Pilih Mana, Eksekusi Market Atau Eksekusi Instan?

Wiji Purnama 4 Jun 2018 4067
Dibaca Normal 7 Menit

Terdapat 2 jenis Market Order yang biasanya ditawarkan broker forex, yakni eksekusi market dan eksekusi instan. Apa beda keduanya dan mana yang lebih baik?



Pernahkah Anda mengalami Requote saat membuka posisi dalam pasar? Hal ini mungkin terjadi karena terdapat perbedaan tipe Market Order yang biasanya ditawarkan broker forex: eksekusi market dan eksekusi instan. Artikel ini akan membahas tema perbedaan tipe tersebut, kelebihan dan kelemahan masing-masing, serta head-to-head langsung antara eksekusi market dan eksekusi instan.

eksekusi market dan eksekusi instan

 

Apa Sih Market Order Dalam Pasar Forex itu?

Tahukah Anda bahwa dalam trading forex terdapat dua jenis Order? Ada Pending Order dan Market Order. Pending Order merupakan Limit maupun Stop yang akan tereksekusi ketika harga telah sampai pada level tertentu.

Di sisi lain, Market Order adalah sebuah proses penempatan posisi order (buy atau sell) yang langsung tereksekusi pada level harga tertentu dan waktu tertentu. Secara ringkasnya, eksekusi adalah saat Anda menekan tombol buy ataupun sell dalam MetaTrader Anda. Market Order sendiri terbagi dalam 2 jenis, yakni eksekusi market dan eksekusi instan.

 

Eksekusi Market (Market Execution)

Eksekusi Market adalah salah satu jenis Order yang biasanya dapat ditemui pada broker berjenis ECN. Dalam pembukaan posisinya, order akan dibuka pada harga terakhir yang tercatat di broker. Sehingga order mungkin berada pada harga yang Anda inginkan, sedikit berbeda, bahkan dapat terpaut sangat jauh dari tempat yang Anda inginkan.

Kelebihan utama dalam menggunakan eksekusi market adalah, Anda akan dapat trading tanpa mengalami Requotes. Eksekusi market juga menghasilkan kecepatan yang lebih tinggi dalam proses eksekusi. Order Anda juga 100% akan tereksekusi langsung ke dalam pasar.

eksekusi market dalam forex

Namun, dengan menggunakan eksekusi market sebagai jenis order Anda, maka kemungkinan besar Anda akan terkena Slippage. Slippage atau deviasi pergerakan harga ini dapat beragam dari hanya berjarak 0.1 pips hingga sebesar 9 pips. Kelemahan lain dari jenis order ini adalah, tidak dapatnya ditetapkan level Stop Loss dan Take Profit langsung saat order dilakukan.



 

Eksekusi Instan (Instant Execution)

Eksekusi instan adalah order yang dieksekusi pada harga terakhir yang Anda lihat. Hal ini tentu saja sangat berbeda dengan eksekusi market yang menerapkan harga terakhir pada broker. Dengan memanfaatkan eksekusi instan ini, Anda memiliki kekuasaan penuh dimana posisi akan Anda letakkan.

Namun, dalam prosesnya, harga tentu saja terus berubah, apalagi saat pasar sedang Volatile. Oleh karena itu, broker yang menggunakan eksekusi instan biasanya menerapkan deviasi sebagai batas perubahan harga. Jika harga bergerak melebihi deviasi, maka broker memberitahukan Anda bahwa akan terjadi Requote.

eksekusi instan dalam forex
Kelebihan utama dari eksekusi instan ini adalah Anda benar-benar bisa mendapatkan posisi harga yang tepat. Sebagai contoh, jika Anda melihat EUR/USD pada level 1.07447, maka pada level itupulalah harga akan dieksekusi instan.

Kekurangan utama eksekusi instan dalam forex adalah saat volatilitas market sedang tinggi. Anda akan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan posisi sesuai dengan keinginan. Hal ini dapat terjadi karena saat volatilitas tinggi, maka harga akan bergerak sangat cepat, sehingga kemungkinan besar, semua eksekusi instan Anda akan mendapatkan pesan Requote dari broker.

 

Eksekusi Market Vs. Eksekusi Instan

Mengingat cepatnya pertumbuhan industri forex di Indonesia saat ini, sudah banyak broker-broker ECN yang masuk dengan menawarkan Spread rendahnya. Masuknya broker ECN ini sempat membuat gaduh broker lokal maupun luar dengan layanan Dealing Desk-nya. Kebanyakan nasabah yang telah kehilangan banyak uang sebelumnya, menuding broker-broker tersebut curang karena manipulasi harga dengan eksekusi instannya.

Hal ini menjadikan broker dengan order eksekusi market sempat naik daun karena kecepatan eksekusinya, ketelitian harga, dll. Namun pada akhirnya, muncul juga permasalahan lain seperti Slippage. Lagi-lagi kebanyakan trader mengklaim bahwa ini adalah kesalahan-kesalahan broker.



