Pola 3 Candle Terbaik Penanda Reversal

SAM 1 Jun 2020Dibaca Normal 8 Menit
forex>candlestick>   #reversal   #candle
Ada beberapa pola 3 candle yang bisa digunakan sebagai penanda terjadinya reversal, salah satunya yaitu Evening Star. Lalu, apa sajakah pola 3 candle lainnya?

Anda tentu sudah sangat familiar dengan chart candlestick bukan? Chart harga satu ini banyak menarik perhatian trader karena visualnya yang menarik, serta mampu menunjukkan pergerakan harga secara lebih jelas dalam satu body candlenya. Seiring waktu, penggunaan candlestick serta analisa pola-pola candlenya semakin beragam. Ada pola candlesticksingle, double, hingga triple. Nah, beberapa formasi yang terbentuk dari pola 3 candle alias triple ini ternyata memberikan keuntungan bagi para trader. Apa sajakah itu?

 

Ulasan Singkat Mengenai Candlestick

Candlestick adalah salah satu jenis grafik harga (chart), yang digunakan untuk memetakan dan membaca pergerakan harga pair mata uang di pasar. Candlestick ini pertama kali diperkenalkan di Jepang oleh seorang pengusaha beras bernama Munehisa Homma. Lambat laun, candlestick mulai terkenal di kalangan trader setelah dipopulerkan dan dibukukan oleh Steve Nison. Hingga kini, keberadaan candlestick tak hanya digunakan untuk menganalisa pergerakan harga mata uang, tetapi juga harga komoditas hingga harga saham.

Bagi kebanyakan trader, Candlestick banyak dipilih sebagai alat bantu dalam analisa teknikal karena beberapa hal, misalnya:

  1. Candlestick lebih menarik secara visual daripada diagram harga konvensional lainnya yang hanya berupa garis atau batang.
  2. Candlestick mampu menyajikan informasi pergerakan harga yang lengkap dan mudah dibaca. Yang perlu diingat, harga OHLC pada sebuah candlestick merupakan informasi penting yang dapat dipergunakan untuk menganalisa faktor penggerak harga di pasar.
  3. Grafik Candlestick dapat membentuk formasi pola-pola candle yang mengindikasikan titik balik pergerakan harga maupun penerusan harga, sehingga sering dianggap sebagai sinyal trading berakurasi tinggi

Alasan mengapa candlestick lebih disukai dapat dilihat dalam gambar berikut.

mengapa candlestick populer

Biasanya, candlestick banyak digunakan bersama-sama dengan beberapa indikator teknikal selama trading. Meskipun demikian, ada pula trader yang "nekat" trading tanpa menggunakan indikator sama sekali. Cukup dengan memperhatikan pola candlestick, mereka sudah bisa menentukan keputusan Open Posisi yang tepat. Strategi trading yang demikian biasa disebut sebagai Naked Trading, alias trading tanpa indikator dan hanya mengandalkan pola candlestick.

Berbicara mengenai pola candlestick, Anda tentu sudah tahu bahwa pola candle terbagi menjadi 3, yaitu single (1 candle), double (2 candle), serta triple (pola 3 candle). Bagi kebanyakan trader, pola 3 candle dianggap sebagai pola dengan akurasi tinggi. Hal tersebut karena pola 3 candle jarang ditemui dalam chart, sehingga jika muncul pola triple, sinyal trading yang terbentuk cenderung memilliki akurasi tinggi untuk diikuti. Karena tersusun atas 3 candle, maka masing-masing candle penyusunnya mampu mencerminkan 3 sinyal sekaligus, mulai dari indikasi awal hingga konfirmasi.

Agar lebih jelas, perhatikan penjelasan berikut:

Dalam suatu rangkaian tren naik (uptrend), candle yang terbentuk paling ujung adalah candle Bullish (candle ini pulalah yang menjadi candle pertama pembentuk pola 3 candle). Kemudian, muncul candle kedua yang berbentuk Bearish Doji. Munculnya Doji di tengah-tengah biasanya dapat mengindikasikan pasar sedang konsolidasi, sehingga mungkin saja bisa terjadi reversal. Ternyata, candle ketiga yang muncul setelah Doji adalah candle Bearish, dengan level OHLC yang lebih rendah dari candle pertama. Dengan demikian, Bearish Reversal telah terkonfirmasi berkat munculnya candle Bearish di pola ketiga.

