Pentingnya Literasi Finansial Sejak Dini

Wahyudi 13 Jan 2020 226

Ada satu materi penting dalam kehidupan yang jarang diajarkan di sekolah yaitu literasi finansial. Padahal literasi finansial ini sama pentingnya dengan mata pelajaran lain dalam menunjang kualifikasi akademik seseorang. Setidaknya itu yang diajarkan oleh Robert Kiyosaki, founder Rich Dad Company, tokoh keuangan dan investor terkemuka di dunia.

Literasi finansial seolah kalah dengan mata pelajaran populer lainya seperti STEM (Science, Technology, Engineering, dan Mathematics). Padahal tanpa literasi finansial, apa yang mereka rencanakan di masa depan akan rapuh dan bisa gagal. Nihilnya perencanaan serta pengetahuan yang buruk tentang dunia finansial, berpotensi menimbulkan kendala keuangan yang sulit diatasi.

 

Definisi Literasi Finansial

Menurut Investopedia, literasi finansial adalah "kemampuan untuk menggunakan pengetahuan dan keterampilan untuk membuat keputusan pengelolaan uang yang efektif dan terinformasi"

 

Mengapa Literasi Finansial Penting Diajarkan Sejak Dini?

Masa kanak-kanak bisa menjadi dasar pelajaran penting dalam banyak hal bagi masa depan seseorang, tak terkecuali pemahaman tentang kecerdasan keuangan. Jadi, inilah alasan mengapa literasi finansial baik diajarkan kepada anak-anak sejak usia dini:

literasi keuangan

 

Manfaat Literasi Finansial

Siswa yang belajar mengelola keuangan mereka sejak dini dan sering waktu akan tumbuh menjadi orang dewasa yang lebih siap untuk hidup mandiri. Dengan mengajar anak-anak membuat keputusan keuangan yang baik, mereka bisa belajar membayar utang atau menghindarinya sama sekali. Lusardi, salah seorang ahli keuangan dalam ringkasan penelitiannya tentang "Pentingnya Melek Finansial," menjelaskan bahwa "individu membuat banyak keputusan keuangan dan ... keputusan itu sangat saling terkait."

 

Pentingnya Literasi Finansial Untuk Anak-Anak

Bagaimana Literasi Finansial Itu Bisa Diajarkan?

literasi finansial dapat diajarkan kepada siswa sebagai bagian dari mata pelajaran lain seperti matematika yang dibuat dalam kurikulum mulai Sekolah Menengah. Pendidikan seperti itu tidak perlu fokus pada topik ekonomi yang kompleks. Sebaliknya, fokus pada topik yang mudah bagi siswa untuk belajar dan yang memiliki aplikasi praktis langsung. Intinya sebagai berikut:

Kapan Literasi Finansial Diajarkan Pada Anak-Anak?

Literasi finansial bukanlah tujuan akhir, melainkan sebuah proses. Sejak dini harus diajarkan, diberikan contoh dan ini adalah proses berkepanjangan yang dijalani langkah demi langkah. literasi finansial finansial dimulai pada masa kanak-kanak. Jika anak sudah paham maka dengan sendirinya dia akan melanjutkan kebiasaan dan pengetahuan ini terus berlanjut sepanjang hidup seseorang hingga masa pensiun. Inilah pentingnya menanamkan kebiasaan yang baik di bidang keuangan ini kepada anak-anak, agar membekas dalam benak mereka dan bisa berlanjut hingga seumur hidup.

literasi keuangan sejak dini

 

Mengapa Literasi Finansial Penting Dimulai Sejak Dini?

Dengan mengajarkan anak-anak melek finansial pribadi sejak dini dan memasukkannya ke materi pendidikan sehari-hari, maka anak akan memanen manfaat nyata dalam kehidupan dewasa mereka nantinya. Contoh sederhananya bagaimana jika ketika orang muda memulai pekerjaan pertama mereka, mereka sudah [tahu] bagaimana menyimpan uang ke dalam rekening pensiun mereka.

Jika orang muda dapat melakukan ini (mulai menabung dan berinvestasi) pada usia 20, tentu hasilnya akan berbeda dengan ketika memulainya pada usia 50. Keterampilan ini dapat diintegrasikan ke dalam pelajaran yang ada lainnya.

