Rahasia Trading Bitcoin dengan Pin Bar

Cahyaning 27 Aug 2021 Dibaca Normal 9 Menit
kripto > candlestick >   #bitcoin   #pin-bar
Trading Bitcoin dengan pin bar hanya bermodal candlestick tetapi bisa mengindikasikan peluang profit yang menjanjikan. Bagaimana bisa? Pelajari rahasianya di sini.
DI

Kenaikan harga yang sangat pesat membuat banyak orang tertarik untuk memulai trading Bitcoin. Tak heran jika para trader berusaha mengulik rahasia trading Bitcoin demi meraup profit yang banyak. Sebetulnya, ada banyak strategi untuk mendapatkan keuntungan dari trading kripto, salah satunya adalah menggunakan Price Action yang didukung candlestick pin bar. Bagaimana caranya trading Bitcoin dengan pin bar?

Rahasia trading Bitcoin dengan pin bar

Jika diperhatikan, strategi Price Action sangat digemari oleh banyak trader di berbagai pasar finansial. Cara trading ini tergolong praktis dan mudah untuk dimengerti oleh banyak pelaku pasar. Apalagi, trader tak perlu repot-repot menambahkan indikator teknikal dalam chart. Cukup perhatikan saja pola-pola candle yang terbentuk.

Biasanya, candlestick pin bar dengan sumbu atas lebih panjang menandakan adanya kekuatan seller. Sebaliknya, apabila pin bar memiliki ekor bawah lebih panjang, maka kekuatan buyer biasanya lebih dominan. Sinyal yang ditunjukkan oleh pola candlestick ini cenderung memiliki akurasi tinggi, sehingga cocok membantu akitvitas trading di pasar yang penuh volatilitas seperti pasar kripto.

Baca juga: Tips Membaca Candlestick Simpel Dan Akurat, Tak Perlu Hafalan

Namun sebelum belajar cara trading Bitcoin dengan pin bar, ada baiknya mengenal lebih lanjut pola candestick populer ini.

 

Apa Itu Pin Bar

Pola pin bar adalah sebutan untuk candlestick dengan ekor atau sumbu yang lebih panjang dari badannya. Bentuk ini sering ditemukan dalam chart trading dan bisa muncul di semua time frame. Formasi pin bar biasanya menunjukkan pola reversal Price Action yang menandakan penolakan atau rejection pada sebuah level harga tertentu. Nama pin bar sebetulnya adalah singkatan dari Pinocchio Bar.

Contoh pin bar dapat dilihat dalam gambar berikut:

Trading Bitcoin dengan Pin Bar

Ada beberapa karakteristik pin bar yang harus diketahui sebelum mulai trading bitcoin dengan pin bar:

  1. Pin bar memiliki ekor yang lebih panjang dari body-nya. Ekor pada pin bar sering disebut dengan sumbu atau bayangan (shadow). Panjang ekor menjadi penanda kekuatan rejection atau terjadinya kesalahan break (false break) dari suatu level harga tertentu.
  2. Validitas pin bar biasanya diukur dari ekor yang panjang, body yang kecil, dan nose (sisi lain dari ekor pin bar) yang pendek.

 

Bullish dan Bearish Reversal Pin Bar

Bullish reversal pin bar terbentuk dalam keadaan downtrend dan menunjukkan sinyal pembalikan ke arah uptrend setelah terjadi penolakan pada level support. Ekor pada bullish reversal pin bar berada pada bagian bawah body candlestick. Ini menunjukkan penolakan untuk menembus harga yang lebih rendah. 

Baca juga: Cara Jitu Analisa Trend Dengan Pola Candlestick

Sebaliknya, bearish reversal pin bar terbentuk pada keadaan uptrend dan menandakan sinyal pembalikan ke arah downtrend setelah terjadi penolakan di level resistance. Ekor pada formasi bearish reversal pin bar berada pada bagian atas body, sebab pola ini menujukkan penolakan untuk menembus harga yang lebih tinggi.

Sebagai acuan trading Bitcoin dengan pin bar, Anda dapat melihat contoh bentuk bearish dan bullish reversal pin bar berikut ini:

Bullish dan Bearish

 

Jenis Pin Bar Reversal Untuk Trading Bitcoin

Ada beberapa jenis pin bar yang bisa digunakan untuk trading Bitcoin dengan pin bar. Yaitu, classic, long tailed, dan double. Bagaimana bentuknya dan informasi apa saja yang bisa didapatkan?

 

1. Classic Pin Bar

Salah satu jenis candlestick yang bisa digunakan untuk trading Bitcoin dengan pin bar adalah bentuk classic. Sesuai namanya, pola ini memang yang paling umum digunakan oleh para trader. Kemunculan pin bar ini memiliki akurasi cukup tinggi, baik dalam uptrend maupun downtrend.

 

2. Long Tailed Pin Bar

Ini merupakan salah satu jenis pin bar dengan ekor yang lebih panjang dari biasanya. Pola ini memiliki validitas dan akurasi sinyal yang lebih tinggi dibandingkan bentuk pin bar lainnya. Ekor panjang mewakili sentimen penolakan yang besar pada level tertentu, sehingga kemungkinan besar terjadi false break yang kemudian diikuti oleh reversal. Semakin panjang ekor pin bar, semakin kuat penolakan yang terjadi.

Dalam gambar ini, pola long tailed pin bar muncul setelah harga bearish selama 2 hari berturut-turut. Setelah kemunculannya, harga memantul ke atas dan dikonfirmasi dengan pembentukan candlestick bullish di harga berikutnya.

Trading Bitcoin dengan Pin Bar

 

3. Double Pin Bar

Pola ini cukup jarang ditemukan dalam chart. Namun, double pin bar bisa menjadi penanda peluang trading yang baik. Bahkan, para trader penggemar strategi Price Action sangat memperhatikan jenis pin bar ini.

Baca juga: Chris Lori, Seorang Atlit Yang Menjadi Trader Price Action Sukses

Sesuai dengan namanya, candlestcik ini mengkorfirmasi sinyal reversal dengan dua pin bar sekaligus. Sehingga, akurasi terjadinya reversal tak perlu diragukan lagi. Berikut ini contoh candlestick double pin bar. Double pin bar muncul setelah harga tertekan selama 3 hari berturut-turut, kemudian terjadi reversal dan harga terkonsolidasi.

