Pengaruh Suku Bunga Terhadap Perekonomian Suatu Negara

Anna 23 Apr 2013 Dibaca Normal 7 Menit
forex > belajar >   #ekonomi   #suku-bunga
Pengaruh suku bunga yang dinaikkan atau diturunkan oleh bank sentral akan direspon oleh pelaku pasar dan penanam modal, sehingga berefek terhadap perekonomian.

Umumnya, masyarakat hanya mengenali suku bunga dalam konteks hubungan dengan perbankan, yaitu saat akan membuka deposito atau akan mengajukan pinjaman (aplikasi kredit). Ketika suku bunga rendah, masyarakat cenderung termotivasi untuk mengajukan pinjaman, sedangkan jika suku bunga tinggi maka masayarakat akan enggan meminjam pada bank.

Dalam lingkup makro, efek perubahan suku bunga dapat meluas hingga menjangkau semua sektor pada suatu negara. Untuk mengetahui selengkapnya, simak ulasan mengenai pengaruh suku bunga terhadap perekonomian berikut ini.

 

Pengaruh Suku Bunga Terhadap Perekonomian Secara Umum

Pada dasarnya, masyarakat akan bereaksi pada perubahan suku bunga secara relatif terhadap kondisi perekonomian terkini. Lengkapnya lagi:

Fluktuasi suku bunga berpengaruh pada keinginan masyarakat untuk meminjam uang di bank. Secara teoritis, makin rendah suku bunga, maka semakin tinggi keinginan masyarakat untuk meminjam uang di bank. Artinya, pada tingkat suku bunga rendah maka masyarakat akan lebih terdorong untuk meminjam uang di bank untuk memenuhi kebutuhan maupun untuk melakukan ekspansi usaha. Sebaliknya, saat suku bunga tinggi, maka masyarakat akan lebih cenderung menyimpan uang di bank daripada menggunakannya untuk berbelanja dan memperluas bisnis.

Dalam konteks perekonomian internasional, perubahan suku bunga juga dapat mempengaruhi persepsi dan minat investor asing untuk membawa dananya masuk ke suatu negara. Umpama suku bunga di Indonesia lebih tinggi dibandingkan negara Asia Tenggara lainnya, maka investor asing akan lebih tertarik untuk menanamkan dana di Indonesia dengan harapan dapat memperoleh imbal hasil lebih tinggi. Sedangkan jika suku bunga di Indonesia lebih rendah, maka investor asing akan makin kurang tertarik untuk menanamkan modal di sini. Malah, jika suku bunga terlalu rendah, salah-salah investor domestik bisa ikut-ikutan melarikan dananya ke luar negeri.

Dari sini, kita dapat menyimpulkan bahwa setiap telaah atas pengaruh suku bunga terhadap perekonomian suatu negara perlu dilihat dari minimal tiga sisi, yaitu:

  1. Perubahan perilaku masyarakat konsumen.
  2. Perubahan perilaku masyarakat pebisnis.
  3. Perubahan perilaku masyarakat investor.

Untuk memahaminya lebih lanjut, kita akan menilik pengaruh suku bunga pada sektor perumahan (housing), ketenagakerjaan (employment), dan aliran modal (capital flows). 

 

Pengaruh Suku Bunga Terhadap Sektor Perumahan

Perumahan merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia, selain sandang dan pangan. Ketersediaan perumahan yang terjangkau telah menjadi salah satu parameter kesejahteraan hidup di berbagai negara maju, sehingga berbagai data terkait sektor perumahan dirilis untuk memantau kondisinya dari waktu ke waktu. Secara khusus, data-data ini juga akan dipantau untuk mengevaluasi kebijakan suku bunga. Mengapa demikian?

Pengaruh Suku Bunga Terhadap Perekonomian - ilustrasi

Ketika suku bunga rendah, maka orang-orang akan termotivasi untuk mengajukan kredit perumahan, atau yang dikenal di Indonesia dengan nama KPR (Kredit Pemilikan Rumah). Ini merupakan keputusan rasional karena biaya bunga yang harus dibayar pun tentunya lebih kecil. Bahkan, orang-orang di Denmark bisa mendapatkan bunga meski memiliki utang KPR, karena suku bunga-nya negatif. Apabila pemerintah dan bank sentral tidak menyiapkan kebijakan lain untuk mengendalikan sektor perumahan pada situasi suku bunga rendah, maka dapat mengakibatkan housing bubble.

