Peluang Cuan Dari Bisnis Thrift Store Untuk Generasi Milenial

Nandini 31 Mar 2021 189
Dibaca Normal 17 Menit

Bisnis thrift store mulai menjamur sejak beberapa tahun terakhir. Apa itu thrift store dan bagaimana peluangnya bagi generasi milenial?



Istilah jual beli produk bekas atau second pastinya sudah tidak asing lagi di telinga Anda. Apakah Anda pernah membeli produk bekas orang?

Saat ini, istilah jual beli tersebut dikenal dengan nama thrift store. Sebenarnya, apa sih bisnis thrift store itu? Lalu apa saja yang dijual di thrift store? Apakah bisnis ini cocok untuk kaum milenial? Simak penjelasannya berikut ini.

 

Apa Itu Bisnis Thrift Store?

Di era milenial sekarang ini, bisnis merajalela. Saat ini, marak juga lho bisnis jual beli produk bekas alias thrift store. Bisnis yang sedang marak beberapa tahun belakangan ini banyak diminati khalayak umum, terutama para generasi milineal. Sesuai dengan namanya, bisnis thrift store adalah sebuah toko yang menjual barang bekas berkualitas dan layak pakai dengan harga murah. Oleh karenanya, pembeli yang sedang membutuhkan suatu barang tetapi ingin berhemat, bisa membeli barang bekas di toko ini.

Bisnis Thrift Store

Munculnya bisnis thrift store ini berawal dari trend preloved yang dilakukan oleh beberapa orang tertentu, seperti kalangan artis maupun selebgram. Mereka menjual barang yang sudah tidak dipakai lagi melalui media sosial, mulai dari baju, tas, sepatu, hingga celana. Tak disangka, banyak juga orang yang berminat membeli barang-barang bekas, sehingga trend ini pun mulai berkembang cukup pesat sampai menjadi sebuah bisnis tersendiri.

Tidak hanya barang pribadi, thrift store juga menyediakan barang-barang sisa impor, bahkan barang langka dan antik dari merek standar sampai merek terkenal.

Jika Anda sedang mencari usaha sampingan atau sedang belajar berbisnis, bisnis thrift store bisa Anda jadikan pertimbangan. Selain karena tidak perlu mengeluarkan modal besar atau bahkan nol rupiah, Anda juga bisa memulainya dengan menjual barang-barang rumah yang tidak terpakai tetapi masih layak.

Untuk menjalankan bisnis ini pun tidaklah sulit. Anda tinggal pilih mau menjualnya secara online atau offline. Jika tidak punya tempat untuk menawarkan barang Anda, coba saja melakukan promosi secara online melalui media sosial. Bagaimana, cukup mudah dan menarik bukan?



 

Barang Yang Biasa Dijual Di Thrift store

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, ada banyak barang yang bisa diperjualbelikan di thrift store. Sebenarnya barang yang bisa dijual di thrift store cukup beragam, mulai dari kebutuhan primer hingga tersier. Namun, yang paling banyak diminati oleh generasi milenial di pasaran saat ini antara lain pakaian, tas, jam tangan, sepatu, perhiasan, hingga produk rumah tangga.

 

1. Pakaian

Zaman sekarang, kebutuhan akan pakaian sangatlah meningkat. Dahulu, orang-orang mengutamakan membeli pakaian hanya untuk bekerja atau acara-acara formal lainnya. Namun saat ini, mereka butuh pakaian untuk hangout, liburan, hingga pembuatan konten media sosial. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan pakaian sudah bergeser dari kebutuhan primer menjadi sebuah gaya hidup.

Thrift Shop Pakaian

Dengan maraknya berbagai media sosial, pakaian menjadi salah satu hal wajib yang dibutuhkan oleh pengguna untuk menunjukkan penampilan terbaik mereka. Mereka cukup sering lho gonta-ganti pakaian mengikuti trend fashion yang ada. Tidak heran bila sekarang banyak yang berlomba mencari pakaian mulai dari yang murah hingga yang bermerek.