Trading Bitcoin dengan Pin Bar

 

Candlestick Reversal Lainnya

Selain ketiga jenis pin bar di atas, ada beberapa jenis candlestick lainnya yang bisa menjadi penanda sinyal reversal. Apa saja?

 

1. Small Tailed dan Long Tailed Bars

Meski sama-sama memiliki ekor panjang, namun candlestick ini bukanlah termasuk pin bar. Sebuah candlestick bisa disebut sebagai pin bar apabila proporsi ekor mencapai 2/3 dari body candle. Syarat ini tak dipenuhi oleh long tailed dan small tailed bars. Namun, pola candle ini memberikan indikasi reversal, sehingga membuatnya sama pentingnya dengan pin bar. Berikut ini contohnya dalam grafik chart.

small tailed dan long tailed

 

2. Candlestick Lainnya

Selain memperhatikan bentuk pin bar di atas, ada cara lain yang bisa digunakan untuk membantu trading Bitcoin melalui pola reversal. Caranya adalah dengan melihat pola berikut ini:

Baca juga: Kupas Tuntas Strategi Trading Reversal Dengan Pin Bar

1. Inside - pin bar Combo: Formasi ini terdiri dari dua candlestick, dimana body pin bar termakan oleh range candle sebelumnya, sehingga terlihat sebagai pola inside bar. Contohnya bisa dilihat dalam grafik di bawah ini.

Trading Bitcoin dengan Pin Bar

 

2. Pin bar - inside bar Combo: Formasi ini adalah kebalikan dari pola sebelumnya. Setelah pin bar, terbentuk candlestick yang body-nya masih dalam jangkauan pin bar, sehingga terlihat sebagai pola inside bar. Bentuk combo pin bar - inside bar dapat dilihat dalam grafik berikut.

Trading Bitcoin dengan Pin Bar

 

3. Fakey - pin bar Combo: Adalah pin bar yang terbentuk dalam rangkaian pola-pola candle penanda fakey atau false break. Pola ini memberikan sinyal penolakan pada level yang dianggap signifikan; seolah-olah harga bergerak mengikuti tren yang sering terjadi, tetapi kemudian berbalik arah dengan kuat. Tampilan fakey - pin bar bisa terlihat dalam gambar berikut.

Trading Bitcoin dengan Pin Bar

Kemunculan pola-pola di atas biasanya mengindikasikan terjadinya reversal. Akan tetapi, akan lebih baik jika Anda menanti kemunculan candle berikutnya sebagai konfirmasi sinyal. Dengan menunggu kemunculan candle selanjutnya, sinyal reversal akan lebih akurat dan lebih cocok untuk trading Bitcoin dengan pin bar.

Baca juga: Cara Aman Trading Bitcoin Untuk Pemula

 

Trik Sukses Trading Bitcoin Dengan Pin Bar Reversal

Bagaimana caranya trading Bitcoin dengan pin bar reversal? Langkah pertama tentu harus mencari pola pin bar reversal dalam chart Bitcoin Anda. Selain itu, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan, antara lain:

 

1. Set Time Frame Harian

Yang pertama, pastikan chart Anda sudah di set di time frame harian. Time frame ini memiliki tingkat akurasi yang lebih tinggi, sehingga lebih cocok digunakan ketika trading Bitcoin dengan pin bar. Penggunaan time frame yang rendah bisa menimbulkan overtrading, sehingga kurang cocok diterapkan dalam pasar Bitcoin yang pergerakan harganya sangat fluktuatif.

 

2. Perhatikan Trend Pasar

Jika ingin sukses trading Bitcoin dengan pin bar, sebaiknya perhatikan trend pasar. Ketahui apakah pasar sedang trending kuat atau justru sideways. Lebih baik jika Anda selalu up to date dengan pergerakan tren yang sedang berlangsung. Akurasi pin bar akan semakin tepat jika digunakan ketika pasar sedang trending.

 

3. Cari Support dan Resistance

Mencari level-level penting seperti support dan resistance juga bisa membantu akurasi trading Bitcoin dengan pin bar. Contohnya, ketika pin bar gagal menembus level support, saat itulah Anda bisa mulai entry buy. Sebaliknya, jika pola candlestick pin bar gagal menembus level resistance dan diikuti dengan candlestick bearish, saat itulah Anda bisa entry sell.

Baca juga: 3 Cara Sederhana Untuk Menentukan Support Dan Resistance

 

4. Stop Loss dan Take Profit

Menentukan kedua level ini penting hukumnya. Anda bisa menentukan level Stop Loss maupun Take Profit dengan menggunakan risk reward ratio sebagai acuannya. Selain itu, kedua level ini juga bisa ditetapkan berdasarkan level-level kunci support dan resistance. Dengan begitu, trading Bitcoin dengan pin bar akan menjadi lebih akurat.

 

Akhir Kata

Trading Bitcoin dengan pin bar bisa menjadi salah satu opsi menguntungkan untuk meraup profit di pasar kripto. Agar semakin sukses menerapkan strategi ini, Anda bisa mempelajari jenis-jenis candlestick pin bar lebih dalam. Akurasi sinyal reversal yang diberikan oleh pin bar dapat dilihat dari panjang ekor, ukuran body, serta panjang nose-nya. Semakin panjang ekor pin bar atau semakin kecil body-nya, maka akan semakin kuat akurasinya.

Selain mempelajari bentuk formasi pin bar, penting juga untuk set grafik di time frame harian, memperhatikan trend, mencari support resistance, serta memasang SL & TP.

Terkait Lainnya
 

Forum Terkait

 Mas Sinar |  20 Mar 2018

selamat malam, saya ingin bertanya tentang candlestick doji dan pinbar. itu tingkat keberhasilannya bagusan mana y?

Lihat Reply [13]

@ Mas Sinar:

Sama saja. Keduanya perlu dikonfirmasi oleh bar / candle berikutnya, dan juga kalau ingin lebih valid dikonfirmasi juga oleh indikator trend seperti misalnya MACD dan OSMA.