Housing bubble ditandai dengan harga perumahan yang membubung tinggi hingga tak terjangkau bagi mayoritas konsumen potensial, karena permintaan atas perumahan jauh lebih besar ketimbang persediaannya. Akibatnya, banyak orang takkan mampu lagi untuk membeli rumah, meski suku bunga rendah.

Sebaliknya, ketika suku bunga meningkat lagi, maka orang-orang yang sudah memiliki KPR akan dihadapkan pada beban pembayaran bunga lebih tinggi (tergantung skema bunga yang diaplikasikan). Apabila peningkatan bunga tersebut terlalu tinggi, maka bisa mengakibatkan kredit macet massal. Para nasabah KPR dapat memilih mangkir bayar KPR dan membiarkan rumahnya diambil alih oleh bank. 

CONTOH KASUS

Fenomena semacam ini pernah terjadi pada krisis Subprime Mortgage antara tahun 2007-2010 di Amerika Serikat yang mengakibatkan runtuhnya Lehman Brothers. Berawal dari suku bunga super rendah dan kriteria penerima kredit yang kurang selektif, terjadi housing bubble hingga harga perumahan luar biasa tinggi. Setelah bubble itu pecah, harga rumah jatuh. Di sisi lain, kenaikan suku bunga membuat banyak orang tak mampu bayar KPR hingga rumah-rumahnya diambil alih oleh bank. Namun, terjadi penumpukan rumah sitaan, sehingga harganya menjadi sangat rendah.

Sebagai perbandingan (walau lansekap ekonominya berbeda), Denmark berhasil menjaga sektor perumahannya meski menetapkan suku bunga negatif. Caranya dengan membatasi pembelian rumah. Ada larangan bagi orang asing untuk memiliki properti di Denmark. Selain itu, sulit bagi orang Denmark sendiri untuk membeli rumah tanpa niat untuk menghuni. Aplikasi KPR pun baru akan disetujui setelah menempuh berbagai tes.

 

Pengaruh Suku Bunga Terhadap Ketenagakerjaan

Pinjaman perbankan merupakan suatu komponen tak terpisahkan dalam perekonomian masa kini. Pebisnis manapun akan membutuhkan jasa perbankan untuk menjalankan aktivitasnya, mulai dari fasilitas pembayaran dan penjaminan dalam ekspor-impor, pembayaran gaji karyawan (payroll), hingga kredit usaha.

Ketika suku bunga rendah, para pengusaha di sektor riil akan termotivasi untuk mengajukan pinjaman guna memperluas skala bisnisnya. Pinjaman tersebut dapat dipergunakan untuk berbagai tujuan, baik pengadaan mesin-mesin baru, pendirian pabrik baru, pembukaan toko atau cabang di wilayah lain, merintis pemasaran produk melalui channel baru, dan lain sebagainya. Sebagai konsekuensi dari tindakan-tindakan bisnis ini, para pengusaha akan membuka lebih banyak lowongan kerja. Seandainya para pengusaha itu tak ingin memperluas usaha pun, biaya bunga pinjaman yang lebih rendah tetap mengurangi beban usaha, sehingga mereka bisa menawarkan gaji lebih tinggi pada para karyawan lama.

Pengaruh Suku Bunga Terhadap Perekonomian - ilustrasi

Sebaliknya, suku bunga tinggi dapat mendorong kenaikan beban usaha, sehingga para pebisnis bisa "lebih pelit" dalam memberikan kenaikan gaji bagi karyawan maupun merekrut orang baru. Mereka pun akan cenderung enggan untuk memperluas usaha karena peningkatan risiko yang ditimbulkan oleh kenaikan bunga tersebut. Oleh karenanya, bank sentral perlu selalu memastikan kesehatan kondisi sektor ketenagakerjaan dulu sebelum menaikkan suku bunga. Apabila banyak pengangguran dan gaji stagnan, maka bank sentral dipandang perlu menunda kenaikan suku bunga.

Meski demikian, tidak lantas berarti suku bunga rendah itu pasti bagus bagi para pebisnis. Dalam kondisi suku bunga sangat rendah, perbankan akan enggan menyalurkan pinjaman pada perusahaan-perusahaan, karena imbal hasilnya kecil. Akhirnya, dana yang tersimpan di perbankan bisa jadi dialokasikan ke instrumen investasi lain yang menawarkan keuntungan lebih besar, tetapi berisiko lebih tinggi. Dalam situasi seperti itu, perusahaan-perusahaan akan kesulitan mendapatkan pinjaman, sedangkan sektor finansial negara tersebut menjadi rentan terguncang.

