Pengertian Fear and Greed Index Serta Cara Membacanya

Evan 10 Jun 2022 Dibaca Normal 6 Menit
kripto > belajar >   #bitcoin   #cara-membaca-indikator   #investasi-kripto   #saham   #strategi-trading-kripto
Fear and Greed Index merupakan cara baru untuk menganalisis pasar, yang dianggap dapat melihat pengaruh sentimen pasar secara akurat. Bagaimana caranya?
DI

Ketika Anda secara aktif mulai membeli, menjual, atau berinvestasi dalam aset kripto, pasti istilah Fear and Greed Index (Indeks Ketakutan dan Keserakahan)  sudah tak asing lagi di telinga Anda. Namun sebenarnya, indikator ini pertama kali dibuat oleh CNN Money untuk menganalisis pasar saham, lho.

Hasil Indeks Ketakutan dan Keserakahan sering menunjukkan bahwa sebagian besar trader ataupun investor lebih suka membeli aset ketika harga telah naik, begitu pula sebaliknya.

Sehingga bila dirumuskan secara simpel, indikator ini akan menunjukkan perilaku ketakutan (fear) pelaku ekonomi dengan menjual asetnya ketika harga sedang turun, meskipun di bawah harga wajar. Namun, ketika harga sedang naik atau telah di atas harga normal, trader dan investor justru semakin serakah (greed) membeli aset tersebut karena FOMO (Fear of Missing Out).

Siklus Fear and Greed

Berdasarkan kecenderungan perilaku tersebut, maka Fear and Greed Index juga bisa dipakai untuk melihat bagaimana psikologis dapat mempengaruhi harga di bursa saham dan kripto. Artikel ini akan membahas pemahaman dasar mengenai Fear and Greed Index serta cara penggunaannya, khususnya untuk Bitcoin.

 

 

Apa itu Fear and Greed Index?

Fear and Greed Index adalah indikator berupa skor yang menunjukkan sentimen pasar, dengan rentang angka mulai dari 0 hingga 100. Dengan mengacu dari Fear and Greed Index buatan CNN Money tersebut, Alternative.me  membuat Crypto Fear and Greed Index sendiri. Namun, indikator Crypto Fear & Greed Index hanya digunakan untuk mengukur sentimen terhadap Bitcoin saja, bukan pasar aset kripto secara keseluruhan.

Dibandingkan dengan bursa forex atau saham, perilaku pasar kripto lebih sangat emosional. Orang cenderung menjadi serakah ketika harga Bitcoin sedang naik dan sering menjual koin mereka sebagai reaksi irasional ketika melihat angka merah. Itu sebabnya, dengan mempelajari Crypto Fear and Greed Index tersebut, Anda bisa mengambil keputusan terbaik tanpa melibatkan reaksi psikologis emosional Anda yang mungkin berlebihan.

Baca Juga: 15 Buku Psikologi Trading Terbaik Untuk Trader Pemula

Indikator ini akan menunjukkan dua asumsi sederhana, yaitu:

  • Ketakutan yang berlebihan (Extreme Fear) bisa menjadi pertanda bahwa kebanyakan investor terlalu khawatir dengan keadaan pasar. Pada kondisi ini juga Anda memiliki peluang untuk beli Bitcoin dengan harga yang lebih murah dan HODL (Hold On for Dear Life).
  • Namun, ketika banyak investor yang menjadi terlalu rakus (Extreme Greed), Anda perlu mulai waspada dan siap-siap menjual BTC karena kondisi seperti itu juga bisa berarti bahwa pasar akan mengalami koreksi, atau bahkan bubble.

Sebagai acuan sederhana membaca indikator tersebut, Anda cukup melihat skor 0 sampai 100. Nol berarti "Extreme Fear", sedangkan 100 adalah Extreme Greed. Dengan demikian, Crypto Fear and Greed Index dapat Anda jadikan salah satu acuan kapan masuk atau keluar dari pasar kripto. Meski demikian, Anda disarankan untuk tetap menggunakan teknik analisa lainnya dan tidak berpatokan kepada indeks ini saja sebagai strategi trading kripto.

 

Bagaimana Cara Kerja Fear and Greed Index?

Indikator ini memiliki lima komponen utama yang diukur untuk menentukan perubahan sentimen investor terhadap Bitcoin. Kelima komponen ini memiliki nilai yang sama.

 

Volatilitas

Komponen ini diambil dengan melihat harga Bitcoin saat ini dan membandingkannya dengan harga rata-rata dari 30 dan 90 hari. Volatilitas digunakan sebagai pengukur level fear di pasar. Menurut Alternative.me, volatilitas yang tidak biasa adalah tanda pasar akan condong menuju arah level fear.

 

Momentum/Volume Pasar

Momentum/Volume Pasar digunakan sebagai penilai level bullish atau greedy di pasar. Komponen ini diolah menggunakan perbandingan antara volume/momentum perdagangan Bitcoin saat ini dengan rata-rata 30 dan 90 hari, yang kemudian hasilnya digabungkan. Apabila terdapat volume pembelian yang tinggi setiap hari saat pasar sedang positif, dapat disimpulkan bahwa pasar bertindak too greedy atau terlalu serakah.