Beberapa merek pakaian yang menjadi incaran antara lain Uniqlo, Supreme, dan H&M. Namun bagi kalangan menengah ke bawah, pakaian branded tersebut dirasa cukup mahal di kantong, sehingga mereka memilih untuk mencari pakaian branded bekas karena harganya lebih murah. Bagi generasi milenial, barang bekas tidak menjadi masalah asalkan branded dan murah. Pengeluaran untuk belanja pakaian pun bisa lebih hemat.

Sebenarnya, pakaian second atau bekas tidak hanya diminati oleh kalangan menengah ke bawah saja, tetapi juga kalangan menengah ke atas. Hal ini dikarenakan prinsip generasi milenial yang ingin hemat tetapi tetap fashionable.



Selain itu, adanya kampanye untuk mengurangi limbah mode fashion juga menjadi alasannya. Industri pakaian merupakan salah satu penyumbang polusi terbesar di dunia. Makin tinggi jumlah pakaian yang diproduksi, makin tinggi pula polusi yang dihasilkan. Trend fashion yang terus berganti serta bahan pakaian yang tidak bisa di daur ulang membuat pakaian tak terpakai menjadi terus menumpuk. Hal inilah yang kemudian menyadarkan banyak orang untuk mulai beralih ke pakaian bekas.

Peluang ini jangan sampai Anda sia-siakan. Mulai kumpulkan dan jual pakaian bekas seperti kemeja, kaos, blouse, celana kain, celana jeans, jaket, hoodie, hingga sweater. Jika ingin menjual pakaian mengikuti trend terkini, Anda bisa mencoba menjual pakaian era '80an dan ;90an. Pakaian jadul tersebut tengah menjadi primadona masa kini. Apabila Anda masih memilikinya, coba jual saja. Anggap ini sebagai modal awal memulai bisnis thrift store ya!

 

2. Tas

Tas merupakan barang yang paling banyak diminati oleh kaum hawa, terutama tas-tas branded seperti Louis Vuitton, Gucci, Chanel, Prada, Hermes, Givenchy, dan Fendi. Tas-tas tersebut dibuat dengan kualitas bahan yang sangat bagus dan modelnya cukup mewah. Tas yang bagus akan menambah nilai plus untuk penampilan seseorang agar terlihat lebih elegan dan berkelas.

Thrift Store Tas Branded

Karena tas merupakan bagian dari fashion, banyak wanita yang memilikinya lebih dari satu. Tas ini mereka gunakaan sebagai pemanis penampilan, sehingga koleksi yang dimiliki cukup banyak. Harga yang ditawarkan pun tidak main-main; adai yang puluhan ribu, ratusan ribu, bahkan bisa jutaan dan ratusan juta.

Kualitas dan nama brand tas tersebutlah yang menjadikan nilai jualnya mahal. Semakin bagus merek sebuah tas, semakin mahal pula harganya. Keuntungan yang diperoleh dari tas-tas branded ini juga cukup menjanjikan. Bahkan, untuk tas second sekalipun, keuntungan penjualannya masih terbilang besar. Misalnya untuk tas Channel yang baru harganya Rp45,000,000, Anda bisa menjualnya kembali hingga Rp65,000,000 jika tas tersebut termasuk limited edition.

Namun, perlu diingat bahwa barang second yang akan dijual harus terjaga kualitasnya. Jadi harus selalu dirawat dengan baik agar bisa menembus nilai jual tinggi.



Untuk target pasarnya, tentu saja tas ini hanya untuk mereka kalangan menengah ke atas. Untuk tas bermerek seperti ini, Anda juga harus mengeluarkan modal yang tidak sedikit. Apabila bisnis thrift ini dirasa terlalu mahal, Anda bisa mencoba menjual tas-tas biasa yang menarik atau banyak peminatnya, seperti backpack atau carrier untuk para pendaki.

 

3. Jam Tangan

Selain fungsinya untuk menunjukkan waktu, jam tangan sudah dianggap seperti perhiasan wajib pria untuk menunjang penampilan. Barang ini mempunyai beraneka macam bentuk menarik dengan berbagai ukuran pula.

