ritel, dan lainnya.

Dengan uang Rp. 1 juta, kalopun ada resiko Anda tidak akan terlalu menyesalinya, anggap saja sebagai biaya belajar alias uang sekolah. Walaupun demikian obligasi adalah investasi ang relative aman dan menguntungkan.

Tawaran investasi obligasi biasanya diumumkan melalui media atau bank penjual obligasi. Jadi, Anda bisa mulai beli sekarang juga jika ada informasi penjualan obligasi.

Daripada uang gaji hanya dihabiskan untuk foya-foya, mending diinvestasikan. Kadang, beberapa diantara Anda mungkin bertanya, lebih untung mana sih, deposito atau obligasi? Ulasan dibawah ini bisa menjawab kebimbangan Anda tersebut.

investasi obligasi pemula

(Baca Juga: 3 Cara Investasi Obligasi Bagi Investor Bermodal Kecil)

 

Perbandingan Obligasi Dengan Deposito

Obligasi dan deposito memiliki perbedaan karakteristik produk, Anda bisa membandingkannya dalam berbagai aspek berikut ini:

  • Investasi di deposito, besaran pajak penghasilan lebih besar yakni 20%, sedangkan obligasi hanya 15%.
  • Imbal balik oblogasi lebih menarik dibandingkan dengan deposito.
  • Deposito tidak dapat diperdagangkan seperti obligasi di pasar sekunder. Konsekuensinya deposito tidak memiliki potensi capital gain.
  • Deposito memiliki varian tenor yang lebih pendek daripada obligasi.

Dengan melihat perbandingan di atas, investasi obligasi menjadi opsi yang menarik apabila kita ingin memiliki instrumen investasi yang keuntungannya dapat diprediksi di masa depan. Daya tarik obligasi lainnya adalah modal investasi obligasi pemerintah akan kembali apabila kita memegangnya hingga jatuh tempo.

Jadi secara umum, obligasi bisa kita jadikan instrumen investasi yang dapat menjadi penyeimbang dari instrumen-instrumen investasi lain yang telah kita miliki sebelumnya.

investasi obligasi untuk pemula

(Baca Juga: Pilihan Investasi Menguntungkan Saat New Normal)

 

Berbagai Jenis dan Keuntungan Investasi Obligasi

Ada banyak jenis obligasi yang bisa dibagi berdasarkan rasio yang digunakan. Ada banyak hal yang menjadi klasifikasi jenis obligasi yang beredar. Mulai dari sisi penerbit, sistem pembayaran bunga, hak / opsi konversi, jaminan, nilai nominal, perhitungan imbal hasil, jatuh tempo, bentuk dan sifat yang dapat ditukar dengan saham.

 

Obligasi dibedakan menjadi 2 jenis sesuai dengan nilai nominalnya yaitu:

  1. Obligasi Konvensional, obligasi yang berupa surat utang dengan nilai nominal besar dan berkisar kurang lebih Rp 1 Miliar per lot.
  2. Obligasi retail yaitu surat utang dengan nilai nominal kecil misalnya Rp1 juta.

 

Obligasi dibedakan menjadi 3 jenis tergantung dari penerbitnya, yaitu:

  1. Corporate Bonds. Jenis obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan tertentu, baik pemerintah (BUMN) maupun swasta, dengan jangka waktu minimum 1 tahun. Misalnya, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) menerbitkan obligasi senilai Rp 2 triliun pada 2014. Dengan tingkat bunga tetap (fixed coupon) untuk jangka waktu lima tahun.
  2. Government Bonds. Jenis obligasi yang diterbitkan pemerintah. Obligasi pemerintah Indonesia terbagi menjadi beberapa jenis antara lain obligasi pemerintah ritel (ORI), obligasi pemerintah ritel (SukRi), obligasi tabungan ritel (SBR) dan sukuk tabungan (ST).
  3. Municipal Bonds. Jenis obligasi yang diterbitkan oleh unit pemerintah daerah yang dipergunakan untuk membiayai pembangunan yang berkaitan dengan kepentingan umum.