Baca Juga: Apa Itu Volume Trading Kripto Palsu?

 

Media Sosial

Komponen media sosial pada dasarnya mengukur tagar Twitter yang berfokus pada kecepatan dan jumlah interaksi mengenai topik Bitcoin. Intensitas interaksi yang lebih tinggi dari normal, akan dianggap sebagai perilaku pasar yang greedy atau serakah.

Hashtag Bitcoin di Twitter

 

Dominasi

Dominasi merepresentasikan seberapa besar presentase atau kapitalisasi pasar Bitcoin dari keseluruhan kapasitas pasar kripto. Penurunan dominasi Bitcoin dapat berarti bahwa orang sedang serakah untuk berinvestasi di altcoin yang lebih berisiko. Sementara itu, meningkatnya dominasi Bitcoin dapat diartikan adanya pengurangan investasi pada altcoin, karena BTC dianggap menjadi aset yang lebih aman untuk berinvestasi.

Baca Juga: Koin Kripto Terbaik

 

Tren

Sebagai komponen terakhir, tren yang maksudnya adalah volume pencarian terhadap sentimen topik Bitcoin di Google Trend. Apabila volume pencarian terhadap berita negatif terkait Bitcoin meningkat, maka hal itu pertanda bahwa sentimen pasar ke arah fear karena FUD (Fear, Uncertainty, Doubt)

 

Bagaimana Cara Membaca Crypto Fear and Greed Index?

Pada dasarnya, Crypto Fear & Greed Index merupakan indikator yang berguna untuk memahami sentimen pasar. Selain dapat membacanya dengan mudah, Fear and Greed Index juga telah memperhitungkan berbagai komponen, mulai dari volatilitas hingga volume pencarian kata kunci di mesin pencarian. Berikut contoh penampakannya.

Contoh Crypto Fear and Greed Index

Apabila Anda perhatikan gambar indeks di atas, dengan mudah dapat dilihat bahwa pasar sedang berada dalam kondisi Extreme Fear. Pasar yang sedang dalam kondisi seperti ini dapat diartikan bahwa banyak investor yang melakukan penjualan asetnya, sehingga harga menjadi turun. Nah, penurunan harga ini bisa dianggap sebagai waktu yang tepat untuk BTD atau Buying The Dip, kemudian HODL sampai harga Bitcoin menunjukkan kenaikan.

Sementara itu, jika index menunjukkan kondisi Extreme Greed, maka kenaikan harga Bitcoin dapat diartikan sebagai waktu yang tepat untuk mengambil keuntungan dari investasi Anda. Selain itu, level Extreme Greed bisa diartikan pula bahwa periode bullish dapat segera berakhir.

Lalu bagaimana kalau kondisinya sedang netral? Tentu saja Anda masih bisa membeli dan HODL, namun gunakan teknik investasi kripto yang aman, seperti Dollar Cost Averaging. Ingat, Warren Buffet pernah berkata, "be fearful when others are greedy and greedy when others are fearful."

 

Kesimpulan

Meski Crypto Fear and Greed Index merupakan indikator berguna dan mudah dipahami sebagai acuan, namun tetap perlu diketahui bahwa volatilitas naik atau turunnya harga Bitcoin dapat menyebabkan perubahan indeks yang sangat tajam dan dalam waktu singkat. Maka, sebaiknya indeks ini tidak Anda jadikan satu-satunya patokan dalam mengambil keputusan investasi.

 

Dengan melihat adanya stablecoin yang hancur, sentimen pasar kripto menjadi sangat menakutkan bagi sebagian orang. Benarkah pasar kripto telah memasuki bear market? Kalau iya, bagaimana cara menghadapi dan bertahan? Pelajari selengkapnya di artikel berjudul, "Apa Saja Yang Harus Dilakukan Saat Kripto Memasuki Bear Market?"

Terkait Lainnya
 

Forum Terkait

 Ahong |  1 Apr 2021

Pak, misalkan saya punya uang 50 juta, dan pingin investasi saham jangka panjang minimal 10 tahun. Antara saham option dan index bagusan mana pak? Makasih

Lihat Reply [7]

@ Ahong:

Baik saham option maupun indeks saham merupakan produk derivatif (turunan) dari pasar saham. Keduanya tidak merepresentasikan kepemilikan dalam bentuk apapun atas saham suatu perusahaan.

Jika Anda trading saham option, maka Anda harus bisa memprediksi harga suatu saham akan naik atau turun dalam jangka waktu tertentu. Jika harga saham diprediksi akan naik, maka trader akan membuka opsi Call, dan jika diprediksi turun, trader akan membuka opsi Put. Untuk penjelasan lebih lanjut, silahkan baca: Apa Itu Option Saham (Stock Options) Dan Bagaimana Contohnya?

Jika Anda trading indeks saham, maka Anda harus bisa memprediksi indeks suatu bursa saham akan naik atau turun. Yang ditradingkan biasanya adalah indeks Hang Seng, Nikkei, Kospi, Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq. Baca juga: Mengenal Apa Itu Indeks Saham Dan Beragam Manfaatnya

Menurut kami, jika Anda ingin berinvestasi di pasar saham, sebaiknya investasi sahamnya (beli saham perusahaan yang prospeknya bagus). Tetapi kalau ingin trading di produk derivatif saham, menurut kami trading di indeks saham lebih mudah, karena naik turunnya indeks saham suatu bursa lebih mudah diprediksi atau dianalisa dibandingkan dengan prediksi akan naik atau turunnya suatu saham dalam jangka waktu tertentu.