Selain itu, kecanggihan teknologi yang ditawarkan juga menjadi faktor utama seseorang memilih jam tangan. Jam tangan yang sudah terkenal akan kualitasnya biasanya merupakan produk premium dari luar negeri seperti Rolex, Patek Philippe, Hublot, dan Omega.

Thrift Shop Jam Tangan

Harga yang ditawarkan bisa mencapai ratusan juta, tergantung dari bahan dan desain yang digunakan. Tak perlu ragu untuk menjual jam tangan second, karena harganya bisa terus meningkat. Akan tetapi, penjualan jam tangan ini cukup berisiko karena banyak sekali barang KW yang sangat mirip dengan aslinya. Apabila tidak jeli memilih, Anda bisa tertipu bahkan menipu orang lain yang membeli produk Anda.

Jadi, jika berminat untuk menjual jam tangan second, pastikan barangnya original. Untuk Anda yang tidak ingin terlalu mengambil risiko, Anda bisa mencoba menjual jam tangan bekas merek lokal terlebih dahulu seperti Eiger, Expedition, dan Woodka.

 

4. Sepatu

Sepatu juga menjadi barang yang paling sering dicari versi second-nya, baik untuk wanita maupun pria. Sepatu ada berbagai macam jenis, mulai dari high heels, flat shoes, sneakers, sport, hingga vintage. Sepatu juga memiliki daya tarik tersendiri. Meski gaya pakaian yang dipakai sama, tetapi sepatu yang digunakan berbeda, rupanya bisa memberikan efek tampilan yang berbeda pula.



Jenis sepatu yang banyak digemari sekarang ini adalah model sneakers dan sporty. Kedua sepatu ini awalnya hanya digunakan untuk beraktivitas sesuai dengan kategori sepatu tersebut. Namun, keduanya kini kerap digunakan dalam berbagai macam aktivitas dan pendukung penampilan.

Bisnis Sepatu Bekas

Modelnya yang simpel dan nyaman menjadi alasan mengapa sepatu ini banyak dipilih untuk menemani langkah si empunya. Tidak hanya untuk acara informal, tetapi acara formal seperti pernikahan pun bisa menggunakan sepatu sneakers ini.

Tentu saja, orang-orang tidak mencari merek yang biasa-biasa saja. Sebaliknya, sepatu bermereklah yang menjadi incaran masyarakat sekarang, seperti Nike, Adidas, New Balance, Puma, Converse, dan Vans. Kebanyakan dari generasi milenial memang memandang brand sebagai pilihan terbaik untuk menunjang penampilan. Maka tak heran apabila banyak yang mau membeli second-nya.

Harga jual sepatu-sepatu tersebut pun bervariasi, tergantung model dan sejarah sepatu tersebut. Misalnya model sepatu yang limited edition; jika peminatnya sangat banyak, harga jualnya bisa naik berlipat-lipat dari harga aslinya. Berbeda lagi dengan sepatu yang memiliki sejarah, misalnya pernah dipakai oleh artis terkenal atau mungkin atlet ternama, sudah pasti nilai jualnya tinggi tanpa perlu melihat seberapa banyak peminatnya.

Pun untuk menambah nilai jual, sediakan kelengkapan kardus dan nota pembelian. Harga sepatu tanpa kardus akan berbeda dengan harga sepatu yang memiliki kelengkapan kardus. Jadi, jika tertarik untuk menjual sepatu second, pastikan sepatu tersebut masih lengkap dengan kardusnya, ya!

 

5. Perhiasan

Anda pasti tidak mengira bahwa perhiasan juga menjadi barang yang sering dijual di thrift store, bukan? Ya, perhiasan bukan lagi barang yang hanya bisa diperjual-belikan di toko-toko emas, tetapi bisa dijadikan bisnis thrift perseorangan. Target pasarnya sudah pasti kaum hawa yang ingin menunjang penampilannya dengan aksesoris.