 

Obligasi dibagi menjadi 4 jenis berdasarkan sistem pembayaran bunga yaitu:

  1. Zero Coupon Bond kurang diminati pembeli karena tidak ada bunga dan kupon. Kalopun ada investor atau pembeli obligasi, biasanya mereka berharap mendapatkan  margin keuntungan dari harga beli diskon dengan harga jual. Jatuh tempo obligasi dengan kupon nol jenis ini bervariasi dari kurang dari satu tahun hingga lebih dari 10 tahun.
  2. Obligasi kupon adalah sekuritas hutang yang memberi investor bunga / kupon reguler. Setiap kupon mewakili denominasi tertentu yang disepakati antara penerbit obligasi dan investor.
  3. Obligasi Fixed Coupon adalah obligasi yang akan menawarkan tingkat bunga yang tetap hingga saat jatuh tempo sekuritas hutang.
  4. Obligasi Floating Coupon atau obligasi kupon mengambang adalah obligasi yang menawarkan kupon yang bervariasi menurut indeks pasar uang. Kupon dengan batas minimum berarti set kupon pertama adalah jumlah kupon minimum yang berlaku hingga jatuh tempo.

 

Obligasi diklasifikasikan menjadi 2 jenis berdasarkan profitabilitas atau imbal hasil, yaitu:

  1. Obligasi konvensional yaitu surat utang yang diterbitkan oleh pihak tertentu untuk memperoleh pinjaman sebagai tambahan modal dengan memberikan bunga / pendapatan kepada investor dalam suatu jangka waktu tertentu.
  2. Obligasi Syariah (sukuk), atau surat utang yang menghasilkan pendapatan dalam bentuk anuitas, dihitung berdasarkan prinsip Syariah Islam dan tidak mengandung unsur riba. Hasil panen sukuk dibayarkan secara berkala selama periode tertentu.

obligasi syariah

(Baca Juga: 5 Jenis Investasi Syariah, Apa Plus Minusnya?)

 

Menurut data yang dikeluarkan pemerintah untuk pembelian Obligasi Negara Ritel (ORI), data menunjukkan adanya peningkatan pembelian obligasi oleh investor. Berikut ini perkembangan pertumbuhan jumlah investor obligasi tersebut:

  • ORI awal mula hadir pada tahun 2006. Imvestornya belum sampai 17 ribu orang.
  • Jumlah itu meningkat pesat pada tahun 2020 dengan jumlah investor lebih dari 42 ribu orang. Dari sekian puluh ribu investor tersebut, sebanyak hampir 24 ribu adalah investor baru.

Jumlah investor yang semakin bertambah ini bisa diartikan bahwa minat masyarakat terhadap investasi obligasi meningkat setiap tahunnya.

Mengapa demikian? Investor banyak tertarik dengan investasi obligasi karea banyak hal menarik didalamnya. Anda bisa simak ulasan lengkap keuntungan dan keunggulan produk obligasi berikut ini.

 

Keuntungan dan Keunggulan Investasi Obligasi

Obligasi memberikan banyak keuntungan, baik bagi investor maupun pihak yang menerbitkan obligasi. Berikut ini ulasannya:

  • Ada tiga jenis manfaat kupon (bunga): kupon tetap dan kupon mengambang. Namun, tidak ada obligasi dengan kupon. Hasil dari obligasi yang diperoleh mungkin tinggi tergantung pada durasi obligasi. Semakin lama waktu yang dibutuhkan, semakin besar keuntungannya.
  • Manfaatkan perbedaan harga obligasi (dalam persen) setelah pencatatan. Misalnya, harga awal obligasi adalah 100%. Saat hendak dijual, harganya justru naik menjadi 115%. Jadi, jika Anda menjualnya, keuntungan yang akan Anda peroleh adalah 15% (istilahnya capital gain 15%).
  • Aman karena pembayaran kupon dan modal dijamin oleh UU No. 24 Tahun 2002 / UU No. 19 dari 2008.
  • Suku bunga kupon / obligasi lebih tinggi dari suku bunga deposito.
  • Sangat mudah untuk melakukan perdagangan di pasar sekunder yang diatur oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).
  • Dapat digunakan sebagai jaminan, seperti Obligasi Pemerintah.