M Singgih   3 Apr 2021

Kalau beli saham perusahaannya langsung, risiko paling bahayanya apa pak?

Kata orang di forum, kalau main saham itu katanya lebih berisiko ya dibanding forex, apakah benar pak?

Dan satu lagi pak, kalau untuk orang Indo, apakah saham perusahaan yang bisa dibeli itu perusahaan orang Indo saja?

Terima kasih atas jawabannya🙏

Ahong   5 Apr 2021

@ Ahong:

- Kalau beli saham perusahaannya langsung, risiko paling bahayanya apa pak?

Risikonya tentu saja kalau harga saham yang Anda beli turun, sehingga mengalami kerugian. Risiko yang lebih besar adalah kalau saham yang Anda beli di-delisting dari bursa. Oleh sebab itu sebelum membeli sebuah saham pelajari dulu fundamental perusahaannya.

- Kata orang di forum, kalau main saham itu katanya lebih berisiko ya dibanding forex, apakah benar pak?

Tidak juga. Menurut kami trading forex risikonya lebih besar karena menggunakan leverage tinggi dan juga fluktuasi pergerakan harganya lebih besar.

- kalau untuk orang Indo, apakah saham perusahaan yang bisa dibeli itu perusahaan orang Indo saja?

Kalau Anda trading di Bursa Efek Indonesia (BEI), maka Anda hanya bisa trading saham-saham perusahaan yang listing di BEI saja, yaitu perusahaan-perusahaan dari Indonesia saja. Tetapi jika Anda trading di bursa New York, maka Anda bisa trading saham-saham perusahaan yang listing di New York Stock Exchange (NYSE). Untuk trading di NYSE Anda harus mencari perusahaan pialang yang menawarkan trading di NYSE.

 

M Singgih   7 Apr 2021

Untuk mahasiswa rekomendasi Saham yang seperti apa pak? Daripada uang buat jajan ga jelas mending buat beli saham..haha

Oddie   12 Apr 2021

@ Oddie:

Kalau Anda pemain baru, kami sarankan untuk masuk pada saham-saham lapis pertama atau saham-saham blue chips seperti TLKM, BBCA, UNVR, dsb.
Penjelasan mengenai saham-saham blue chips, silahkan baca:

M Singgih   13 Apr 2021

Kalau dengan saham yang di reksadana itu pak, apakah sama? Dan bagus mana dengan membeli saham perusahaan dengan beli saham di reksadana?

Nur Salim   13 Apr 2021

@ Nur Salim: Saham-saham yang ada pada portofolio produk reksadana saham adalah saham-saham pilihan hasil analisa dari manager investasi perusahaan yang menerbitkan reksadana tersebut, jadi tentu merupakan saham-saham pilihan yang prospeknya bagus.

Kalau Anda belum berpengalaman di saham, menurut kami lebih aman membeli produk reksadana, dalam hal ini reksadana saham. Mengenai reksadana, silahkan baca:

M Singgih   14 Apr 2021
 Chris Leon |  20 May 2021

Bitcoin lagi longsor, apakah ini saat yang tepat beli BTC?

waktu terbaik membeli btc

Lihat Reply [25]

@ Chris Leon:

Dari chart daily, belum ada sinyal dari price action untuk buy. Dari penunjukan price action harga masih konsolidasi dengan terbentuknya inside bar. Sementara dari penunjukan indikator teknikal, pergerakan harga masih cenderung bearish.

Saat Yang Tepat Untuk Membeli Bitcoin

M Singgih   21 May 2021

Sekarang ambles lagi ya pak harga Bitcoin dan market kripto lainnya....

kenapa akhir-akhir ini Bitcoin mudah banget ambruknya ya..padahal beberapa waktu lalu sempat nyentuh 900 Juta. 

Chris Leon   24 May 2021

@ Chris Leon:

Nilai Bitcoin anjlok minggu lalu karena pernyataan Elon Musk (pemilik Tesla), pemerintah China dan pemerintah AS. Elon Musk memutuskan untuk menghentikan pembelian Tesla menggunakan Bitcoin, pemerintah China melarang lembaga keuangan seperti bank dan fintech menyediakan layanan transaksi uang kripto, dan pemerintah AS memberikan regulasi baru yang berupa rambu-rambu terhadap perdagangan mata uang kripto.

 

M Singgih   24 May 2021

Untuk tahu info-info seperti ini gimana pak caranya...agar kedepannya saya bisa mengantisipasinya..makasih

Chris Leon   25 May 2021

@ Chris Leon:

Silahkan baca juga berita-berita pasar dari situs keuangan seperti investing untuk berita kripto, Bloomberg.com, CNBC.com, dll.

 

M Singgih   26 May 2021

@ Khalis:

Karena ulah para spekulan. Pergerakan harga BTC dan juga mata uang kripto lainnya tidak ada dasar fundamental ekonominya, jadi sepenuhnya tergantung dari para spekulan. Mengenai apakah harganya bisa kembali turun, tentu saja bisa.