Doji sebenarnya termasuk dalam jenis pin bar, yaitu:
- pin bar yang berekor panjang,
- biasanya terbentuk pada keadaan uptrend, pada keadaan downtrend ada yang menyebut dragonfly doji, ada juga yang menamakan hammer
- harga pembukaan sama atau hampir sama dengan harga penutupan. Ini menunjukkan bahwa setelah harga dibawa naik atau turun dengan tajam, pelaku pasar kembali mendorong pergerakan harga ke arah sebaliknya, yang berarti menunjukkan keragu-raguan, atau lazim disebut dengan konsolidasi.

Nah, karena keadaan ragu-ragu atau sedang konsolidasi tersebut, maka perlu adanya konfirmasi atau kepastian dari bar berikutnya.
Berikut contoh doji dan pin bar yang muncul pada AUD/USD H4, dan telah terkonfirmasi oleh indikator MACD dan OSMA:

                 
Harga bergerak bearish setelah level terendah doji / pin bar ditembus, dan kurva MACD berada dibawah kurva sinyal (warna merah), serta garis histogram OSMA berada dibawah dibawah level 0.0.

M Singgih   21 Mar 2018

Kalau dengan 1 pola candle jika dibandingkan dengan 3 candle lebih profitable mana pak m singgih? thx

Mas Sinar   29 Mar 2018

@ Mas Sinar:

Peluang keberhasilan sinyal dari pola candle sama besarnya, baik 1 candle (misal pin bar, engulfing), 2 candle (misal tweezer top / bottom) maupun 3 candle (misal morning / evening star).

Pola-pola candle mencerminkan sentimen pelaku pasar atau price action. Syarat agar peluang keberhasilannya tinggi harus dikonfirmasi oleh indikator teknikal. Semakin banyak indikator teknikal yang mengkonfirmasi akan semakin besar keberhasilannya. Tanpa konfirmasi indikator ada kemungkinan gagal.

M Singgih   2 Apr 2018

saya ingin bertanya master, bagaimana pengaplikasian price pattern dan candle stick pattern pada chart? karena seringkali saya melihat pola cadle stick seperti pinbar tapi fake signal. saya juga ingin mengetahui pola candle stick pattern dan price pattern secara lengkap master beserta pengaplikasiannya. trims atas bantuannya selama ini master2 kami.com

Muhammad Yusuf   6 May 2018

@ Muhammad Yusuf:

Untuk candlestick pattern atau pola candlestick berhubungan dengan price action. 

Baik candlestick pattern atau price pattern mencerminkan arah sentimen pasar, jadi Anda harus mengamati pattern (pola)-nya untuk memprediksi arah pergerakan harga selanjutnya.

M Singgih   7 May 2018

Saya ingin bertanya, buku apa yg merangkum pola candlestick? 

semacam kamus atau bible untuk candlestick dalam bahasa indonesia? atau SF sudah pernah membuat artikel menganai pertanyaan sya tersebut? terimaksih
Achmad Dirham   5 Aug 2018

Mengenai kumpulan artikel tentang Candlestick tentu saja kami punya banyak. Anda bisa coba membacanya di sini.

Kalau mengenai buku sendiri, ada buku lengkap karangan Steve Nilson dengan judul Japanese Candlestick Charting Techniques.

Admin   6 Aug 2018

@Anggun_bowo: Caranya dengan melihat gambaran besar dari pergerakan harga terlebih dahulu, baru masuk ke level dan signal menggunakan doji.

1. Tentukan dulu di TF yang Anda gunakan apa struktur harga yang sedang terjadi. Apakah trending atau sideways?

2. Tentukan dimana level-level penting yang akan menjadi acuan entry.

3. Signal entry menggunakan doji.

Jadi, menggunakan pola candlestick doji adalah bagian terakhir sebagai signal entry market.

Kiki R   25 Mar 2022

@Sugiyanto Ach:

Jika diberikan pilihan antara kedua pola tersebut baik untuk kripto maupun instrumen lain, saya pribadi akan lebih memilih pada Pin Bar bu. Dari dasar pola candlesticknya sendiri, sebenarnya Doji itu bukan merupakan pertanda akan adanya penurusan atau pembalikan yang valid. Doji hanya menandakan bahwa ada keraguan yang muncul pada posisi harga saat itu dalam pasar. Bisa diperhatikan pada gambar di bawah ini. Kemunculan Doji tidak serta merta menyatakan atau mengindikasikan apapun. Ada yang muncul ditengah-tengah reversal dan menjadi penyebab pergerakan besar. Ada yang muncul diujung harga dan menjadi awal dari reversal. Ada pula yang muncul ditengah-tengah penurunan yang kemudian dilanjutkan dengan reversal sebelum akhirnya dipatahkan kembali oleh Bear yang menguat.

doji

Berbeda dengan pola candlestick Pin Bar yang sejatinya memang menandakan adanya tekanan dari pihak lawan ketika muncul di ujung-ujung pergerakan harga. Pin Bar mengisyaratkan akan terjadinya Reversal atau penerusan bergantung pada dimana pola tersebut muncul.

pin-bar-btc

Namun bukan berarti Doji juga tidak bisa digunakan sama sekali atau tidak dapat diandalkan. Ada beberapa cara khusus yang bisa digunakan memanfaatkan Doji untuk trading dalam kripto. Selain itu, daripada memperdebatkan pola Candlestick yang hanya berisikan 1 buah Candle saja, ada baiknya mungkin bapak mencoba untuk melihat pola-pola Candlestick lain yang tersusun dari 2 hingga 3 buah Candlestick. Pola-pola seperti Engulfing, Morning Star, Three White/Black meskipun jarang muncul, tapi akurasinya jauh lebih tinggi daripada pola yang hanya berisikan 1 Candlestick saja.

Terima kasih, semoga bisa sedikit membantu.

Nur Salim   23 Apr 2022

Selamat malam, ijin bertanya. Mana yang lebih valid dijadikan acuan saat trading di kripto, pola doji atau pinbar untuk hasil yg menguntungkan?

Sugiyanto Ach   23 Apr 2022

Bagaimana cara menggunakan Doji Candlestick yang benar?