 

Pola 3 Candle Penanda Reversal

Menurut Alan Farley, pengarang buku The Master Swing Trader sekaligus kontributor untuk CNBC dan Bloomberg TV, ada 5 pola candle triple terbaik yang bisa digunakan selama trading:

 

1. Three Line Strike

Suatu pola dapat disebut sebagai Three Line Strike apabila terdapat 3 candle Bearish dalam rangkaian tren menurun. Ketiga candle bearish ini masing-masing harus memiliki level Low yang lebih rendah dari candle sebelumnya, sehingga formasi yang terbentuk juga menurun.

Setelah 3 candle bearish muncul, pada candle keempat, terbentuklah candle Bullish yang kemudian menandai terjadinya reversal. Meskipun demikian, guna menghindari kesalahan sinyal, ada baiknya Anda melakukan Open Posisi begitu terbentuk candle setelah candle Bullish. Dengan demikian, ada candle konfirmator yang menunjukkan reversal benar-benar terjadi.

Contoh real pola candle Three Line Strike pada chart bisa dilihat di bawah ini:

Contoh Three Line Strike 1
Contoh Three Line Strike 2
Contoh Three Line Strike 3
Contoh Three Line Strike 4
Contoh Three Line Strike 5

 

 

2. Two Black Gapping

Pola 3 candle yang menguntungkan selanjutnya disebut Two Black Gapping. Sesuai dengan namanya, pola 3 candle ini memiliki ciri khas berupa gap yang cukup lebar, antara candle pertama dan candle kedua.

Pola Two Black Gapping ini biasanya muncul dalam rangkaian tren naik (uptrend), sebelum akhirnya tren berakhir karena terbentuk candle Bearish. Pun, candle yang terbentuk selanjutnya masih merupakan candle Bearish, dengan level OHLC yang jauh lebih rendah daripada candle pertama, sehingga terlihat membentuk gap down. Dari sini Anda dapat mengetahui bahwa harga telah mengalami pembalikan tren menuju Bearish (Bearish reversal). Reversal ini semakin terkonfirmasi dengan terbentuknya candle Bearish setelah gap down terjadi.

Contoh real pola candle Two Black Gapping pada chart bisa dilihat di bawah ini:

Contoh Black Gapping 1
Contoh Black Gapping 2
Contoh Black Gapping 3
Contoh Black Gapping 4

 

 

3. Three Black Crows

Three Black Crows ini memiliki pola yang hampir sama dengan Three Line Strike, yakni sama-sama tersusun atas 3 candle Bearish. Bedanya, Three Black Crows terbentuk dalam rangkaian tren naik (uptrend), kemudian muncul candle Bearish secara berurutan dan menurun. Kondisi inilah yang kemudian menandai adanya kecenderungan Bearish Reversal akan terjadi.

Idealnya, pola Three Black Crows muncul saat tren telah mencapai puncak tertingginya, atau harga sudah berada pada level overbought (jenuh beli). Pada kondisi ini, trader biasanya banyak melakukan aksi SELL agar harga dapat kembali turun dari posisi overbought-nya sekarang. Karena kekuatan Seller lebih besar daripada Buyer, maka candle yang terbentuk selanjutnya adalah candle Bearish.

Dari titik tersebut, dapat dikatakan bahwa tanda-tanda reversal sudah mulai tampak. Namun, tunggu sampai terbentuk candle Bearish lain agar reversal semakin kuat terkonfirmasi. Apabila candle yang terbentuk selanjutnya adalah dua candle Bearish dan membentuk pola Three Black Crows, maka peluang untuk entry SELL dan meraup profit akan terbuka lebar bagi Anda.

Contoh real pola candle Three Black Crows pada chart bisa dilihat di bawah ini:

Contoh Three Black Crows 1
Contoh Three Black Crows 2
Contoh Three Black Crows 3
Contoh Three Black Crows 4

 

 

4. Evening Star

Bagi trader yang beraliran strategi Naked Trading, menemukan candle Evening Star dianalogikan sebagai lampu hijau untuk berburu cuan. Mengapa? Hal ini karena pola Evening Star banyak ditemui hampir di semua time frame pada pair manapun, dan memiliki tingkat akurasi yang cukup tinggi.