 

M Singgih   27 Oct 2021

Agar tidak ketinggalan momentum Bitcoin akan segera naik gimana ya pak? Ini saya ketinggalan terus...hehe

Jodi   10 Nov 2021

@ Jodi:

Karena Bitcoin tidak ada dasar fundamentalnya untuk melakukan analisa dan perkiraan, maka satu-satunya cara adalah dengan analisa sentimen pasar melalui pengamatan price action dan penunjukkan indikator teknikal terutama indikator trend.

Dengan demikian Anda harus selalu memonitor peregerakan harga Bitcoin jika tidak ingin ketinggalan momentum untuk entry.

 

M Singgih   11 Nov 2021

@ Gustav:

Setahu kami tidak ada hubungan maupun korelasinya. Kalau korelasi, dengan indeks saham yang mana? Dow Jones kah? Nasdaq kah? Nikkei kah? Hang Seng kah? Atau harga saham apa?

Pergerakan BTC tidak ada dasar fundamental ekonominya. Full spekulasi.

 

M Singgih   3 Dec 2021

Sejak penciptaannya, harga bitcoin sudah sering jatuh bangun. Harga bitcoin bisa jatuh biasanya karena beberapa faktor seperti:

  • Perubahan kebijakan pemerintah tentang aset kripto di salah satu negara utama, misalnya China, AS, dll.
  • Perubahan kebijakan bank sentral. Meskipun peredaran bitcoin tidak diatur oleh bank sentral, tapi kurs bitcoin diperoleh dari transaksi pertukarannya dengan mata uang riil yang dikelola bank sentral. Jadi umpamanya saat ini USD menguat karena bank sentral AS (The Fed) akan menaikkan suku bunga, maka bitcoin (BTC/USD) melemah.
  • Aksi jual pemilik besar. Misalnya jika ada pihak yang dikenal punya bitcoin dalam jumlah besar mendadak mengumumkan akan menjual portofolionya, maka harga bitcoin bisa jatuh.

Ketiga faktor di atas hanya beberapa contoh saja. Masih banyak lagi faktor yang bisa memengaruhi harga bitcoin, karena status hukumnya yang tidak jelas di banyak negara. 

Bagaimana proyeksinya ke depan? Ya, harga bitcoin kemungkinan akan terus menerus jatuh bangun seperti ini. Mungkin sekarang turun, bulan depan naik, bulan depannya lagi jeblok, lalu naik lagi. Karakteristik bitcoin yang paling mencolok adalah harganya yang sangat fluktuatif, bahkan naik-turunnya lebih tajam daripada mata uang biasa.

Aisha   31 Jan 2022

Apakah hal ini juga berpengaruh kepada koin-koin lainnya? Seperti Dogecoin, ETH, BNB, dll?

Anjas   3 Feb 2022

Ya, faktor-faktor di atas juga berpengaruh pada koin-koin kripto lain.

Selain itu, pada umumnya, nilai koin dapat menguat atau melemah sesuai dengan aplikasi atau pemanfaatannya. Semakin banyak pihak yang menerima/menggunakan koin tersebut, maka nilai semakin tinggi. Semakin sedikit, nilai semakin lemah.

Aisha   4 Feb 2022

Bitcoin dan Ethereum merupakan dua mata uang kripto paling populer saat ini. Namun, keduanya memiliki fitur dan keunggulan berbeda. Fitur dan keunggulan ini memengaruhi prospek nilainya dalam jangka panjang.

Mengingat kripto termasuk teknologi baru yang masih dalam tahap pengembangan, kita tidak dapat memastikan mana yang akan lebih baik dalam jangka panjang. Lalu, bagaimana jika kita ingin berinvestasi pada kripto?

Calon investor hanya dapat menelaah faktor-faktor yang memengaruhi nilai masing-masing saja, kemudian berinvestasi pada Bitcoin atau Ethereum sesuai dengan minat atau kebutuhannya. Berikut ini dua faktor utama yang perlu diperhatikan:

  • Adopsi di kalangan lembaga-lembaga bermodal besar: Bitcoin unggul dalam hal ini. Banyak gerai online dan offline telah menyediakan bitcoin sebagai opsi pembayaran untuk belanja online, booking hotel, dll. Perusahaan-perusahaan besar dunia seperti Tesla telah mulai memborong bitcoin demi mendapatkan keuntungan investasi darinya. Bitcoin juga merupakan mata uang kripto pertama yang diadopsi dalam kontrak futures oleh bursa CME asal Amerika Serikat. Sedangkan, perusahaan-perusahaan besar kebanyakan hanya memanfaatkan blockchain ethereum saja untuk kebutuhan lain dan tidak membeli ETH sebagai persediaan cash ataupun investasi.
  • Masalah regulasi: Banyak negara lebih ramah terhadap ethereum daripada bitcoin. Karena banyak pemanfaatan blockchain ethereum di luar fungsinya sebagai "currency". Sedangkan bitcoin sering menghadapi pelarangan khusus karena bersaing dengan mata uang resmi yang berlaku.