Perhiasan yang dijual juga beraneka macam, seperti kalung, gelang, anting, cincin, dan gelang kaki. Tidak hanya dari emas, Anda bisa menjual perhiasan dari logam mulia lainnya yang bernilai tinggi. Keunggulan dari bisnis ini adalah nilainya yang cenderung terus meningkat dari waktu ke waktu. Orang membeli perhiasan tidak hanya untuk mempercantik penampilan, tetapi ada juga yang berniat untuk investasi.

Thrift Store Perhiasan(Baca Juga: 10 Alasan Mengapa Harga Emas Akan Terus Meningkat)

Mereka yang biasanya hobi mengoleksi perhiasan juga memiliki tujuan yang sama yaitu untuk investasi. Maka dari itu akan sangat menguntungkan apabila perhiasan ini dijadikan bisnis sekaligus investasi masa depan. Agar perhiasan bisa laku dengan harga tinggi, jangan lupa sertakan sertifikatnya, ya. Dengan sertifikat, orang akan percaya bahwa produk Anda itu asli dan siap membayar dengan harga tinggi.

 

6. Produk Rumah Tangga

Ketika gudang sudah tidak muat untuk menyimpan barang, itu tandanya Anda sudah harus menjual barang yang tidak terpakai. Daripada menumpuk di rumah dan rusak perlahan, jual saja peralatan rumah Anda.

Mungkin bagi sebagian besar orang, menjual barang rumah tangga bekas itu agak meragukan, sebab banyak orang lebih memilih membeli baru. Namun jangan salah; justru di era seperti sekarang inilah produk rumah tangga bekas sangat dibutuhkan. Hal ini karena harga produk rumah tangga makin lama makin mahal, sehingga mereka mulai berpikir beralih membeli barang second yang lebih murah, tetapi kegunaannya sama. Barang yang bisa dijual misalnyaa mesin cuci, piring, vacuum cleaner, kompor setrika, dan lainnya.

 

Alasan Kenapa Anda Harus Memulai Bisnis Thrift store

Gejolak ekonomi yang terjadi saat ini sangatlah tidak menentu, apalagi di masa pandemi seperti sekarang ini. Nah, bisnis thrift store ini bisa Anda jadikan sebagai salah satu solusinya. Lantas, kenapa sih harus membuka thrift store?

 

1. Sangat Cocok Untuk Milenial

Dari sekian banyak bisnis yang ada, bisnis thrift store adalah bisnis yang cocok untuk generasi milenial. Kenapa begitu? Hal ini dikarenakan generasi milenial dinilai sebagai generasi yang menggebu-gebu dalam mencoba hal baru. Oleh karenanya thrift store bisa menjadi solusi untuk menguji skill mereka.

Bisnis yang cocok untuk Milenial(Baca Juga: 6 Hobi yang Menghasilkan Uang Ala Milenial)

Bisnis ini cukup mudah dan fleksibel untuk dijalankan, sehingga anak milenial yang masih sekolah maupun kuliah tetap bisa berbisnis tanpa mengganggu belajar mereka. Thrift store sendiri bisa Anda jalankan kapan saja menyesuaikan jam kerja, apalagi jika Anda mempromosikan produk-produknya secara online.

 

2. Tersedia Banyak Pilihan Stok

Masih bingung dengan produk yang ingin Anda jual? Tidak perlu bingung lagi! Yang menjadi kunci utama bisnis thrift store adalah barang masih bagus dan layak pakai. Anda pun tidak perlu khawatir jika kehabisan barang karena sekarang ini banyak juga orang yang menjual barang-barang second, mulai dari pasar hingga toko khusus barang second.

Di toko atau pasar barang bekas, Anda juga bisa menemukan berbagai macam barang bekas tetapi kualitasnya masih bagus. Apabila tertarik, Anda juga bisa menjual produk impor yang kualitasnya sudah pasti terjamin.

 

3. Modal Kecil Untung Besar

Alasan paling utama untuk memulai bisnis thrift store adalah modal yang dibutuhkan kecil. Anda tidak perlu mengeluarkan modal besar untuk memulai usaha. Mulai saja dari yang kecil-kecilan, yaitu menjual barang tidak terpakai tetapi masih layak.