Selama Anda memiliki pola pikir yang baik dan melakukan penelitian, metode investasi Anda pasti punya cara investasi yang tepat. Tetapi jika Anda hanya mendengarkan teman atau membaca artikel dan ingin tiba-tiba kaya, metode investasi Anda salah.

investasi obligasi untung

(Baca Juga: Tips Efektif Investasi SBN Agar Untung)

 

Risiko Investasi Obligasi

Dalam melakukan investasi obligasi tentunya Anda juga harus sadar dengan resiko. Terdapat tiga resiko investasi obligasi yakni risiko likuiditas, maturitas, dan juga risiko default. Anda harus siap dengan ketiga risiko tersebut sebelum Anda memutuskan memilih obligasi sebagai instrumen investasi Anda.

Memahami profil resiko penting agar Anda bisa mengalokasikan dana investasi sesuai dengan kemampuan menerima kondisi terburuk dari resiko investasi tersebut. Secara umum ada tiga kategori profil risiko yakni profil risiko konservatif, moderat, dan agresif. Ketiga profil tersebut memiliki kekurangan dan kelebihan tersendiri.

Profil risiko konservatif berarti Anda menjauhi kerugian sebisa mungkin. Sifat konservatif ini memiliki kecenderungan untuk berhati-hati dan melakukan analisa fundamental sebelum melakukan investasi. Pemilik profil risiko konservatif sangat cocok untuk memilih obligasi, deposito, dan ORI sebagai instrumen investasi pilihannya.

Profil risiko moderat artinya Anda masih bisa menanggung kerugian dengan dana yang Anda miliki. Tipe personal seperti ini sangat cocok menginvestasikan dananya pada saham, pasar uang, dan reksadana sebagai instrumen investasi. Instrumen tersebut memang memiliki risiko yang cukup lumayan bagi yang baru memulai.

Profil risiko agresif artinya individu tersebut memiliki mindset nothing to lose dan bersedia menerima kerugian sebesar apapun. Orang dengan profil risiko seperti ini cocok untuk melakukan segala jenis investasi baik itu pasar saham langsung, reksadana campuran dan segala macam instrumen lainnya.

 

  • Risiko Likuiditas

Risiko likuiditas erat kaitannya dengan penjualan obligasi yang tidak fleksibel. Sebagai contoh jika Anda membutuhkan dana dalam waktu dekat dan hendak menjual surat obligasi. Surat obligasi tidak bisa semudah itu diperjual belikan dan harus menunggu waktu jatuh tempo agar surat tersebut bisa dicairkan.

 

  • Risiko Maturitas

Ketika Anda memiliki surat obligasi sebagai sarana investasi tentunya semakin lama Anda memilikinya maka fluktuasi dan potensi perubahan keuntungan akan terjadi. Inilah yang dimaksud dengan risiko maturitas, semakin lama Anda memegang surat utang maka kepastian keuntungan Anda bisa saja berubah.

 

  • Risiko Default

Risiko default merupakan sebuah resiko yang memang alami dikarenakan sistem probabilitas. Segala sesuatu pasti memiliki resiko sebaik apapun seseorang menjaganya. Resiko alami ini merupakan resiko yang harus selalu disadari dari individu yang hendak melakukan investasi.

Beberapa pengetahuan dasar yang harus Anda ketahui tentang keuntungan dan juga kerugian investasi saham obligasi diatas perlu Anda pahami sebelum melakukan aktivitas investasi. Tanpa adanya kesadaran dan keinginan untuk mencari tahu bagaimana dasar investasi Anda tentunya tidak bisa melakukan eksekusi investasi yang matang dan mendatangkan profit.

profil risiko investasi obligasi

(Baca Juga: Seperti Apa Profil Risiko Investasi Saya?)