Intinya, fungsi bitcoin lebih condong sebagai mata uang dan komoditas. Sedangkan fungsi ethereum lebih luas sebagai kerangka infrastruktur bagi banyak orang untuk membangun platform atau aplikasi baru.

Aisha   15 Feb 2022

Kalo untuk management risiko investasi di kripto seperti apa kak? Harganya kan naik turun ekstrim gitu

Zidni   15 Feb 2022

Sederhana saja: Investasi di kripo dengan hanya menggunakan uang sisa yang tidak akan dipakai untuk kebutuhan lain (uang dingin), sehingga kamu nggak akan pusing kalau nilainya turun dan kamu juga nggak akan depresi kalau investasinya hangus total.

Setelah itu, bagi modal dari uang sisa tadi ke dalam beberapa kelompok. Sebagian untuk belajar, sebagian lagi untuk kelak investasi beneran setelah paham dunia kripto. Dari bagian yang untuk belajar, dibagi lagi menjadi beberapa bagian agar kamu nggak langsung kehabisan modal saat baru coba-coba invest pada kripto.

Lebih baik invest dana sedikit-sedikit sambil belajar. Sangat tidak disarankan untuk langsung setor banyak sekaligus, padahal masih belum memahami lika-liku dunia kripto.

Aisha   15 Feb 2022

Ini saya mau beli BTC di Binance, kenapa diblokir ya kak situsnya? Apakah Binance memang sudah scam?

Abas   16 Feb 2022

Pemblokiran situs Binance di Indonesia bukan karena scam, melainkan karena Binance tidak memiliki izin dari pemerintah Indonesia.

Dari pihak Binance mungkin merasa tak perlu mengajukan izin khusus karena operasionalnya bersifat internasional. Tapi dari sisi pemerintah Indonesia, perusahaan apa saja yang beroperasi di sini harus dapat izin dulu. 

Banyak investor kripto Indonesia tetap join Binance, meskipun situsnya diblokir pemerintah. Cara paling praktis adalah dengan mengunduh aplikasi Binance via ponsel. Sedangkan kalau ingin mengakses via PC atau laptop, caranya bisa dengan memasang VPN, mengakses via proxy, atau mengubah DNS kita.

Aisha   17 Feb 2022

@Muh Dirga:

Selamat pagi, memang betul akan selalu terdapat perbedaan antara harga BTC di MT5 ataupun di Exchange kripto secara khusus. Bukan hanya itu, sejatinya di antara Exchange terbesar di Indonesia seperti IndoDax dan TokoCrpto bahkan yang terkenal secara global seperti Binance dan CoinBase juga akan berbeda satu sama lain. Hal ini umumnya terjadi karena sifat BTC sebagai Decentralized Digital Currency yang tidak memiliki nilai patokan khusus dalam satu waktu.

Selain itu ada juga faktor perbedaan lain seperti Fee yang diterapkan, Spread, Volatilitas dari tiap Exchange ataupun broker MT5 yang digunakan yang akan mempengaruhi produk hasil atau harga yang tampak pada Chart Anda. Ada juga faktor teknis seperti perbedaan waktu server serta jadwal Maintenance berkala yang diberlakukan di setiap Exchange atau broker.

Mengenai perbedaan bentuk Candlestick dalam Chart memang bisa dan sering terjadi. Namun hal ini biasanya terjadi pada time frame kecil seperti M30, M15, M5 atau M1. Pengaruh perbedaan harga ini umumnya tidak akan tampak jika diaplikasikan pada time frame yang lebih besar seperti H1, H4 dan Daily.

susunan Candlestick di MT5 Broker FXCE:

cs-beda-1

susunan Candlestick di Coinbase:

cs-beda-2

Namun kalau tujuannya memang untuk trading di time frame kecil maka saran saya gunakan patokan harga yang ada di tempat Anda trading saja. Meskipun harga atau pola Candlestick yang dihasilkan dapat berbeda, namun secara umum pola yang terbentuk umumnya akan sama. Contohnya jika di salah satu Exchange muncul pola Candlestick reversal Bearish Engulf, maka ditempat lain kemungkinan akan muncul pola reversal pula meskipun tidak berbentuk Bearish Engulf. Selain itu, adapula faktor Order Book ataupun Supply And Demand yang berbeda di setiap broker ataupun Exchange. Meskipun pada akhir penutupan hari atau time frame besar tidak akan terlalu berpengaruh karena order telah di Sync dengan yang lain, namun pergerakan jangka pendek harga (M1 atau Tick) umumnya akan sangat jelas pengaruhnya.

Nur Salim   29 Mar 2022

@Yanjun:

Untuk alasan mengapa Bitcoin melambung dalam beberapa hari belakangan ini sebenarnya tidak bisa disimpulkan  dengan pasti. Hal ini karena banyaknya faktor yang bisa menggerakan harga Bitcoin seperti kondisi ekonomi-politik yang sedang terjadi di dunia . Namun disinyalir penyebab utama harga Bitcoin naik karena adanya transaksi pembelian besar-besaran dari Terra (LUNA) sebagai aset backup untuk kepentingan StableCoin mereka. Menurut keterangan yang ada bahkan hingga saat ini mereka total telah membeli sebanyak 31,000 BTC dalam beberapa waktu belakangan. 