Usaha dengan modal kecil(Baca Juga: Rekomendasi Usaha Dengan Modal Mulai 10 Juta)

Misalnya Anda punya banyak baju yang masih bagus, tetapi hanya ngganggur di lemari. Nah, ini bisa Anda jadikan mudal juga lho. Apabila baju Anda bermerek terkenal, bisa juga dijual dengan harga tinggi, sehingga keuntungan Anda lebih besar.

 

4. Memiliki Banyak Peminat

Siapa bilang produk second sepi peminat? Justru produk ini banyak dicari orang. Selain harganya murah, barang yang dijual pun masih bagus; tidak kalah dengan kualitas barang baru. Bahkan kebanyakan barang masih ada yang 90% mulus seperti barang baru. Hal ini dikarenakan orang hanya menggunakan barang tersebut beberapa kali atau bahkan sekali lalu tidak digunakan lagi.

Daripada mengeluarkan dana dalam jumlah banyak hanya untuk membeli barang baru, barang second dengan kualitasnya yang tidak kalah jauh bisa menjadi solusi untuk memotong biaya agar lebih hemat. Jadi, Anda tidak perlu ragu untuk karena bisnis ini akan terus dibutuhkan sampai kapan pun.

 

5. Tersedia Banyak Platform

Makin majunya teknologi masa kini, orang bisa semakin mudah dalam berbisnis. Bagaimana tidak, teknologi memberikan kemudahan bagi banyak orang melalui adanya berbagai macam platform e-commerce dan media sosial.

Anda tidak perlu takut tidak bisa memulai bisnis meskipun Anda tidak memiliki tempat untuk menjajakan produk Anda. Hal ini dikarenakan Anda bisa menjualnya di berbagai platform seperti Instagram, Facebook, Shopee, Tokopedia, Lazada dan masih banyak lagi.

Manfaatkan Instagram untuk Bisnis(Baca Juga: Trik Memanfaatkan Instagram Untuk Berbisnis)

Yang perlu dilakukan hanya mengunggah foto produk di platform yang Anda pilih. Pastikan juga platform tersebut bisa menyasar target pasar produk Anda. Jika perlu, gunakan lebih dari satu platform untuk memperluas bisnis Anda.

 

Cara Memulai Bisnis Thrift Store

Sampai di sini, apakah Anda masih tertarik untuk berbisnis barang preloved? Jika iya, berikut kami sajikan beberapa cara untuk memulai bisnis itu dengan memulai dari riset pasar.

 

1. Tentukan Target Sasaran Bisnis Anda

Langkah pertama dalam membangun bisnis yang paling krusial adalah menentukan target sasaran. Penentuan target konsumen ini akan membantu Anda untuk menentukan produk apa yang bisa ditawarkan dan diperjualbelikan dengan mudah. Anda bisa kategorikan konsumen dari tingkat dewasa, anak-anak, dan remaja, baik laki-laki maupun perempuan.

Misalnya Anda ingin menjual hijab, itu berarti target sasarannya perempuan. Selain itu, pertimbangkan harganya sesuai dengan tingkat ekonomi mereka. Biasanya, orang-orang akan cenderung mencari barang-barang yang terjangkau. Jika Anda menjual hijab/kerudung yang lumayan pricey, pintar-pintarlah untuk mencari konsumen kelas menengah ke atas.

 

2. Tentukan Platform Untuk Berjualan

Saat ini apa sih yang tidak ada di internet? Apa pun bisa Anda temukan di internet, dari barang-barang yang kurang penting sampai yang paling krusial sekali pun. Nah, adanya kemajuan teknologi telah memudahkan orang yang ingin berbisnis.

Selain menjual secara offline, Anda bisa menjual secara online dengan berbagai macam platform yang tersedia. Selain itu, Anda bisa memperluas jaringan bisnis Anda sampai ruang lingkup internasional. Caranya mudah, cukup unggah saja produk Anda.

Produk Paling Laris(Baca Juga: Ingin Mulai Jualan Online? Intip 10 Barang Paling Dicari Ini!)