 

Pengaruh Suku Bunga Terhadap Aliran Modal

Aliran modal dalam bahasan ini merujuk pada keluar dan masuknya modal dari dan ke suatu negara. Pengaruh suku bunga terhadap perekonomian yang terbesar sebenarnya berakar pada aliran modal. Bagaimana bisa begitu?

Investor dan spekulan pasar keuangan internasional yang selalu mengejar keuntungan akan menjadikan suku bunga suatu negara sebagai salah satu barometer utama untuk mengukur imbal hasil investasi di negara tersebut. Umpama suku bunga Amerika Serikat lebih tinggi daripada Jepang, maka orang akan memilih untuk berinvestasi di AS daripada Jepang. Tentu ada berbagai pertimbangan lainnya, tetapi suku bunga merupakan komponen vital.

Fenomena ini terutama tampak saat bank sentral AS menaikkan suku bunganya antara tahun 2017-2018, setelah mempertahankan suku bunga sangat rendah selama beberapa tahun sebelumnya. Ketika bank sentral AS memberlakukan rezim suku bunga rendah, aliran modal masuk ke negara-negara berkembang seperti Indonesia dalam jumlah besar. Setelah bank sentral AS menaikkan suku bunga-nya, aliran modal keluar dari negara-negara berkembang secara beramai-ramai, hingga nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS anjlok pada kurun waktu yang sama.

Teori inilah yang perlu diperhatikan: jika aliran modal ke suatu negara meningkat, maka permintaan atas mata uangnya meningkat pula, sehingga nilai tukar mata uangnya berpotensi menguat. Sebaliknya, jika aliran modal ke suatu negara menurun, maka permintaan atas mata uangnya bakal berkurang, sehingga nilai tukar mata uangnya berpotensi melemah. Ulasan selengkapnya mengenai bahasan ini dapat Anda simak pada artikel "Aliran Modal Dan Tingkat Suku Bunga".

Tinjauan pengaruh suku bunga pada ketiga sektor ini hanya merupakan contoh diantara banyak aspek lain. Anda dapat melihat bahwa suku bunga rendah atau tinggi memiliki konsekuensinya masing-masing terhadap perekonomian suatu negara. Bank sentral yang berwenang menentukan kebijakan suku bunga, bertugas pula memantau semua aspek tersebut agar pengambilan keputusan tetap menunjang stabilitas dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Terkait Lainnya
 

Forum Terkait

 Desta Adi |  17 May 2017

maaf sebelumnya jika kita menunggu hingga lbh kurang 30 mnt atau 1 jam dan ternyata di economic calendar itu akan ada data lagi,dan dengan mata uang yg sama apa itu akan efektif pak? terimakasih

Lihat Reply [9]

Untuk Desta Adi..

Anda bisa perhatikan, apa data tersebut high impact atau tidak ?, jika iya, maka diperkirakan akan ada pergerakan mata uang yang cukup tinggi. Jika data sebelumnya High Impact kemudian data selanjutanya berpotensi sama, maka bisa menguat/melemah, mengikuti pergerakan sebelumnya atau berbalik dari pergerakan sebelumnya.

Jika data sebelumnya bergerak kecil dan selanjutnya Low atau medium impact, bergeraknya sangat kecil. Jika data sebelumnya menghasilkan high impact, sementara data yang akan dirilis low atau medium, pergerakan mungkin terbatas/kecil.

Thanks

Basir   17 May 2017

Jika data sebelumnya menghasilkan high impact, sementara data yang akan dirilis low atau medium, pergerakan mungkin terbatas/kecil.

Ini yang terbatas apakah pergerakan dari data pertama atau data kedua master? Maaf saya masih mencoba paham dunia perforekan

Aska Ghazali   18 May 2017

Untuk  Aska Ghazali...

Jika data sebelumnya dirilis High Impact, dan hasilnya cukup signifikan terhadap mata uang tersebut, kemudia ada data yang akan dirilis, namun Low atau Medium, maka hasil pergerakan mata uang tersebut diperkirakan akan terbatas pergerakannya, karena data tersebut bukan data High Impact.

Thanks.

Basir   18 May 2017

@ Desta adi:
Yang dilihat yang berdampak medium dan tinggi saja. Kalau yang satu berdampak medium dan yang lain berdampak tinggi maka masuk yang dampaknya tinggi. Kalau sama-sama berdampak medium atau sama-sama berdampak tinggi maka bisa masuk semua.