Kalau dari teknikal sendiri, BTC baru saja Breakout dari Resistance dan Chart Pattern Rectancle-nya beberapa waktu lalu. Saat ini BTC sedang berusaha membentuk tren naiknya di time frame Daily.

btc-analisa

Terima kasih, semoga membantu.

Nur Salim   31 Mar 2022

Faktor apa yang menyebabkan harga bitcoin melambung naik?

Yanjun   31 Mar 2022

Harga bitcoin kenapa jatuh lagi, perkiraannya kedepannya gimana kak?

Anjas   24 Jan 2022

Akhir-akhir ini harga bitcoin kembali menggila, itu kenapa ya gan bisa begitu? Apakah ada kesempatan harganya bisa turun lagi? Pengen coba investasi BTC..hehe

Khalis   26 Oct 2021

Ethereum VS Bitcoin, mana yang lebih baik untuk jangka panjang?

Zidni   11 Feb 2022

saat saya analisa kripto di mt5 saya baru sadar kalau harganya ternyata berbeda dengan di exchange? mengapa bisa demikian? candlestick yang terbentuk jg terkadang bisa berbeda. adakah solusi untuk ini? saya menggunakan analisa pola candlestick dan terasa cukup terganggu karena masalah ini.

Muh Dirga   29 Mar 2022

Ada kawan di grup yang menyebutkan bahwa harga BTC berkorelasi dengan harga saham. Apakah beanr demikian?

Gustav   3 Dec 2021
 Suherman |  3 Jun 2021

Pak, kadang diberita saham itu ada istilah, tren positif dan negatif, itu cara memahaminya gimana ya pak? Makasih

Lihat Reply [5]

@ Suherman:

Trend positif artinya pergerakan harga indeks saham atau harga suatu saham sedang bullish atau sedang mengalami kenaikan. Sedangkan trend negatif maksudnya jika harga indeks saham atau harga suatu saham sedang bearish atau sedang mengalami penurunan.

Trend bisa diamati dari chart pergerakan harga. Jika ingin tahu trend indeks saham (misal IHSG) saat ini sedang bullish atau bearish, maka amati chart IHSG. Demikian juga jika ingin tahu trend harga suatu saham (misal TLKM) saat ini sedang bullish atau bearish, maka amati chart saham TLKM.

 

M Singgih   4 Jun 2021

Hemm begitu ya pak,

jadi kalau mau trading saham, mana dulu yang dipelajari pak. Analisa teknikal atau fundamental dulu?

Suherman   8 Jun 2021

@ Suherman:

Kalau trading indeks saham seperti Hang Seng, Nikkei, Kospi, Dow Jones dll sebaiknya berdasarkan analisa teknikal, karena pergerakannya akan sangat dipengaruhi oleh sentimen pasar.

Tetapi kalau trading saham perusahaan yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebaiknya berdasarkan analisa fundamental, seperti laporan keuangan perusahaan tsb atau isu-isu fundamental lain yang biasanya akan sangat mempengaruhi pergerakan harga saham tsb.

 

M Singgih   9 Jun 2021

Pak Singgih apakah ada rekomendasi index saham yang performa dan prospeknyanya bagus pak? Saya pengen banget bisa belajar main saham.

Suherman   10 Jun 2021

@ Suherman:

Setahu saya biasanya trader main di indeks Hang Seng, Nikkei dan Kospi. Jam tradingnya pagi hingga sore WIB. Volatilitas ketiga indeks saham Asia tsb cukup tinggi. Ada juga yang trading Dow Jones dan Nasdaq di malam hari s/d pagi, tetapi setahu saya masih banyak yang trading trio indeks saham Asia tsb.

 

M Singgih   11 Jun 2021
 Wahyono |  15 Jul 2021

Untuk melihat daftar saham termasuk golongan blue chip, midle, dan small cap itu dimana ya min? Mohon pencerahannya

Lihat Reply [3]

@ Wahyono:

Saham-saham blue chip termasuk dalam anggota indeks LQ45, daftarnya silahkan baca di halaman ini.
Silahkan baca juga:

Baca juga di halaman ini.

M Singgih   16 Jul 2021

Berarti di luar daftar ini sudah pasti bukan blue chip ya pak?

Wahyono   16 Jul 2021

@ Wahyono:

Daftar saham blue chip yang masuk dalam LQ45 selalu berubah dan dievaluasi setiap periode. Referensi di atas adalah untuk periode bulan Februari hingga Juli 2021. Jadi silahkan periksa daftarnya setiap periode.

M Singgih   19 Jul 2021
 Bossman |  21 Jul 2021

Kapan ya pak waktu terbaik untuk membeli saham? Apakah bisa setiap saat?

Lihat Reply [14]

@ Bossman:

Bisa setiap saat. Amati kinerja dari perusahaan yang sahamnya akan Anda beli. Kalau kinerjanya bagus sahamnya bisa dibeli.

 

M Singgih   22 Jul 2021

Tolok ukur kinerja perusahaan termasuk bagus itu apa saja pak?

Bossman   22 Jul 2021

@ Bossman:

Silahkan baca laporan keuangan perusahaan dari saham yang akan dibeli. Apakah terus untung apa malah rugi. Kalau terus-terusan merugi kami sarankan untuk dipertimbangkan lagi.