Jadi mana sebenarnya yang lebih baik, eksekusi market atau eksekusi instan dalam forex? Eksekusi market dan eksekusi instan memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Requote dan Slippage yang berlebihan sama-sama tidak baik bagi proses trading. Jadi penting untuk seorang trader untuk mengetahui terlebih dahulu fakta-fakta tentang Market Order di atas.

 

Mana Market Order Yang Baik Untuk Anda?

Jika dilihat dari masing-masing sisi, kedua Market Order unggul pada bidangnya masing-masing. Lalu bagaimana menentukan Market Order yang baik? Berikut beberapa saran yang bisa Anda terapkan dalam menentukan Market Order yang baik untuk Anda.

1. Kenali tipe trader Anda

Hal yang pertama dan utama adalah Anda harus mengenali tipe trader Anda terlebih dahulu. Jika Anda seorang Scalper yang memanfaatkan time frame di bawah 15 menit untuk melakukan transaksi, tentu saja eksekusi instan bukan merupakan Order yang baik untuk Anda. Seorang Scalper yang notabenenya memerlukan kecepatan eksekusi ada baiknya memilih broker eksekusi market.

Beda cerita lagi jika Anda seorang trader dengan tipe Intraday atau Swing yang memerlukan ketelitian tepat dalam penempatan harga. Ada baiknya Anda memilih broker eksekusi instan. Dengan tingkat ketelitian level harga Anda bisa dengan tenang menempatkan eksekusi instan Anda pada level-level Support maupun Resistance yang Anda inginkan.

Selain itu, pertimbangkan juga apakah Anda akan trading saat adanya berita ekonomi atau tidak. Dalam keadaan rilis berita ekonomi, market akan bergerak dengan Volatile. Sehinga jika Anda menggunakan eksekusi instan, kemungkinan besar posisi Anda akan selalu mengalami Requote. Namun hal ini juga berlaku bagi trader yang menggunakan eksekusi market. Dalam keadaan Volatile, kemungkinan terkenanya Slippage sangat besar, terutama bagi trader yang suka memasang Pending Order.

 

2. Mencoba Dan Memastikan Sendiri

Jika Anda adalah seorang pemula yang masih belum tahu apa-apa, maka hal ini juga bisa menjadi pengalaman yang baru buat Anda. Anda dapat mencoba langsung pada broker-broker yang menyediakan Market Order tersebut. Bahkan saat ini sudah ada broker yang memiliki eksekusi market dan eksekusi instan tersebut sebagai fasilitasnya. Kedua jenis Market Order ini juga tersedia baik pada platform Metatrader 4 maupun Metatrader 5.



Dengan mencoba dan memastikan sendiri secara langsung, maka Anda dapat merasakan dengan sendirinya Market Order yang cocok dengan tipe Anda. Anda tidak harus membuka akun Live, akun demo-pun cukup untuk mencobanya.

 

3. Melihat Keunggulan Lain Broker

Baik eksekusi instan maupun eksekusi market sebenarnya memiliki keunggulan yang lain, misalnya eksekusi market yang biasanya ada pada broker ECN dan NDD. Broker-broker ECN ini umumnya memiliki Spread yang tipis. Hanya saja Anda biasanya akan dikenakan komisi sesuai dengan lot yang digunakan.

Lain halnya dengan order berjenis eksekusi instan. Broker yang menggunakan eksekusi instan ini biasanya bertipe Dealing Desk. Kelebihannya tentu saja terdapat pada tidak adanya komisi, serta ada pula yang menyediakan fitur Fixed Spread.

 

Penutup

Dalam memilih broker dan membuka akun, tentu saja ada banyak sekali pertimbangan yang harus diambil. Anda harus mengamati regulasinya, level stop out dan margin call, kebijakan deposit serta withdraw, serta masalah Market Order ini. Sangat penting bagi seorang trader untuk mengetahui perbedaan antara eksekusi market dan eksekusi instan dalam forex serta berbagai kelebihan/kelemahannya.

Dari sini dapat disimpulkan bahwa tidak ada yang lebih unggul baik dari eksekusi market maupun eksekusi instan dalam forex. Keduanya sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Anda memilih eksekusi instan akan terkena Requote, Anda memilih eksekusi market justru malah terkena Slippage.

Lalu apa yang sebaiknya dilakukan? Hal yang bisa Anda lakukan adalah setidaknya memilih broker dengan ketentuan regulasi yang jelas dan handal. Serta belajar menghasilkan banyak uang dalam market, sehingga kehilangan kecil seperti Slippage maupun Requote menjadi tidak berarti lagi.





Forum

Bendi (01 Sep 2016)

Malam, Apakah akun demo dibroker itu ada kadaluarsanya? Pengalaman daftar akun, ada beberapa broker yg kalau sudah lama sekali g login akun kemudian coba login lagi g bisa. Tapi ada jg yg tetep bisa..

Selengkapnya...