Anggun_bowo   25 Mar 2022

Apakah pola pin bar bisa digunakan untuk semua instrumen trading, seperti saham, kripto, oil, dll?

Adam Zack   8 Jun 2022

@Adam Zack: Tentu saja bisa. Pada mulanya pola candlestick hanya diterapkan pada pasar saham lalu masuk forex dan instrumen lainnya seperti kripto.

Kiki R   8 Jun 2022
 Irwansyah |  1 Apr 2021

Apakah menggunakan strategi hedging pada trading kripto khususnya Bitcoin dengan pair lainnya, sangat disarankan?

Dan apa saja yang perlu diperhatikan ketika mau menggunakan strategi ini. Makasih

Lihat Reply [5]

@ Irwansyah:

Setahu kami semua mata uang kripto dikurs terhadap USD, seperti Bitcoin (BTC/USD), Litecoin (LTC/USD), Ethereum (ETH/USD). Jika satu mata uang kripto harganya naik, maka yang lain akan cenderung naik juga, dan sebaliknya jika harganya turun. Jadi pergerakan harganya cenderung searah.

Dengan demikian menurut kami tidak bisa menggunakan strategi hedging pada mata uang kripto seperti halnya di forex. Di forex ada pair yangkorelasi pergerakannya negatif, misal korelasi pergerakan antara USD/CHF dan EUR/USD negatif, tetapi di mata uang kripto korelasinya selalu positif.

 

M Singgih   3 Apr 2021

Mungkin bisa dipermudah lagi pak istilah negatif dan positifnya...saya kurang menangkap masud bapak. Makasih

Irwansyah   9 Apr 2021

@ Irwansyah:

Pada 2 pair, jika korelasi pergerakan harganya positif, maka jika harga pair pertama naik, maka harga pair kedua juga akan naik, dan sebaliknya jika harga pair pertama turun, maka harga pair kedua juga akan turun.
Jika korelasi pergerakan harganya negatif, maka jika harga pair pertama naik, maka harga pair kedua akan turun, dan sebaliknya jika harga pair pertama turun, maka harga pair kedua akan naik.

M Singgih   11 Apr 2021

BNB sama Doge lagi naik-naiknya, kira-kira di pasar kripto lagi ada apa ya?

Aji Pangestu   14 Apr 2021

@ Aji Pangestu:

Harga Binance (BNB) dan Dogecoin melambung karena mengikuti trend bullish dari BTC (Bitcoin). BTC sebagai pelopor mata uang kripto telah dianggap sebagai alternatif save haven selain emas dan US Dollar. Dalam 6 bulan terakhir harga BTC/USD memang terus-menerus menembus rekor tertingginya (break high) sehingga memicu harga mata uang kripto lainnya untuk terus naik.

Sebagai referensi lebih lanjut, strategi hedging kripto bisa dipelajari di sini.

M Singgih   15 Apr 2021
 Chris Leon |  20 May 2021

Bitcoin lagi longsor, apakah ini saat yang tepat beli BTC?

waktu terbaik membeli btc

Lihat Reply [25]

@ Chris Leon:

Dari chart daily, belum ada sinyal dari price action untuk buy. Dari penunjukan price action harga masih konsolidasi dengan terbentuknya inside bar. Sementara dari penunjukan indikator teknikal, pergerakan harga masih cenderung bearish.

Saat Yang Tepat Untuk Membeli Bitcoin

M Singgih   21 May 2021

Sekarang ambles lagi ya pak harga Bitcoin dan market kripto lainnya....

kenapa akhir-akhir ini Bitcoin mudah banget ambruknya ya..padahal beberapa waktu lalu sempat nyentuh 900 Juta. 

Chris Leon   24 May 2021

@ Chris Leon:

Nilai Bitcoin anjlok minggu lalu karena pernyataan Elon Musk (pemilik Tesla), pemerintah China dan pemerintah AS. Elon Musk memutuskan untuk menghentikan pembelian Tesla menggunakan Bitcoin, pemerintah China melarang lembaga keuangan seperti bank dan fintech menyediakan layanan transaksi uang kripto, dan pemerintah AS memberikan regulasi baru yang berupa rambu-rambu terhadap perdagangan mata uang kripto.

 

M Singgih   24 May 2021

Untuk tahu info-info seperti ini gimana pak caranya...agar kedepannya saya bisa mengantisipasinya..makasih

Chris Leon   25 May 2021

@ Chris Leon:

Silahkan baca juga berita-berita pasar dari situs keuangan seperti investing untuk berita kripto, Bloomberg.com, CNBC.com, dll.

 

M Singgih   26 May 2021

@ Khalis:

Karena ulah para spekulan. Pergerakan harga BTC dan juga mata uang kripto lainnya tidak ada dasar fundamental ekonominya, jadi sepenuhnya tergantung dari para spekulan. Mengenai apakah harganya bisa kembali turun, tentu saja bisa.

 

M Singgih   27 Oct 2021

Agar tidak ketinggalan momentum Bitcoin akan segera naik gimana ya pak? Ini saya ketinggalan terus...hehe

Jodi   10 Nov 2021

@ Jodi:

Karena Bitcoin tidak ada dasar fundamentalnya untuk melakukan analisa dan perkiraan, maka satu-satunya cara adalah dengan analisa sentimen pasar melalui pengamatan price action dan penunjukkan indikator teknikal terutama indikator trend.

Dengan demikian Anda harus selalu memonitor peregerakan harga Bitcoin jika tidak ingin ketinggalan momentum untuk entry.

 

M Singgih   11 Nov 2021

@ Gustav:

Setahu kami tidak ada hubungan maupun korelasinya. Kalau korelasi, dengan indeks saham yang mana? Dow Jones kah? Nasdaq kah? Nikkei kah? Hang Seng kah? Atau harga saham apa?

Pergerakan BTC tidak ada dasar fundamental ekonominya. Full spekulasi.