Sebagai pebisnis yang handal, jangan sampai Anda sembarangan memilih platform untuk berbisnis. Lebih mudahnya, lakukan survei dahulu di masyarakat. Carilah platform yang sekiranya masyarakat sering gunakan untuk berbelanja atau sekedar window shopping, seperti Instagram atau Facebook.

 

3. Pilih Produk yang Sesuai

Saat ini, banyak pebisnis, terutama pemula, yang menjual produk hanya sekedar ikut-ikutan trend tanpa memiliki spesifikasi sendiri yang jelas. Misalnya saat ini sedang trend tas kecil untuk wanita, maka banyak juga orang yang menjual produk serupa. Kemudian, sebulan setelahnya terjadi trend baju piyama lalu banyak pebisnis yang berbondong-bondong menjual piyama pula.

Cara bisnis yang seperti inilah yang mesti Anda hindari. Kenapa demikian? Hal itulah yang justru akan membuat bisnis Anda menjadi tidak terarah, sehingga untuk mengembangkannya pun sulit. Selain itu, konsumen akan menilai bisnis Anda tidak memiliki keunikan tersendiri, sehingga malah banyak yang tidak tertarik dan beralih ke thrift store yang lain.

Kegagalan Bisnis Online(Baca Juga: Penyebab Kegagalan Dalam Bisnis Online)

Sekedar saran, Anda bisa menjual produk second-hand dari hobi dan passion Anda. Misalnya Anda hobi mengoleksi sepatu, tetapi sepatu yang paling sering dibeli adalah sepatu olahraga. Nah, Anda bisa membuka thrift store sepatu olahraga. Di sini Anda sudah punya nilai plus tersendiri yang mana sudah pasti Anda memiliki sedikit banyak pengetahuan seluk beluk sepatu olahraga.

 

4. Perhatikan Kualitas Produk

Walaupun produk yang Anda jual adalah produk bekas, Anda tidak bisa sembarangan menjualnya. Jangan asal pilih produk bekas dengan harga yang murah tanpa melihat kondisi barangnya. Ingatlah pepatah "konsumen adalah raja". Jadi, Anda pastinya sudah tahu 'kan cara memperlakukan seorang raja?

Terdengar sepele memang karena hanya barang bekas, tetapi tetap kualitas itu nomor satu. Misalnya untuk pakaian, pastikan pakaian tersebut masih memiliki jahitan yang rapi, tidak bernoda, dan ukurannya tidak berbeda tiap bagian yang satu dengan yang lainnya.

Sebagai penjual, Anda harus teliti agar barang yang dibeli tadi bisa dijual dan menghasilkan untung lebih. Hal ini dilakukan agar Anda mendapat kepercayaan dari konsumen dan menganggap barang-barang Anda terjamin mutunya.

 

5. Jaga Relasi dengan Pelanggan

Untuk bisa tetap mengembangkan bisnis menjadi lebih sukses, Anda perlu menjalin relasi yang baik dengan customer. Anda bisa memulainya dengan mendengarkan apa yang dibutuhkan atau yang dikeluhkan. Dengan demikian, mereka akan percaya pada Anda dengan mudah. Sebagai seorang seller, Anda juga harus belajar sabar kepada customer yang biasanya banyak maunya.

Menjadi seorang CS

Selain itu, Anda juga harus ramah kepada mereka. Jangan sampai Anda melakukan kesalahan yang mengurangi impresi mereka terhadap bisnis Anda. Jika pelanggan sudah percaya, boleh jadi mereka akan merekomendasikan toko Anda ke teman dan kerabat mereka.

Untuk lebih mempererat hubungan, Anda juga bisa lho memberikan diskon khusus kepada pelanggan setia, mengadakan giveaway setiap bulannya, atau bonus untuk pembeli yang membeli produk banyak.