Secara umum, pola Evening Star mengisyaratkan pembalikan arah pergerakan harga (reversal). Karena terbentuk dalam rangkaian tren naik (uptrend), maka terbentuknya pola Evening Star cenderung menandakan Bearish Reversal. Ciri khas dari pola candle ini terletak pada candle kedua yang berbentuk Pin Bar dan memiliki gap dengan candle pertama.

Jadi, apabila menemukan pola Evening Star dalam rangkaian tren mendaki (uptrend) yang panjang, maka jangan sekali-kali mencoba untuk entry BUY di sana. Sebaliknya, Anda perlu memiliki kewaspadaan tingkat tinggi bilamana harga terjun dengan bebas setelahnya.

Contoh real pola candle Evening Star pada chart bisa dilihat di bawah ini:

Pola Evening Star 1
Pola Evening Star 2
Pola Evening Star 3
Pola Evening Star 4
Pola Evening Star 5

 

 

5. Abandoned Baby

Pola 3 candle penanda reversal terakhir yaitu pola Abandoned Baby. Pola candle ini dapat mengindikasikan terjadinya Bullish Reversal maupun Bearish Revesal, tergantung di mana posisi terbentuknya. Ciri khas dari pola ini adalah candle kedua berbentuk Doji, dengan gap antar kedua candle lainnya (candle pertama dan ketiga).

Mari ambil contoh Bullish Abandoned Baby. Pola ini biasanya terbentuk dalam rangkaian tren menurun (downtrend), kemudian dilanjutkan dengan munculnya candle Doji. Karena Doji terbentuk pada level OHLC yang lebih rendah dari candle sebelumnya, maka posisinya dengan candle pertama membentuk gap down. Guna membantu pertimbangan entry selanjutnya, maka Anda perlu menggunakan konfirmator candle Doji. Hal ini karena munculnya Doji sering dianggap sebagai sinyal konsolidasi, sehingga perlu adanya konfirmator agar sinyal yang terbentuk semakin akurat.

Dalam kasus Bullish Abandoned Baby, konfirmator Doji adalah candle ketiga yang berbentuk bullish. Hal ini menandakan bahwa Buyer telah berhasil mengungguli Seller, dan siap membawa harga ke arah Uptrend.

Contoh real pola candle Bullish Abandoned Baby pada chart bisa dilihat di bawah ini:

Bullish Abandoned Baby 1
Bullish Abandoned Baby 2
Bullish Abandoned Baby 3
Bullish Abandoned Baby 4
Bullish Abandoned Baby 5

 

 

Kesimpulan

Dalam menentukan keputusan entry yang tepat, mengamati pergerakan harga melalui pola-pola candlestick yang terbentuk dalam chart bukanlah hal yang salah. Jika Anda lebih suka dengan strategi Naked Trading, maka ada 5 pola tiga candle yang bisa Anda jadikan penanda awal terjadinya reversal, yaitu Three Line Strike, Two Black Gapping, Three Black Crows, Evening Star, serta Abandoned Baby.

Namun, perlu diingat bahwa Money Management dan Risk Management adalah dua hal lain yang seyogyanya dijadikan pelengkap dalam setiap pengambilan keputusan trading. Jangan sampai Anda terbawa emosi saat trading, sehingga mengesampingkan pentingnya dua poin tersebut. Happy Trading!

 

Selain kelima pola candle triple di atas, ada pola 3 candle lain yang bisa juga digunakan untuk menandai terjadinya reversal. Sama-sama bisa digunakan dalam semua pair dan semua timeframe, tetapi pola ini kurang disarankan bagi pemula. Nah, agar tak semakin penasaran dan bertanya-tanya, Anda dapat bertolak ke artikel berjudul "Cara Membaca Candlestick Three Outside dan Three Inside".

Terkait Lainnya
 

Forum Terkait

 Rahmat |  5 Sep 2013

slm sjhtra para masta, soalan bgmn cara kita menganalisa cendle ketika terjadi pergerkan harga sell maupun buy. mohon petunjukx.