@ Aska Ghazali:
Data yang berdampak tinggi akan lebih lama efeknya, jadi kalau waktu rilisnya berdekatan abaikan yang berdampak medium dan rendah..

M Singgih   21 May 2017
@Desta Adi
Mungkin saja efektif mungkin saja tidak, menurut saya lebih baik hindari berita penting karena chart jadi tidak stabil, kita cukup tau berita fundamental, tapi usahakan jangan trading dengan acuan berita fundamental, kalau mau aman pakai analisa teknikal aja, kadang analisa fundamental ini angin-anginan juga katanya dollar menguat karena rilis berita baru amerika ternyata dollar malah jatuh. mungkin aja ada banyak yg pakai analisa fundamental jadi jumlah lot yg masuk sangat besar hingga merubah trend. investor juga berperan merubah arah trend. 
Abu Ibrahim Al-Hashimi   2 Nov 2019

saat menjelang rilis news high impact baiknya trading atau stop tradig dulu ya?

Rasid Dali   19 May 2022

adakah tips dan trik trading saat rilis news high impact?

Haikal Pasya   19 May 2022

Keputusan untuk stop trading atau tidak, itu tergantung pada strategi trading masing-masing. 

Umpamanya kalau seorang trader sering menjalankan scalping, maka masa-masa menjelang rilis high impact news itu nggak cocok untuk trading. Kenapa? karena pasar biasanya kalem sekali, alias sedang "wait and see".

Tapi kalau "news trader" ya dia pasti justru ancang-ancang untuk buka posisi trading pada masa-masa itu.

Aisha   19 May 2022

Sudah ada banyak bahasan mengenai topik ini. Silakan simak ulasannya pada dua artikel berikut:

Aisha   19 May 2022
 Desta Adi |  23 May 2017
Pada bulan Mei ini banyak sekali peristiwa peristiwa penting yg membuat ekonomi global goncang, penyebabnya di negara negara super power seperti Amerika,Inggris,Perancis,Jepang terjadi sesuatu yg tidak terduga efeknya saham bisa naik turun tidak terprediksi apalagi untuk trader AWAM seperti saya. Saya mohon bantuannya saya ingin belajar cara untuk memprediksi chart dengan simple dan mudah karena saya bermain trading dengan cara SCALPING terimaksih sebelumnya mohon bantuannya :)

Lihat Reply [1]

@ Desta adi:

Ya, benar. Tetapi kalau untuk scalping tidak perlu melakukan analisa fundamental terlalu dalam, cukup tahu jadwal rilis data yang berdampak tinggi saja, dan hindari entry pada jam-jam rilisnya karena volatilitasnya akan tinggi dan tidak bisa diprediksi (unpredictable).

Untuk scalping Anda cukup melihat arah trend pada time frame trading (biasanya time frame rendah semisal 5 menit / M5), selain itu amati juga price action yang terbentuk sebagai sinyal ataupun konfirmator ketika entry. Bisa menggunakan 2 indikator moving average dan indikator oscillator (RSI atau stochastic).

Berikut ini contohnya:



Indikator yang digunakan terutama adalah exponential moving average (ema), gunakan ema 8 dan ema 21, parabolic SAR (setting default) dan RSI dengan periode 9. Prioritas untuk mengambil keputusan adalah pada kurva ema 8 (warna merah) dan ema 21 (biru). Jika kurva ema 8 diatas ema 21 maka open buy dan jika ema 8 dibawah ema 21 open sell. Indikator parabolic SAR dan RSI untuk konfirmator. RSI diatas level 50.0 maka buy dan dibawah 50.0 sell.

Penentuan level resistance dan support bisa digunakan Fibonacci retracement dari level high dan low terdekat. Amati juga price action-nya (misal pada contoh diatas buy ketika terbentuk bullish engulfing candle). Level target (take profit) tidak perlu tinggi karena kemungkinan pergerakan harga bisa cepat berubah.

M Singgih   25 May 2017
 Ricco |  1 Jun 2017

1. Apakah faktor yang menyebabkan terjadinya kenaikan suku bunga? apakah karena mata uang tersebut membaik / karena mata uang tersebut memburuk ?
2. Apa yang terjadi terhadap USD sebelum dan sesudah kenaikan suku bunga?
thanks

Lihat Reply [18]

@ Ricco:

1. Faktor yang menyebabkan bank sentral menaikkan suku bunga adalah tingkat inflasi yang sudah melebihi target yang ditetapkan oleh bank sentral tersebut. Tidak ada hubungannya dengan penguatan atau pelemahan mata uang negara itu.

