Perbedaan Investasi Dan Trading Yang Wajib Anda Tahu

Linlindua 11 Feb 2021 198
Dibaca Normal 5 Menit

Investasi dan trading seringkali diartikan sama oleh masyarakat awam. Faktanya, kedua istilah tersebut amatlah berbeda jika dilihat dari beberapa aspek. Apa sajakah itu?

Saat ditanya antara investasi dengan trading, mayoritas pelaku pasar menganggap keduanya sama. Padahal, jika dilihat berdasarkan tujuan dan durasinya, antara trading dengan investasi jelas berbeda. Agar tak makin salah kaprah, simak perbedaan antara investasi dengan trading pada ulasan berikut ini.

Investasi VS Trading

 

Konsep Dasar Perbedaan Investasi Dan Trading

Suatu ketika, seseorang yang bergelut di pasar forex atau saham menganggap dirinya sedang berinvestasi. Sementara di kesempatan lain, ia juga mengaku sedang bertrading. Seringkali, istilah trading dan investasi dianggap sama karena keduanya berhubungan dengan transaksi jual beli, atau investasi sejumlah dana. Namun faktanya, investasi dan trading amat jauh berbeda jika dilihat berdasarkan tujuan, jangka waktu, serta beberapa faktor pembeda lainnya.

 

1. Perbedaan Tujuan

Faktor pembeda pertama antara trading dan investasi adalah tujuannya. Para pelaku pasar yang memilih untuk berinvestasi memiliki tujuan untuk menciptakan kekayaan dalam jangka panjang dengan membeli aset-aset tertentu, kemudian ditahan untuk jangka waktu lama. Jadi, fluktuasi harga yang terjadi setiap hari, tak memiliki dampak signifikan bagi para investor.

Sebaliknya, trading bertujuan untuk menghasilkan keuntungan dengan sering membeli dan menjual aset dalam jangka waktu yang lebih pendek, mulai dari menit, jam, harian, mingguan, hingga bulanan. Pun, fluktuasi harga harian menjadi momentum yang bisa dimanfaatkan oleh trader untuk meraup profit.

Apa Itu Trading(Baca Juga: Apa Itu Trading?)

 

2. Jangka Waktu

Perbedaan kedua antara trading dengan investasi terletak pada jangka waktunya. Seperti yang sudah disinggung di atas, investasi cenderung jangka panjang, sementara trading adalah aktivitas jangka pendek.

Seseorang yang melakukan investasi bisa saja menahan asetnya hingga hitungan tahun bahkan dekade. Alhasil, fenomena "warisan saham" atau "warisan properti" bukan hal yang biasa, mengingat "warisan" tersebut bisa saja hasil investasi dari pelaku sebelumnya.

Di sisi lain, jangka waktu trading hanya berkisar dalam hitungan menit (Minutes), jam (Hours), harian (Daily), mingguan (Weekly), atau paling lama bulanan (Monthly). Perbedaan waktu ini pulalah yang lantas menciptakan jenis-jenis trader, mulai dari Scalper (trading di bawah H4/Daily), Day Trader (H4 atau Daily), Position Trader serta Swing Trader (Weekly atau Monthly).

Swing Trader

 

3. Tingkat Keaktifan Dalam Pasar

Mayoritas pelaku pasar yang memutuskan berinvestasi cenderung memilih investasi nan sehat, santai, dan bebas stress. Setelah mempelajari perusahaan secara mendalam, mereka lantas mengambil posisi tertentu, baru bersantai ria.

Di sisi lain, trading membutuhkan keterlibatan aktif di pasar untuk menemukan momentum entry yang tepat guna membukukan keuntungan. Para trader juga menyukai permainan pasar dan menganggapnya sebagai hiburan sekaligus "olahraga jantung".

 

4. Pendekatan Analisa Yang Digunakan

Pada investasi, pendekatan analisa yang dilakukan berkaitan dengan dasar-dasar bisnis seperti industri, ekonomi, keuangan, pasar, dan pesaing. Dengan kata lain, pendekatan analisa yang digunakan dalam investasi berhubungan dengan fundamental aset yang berkaitan. Sementara dalam trading, pendekatan analisa yang digunakan lebih cenderung berfokus pada sentimen pasar berdasarkan sikap para pelaku pasar di dalamnya.

 

5. Manfaat Yang Diperoleh

Selain berdasarkan beberapa aspek pembeda di atas, trading dan investasi dikategorikan berbeda jika dilihat dari segi penambahan manfaat. Seorang investor akan mendapatkan fasilitas bonus, dividen, pemecahan saham, dan sebagainya, sementara seorang trader tidak.