Lihat Reply [2]

 Muhammad Yusuf |  12 Nov 2017
Salam hormat para master master seputarforex.com, saat ini saya sedang mendalami price action. saya ingin bertanya apakah sebuah price pattern reversal atau continu dibentuk dari garis horizontal dan garis trend yang di break? lalu apakah hammer dan shoting star tergantung dari arah sumbunya menghadap keatas/kebawah atau warnanya (bearish atau bullish)? formasi pin bar apa yang paling profitable? trims master

Lihat Reply [3]

 Asmi |  14 Mar 2019

Pak Erik, mau tanyak, mau stratei price action, itu biasanya bapak lihat pola candle apa yang menandakan reversal / pembalik arah? makasih pak

Lihat Reply [1]

 Maulana |  3 Mar 2021

Apakah ini ada error di brokernya? Kok ada jarak antar candlenya ya..ini artinya apa, dan saya harus gimana ya? Mohon pencerahannya suhu. Makasih

candlestick

Lihat Reply [3]

 Rizqy Bagus |  15 Apr 2021

Kapan dan jam berapa Candle pada cryptocurrency berganti per hari ?

Lihat Reply [5]

 

Komentar @inbizia

@Lusi Sinarsih:
Memang pin bar, yaitu candle yang ditengah. Dari gambar diatas: candle B untuk yang morning star dan candle E untuk yang evening star. Keduanya memang berbentuk pin bar, atau doji, atau hammer / shooting star yang mengisyaratkan pembalikan arah trend (trend reversal) dari arah trend sebelumnya, bukan penerusan trend.

Tidak tergantung dari resistance atau support, jika terbentuk pola morning star atau evening star kemungkinan akan terjadi pembalikan arah trend. Tetapi jika pola tersebut terbentuk dekat atau pada level resistance atau support maka akan lebih memperkuat kemungkinan tersebut (lebih valid). Yaitu pola evening star yang terbentuk pada atau dekat level resistance dan pola morning star yang terbentuk pada atau dekat level support.
 M Singgih |  16 Dec 2016
Halaman: Pola Candlestick Morning Star Dan Evening Star
Pivot SnR merupakan cara "instan" sebagai RnR kita. Tips nya sederhana menurut saya memperkirakan RnR dengan bantuan Pivot tuk kondisi market "normal" :

a. Jika market Low Liquidity maka target TP kita lebih rasional pada Pivot Point. Tanda Low Liquidity banyak terbentuk candle kecil-kecil (10-20 pips di H4 pada USDJPY), harga seperti sideway. Market jenis ini biasanya karena hari libur atau tidak ada berita fundamental berdampak tinggi. Biasanya harga bergerak kurang dari 50 pips.

b. Jika market Medium Liquidity maka target TP kita lebih rasional pada SnR 1. Tanda Medium Liquidity banya terbentuk candle medium (20-30 pips di H4 pada USDJPY), harga melaju konstan. Market jenis ini biasanya karena adanya rumor-rumor tertentu atau persiapan menyambut Berita High Impact 1-2 hari sebelumnya. Biasanya harga bergerak 75-100 pips.

c. Jika market High Liquidity maka target TP kita lebih rasional pada SnR 1-2. Tanda High Liquidity terbentuk beberapa candle medium (30-40 pips) lalu disertai 1 candle long (40-50 pips di H4 pada USDJPY), harga melaju cepat tapi biasanya koreksinya konstan. Market jenis ini biasanya karena berita fundamental berdampak tinggi release misal PMI, Unemployment Claim. Biasanya harga bergerak 150-200 pips.

d. Jika market High Momentum Liquidity maka target TP kita lebih rasional pada SnR 2-3. Tanda High Momentum Liquidity tiba-tiba terbentuk candle 1 long (>75 pips di H4 pada USDJPY), harga melaju sangat cepat. Waspadai reversal tiba2 !!! Market jenis ini biasanya karena berita berdampak tinggi tertentu direlease seperti NFP dan TFR. Bisa juga karena beberapa isu krusial tak terduga. Bahkan bisa jadi harga bergerak sangat panjang misal 300-400 pips.
 Agen_forex |  16 Jun 2017
Halaman: Support Resistance Forex Harian
Trader biasanya memanfaatkan candlestick dengan sinyal reversal untuk mendapat peluang keuntungan paling besar. Maksudnya. jika Anda ingin untung melimpah maka logikanya adalah membeli saat harga masih sangat murah lalu menjualnya kembali saat harga berada pada puncak tertingginya. Itulah kenapa trader OP buy di harga terendah atau OP sell di harga tertinggi.

