Kamu sudah memiliki manajemen keuangan yang baik bila memiliki tujuan finansial jangka pendek maupun jangka panjang. Untuk mencapai tujuan itu, tentunya kamu juga harus menetapkan strategi investasi yang tepat. Namun sebaik apapun kita merencanakan strategi finansial, ada saja kejadian tak terduga di tengah perjalanan.

Oleh karena itu lah kita butuh memiliki dana darurat. Seperti namanya, dana darurat atau emergency fund adalah uang yang disisihkan untuk dipakai hanya saat-saat genting dan mendesak.

Ilustrasi dana darurat

Dengan menyimpan dana darurat yang cukup, kamu tak perlu beralih ke utang kartu kredit, pinjaman keluarga, atau mencairkan investasi bila terjadi kejadian tak terduga yang butuh pengeluaran besar.

 

Dana Darurat Sebagai Safety Net

Sebelum lebih jauh, perhatikan hal tentang dana darurat yang perlu kamu tahu berikut:

Dana darurat sebenarnya bertujuan untuk menjadi safety net, yakni mencegah rencana keuanganmu berantakan saat terjadi peristiwa genting. Kondisi darurat yang dimaksud misalnya kamu butuh perawatan medis yang tidak ditanggung asuransi, kamu atau anggota keluarga mengalami kecelakaan, tiba-tiba kamu harus membeli tiket pesawat yang cukup mahal untuk mengunjungi kerabat yang sakit, dan lain-lain.

Skenario terburuk, kamu bisa saja tiba-tiba diberhentikan dari pekerjaanmu atau memilih mengundurkan diri. Nah, dana darurat ini bisa kamu gunakan untuk bertahan hidup selagi mencari sumber penghasilan baru. Memiliki dana darurat akan membuat pikiranmu tenang di tengah lika-liku hidup yang serba tak pasti.

 

Berapa Jumlah Dana darurat yang Harus Dikumpulkan?

Kebutuhan dana darurat seseorang akan berbeda dari satu situasi ke situasi lain. Misalnya kamu sudah berkeluarga dan punya tiga anak, tentu jumlah dana darurat yang kamu butuhkan akan lebih besar daripada temanmu yang masih single.

Merencanakan anggaran dana darurat

Sebagian besar ahli keuangan setuju bahwa dana darurat yang terisi penuh harus sejumlah tiga hingga delapan bulan pengeluaran bulanan. Beberapa ahli keuangan seperti Dave Ramsey, lebih suka tiga sampai enam bulan pengeluaran. Sementara Suze Orman, ahli keuangan sekaligus penulis asal AS, lebih suka delapan bulan pengeluaran untuk persiapan dana darurat secara penuh.

 

Baru Mulai? Siapkan Dana Darurat Pelan-pelan

Tak ada kata terlambat untuk memperbaiki manajemen kauanganmu. Mulai persiapkan dana darurat semampumu, sisihkan dari penghasilan bulanan. Simpan di rekening yang terpisah dari rekening operasional. Misalnya kamu mampu menyisihkan 10 persen dari gaji juga tidak masalah. Yang penting adalah konsisten hingga dana darurat terkumpul penuh.

Tujuan mulai menyiapkan dana darurat dari yang jumlah kecil adalah agar lebih mudah dilakukan dan disiplin. Dengan disiplin menyisihkan uang untuk dana darurat, kamu akan terbiasa menangani kondisi finansial yang genting tanpa harus kalang kabut. Baca juga tips mengelola gaji fresh graduate.

 

Bolehkah Menyimpan Dana Darurat dalam Bentuk Investasi?

Kamu yang sudah melek instrumen investasi mungkin tak tahan melihat uang “nganggur” dan ingin segera menginvestasikan demi menghasilkan return. Mungkin ingin menanamkan uang itu di reksadana, obligasi, atau bahkan peer to peer lending. Bijakkah?

Bila kamu ingin menambah aset investasi, sebaiknya bedakan anggarannya dengan dana darurat. Dana darurat idealnya disimpan di instrumen keuangan yang sangat likuid, seperti tabungan. Dengan begitu kamu bisa mengambilnya sewaktu-waktu pada momen genting. Sementara bila uang itu kamu investasikan, akan butuh beberapa hari untuk dicairkan.