Dari dua hal tersebut, dapat dilihat elemen pelindungnya. Jika investor membeli saham di perusahaan dengan fundamental kuat, maka akan bangkit lagi ke nilai sebenarnya dan kerugian akan dipulihkan dalam jangka waktu tertentu. Sementara trader akan menggunakan Stop Loss, Target Profit, hingga Risk/Reward Ratio untuk membatasi kerugian dan mengoptimalkan keuntungan.

Stop Loss dan Take Profit(Baca Juga: Stop Loss Dan Take Profit, 2 Aspek Penting Dalam Trading Forex)

 

Lebih Untung Jadi Investor Atau Trader?

Investor adalah seseorang yang mengalokasikan dananya pada instrumen investasi jangka panjang, misalnya real estate (bisnis properti), industri skala besar atau kecil, hingga pasar komoditi atau pasar saham dalam jangka waktu sangat panjang hingga puluhan tahun. Seorang investor akan berfokus pada produk yang akan dibeli dan jenis usahanya. Dengan demikian, investor akan benar-benar memilih perusahaan dengan performa sangat bagus.

Berdasarkan pelakunya, investor dapat digolongkan menjadi investor institusional dan investor perorangan atau investor retail. Berbeda dengan investor institusional, investor perorangan biasanya tidak memiliki rencana yang jelas apabila hasil investasinya merugi. Mereka cenderung akan Cut Loss dan beralih ke instrumen investasi lain, atau dibiarkan hingga nilainya rebound dan menghasilkan profit di waktu mendatang.

Namun, tidak semua investor perorangan berlaku demikian. Mereka yang paham betul dengan rencana dan strategi investasi, akan selalu menuai kesuksesan besar layaknya Warren Buffet.

Investor Sukses, Warren Buffet(Baca Juga: Belajar Menjadi Investor Cerdas Dari 5 Tokoh Legendaris)

Berbeda dengan investor yang fokus terhadap fundamental produk yang akan dibeli, seorang trader akan fokus dengan sentimen dan kondisi pasar terkini. Trader biasanya tidak terlalu memperdulikan performa saham perusahaan yang akan dibeli. Hal tersebut bukanlah masalah besar, asalkan sentimen pasar terhadap perusahaan yang diincar positif. Sebab, kondisi demikian akan memberi kemudahan trader untuk menjualnya kembali dengan cepat.

Daripada investor, transaksi yang dilakukan oleh trader bersifat jangka pendek dengan frekuensi besar. Seorang trader juga memiliki metode, strategi, dan rencana yang terarah karena tidak bisa menahan posisi terlalu lama. Jika sudah menguasai ilmu trading, maka trader bisa masuk ke semua jenis pasar dan meraup lebih banyak keuntungan seperti halnya George Soros.

Mulai trading

Nah dari ulasan perbedaan investasi dan trading di atas, kira-kira manakah profesi yang kini tengah Anda tekuni? Investor atau trader?

Kirim Komentar/Reply Baru


Forum

Fadjar Setiadji (06 Feb 2016)

dalam trading saya selalu pake indikator macd atau rsi namun saya belum ngerti arti warna yg nampak seperti warna merah, hijau, kuning atau ungu dimana pergerakannya kadang searah kadang berlawanan arah mohon penjelasan tentang pergerakan indikator yg berwarna warna itu mas terima kasih

Selengkapnya

Pola Candlestick
Bearish Engulfing
Indikasi : Bearish Reversal
Akurasi :

Terdiri dari 2 candlestick. Candlestick pertama bersifat bullish dan 'dimakan' oleh candlestick kedua yang berbentuk bearish. Pola ini menandakan momentum uptrend yang melemah dan menguatnya sentimen bearish di pasar.
Apa Itu Spike Pada Harga?

Maksudnya spike pada harga itu gmn ya pak?

Firman 19 Feb 2019

Reply:

M Singgih (20 Feb 2019 06:34)

@ Firman:

Istilah “spike” dalam trading forex adalah sebuah lonjakan harga yang cukup tajam, terjadi tiba-tiba, dan berlangsung dalam waktu singkat.

Berikut contohnya:



Banyak trader berpendapat spike disebabkan oleh kesalahan teknis pada sistem, ketika ada order tunggal yang cukup besar. Biasanya spike tidak disebabkan oleh rilis data berdampak tinggi atau peristiwa penting. Spike juga jarang terjadi.

Linlindua 143
Forex