 

M Singgih   3 Dec 2021

Sejak penciptaannya, harga bitcoin sudah sering jatuh bangun. Harga bitcoin bisa jatuh biasanya karena beberapa faktor seperti:

  • Perubahan kebijakan pemerintah tentang aset kripto di salah satu negara utama, misalnya China, AS, dll.
  • Perubahan kebijakan bank sentral. Meskipun peredaran bitcoin tidak diatur oleh bank sentral, tapi kurs bitcoin diperoleh dari transaksi pertukarannya dengan mata uang riil yang dikelola bank sentral. Jadi umpamanya saat ini USD menguat karena bank sentral AS (The Fed) akan menaikkan suku bunga, maka bitcoin (BTC/USD) melemah.
  • Aksi jual pemilik besar. Misalnya jika ada pihak yang dikenal punya bitcoin dalam jumlah besar mendadak mengumumkan akan menjual portofolionya, maka harga bitcoin bisa jatuh.

Ketiga faktor di atas hanya beberapa contoh saja. Masih banyak lagi faktor yang bisa memengaruhi harga bitcoin, karena status hukumnya yang tidak jelas di banyak negara. 

Bagaimana proyeksinya ke depan? Ya, harga bitcoin kemungkinan akan terus menerus jatuh bangun seperti ini. Mungkin sekarang turun, bulan depan naik, bulan depannya lagi jeblok, lalu naik lagi. Karakteristik bitcoin yang paling mencolok adalah harganya yang sangat fluktuatif, bahkan naik-turunnya lebih tajam daripada mata uang biasa.

Aisha   31 Jan 2022

Apakah hal ini juga berpengaruh kepada koin-koin lainnya? Seperti Dogecoin, ETH, BNB, dll?

Anjas   3 Feb 2022

Ya, faktor-faktor di atas juga berpengaruh pada koin-koin kripto lain.

Selain itu, pada umumnya, nilai koin dapat menguat atau melemah sesuai dengan aplikasi atau pemanfaatannya. Semakin banyak pihak yang menerima/menggunakan koin tersebut, maka nilai semakin tinggi. Semakin sedikit, nilai semakin lemah.

Aisha   4 Feb 2022

Bitcoin dan Ethereum merupakan dua mata uang kripto paling populer saat ini. Namun, keduanya memiliki fitur dan keunggulan berbeda. Fitur dan keunggulan ini memengaruhi prospek nilainya dalam jangka panjang.

Mengingat kripto termasuk teknologi baru yang masih dalam tahap pengembangan, kita tidak dapat memastikan mana yang akan lebih baik dalam jangka panjang. Lalu, bagaimana jika kita ingin berinvestasi pada kripto?

Calon investor hanya dapat menelaah faktor-faktor yang memengaruhi nilai masing-masing saja, kemudian berinvestasi pada Bitcoin atau Ethereum sesuai dengan minat atau kebutuhannya. Berikut ini dua faktor utama yang perlu diperhatikan:

  • Adopsi di kalangan lembaga-lembaga bermodal besar: Bitcoin unggul dalam hal ini. Banyak gerai online dan offline telah menyediakan bitcoin sebagai opsi pembayaran untuk belanja online, booking hotel, dll. Perusahaan-perusahaan besar dunia seperti Tesla telah mulai memborong bitcoin demi mendapatkan keuntungan investasi darinya. Bitcoin juga merupakan mata uang kripto pertama yang diadopsi dalam kontrak futures oleh bursa CME asal Amerika Serikat. Sedangkan, perusahaan-perusahaan besar kebanyakan hanya memanfaatkan blockchain ethereum saja untuk kebutuhan lain dan tidak membeli ETH sebagai persediaan cash ataupun investasi.
  • Masalah regulasi: Banyak negara lebih ramah terhadap ethereum daripada bitcoin. Karena banyak pemanfaatan blockchain ethereum di luar fungsinya sebagai "currency". Sedangkan bitcoin sering menghadapi pelarangan khusus karena bersaing dengan mata uang resmi yang berlaku.

Intinya, fungsi bitcoin lebih condong sebagai mata uang dan komoditas. Sedangkan fungsi ethereum lebih luas sebagai kerangka infrastruktur bagi banyak orang untuk membangun platform atau aplikasi baru.

Aisha   15 Feb 2022

Kalo untuk management risiko investasi di kripto seperti apa kak? Harganya kan naik turun ekstrim gitu

Zidni   15 Feb 2022

Sederhana saja: Investasi di kripo dengan hanya menggunakan uang sisa yang tidak akan dipakai untuk kebutuhan lain (uang dingin), sehingga kamu nggak akan pusing kalau nilainya turun dan kamu juga nggak akan depresi kalau investasinya hangus total.

Setelah itu, bagi modal dari uang sisa tadi ke dalam beberapa kelompok. Sebagian untuk belajar, sebagian lagi untuk kelak investasi beneran setelah paham dunia kripto. Dari bagian yang untuk belajar, dibagi lagi menjadi beberapa bagian agar kamu nggak langsung kehabisan modal saat baru coba-coba invest pada kripto.

Lebih baik invest dana sedikit-sedikit sambil belajar. Sangat tidak disarankan untuk langsung setor banyak sekaligus, padahal masih belum memahami lika-liku dunia kripto.

Aisha   15 Feb 2022

Ini saya mau beli BTC di Binance, kenapa diblokir ya kak situsnya? Apakah Binance memang sudah scam?

Abas   16 Feb 2022

Pemblokiran situs Binance di Indonesia bukan karena scam, melainkan karena Binance tidak memiliki izin dari pemerintah Indonesia.

Dari pihak Binance mungkin merasa tak perlu mengajukan izin khusus karena operasionalnya bersifat internasional. Tapi dari sisi pemerintah Indonesia, perusahaan apa saja yang beroperasi di sini harus dapat izin dulu. 

Banyak investor kripto Indonesia tetap join Binance, meskipun situsnya diblokir pemerintah. Cara paling praktis adalah dengan mengunduh aplikasi Binance via ponsel. Sedangkan kalau ingin mengakses via PC atau laptop, caranya bisa dengan memasang VPN, mengakses via proxy, atau mengubah DNS kita.