 

Dari uraian di atas, maka dapat dipahami apa saja pentingnya literasi finansial sejak dini. Setelah mengetahui apa itu literasi finansial, langkah selanjutnya adalah mempelajari apa saja bagian dari literasi finansial itu. Bagi pembaca yang ingin menambah literasi finansial dan mengatur kondisi finansial jangka panjangnya, artikel mengenai tips dan trik agar bisa pensiun muda juga menarik untuk dibaca. 

Kirim Komentar/Reply Baru
Modal 100 USD Buka Akun Apa

1.broker mana yang aman terpercaya dan mudah dalam penarikan profit jika saya memiliki modal $100, dan account apa yang cocok, standar atau micro
2. bagaimana cara menentukan trend
3. bagaiman cara mengatur dan membaca indicator MA yaitu cara menentukan periode, level, dan visualisasinya, thanks

Syarif Batawi 9 Sep 2012

Reply:

Basir (09 Sep 2012 10:02)

Banyaknya broker atau Perusahaan pialang merupakan sebuah pilihan. Memilih broker adalah hak pedagang. Hal yang utama dalam memilih Broker adalah sesuaikanlah dengan kondisi keuangan yang dimiliki. Adanya  broker yang membatasi sistem trading, batasan minimal deposit, cara deposit dan penarikan dana serta kecepatan dan lamanya melakukan deposit dan  penarikan dana. Kecil atau besarnya spread harga yang ditawarkan. Regulated atau Unregulated, Sering terjadi Request saat Runing bergerak cepat. Adanya Swap atau Free Swap,  Ini semua  adalah bukti bahwa Tiap broker mempunyai kelebihan dan kekurangan masing masing.

Saran: Pilihlah broker yang mendekati dengan apa yang anda harapkan, Sesuaikan dengan Kondisi keuangan anda. Pilihlah broker yang Menawarkan free swap jika anda seorang muslim

  • Untuk broker yang cepat penarikannya anda bisa menggunakan exness.
  • Info broker lainnya silahkan anda kunjungi di halaman ini.
  • Untuk menentukan trend silahkan anda pelajari di sini
  • Untuk mempelajari MA silahkan  anda pelajari pada bagian ini

Thanks

M Singgih (04 May 2017 03:58)

@ Syarif Batawi:

1. Kalau dana sebesar USD 100 semua broker masih aman, tetapi kalau sudah diatas USD 5000 kami sarankan di broker yang sudah teregulasi oleh badan regulator yang kredibel agar dana Anda aman, yaitu yang teregulasi oleh CFTC, NFA, FCA, FSA, FINMA, MiFID, ASIC dan FMA.
Bisa masuk di account micro agar ketahanannya cukup besar.

2. Cara menentukan trend bisa dilakukan dengan menarik garis trend. Kalau garis trend membentuk sudut positif berarti menunjukkan pergerakan harga yang uptrend (bullish) dan jika membentuk sudut negatif berarti menunjukkan pergerakan harga yang downtrend (bearish).

Untuk uptrend hubungkan minimal 2 higher low (yang membentuk level low lebih tinggi dari low sebelumnya), dan untuk downtrend hubungkan minimal 2 lower high (yang membentuk level high lebih rendah dari high sebelumnya).



3. MA adalah rata-rata harga pada periode waktu tertentu. Kalau saat ini harga berada diatas MA maka trend akan cenderung bullish, dan sebaliknya jika harga berada dibawah MA maka trend akan cenderung bearish. Kalau harga berada pada sekitar nilai MA maka akan bergerak sideways (ranging).

Tidak ada aturan periode yang baku. Untuk time frame trading yang semakin tinggi biasanya digunakan periode yang semakin besar. Pada time frame daily biasanya digunakan sma periode 200 hingga 50, untuk time frame H1 biasanya periode 55 hingga 21.

Parameter level jarang digunakan, dan visualisasi maksudnya MA yang Anda setting mau ditampilkan pada time frame berapa, atau pada semua time frame, disitu ada pilihannya.

Jujun Kurniawan 168
Kredit