 

6. Manfaatkan Iklan

Seringnya mengunggah produk ke berbagai paltform tidaklah cukup untuk membuat bisnis Anda banjir pengunjung. Anda perlu melakukan langkah lain yang bisa meningkatkan penjualan produk, yakni memasang iklan. Banyak platform yang menyediakan iklan sebagai step penting untuk mempromosikan sebuah produk bisnis.

Nah, Anda bisa lho menggunakan Google Ads, Instagram Ads atau media promosi lainnya yang telah disediakan. Apabila Anda menggunakan Instagram, Anda juga bisa mempromosikan produk melalui jasa paid promote dari akun-akun lainnya.

Pasang Iklan Instagram(Baca Juga: Cara Mudah Pasang Iklan Di Instagram)

Dengan begitu, produk yang Anda jual akan semakin mudah dikenal banyak orang dan penjualan bisa meningkat pesat.

 

Kesimpulan

Apakah Anda tertarik untuk bisnis thrift store? Tentu saja bisnis ini sangatlah cocok untuk Anda yang baru mulai terjun berbisnis dengan modal yang minim. Tunggu apalagi, manfaatkan waktumu sebaik mungkin untuk berbisnis. Selamat mencoba!

Forum

Aang Abdul (07 Feb 2015)

mw tanya masta, apakah ada trader sukses yang hanya memakai tehnikal saja? trimakasih..

Selengkapnya...


Kirim Komentar/Reply Baru


Candlestick Beda Di Akun Demo Dan Akun Real

Pak/bu maaf saya mau tanya, di accoun real saya harga GBPUSD 1.28503 sedangkan di accoun demo saya harga di GBPUSD 1.28165 apakah ini suatu kecurangan broker ? Atau memang candlestic di accoun real dan accoun demo itu berbeda ? Tolong jawabannya 

Rizal 15 Feb 2019

Reply:

Erik T (18 Feb 2019 12:28)

Untuk Rizal,

Server akun demo dan server akun real memang berbeda, oleh karena itu memang terjadi perbedaan harga running. Meskipun begitu, perbedaan harga running antara server demo dan sever real harusnya tidaklah terlalu jauh. Hal yang dapat Anda lakukan adalah memeriksa dan mencocokkan jam Meta Trader pada kedua server tersebut. Jika harga sebuah pair pada server demo dan server real bergerak di jam yang sama, dan terjadi selisih harga yang tidak wajar, maka Anda dapat melaporkan hal tersebut pada broker yang bersangkutan. Namun setelah Anda mencocokkan jam dari kedua server tersebut, dan terjadi perbedaan waktu yang berjalan, maka bisa dipastikan salah satu server tersebut sedang mengalami gangguan.

Semoga bisa membantu.

Kalkulator P2P Lending
Kalkulator P2P Lending
Sistem   9 Apr 2021   49  
Perbandingan Bunga P2P Lending
Perbandingan Bunga P2P Lending
Sistem   9 Apr 2021   107  
Peluang Bisnis Untuk Gamer Yang Terbukti Cuan
Peluang Bisnis Untuk Gamer Yang Terbukti Cuan
Wahyudi   31 Mar 2021   139  
10 Tips Sukses Menjadi Pengusaha Muda
10 Tips Sukses Menjadi Pengusaha Muda
Nandini   30 Mar 2021   122  
Cara Menghasilkan Uang Dari TikTok Untuk Pemula
Cara Menghasilkan Uang Dari TikTok Untuk Pemula
Wahyudi   29 Mar 2021   196  
Kiat Trading Sukses Ala Yukiko Ikebe
Kiat Trading Sukses Ala Yukiko Ikebe
Jujun Kurniawan   24 Mar 2021   284  
Intip 5 Potret Peluang Usaha Minim Pesaing
Intip 5 Potret Peluang Usaha Minim Pesaing
Wahyudi   28 Feb 2021   251  
10 Bisnis Paling Laris, Bahkan Saat Hari Libur
10 Bisnis Paling Laris, Bahkan Saat Hari Libur
Wahyudi   26 Feb 2021   220  
Ide Bisnis Online Untuk Mahasiswa
Ide Bisnis Online Untuk Mahasiswa
Nandini   31 Jan 2021   261