Tujuan bank sentral suatu negara mengatur suku bunga (menaikkan atau menurunkan) bukan untuk memperkuat atau memperlemah nilai tukar mata uangnya, tetapi untuk mengatur tingkat inflasi. 

2. Sebelum FOMC meeting (yang bisa menaikkan atau menurunkan suku bunga), maka pergerakan USD akan dipengaruhi oleh:
- Data fundamental ekonomi AS yang bisa menyebabkan kemungkinan suku bunga naik atau turun, yaitu data tenaga kerja, pengangguran dan inflasi.
- Pernyataan pejabat tinggi The Fed yang termasuk dalam anggota FOMC dimana ia mempunyai hak voting dalam menetapkan suku bunga.

Sesudah FOMC meeting, jika memang ada kenaikan suku bunga, maka kemungkinan USD bisa menguat, melemah atau tidak bereaksi:
- USD bisa menguat jika kenaikan suku bunga tidak diantisipasi sebelumnya, atau kemungkinannya dianggap kecil.
- USD tidak bereaksi jika kenaikan suku bunga tersebut sudah di-discount pasar (sudah diperkirakan sebelumnya).
- USD bisa melemah jika kenaikan suku bunga tersebut sudah di-discount pasar, dan statement FOMC dovish, atau ada isu lain yang menyebabkan ketidak-pastian seperti isu politik.

M Singgih   4 Jun 2017

melalui data perekonomian US bisa menentukan apakah terjadi kenaikan / penurunan suku bunga. Berarti jika data perekenomian US memburuk maka kemungkinan terjadi kenaikan suku bunga? thanks

Ricco   6 Jun 2017

@ Ricco:

- melalui data perekonomian US bisa menentukan apakah terjadi kenaikan / penurunan suku bunga…
Jawaban:
tidak semua data fundamental ekonomi. Yang paling diperhatikan The Fed adalah data tenaga kerja, inflasi dan pertumbuhan (GDP).

- Berarti jika data perekenomian US memburuk maka kemungkinan terjadi kenaikan suku bunga?
Jawaban:
kalau data fundamental ekonomi memburuk, misal pertumbuhan turun, tingkat pengangguran naik dan inflasi turun, maka bank sentral (dalam hal ini The Fed) akan mempertimbangkan untuk menurunkan suku bunga, untuk memacu investasi agar roda perekonomian bisa kembali berjalan.

M Singgih   7 Jun 2017

Bagaimana dengan negara maju yang tingkat suku bunganya rendah?

Fauzi   26 Oct 2018

@ Ongky:

Jika suku bunga suatu mata uang turun, maka imbal hasil atau perolehan (return) dari investasi mata uang tersebut akan semakin kecil. Misal sebelumnya suku bunga deposito untuk mata uang X adalah 5% per tahun, kemudian diturunkan menjadi 3% per tahun, maka return atau keuntungan yang didapatkan investor akan berkurang sebesar 2% per tahun. Penjelasan selengkapnya silahkan baca di Pengaruh Suku Bunga Terhadap Nilai Tukar Mata Uang

M Singgih   1 Dec 2020

Kalau begitu untuk mengetahui akan terjadinya pemotongan bunganya itu gimana pak caranya?

Priyo   15 Dec 2020

@ Priyo:

Dari forecast (perkiraan) berita rilis suku bunga menjelang meeting bank sentral, dan juga dari pernyataan atau komentar pejabat bank sentral menjelang meeting bank sentral.

M Singgih   15 Dec 2020

Dalam hal ini, perlu diperjelas suku bunga apa yang dimaksud?

Apakah suku bunga bank sentral? Variasinya bermacam-macam mulai dari laju inflasi, pertumbuhan ekonomi, tingkat pengangguran, laju investasi, dan beragam faktor makroekonomi lain.

Atau suku bunga obligasi? Bisa mencakup hal-hal seperti lembaga/perusahaan penerbit, tingkat risiko, masa jatuh tempo (maturitas), dan lain-lain.

Atau suku bunga deposito dan kredit bank? Bank biasanya menentukan bunga deposito dan kredit berdasarkan bunga acuan bank sentral dengan dikombinasikan formula tertentu yang bersifat internal, serta aturan pemerintah terkait bidang tersebut.