Pola Candlestick
Shooting Star
Indikasi : Bearish Reversal
Akurasi :

Terdiri dari 1 candlestick dan terjadi di pucuk uptrend. Harga pembukaan candlestick ini menciptakan gap naik dari candlestick sebelumnya, tapi kemudian ditutup dekat harga terendahnya. Sinyal bearish terkonfirmasi apabila candlestick berikutnya dibuka di bawah body Shooting Star.

Kirim Komentar/Reply Baru

Reply Pembaca : 6    

Rudi
5 JUN 2020

kalau saya sih lebih milih ke eksekusi market bcoz waktu order relatif cpt cm sepersekian detik, g ad requote, eksekusi dijamin, akses langsung ke market, harga disediakan langsung dr market bukan broker, sll ad kesempatan bwt buka order dgn hrga yg lbh baik plus g ad batasan strategi

Dhea
23 DEC 2020

Bingung mau nanya di mana... pas pake instant execution di aplikasi MT5, kok pas lagi processing order suka error dan disuruh execute lagi?? 

Samsul
23 DEC 2020

itu biasanya gara-gara pas lagi processing, harganya berubah, jadi ga bisa di-execute. terus kita bakal ditawari harga baru. semoga membantu.

Gabriel
23 DEC 2020

Di instant execution, kalau asking price-nya no longer available terus gimana?

Amanda
23 DEC 2020

Broker akan menolak eksekusi kita dan memberikan requote garga baru. Terserah kakaknya mau diterima atau enggak harga baru tersebut.

Tumini
23 DEC 2020

Terima kasih artikelnya. Sangat bermanfaat. Untuk trader pemula mungkin lebih baik pakai eksekusi market aja kali ya, soalnya saya pernah nyoba yang instan pas pertama kali trading dan bikin bingung.

Kirim Komentar/Reply Baru
Peluang Sell NZD/CAD Menuju Support 1
Peluang Sell NZD/CAD Menuju Support 1
Jujun Kurniawan   16 Apr 2021   13  
Martingale GBPUSD Dan EURUSD
kalo utk news besar bila di martingale mis GU,EU dengan Jarak 15 pip kira-kira bisa bolak balik sampai berapa? risk 1% modal marti:2 kira-kira bisa bertahan gak ya??

Ebi 21 Feb 2016

Reply:

M Singgih (23 Feb 2016 01:00)

@ ebi:
Secara teori strategi m singgihgale pasti akan profit, masalahnya kapan profitnya, biasanya tergantung dari kapan harga akan berbalik arah sesuai dengan yang kita harapkan.
Untuk rilis news besar (news berdampak tinggi) seperti yang Anda maksudkan, dengan jarak 15 pip pada EU atau GU, saya kira ketahanannya sepenuhnya tergantung dari kekuatan modal Anda. Seperti diketahui volatilitas pergerakan harga pada saat rilis news penting biasanya tinggi. Kalau trend yang terjadi berlawanan dengan posisi Anda dan bergerak dengan kuat (bisa lebih dari 100 pip) maka resikonya akan besar.

Setiap loss 15 pip Anda buka posisi lagi dengan resiko 2 kali (karena untuk m singgihgale ukuran lot 2 kali sebelumnya), maka kalau 100 pip Anda bisa buka posisi 7 kali dengan resiko 64 kali atau 64% dari modal, karena resiko awal 1% modal. Jika trend tidak berbalik sesuai posisi Anda maka Anda bisa kena margin call, karena tidak mungkin buka posisi lagi dengan resiko 128 kali atau 128% dari modal. Jadi untuk resiko 1% dari modal maksimal buka posisi 7 kali.
Sy kira Anda coba di akun demo terlebih dahulu. Kalau masih ingin mencoba strategi tsb mungkin resikonya bisa diperkecil lagi.

Dolar NZ Mulai Bangkit Targetkan R1
Dolar NZ Mulai Bangkit Targetkan R1
Kazuki   16 Apr 2021   41  
EUR/CHF Berpotensi Melemah Dan Sinyalkan Sell
EUR/CHF Berpotensi Melemah Dan Sinyalkan Sell
Jujun Kurniawan   15 Apr 2021   60  
Terhambat R1, Mampukah NZD/JPY Naik Lebih Lanjut?
Dolar New Zealand Berpotensi Bullish Menuju S1
Dolar New Zealand Berpotensi Bullish Menuju S1
Jujun Kurniawan   13 Apr 2021   56  
Sempat Bullish Di H4, CAD/CHF Sinyalkan Buy
Sempat Bullish Di H4, CAD/CHF Sinyalkan Buy
Jujun Kurniawan   9 Apr 2021   126  
Ngabuburit Bersama Finex Lewat Live Webinar
Ngabuburit Bersama Finex Lewat Live Webinar
Melati   9 Apr 2021   61  
EUR/USD Berpotensi Melemah Setelah Rebound
EUR/USD Berpotensi Melemah Setelah Rebound
Jujun Kurniawan   8 Apr 2021   101