Aisha   17 Feb 2022

@Muh Dirga:

Selamat pagi, memang betul akan selalu terdapat perbedaan antara harga BTC di MT5 ataupun di Exchange kripto secara khusus. Bukan hanya itu, sejatinya di antara Exchange terbesar di Indonesia seperti IndoDax dan TokoCrpto bahkan yang terkenal secara global seperti Binance dan CoinBase juga akan berbeda satu sama lain. Hal ini umumnya terjadi karena sifat BTC sebagai Decentralized Digital Currency yang tidak memiliki nilai patokan khusus dalam satu waktu.

Selain itu ada juga faktor perbedaan lain seperti Fee yang diterapkan, Spread, Volatilitas dari tiap Exchange ataupun broker MT5 yang digunakan yang akan mempengaruhi produk hasil atau harga yang tampak pada Chart Anda. Ada juga faktor teknis seperti perbedaan waktu server serta jadwal Maintenance berkala yang diberlakukan di setiap Exchange atau broker.

Mengenai perbedaan bentuk Candlestick dalam Chart memang bisa dan sering terjadi. Namun hal ini biasanya terjadi pada time frame kecil seperti M30, M15, M5 atau M1. Pengaruh perbedaan harga ini umumnya tidak akan tampak jika diaplikasikan pada time frame yang lebih besar seperti H1, H4 dan Daily.

susunan Candlestick di MT5 Broker FXCE:

cs-beda-1

susunan Candlestick di Coinbase:

cs-beda-2

Namun kalau tujuannya memang untuk trading di time frame kecil maka saran saya gunakan patokan harga yang ada di tempat Anda trading saja. Meskipun harga atau pola Candlestick yang dihasilkan dapat berbeda, namun secara umum pola yang terbentuk umumnya akan sama. Contohnya jika di salah satu Exchange muncul pola Candlestick reversal Bearish Engulf, maka ditempat lain kemungkinan akan muncul pola reversal pula meskipun tidak berbentuk Bearish Engulf. Selain itu, adapula faktor Order Book ataupun Supply And Demand yang berbeda di setiap broker ataupun Exchange. Meskipun pada akhir penutupan hari atau time frame besar tidak akan terlalu berpengaruh karena order telah di Sync dengan yang lain, namun pergerakan jangka pendek harga (M1 atau Tick) umumnya akan sangat jelas pengaruhnya.

Nur Salim   29 Mar 2022

@Yanjun:

Untuk alasan mengapa Bitcoin melambung dalam beberapa hari belakangan ini sebenarnya tidak bisa disimpulkan  dengan pasti. Hal ini karena banyaknya faktor yang bisa menggerakan harga Bitcoin seperti kondisi ekonomi-politik yang sedang terjadi di dunia . Namun disinyalir penyebab utama harga Bitcoin naik karena adanya transaksi pembelian besar-besaran dari Terra (LUNA) sebagai aset backup untuk kepentingan StableCoin mereka. Menurut keterangan yang ada bahkan hingga saat ini mereka total telah membeli sebanyak 31,000 BTC dalam beberapa waktu belakangan. 

Kalau dari teknikal sendiri, BTC baru saja Breakout dari Resistance dan Chart Pattern Rectancle-nya beberapa waktu lalu. Saat ini BTC sedang berusaha membentuk tren naiknya di time frame Daily.

btc-analisa

Terima kasih, semoga membantu.

Nur Salim   31 Mar 2022

Faktor apa yang menyebabkan harga bitcoin melambung naik?

Yanjun   31 Mar 2022

Harga bitcoin kenapa jatuh lagi, perkiraannya kedepannya gimana kak?

Anjas   24 Jan 2022

Akhir-akhir ini harga bitcoin kembali menggila, itu kenapa ya gan bisa begitu? Apakah ada kesempatan harganya bisa turun lagi? Pengen coba investasi BTC..hehe

Khalis   26 Oct 2021

Ethereum VS Bitcoin, mana yang lebih baik untuk jangka panjang?

Zidni   11 Feb 2022

saat saya analisa kripto di mt5 saya baru sadar kalau harganya ternyata berbeda dengan di exchange? mengapa bisa demikian? candlestick yang terbentuk jg terkadang bisa berbeda. adakah solusi untuk ini? saya menggunakan analisa pola candlestick dan terasa cukup terganggu karena masalah ini.

Muh Dirga   29 Mar 2022

Ada kawan di grup yang menyebutkan bahwa harga BTC berkorelasi dengan harga saham. Apakah beanr demikian?

Gustav   3 Dec 2021
 Revan |  10 Feb 2018

Bagaimana cara mudah untuk mendeteksi pin bar dengan akurat?

Lihat Reply [19]

@ Muhammad Yusuf:

Tidak ada ketentuan perbandingan panjang ekor dan panjang total bar. Panjang ekor yang kurang lebih setengah dari panjang total bar sudah bisa dikategorikan pin bar. Semakin panjang ekor akan semakin valid.

Yang penting adalah posisi dari pin bar tersebut, yaitu harus tampak menonjol keluar diantara bar sebelum dan sesudahnya. Jadi Anda harus menunggu minimal satu bar untuk memastikan bar yang Anda duga pin bar tersebut (untuk konfirmasi). Selain itu, sebelum entry hendaknya dikonfirmasi juga dengan indikator

Untuk EUR/USD tanggal 27 April, kalau yang Anda maksud di time frame daily:


Waktu 27 April itu pin bar belum terkonfirmasi. Indikator teknikal tidak ada yang mendukung untuk entry buy. Selain itu harga juga tertahan di resistance 50% Fibo retracement (bukan resistance become support).
Hati-hati sebelum entry Pak, jangan buru-buru. Indikator dibuat untuk digunakan. Jadi gunakan sebagai acuan untuk konfirmasi.

M Singgih   1 May 2018

PIN BAR merupakan salah satu Price Action / aksi dari pergerakan harga  yang sering muncul saat  tekanan jual / beli sangat Kuat, tetapi  setelah penutupan harga dan pembukaan harga baru, candle sebelumnya menyisakan atau memperlihatkan garis panjang. Demikian juga dengan shooting star. Thanks

Basir   23 Feb 2013

@ Dhanie Saputra:
Pin bar dan shooting star adalah salah satu formasi single candlestick. Karakteristik pin bar adalah candlestick yang memiliki ekor yang lebih panjang dari body-nya. Panjangnya ekor menunjukkan kekuatan penolakan (rejection) pada suatu level harga tertentu. Semakin panjang ekor maka akan semakin tinggi sentimen penolakan terhadap level harga tersebut. Pin bar bisa mengisyaratkan penerusan arah trend (trend continuation) atau pembalikan arah trend (trend reversal), tergantung dari posisinya dalam alur trend yang sedang terjadi.