Faktor yang mempengaruhi masing-masing suku bunga itu berbeda. Bahkan, faktor yang mempengaruhi suku bunga kredit usaha rakyat dan bunga kartu kredit saja pasti berbeda.

Aisha   11 Apr 2022

Di analisa saya melihat bahwa mata uang "X" harganya turun karena pengaruh dari fundamental pemotongan suku bungan bank. Nah, bagaimana suku bunga bank bisa mempengaruhi harga mata uang?

Ongky   26 Nov 2020

Apa yang mempengaruhi besar kecilnya suku bunga?

Rizal Muhammad   8 Apr 2022

Bagaimana cara mengetahui atau mendapatkan info terbaru seputar suku bungan ini?

Hananto Fx   8 Jun 2022

Negara maju yang tingkat suku bunga rendah, biasanya menerapkan kebijakan itu karena laju inflasinya juga rendah. Istilah "rendah" itu sendiri relatif, karena tiap negara bisa punya target inflasi berbeda-beda.

Umpamanya Jepang punya target inflasi jangka panjang pada 2 persen. Tapi proyeksi inflasi saat ini cuma 1 persen. Maka bank sentral Jepang tidak akan mau menaikkan suku bunganya. 

Aisha   9 Jun 2022

Kamu bisa dapat info terbaru paling akurat dengan cara melihat kalender forex, atau membuka situs web bank sentral yang menentukan suku bunga itu.

Aisha   9 Jun 2022

Kak cara baca kalender forex itu kek gimana ya kak?

Fahril   13 Jun 2022

Langkah-langkah umumnya:

  • Tentukan tanggal yang ingin diperiksa.
  • Tentukan mata uang/negara yang ingin diketahui event-nya.
  • Tabel kalender forex nantinya akan menampilkan event penting pada tanggal yang ditentukan. Kamu bisa lihat rangkuman info mulai dari nama event (misalnya, pengumuman suku bunga) hingga perkiraannya (konsensus) dan data aktual (jika sudah diumumkan).

Ada banyak sekali kalender forex. Cara baca kalender forex pun bisa berbeda-beda tergantung kamu mau baca kalender yang mana. Tapi asalkan kamu cermat, biasanya gampang aja sih.

Aisha   16 Jun 2022

Dalam analisa fundamental, suku bunga dari negara atau mata uang mana saja yang paling penting untuk diperhatikan ya kak?

Samsul Arif   16 Jun 2022

@ Samsul Arif:

Secara khusus, itu tergantung dari pair yang Anda tradingkan. Jika misalnya Anda trading pada pair EUR/CHF maka Anda harus memperhatikan jadwal rilis suku bunga ECB (bank sentral Eropa) dan juga SNB (bank sentral Swiss). Selain itu, Anda sebaiknya tahu prospek suku bunga ECB dan SNB berdasarkan statement masing-masing bank sentral, atau pernyataan / komentar para pejabat bank sentral tsb.

Secara umum, Anda seharusnya tahu rate suku bunga The Fed (bank sentral Amerika Serikat) karena US Dollar adalah mata uang yang paling banyak diperdagangkan, dan digunakan sebagai cadangan devisa di banyak negara di dunia. Biasanya kebijakan The Fed akan sangat mempengaruhi bank-bank sentral negara lain.

M Singgih   16 Jun 2022

@Samsul Arif: Yang paling penting diperhatikan adalah suku bunga dari Amerika Serikat.

Kenapa? Karena mata uang dollar AS digunakan paling banyak di seluruh dunia, mulai dari perdagangan global (ekspor-impor) sampai cadangan devisa negara.

Namun, apabila Anda sedang trading pair selain USD, maka suku bunga dari pasangan mata uang tersebut lebih penting Anda perhatikan.

Sebagai contoh, Anda sedang memperhatikan pair AUD/CHF. Maka, suku bunga yang perlu Anda perhatikan adalah suku bunga dari Australia (RBA) dan Swiss (SNB).