 

Cara Membeli Obligasi

Secara singkat, obligasi merupakan surat utang yang dikeluarkan oleh suatu lembaga. Obligasi bisa saja dijadikan salah satu instrumen investasi yang potensial ketika Anda mengetahui siapa atau lembaga mana yang mengeluarkan surat obligasi tersebut. Namun yang tak kalah pentingnya dari itu semua adalah, bagaimana cara membeli obligasi. Ada beberapa pengetahuan dasar yang perlu Anda pahami sebelum membeli obligasi seperti ulasan berikut ini:

 

  • Cara Membuka Rekening

Bukalah rekening obligasi pada perusahaan sekuritas yang terpercaya, terdaftar di OJK, dan memiliki reputasi yang bagus. Hal ini perlu Anda lakukan karena investasi obligasi memiliki risiko yang cukup signifikan. Memilih perusahaan sekuritas yang tepat bisa menyelamatkan Anda dari potensi penipuan dan kerugian.

 

  • Pahami Produk Obligasi Sebelum Memutuskan Untuk Membeli

Manfaatkan layanan riset yang diberikan perusahaan sekuritas pilihan Anda. Hal ini perlu Anda lakukan agar Anda benar-benar memahami produk obligasi yang akan Anda jadikan instrumen investasi. Kemudian Anda bisa menimbang secara mandiri atau berdasarkan penasehat finansial apakah instrumen tersebut cocok atau tidak.

 

  • Lakukan Analisis Sebelum Membeli Obligasi

Bagi Anda yang masih awam, melakukan analisis tentunya hal yang sangat sulit. apabila perusahaan sekuritas telah menyediakan jasa analis yang terpercaya Anda bisa memanfaatkannya. Jika Anda ingin melakukan analisis mandiri Anda juga bisa mencari materi yang sesuai dengan instrumen investasi Anda.

 

  • Cara Aman Memberikan Amanat Beli Kepada Trader atau Broker

Ketika analisa sudah Anda lakukan dan siap eksekusi sebuah instrumen obligasi, jangan sampai Anda lalai dalam melakukan background check dari trader atau broker Anda. Pastikan broker Anda adalah broker terpercaya dan memiliki reputasi agar Anda bisa mendapatkan profit yang maksimal.

 

  • Persiapkan Dana Investasi, Jangan dari Anggaran Dapur Anda

Dana investasi lebih baik dipersiapkan jauh hari agar memudahkan administrasi. Dengan melakukan hal ini Anda juga bisa jauh dari denda keterlambatan dan juga bisa melancarkan arus kas keuangan dengan memberikan setoran dana yang tepat waktu dan tidak mendadak.

 

  • Penyelesaian Pembayaran Tepat Pada Waktunya

Penyelesaian pembayaran bisa Anda lakukan pada perusahaan sekuritas yang telah Anda percaya untuk menghandle investasi obligasi Anda. Ketika Anda telah melakukan penyelesaian pembayaran Anda akan mendapatkan catatan KSEI yang menyatakan Anda memiliki obligasi yang terdaftar.

 

  • Pahami Berbagai Peluang Untung Membeli Obligasi

Keuntungan yang bisa Anda dapatkan dari obligasi dapat berupa bunga yang Anda dapatkan dari investasi Anda. Bisa juga dari selisih penjualan surat obligasi setelah masa jatuh tempo jika Anda memutuskan untuk menjual surat obligasi yang Anda miliki setelah harganya bagus.

Itulah tadi beberapa pembahasan singkat mengenai bagaimana Anda menghandle transaksi investasi menggunakan obligasi yang paling simple dan mudah dipahami. Patut dicatat bahwa Anda tetap harus mempertimbangkan profil risiko Anda dengan instrumen investasi yang akan Anda pilih.

 

Tips Membeli Obligasi yang Aman dan Menguntungkan

Dalam melakukan investasi Anda tentu tidak bisa membabi buta dan melakukan investasi tanpa adanya motivasi dan alasan yang kuat. Begitu juga ketika Anda hendak menginvestasikan dana Anda pada surat obligasi. Ada beberapa hal yang harus Anda pertimbangkan sebelum melakukan investasi obligasi.

investasi obligasi efektif

(Baca Juga: Tips Efektif Investasi SBN Agar Untung)

 

  • Tetapkan Tujuan Investasi

Dengan jangka waktu yang paling normal antara 1 hingga 10 tahun Anda harus memiliki tujuan yang jelas. Apakah Anda menggunakan investasi ini untuk dana pensiun, apakah Anda melakukan investasi ini untuk membangun rumah tangga, atau bahkan Anda melakukan investasi untuk memutar uang Anda.