Shooting star adalah pin bar yang terbentuk pada kondisi uptrend dan mengisyaratkan kemungkinan terjadinya pembalikan arah ke downtrend. Formasi sejenis yang terbentuk pada kondisi downtrend disebut dengan formasi hammer. Formasi doji yang berekor panjang juga dikategorikan sebagai pin bar.

Berikut contoh pin bar / shooting star yang terbentuk pada chart EUR/USD daily baru-baru ini:

M Singgih   15 Jun 2019

Pin bar merupakan sebuah istilah dari Pola candle yang membentuk ekor panjang (mirip paku ). Yang perlu diketahui, tiap jam/time dari server broker adalah berbeda-beda.

Anda bisa melakukan penelitan menggunakann 2,3,4 atau lebih MT4 broker. Coba perhatikan 1 kurs pair mata uang yang sama dengan time frame yang sama pula. Maka anda akan mendapati pola-pola candle yang berbeda. Coba perhatikan dari M15 - D1 atau yang lebih besar. Apa penyebabnya ? karena pembukaan / penutupan harga yang berbeda. Silahkan perhatikan timenya. Ada broker yang pola candlenya masih bergerak, ada broker yang pola candlenya sudah siap membentuk candle baru.

Misal menggunakan TF-H4 :

Di broker A, timenya menunjukan 16.00 (candle masih bergerak). Dibroker B, timenye sudah masuk 17.00 (masuk candle baru), dan seterusnya.

Bagi mereka yang ingin trading dengan news, perhatikan bahwa :
1. Harga akan bergerak sebelum news dirilis.
2. Harga akan bergerak bersamaan news dirilis.
3. Harga akan bergerak setelah news dirilis.

Demikian.

Thanks.

Basir   12 Mar 2018

@ yanuardi:
Trading berdasarkan sinyal dari pin bar tidak bisa mengandalkan pin bar-nya semata, tetapi juga level support atau resistance (bisa juga level Fibonacci retracement atau expansion), dan indikator teknikal sebagai konfirmator momentumnya. Trader sering menggunakan indikator Bollinger Bands dan MACD.
Berikut ini contoh EUR/USD H1 (time frame 1 jam) dengan indikator MACD dan Bollinger Bands:


Tampak pin bar yang terbentuk mendapat rejection (penolakan) dari level resistance 1.1187 dan kurva upper band indikator Bollinger Bands. Entry sell ketika kurva indikator MACD telah memotong kurva sinyal (warna merah) dari arah atas, dan garis histogram OSMA berada dibawah level 0.00. Exit setelah kurva MACD memotong kurva sinyal dari arah bawah.
Pin bar mencerminkan sentimen pasar, jadi seharusnya cocok untuk sinyal trading, baik bagi newbies maupun yang sudah lama trading. 

M Singgih   15 Sep 2018

@ Thoriq:Kalau hammer level open sama dengan level high atau level close sama dengan level high. Sedangkan untuk pin bar level high tidak harus sama dengan level open atau level close.
Silahkan baca juga:

M Singgih   29 Aug 2021

Kalau untuk scalping, sinyalnya lebih akurat mana, dari Hammer atau Pin Bar?

Thoriq   6 Sep 2021

@ Thoriq:

Hammer adalah bentuk khusus dari pin bar. Akurasi atau validitasnya tergantung dari hasil penunjukan indikator trend dan atau indikator momentum untuk konfirmasinya. Jadi sebaiknya dikonfirmasi oleh indikator trend dan atau indikator momentum.

Indikator trend yang biasa digunakan adalah moving average, Bollinger Bands, parabolic SAR, ADX, dan juga MACD dan OSMA. Sedangkan indikator momentum biasanya berupa oscillator seperti RSI, stochastic atau CCI.

Misal jika ada sinyal reversal dari bearish ke bullish dari hammer atau pin bar, tetapi indikator trend dan atau momentum tidak mengkonfirmasi, maka sebaiknya jangan entry buy dulu sampai ada konfirmasi dari indikator teknikal.

 

M Singgih   6 Sep 2021

@ Revan:

Pin bar adalah sinyal yang mengisyaratkan kemungkinan pergerakan reversal. Untuk mengetahui terbentuknya pin bar adalah murni dari pengamatan. Dengan demikian Anda harus mengetahui ciri-ciri pin bar ketika terbentuk dalam rentetan candlestick pergerakan harga.

Untuk penjelasan mengenai pin bar, silahkan baca: Kupas Tuntas Strategi Trading Reversal Dengan Pin Bar

M Singgih   11 Feb 2018

Kalau digabungkan dengan indikator, pin bar ini sebagai sinyal entry atau pemicu sinyalnya pak?

Salim   11 Feb 2018

@ Salim:

Pin bar yang valid adalah sinyal untuk entry. Validasi dari sebuah pin bar dilakukan dengan konfirmasi oleh indikator teknikal. Jika terkonfirmasi oleh indikator teknikal, maka pin bar tersebut adalah sinyal yang valid.

Apa yang Anda maksud dengan pemicu sinyal?

 

M Singgih   15 Feb 2018

Pemicu sinyal yang saya maksud adalah penunjuk sinyal muncul pak.

Pin bar ini akuratnya di time frame berapa ya pak?

Salim   15 Feb 2018

@ Salim:

Sinyal berupa pin bar bisa muncul tiba-tiba, tidak ada pemicu. Tahunya ada pin bar atau tidak adalah murni dari pengamatan, setelah bar tsb selesai terbentuk.

Mengenai akurasi dari pin bar, semakin tinggi time frame dimana pin bar tsb muncul, maka akan semakin akurat sinyal dari pin bar tsb. Misal pin bar yang muncul pada time frame daily akan lebih akurat dibandingkan pin bar yang muncul pada time frame 5 menit.