Kiki R   17 Jun 2022
 

Komentar @inbizia

@ Zizhou:
Mengenai perubahan besar pip-nya tidak ada yang bisa memastikan. Tergantung dari sentimen pasar, yaitu besarnya demand dan supply pada saat terjadi perubahan suku bunga tsb.
 M Singgih ... |  10 Nov 2018
Halaman: Faktor Yang Mempengaruhi Nilai Tukar Mata Uang
@ Carlito Da Silva:
Maaf, saya tidak mengerti maksud pertanyaan Anda.
Biasanya kebijakan bank sentral untuk mempengaruhi nilai tukar mata uang adalah dengan cara menaikkan atau menurunkan suku bunga. Indikator untuk merubah suku bunga adalah tingkat inflasi. Jika inflasi di atas target bank sentral maka suku bunga akan dinaikkan, dan jika inflasi di bawah target bank sentral maka suku bunga akan diturunkan.
 M Singgih ... |  20 Mar 2020
Halaman: Faktor Yang Mempengaruhi Nilai Tukar Mata Uang
Waalaikum salam. Saya tidak tahu dari mana Anda mendapatkan teori tersebut. Tapi menurut saya, adalah tidak benar jika nilai mata uang suatu negara tergantung jumlah stok emasnya. Nilai tukar mata uang dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti neraca perdagangan (ekspor vs impor), tingkat suku bunga, dan seterusnya. Stok emas tidak masuk dalam perhitungan dan tidak memengaruhi kuat/lemahnya nilai tukar.
 Anna |  3 Apr 2020
Halaman: Faktor Faktor Yang Menyebabkan Rupiah Melemah
@ Muhamad Ali:

Biasanya berubah setiap bulan, setelah bank sentral mengumumkan suku bunga acuan. Kecuali jika ada kejadian luar biasa, maka suku bunga bisa berubah sewaktu-waktu, seperti ketika terjadi krisis moneter pada tahun 1997-1998 lalu.

 M Singgih |  10 Nov 2020
Halaman: Kalkulator Bunga Deposito
Mantap...matur nuwun master... selama ini bingung bacain analisa dan berita ekonomi saja terus sementara loss mulu. sekarang agak nyaman masuk opennya....
 Markudie |  7 Aug 2021
Halaman: Tips Untuk Entry Trading Yang Akurat
Rumus beta saham (β) = Covariansi (return asset, return market) ÷ Variansi (return market)
Langkah2 :
- Menemukan tingkat suku bunga bebas risiko (risk free rate)
- Menentukan imbal hasil saham (stock’s return)
Rumus Imbal hasil saham = (Harga Saham Periode n+1 – Harga Saham Periode n) ÷
- Menentukan imbal hasil pasar (Market’s return)
Rumus Return IHSG Periode n = (Harga IHSG Periode n+1 – Harga IHSG Periode n) ÷ Harga IHSG Periode n *100
- Mengurangi masing - masing return dengan tingkat suku bunga bebas risiko
Covariansi = Imbal hasil saham – tingkat suku bunga bebas risiko (risk free rate)
Variansi = Imbal hasil pasar – tingkat suku bunga bebas risiko (risk free rate)
 Lian |  22 Sep 2021
Halaman: Apa Itu Indikator Beta Saham

Kamus Forex

Kebijakan Ekonomi

Keputusan praktis atau perundangan yang dikeluarkan oleh otoritas di suatu negara dalam bidang ekonomi. Dalam ekonomi, terdapat dua jenis kebijakan, yaitu kebijakan moneter dan kebijakan fiskal.

Indikator Ekonomi

Data statistik yang digunakan oleh analis dan pelaku pasar untuk mengetahui kondisi ekonomi terkini maupun memproyeksikan peluang ekonomi di masa depan. Indikator ekonomi juga dapat digunakan untuk menentukan sehat-tidaknya perekonomian suatu negara.

Kalender Forex, Kalender Ekonomi

Kalender yang memuat jadwal rilis berbagai data ekonomi maupun peristiwa penting terkait kebijakan moneter dan fiskal dari negara-negara yang mata uangnya diperdagangkan dalam pasar forex.