 

  • Kemampuan Memprediksi Tingkat Suku Bunga

Dengan tujuan yang jelas, pastikan instrumen obligasi yang Anda pilih memiliki suku bunga dengan fluktuasi yang bisa Anda toleransi. Ketika Anda bisa memprediksi bahwa instrumen obligasi tersebut berada pada batas toleransi Anda maka Anda bisa memilih instrumen obligasi tersebut.

 

  • Langkah Strategi Investasi Obligasi

Secara teori memang strategi investasi obligasi terbilang mudah. Namun Anda jangan sampai meremehkan analisa fundamental dari setiap manuver investasi yang akan Anda lakukan. Jangan sampai Anda salah memilih strategi investasi Anda dan berakhir dalam keadaan loss.

 

  • Periode Jatuh tempo Obligasi

Pastikan periode jatuh tempo dari obligasi Anda sesuai dengan kondisi finansial dan juga kebutuhan finansial Anda. Jadi ketika Anda mendapatkan keuntungan dari investasi obligasi, Anda bisa segera memutar kembali laba tersebut atau bisa juga langsung menggunakannya sesuai tujuan Anda.

 

Melakukan investasi selalu membutuhkan pertimbangan dan juga analisis yang mendalam. Anda harus sabar dan mempelajari terlebih dahulu setiap aspek dari instrumen investasi Anda. Dengan belajar dan melakukan analisis lebih dalam maka Anda bisa terhindar dari loss dan semakin dekat dengan profit, selamat belajar.

Kirim Komentar/Reply Baru

Forum

SYAMSUL IRWIN (14 Mar 2019)

1) Apakah  arah saat  candle CSAK ( memotong MA5/10 dan mid BB)   harus searah / sama dengan arah candle reversal ?  Apakah tetap valid sekalipun arahnya berlawanan ataukah harus searah ?  2) Saat terjadi candle CSAK , tetapi trend  market berlawanan , posisi re-entry apa yang harus diambil apakah mengikuti...

Selengkapnya

BANK 1 Bulan
BANK OCBC NISP 3.60
BANK UOB INDONESIA 3.90
J TRUST BANK 4.00
BANK COMMONWEALTH 4.00
BNI 46 3.25
BANK PERMATA 4.00
BANK RAKYAT INDONESIA 3.25
BANK MAYORA 5.00
BANK MANDIRI 3.25
BANK MEGA 2.50
Broker Melarang US Clients

Mengapa banyak broker besar banyak yang melarang US Client? Terus bagaimana jika kita berdomisili di luar US, ingin gabung broker AS? Terima kasih

Jimmy 13 Nov 2020

Reply:

M Singgih (16 Nov 2020 17:01)

@ Jimmy:

- Mengapa banyak broker besar banyak yang melarang US Client?

Pada tahun 2010 presiden AS Barack Obama menanda-tangani peraturan yang disebut Dodd-Frank Wall Street Reform and Consumer Protection Act yang melarang semua penduduk AS (bukan hanya warga negara AS) melakukan transaksi dengan semua broker baik broker forex, saham, CFD, futures maupun komoditi yang tidak teregulasi oleh badan regulator AS yaitu CFTC) dan NFA.

Peraturan ini dimaksudkan untuk melindungi penduduk AS dari maraknya penipuan dari broker-broker dan mencegah terjadinya pencucian uang (money laundring).
Akibat peraturan tersebut semua broker yang tidak teregulasi CFTC dan NFA menganjurkan klien dari AS agar tidak trading di perusahaannya.

- … Terus bagaimana jika kita berdomisili di luar US, ingin gabung broker AS?

Biasanya dialihkan ke perwakilannya yang berada di luar AS.