 

M Singgih   25 Jul 2021

Titip tanya juga kak, untuk tahu kinerja saham perusahaan yang merugi dan profit dimana ya kak?

Panca   18 Aug 2021

@ Panca:

Seperti telah kami jelaskan di atas, silahkan lihat laporan keuangan perusahaan tersebut, untung atau rugi.

 

M Singgih   19 Aug 2021

Bagaimana cara memahami candlestick dengan melihat laporan suatu perusahaan?

Indra   3 Sep 2021

Tidak. Investor jangka panjang bisa beli saham saat harga turun ataupun naik. Ini karena naik-turun harga tidak masuk dalam pertimbangan utama bagi investor jangka panjang saat akan membeli saham.

Pertimbangan utama investor jangka panjang umumnya bertumpu pada tiga faktor:

  • Kinerja keuangan perusahaan
  • Moat (keunggulan) dan outlook bisnis perusahaan
  • Valuasi saham

Ada pula teknik "nabung saham" di mana investor jangka panjang akan rutin membeli saham dalam jumlah konstan, sehingga tak perlu peduli apakah harga sedang naik atau turun. Misalnya 10 lot tiap bulan. Karena rutin (kadang dapat harga mahal, kadang dapat harga murah), maka koleksi saham dalam portofolionya akan mencapai harga rata-rata yang tidak terlalu mahal, meski tak terlalu murah juga. 

Investor yang concern pada naik-turun harga biasanya trader jangka pendek atau berpegang pada analisis teknikal.

Aisha   1 Mar 2022

untuk saat ini, saham apa ya pak yang bagus? mohon infonya. terima kasih

Riyan Frimadhasa   19 May 2022

ada info, untuk trading saham adalah trading yang cocok untuk pemula, mengapa demikian? mohon penjelasan. trims

Enggar Sukmawati   19 May 2022

Ungkapan "trading saham adalah trading yang cocok untuk pemula" itu adalah karena risiko trading saham relatif lebih rendah daripada trading forex atau bahkan trading kripto.

Meskipun demikian, pemula sebenarnya sebaiknya jangan langsung terjun dalam aktivitas "trading" apa pun. Cobalah "simulasi trading" dulu, lalu menjajal aktivitas "investasi" dulu. Trading sejatinya lebih cocok untuk orang yang sudah memahami aset (baik itu saham, forex, ataupun kripto), dan bukan untuk orang awam.

Aisha   19 May 2022

Apakah investor jangka panjang justru akan beli saham perusahaan yang dipercaya ketika harganya benar-benar turun?

Fico   25 Feb 2022

Apakah trader sahan tidak bisa pasang harga yg tdk tercantum pada table price?

 

Fajril   9 Jun 2022

Trader saham bisa memasang harga yang belum  tercantum pada order book, asalkan sesuai dengan ketentuan fraksional dan auto rejection yang berlaku di Bursa Efek Indonesia.

Ketentuan fraksional adalah pecahan pergerakan harga saham yang diizinkan untuk tiap kelompok harga saham. Aturannya terlihat pada tabel ini:

fraksi harga saham

Umpama kamu ingin beli saham UNVR yang harganya saat ini Rp4820, berarti harus pakai fraksi 10. Kamu bisa pasang harga 4830, 4840, 4850, dst. Tapi kamu tidak bisa pasang harga 4822, 4823, dan sejenisnya yang kenaikan/penurunan harganya tidak genap 10 dari harga saat ini.

Kalau kamu maksa pasang harga yang tidak sesuai dengan ketentuan fraksional, maka kamu orderanmu akan otomatis ditolak oleh platform.

Sedangkan ketentuan auto rejection adalah persentase kenaikan/penurunan harian maksimal untuk setiap kelompok saham di BEI. Contohnya: UNVR masuk kelompok harga Rp200-5000, sehingga batas auto reject atas 25% dan auto reject bawah 7%. Itu berarti, kenaikan harga harian maksimal 25% dan penurunan harga maksimal 7%. Kalau kamu pasang harga melampaui batas maksimal, orderanmu akan otomatis ditolak oleh platform.

Ada beberapa kelompok saham untuk ketentuan auto rejection, dan persentasenya bisa berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan BEI.

Aisha   10 Jun 2022

Candlestick dan laporan keuangan perusahaan adalah dua hal yang sangat berbeda. Jadi, tidak mungkin memahami candlestick dengan melihat laporan perusahaan.

Candlestick menunjukkan pergerakan harga saham suatu perusahaan. Perubahannya berdasarkan supply dan demand atas saham tersebut di pasar modal. Kita menggunakan candlestick dalam rangka analisis teknikal untuk menemukan titik beli dan jual yang potensial.

Laporan perusahaan menunjukkan kinerja keuangan perusahaan tersebut, seperti berapa banyak penjualannya, beban usahanya, labanya, ekuitasnya, utangnya, dll. Perubahannya berdasarkan performa perusahaan tersebut secara riil. Kita menggunakan laporan perusahaan dalam rangka analisis fundamental untuk mengetahui apakah perusahaan dalam kondisi sehat? apakah perusahaan mampu menghasilkan laba secara konsisten? apakah perusahaan mampu melunasi utang-utangnya?