 

M Singgih   16 Feb 2018

ane sempet baca trading pin bar,, keliatan nya gampang,,

tapi kok banyak yang nyebutin itu kurang cocok ya buat newbies?

apa sebetul nya ada analisa tambahan selain melihat formasi pin bar sbg penunjuk reversal?

Yanuardi   12 Feb 2018

Min saya mau tanya, apakah candlestick pin bar dan hammer itu sama cuma beda nama aja?

Thoriq   27 Aug 2021

Terimakasih master Inbizia karena tidak henti-hentinya membantu saya belajar trading, saya mengalami kebingungan dengan syarat pin bar yaitu ekor haruslah 2/3 dari panjang total bar atau setidaknya 3/4. Karena saya menemukan beberapa bar yang saya sangka pin bar tapi tidak memenuhi syarat yg saya sebutkan diatas.

Namun, dari yg sudah-sudah saya melihat mereka bekerja dengan baik. Seperti pola fakey with pin bar bullish reversal di emas/XAUUSD yang terbentuk pada 25 Agustus 2017 memicu breakout resistance range yang kuat namun pin barnya tidak memiliki ekor 2/3 panjang keseluruhan barnya.

Juga pin bar bullish reversal di EURUSD pada tanggal 27 April 2018 kemarin, terbentuk di resistance become support serta level 50% fibonacci (konteks yang tepat menurut saya) namun tidak memenuhi syarat ekor 2/3 panjang bar keseluruhan.

Jadi apakah mereka tetap dapat diandalkan? saya berniat entry senin besok di sinyal EURUSD tersebut namun ada keragu-raguan akan hal ini. mohon bantuannya mastah

Muhammad Yusuf   29 Apr 2018

masta...apa yg dimaksud dgn pin bar dan shooting star?? bgmn cara mengimplementasikan ke dlm open posisi kita?? trims,,

Dhanie Saputra   23 Feb 2019

Kak mau tanya, apakah ada syarat tertentu untuk penggunaan pin bar pak? Apakah pin bar dilakukan sesuai tren yg terjadi atau dapat dilakukan kapan saja tanpa melihat tren?

Harun Rasyid   9 Jun 2022

@Harun Rasyida: Syaratnya ada 2:

  • Gunakan pola candlestick ini di time frame H4 keatas
  • Gunakan pola candlestick ini pada level yang kuat/penting

Artinya, pola pin bar ini tidak bisa sembarangan digunakan, harus melihat level harga dan gunakan time frame H4 ke atas agar tidak banyak noise (banyak noise di time frame kecil).

Kiki R   9 Jun 2022
 

Komentar @inbizia

@ Syamsir:
Untuk entry sebaiknya Anda konfirmasikan juga dengan price action-nya. Dalam hal ini ketika RSI sudah tembus center line 50% price action masih menunjukkan inside bar
 M Singgih |  3 Jan 2016
Halaman: Tips Trading Dengan Indikator Rsi
Tp apakah 2 pola itu sering muncul & gampang dikenali dichart? Klo yg lebih sering dibahas kayanya candle pin bar sm inside bar. Tp sbg trader candle kayanya bakal kurang menguntungkan y klo cm hapal 1 ato 2 pola aja. Lebih oke klo tiap ada pola yg lewat bisa mengenali terus ambil tindakan...
 Juni |  1 Mar 2015
Halaman: Apa Yang Dimaksud Shadow Candle Forex
@Lusi Sinarsih:
Memang pin bar, yaitu candle yang ditengah. Dari gambar diatas: candle B untuk yang morning star dan candle E untuk yang evening star. Keduanya memang berbentuk pin bar, atau doji, atau hammer / shooting star yang mengisyaratkan pembalikan arah trend (trend reversal) dari arah trend sebelumnya, bukan penerusan trend.

Tidak tergantung dari resistance atau support, jika terbentuk pola morning star atau evening star kemungkinan akan terjadi pembalikan arah trend. Tetapi jika pola tersebut terbentuk dekat atau pada level resistance atau support maka akan lebih memperkuat kemungkinan tersebut (lebih valid). Yaitu pola evening star yang terbentuk pada atau dekat level resistance dan pola morning star yang terbentuk pada atau dekat level support.
 M Singgih |  16 Dec 2016
Halaman: Pola Candlestick Morning Star Dan Evening Star
"Anton memiliki saldo 3 BTC yang dibeli di harga Rp4,300,000. Namun, saat ini harganya menjadi Rp4,200,000. Jika Anton memaksa menjualnya, maka akan rugi Rp300,000. Namun, Anton memprediksi harga akan cenderung turun sampai Rp3,900,000. Oleh karena itu, ia memutuskan untuk menjualnya di harga Rp4,200,000 dan mendapatkan cash sebesar Rp12,600,000. Uang tersebut lantas digunakan untuk membeli Bitcoin di harga Rp4,000,000, sehingga Anton memiliki 3.15 BTC sekarang. Esoknya, harga kembali naik mencapai Rp4,200,000, dimana harga penjualan 3.15 BTC bernilai Rp13,230,000. Artinya, Anton mendapatkan profit senilai Rp630,000."

Andai semudah itu memprediksikan naik turunnya harga.
 Adhi |  20 Apr 2022
Halaman: Strategi Trading Bitcoin Dari Perintis Indodax
@Arif: Saya bantu jawab, gambar terakhir sebelah kanan adalah bearish pin bar yang mengindikasikan sell, posisi open sell dan stoplossnya sudah benar.
 Kiki R |  26 Apr 2022
Halaman: Kupas Tuntas Strategi Trading Reversal Dengan Pin Bar
Koin kripto terbaik saat ini masih tetap Bitcoin dan Ethereum, karena penggunaan dan adopsinya yang paling luas.
Kedua koin kripto ini juga sudah punya rekam jejak yang panjang
 Bagas Kurniawan |  19 May 2022
Halaman: Cara Industri Kripto Melawan Coronavirus
Kirim Komentar Baru
Info Karir
Kontak Kami
Tentang Kami
Peraturan
Terms Of Use
Privacy Policy
Arsip