Namun sinyal trading reversal ini memiliki resiko yang lebih tinggi apabila ternyata harga malah masih menurun atau mendaki terus. Maka dari itu, sebagai pemula lebih baik belajar trend trading terlebih dahulu sebelum mencoba reversal trading.
 Reyhan S |  7 Sep 2017
Halaman: Pola Candlestick Yang Paling Menguntungkan
Dgn indikator Bollinger Bands, bgm mengetahui bhw trend akan berakhir (reversal)? Dan apa tanda tanda bhw trend masih berlanjut? Tksh atas jwbanya. Salam profit.
 Surodjo |  28 May 2020
Halaman: Cara Sederhana Untuk Menentukan Support Dan Resistance
Tapi tetap harus hati-hati pada reversal. Bisa saja setelah kamu trade, eh malah downtrend. Harus banyak-banyak belajar dari trend-trend sejenis di masa lalu. Dan jangan lupa pasang stop loss.
 Budi |  12 Jan 2021
Halaman: Cara Menghindari Kesalahan Entry Trading
om, mau tanya, dalam kondisi uptrend yg berkepanjangan, sementara harga terus melambung, indikasi MACD dan garis sinyal masih melebar, sementara histogram membentuk endless bukit (demikian jug sebaliknya, downtrend). Bagaimana kita bisa memprediksi reversal (pembalikan arah) akan terjadi?
 Teguh |  29 May 2021
Halaman: Trading Dengan Indikator Macd

Kamus Forex

Reversal

Pembalikan harga dari trend utama. Apabila retracement terus berlanjut hingga tak lagi bisa dikatakan sebagai penurunan atau penguatan sementara, maka harga bisa dianggap mengalami reversal.

Candlestick

Salah satu jenis grafik harga (chart) untuk memetakan dan membaca pergerakan harga di pasar finansial secara teknikal. Candlestick utamanya dibentuk oleh level-level OHLC (Open, High, Low, Close).

Kamus Candlestick

Harami Bearish
Harami Bearish
Indikasi : Bearish Reversal
Akurasi :

Terdiri dari 2 candlestick. Candlestick pertama bersifat bullish dan lebih besar sehingga menelan candlestick kedua yang bersifat bearish. Pola ini menandakan uptrend mulai kehilangan momentum. Sumbu-sumbu candlestick kedua tidak harus berada dalam range candlestick pertama, meski kondisi ini bisa menambah akurasi sinyal.

Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)
Bullish Hammer
Bullish Hammer
Indikasi : Bullish Reversal
Akurasi :

Terdiri dari 1 candlestick yang ditutup di dekat atau pada harga tertingginya (High), sehingga menandakan pelemahan momentum downtrend. Semakin panjang sumbu bawah dan semakin kecil body candlestick, maka semakin signifikan pula sinyal bullish-nya.

Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)
Bullish Doji Star
Bullish Doji Star
Indikasi : Bullish Reversal
Akurasi :

Terdiri dari 3 candlestick. Pola pertama adalah candlestick bearish panjang, diikuti candlestick kedua berupa doji yang membentuk gap turun dan tidak memiliki body (harga dibuka dan ditutup di level yang nyaris sama). Candlestick ketiga mengkonfirmasi pembalikan dengan membentuk bullish panjang dan gap naik dari doji.

Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)
Three White Soldiers
Three White Soldiers
Akurasi :

Terdiri dari 3 candlestick dan semuanya berbentuk bullish panjang. Harga penutupan candlestick kedua harus lebih tinggi dari candlestick pertama, begitu pula dengan harga penutupan candlestick ketiga dan kedua. Ini menandakan momentum uptrend yang masih kuat untuk membawa harga melanjutkan kenaikan.

Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)
Ingin mengetahui pola-pola Candlestick lainnya yang memiliki akurasi tinggi. Lihat Daftarnya Disini.
Komentar[2]    
  Indra Lesmana   |   4 Jun 2020

Menurut mimin pola mana nih yg sering terjadi ?

  Chyntya   |   5 Jun 2020

harusnya artikel berjudul "Menggunakan Pola Candlestick Three Inside Up Dan Three Inside Down" langsung diberi linknya min biar g nyari dulu aku nya :-(

Info Karir
Kontak Kami
Tentang Kami
Peraturan
Terms Of Use
Privacy Policy
Arsip