Aisha   17 Jun 2022
 

Komentar @inbizia

Saat ini investasi emas kyknya rada kurang diminati min, kalah sama bitcoin dan nft gitu. Tapi saya tetep hold emas sih, soalnya udah terbukti sejak puluhan taun lalu kalo bisa jadi aset berharga. Mau invest properti juga berat, maklumlah... Sandwich generation. Hiks.
 Iman |  11 Apr 2022
Halaman: Proporsi Investasi Emas Yang Ideal
Koin kripto terbaik saat ini masih tetap Bitcoin dan Ethereum, karena penggunaan dan adopsinya yang paling luas.
Kedua koin kripto ini juga sudah punya rekam jejak yang panjang
 Bagas Kurniawan |  19 May 2022
Halaman: Cara Industri Kripto Melawan Coronavirus
pahami terlebih dahulu tentang bitcoin, cara kerjanya, kelebihan dan kekurangannnya serta gaya trading yg ingin digunakan
info lengkap di artikel ini kak
 Aryo Sianturi |  23 May 2022
Halaman: Strategi Trading Bitcoin Dari Perintis Indodax
Resiko paling tinggi dari penyimpanan uang kripto adalah pencurian dana lewat hacking maupun phising. Perbedaan antara hacking dengan phising terletak pada behaviour pelakunya. Hacking adalah peretasan ketika orang lain mencoba membobol masuk ke dompet anda. Untuk mengantisipasinya, bisa dengan hal-hal berikut: menggunakan Cold Wallet (tidak terkoneksi ke internet) menyimpan private key di luar jaringan (dicatat di kertas atau ingatan) menggunakan backup wallet, serta keamanan multi signature (OTP dan email berlapis) Sementara itu, phising berbentuk formulir atau permintaan proses yang meminta Anda untuk memasukkan data pribadi atau info rahasia. Untuk mencegahnya, lakukan tips-tips berikut: Jangan sembarangan klik tautan mencurigakan yang meminta Anda memasukkan email dan password Ganti password secara berkala Hanya login pada device dan website yang Anda percaya Di Indonesia sendiri sudah banyak exchanger yang berintegrasi dengan wallet keamanan tinggi. Anda bisa membaca selengkpanya di artikel "Cara Memilih Wallet yang Aman dan Terpercaya"
 Ananta |  3 Jun 2022
Halaman: Kasus Penipuan Kripto Terbesar
Rasio Risk/Reward merupakan bagian dari manajemen investasi untuk pengelolaan portofolio pribadi. Perhitungan itu perlu dilakukan oleh semua investor dan trader, baik portofolio mereka mencakup saham, forex, obligasi, kripto, atau instrumen investasi apa saja. Namun, rasio risk/reward memang tidak termasuk parameter yang perlu dihitung ketika kita memeriksa fundamental saham yang bagus. Dalam rangka memilih saham yang bagus, parameter yang digunakan biasanya adalah PER, ROE, PBV, dan sejenisnya.
 Aisha |  4 Jun 2022
Halaman: Perhatikan Rasiorasio Ini Agar Tidak Salah Memilih Saham
Kalau kita beli reksadana saham, berarti saham2nya akan dibeli oleh manajer investasinya kan ya? Apakah kita bisa tahu uang itu dibelikan saham apa saja?
 Jerim |  28 May 2022
Halaman: Apa Pengaruh Ihsg Pada Reksadana

Kamus Forex

Saham

Surat berharga yang mewakili kepemilikan atas ekuitas suatu perusahaan. Saham dapat diperjualbelikan secara langsung antara penjual dan pembeli maupun di bursa efek. Seorang pemilik saham dapat memperoleh imbal hasil berupa Dividen dan Capital Gain.

Indeks Saham

Indikator yang menggambarkan performa pasar saham pada periode tertentu. Dengan adanya indeks, tren harga saham saat ini dapat dipantau. Kenaikan sebagian besar harga saham yang tergabung dalam suatu indeks bisa mendongkrak nilai indeks tersebut.

Komentar[5]    
  Doni   |   10 Jun 2022

Jadi inget saya filem big short, di mana awal mula krisis ekonomi AS tahun 2007-2008 terjadi gara-gara keserakahan banyak orang mengambil KPR yang dipermudah tanpa berpikir bisa membayar cicilannya atau tidak.

  Mario   |   16 Jun 2022

Jadi sebaiknya sekarang tetap beli dan HODL ya bang?

  Bros   |   22 Jun 2022

Selama masih punya dana nganggur yang beli aja, tapi pake teknik Dollar Cost Averaging ya. Selengkapnya bisa baca di Teknik Investasi Kripto Aman dengan Dollar Cost Averaging

  Ismi   |   21 Jun 2022

Bedanya fear and greed dengan FOMO apa y bg?

  Abang   |   22 Jun 2022

Fear and Greed itu mungkin lebih pada indikator untuk tahu kondisi pasar secara global kayak gimana. Sedangkan FOMO, ya itu lebih pada kondisi psikologis trader atau investor secara individu.

Info Karir
Kontak Kami
Tentang Kami
Peraturan
Terms Of Use
Privacy Policy
Arsip