Komentar[10]    
  Ivan Andreyanto   |   29 Nov 2013
sudah sangat jelas apabila BI menaikan tingkat suku bunga otomatis tingkat investasi menurun. harap di koreksi tulisannya
  Fajar   |   29 Nov 2013
Betull , dengan kenaikan suku bunga akan memberatkan investasi yang datang ke negara tersebut...
  Fajar   |   29 Nov 2013
Betull , dengan kenaikan suku bunga lebih condong memberatkan dunia usaha seh soalnya kredit pasti naik dan memberatkan dunia usaha.
  Ariiskandar   |   1 Apr 2014
singkatx kayak gini, suku bunga naik aliran modal dari investasi asing makin bagus tapi usaha lokalx bisa makin turun. sedangkan suku bunga dipotong aliran modalx yang bisa menurun sementara usaha lokal bisa makin berkembang. disini karena yang banyak berpengaruh ke nilai mata uang adalah aliran modal, makax naikx suku bunga juga sejalan sama naikx nilai tukar itu. sementara untuk perekonomian lokal ini jelas gag searah. karna kebijakan suku bunga diturunkan itu emang untuk merangsang pertumbuhan ekonomi ketika inflasi turun sementara suku bunga yang dinaikkan itu adalah ketika inflasi terlalu tinggi akibat terlalu tinggix aktivitas perekonomian.
  Hendra Firmansyah   |   6 Apr 2014
@Ariiskandar: Bener. yg perlu dicermati dari pernyataan terakhir di artikel ini adalah kegiatan menyimpan atau menanamkan dana di bank, bukan dari segi peminjamannya. Kalau pinjam dari bank jelas bunga yg mesti dibayarkan akan nambah, sebaliknya ketika menyimpan uang atau berinvestasi, bunga yg didapat juga akan bertambah.

bener itu ketika suku bunga naik memang ini upaya untuk mengerem laju pertumbuhan supaya harga tidak terus2an naik dan menimbulkan hiperinflasi. nah ketika suku bunga dipotong berarti sebelumnya ada kecenderungan inflasi turun, yg artinya kegiatan ekonomi sedang lesu.

makanya untuk mendorong aktivitas itu banyak kebijakan moneter longgar yg ditetapkan supaya bisa memicu inflasi kembali naik
  Lukito   |   11 Apr 2014
maaf sebelumny kalo sya salah, tapi bukankah tingkat pengangguran ini salah 1 indikator yg digunakan sbg bahan pertimbangn untuk menaikkan suku bunga? jd tingkat pengangguran ada di tingkat mana dulu baru bank sentral ambil keputusan soal suku bunga yg tepat?
  Hendra Firmansyah   |   13 Apr 2014
@Lukito: Bener, tingkat pengangguran memang bisa jadi salah satu faktor pemicu penting untuk menaikkan atau memotong suku bunga. Pengaruh suku bunga ke tingkat pengangguran memang ada, tapi dalam jangka panjang karna sebenarnya tingkat pengangguran ini indikator lagging dari pertumbuhan ekonomi, yg bisa ditunjang oleh pengaturan tingkat suku bunga. jadi hubungannya begini. tingkat pengangguran naik dan inflasi juga turun dibawah target, misal bank sentral kemudian memotong suku bunga dan berhasil menstimulus pertumbuhan ekonomi dalam negeri. jika berhasil seperti ini maka tingkat pengangguran berikutnya kemungkinan bisa turun dan memacu pertumbuhan ekonomi yg kemudian bisa mendorong inflasi.
  Hendra Firmansyah   |   11 Feb 2015

Isi artikel ini sebenernya khusus untuk Amerika, Negara2 maju, atau bisa juga diterapkan untuk Indonesia?

Soalnya kalo untuk pengaruh peningkatan mata uang di pair forex, suku bunga yg naik diartikan positif coz bisa meningkatkan aliran modal, yang artinya banyak investor yg tertarik menanamkan modalnya di negara yg suku bunganya tinggi dan bisa mengambil keuntungan dari situ.

Kalo ada perbedaan antara pengaruh suku bunga di negara maju dan berkembang mungkin konsep artikel di atas masih bener karena disini tidak menyinggung pengaruh suku bunga untuk aktivitas ekonomi di Indonesia.

Tapi kalo pengaruhnya sama aja mungkin yang terkena pengaruh negatif adalah pebisnis lokal yg harus membayar lebih karena kenaikan suku bunga ini, karena usaha mereka dijlnkn dgn pinjaman dari bank.

sementara untuk investor asing yg menanamkan modal di negara tertentu jelas akan mendapat tambahan bunga dalam sistem pengembaliannya ketika suku bunga dinaikkan. Itu kenapa ketika suku bunga naik permintaan terhadap mata uang juga meningkat.

  Nina   |   24 Jun 2021

Apa peran bank sentral dalam perekonomian?

  Yogi   |   24 Jun 2021

Tugas utama Bank Sentral adalah untuk menjaga stabilitas mata uang, menyelenggarakan peredaran uang, memajukan sistem perbankan, serta mengawasi kegiatan perbankan dan perkreditan.

Info Karir
Kontak Kami
Tentang Kami
Peraturan
Terms Of Use
Privacy Policy
Arsip